Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelayanan Kebidanan (Midwifery Service) adalah bagian integral dari
system pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan yang telah teregistrasi,
yang dapat dilakukan secara mandiri, kolaborasi atau rujukan.(Depkes RI, 2008)
Pelayanan kebidanan adalah pelayanan yang diberikan oleh bidan sesuai
dengan kewenangan yang diberikan dengan maksud meningkatkan kesehatan ibu
dan anak dalam rangka tercapainya keluarga berkualiitas, bahagia, dan sejahtera.
Manajemen adalah proses mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama.
Untuk mencapai sebuah tujuan maka proses manajemen terdiri dari perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.
Menurut Depkes RI, 2005, manajemen kebidanan adalah metode dan
pendekatan pemecahan masalah ibu dan khusus dilakukan oleh bidan dalam
memberikan asuhan kebidanan pada individu, keluarga dan masyarakat.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana manajemen pelayanan kebidanan?
2. Bagaimana definisi operasional?
3. Bagaimana langkah – langkah dalam manajemen pelayanan kebidanan (P1,
P2, P3) ?
4. Bagaimana perencanaan dalam manajemen pelayanan kebidanan input,
proses, dan output?

1
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui manajemen pelayanan kebidanan.
2. Mengetahui definisi operasional.
3. Mengetahui langkah – langkah dalam manajemen pelayanan kebidanan (P1,
P2, P3).
4. Mengetahui perencanaan dalam manajemen pelayanan kebidanan input,
proses, dan output.

2
BAB II
PEMBAHASAN MATERI

1. MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN


1.1. Definisi Operasional
Konsep manajemen kebidanan secara umum erat kaitannya dengan
peran dan fungsi seorang bidan di dalam prakteknya secara professional,
dituntut tanggung jawab manajerial yang bermutu.
Untuk itu metode ilmiah akan dapat dilakukan bila telah memahami
betul teknik-teknik manajemen yang adekuat. Artinya di dalam prakteknya
yang penuh tanggungjawab itu menggunakan teori-teori dan prinsip
manajemen, yang telah diakui secara rasional maupun internasional.
Dengan kata lain, bidan praktek telah menggunakan manajemen
kebidanan yang adekuat dalam memberikan asuhan kebidanan pada
kliennya.
Manajemen kebidanan adalah suatu metode proses berfikir logis
sistematis dalam memberi asuhan kebidanan, agar menguntungkan kedua
belah pihak baik klien maupun pemberi asuhan. Oleh karena itu,
 Manajemen kebidanan merupakan alur fikir bagi seorang bidan dalam
memberikan arah/kerangka dalam menangani kasus yang menjadi
tanggungjawabnya
 Manajemen kebidanan merupakan proses pemecahan masalah yang
digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan
tindakan berdasarkan teori ilmiah, temuan-temuan, keterampilan
dengan suatu keputusan yang berfokus pada klien.

Pengertian manajemen kebidanan menurut beberapa sumber :

3
a. Helen Varney (1997) Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan
masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan
pikiran dan tindakan berdsarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan,
keterampilan, dalam rangkaian tahapan yang logis untuk pengambilan
suatu keputusan berfokus pada klien
b. Depkes RI, (2005) Manajemen kebidanan adalah metode dan
pendekatan pemecahan masalah ibu dan anak yang khusus dilakukan
oleh bidan dalam memberikan asuhan kebidanan kepada individu,
keluarga dan masyarakat.
c. Ikatan Bidan Indonesia (2007) Manajemen kebidanan adalah
pendekatan yang digunaka oleh bidan dalam menerapkan metode
pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengkajian, analisis
data, diagnosis kebidanan, perencanaan , pelaksanaan dan evaluasi.

Sesuai dengan perkembangan pelayanan kebidanan, maka bidan


diharapkan lebih kritis dalam melaksanakan proses manajemen kebidanan
untuk mengambil keputusan.

Proses manajemen kebidanan sebenarnya sudah dilakukan sejak orang


mulai menolong persalinan dan kelahiran bayi. Pada zaman dahulu kala
perempuan-perempuan yang sudah berpengalaman melahirkan dipercaya
untuk memberikan pelayanan kepada ibu-ibu hamil dan melahirkan.
Mereka diharapkan mampu memberikan pertolongan kepada ibu yang
hamil dan melahirkan. Tentu pertolongan yang diberikan pada masa
tersebut hanya berdasarkan pengalaman mereka sendiri, namun walau
tanpa referensi mereka mampu juga memberikan pelayanan untuk
menyelamatkan ibu dn bayi.

4
1.2. Langkah-Langkah dalam Manajemen Kebidanan
1) P1 (PERENCANAAN)

Perencanan adalah proses untuk merumuskan masalah kegiatan,


menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia, menetapkan
tujuan kegiatan yang paling pokok dan menyusun langkah-langkah
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (landasan dasar).

