Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH ENERGI TERBARUKAN

ENERGI KONVENSIONAL
LEMBAR JUDUL
Dosen: Agustina Dyah Setyowati, S. Si., M. Sc.

Kelompok 1:

Amaranda Ratna H. (171010900117)

Khabib Firmansyah (171010900122)

FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS PAMULANG
2020
KATA PENGANTAR

Kami panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah Swt. yang telah memberi
rahmat serta hidayah, atas kehendak-Nya sehingga kami selaku penulis dapat
menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang ditargetkan.

Maksud kami menulis makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas
dari mata kuliah Energi Terbarukan dan menambah pengetahuan penulis dan
pembaca mengenai energy konvensional.

Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini, dari isi sampai
sistematika penulisannya dan juga pengetahuan kami masih jauh dari kata
sempurna. Maka dari itu, kami selaku penulis meminta kritik dan saran yang
membangun sehingga kami dapat menyempurnakan makalah ini.

Terima kasih kami ucapkan atas waktu yang diberikan untuk membaca
makalah yang berjudul “Energi Konvensional”, semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis maupun pembaca dimasa sekarang maupun dimasa yang
akan datang.

Tangerang Selatan, November 2020

Penulis
DAFTAR ISI

iii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Era globalisasi saat ini berkembang sangat pesat sehingga memberikan
dampak terhadap kebutuhan konsumsi energi yang juga semakin meningkat.
Konsumsi energi yang berbanding terbalik terhadap ketersediaan sumber
energi konvensional (energi fosil) menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan
yang mengakibatkan deposit energi konvensional sangat menurun dan
terjadinya krisis energi yang dikhawatirkan akan habis. Meningkatnya
konsumsi energi konvensional menimbulkan masalah yang berhubungan
dengan dengan pencemaran lingukngan. Saat ini, konsumsi terbesar energi
konvensional yaitu dari sektor transportasi (mobil, motor, kereta api, dan
lainnya).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan energi konvensional?
2. Apa saja jenis-jenis energi konvensional?
3. Apa saja kelebihan menggunakan energi konvensional?
4. Apa saja kekurangan menggunakan energi konvensional?
5. Bagaimana pengaplikasian energi konvensional?

1.3 Tujuan penulisan


1. Untuk mengetahui pengertian dari energi konvensional.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis energi konvensional.
3. Untuk mengetahui apa saja kelebihan menggunakan energi konvensional.
4. Untuk mengetahui apa saja kekurangan menggunakan energi
konvensional.
5. Untuk mengetahui apa pengaplikasian energi konvensional.

1
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian
1. Definisi Energi
Energi yaitu kemampuan melakukan kerja. Disebut demikian karena
setiap kerja yang dilakukan sekecil apapun dan seringan apapun tetap
membutuhkan energi. Menurut KBBI energi didefinisikan sebagai daya
atau kekuatan yang diperlukan untuk melakukan berbagai proses
kegiatan. Energi merupakan bagian dari suatu benda tetapi tidak terikat
pada benda tersebut. Energi bersifat fleksibel artinya dapat berpindah dan
berubah. Berikut beberapa pendapat ahli tentang pengertian energi;
1. Energi adalah kemampuan membuat sesuatu terjadi (Robert L. Wolke)
2. Energi adalah kemampuan benda untuk melakukan usaha
(Mikrajuddin)
3. Energi adalah suatu bentuk kekuatan yang dihasilkan atau dimiliki
oleh suatu benda (Pardiyono)
4. Energi adalah sebuah konsep dasar termodinamika dan merupakan
salah satu aspek penting dalam analisis teknik (Michael J. Moran)
Dari berbagai pengertian dan definisi energi diatas dapat disimpulkan
bahwa secara umum energi dapat didefinisikan sebagai kekuatan yang
dimiliki oleh suatu benda sehingga mampu untuk melakukan kerja.

2. Definisi Energi Konvensional


Energi konvensional merupakan energi yang tersedia dari perut
bumi dengan jumlah yang terbatas serta tidak dapat diregenerasi dengan
cepat dan membutuhkan jangka waktu yang lama, itulah mengapa
disebut tidak terbarukan. Energi ini biasa disebut juga dengan energi fosil
karena berasal dari fosil-fosil makhluk hidup yang terbenam di dalam
perut bumi selama ribuan tahun yang lalu.

