Jelajahi eBook
Kategori
Jelajahi Buku audio
Kategori
Jelajahi Majalah
Kategori
Jelajahi Dokumen
Kategori
NIM : 1801103010092
Mata Kuliah : Auditing II
AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN
Persediaan terdiri dari berbagai bentuk yang berbeda, tergantung pada sifat kegiatan usaha.
Audit atas persediaan sering kali merupakan bagian audit yang rumit dan memakan banyak
waktu,karena:
a) Pada umumnya persediaan merupakan jenis perkiraan yang besar di dalam neraca,
b) dan sering merupakan unsur terbesar dari keseluruhan modal kerja (working capital
account)
c) Persediaan berada pada lokasi yang berbeda, yang menyulitkan pengendalian secara fisik
serta penghitungannya
d) Keanekaragaman jenis persediaan menyebabkan berbagai kesulitan bagi auditor
e) Penilaian atas persediaan juga selalu menyulitkan karena adanya faktor keuangan dan
kebutuhan untuk mengalokasikan biaya-biaya pabrik ke dalam persediaan
f) Adanya beberapa metode penilaian persediaan yang dapat digunakan, tapi setiap klien
tertentu harus menggunakan satu metode secara konsisten dari tahun ke tahun.
Sifat dasar audit atas siklus persediaan adalah eratnya hubungan siklus ini dengan siklus-
siklus transaksi lain di dalam organisasi tersebut. Hubunganya dengan siklus perolehan dan
pembayaran serta siklus penggajian dan personalia dilihat dari pendebitan-pendebitan ke dalam
perkiraan bahan baku, tenaga kerja langsung (direct labour), dan overhead pabrik (manufacturing
overhead) dalam bentuk-T. Hubungannya dengan sikluspenjualan dan penagihan dapat dilihat dari
pengurangan barang jadi dan pembebanan ke harga pokok penjualan.
Siklus persediaan dan pergudangan dapat dikatakan adalah paduan dari dua sisitem yang
terpisah tapi erat berhubungan. Yang pertama adalah arus barang secara fisik, dan yang kedua
adalah biaya yang terkait. Selama persediaan bergerak dalam perusahaan,harus ada pengendalian
yang cukkup baik atas pergerakan fisik maupun biaya-biaya yang terkait. Pemeriksaan sekilas
terhadap enam fungsi yang membentuk siklus persediaan dan pergudangan akan membantu
mahasiswa untuk memahami pengendalian tersebut dan bahan bukti audit yang diperlukan untuk
menguji efektifitasnya.
Memproses Order Pembelian
Permintaan pembelian digunakan untuk memeinta bagian pembelian untuk meng-order
barang persediaan. Permintaan dapat diajukan pegawai gudang pada saat persediaan mencapai
tingkat tertentu, untuk material yang akan digunakan memproduksi order tertentu pelanggan, atau
dilakukan atas dasar perhitungan periodik dari personil yang berwenang. Apapun metode yang
digunakan, pengendalian atas permintaan pembelian dan order pembelian yang terkait harus
dievaluasi dan diuji sebagai bagian dari siklus perolehan dan pembayaran.
Menerima Bahan Baku Baru
Penerimaan barang yang di order adalahbagian dari siklus perolehan dan pembayaran.
Barang diterima harus diperiksa kuantitas dan kualitasnya. Bagian yang menerima membuat
laporan penerimaan barang yang menjadi bagian daridokumentasi yang perlu sebelum
pembayaran dilakukan setelah inspeksi, barang dikirim ke gudang dan dokumen penerimaan
dikirimkan kebagian pembelian, gudang dan hutang usaha.
Menyimpan Bahan Baku
Setelah barang diterima, penyimpanan dilakukan di gudang sampai saatnya dibutuhkan
untuk proses produksi. Barang tersebut dikeluarkan gudang setelah ada permintaan yang
diotorisasi, perintah kerja, dan dokumen lain yang menyebutkan jenis dan jumlah barang yang
diminta.dokumen permintaan ini dugunakan untuk manufaktur berkas induk persediaan perpetual
dan membukukan perpindahan dari akun bahan baku ke akun barang dalam proses.
Memproses Barang
Proses pengerjaan barang dalam siklus persediaan dan pergudangan sangat bervariasi
untuk masing-masing perusahaan. Besarnya jumlah barang yang akan diproduksi secara umum
dipengaruhi order pelanggan. Ramalan penjualan, tingkat persediaan barang jadi yang telah
ditetapkan, dan ekonomis tidaknya proses produksi seringkali bagian pengandalian produksi, harus
dibuat ketentuan yang mengatur kuantitas produksi, pengendalian barang rusak, pengawasan
kualitas dan perlindungan fisik terhadap barang dalam proses. Bagian produksi harus mengadakan
laporanproduksi dan barang rusak sehingga catatan akuntansi dapat mencerminkan pergerakan
barang dan biaya produksi yang akurat.