Contoh:

- Jadwal Pelayanan ANC di Posyandu,Puskesmas.

- Rencana Pelatihan untuk kader, nakes.

2) P2 (PENGORGANISASIAN)

Pengorganisasian adalah suatu langkah untuk menetapkan


menggolong-golongkan, dan mengatur berbagai kegiatan, penetapan
tugas-tugas dan wewenang seseorang dan pendelegasian wewenang
dalam rangka pencapaian tujuan layanan kebidanan. Inti dari
pengorganisasian adalah merupakan alat untuk memadukan atau
sinkronisasi semua kegiatan yang beraspek personil, finansial, material
dan tata cara dalam rangka mencapai tujuan pelayanan kebidanan yang
telah di tetapkan.

Contoh :P2 (Pelaksanaan)

- Puskesmas

- Puskesmas Pembantu

- Polindes dan Pembantu

- Balai Desa

5
3) P3 (PENGGERAKAN DAN PELAKSANAAN, PENGAWASAN
DAN PENGENDALIAN)

Penggerakan dan pelaksanan adalah suatu usaha untuk


menciptakan iklim kerja sama diantara pelaksanaan program
pelayanan kebidanan sehingga tujuan dapat tercapai secara efektif dan
efisien. Fungsi manajemen ini lebih menekankan bagaimana seseorang
manajer pelayanan kebidanan mengarahkan dan menggerakkan semua
sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pelayanan kebidanan
yang telah di sepakati.

Contoh :

- Pencatatan dan pelaporan (SP2TP)

- Supervisi

- Stratifikasi Puskesmas

- Survey

1.3. Perencanaan Dalam Manajemen Pelayanan Kebidanan

Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting, karena


perencanaan memegang peranan yang sangat strategis dalam keberhasilan upaya
pelayanan kesehatan.
Perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan
memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Rencana meliputi sumber-
sumber yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan
jadwal yang diikuti.

6
Menurut Newman: Perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang
akan dikerjakan, sedangkan menurut Louis A Allen : Perencanaan adalah
penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Charles
Betreheim : Rencana mengandung 2 tindakan : Tujuan dan alat untuk mencapai
tujuan itu.
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan
organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan
rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari
semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain -
pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan - tak akan dapat berjalan.
Perencanaan mengandung unsur-unsur, yaitu:
1) sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya
2) adanya proses,
3) hasil yang ingin dicapai, dan
4) menyangkut masa depan dalam waktu tertentu.

1) Input
Input adalah adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena
dibutuhkanuntuk berlangsungnya proses. Input adalah sumberdaya yang
digunakan untuk memproses atau menghasilkan output.Inputberfokus
pada sistem yang dipersiapkan dari manajemen dalam organisasi termasuk
komitmen, dan stakeholder lainnya, prosedur serta kebijakan sarana dan
prasarana fasilitas dimana pelayanan diberikan.
Kesiapan input sangat diperlukan agarproses dapat berlangsung
dengan baik. Oleh karena itu, tinggi rendahnya mutu output dapat diukur
dari tingkat kesiapan input.Makin tinggi tingkat kesiapan input, makin
tinggi pula mutu output tersebut.Pelayanan kesehatan yang bermutu
memerlukan dukungan input yang bermutu pula. Hubungan input dengan

7
mutu adalah dalam perencanaan dan penggerakan pelaksanaan pelayanan
kesehatan.
Menurut Koontz input manajemen ada 4, yaitu Man, Capacity,
Managerial, dan Technology. Untuk organisasi yang tidak mencari
keuntungan, macam input ada 4M, yaitu Man, Money, Material, Method.
Sedangkan untuk organisasi yang mencari keuntungan, macam input ada
6M, yaitu Man, Money, Material, Method, Machinery, Market.
Menurut Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat,
input ada 3 macam, yaitu:
1) Sumber (resources)
Sumber (resources) adalah segala sesuatu yang dapat dipakai untuk
menghasilkan barang atau jasa. Sumber (resources) dibagi 2 macam:
a. Sumber tenaga (labour resources) dibedakan atas :
 Tenaga ahli (skilled): dokter, bidan, perawat.
 Tenaga tidak ahli (unskilled): pesuruh, penjaga.
b. Sumber modal (capital resources), dibedakan menjadi:
 Modal bergerak (working capital): uang, giro.
 Modal tidak bergerak (fixed capital): bangunan, tanah, sarana
kesehatan.
 Sumber alamiah (natural resources) adalah segala sesuatu
yang terdapat di alam, yang tidak termasuk sumber tenaga dan
sumber modal.
2) Tatacara (procedures): adalah berbagai kemajuan ilmu dan teknologi
kesehatan yang dimiliki dan yang diterapkan.
3) Kesanggupan (capacity) : adalah keadaan fisik, mental dan biologis
tenaga pelaksana.