3
2.1. Jenis-Jenis Energi Konvensional
Berikut jenis-jenis energi konvensional, yaitu:
1. Batu bara
Batu bara merupakan salah satu bahan bakar fosil. Pengertian
umumnya yaitu batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari
endapan organik, tepatnya sisa-sisa tumbuhan yang terbentuk melalui
proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon,
hidrogen dan oksigen. Batu bara juga adalah batuan organik yang
memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui
dalam berbagai bentuk.

2. Minyak bumi
Minyak Bumi merupakan cairan kental, berwarna cokelat gelap
atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari
beberapa area di kerak bumi. Minyak Bumi terdiri dari campuran
kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi
bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya. Minyak
Bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan
minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini di dapatkan setelah melalui
proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan
berbagai macam studi lainnya.

3. Gas alam
Gas alam sering juga disebut sebagai gas bumi atau gas rawa,
merupakan bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari
metana (CH4). Itu dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi
dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan metana
diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan
organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas dapat
ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta
penampungan kotoran manusia dan hewan.
2.2. Kelebihan Menggunakan Energi Konvensional
Kelebihan dari energi konvensional yang paling representatif yaitu:
1. Dapat mensejahterakan seluruh umat manusia.
2. Pendukung utama bagi kemajuan dan pergerakan ekonomi yang sedang
berlangsung dari tahun ke tahun.
3. Dapat menghasilkan listrik dalam jumlah yang sangat besar sehingga
dapat dinikmati untuk kesejahteraan rakyat.
4. Pengolahan dan pengambilan bahan bakar fosil yang sangat mudah.
5. Relatif sangat hemat bagi konsumen yang berasal dari masyarakat tidak
mampu karena harga yang disediakan selalu sesuai dengan kebutuhan.
6. Relatif lebih mudah untuk ditemukan dalam keadaan terdesak.

2.3. Kekurangan Menggunakan Energi Konvensional


Berikut kekurangan dari energi konvensional, yaitu:
1. Bahan bakar yang tidak dapat terbarukan, jika telah dipakai saat ini
maka tidak akan dapat terpakai lagi besok.
2. Persediaan yang semakin menipis, bahan bakar fosil yang terus-
menerus dipakai hingga beberapa abad kedepan dipastikan akan habis.
3. Harga bahan bakar yang tidak pernah mengalami penurunan, semakin
tinggi permintaan akan bahan bakar fosil semakin meningkat harga
yang dipatok tiap tahunnya.
4. Menyebabkan pencemaran lingkungan dan air, industry yang
menggunakan bahan bakar fosil akan menghasilkan limbah dari proses
pembakaran dan limbah yang terbuang dapat mencemari lapisan tanah
dan mengakibatkan pencemaran air.
5. Meningkatkan polusi berupa racun dalam udara bebas, udara yang
tercemar oleh bahan bakar foisl dapat menyebabkan penumpukan
partikel-partikel beracun yang bergabung dengan radikal bebas yang
dihasilkan oleh asap rokok, asap pembakaran sampah, debu, dan
lainnya.
6. Menyebabkan hujan asam, dari penggunaan bahan bakar fosil dapat
melepaskan beberapa zat berbahaya (karbonik, nitrit, dan asam sulfat)

5
ke udara dan jika mengumpul di angkasa dan menjadi gumpalan awan
hitam makan saat jatuh ke bumi akan terjadi hujan asam.
7. Meningkatkan efek buruk pada pemanasan global, dari penggunaan
bahan bakar fosil dapat menyebabkan radioaktif yang dihasilkan dari
zat thorium dan uranium yang dilepas ke udara dan melayang-layang ke
lapisan atmosfer dan menyebabkan sekitar atmosfer rusak dan menipis.
8. Berbahaya bagi kesehatan para pekerja tambang, efek buruk bagi
pekerja yang tidak menghiraukan akibat efek buruk dari radiasi
penguapan baud an zat yang ada dalam batu bara. Dapat mengganggu
system pernafasan, pembuluh darah menuju otak, dan rongga hidung.