Dalam perusahaan manufaktur struktur pengendalian intern akuntansi biaya yang baik
adalah bagian penting dari fungsi proses barang. Struktur pengendalian intern diperlukan untuk
menunjukkan profitabilitas relatif berbagai produk, untuk perencanaan dan pengendalian, dan
untuk menilai persediaan bagi tujuan pelaporan keuangan. Ada dua jenis sistem biaya secaa umum,
walaupun banyakvariasi dan kombinasi dalam praktik: sistem job-order (pekerjaan order) dan
proces cost (biaya proses).perbedaan utamanya adalah pada job-order biaya yang timbul
diakumulasikan pada suatu pekerjaan orde tertentu, dan pada proces-cost biaya per unit produksi
dialokasikan kepada tiap barang proses.
Catatan akuntansi biaya terdiri dari berkas induk, neraca lajur dan laporan dan laporan yang
menunjukkan akumulasi bahan, upah, dan biaya overhead dari suatu pekerjaan atau proses saat
biaya-biaya itu timbul sewaktu pengerjaan atau produk selesai, biaya yang timbul dipindahkan dari
barang dalam proses ke barang jadi didasarkan laporang bagian penerimaan kas.
Menyimpan Barang Jadi
Setelah barang jadi selesai dikerjakan bagian produksi, penyimpanan dilakukan digudang
menunggu pengiriman. Dalam perusahaan dengan sisitem pengendalian intern yang baik,
dilakukan pengendalian fisik atas barang jadi dengan memisahkannya dalam beberapa area dengan
akses terbatas. Pengendalian barang jadi biasanya dianggap bagian dari siklus penjualan dan
penerimaan kas.
Mengirim Barang Jadi
Pengiriman barang jadi adalah bagian integral dari siklus penjualan dan penerimaan kas.
Tiap pengiriman atau pengeluaran barang jadi harus didukung dokumen pengiriman yang
diotorisasi dengan memadai. Pengendalian untuk pengiriman telah dibahas pada bab sebelumnya.
Berkas Induk Persediaan Perpetual
Satu bentuk catatan yang belumdibahas sebelumnya adalah berkas induk persediaan
perpetual. Catatan pepetual yang terpisah biasanya diadakan untuk pencatatan bahan baku dan
barang jadi. Kebanyakan perusahaan tidak menggunakannya untukbarang dalam proses.
Berkas induk persediaan perpetual hanya memasukkan informasi mengenai jumlah unit
persediaan yang dibeli, dijual dan yang tersimpan atauinfomasi mengenai biaya per unit. Untuk
yang terakhir biasanya terdapat pada sisitem yang terencana dan terkomputerisasi.
Untuk pembelian bahan baku, berkas induk persediaan perpetual diperbaharui secara
otomatis pada saat pembelian bahan diproses dalam sistem pencatatan transaksi perolehan.
Misalnya, saat sistem komputer memasukkan jumlah unit dan biaya tiap pembelian bahan,
informasi ini digunakan untuk memutakhirkan berkas induk persediaan perpetual bersamadengan
jurnal perolehan dan berkas induk hutang usaha. Bab 16 menguraikan bagaimana pencatatan
transaksi pembelian.
Pemindahan bahan baku dari gudang harus dibukukan terpisah dalam komputer untuk
memperbaharui catatan perpetual persediaan. Hanya jumlah unit barang yang dipindahakan yang
perlu dibukukan karena komputer dapat menentukan harga per unitnya dari berkas induk. Berkas
induk perpetual persediaan bahan baku berisi, untuk tiap jenis bahan baku,saldo awal dan akhir
unit barang dan harga per unitnya, jumlah dan biaya per unit tiap pembelian, dan jumlah dan biaya
per unit bahan yang dikeluarkan untuk produksi.
Berkas indukperpetual persediaan barang jadi mengikutkan informasi serupa dengan bahan
baku, tetapi dengan kompleksitas yang lebih besar jika catatan biaya per unit juga diikutkan.
Biaya-biaya barang jadi terdiri dari bahan baku , buruh langsung dan biaya overhead yang
seringkali membutuhkan alokasi dan pencatatanyang rinci jika catatan perpetual menyertakan
biaya per unit, pencatatan akuntansi biayanya harus diintigrasikan dalam suatu sistem komputer.
Ikhtisar Dokumentasi Persediaan
Pergerakan fisik dan dokumentasi yang terkait dalam siklus dasar persediaan dan
pegudangan. Ini menekankan suatu hal penting yaitu bahwa pencatatan biaya dan penggerakan
persediaan harus sejalan dengan arus penggerakan fisik persediaan.
