Anda di halaman 1dari 24

BUDIDAYA TANAMAN SAWI (Brassica Juncae.

L)
(Laporan Praktikum Dasar Agronomi)

TIO CHANDRA FEBRIYANTO


2010513210004

FAKULTAS PETANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2021
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI ............................................................................................ i

DAFTAR TABEL .................................................................................... ii

PENDAHULUAN..................................................................................... 1

Latar Belakang................................................................................. 1
Tujuan.............................................................................................. 4

TINJAWAN PUSTAKA........................................................................... 6

BAHAN DAN METODE.......................................................................... 9

Alat dan Bahan................................................................................. 9


WaktudanTempat............................................................................. 9
Prosedur Kerja.................................................................................. 10

HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................ 11

Hasil ................................................................................................ 11
Pembahasan...................................................................................... 17

KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 21

Kesimpulan ..................................................................................... 21
Saran ................................................................................................ 21

DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR TABEL

Nomor Halaman

Tabel 1.Hasil pengamatan tanaman 1 ...................................................... 11


Tabel 2.Hasil pengamatan tanaman 1 ....................................................... 11
Tabel 3.Hasil pengamatan tanaman 1 ....................................................... 11
Tabel 4.Hasil pengamatan tanaman 1........................................................ 12
Tabel 5. Hasil pengamatan tanaman 2 ..................................................... 12
Tabel 6.Hasil pengamatan tanaman 2 ....................................................... 12
Tabel 7.Hasil pengamatan tanaman 2 ....................................................... 13
Tabel 8.Hasil pengamatan tanaman 2 ....................................................... 13
Tabel 9. Dokumentasi tanaman perminggu .............................................. 13
PENDAHULUAN

LatarBelakang

Sayuran adalah salah satu komponen dari menu makanan yang sehat, maka
tidak heran jika kebutuhan sayuran dewasa ini semakin meningkat sejalan dengan
kesadaran masyarakat tentang kesehatan. Di antara bermacam-macam jenis
sayuran yang dapat dibudidayakan, tanaman sawi (Brassica juncea L.) merupakan
salah satu komoditas yang mempunyai nilai komersial tinggi. Budidaya tanaman
sawi relatif mudah untuk dilaksanakan, sehingga dapat dilakukan oleh petani
ataupun pemula yang ingin menekuni agrobisnis budidaya tanaman ini. Budidaya
tanaman sawi juga sangat cepat menghasilkan karena tanaman ini memiliki umur
relatif pendek (genjah), mulai dari awal pertanaman hingga siap panen. Tanaman
sawi hijau dapat dipanen setelah berumur 30 hari setelah tanam(Margiyanto,
2010).

Sawi hijau Brassica juncea L. merupakan salah satu komoditas


sayuran yang penting di dunia. Walaupun sawi bukan merupakan tanaman asli
Indonesia, namun pengembangan komoditas tanaman berpola agribisnis dan
agroindustri ini dapat dikategorikan sebagai salah satu sumber pendapatan dalam
sektor pertanian di Indonesia. Manfaat tanaman sawi adalah daunnya yang
digunakan sebagai sayur dan bijinya yang dapat dimanfaatkan sebagai minyak
serta pelezat makanan (Arief, 2000).

Tanaman sawi dikenal memiliki nilai ekonomi yang tinggi mengingat


sayuran ini merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia.
Namun hingga saat ini, produksi sawi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar
dalam dan luar negeri. Hal ini diakibatkan karena rata-rata produksi sawi nasional
masih sangat rendah. Potensi hasil sawi dapat mencapai 40 ton/ha, sedangkan
rata-rata hasil sawi di Indonesia hanya 9 ton/ha (Badan Pusat Statistik, 2010).

