Anda di halaman 1dari 77

PENGARUH APLIKASI PENGINGAT DIET DENGAN

KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN


GAGAL GINJAL KRONIK DI KABUPATEN
KUDUS

SKRIPSI
Diajurkan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai
Gelar Sarjana Keperawatan (S-1)

Oleh :
Cantika Putri Dewanti
NIM.820163013

PEMBIMBING :
1. Sukarmin, M.Kep.Ns.Sp.Kep.MB
2. Umi Faridah, S.Kep.,Ns.MNS

FAKULTAS KESEHATAN
JURUSAN S1 KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS
2020

i
HALAMAN PERSETUJUAN

Proposal Skripsi dengan judul "PENGARUH APLIKASI PENGINGAT


DIET DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN GAGAL
GINJAL KRONIK DI KABUPATEN KUDUS”, telah disetujui oleh Pembimbing
Skripsi S1 Keperawatan untuk diajukan dihadapan Tim Penguji proposal skripsi
Universitas Muhammadiyah Kudus pada :

Hari : Rabu,
Tanggal : 15 Januari 2020
Nama : CANTIKA PUTRI DEWANTI
NIM : 820163013

Pembimbing Utama Pembimbing Anggota

Sukarmin, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB. Umi Faridah, S.Kep., Ns.MNS


NIDN. 0607057601 NIDN. 0604058601

Mengetahui,
Universitas Muhammadiyah Kudus
Rektor

Rusnoto, SKM.,M.Kes.(Epid)
NIDN. 0621087401

ii
HALAMAN PENGESAHAN

Proposal Skripsi dengan judul “PENGARUH APLIKASI PENGINGAT


DIET DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN GAGAL
GINJAL KRONIK DI KABUPATEN KUDUS” ini telah diuji dan disahkan oleh Tim
Penguji Proposal Skripsi Jurusan S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah
Kudus pada :

Hari :
Tanggal :
Nama : CANTIKA PUTRI DEWANTI
NIM : 820163013

Penguji Utama Penguji Anggota

Sukarmin, M.Kep., Ns., Sp.Kep. MB. Muhammad Purnomo, S,Kep., M.


NIDN. 0607057601 HKes
NIDN. 0624077002

Mengetahui,
Universitas Muhammadiyah Kudus
Rektor

Rusnoto, SKM.,M.Kes.(Epid)
NIDN. 0621087401

iii
HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi dengan judul "PENGARUH APLIKASI PENGINGAT DIET


DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL
KRONIK DI KABUPATEN KUDUS”, telah disetujui oleh Pembimbing Skripsi S1
Keperawatan untuk diajukan dihadapan Tim Penguji skripsi Universitas
Muhammadiyah Kudus pada :

Hari :
Tanggal :
Nama : CANTIKA PUTRI DEWANTI
NIM : 820163013

Pembimbing Utama Pembimbing Anggota

Sukarmin, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB. Umi Faridah, S.Kep., Ns.MNS


NIDN. 0607057601 NIDN. 0604058601

Mengetahui,
Universitas Muhammadiyah Kudus
Rektor

Rusnoto, SKM.,M.Kes.(Epid)
NIDN. 0621087401

iv
HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul “PENGARUH APLIKASI PENGINGAT DIET


DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL
KRONIK DI KABUPATEN KUDUS” ini telah diuji dan disahkan oleh Tim Penguji
Skripsi Jurusan S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kudus pada :

Hari :
Tanggal :
Nama : CANTIKA PUTRI DEWANTI
NIM : 820163013

Penguji Utama Penguji Anggota

Anny Rosiana M, Umi Faridah, S.Kep.,Ns.MNS


M.Kep,Ns.,Sp.Kep.J. NIDN. 0604058601
NIDN. 0616087801

Mengetahui,
Universitas Muhammadiyah Kudus
Rektor

Rusnoto, SKM.,M.Kes.(Epid)
NIDN. 0621087401

v
PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : Cantika Putri Dewanti
NIM : 820163013
Menyatakan bahwa proposal skripsi dengan judul “PENGARUH
APLIKASI PENGINGAT DIET DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA
PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI KABUPATEN KUDUS”, merupakan :
1. Hasil karya yang dipersiapkan dan disusun sendiri.
2. Belum pernah disampaikan untuk mendapat gelar S-1 Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Kudus.
Oleh karena itu pertanggungjawaban proposal skripsi ini sepenuhnya
berada pada diri saya.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Kudus, Desember 2019


Penyusun,

Cantika Putri Dewanti


NIM: 820163013

vi
MOTTO

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan


kesanggupannya.
(Q.S Al Baqarah : 286)

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baiknya Pelindung


Q.S Al Imran : 152

Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Maka apabila


engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk
urusan yang lain)
( QS. Al-Inshiroh : 6-7 )

Siapapun yang tidak pernah berbuat kesalahan, maka tidak pernah


menemukan sesuatu yang baru.
(Albert Einstein)

Man Jadda, wajada


Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan berhasil

vii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Identitas diri
Nama : CANTIKA PUTRI DEWANTI
NIM : 820163013
Jenis kelamin : PEREMPUAN
Tempat, Tgl Lahir : KUDUS, 16 Januari 1998
Alamat : Ds. Hadipolo Rt 7/ Rw1, Kec. Jekulo, Kab. Kudus
Instirusi : Universitas Muhammadiyah Kudus
B. Riwayat pendidikan
1. TK Pertiwi 1 Hadipolo (2003-2004)
2. SD 7 Hadipolo (2004-2010)
3. SMP 1 Jekulo (2010-2013)
4. SMA 1 Jekulo (2013-2016)
5. Universitas Muhammadiyah Kudus (2016-sekarang tercatat sebagai
mahasiswa angkatan kedelapan Prodi S1 Keperawatan Universitas
Muhammadiyah Kudus).