Tujuan menyeluruh dalam audit atas persediaan dan pergudangan adalah untuk menetuksn
apakah perrsediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi telah disajikan secara wajar
dalam laporan keuangan. Siklus dasar persediaan dan pergudangan dapat dibagi menjadi 5 bagian
tesendiri.
Memperoleh Dan Mencatat Bahan Baku, Biaya Buruh Dan Overhead
Bagian dari siklus persediaan danpergudangan inimengandung tiga fungsi pertama dalam
gambar 18-2 pemrosesan order pembelian, penerimaan bahan baku, dan penyimpanan bahan
tersebut. Pengendalian intern untuk ketiga fungsi ini dipahami lebih dahulu untuk kemudian diuji
sebagai bagian dari pelaksanaan pengujian atas pengendalian dan pengujian substantif atas
transaksi dalam siklus perolehaan dan pembayaran, auditor harus telah menyimpulkan bahwa
pembelian bahan baku dab biaya manufaktur telah disajikan secara wajar. Demikian pula jika upah
adalah bagian penting dari persediaan, pengujian atas siklus penggajian dan kepegawaian
memberikan verifikasi pencattan akuntansi yang memadai.
Transfer Aktiva Dan Biaya
Pemindahan intern tercermin dalam fungsi keempat dan kelima dalam gambar 18-2.
Pemrosesan barang dan penggudangannya. Kedua kegiatan ini tidak berkaitan dengan siklus lain,
dan kerenanya harus dibahas dan di uji dalam pengujian siklus persediaan dan pergudangan.
Catatan akuntansi yang berkaitan dengan fungsi-fungsi ini disebutkan catatan akuntansi biaya.
Pengiriman Barang Dan Pencatatan Pendapatan Dan Biaya
Catatan pengiriman barang dan biaya yang terkait. Fungsi terakhir pad gambar 18-2, adalah
bagian dari siklus penjualan dan penerimaan kas, jadi, pengujianterhadap pengendalian intern pada
fungsi tersebut dilakukan sebagai bagian dari audit atas siklus penjualan dan penerimaan kas.
Pengujian atas transaksi harus meliputi prosedur verifikasi untuk akurasi berkas induk persediaan
perpetual.
Pengamatan Fisik Persediaan
Pengamatan perhitungan fisik persediaan oleh klien diperlukan untuk menentukan apakah
persediaan yang tercatat bener-benar ada pada tanggal neraca dan dihitung dengan benar oleh
klien. Persediaan adalah area audit pertama dimana pengamatan fisik adalah jenis bahan bukti yang
penting yang digunakan untuk verifikasi saldo akun tersebut. Pengamatan fisik akan di bahas lebih
lanjut dalam bab ini.
Menilai Harga Dan Mengkomplikasikan Persediaan
Biaya yang digunakan untuk menilai persediaan harus diuji untuk menentukan apakah
klien telah mengunakan suatu metode persediaan yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum denganbenar dan dilaksanakan secara konsisten. Prosedur audit yang digunakan
untuk ini biasa disebut pengujian harga (price test). Disamping itu auditor harus memverifikasikan
apakah hasil perhitungan fisik telah diikhtisarkan denganbenar, jumlah persediaan dan harganya
di catat, dan dijumlahkan dengan benar.pengujian ini disebut pengujian kompilaasi (compilation
test).
Gambar 18-3 mengikhtisarkan lima bagian dari audit atas siklus persediaan dan
pergudangan dan pada siklus mana tiap bagian diaudit. Bagian pertama dan ketiga dari atas siklus
persediaan dan pergudangan telah di bahas dalam hubungan dengan audit siklus lainnya.
Pentingnya pengujian dari siklus lain ini harus selalu diingan dalam bab ini.
GAMBAR 18-3
Audit atas persediaan
Bagian audit Siklus yang diuji
Struktur pengendalian intern akuntansi biaya dari perusahaan yang berbeda akan lebih
bervariasi dari struktur pengendalian intern lainnya karena beragamnya jenis persediaan, dan
tingkat kecanggihan yang diinginkan manajemen. Misalnya, sebuah perusahaan yang
memproduksi seluruh bagian dari mesin pertanian akan memeliki pencatatan dan pengendalian
intern yang sangat berlainan dari perusahaan perakitan yang membuat dan memasang rak dari baja.
Juga perusahaan kecil dimana keterlibatan pemilik cukup besar dalam proses produksi
pencatatanya akan lebih sederhana dari perusahaan manufaktur dengan berbagai produk.