8
Unsur input yang diperlukan untuk membuat perencanaan suatu
pelayanan kebidanan dengan mempertimbangkan unsur – unsur sebagai
berikut:
a. Ketersediaan tenaga yang mempunyai keterampilan dan kemampuan
serta pengetahuan tentang ilmu kebidanan yang telah melalui uji
kompetensi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,
b. Ketersediaan dana dalam jumlah yang cukup untuk membiyai
pembuatan rencana pelayanan kebidanan sesuai jenis – jenis pelayanan
yang akan direncanakan dan yang dibutuhkan oleh pembuat rencana,
dan
c. Ketersedian sarana sesuai jenis dan jumlah kebutuhan untuk
mendukung tenaga perencana pelayanan. Untuk terlaksananya rencana
mutu pelayanan kebidanan maka semua unsur tersebut harus dalam
keadaan memenuhi standar yang telah ditetapkan baik kualitas
maupun kuantitas. Oleh karena itu apabila tenaga dan sarana (kualitas
dan kuantitas) tidak sesuai standar yang telah ditetapkan, serta jika
dana yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan maka sulitlah
diharapkan terlakananya pembuatan rencana pelayanan kebidanan
yang bermutu.

2) Proses

Unsur proses adalah semua tindakan yang pada waktu melaksanakan


pembuatan rencana pelayanan kebidanan. Tindakan tersebut dapat
dibedakan atas dua macam yakni :

a) Tindakan pembuatan rencana kegiatan medis yaitu tindakan


perencanaan dengan cermat dan teliti, tentang rencana pelaksanaan

9
pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, perawatan bayi baru
lahir dan pemberian obat-obatan yang diperlukan pasien.
b) Tindakan pembuatan rencana kegiatan non medis yaitu rencana
memberikan penyuluhan dan konseling kepada pasien sesuai
kewenangan seorang bidan.

Secara umum disebutkan bahwa apabila kedua tindakan ini tidak sesuai
dengan standar yang telah ditetapkan (standard of conduct) maka
pembuatan rencana pelayanan kebidanan yang bermutu akan sulit
terlaksana dengan baik.

3) Output
Output adalah hasil dari suatu pekerjaan manajemen Untuk manajemen
kesehatan, output dikenal dengan nama pelayanan kesehatan (health
services). Unsur keluaran adalah penampilan (performance) pelayanan
kebidanan yang dapat dibedakan atas dua macam penampilan yakni :
1. Penampilan aspek medik,
2. Penampilan aspek non medik

Secara umum disebutkan bahwa apabila kedua penampilan tersebut tidak


memenuhi standar yang telah ditetapkan (standard of performance) maka
berarti pelayanan kebidanan tidak mencapai suatu pelayanan yang
bermutu.

Output merupakan perubahan yang terjadi pada konsumen


(pasien/masyarakat), termasuk kepuasan dari konsumen tersebut. Hasil
akhir kegiatan dan tindakan tenaga kesehatan profesional terhadap pasien.
Hasil pelayanan kesehatan / medis dapat dinilai antara lain dengan
melakukan audit medis, review rekam medis dan review medis lainnya,
adanya keluhan pasien, dan informed consent

10
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan
dalam menerapkan metode pemecahan masalah secarasistematis mulai
dari pengkajian, analisis data didagnosis kebidanan, perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi Menurut Buku 50 Tahun IBI 2007.

Langkah-Langkah dalam Manajemen Kebidanan


1) P1 (PERENCANAAN)
2) P2 (PENGORGANISASIAN)
3) P3 (PENGGERAKAN DAN PELAKSANAAN, PENGAWASAN
DAN PENGENDALIAN)

Perencanaan Dalam Manajemen Pelayanan Kebidanan

1) Input
Input adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena
dibutuhkanuntuk berlangsungnya proses.
2) Proses
proses adalah semua tindakan yang pada waktu melaksanakan
pembuatan rencana pelayanan kebidanan
3) Output
Output adalah hasil dari suatu pekerjaan manajemen Untuk
manajemen kesehatan, output dikenal dengan nama pelayanan
kesehatan (health services)

11
2. Saran
Sebagai bidan Diharapkan agar dapat melakukan manajemen dalam
pelayanan kebidanan demi menjamin mutu pelayanan kesehatan yang
berkualitas dan Dari hasil pembuatan makalah ini, penulis menyarankan
kepada pembaca agar memahami lebih dalam mengenai Manajemen dalam
pelayanan kebidanan.

12
Daftar Pustaka

Mamik. 2014. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan dan Kebidanan.


Sidoarjo : Zifatama Publisher
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/122825-S-5413-Gambaran
%20perencanaan-Literatur.pdf diakses pada 1 September 2017 Pukul 09:13
http://digilib.uinsby.ac.id/9393/5/bab%202.pdf diakses pada 1 September
2017 Pukul 09:01 WIB

13