viii
PERSEMBAHAN

Ya Allah Ya Rabb, Alhamdulillah tak henti – hentinya ku ucapkan rasa


terimakasihku atas petunjukmu disetiap hidupku yang mengiringi setiap usaha
dan doaku dalam usaha menyelesaikan Skripsi ini.
Dalam penyusunan Skripsi ini, penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Skripsi ini.
Persembahan tugas akhir ini dan rasa terima kasih saya ucapkan untuk:
1. Kepada orang tua tercinta, Mama, Papa, Bapak, Ibu dan My Dear yang
keberadaanya selalu mencurahkan kasih sayang, yang tak pernah lelah
mendidik, menuntun, melanturkan doa yang selalu diberikan penulis.
2. Sukarmin, M.Kep,Ns,Sp.Kep.MB selaku pembimbing I yang telah memberikan
bimbingan dan petunjuk dalam menyusun Skripsi.
3. Umi Faridah, S,Kep.,Ns.MNS selaku pembimbing II yang telah memberikan
bimbingan dan petunjuk dalam menyusun Skripsi.
4. Segenap dosen dan staf di Universitas Muhammadiyah Kudus
5. Teman-teman seangkatan S1 Keperawatan yang telah memberikan dukungan
kepada penulis.
6. Para Sahabat dan Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu
persatu, penulis ucapkanterimakasih atas bantuan dan dukungannya.

ix
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum
Alhamdulilah, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
segala karunia, rahmat dan hidayah-Nya dan sholawat serta salam terhatur
kepada Rasulullah Muhammad SAW semoga keselamatan tertuju kepada para
pengikutnya. Atas ridho dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi
ini dengan judul “PENGARUH APLIKASI PENGINGAT DIET DENGAN
KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI
KABUPATEN KUDUS”.
Tak ada gading yang tak retak. Peneliti menyadari dalam membuat proposal
skripsi ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan pengetahuan,
pengalaman, dan kemampuan yang penulis miliki. Namun berkat bantuan,
bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak proposal skripsi ini dapat
diselesaikan. Untuk itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1. Rusnoto, SKM., M.Kes (Epid) selaku Rektor Universitas Muhammadiyah
Kudus yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk
menyelesaikan skripsi ini.
2. Sukarmin,M.Kep,Ns,Sp.Kep.MB selaku pembimbing I yang telah memberikan
bimbingan dan petunjuk dalam menyusun skripsi.
3. Umi Faridah,S,Kep.,Ns.MNS selaku pembimbing II yang telah memberikan
bimbingan dan petunjuk dalam menyusun skripsi.
4. Sri Siska Mardiana, S.Kep.,Ners., M.Kep selaku pembimbing Askep dari
semester 2 sampai semester 6 yang telah banyak membantu dan
memberikan bimbingan selama perkuliahan di Universitas Muhammadiyah
Kudus
5. Bapak dan ibu dosen Universitas Muhammadiyah Kudus serta staff-nya yang
telah banyak memberikan banyak bekal ilmu selama penulis mengikuti
pendidikan.
6. Kepada orang tua tercinta, Mama, Papa, Bapak, Ibu, dan My Dear yang
keberadaannnya selalu mencurahkan kasih sayang, dukungan moril maupun
spiritual kepada penulis.

x
7. Direktur RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus yang telah memberikan izin untuk
pengambilan data awal.
8. Kepala Dinas Kesehatan Kota Kudus yang memberikan izin penetian di
Kabupaten Kudus.
9. Kepala UPT Puskesmas Jekulo yang telah memeberikan izin untuk penelitian
di wilayah kerja kecamatan Jekulo.
10. Para sahabat dan teman-teman seangkatan S1 Keperawatan yang telah
memberikan dukungan kepada penulis serta semua pihak yang tidak bisa
penulis sebutkan satu persatu, penulis ucapkan terimakasih atas bantuan
dan dukungannya
Penulis menyadari bahwa dalam penelitian ini masih sangat jauh dari
sempurna dalam arti sebenarnya. Untuk itu, penulis dengan tangan terbuka
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca guna
kesempurnaan penelitian ini. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi penulis
khususnya dan teman-teman pada umumnya.
Wassalam.

Kudus, 2020

Penulis

xi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................


i
HALAMAN PERSETUJUAN PROPOSAL ....................................................
ii
HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL ......................................................
iii
HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI .........................................................
iv
HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ............................................................
v
PERNYATAAN .............................................................................................
vi
MOTTO .........................................................................................................
vii
RIWAYAT HIDUP .........................................................................................
viii
PERSEMBAHAN ..........................................................................................
ix
KATA PENGANTAR .....................................................................................
x
DAFTAR ISI ..................................................................................................
xii
DAFTAR TABEL ...........................................................................................
xiv
DAFTAR GAMBAR........................................................................................
xv
DAFTAR BAGAN...........................................................................................
xvi
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................
xvii

xii
ABSTRAK......................................................................................................
xviii
ABSTRACT...................................................................................................
xix
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................
1
A. Latar Belakang ...........................................................................
1
B. Rumusan Masalah ......................................................................
4
C. Tujuan Penelitian ........................................................................
4
D. Manfaat Penelitian ......................................................................
4
E. Keaslian Penelitian .....................................................................
5
F. Ruang Lingkup Penelitian............................................................
6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .....................................................................
7
A. Ggaal Ginjal Kronik......................................................................
7
B. Pengukuran Kepatuhan...............................................................
11
C. Kepatuhan Diet Gagal Ginjal.......................................................
12
D. Faktor Yang Memepngaruhi Diet Gagal Gijal..............................
12
E. Diet Gagal Ginjal Akut.................................................................
14
F. Diet Gagal Ginjal Kronik..............................................................
16
G. Aplikasi Pengingat Diet................................................................
17

xiii
H. Penelitian Terkait.........................................................................
18
I. Kerangka Teori ...........................................................................
21
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ..........................................................
22
A. Variabel Penelitian ......................................................................
22
B. Hipotesis Penelitian ....................................................................
22
C. Kerangka Konsep Penelitian ......................................................
23
D. Rancangan Penelitian ................................................................
23
E. Defisi Operasional Variabel.........................................................
27
F. Instrumen Penelitian dan Cara Pengumpulan Data.....................
28
G. Teknik Pengolahan Data dan Analisa Data.................................
30
H. Etika Penelitian............................................................................
32
I. Jadwal Penelitian ........................................................................
32
J. Alur Penelitian.............................................................................
33
BAB IV HASIL PENELITIAN.........................................................................
34
A. Gambaran Lokasi Penelitian .......................................................
34
B. Karakteristik Responden ............................................................
35
C. Analisis Univariat ........................................................................
36

xiv
D. Analisis Bivariat ..........................................................................
37
BAB V PEMBAHASAN ...............................................................................
39
A. Karakteristik Responden.............................................................
39
B. Kepatuhan Konsumsi Diet Pasien Gagal Ginjal Kronik di
Kabupaten Kudus Sebelum dan Sesudah diberikan Aplikasi
Pengingat Diet.............................................................................
40
C. Keterbatasan Dan Kekurangan Penelitian...................................
44
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN............................................................
45
A. Kesimpulan .................................................................................
45
B. Saran ..........................................................................................
45
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xv
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Keaslian Penelitian......................................................................