Pengendalian Akuntansi Biaya
Pengendalian akuntansi biaya adalah hal-hal yang berkaitan denganpersediaan fisik dan
biayayang terkait dari titik dimana bahan baku diminta peng-orderannya sampai titik dimana
barang jadi selesai diproduksi dan dipindahkan ke gudang. Untuk memudahkannya, pengendalian
ini dibagi menjadi dua katagori: pengendalian fisik atas persediaan: bahan baku, barang dalm
proses, dan barang jadi, serta pengendalian atas biaya yang berkaitan dengannya .
Hampir semua perusahaan memerlukan pengendalian fisik atas aktiva mereka untuk
menghindari penyalahgunaan atau pencurian. Salah satu bentuk perlindungan aktiva yang utama
adalah penggunaan gudang yang terpisah-pisah dengan akses terbatas untuk bahan baku, barang
dalam proses dan barang jadi. Dalam kasus tertentu, penugasan pegawai tertentu yang brtanggung
jawab secara spesifik pada persediaan untuk melindungi aktiva perusahaan. Persetujuan melalui
dokumen yang prenumbered untuk otorisasi pemindahan persediaan juga melindungi aktiva dari
penyalahgunaan. Salinan dari dokumen ini harus dikirim langsung kebagian akuntansi oleh pihak
pembuatnya tanpa melewati pihak yang menangani barang secara fisik. Contoh penggunaan yang
efektif jenis dokumen ini adalah persetujuan untuk permintaan bahan baku dari gudang.
Berkas induk persediaan perpetual yang di pegang oleh pegawai yang tidak memiliki akses
pada aktiva adalah pengendalian akuntansi biaya yang juga penting. Berkas induk persediaan
perpetual penting karena beberapa hal: ia menyediakan catatan tentang jumlah persediaan yang
ada, yang akan digunakan sebagai dasar untuk produksi atau pembelian tambahan bahan baku atau
bahan lain; ia juga memeberi catatan tentang penggunaan bahanbaku dan penjualan barang jadi,
yang dapat ditelaah untuk meneliti keusangan atau barang yang lambat perputarannya dan juga
menyelenggarakan pencatatan yang dapat digunakan untuk menunjukkan titik
pertanggungjawaban atas penanganan persediaan untuk menyelidiki jika ada perberdaan antaraa
perhitungan fisik dengan jumlah yang ada pada catatan.
Satu hal lagi yang penting untuk mempertimbangkan adalah perlunya suatu strukrur
pengendalian intern yang mengintegrasikan produksi dengan catatan akuntansi untuk menyajikan
biaya yang akurat bagi semua produk. Keberadaan catatan biaya yang memadai sangat penting
bagi manajemen sebagai alat bantu untuk penentuan harga, pengendalian biaya dan costing
persediaan.
Pengujian Atas Akuntansi Biaya
Konsep dalam mengaudit akuntansi biaya sebenarnya tidak berbeda dengan siklus
akuntansi yang lain. Gambar 18-4 menunjukkan metedologi yang harus diikuti auditor untuk
menentukan pengujian mana yang harus dilaksanakan. Dalam mengaudit akuntansi biaya, auditor
berkepentingan dangan empat aspek: pengendalian fisik atas persediaan, dokumen dan pencatatan
pemindahan barang, berkas induk perpetual persediaan, dan harga per unit.
Pengendalian fisik Pengujian auditor tentang memadai tidaknya pengendalian fisik atas
bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi harus dibatasi pada pengamatan dan tanya
jawab. Sebagai contoh, auditor harus memeriksa area penyimpanan dengan adanya gudang yang
terkunci. Adanya gudang yang terkunci dan di tangani oleh pegawai yang berkompten biasanya
terdapat sistem penyimpanan persediaan yang baik. Jika auditor menyimpulkan bahwa
pengendalian persediaan demikian tidak memadai sehingga sulit untuk menghitungnya, auditor
harus memperluas pengamatannya atas pengujian persediaan fisik untuk meyakinkan bahwa
perhitungan yang memadai telah dilakukan.
Dokumen dan catatan pemindahan persedian Perhatian utama auditor dalam hal
pemindahan persediaan dari satu lokasi ke lokasi lainnya adalah apakah pemindahan yang dicatat
benar terjadi, pemindahan yang terjadi telah dicatat, jumlah, deskripsi dan tanggal transaksi dicatat
dengan tepat. Pertama adalah untuk memahami struktur pengendalian intern pemindahan barang
sebelum pengujian barang yang relevan dapat dilakukan. Jika struktur pengendalian intern telah
dipahami, pengujian dapat mudah dilakukan melalui pemeriksaan terhdap catatan dan dokumen.