Tanaman sawi termasuk tanaman sayuran daun dari keluarga cruciferae


atau tanaman kubis-kubisan atau tanaman yang memiliki nilai ekonomi timggi
5
karena kaya akan serat, kandungan gizinya tinggi, dan juga tanaman ini di percaya
mempunyain kasiat obat. Bagian tanaman dari sawi yang di komsomsi adalah
daun-daunnya yangmasih muda. Daun sawi sebagai baham makanan sayuran
memang memiliki bemacam-macam manfaat dan kegunaan dalam kehidupan
masyarakat sehari-hari. Daun sawi selain di manfaatkan sebagai bahan makanan
sayuran ternyata juga dapat di manfaatkan untuk pengobatan (terapi) bermacam-
macam penyakit. Mengingat manfaat dan kegunaan dari tanaman sawi tang begitu
besar sebaiknya mulai saat ini budidaya tanaman sawi perlu untuk semakin di
kembangkan dalam upaya ikut serta dalam menjaga keseharan masyarakat.
(Haryanto et al.,1995)

Selain memiliki kandungan vitamin dan zat gizi yang penting bagi
kesehatan, tanaman sawi dipercaya dapat menghilangkan rasa gatal di
tenggorokan pada penderita batuk. Sawi yang dikonsumsi berfungsi pula sebagai
penyembuh penyakit kepala. Orang-orang pun mempercayai tanaman ini mampu
bakerja sebagai bahan pembersih darah. Penderita penyakit ginjal dianjurkan
untuk banyak-bamyak mengkonsomsi sawi karenadapat membantu memperbaiki
fungsi kerja ginjal (Yudharta, 2010).

Komposisi zat-zat makanan yang terkandung dalam setiap 100 g berat


basah tanaman sawi berupa protein (2,3 g), lemak (0,3 g), karbohidrat (4,0 g), Ca
(220,0 g), P (38,0 g), Fe (2,9 g), vitamin A (1.940 mg), vitamin B (0,09 mg), dan
vitamin C (102 mg). Tanaman sawi kaya akan sumber vitamin A, sehingga
berdaya guna dalam upaya mengatasi masalah kekurangan vitamin A atau
mengatasi penyakit rabun ayam (Xerophthalmia) yang sampai kini menjadi
masalah kalangan anak balita. Kandungan nutrisi lain pada tanaman ini berguna
juga dalam menjaga kesehatan tubuh manusia (Haryanto., et al, 1995).

Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui cara budidaya tanaman sawi
(Brassica Juncae. L) .
6
TINJAUAN PUSTAKA

Tanaman sawi diduga berasala dari Tiongkok (Cina) dan asia timur.
Konon didaerah cina, tanaman ini telah di budidayakan sejak 2.500 tqhun yang
lalu, kenudian menyebar luas di Filifina dan taiwan. Masuknya sawi kedaerah
indinesia diduga pada abat XIX, bersama dengan lintas perdagngan jenis sayran
sub-tropis lainya seperti kelompok kubis-kubisn (Cruciferae). Sawi berkembang
pesat di dataran rendah maupun di dataran tinggi yang telah di kenal dareah
pertaniaanya (Rukmana 2005)
Menurut Rukmana (2002) tanaman sawi manis dapat diklasifikasikan sebagai
berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermea
kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Brassicales
Familia : Brassicaceae
Genus : Brassica
Species : Brassica rapa L.
Seperti tanaman yang lainnya, tanaman sawi mempunyai bagian-bagian
tanaman seperti akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.
1. Akar
Sistem perakaran sawi memiliki akar tunggang (Radix Primaria)dan cabang-
cabang akar yang berbentuk bulat panjang (silindris) menyebar ke semua arah
pada kedalaman antara 30 sampai 50 cm.akar ini berfungsi antara lain
menyerap air dan zat makanan dari dalam tanah, serta menguatkan berdirinya
batang tanaman.
7
2. Batang
Batang sawi pendek sekali dan beruas-ruas, sehingga hampir tidak kelihatan.
batang ini berfungsi sebagai alat pembentuk dan penampang daun. Batang
sejati ini bersifat tidak keras dan berwarna kehijauan atau keputih-putihan.
3. Daun
Daun sawi berbentuk bulat atau bulat panjang (lonjong) ada yang lebar dan
ada yang sempit, ada yang berkerut kerut (keriting), tidak berbulu, berwarna
hijau muda, hijau keputih-putihan sampai hijau tua. Daun memiliki tangkai
daun panjang atau pendek, sempit atau lebar berwarna putih sampai hijau,
bersifat kuat dan halus.pelepah pelepah daun tersusun saling membungkus
dengan pelepah pelepah daun yang lebih muda, tetapi membuka. Disamping
itu, daun juga memiliki tulang tulang daun yang menyirip dan bercabang-
cabang.
4. Bunga
Struktur bunga sawi tersusun dari tangkai bunga (inflorescentia) yang tumbuh
memanjang (tinggi) dan bercabang banyak.Tiap kuntum bunga terdiri atas
empat helai kelopak daun, 4 helai daun mahkota bunga berwarna kuning-cerah,
empat helai benang sari, dan satu buah putik yang berongga dua.