2.4. Pengaplikasian Energi Konvensional


Berikut pengaplikasian dari energi konvensional, yaitu:
1. Batu Bara
a. Sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
b. Sebagai pendukung dalam industri baja.
c. Sebagai pendukung dalam industri aluminium.

2. Minyak Bumi
a. Sebagai pembangkit listrik generator.
b. Sebagai bahan bakar mesin perahu.
c. Sebagai bahan bakar pesawat.
d. Sebagai bahan bakar kendaraan roda dua, tiga, dan empat.

3. Gas Alam
a. Sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap/ gas.
b. Sebagai bahan bakar industri ringan, menengahm dan berat.
c. Sebagai bahan bakar kendaraan bermotor (BBG/ NGV).
d. Sebagai gas kota untuk kebutuhan rumah tangga, hotel, restoran, dan
lainnya.
BAB 3
STUDI KASUS

Pada makalah ini kami mengambil sebuah studi kasus dari dampak
lingkungan terhadap Pusat Listrik Tenaga Fosil.

3.1 Dampak Lingkungan Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Fosil


1. Dampak terhadap Sumber Daya Alam (SDA)
Dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik maka akan
dibutuhkan pembangunan pembangkit yang lebih banyak sehingga akan
berakibat pada eksploitasi SDA yang semakin meningkat. Hal ini akan
berdampak pada menurunnya cadangan SDA yang ada.
Sumber daya energi khususnya yang tidak terbarukan seperti
minyak, gas, batubara (energi fosil) semakin lama akan terus berkurang
sesuai dengan pemakaian yang terus meningkat. Hal ini akan
menimbulkan krisis energi di kemudian hari khususnya untuk generasi
yang akan datang. Data cadangan energi terbukti di Indonesia
menunjukkan bahwa energi minyak tinggal 10 tahun, Gas 30 tahun, dan
Batu-bara 146 tahun, dengan asumsi cadangan terbukti tetap dan tidak ada
peningkatan produksi seperti ditunjukkan pada Tabel 3.1 Ini berarti bahwa
setelah kurun waktu tersebut maka mau tidak mau Indonesia harus
mengimpor sumber energi dari luar.

Tabel 3.1 Cadangan Energi Fosil di Indonesia tahun 2005


Energi Total cadangan Cadangan Produksi Perbandingan
terbukti
Minyak 9,6 Milyar bbl 5 milyar bbl 0,5 Milyar 23 Tahun
bbl
Gas 170 TSCF 87 TSCF 2,9 TBCF 62 Tahun
Batubara 38 Milyar Ton 6,5 Milyar Ton 73 Juta 146 Tahun
Ton

Kebijakan diversifikasi energi primer yang selama ini telah


dilakukan khususnya terhadap ketergantungan akan minyak bumi telah

7
menurunkan konsumsi pemakaian minyak dari 88% pada tahun 1970
menjadi 57,2% pada tahun 2000. Namun demikian diversifikasi ini masih
mengandalkan sumber energi fosil yang lain yakni penggunaan gas dan
batubara yang mulai diintensifkan hingga meningkat dari 6% menjadi
27,2% untuk gas dan 1% menjadi 10,1 % untuk batubara pada kurun
waktu tersebut. Hal ini tentunya juga akan mengurangi keterbatasan
cadangan energi gas dan batubara yang ada.
Penggunaan bahan bakar nuklir relatif sangat kecil dibandingkan
penggunaan bahan bakar batubara maupun bahan bakar fosil yang lain
untuk pembangkit listrik dengan daya yang sama. Selain itu dari sisi
operasional kelebihan pembangkit tenaga nuklir adalah dapat dioperasikan
terus menerus selama satu tahun tanpa mengganti dengan bahan bakar
yang baru. Dengan demikian akan meningkatkan efisiensi penggunaan
sumber daya alam yang ada.