Misalnya, prosedur untuk meguji keberadaan dan akuasi pemindahan barang dari gudang bahan
baku ke bagian produksi adalah dengan menghitung rangkaian permintaan bahan baku, meneliti
persetujuan permintaan tersebut, dan membandingkan jumlah, deskripsi,dan tanggalnya dengan
informasi yang ada pad berkas induk persediaan perpetual bahan baku. Sejalan dengan itu, catatan
penyelesaian produksi dapat dibandingkan dengan berkas induk untukmeyakinkan bhwaseluruh
barang jadi telah dipindahkan ke gudang barang barang jadi.
Berkas induk persediaan perpetual Keberadaan berkas induk perpetual persediaan yang
memadai memiliki efek yang besar pada saat pelaksanaan dan luas pemeriksaan fisik persediaan
oleh auditor. Jika terdapat berkas induk perpetual persediaan yang akurat, biasanya memungkinkan
pengujian fisik persediaan setelah tanggal neraca.persediaan fisik interim dapat menghemat biaya
auditor dan klien secara signifikan, dan memungkinkan klien untuk mendapatkan laporan
keuangan yang diaudit lebih awal. Berkas induk persediaan perpetual juga memungkinkan auditor
untuk mengurangi pengujian fisik persediaan jika tingkat resiko pengendalian yang berkaitan
dengan pengamatan fisik tersebut rendah.
Pengujian atas berkas induk persediaan perpetual untuk mengurangi pengujian fisik
persediaan atau mengubah saat pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan
dokumen. Dokumen untuk verifikasi pembelian bahan baku dapat dilakukan dengan verifikasi
perolehan sebagai bagian dari pengujian siklus perolehan dan pembayaran. Dokumen yang
mendukung pengurangan persediaan bahan baku untuk produksi dan peningkatan persediaan
barang jadi ketika barang telah diproduksi diperiksa sebagai bagian dari pengujian atas dokumen
dan catatan akuntansi biaya yang akan dibahas dalam bagian berikut. Pengurangan persediaan
barang jadi melalui penjualan pada pelanggan biasanya pencatatan tersebut setelah auditor
mengetahui bagaimana sistem pengendalian intern dirancang dan memutuskan sampai pada tahap
mana risiko pengendalian yang ditetapkan harus diturunkan.
Catatan biaya per unit Mendapatkan data yang akurat mengenai biaya bahan baku, upah
langsung dan overhead pabrik adalah bagian penting dari akuntansi biaya. Pencatatan akuntansi
biaya yang memadai harus diintegrasikan dengan catatan produksi dan catatan akuntansi lain untuk
mendapatkan biaya yang akurat untuk semua produk. Catatan akuntansi biaya berhubungan
dengan auditor karena penilaian persediaan akhir tergantung pada baik-tidaknya perancangan dan
penggunaan pencatatan tersebut.
Dalam pengujian terhadap catatan biaya persediaan auditor harus memahami strukrur
pengendalian intern. Hal ini biasanya cukup memakan waktu karena arus biaya tersebut biasanya
berkaitan dengan pencatatan akuntansi lainnya, dan mungkin tidak begitu jelas bagaimana struktur
pengendalian intern berlaku pada pemindahan intern bahan baku, dan untuk upah langsung serta
overhead pabrik selama produksi berlangsung.
Kesulitan yang besar dalamverifikasi catatan biaya persediaan adalah dalam menetukan
kelayakan suatu alokasi biaya. Contohnya, pengalokasian overhead pabrik ke suatu produk
menggunakan asumsi tertentu yang akan sangat mempengaruhi biaya persediaan per unit dan pada
gilirannya kewajaran penilaian persediaan. Dalam mengevaluasi pengalokasian ini auditor harus
mempertimbangkan kewajaran angka pembilang maupun penyebut yang menghasilkan angka
biaya per unit tersebut. Misalnya, dalam pengujian alokasi biaya overhead pada persediaan dengan
dasar biaya upah langsung, tingkat (rate) overrhead tersebut harus kira-kira sama dengan biaya
overhead pabrik aktual dibagi dengan jumlah rupiah biaya upah aktual. Karena biaya overhead
total diuji dalam rangka pengujian atas silus perolehan dan pembayaran, dan upah lansung diuji
dalam siklus penggajian dan kepegawaian, menentukan kewajaran tingkat tersebut tidak begitu
sulit. Tapi jika overhead pabrik dialokasikan dengan dasr penggunaan mesin, auditor harus
memverifikasi kewajaran jan mesin melalui pengujian terpisah atas catatan pemakaian mesin. Satu
pertimbangan penting dalam mengevaluasi kewajaran semua alokasi biaya termasuk overhead
pabrik, adalah konsistensi dengan tahun sebelumnya.