5..................................................................................................
Table 2.1 Etiologi Gagal Ginjal Kronis.........................................................
8
Tabel 2.2 Klasifikasi Stadium Fungsi Ginjal.................................................
8
Tabel 3.1 Definisi Operasional....................................................................
27
Tabel 4.1 Distribusi Usia Responden Gagal Ginjal Kronik di wilayah
Kabupaten Kudus........................................................................
35
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden Gagal Ginjal
Kronik di wilayah Kabupaten Kudus............................................
35
Tabel 4.3 Distribusi Pendidikan Responden Gagal Ginjal Kronik di wilayah
Kabupaten Kudus........................................................................
35
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Kepatuhan Konsumsi Diet pasien Gagal
Ginjal Kronik di Kabupaten Kudus sebelum dan sesudah
diberikan Aplikasi Pengengiat Diet pada kelompok control..........
36
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Kepatuhan Konsumsi Diet pasien Gagal
Ginjal Kronik di Kabupaten Kudus sebelum dan sesudah
diberikan Apliaksi Pengingat Diet pada kelompok intervensi.......
36
Tabel 4.6 Hasil Analisis Pengaruh Aplikasi Pengingat Diet dengan
Kepatuhan Konsumsi Diet pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di
Kabupaten Kudus........................................................................
37

xvi
xvii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Desain Penelitian......................................................................


23

xviii
DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1 Kerangka Teori............................................................................


21
Bagan 3.1 Kerangka Konsep........................................................................
23
Bagan 3.2 Alur Penelitian.............................................................................
33

xix
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Ijin Pengambilan Data awal


Lampiran 2 Surat Balasan Pengambilan Data Awal
Lampiran 3 Surat Ijin Penelitian dari KESBANGPOL
Lampiran 4 Surat ijin Penelitian dari Dinas Kesehatan Kota Kudus
Lampiran 5 Permohonan Menjadi Responden
Lampiran 6 Lembar Persetujuan Responden
Lampiran 7 Kuesioner Penelitian
Lampiran 8 Lembar Observasi
Lampiran 9 Jadwal Penelitiian
Lampiran 10 Lembar Konsul

xx
Universitas Muhammadiyah Kudus
Program Study S-1 Keperawatan
Skripsi Keperawatan, Agustus 2020

PENGARUH APLIKASI PENGINGAT DIET TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI


DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI KABUPATEN KUDUS

Cantika Putri Dewanti¹, Sukarmin², Umi Faridah ³

ABSTRAK

Latar Belakang : Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia atau World Health
Organization (WHO) memperlihatkan yang menderita gagal ginjal baik akut maupun
kronik mencapai 50% sedangkan yang di ketahui dan mendapatkan pengobatan hanya
25% dan 12,5% yang terobati dengan baik (WHO dalam Indrasari,2015). hasil penelitian
Relawati (2018) yang berjudul Edukasi pasien Chronic Kidney Disease berbasis aplikasi
android. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan 0,001. Kesimpulan penelitian ini
adalah aplikasi pengingat diet dapat meningkatkan kepatuhan konsumsi diet pasien
gagal ginjal kronis di Kabupaten Kudus. Tujuan : Untuk Mengetahui perbandingan
kepatuhan konsumsi diet pada pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten Kudus sebelum
dan sesudah diberikan aplikasi pengingat diet. Metode : Penelitian ini berjenis Quasy
Ekperiment dengan metode equivalentcontrol group pre test - post test,sampel yang
digunakan sebanyak 28 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random
sampling dengan analisa data wilcoxon. Hasil Penelitian : Pengaruh aplikasi pengingat
diet terhadap kepatuhan konsumsi diet pada pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten
Kudus dengan nilai p value 0.004 pada kelompok kontrol dan p value 0.001 pada
kelompok intervensi. Kesimpulan : Ada pengaruh aplikasi pengingat diet terhadap
kepatuhan konsumsi diet pada pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten Kudus.

Kata Kunci : Aplikasi pengingat diet, Kepatuhan konsumsi Diet, Gagal Ginjal
Kronik
Kepustakan : 43 (2010-2018)

1. Penulis
2. Pembimbing I
3. Pembimbing II

xxi
Muhammadiyah Kudus University
Undergraduate Nursing Study Program
Thesis of Nursing, August 2019

EFFECT OF DIET REMINDER APPLICATION OF DIET CONSUMPTION


COMPLIANCE IN CHRONIC KIDNEY FAILED PATIENTS IN KUDUS REGENCY

Cantika Putri Dewanti¹, Sukarmin², Umi Faridah ³

ABSTRACT

Background: Based on data from the World Health Organization or World Health
Organization (WHO), those who suffer from acute and chronic kidney failure reach 50%
while only 25% and 12.5% are known and treated well (WHO in Indrasari) , 2015).
Relawati research results (2018), entitled Chronic KidneyDisease patient education
based on android applications. The analysis showed a significant value of 0.001. The
conclusion of this study is the application of dietary reminders to improve adherence to
the diet consumption of patients with chronic kidney failure in Kudus Regency.
Objective: To determine the effect of diet reminder application on diet consumption
compliance in chronic kidney failure patients in Kudus Regency. Method: This research
was a type of Quasy Experiment with the equivalent control group pre-test-post test
method, the sample used was 28 respondents with a simple random sampling technique
with Wilcoxon data analysis. Results: The effect of diet reminder application on diet
consumption compliance in chronic renal failure patients in Kudus Regency with a p
value of 0.001. Conclusion: There is an effect of diet reminder application on diet
consumption compliance in chronic kidney failure patients in Kudus Regency.