Tanaman Sawi rasanya enak serta mempunyai kandungan gizi yang


dibutuhkan tubuh manusia seperti energi, protein, lemak, karbohidrat, serat,
Fosfor, zat Besi, Natrium, Kalium dan sumber vitamin A. Kandungan gizi serta
rasanya yang enak, membuat sawi menjadi salah satu produk pertanian yang
diminati masyarakat, sehingga mempunyai potensi serta nilai komersial tinggi
(Rukmana, 2005).
Tanaman sayuran seperti sawi (Brassica juncea) ini Di Indonesia baik
dibudidaya pada tempat yang berdataran tinggi maupun di dataran rendah
baik itu musim dingin atau musim kemarau, tetapi paling baik tanaman sawi
dibudidayakan pada dataran tinggi dengan ketinggian 5 meter sampai dengan
1.200 meter dpl. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang
mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl dan tanah yang baik
untuk budidaya tanaman sawi adalah tanah yang memiliki tekstur tanah yang
8
gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik
(Hariyadi, Ali, & Nurlina, 2017).
Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya
adalah antara pH 6 -7. Tanaman sawi ini selain dapat ditanam pada areal
persawahan yang luas juga dapat dibudidayakan pada areal yang yang sempit
dengan menggunakan pot atau polybag. Tanaman sawi memiliki perawatan
yang tidak begitu sulit dan pertumbuhan tanaman cepat, sehingga budidaya
tanaman sayuran seperti sawi ini sering diterapkan oleh para petani untuk
mendapatkan hasil yang cepat. Pada perawatan tanaman sawi hijauhal yang
biasa dilakukan adalah penyiangan tanaman, pemupukan dan 2 penyemprotan.
Dalam pemeliharaan tanaman ini harus dilakukan dengan teratur yang dapat
mencegah adanya hama atau penyakit yang tidak diinginkan (Ali, 2015).
Manfaat sawi hijau sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di
tenggorokan pada penderita batuk, penyembuh penyakit kepala, bahan
pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan
memperlancar pencernaan. Sendangkan kandungan yang terdapat pada sawi
hijau adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B,
dan Vitamin C. Sayur sawi hijau biasanya berupa tumisan dengan berbagai
sajuran lain Berbagai jenis olahan makanan yang dijual, biasanya lebih
memilih sawi hijau ketimbang berbagai jenis sayuran lain. Hal ini karena
sawi hijau memiliki rasa khas enak yang tetap nikmat kalau dicampur
dengan berbagai macam makanan. Selain itu, bagi yang menyukai sawi
hijau terdapat banyak sekali keuntungan yang akan dipeoleh dari manfaat
kandungan gizinya. Berikut ini beberapa manfaat sawi hijau untuk kesehatan
tumbuh: Asupan rendah vitamin K telah dikaitkan dengan resiko yang lebih
tinggi karena patah tulang. mengkonsumsi vitamin K adalah hal penting
untuk kesehatan yang baik, karena bertindak sebagai pengubah protein
matriks tulang, meningkatkan penyerapan kalsium dan dapat mengurangi
ekskresi kalsium. Satu cangkir rebus sawi hijau memberikan 770 mikrogram
vitamin K, yaitu lebih dari 100% dari kebutuhan harian yang
direkomendasikan. ( Bambang 2003)
9