E. PROSEDUR ANALITIS
Prosedur analitik itu penting pada audit atas persediaan dan pergudangan dan juga pada
siklus siklus lain. Tabel dibawah ini mencantumkan beberapa prosedur analitik yang umum di
pakai,dan kemungkinan salah saji yang diindikasikan jika ada fluktuasi. Beberapa dari prosedur
analitik dibawah dibahas pada silkus lainnya. Contoh adalah persentase marjin kotor.
Bandingkan persentase marjin kotor dengan Salah saji atau kurang saji persediaan dan
tahun sebelumnya. harga pokok penjualan.
Bandingkan biaya produksi tahun berjalan Salah saji biaya perunit persediaan,
dengan tahun sebelumnya (biaya variabel khususnya biaya tenaga kerja langsung dan
harus disesuaikan jika ada perubahan overhead pabrik, yang mempengaruhi
volume). persediaan dan HPP.
Bagian penting dari audit atas persediaan adalah melaksanakan segala prosedur yang
diperlukan untuk meyakinkan bahwa penghitungan fisik telah dinilai harganya dan kompilasi
secara memadai. Penetapan harga mencakup semua pengujian atas biaya per unit klien untuk
menetukan apakah sudah tepat. Kompilasi mencakup seluruh pengujian atas pengitikhsaran
penghitungan fisik, hasil perkalian harga dengan kuantitas, penjumlahan ikhtisar persediaan dan
penelusuran saldo ke buku besar.
Pengendalian Penetapan Dan Kompilasi Harga
Keberadaan struktur pengendalian intern yang memadai untuk biaya per unit yang terin
tegrasi dengan produksi dan catatan akuntansi lain,penting untuk meyakinkan bahwa tingkat biaya
yang memadai telah digunakan untuk menilai persediaan akhir. Satu pengendalian intern yang
penting adalah penggunaan catatan biaya standar yang menunjukkan varians dalam bahan baku,
upah dan biaya overhead, dan dapat digunakan untuk mengevaluasi produksi. Kalau biaya standar
digunakan, prosedur harus dirancang untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi dalam
proses dan biaya produksi. Penelaahan niaya per unit untuk kelayakannya oleh orang
yang independen dalam bagian yang bertanggung jawab untuk mengembangkan biaya juga adalah
suatu bentuk pengendalian yang berguna dalam penilaian.
Pengendalian intern yang dirancang untuk mencegah lebih saji persediaan dengan
mengikutkan persediaan usang, adalah penelaahandan pelaporan formal dari persediaan yang
usang, rusak, perputarannya lambat, atau lebih saji. Penelaahan harus dilakukan oleh pegawai yang
kompeten dengan menelaah berkas induk persediaan perpetual untuk perputaran persediaan dan
mendiskusikannya dengan bagian produksi.
Pengendalian intern kompilasi diperlukan untuk meyakinkan bahwa penghitungan fisik,
secara memadai telah diikhtisarkan, dinilai harganya sama dengan catatan per unitnya, dikalikan
dan dijumlahkan dengan benar, dan disertakan dalam buku besar jumlah yang memadai.
Pengendalian intern kompilasi yang penting mencakup dokumen dan catatan yang memadai untuk
penghitungan fisik dan verifikasi intern yang memadai. Jika persediaan memiliki kartu yang
prenumbered yang di telaah seksama sebelum di bebaskan dari kewajiban melakukan
penghitungan fisik persediaan, akan kecil resiko kekeliruan dari pengikhtisaran kartu tersebut.
Bagian pengendalian internyang terpenting atas akurasi penilaian harga, perkalian dan
penjumlahan adalah verifikasi intern oleh personil yang cakap dan independen.
Prosedur Penetapan Dan Komplikasi Harga
Tujuan spesifik pengujian terimci atas saldo juga berguna untuk membahas prosedur penilaian
harga kompilasi. Tujuan dan pengujiannya disajikaan pada Tabel 18-3, kecuali untuk tujuan pisah-
batas. Urutannya, sekali lagi di ubah untuk memudahkan. Pengamatan fisik, seperti telah dibahas
Penilaian Persediaan
Penilaian (harga) yang memadai untuk persediaan adalah salah satu bagian terpenting dan
paling memakan waktu dalam audit. Dlam melakukan pengujian harga, tiga halpenting mengenai
metode penetapan harga klien metode tersebut harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum, penerapannya konsisten dari tahun-ke-tahun, dan harus mempertimbangkan antara nilai
pasar dengan nilai penggantian (replacement cost). Karena metode verifikasi penetapan harga
persediaan tergantung dari apakah persediaan tersebut dibeli atau diproduksi sendiri, kedua
katagori iniakan dibahas terpisah.