Keywords: Diet reminder application, Diet consumption compliance, Chronic Kidney


Failure
Library :43 (2010-2018)

1. Author
2. Advisor I
3. Advisor II

xxii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyakit gagal ginjal kronik adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan
penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif dan
cukup lanjut (Suhardjono,2011). Cronic Kidney Disease (CKD) adalah ketidak
mampuan fungsi ginjal mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan
dan elektrolit yang mengakibatkan destruksi struktur ginjal yang progesif
adanya manifestasi penumpukan bahan sisa metabolik seperti toksik uremik
di dalam darah (Muttaqin & Sari, 2011) penumpukan zat-zat toksit dalam
tubuh yang kemudian dapat menyebabkan sindrom uremia adalah salah satu
kegagalan dari fungsi ginjal. Bagi penderita gagal ginjal kronik, hemodialisis
akan mencegah kematian.
Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia atau Wold Health
Organization (WHO) memperlihatkan yang menderita gagal ginjal baik akut
maupun kronik mencapai 50% sedangkan yang diketahui dan mendapat
pengobatan hanya 25% dan 12,5% yang terobati dengan baik (WHO dalam
Indrasari, 2015). Kejadian dan prevalensi gagal ginjal di Amerika Serikat
meningkat 50% di tahun 2014. Data menunjukkan bahwa setiap tahun
200.000 orang Amerika menjalani hemodialisis karena gangguan ginjal kronis
artinya 1140 dalam satu juta orang Amerika adalah pasien dialisis (Widiany,
2017).
Berdasarkan data yang dikutip prevalensi pasien penyakit gagal ginjal
kronis di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, terbukti dari data
(Rakesda, 2018) dimana terjadi peningkatan dari angka 2 permil tahun 2013
menjadi 3,8 permil pada tahun 2018. Sedangkan prevalensi penyakit ginjal
kronik di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017 sebesar 0,3% dari seluruh
jumlah penduduk di Provinsi Jawa Tengah. Penduduk Jawa Tengah pada
tahun 2017 adalah sebesar 33.270.000 jiwa, maka jumlah penderita penyakit
ginjal kronik di Provinsi Jawa Tengah adalah sekitar 99.810 penderita.
Data yang diperoleh dari ruang Hemodialis RSUD Dr. Loekmono Hadi
Kudus tanggal 10 Februari 2020 jumlah pasien rawat jalan Chronic Kidney
Disease (CKD) yang melakukan kunjungan terapi hemodialisa tercatat rata-

1
2

rata 46 kunjungan pasien setiap bulan secara rutin sebanyak 2-3 kali setiap
minggu, dalam waktu 3-4 jam.
Dampak dari gagal ginjal kronis antara lain anemia, kelebihan cairan,
kelebihan berat badan, komplikasi, menurunnya kualitas hidup hingga
kematian. pada penelitian yang dilakukan (Mailani & Andriani, 2017) pada 36
pasien menghasilkan 28 pasien memiliki tingkat kualitas hidup rendah dan
dan 8 orang pasien memiliki kualitas hidup yang baik, hal ini dilihat dari
menurunnya kepatuhan pasien dalam menjalani jadwal hemodialisa, (Pusat
Pengendalian dan pencegahan penyakit, 2011) pasien gagal ginjal Kronik
mengalami kualitas hidup kurang baik sebanyak 54 orang (51,4%) karena
kurangnya dukungan sosial untuk HD dan kematian pada pasien yang
menjalani cuci darah selama menurut Indonesia Renal Registery (IRR) tahun
2015 sebanyak 366 orang (87%) sedang pada tahun 2016 mengalami
kenaikan sebanyak 521 orang (83%).
Banyak usaha yang dilakukan untuk mencegah memperburuknya gagal
ginjal kronis seperti diet makanan dan minuman, obat-obatan, hemodialisa
(cuci darah), sampai transpalasi ginjal. Namun berdasarkan penelitian yang
dilakukan Yulinda (2015) tentang kepatuhan pasien gagal ginjal kronis dalam
melakukan kepatuhan diet di Rumah Sakit Telogorejo Semarang menyatakan
bahwa lebih dari separuh (67,7%) responden tidak patuh dan (32,4%)
responden yang patuh dalam menjalani diet dan menurut (Syamsiah, 2011)
di RSUD Sukoharjo ketidakpatuhan mengikuti program diet sebanyak (1,2% -
82,4%).
Faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet adalah sering tidak patuhnya
pasien hemodialis dalam kepatuhan konsumsi diet dan ditambah lagi tidak
adanya pengingat diet menurut penelitian (Syamsiah, 2011) ketidak patuhan
pasien gagal ginjal terhadap restriksi cairan sebanyak (3,4% - 74%),
meskipun pasien sudah mengerti bahwa kegagalan dalam pembatasan
cairan dan makanan dapat berakibat fatal, namun sekitar 50% pasien yag
menjalani terapi hemodialis tidak mematuhi pembatasan cairan yang
direomendasikan (Barnett, Li, pinikahan, & Si, 2017), penelitian di RSUP Dr.
Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2015 pada 60 responden menghasilkan
ternyata asupan energi, protein dan natrium pasien hemodialis tidak
mencukupi kebutuhan sedang asupan cairan melebihi rata-rata atauran diet
yang diberikan. Sekarang ini pengingat diet hanya melalui leatflet atau saran
3