BAHAN DAN METODE

Alat dan Bahan


10
Alat

Polybag. Digunakan sebagai tempat untuk bercocok tanam sebagai


pengganti pot.
Cangkul. Digunakan sebagai alat untuk mengaduh media agar tercampur

Bahan

Benih sawi (Brassica juncea L.).Sebagai biji tanaman yang digunakan


untuk bahan tanam.
Tanah. Sebagai media tumbuh untuk tanaman yang dibutuhkan dengan
kondisi fisik dan kimia yang baik.
Pupuk kandang. Sebagai campuran penambah bahan organik pada media
tanamnya.
Arang sekam. Sebagai campuran media tanam yang berfungdi sebagai
pembenah tanah sehingga dapat memperbaiki sifat fisik dan mampu mengikat
hara tanah.
Pupuk NPK. Sebagai bahan yang mengandung satu atau beberapa unsur
hara makro dan mikro dengan tujuan untuk menambah unsur hara.

Waktu dan Tempat

Budidaya tanaman ini dilaksanakan pada Minggu 4 April 2021 – Selasa 11


Mei 2021
11
Prosedur Kerja

1. Penyiapan media tanam


Siapkan tanah yang subur,pupuk kandang dan arang sekam dengan
perbandingan 2:1:1 campurkan secara merata. Lalu masukan tanah tersebut
kedalam polybag
2. Penanaman
Benih sawi dapat lansung ditanam pada polybag yang telah disediakan. Buat
lubang pada polybag dengan menggunakan jari lalu letakkan 1-2 butir benih
sawi.
3. Pemupukan
Pupuk yang digunakan dalam pemupukan sawi ini adalah pupuk NPK,
pengaplikasianya dengan cara di tugal dengan dosis 2 gram pertanaman.
4. Pemeliharaan
Pemeliharaan yang dilakukan adalah menjaga kesediaan air pada tanaman
sawi ini. Penyiraman dilakukan minimal 1 kali sehari.
5. Panen
Setalah sawi berumur 30-40 hari setelah tanam sudah dapat di penen. Cara
panen yang dapat dilakukan yaitu dengan mencabut seluruh bagian tanaman
dan dapat juga dengan memotong batang sawi bagian atas saja dan dapat
juga drngan hanaya memetik daunnya saja.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Tabel 1.Hasil pengamatan tanaman 1 pada 11 April 2021


Variabel yang Tanaman Sawi
diamati Daun Daun tengah Daun
atas bawah
Lebar daun 5 cm 6 cm 5 cm
Panjang daun 7 cm 9 cm 8 cm
Jumlah daun 10 helai
Tinggi tanaman 15 cm

Tabel 2.Hasil pengamatan tanaman 1 pada 25 April 2021


Variabel yang Tanaman Sawi
diamati Daun Daun tengah Daun
atas bawah
Lebar daun 5 cm 6 cm 6,5 cm
Panjang daun 7 cm 9 cm 8 cm
Jumlah daun 11 helai
Tinggi tanaman 16 cm

Tabel 3.Hasil pengamatan tanaman 1 pada 2 Mei 2021


Variabel yang Tanaman Sawi
diamati Daun Daun tengah Daun
atas bawah
13
Lebar daun 5 cm 6,5 cm 7,5 cm
Panjang daun 7,5 cm 10 cm 9 cm
Jumlah daun 13 helai
Tinggi tanaman 18 cm

