Anda di halaman 1dari 6

RESUME KEPERAWATAN JIWA PADA KLIEN Tn.

U DENGAN
WAHAM KEBESARAN DI RUANG SRIKANDI RSJD DR. AMINO
GONDOHUTOMO SEMARANG PROVONSI JAWA TENGAH

DISUSUN OLEH :
GILANG TITI WIJAYANINGRUM
P1337420919113

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN DAN


PROFESI NERS
JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN
SEMARANG
2019
A. PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan pada :
Hari, tanggal : Jumat, 13 September 2019
Jam : 09.00 WIB
Ruang : Srikandi
1. Identitas Klien
Nama : Tn. U
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 32 tahun
Alamat : Demak
Agama : Islam
No CM :-
2. Alasan Masuk
Keluarga klien mengatakan klien marah-marah, mengamuk tidak
terkontrol seperti tidak sadarkan diri, mau memukul dan bertengkar
dengan ibunya. Serta merasa ditipu oleh salesnya.
3. Faktor Predisposisi dan Presipitasi
Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 13 September 2019
pada pukul 09.00 WIB, klien mengatakan bahwa dirinya merupakan
utusan para wali dan ia mengaku bahwa ia merupakan sahabat dari
presiden Joko Widodo yang di utus untuk menyampaikan pemindahan
ibu kota Indonesia. Klien tampak kurang fokus, bicara jelas dan
berbicara menguasai pembicaraan.
Masalah Keperwatan : Perubahan Proses Pikir : Waham Kebesaran
a. Faktor Presipitasi
Klien mengatakan baru kali ini dirawat di RSJ, sebelumnya
ia hanya rutin kontrol dan minum obat perlu diingatkan.
b. Faktor Predisposisi
Keluarga klien mengatakan klien baru pertama kali dirawat
di Rumah Sakit Jiwa, pada pengobatan sebelumnya klien hanya
melakukan kontrol dan minum obat. Namun pengobatan
sebelumnya kurang berhasil dan tidak ada riwayat gangguan jiwa
pada keluarga. Keluarga klien mengatakan klien pernah di tipu
oleh salesnya. Makanan dan minum mandiri namun untuk ADL
lainnya perlu di bujuk.
Masalah Keperawatan : Ketidakefektifan Koping Keluarga
4. Psikososial
Klien merupakan anak laki-laki pertama dari 3 bersaudara, status
klien sudah menikah, bekerja dan sedang menunggu kelahiran anak
pertamanya. Keluarga klien mengatakan disamping bekerja klien juga
mengikuti kegiatan kelompok atau masyarakat. Klien beragama islam
dan sayang kepada istri dan calon anaknya.
5. Status Mental
Penampilan klien bersih rapi, dan menggunakan pakaian yang
sesuai, klien menjawab pertanyaan dan berekspresi seperlunya dengan
nada tinggi dan cepat, kontak mata kurang dan menguasai
pembicaraan. Keluarga klien mengatakan klien marah-marah,
mengamuk dan bertengkar dengan ibunya.
Masalah Keperawatan : Resiko Perilaku Kekerasan
6. Analisa Data

No Waktu Data Fokus Masalah Keperawatan


1 Jumat, 13 DS : Perubahan Proses
September - Klien mengatakan bahwa Pikir : Waham
2019 dirinya merupakan utusan para Kebesaran
wali dan ia mengaku bahwa ia
merupakan sahabat dari
presiden Joko Widodo yang di
utus untuk menyampaikan
pemindahan ibu kota
Indonesia
DO :
- Klien menguasai pembicaraan
- Klien selalu mengulang
kalimat yang menyatakkan
bahwa klien merupakan
utusan para wali dan sahabat
presiden joko widodo
7. Daftar Masalah Keperawatan
a. Resiko Perilaku Kekerasan
b. Perubahan Proses Pikir : Waham Kebesaran
c. Ketidakefektifan Koping Keluarga
8. Pohon Masalah
Resiko Perilaku Kekerasan
Akibat

Perubahan Proses Pikir : Waham Kebesaran Core Problem

Ketidakefektifan Koping Keluarga Etiologi

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Perubahan Proses Pikir : Waham Kebesaran
C. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

Diagnosa Rencana Keperawatan


No. Keperawatan Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
1 Perubahan Proses Pikir : TUM: klien memiliki konsep diri
Waham Kebesaran yang positif
TUK I : Klien dapat membina Setelah dilakukan tindakan - Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun
hubungan saling percaya keperawatan selama 1x pertemuan non verbal
Ekspresi wajah bersahabat, - Perkenalkan nama, nama panggilan dan tujuan
menunjukkan rasa tenang, ada kontak perawat berkenalan
mata, mau berjabat tangan, mau - Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan
menyebutkan nama, mau menjawab yang disukai klien
salam, mau duduk berdampingan - Buat kontrak yang jelas
dengan perawat, mau mengutarakan - Tunjukan sikap empati dan menerima apa
masalah yang dihadapi adanya
- Beri perhatian kepada klien dan perhatikan
kebutuhan dasar klien
- Tanyakan perasaan klien dan masalah yang
dihadapi klien

TUK II : Membantu Orientasi Setelah dilakukan tindakan - Tidak mendukung atau membantah waham
Realita keperawatan selama 1x pertemuan pasien.
klien dapat - Yakinkan pasien berada dalam keadaan aman.
- Berorientasi sesuai realita - Observasi pengaruh waham terhadap aktivitas
- Menyebutkan kebutuhan yang sehari-hari.
tidak terpenuhi - Jika pasien terus-menerus membicarakan
- Memenuhi kebutuhannya wahamnya, dengarkan tanpa memberikan
- Memiliki jadwal kegiatan harian dukungan atau menyangkal sampai pasien
berhenti membicarakannya.
- Berikan pujian bila penampilan dan orientasi
pasien sesuai dengan realitas.
D. IMPLEMENTASI DAN CATATAN PERKEMBANGAN
No. Diagnosa Kep Waktu Implementasi Catatan Perkembangan Paraf
1 Perubahan Proses Jumat, 13 - Menyapa klien dengan ramah baik verbal S:
Pikir : Waham September 2019 maupun non verbal - Klien mengatakan ia masih mengaku sebagai utusan
Kebesaran (Setelah 1 kali - Memperkenalkan nama, nama panggilan wali dan sahabat presiden Joko Widodo
Interaksi) dan tujuan perawat berkenalan - klien mengatakan aktivitas yang biasa dilakukan yaitu
- Menanyakan nama lengkap dan nama berdagang
panggilan yang disukai klien O:
- Membuat kontrak yang jelas - Klien menyebutkan namanya
- Menunjukan sikap empati dan menerima - Klien tampak menunjukkan ekspresi bersahabat, ada
apa adanya kontak mata, mau berjabat tangan, dan membalas
- Menanyakan perasaan klien dan masalah senyuman
yang dihadapi klien - Klien selalu mengulang kalimat yang
- Tidak mendukung atau membantah menyatakkan bahwa klien merupakan utusan para
waham pasien. wali dan sahabat presiden joko widodo
- Yakinkan pasien berada dalam keadaan A : Perubahan Proses Pikir : Waham Kebesaran
aman. P:
- Observasi pengaruh waham terhadap - Tidak mendukung atau membantah waham pasien.
aktivitas sehari-hari.
- Jika pasien terus-menerus membicarakan
wahamnya, dengarkan tanpa memberikan
dukungan atau menyangkal sampai pasien
berhenti membicarakannya.
- Berikan pujian bila penampilan dan
orientasi pasien sesuai dengan realitas.