dari dokter, padahal di era globalisasi ini, handphone, tablet atau ipad
merupakan hal yang menjadi kemajuan teknologi di tengah masyarakat.
Masyarakat lebih mudah mengakses informasi dari perangkat tersebut
karena mudah dibawa kemanapun dan bisa diakses kapanpun. Karena hal
inilah yang mencetus peneliti membuat sebuah inovasi kesehatan berbasi
aplikasi android. Melalui aplikasi android ini pasien dan keluarga dapat
dengan mudah mengunduh secara mandiri di playstore.
Berdasarkan hasil inovasi ini, ditemukan bahwa terdapat dampak positif
yang baik oleh pasien dengan memahami informasi yang mereka butuhkan
dengan cara yang mudah dan simpel. Hal ini akan berpengaruh terhadap
peningkatan pengetahuan serta kepatuhan mereka dalam menjaga pola
hidup dan asupan nutrisinya. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin
mempengaruhi kurangnya kepatuhan terhadap diet dan pembatasan asupan
cairan sangat penting bagi petugas layanan kesehatan untuk menerapkan
intervensi dalam rangka meningkatkan kepatuhan ini di antara pasien
(Ramezani et.al, 2018).
Menurut hasil riset sebelumnya penelitian (Fakhrun et al., 2017)) hasil
percobaan menunjukkkan keefektifan aplikasi yang di kembangkan dalam
memeberikan informasi tentang pengontrolan berat badan, asupan gizi
makanan dan kalori yang di butuhkan untuk mereka.
Didukung juga hasil penelitian (Relawati et al., 2018) yang berjudul
Edukasi Pasien Chronic Kidney Disease Berbasis Aplikasi Android. Nilai pre
test dan post test dianalisis menggunakan uji nonparametik Wilcoxon. Hasil
analisis menunjukkan nilai signifikansi 0,001. Kesimpulan penelitian ini
adalah aplikasi berbasis android efektif meningkatkan pengetahuan pasien
gagal ginjal kronis.
Survey yang baru dilakukan pada tanggal 10 Februari 2020 terhadap 10
pasien gagal ginjal kronik di ruang Hemodialis di RSUD Dr.Loekmono Hadi
Kudus, didapatkan 7 orang diantaranya menunjukkan tidak melakukan
anjuran terhadap pembatasan diet makanan dan 3 orang patuh terhadap diet
makanannya dengan arahan dokter pada awal program Hemodialis
menggunakan leatflet. Dari survey yang dilakukan, penulis tertarik untuk
meneliti “Pengaruh Aplikasi Pengingat Diet Dengan Kepatuhan Konsumsi
Diet Pasien Gagal Ginjal Di Kabupaten Kudus”
4

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka perumusan masalah yang tepat
diambil oleh peneliti yaitu “Pengaruh Aplikasi Pengingat Diet Dengan
Kepatuhan Konsumsi Diet Pasien Gagal Ginjal Kronik di Kabupaten Kudus”

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum :
Mengetahui pengaruh aplikasi pengingat diet dengan kepatuhan
konsumsi diet pasien gagal ginjal kronik di kabupaten Kudus.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui tingkat kepatuhan konsumsi diet sebelum dan sesudah
menggunakan pengingat diet dengan aplikasi pengingat diet pada
pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten Kudus pada kelompok
intervensi.
b. Mengatahui tingkat kepatuhan diet sebelum dan sesudah tanpa
menggunakan pengingat diet dengan aplikasi pengingat diet tetapi
menggunakan penkes pada pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten
Kudus pada kelompok kontrol.
c. Mengetahui perbandingan tingkat kepatuhan diet sesudah dan
sebelum menggunakan pengingat diet dengan aplikasi pengingat diet
pada pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten Kudus pada kelompok
intervensi.
d. Mengetahui perbandingan tingkat kepatuhan diet sesudah dan
sebelum tanpa menggunakan pengingat diet dengan aplikasi
pengingat diet pada pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten Kudus
pada kelompok kontrol.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan
tentang pengaruh aplikasi pengingat diet dengan kepatuhan konsumsi
diet pasien gagal ginjal dan juga sebagai penerapan atas ilmu yang telah
didapat selama dibangku perkuliahan.
5

2. Bagi Peneliti Selanjutnya


Memberikan informasi, arahan dan gambaran serta referensi dalam
melakukan penelitian selanjutnya.
3. Bagi Universitas Muhammadiyah Kudus
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bacaan atau
literatur khususnya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus
tentang pengaruh aplikasi pengingat diet dengan kepatuhan konsumsi
diet pasien gagal ginjal.
4. Bagi Kabupaten Kudus
Bagi Kabupaten Kudus, hasil penelitian ini dapat sebagai bahan bagi
tenaga medis untuk melakukan pemantauan diet pasien melalui aplikasi
pengingat diet.
5. Bagi Responden
Khususnya pasien penderita gagal ginjal untuk mempermudah
kepatuhan konsumsi dietnya dengan aplikasi diet dan untuk pasien bukan
gagal ginjal untuk dapat mengetahui informasi tentang gagal ginjal lewat
aplikasi.

E. Keaslian Penelitian
Penelitian yang sejenis dengan judul “Pengaruh Aplikasi Pengingat diet
dengan kepatuhan konsumsi diet pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten
Kudus” belum pernah di teliti sebelumnya. Adapun penelitian sejenis yang
pernah di teliti adalah sebagai berikut.
Tabel 1.1 Keaslian Penelitian
Judul Penyusun Hasil Perbedaan
Edukasi Ambar Hasil analisis Membahas
Pasien Chronic Relawati, Ani menunjukkan nilai tentang edukasi
Kidney Berbasis Syfriati (2018) signifikan 0,001. Setelah pasien gagal ginjal
Aplikasi Android : diberkan adukasi aplikasi dengan aplikasi
Buku Saku android Buku Saku Pasien android
Pasien Dialysis Dialysis rata-rata skor menggunakan buku
pengetahuan responden saku pasien dialysis.
meningkat menjadi 9.36.
Aplikasi Fakhrul Hasil percobaan Membahas
Android Nisa’ul Azizah menunjukkan keefektifan tentang aplikasi
Membantu (2017) aplikasi yang di membantu program
Program Diet kembangkan dalam diet dengan aktivitas
Berbasis Aktifitas memberikan informasi berbasis android.
tentang pengontrolan
berat badan, asupan gizi
makanan dan kalori yang
di butuhkan untuk mereka.
6

F. Ruang Lingkup Penelitian


1. Ruang Lingkup Waktu
Proposal penelitian ini dikerjakan mulai bulan November 2019
Sampai Januari 2020.
2. Ruang Lingkup Tempat
Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Kudus.
3. Ruang Lingkup materi
Materi dalam penelitian ini difokuskan pada kepatuhan konsumsi diet
yang dibantu dengan aplikasi pengingat diet.
4. Ruang Lingkup Responden
Penelitian di fokuskan pada pasien dengan gagal ginjal kronik yang
tidak melakukan diet dengan benar.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Gagal Ginjal Kronik