Tabel 4.Hasil pengamatan tanaman 1 pada 8 Mei 2021


Variabel yang Tanaman Sawi
diamati

Daun Daun tengah Daun


bawah
atas

Lebar daun 5,5 cm 7 cm 8 cm


Panjang daun 8,5 cm 11 cm 10,5 cm
Jumlah daun 15 helai
Tinggi tanaman 21 cm

Tabel 5. Hasil pengamatan tanaman 2 pada 11 April 2021


Variabel yang Tanaman Sawi
diamati Daun Daun tengah Daun
atas bawah
Lebar daun 4 cm 5 cm 4 cm
Panjang daun 5 cm 8,5 cm 7 cm
Jumlah daun 9 helai
14
Tinggi tanaman 14 cm

Tabel 6.Hasil pengamatan tanaman 2 pada 25 April 2021


Variabel yang Tanaman Sawi
diamati Daun Daun tengah Daun
atas bawah
Lebar daun 5 cm 6 cm 5,5 cm
Panjang daun 6 cm 9 cm 7,5 cm
Jumlah daun 11 helai
Tinggi tanaman 15,5 cm

Tabel 7.Hasil pengamatan tanaman 2 pada 2 Mei 2021


Variabel yang Tanaman Sawi
diamati Daun Daun tengah Daun
atas bawah
Lebar daun 6 cm 6,5 cm 7 cm
Panjang daun 7,5 cm 10 cm 8 cm
Jumlah daun 14 helai
Tinggi tanaman 17 cm

Tabel 8.Hasil pengamatan tanaman 2 pada 8 Mei 2021


Variabel yang Tanaman Sawi
diamati

Daun Daun tengah Daun


bawah
atas

Lebar daun 7,5 cm 7,5 cm 8,5 cm


Panjang daun 9 cm 11,5 cm 10 cm
Jumlah daun 16 helai
Tinggi tanaman 19 cm
15
Tabel 9. Dokumentasi tanaman perminggu
N Foto Tanaman Keterangan
o
1 Pengolahan tanah
.

2 Penanaman
16
3 1 minggu setelah tanam

4 2 minggu setelah tanam


.

5 3 minggu setelah tanam


.

6 Pemupukan pada tanggal 15


. Maret
17

7 4 minggu setelah tanam


.

8 5 minggu setelah tanam


.
18
9 6 minggu setelah tanam
.

1 Pemeliharaan pembumbunan dan


0. pengendalian gulma

1 Panen
1.
19

Pembahasan

Tinggi Tanaman Sawi (Brassia juncea L.)


Berdasarkan benih yang di gunakan pada teknik budidaya sawi ini terdapat
dua tanaman dalam dua polybag. Masing-masing tanaman diamati selama 4 kali
dalam 6 minggu. Diketahui bahwa seiring dengan meningkatnya umur tanaman
sawi hijau, maka ada kecenderungan semakin meningkatnya tinggi tanaman . Dari
pengamatan dua tanaman ini meliki keterlambatan tumbuh tingginya, karena
kurangnya sinar matahari yang di terima oleh tanaman. Namun setelah tanaman di
pindahkan ketempat yang sinar mataharinya cukup dan di beri pupuk maka tinggi
tanamannya pun sudah lumayan berkembang.

Jumlah Daun Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)