Menilai harga persediaan yang dibeli Jenis persediaan yang masuk dalam katagori
pertama terutam adalah bahan baku, suku cadang yang di beli, dan peralatan. Dalam langkah
pertama verifikasi penilaian persediaan yang dibeli, sangat penting untuk menegaskan apakah
dipakai metode FIFO, LIFO, rata-rata tertimbang atau metode penilaian lain. Juga penting untuk
menetapakanbiaya apa yang harus diikutkan dalam penilaian suatu jenis persediaan tertentu.
Misalnya, auditor harus mengetahui apakah ongkos angkut, gudang, potongan, dan biaya lain
dibandingkan hasilnya dengan kertas kerja audit tahun sebelumnya untuk memastikan konsistensi
pemakaian metode tersebut.
Dalam memilih jenis persediaan tertentu untuk penetapan harga, penekanan harus
diberikan pada barang bernilai tinggi dan barang yang diketahui memilkifluktuasi harga yang
besar, walaupun juga sampel yang representatifdari tiap jenis barang dan bagian harus diikutkan.
Metode sampling variabel terstratifikasi atau moneter lazim digunakan dalam pengujian ini.
Auditor harus menuliskan daftar persediaan yang akan diverifikasi dan meminta klien
menunjukkan: faktur pembeliannya. Adalah penting bahwa faktur yang cukup telah diperiksa
untuk seluruh jumlah persediaan dari artikel tertentu yang diuji. Khususnya yang memeekai
metode penilaian FIFO. Pemerikasaan faktur yang mencukupi adalah penting untuk
mengungkapkan situasi dimana klien menilai persediaan hanya dari faktur-faktur yang terbaru,
dan dalam beberapa kasus, mengungkapkan keusangan persediaan. Misalnya, penilaian oleh klien
untukjenis persediaan tertentu adalah Rp 24.000 per unit dalm 1.000 unit, menggunakan metode
FIFO. Auditor harus memeriksa faktur-faktur pembelian terakhir dari jenis persediaan tersebut
dalam tahun yang diaudit sampai mencakup penilaian untuk seluruh 1.000 unit tersebut. Jika
pembelian terakhir adalah 700 unit dangan harga Rp 24.000 dan pembelian sebelumnya adalah
600 unit seharga Rp 22.600, persediaan jenis tersebut akan lebih saji sebesar Rp 420.000 (300 *Rp
1.400).
Jika klien memiliki berkas induk persediaan perpetual yang mencantumkan harga beli per
unit, biasanya lebih baik untuk menelusuri biaya per unit ke catatan perpetual daripada ke faktur
pemasok. Dalam banyak kasus, hal ini mengurangi biya verifikasi penilaian persediaan secara
signifikan. Tentunya, jika catatan perpetual digunakan untuk verifikasi biaya per unit, adalah perlu
untuk menguji biaya per unit dalam catatan perpetual ke faktur pemasok sebagai bagian dair
pengujian siklus perolehan dan pembayaran.
Dalam menilai bahan baku dalam barang yang diproduksi, perlu dipertimbangkan biaya
per unit dan jumlah unit bahan baku yang digunakan untuk memproduksi satu unit barang jadi.
Biaya per unit dapat diverifikasikan dengan cara yang sama dengan persediaan yang dibeli, dengan
memeriksa faktur penjual mauppun catatan induk perpetual. Kemudian harus diperiksa spesifikasi
teknisnya, barang jadi yang dihasilkan, dan menelaah metode lain untuk menentukan jumlah unit
yang dibutuhkan untuk memproduksi satu barang tersebut.
Sejalan dengan diatas,biaya upah langsung perjam dan jumlah jan yang dibutuhkan untuk
memproduksi satu unit barang jadi harus diverifikasi ketika menguji biaya upah langsung. Biaya
upah per jam dapat diverifikasi dengan membandingkannya ke penggajian pekerja atau kontrak
kerja. Jumlah jam yang dibutuhkan untuk memproduksi barang tersebut dapat ditentukan dari
spesifikasi teknis atau sumber sejenis.
Penetapan biaya overhead pabrik yang memadai untuk barang dalam proses dan barang
jadi tergantung pada pendekatan yang digunakan klien. Adalah perlu untuk memeriksa konsistensi
pemakaian metode dan kelayakan pemakaiannya, serta menghitung ulang penghitungan biaya
tersebut untuk meyakinkan ketetapannya. Misalnya, jika tingkat overhead pabrik didasarkan pada
jumlah upah langsung, auditor dapat membagi jumlah biaya overhead dengan biaya upah langsung
untuk menentukan overhead yang sebenarnya. Tingkat overhead ini kemudian dibandingkan
dengan yang digunakan klien untuk menetukan biaya per unit.