1. Pengertian
Gagal Ginjal Kronik (GGK) atau chronic kidney disease (CKD) adalah
penurunan fungsi ginjal yang progresif dan irreversibel di mana
kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan
keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga menyebabkan uremia
(Smeltzer & Bare, 2009 dalam Widiany, 2017)
Penyakit ginjal kronik adalah suatu proses patofisiologis dengan
etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang
progresif, dan umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Selanjutnya, gagal
ginjal adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi
ginjal yang ireversibel, pada suatu derajat yang memerlukan terapi
pengganti ginjal yang tetap, berupa dialisis atau transplantasi ginjal
(Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia dalam IRR,
2016).
2. Etiologi
Penyebab penyakit ginjal kronik bervariasi. Penyakit ginjal kronik
dapat disebabkan hipertensi (44%), penyakit diabetik mellitus atau
nefropati diabetik (22%), kelainan bawaan atau Glomerulopati Primer
(8%), Pielonefritis kronik/PNC) (7%), gangguan penyumbatan saluran
kemih atau Nefropati Obstruksi (5%), karena Asam Urat (1%) , penyakit
Lupus (1%) dan penyebab lainnya (8%). (Indonesian Renal Registry,
2015)
Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) tahun 2010
(Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, 2016)
mencatat penyebab gagal ginjal yang menjalani hemodialisa di Indonesia.

7
8

Tabel 2.1
Etiologi Gagal Ginjal Kronis
Penyebab Insiden
Glomerulonefritis 46, 39 %
Diabetes Melitus 18,65 %
Obstruksi dan infeksi 12,85 %
Hipertensi 8,46 %
Sebab lain 13,65 %
Sumber : Pemefri 2010
3. Klasifikasi
Menurut (Suharyanto dan Madjid, 2009 dalam Desita 2010), gagal
ginjal kronis dapat diklasifikasikanberdasarkan sebabnya, yaitu :
Tabel 2.2 Klasifikasi Gagal Ginjal
Klasifikasi Penyakit Penyakit
Penyakit infeksi dan peradangan Pielonefritis kronik Glomerulonefritis
Nefrosklerosis benigna Nefrosklerosis
Penyakit vaskuler hipertesif maligna
Stenosis arteri renalis
Lupus eritematosus sistemik Poliartritis
Gangguan jaringan penyambung nodusa
Sklerosis sistemik progresif
Penyakit ginjal polikistik Asidosis tubulus
Gangguan kongenital dan herediter
ginjal
Diabetes Melitus Gout Disease
Penyakit metabolik
Hipertiroidisme
Penyalahgunaan analgesic Nefropati
Nefropati toksi
timbale
Saluran kemih bagian atas : kalkuli,
neoplasma, fibrosis retroperineal.
Nefropati obstruksi Saluran kemih bagian bawah:
hipertropi prostat, striktur uretra, anomali
leher kandung kemih dan uretra.

Berdasarkan perjalanan klinis, gagal ginjal dapat dibagi menjadi tiga


stadium (Suharyanto dan Madjid, 2009 dalam Desita, 2010), yaitu :
a. Stadium I, dinamakan penurunan cadangan ginjal Selama stadium ini
kreatinin serum dan kadar BUN normal, dan penderita asimptomatik.
Gangguan fungsi ginjal hanya dapat diketahui dengan tes pemekatan
kemih dan tes GFR yang teliti.
b. Stadium II, dinamakan insufisiensi ginjal Pada stadium ini dimana
lebih dari 75 % jaringan yang berfungsi telah rusak. GFR besarnya 25
% dari normal. Kadar BUN dan kreatinin serum mulai meningkat dari
normal. Gejala-gejala nokturia atau seting berkemih di malam hari
sampai 700 ml dan poliuria (akibat dari kegagalan pemekatan) mulai
timbul.
9

c. Stadium III, dinamakan gagal ginjal stadium akhir atau uremia Sekitar
90 % dari massa nefron telah hancur atau rusak, atau hanya sekitar
200.000 nefron saja yang masih utuh. Nilai GFR hanya 10 % dari
keadaan normal. Kreatinin serum dan BUN akan meningkat dengan
mencolok. Gejala-gejala yang timbul karena ginjal tidak sanggup lagi
mempertahankan homeostasis cairan dan elektrolit dalam tubuh,
yaitu: oliguri karena kegagalan glomerulus, sindrom uremik.
Menurut The Kidney Outcomes Quality Initiative (K/DOQI) dalam
Desita, 2010), gagal ginjal kronis dapat diklasifikasikan berdasarkan
tahapan penyakit dari waktu ke waktu sebagai berikut :
Stadium 1 : kerusakan masih normal (GFR > 90 ml/min/1,73 m2)
Stadium 2 : ringan (GFR 60-89 ml/min/1,73 m2)
Stadium 3 : sedang (GFR 30-59 ml/min/1,73 m2)
Stadium 4 : gagal berat (GFR 15-29 ml/min/1,73 m2)
Stadium 5 : gagal ginjal terminal (GFR <15 ml/min/1,73 m2)
Pada gagal ginjal kronis tahap 1 dan 2 tidak menunjukkan tanda-
tanda kerusakan ginjal termasuk komposisi darah yang abnormal atau
urin yang abnormal (Arora, 2009 dalam Desita, 2010).
4. Patofisiologi
Patofisiologi GGK tergantung dari etiologi diagnosisnya, pada
awalnya keseimbangan cairan dan sisa-sisa metabolisme masih
bergantung pada ginjal yang sakit, hingga fungsi ginjal menurun kurang
dari 25%. Mulai muncul manifestasi klinis GGK namun kecil, hal ini
dikarenakan nefron-nefron yang sehat mengambil alih fungsi nefron yang
rusak. Akibat dari nefron yang rusak laju filtrasi, reabsorbsi dan
sekresinya mengalami peningkatan serta hipertrofi. Seiring dengan
bertambahnya nefron yang mati, maka nefron yang masih sehat
menghadapi tugas yang semakin berat. Akibatnya nefron-nefron tersebut
mengalami kerusakan dan akhirnya mati. Seiring dengan semakin
parahnya penyusutan dari nefron, maka terjadinya pembentukan jaringan
parut dan penurunan aliran darah ke ginjal (Corwin, 2010).
Selanjutnya gagal ginjal masuk ke tahap insufisiensi ginjal. Sisa-sisa
metabolisme mulai terakumulasi dalam darah dan akan mengakibatkan
tertimbunnya produk buangan di dalam darah yang tidak dapat
dikeluarkan oleh ginjal. Hal ini dapat mengganggu kerja dari sistem tubuh
10