Berdasarkan pengamatan jumlah daun sawi tidak terlalu banyak, dalam
Satu tanaman hanya bertambah 1-3helai daun saja perminggunya. Hal tersebut
juga di sebabkan oleh kurangnya sinar matahari yang didapat oleh tanaman sawi
20
ini. Namun setelah tanaman di pindahkan ketempat yang sinar mataharinya cukup
dan di beri pupuk maka daunnya pun sudah lumayan berkembang.
Pengolahan tanah merupaka langkah awal dari kegiatan bercocok tanam.
Frekwensi pengolahan tanah akan menentukan intensif tidaknya pengerjaan
pengolahan tanah. Selain itu bila dikaitkan dengan mudah tidajnya ketersediaan
unsur hara bagi tanaman juga ada kaitanannya dengan pengolahan tanah.
Pengolahan tanah adalah satu dari beberapa tahapan kegiatan bercocok tanam
untuk memperoleh prodoksi maksimum.
Pertama, Pengolahan tanah yaitu langkah sebelum melakukan budidaya
tanaman, maka dari itu kita harus menyediakan bahan-bahan yang di perlukan
untuk membuat medianya terlebih dahulu. Pada raktikum kali ini bahan yang di
perlukan adalah tanah, pupuk kandang dan polybag. Campurkan terlebih dahulu 2
kantong plastik besar tanah dan 1 kantong plastik besar pupuk kandang atau 2:1
(dua banding satu) hingga tercampur rata. Kemudian sediakan beberapa polybag,
lalu masukkan media tanamnya. Saat melakukan pengisian media tanam ke
polybag, isi dengan penuh dan padatkan media tanamnya.
Penanaman merupakan langkah berikutnya setelah pembuatan media. Pada
praktikum kali ini untuk tanaman yang di budidayakan adalah tanaman kangkung.
Sebelum melakukan penanaman, terlebih dahulu menyediakan bahan tanam atau
media tanamnya terlebih dahulu. Maka yang dilakukan adalah sediakan media
polybag yang sudah terisi oleh media tanam nya yang telah di buat pada
praktikum yang pertama atau sebelumnya. Kemudian menyediakan benih
tanamannya yaitu benih kangkung, lalu lakukan penanaman beberapa benih sesuai
dengan ukuran polybag nya di setiap media tanam pada polybag.
Definisi pupuk dalam arti sempit adalah semua bahan yang mengandung satu atau
beberapa unsur hara makro dan mikro dengan tujuan untuk menambah unsur hara
baik yang diaplikasikan ke dalam tanah ataupun melalui daun. Pemupukan akan
menunjukkan respon yang optimal apabila dalam melakukan pemupukan
memperhatikan faktor yaitu tepat jenis,tepat dosis,tepat cara, dan tepat waktu.
Kedua, Peraktikum pemupukan di laksanakan pada tanggal 15 April 2021
pada jam 16:00 WITA. Langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan
pupuknya, yaitu menggunakan pupuk NPK. Pupuk NPK manfaatnya adalah untuk
21
membantupertumbuhantanaman agar dapatberkembangsecaramaksimal.
Setiapunsur hara yakni nitrogen (N), phospat (P) dankalium (K) yang
terdapatdidalampupuk NPK yaitu memiliki peran masing-masing yang berbeda
dalam membantu pertumbuhan tanaman. Langkah kedua menyiapkan wadah gelas
plastic dan sendok untuk memudahkan dalam penakaran pupuknya. Ketiga,
takarpupuk sesuai dosis yang diperlukan di setiap polybag dengan berat takaran 2
gram pupuk NPK atau bisa juga mengukurnya dengan sendok yaitu hanya seujung
sendok makan.
Pemeliharaan atau perawatan tanaman dilakukan secara
berkesinambungan dari awal tanam hingga panen. Tanpa pemeliharaan yang
memadai, maka tanaman akan mengalami penghambatan dalam proses
pertumbuhan dan perkembangannya sehingga tujuan pencapaian produksi
maksimum tidak terrealisir. Secara umum pemeliharaan tanamanmeliputi
penyiraman, pemupukan, dan pengendalian OPT (Organismes
PengganguTanaman) terbagi tiga cara yaitu dengan (1) teknik budidaya,(2) secara
fisik dan (3)secara mekasik. Serta penyiangan gulma. Bagi tanaman pemeliharaan
yang keliru dapat menjadikan tanaman dalam kondisi tidak baik dan dapat
membawa kerugianpada pemilik tanaman karena hasil produksi yang gagal.