Harga perolehan atau harga pasar Dalam menetapkan persediaan, perlu untuk
mempertimbangkan mana harga yang lebih rendah antara biaya historis dangan biaya penggantian
(replacement). Biaya persediaan dalam faktur penjualan terbaru pada tahun setelah tanggal neraca
adalah cara yang efektif untuk mmenguji biaya penggantian, tapi juga perlu dipertimbangkan biaya
jual kembali dari persediaan tersebut dan kemungkinan fluktuasi harga yang cepat. Akhirnya,
dalam proses evaluasi perlu dipertimbangkan juga kemungkinan terjadinya keusangan persediaan.
Kalau klien menggunakan catatan biaya standar. Metode penentuan penilaian yang
efesien daan bermanfaat adalah dengan menelaah dan menganalisis varians. Kalau varians, bahan
baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik kecil, catatan biaya tersebut merupakan bahan bukti yang
andal.
G. MEMADUKAN PENGUJIAN
jadi. Dalam audit yang berkaitan dengan berkas induk persediaan perpetual, adalah umum
untuk mengujinya sebagai bagian dari prosedur penggajian atas transaksi dalam siklus perolehan
atas pembayaran. Sejalan dengan itu, kalau hanya manufaktur dimasukkan pada satu pekerjaan
saja atau pada proses, biasanya biaya tersebut diuji sebagai bagian dari siklus yang sama.
Pengujian atas siklus penggajian dan kepegawaian Saat auditor melakukan verifikasi
biaya buruh, komentar yang sama diterapkan seperti pada pembelian. Dalam kebanyakan kasus,
pencatatan biaya akuntansi untuk upah buruh langsung dan tidak langsung dapat diuji sebgai
bagian dari pengujian siklus penggajian dan kepegawaian jika ada perencanaan yang memadai.
Pengujian atas siklus penjualan dan penerimaan kas Walaupun hubungan anara siklus
penjualan dan penerimaan kas dengan siklus persediaan dan pergudangan tidak terlalu dekat
dibandingkan kedua siklus sebelum ini. Tetapimasih tetap penting. Kebanyakan pengujian audit
untuk penyimpanan barang jadi, juga pengiriman barang dan pencatatan penjualan dilakukan
dalam pengujian atas siklus penjualan dan penerimaan kas. Disamping itu, kalau pencatatan biaya
standar diterapkan, adalah mungkin untuk menguji harga pokok penjualan standar pada waktu
yang bersamaan ketika pengujian atas penjualan dilaksanakan.
Pengujian atas akuntansi biaya Pengujian atas akuntansi biaya dimaksudkan untuk
melakukan verifikasi pengendalian yang mempengaruhi persediaan yang tidak diverifikasi dalam
tiga siklus yang telah dibahas. Pengujian dilakukan pada pengendalian fisik, pemindahan biaya
bahan baku ke barang dalam proses, pemindahan biaya barang yang selesai ke barang jadi, berkas
induk persediaan perpetual, dan catatan biaya per unit.
Persediaan fisik, kompilasi dan penetapan harga Dalam kebanyakan audit, asumsi
mendasar dalam siklus persediaan dan pergudangan adalah bahwa harga pokok penjualan adalah
hasil dari persediaan awaldi tambah pembelian bahan baku, upah buruh langsung, dan biaya pabrik
lainnya dikurangi persediaan akhir. Kalau pendekatan audit untuk persediaan dan harga pokok
penjualan dilakukan dengan asumsi ini, pentingnya persediaan akhir sangat jelas. Persediaan fisik,
kompilasi, dan penetapan harga masing-masing sangat penting dalam audit karena kekeliruan pada
salah satu mengakibatkan salah satu mengakibatkan salah sajinya persediaan dan harga poko
penjualan.
Dalam pengujian persediaan fisik, adalah mungkin untuk mengandalkan berkas induk
persediaan perpetual, kalau catatan tersebut telah diuji dalam salah satu pengujian siklus yang telah
dibahas. Bahkan, kalau catatan induk perpetual persediaan dianggap dapat diandalkan, auditor
dapat pengamatandan menguji penghitungan fisik pada saat waktu dalam tahun berjalan, dan
mengandalkan catatan perpetual untuk mendapatkan catatan kuantitas yang memadai.
Dalam pengujian biaya per unit, juga dimungkinkan untuk mengandalkan, sampai tingkat
tertentu, pengujian dari catatan biaya yang dibuat pada saat pengujian siklus transaksi. Keberadaan
catatan biaya standar juga berguna dalam hal perbandingan dengan biaya per unit yang sebenarnya.