lainnya. Sistem kerja tubuh yang terganggu akibat gagal ginjal meliputi
sistem gastrointestinal, integumen, hematologi, saraf dan otot,
kardiovaskuler serta endokrin. Pasien GGK sering mengalami manifestasi
klinis yang disebabkan oleh penyakit primer (diabetes mellitus) dan efek
patologis intrinsik uremia. Dari urutan kejadian tersebut dapat
menimbulkan tanda-tanda gejala dan komplikasi pada seluruh sistem
tubuh. Akibat semakin banyaknya sisa-sisa metabolisme yang tidak dapat
dikeluarkan oleh ginjal, maka gejala akan semakin berat. Pasien akan
merasa kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari dan berdampak pada
kualitas hidup pasien (Corwin, 2010).
5. Manifestasi
Pasien dengan penyakit ginjal kronis akan memperlihatkan sejumlah
tanda dan gejala sebagai akibat adanya uremia. Pasien dengan GGK
memperlihatkan gejala dan tanda sistemis berkurangnya fungsi ginjal
seperti anemia, kelebihan volume cairan dan edema (Mubarak, Nurul, &
Joko, 2015).
Menurut pranay (2010), manifestasi klinis yang terjadi :
a. Gastrointestinal : ulserasi saluran pencernaan dan perdarahan.
b. Kardiovaskuler : hipertensi, perubahan EKG, perikarditis, efusi
pericardium, tamponade pericardium.
c. Respirasi : edema paru, efusi pleura, pleuritis.
d. Neuromuskular : lemah, gangguan tidur, sakit kepala, letargi,
gangguan muskular, neuropati perifer, bingung dan koma.
e. Metabolik/ endokrin : inti glukosa, hiperlipidemia, gangguan hormon
seks menyebabkan penurunan libido, impoten dan ammenore.
f. Cairan-elektrolit : gangguan asam basa menyebabkan kehilangan
sodium sehingga terjadi dehidrasi, asidosis, hiperkalemia,
hipermagnesemia, hipokelemia.
g. Dermatologi : pucat, hiperpigmentasi, pluritis, eksimosis, uremia frost.
h. Abnormal skeletal: osteodistrofi ginjal menyebabkan osteomalaisia.
i. Hematologi: anemia, defek kualitas flatelat, perdarahan meningkat.
j. Fungsi psikososial: perubahan kepribadian dan perilaku serta
gangguan proses kognitif.
11

6. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan gagal ginjal dapat dilakukan dengan berbagai cara
diantaranya pengaturan diet, masukan kalori suplemen dan vitamin,
pembatasan asupan cairan, obat-obatan, terapi penggantian ginjal seperti
transplatasi ginjal dan hemodialisa (Muttaqin & Sari, 2011).
Menurut Adenti P. dan Tassa Marita F. (2016) Diet untuk pasien
gagal ginjal ada 3 yang paling utama yaitu :
1. Hindari makanan dengan tambahan garam
2. Pilih makanan dengan potasium rendah
3. Batasi jumlah protein

B. Pengukuran Kepatuhan
Setidaknya terdapat cara-cara yang dapat digunakan untuk mengukur
kepatuhan pada pasien. (Feist 2014).
1. Menanyakan pada petugas klinis
Metode ini adalah metode yang hampir selalu menjadi pilihan terakhir
untuk digunakan karena keakuratan atas estimasi yang diberikan oleh
dokter pada umumnya salah.
2. Menanyakan pada individu yang menjadi pasien
Metode ini lebih valid dibandingkan dengan metode yang
sebelumnya. Metode ini juga memiliki kekurangan, yaitu: pasien mungkin
saja berbohong untuk menghindari ketidaksukaan dari pihak tenaga
kesehatan, dan mungkin pasien tidak mengetahui seberapa besar tingkat
kepatuhan mereka sendiri. Jika dibandingkan dengan beberapa
pengukuran objektif atas konsumsi obat pasien, penelitian yang dilakukan
cenderung menunjukkan bahwa para pasien lebih jujur saat mereka
menyatakan bahwa mereka tidak mengkonsumsi obat.
3. Menanyakan pada individu lain yang selalu memonitor keadaan pasien.
Metode ini juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama, observasi
tidak mungkin dapat selalu dilakukan secara konstan, terutama pada hal-
hal tertentu seperti diet makanan dan konsumsi alkohol. Kedua,
pengamatan yang terus menerus menciptakan situasi buatan dan
seringkali menjadikan tingkat kepatuhan yang lebih besar dari
pengukuran kepatuhan yang lainnya. Tingkat kepatuhan yang lebih besar
ini memang sesuatu yang diinginkan, tetapi hal ini tidak sesuai dengan
12

tujuan pengukuran kepatuhan itu sendiri dan menyebabkan observasi


yang dilakukan menjadi tidak akurat.
4. Melalui kuesioner riset atau penelitian sebelumnya.
Kuesioner atau angket adalah salah satu instrumen yang dapat
digunakan untuk pengukuran kepatuhan. Kuesioner terdiri dari beberapa
pertanyaan atau pernyataan yang berhubungan dengan permasalahan.
Dapat menjaring informasi dalam skala luas dengan waktu yang cepat
dengan tetap terjaga kerahasian pasien. (Sukardi, 2012)