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melalakukan


pemeliharaan tanaman yaitu: kondisikelembapan media tanam, suhu udara pada
lingkungan, serta waktu dan dosis dalampenerapan pemeliharaan yang dibutuhkan
tanaman sesuai dengan jenis tanaman. Kelembapan media tanam adalah jumlah
pertikel-pertikel air yang berada pada tanaman yang berpengaruh pada tingkat
kelembapan tanah, dan suhu udara adalah kadar uap air di udara yang juga
mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman, sedangkan komposisi merupakan
kuantitas dosis pemberian air, pupuk dan pestisida, serta waktu adalah jadwal dan
frekuensi pada pemeliharaan tanaman tersebut.

Pada perawatan tanaman bayam dilakikan dengan beberapa bentuk


perawatan yaitu: yang pertama penyiraman, peniyraman dilakukan untuk menjaga
kondisi tanaman agar lemban dan tidak kekurangan air, penyiraman ini dilakukan
setiap hari. Yang kedua pengendalian gulma, pengendalian gulma di lakukan
22
untuk mengurangi perebutan unsur hara tanaman dengan gulma, pengendalian ini
dilaku kan seminggu selakali. Yamg ketiga pemupukan, dalam pemupukan ini
pupuk yang di gunakan adalah pupuk NPKyangbertujuan untuk membantu
pertumbuhan tanaman agar dapat berkembang secara maksimal. Setiap unsur hara
pada pupuk NPK memiliki fungsinya masing-masing, unsurhara netrogen (N)
memiliki fungsi agar membuat tanaman menjadi lebih hijau,pertumbuhan
tanaman keseluruhan menjadi lebih cepat seta meningkatkan kandungan protein
pada hasil panen.yang kedua ada unsurhara phopat (P) memiliki fungsi sebagai
penyimpan dan penyalur energi untuk semua aktivitas metabolisme tanaman.
Yang terakhir adalah kalium (K) memiliki fungsi untuk menyalurkan hasil
asimilasi dari daun keseluruh jaringan tanaman, pemupukan inidi lakukan pada 15
april 2021. Dan yang keempat adalah pembumbunan, pembumbunan adalah
kegiatan untuk memperkuat berdirinya batang dan perakarantanaman, hal ini
dilakukan seminggu sekali.
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari budidaya tanaman ini adalah


1. Budidaya tanaman sayur yaitu, kegiatan menanam tanaman yang dapat
menghasilkan bahan pangan dengan memanfaatkan sumber daya dari
tumbuhan yang ditanam.
2. Dari hasil proses produksi tanam menanam ini dapat menghasilkan
tanaman yang dapat di konsumsi, contohnya sayuran yang sering
dibudidayakan adalah sawi.
3. Tanaman sawi termasuk tanaman sayuran daun dari keluarga cruciferae
atau tanaman kubis-kubisan atau tanaman yang memiliki nilai ekonomi
timggi karena kaya akan serat, kandungan gizinya tinggi, dan juga
tanaman ini di percaya mempunyain kasiat obat.

Saran

Adapun saran untuk praktikum ini adalah tanaman yang dibudidayakan


harus selalu di pantau, agar tahu apa saja kelainan atau kekuranagan pada tanaman
tersebut. Dan semoga tahun depan praktikum dapat di laksanakan secara ofline.
DAFTAR PUSTAKA

Arief, A., 2000. Hortikultura. Penebar Swadaya, Jakarta.

Cahyono, Bambang. 2003. Teknik dan Strategi Budi Daya Sawi Hijau.

Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.

Haryanto, E, Suhartini, T dan Rahayu, E. 1995. Sawi dan Selada. Penebar

Swadaya. Jakarta.

Margiyanto, 2010. Alam Ilmu Pengetahuan . Jakarta. Grafindo. Jakarta.

Yudharta, 2010. Pertumbuhan Tanaman Sawi . UGM. Yokyakarta.

24