2. Dampak Terhadap Lingkungan


a. Gas CO2
Limbah gas CO2 yang dihasilkan dari suatu pembangkit listrik
fosil adalah Gas CO2 yang merupakan salah satu golongan gas rumah
kaca. Efek gas rumah kaca ini akan menyebabkan radiasi sinar infra
merah dari bumi akan kembali ke permukaan bumi karena tertahan
oleh gas rumah kaca. Hal ini lah yang menyebabkan terjadinya
pemanasan global pada bumi.
Pemanasan global pada bumi ini akan menimbulkan dampak
turunan yang lebih panjang yakni mencairnya gunung-gunung es di
kutub, meningkatnya suhu permukaan bumi, meningkatnya suhu air
laut, meningkatnya tinggi permukaan laut, kerusakan pantai karena
meningkatnya abrasi laut, dan hilangnya pulau-pulau kecil karena
abrasi air laut.
Gambar 3.1 Limbah Gas/Aerosol PLTU Tanjung Jati I di Jepara

Data tahun 2002 menunjukkan suhu permukaan bumi di dunia


naik sekitar (0,6 ±0,2) oC selama 100 tahun terakhir (IPCC, 2002).
Tinggi air permukaan laut di seluruh dunia telah meningkat 10-25 cm
atau sekitar 1-2 mm/tahun selama abad 20 (IPCC,2002). Untuk
Indonesia sendiri dampak yang paling jelas dirasakan adalah adanya
kenaikan suhu bumi yang mencapai 0,54oC dari tahun 1950-2000,
sedangkan untuk Jakarta pada Februari 2007 suhu udara mengalami
kenaikan yang biasanya. normal 30-33 oC menjadi 37 oC.

Gambar 3.2 Ilustrasi terjadinya efek gas rumah kaca

b. Gas SO2 dan NOx

9
Gas Sulfur Oksida (SO2) dan Nitrogen Oksida (NOx) adalah
termasuk limbah gas yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga
Fosil. Dua jenis limbah ini merupakan sumber deposisi asam.
Mekanisme reaksi terjadinya deposisi asam adalah sebagai berikut:
2SO2/ NOx + H2O(uap) 2H2SO4 / HNO3
Pencemar yang bersifat asam ini akan turun dari atmosfer ke
permukaan bumi dengan cara basah dan kering yang disebut dengan
deposisi basah dan deposisi kering. Deposisi basah terjadi jika zat
yang bersifat asam larut melalui air hujan, salju, dan kabut sebelum
turun kepermukaan bumi. Deposisi kering terjadi jika zat yang bersifat
asam berupa butiran-butiran halus yang diterbangkan oleh angin
kemudian turun ke bumi seperti ditunjukkan pada Gambar 3.3.

Gambar 3.3 Disposisi Asam oleh Sulfur Oksida dan Nitrogen


Oksida
BAB 4
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
1. Energi konvensional merupakan energi yang tersedia dari perut bumi
dengan jumlah yang terbatas serta tidak dapat diregenerasi dengan cepat
dan membutuhkan jangka waktu yang lama, itulah mengapa disebut tidak
terbarukan.
2. Energi konvensional terdiri atas 3 jenis, yaitu batu bara, minyak bumi,
dan gas alam.
3. Kelebihan dari menggunakan energi konvensional yaitu:
a. Mensejahterakan manusia.
b. Penghasil listrik dalam jumlah besar.
c. Mudah ditemukan.
d. Pengambilan dan pengolahan yang mudah.
e. Sangat hemat.
4. Kekurangan dari menggunakan energi konvensional yaitu:
a. Tidak dapat terbarukan.
b. Meningkatkan pemanasan global.
c. Berbahaya bagi kesehatan manusia.
d. Meningkatkan polusi udara.
e. Persediaan yang semakin menipis.
5. Pengaplikasian energi konvensional yaitu:
a. Sebagai pendukung dalam industri baja.
b. Sebagai bahan bakar kendaraan roda dua, tiga, dan empat.
c. Sebagai gas kota untuk kebutuhan rumah tangga, hotel, restoran, dan
lainnya.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://scholar.unand.ac.id/14025/2/BAB%20I.pdf

https://id.thpanorama.com/articles/fsica/energa-convencional-caractersticas-tipos-
ventajas-y-desventajas.html#:~:text=listrik%20yang
%20konservatif.-,Keuntungan,dan%20pengangkutan%20bahan%2Dbahan%20ini.

https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/kekurangan-dan-kelebihan-bahan-bakar-fosil

Anda mungkin juga menyukai