C. Kepatuhan Diet Gagal Ginjal


1. Pengertian diet
Kepatuhan adalah tingkat perilaku pasien yang tertuju terhadap
intruksi atau petunjuk yang diberikan dalam bentuk terapi apapun yang
ditentukan, diet, latihan, pengobatan atau menepati janji pertemuan
dengan dokter (Maryati, 2011).
Menurut Sandjaja dkk (2009) dalam kamus Gizi Pelengkap
Kesehatan Keluarga (2011), diet memiliki arti sebagai pengatur pola dan
konsumsi makan dan minuman yang di larang, dimodifikasi atau
diperbolehkan dengan jumlah tertentu untuk tujuan terapi penyakit yang
diderita, kesehatan, atau penurunan berat badan. Diet berasal dari kata
Romawi yang berarti “gaya hidup”. Akan tetapi masyarakat sudah
beranggapan jauh dari pengertian diet itu sendiri. Konsep diet yang benar
haruslah aman. Diet hanya mengacu pada nutrisi yang di dapatkan setiap
hari. Ada beberapa diet yang di sesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan
spesifik, tidak hanya di gunakan untuk proses penurunan berat badan,
namun diet di gunakan juga untuk menjaga kesehatan tubuh seseorang
pasien walaupun pasien tersebut tidak mengealami obesitas.

D. Faktor Yang Mempengaruhi Diet Gagal Ginjal


1. Dukungan keluarga
Dukungan keluarga yang berupa perhatian, emosi, informasi,
nasehat, motivasi maupun pemahaman yang diberikan oleh sekelompok
anggota keluarga terhadap anggota keluarga yang lain sangatlah
dibutuhkan. Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting yang
mempengaruhi kepatuhan, diharapkan anggota keluarga mampu untuk
13

meningkatkan dukungannya sehingga ketidaktaatan terhadap program


diet yang akan dilaksanakan lebih dapat dikurangi ((Widiany, 2017)).
Hasil penelitian (Sumigar et al., 2015) menunjukkan bahwa dukungan
keluarga baik (84,6%) dengan patuh (93,2%) dan tidak patuh (6,8%) dan
dukungan kurang (15,4%) dengan tidak patuh 62,5%) dan patuh (37,5%)
dan didapatkan nilai p = 0,001. Ini berarti bahwa nilai p lebih kecil dari α =
0.05.
2. Pengetahuan
Pengetahuan kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk
terbentuknya suatu tindakan, perilaku yang didasarkan pengetahuan akan
lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasarkan oleh
pengetahuan. Pasien menggunakan informasi dan keterampilan untuk
membuat keputusan tentang kapan waktu yang tepat untuk dapat
melaksanakan intervensi tertentu (Widiany, 2017) Hasil Penelitian
(Widiany, 2017) menunjukkan hasil yang bermakna antara pengetahuan
dengan kepatuhan diet (p=0,027).
3. Sikap
Sikap pasien merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya perilaku,
maka pasien PGK yang menjalani terapi hemodialisis yang merasa
terancam kesehatannya oleh penyakit yang diderita dan kepercayaannya
terhadap program diet hemodialisis yang diberikan akan memunculkan
sikap baik sehingga cenderung untuk berperilaku patuh (Widiany, 2017)
Hasil penelitian (Widiany, 2017)menunjukkan hasil yang bermakna antara
sikap dengan kepatuhan diet (p=0,045).
4. Perilaku
Perilaku seseorang dapat terbentuk yang dipengaruhi oleh faktor
eksternal (lingkungan fi sik dan non-fi sik dalam bentuk sosial, budaya,
ekonomi, dan politik) dan faktor internal (perhatian, pengamatan,
persepsi, motivasi, fantasi, dan sugesti). Perilaku akan bersifat langgeng
(long lasting) apabila didasari oleh pengetahuan, kesadaran, dan sikap
yang positif (Widiany, 2017)). Hasil penelitian (Widiany, 2017)
menunjukkan hasil yang bermakna antara perilaku dengan kepatuhan diet
(p=0,002).
14

5. Diet pasien gagal ginjal


Fungsi utama ginjal adalah memelihara keseimbangan homeostatic
cairan, elektrolit dan bahan-bahan organik dalam tubuh. Diet khusus
diperlukan jika fungsi ginjal terganggu, yaitu pada penyakit-penyakit
seperti sindroma nefrotik, gagal ginjal akut, penyakit ginjal kronik dengan
penurunan fungsi ginjal ringan sampai dengan berat, penyakit ginjal tahap
akhir yang memerlukan transplantasi ginjal dan batu ginjal. Diet pada
penyakit ginjal ditekankan pada pengontrolan asupan energi, protein,
cairan, elektrolit natrium, kalium, kalsium dan fosfor (Almatsier, 2010).
Diet khusus di perlukan bila fungsi ginjal terganggu, yaitu pada
penyakit-penyakit (1) Gagal Ginjal Akut; (2) Penyakit Ginjal Kronik dengan
penurunan fungsi ginjal ringan sampai dengan berat; (3) Penyakit Ginjal
Tahap Akhir yang memerlukan transplantasi ginjal atau dialisis (Almatsier,
2010).

E. Diet Gagal Ginjal Akut


1. Gambaran Umum
Gagal ginjal akut terjadi karena menurunnya fungsi ginjal secara
mendadak yang terlihat pada penurunan Glomerulo Filtration Rate (GFR)
atau Tes Kliren Kratinin (TKK) dan terganggunya kemampuan ginjal untuk
mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme. Penyakit ini di sertai
oliguria (urin<500 ml/24jam) sampai anuria. Penyebabnya bermacam-
macam, seperti kekurangan cairan tubuh secara berlebihan akibat diare
atau muntah, perdarahan hebat atau trauma pada ginjal akibat
kecelakaan, keracunan obat, dan luka bakar. Pada gagal ginjal akut
terjadi katabolisme protein berlebihan (hiperkatabolisme) yang di
pengaruhi oleh: (1) berat ringannya penyakit; (2) gangguan fungsi ginjal;
(3) status gizi pasien; (4) jenis terapi yang di berikan. Pemberian diet di
sesuaikan dengan keempat hal tersebut. Gejala penyakit dapat disertai
anoreksia, nausea, rasa lelah, gatal, mengantuk, pusing, dan sesak
napas. Dalam keadaan katabolik sedang dan berat, pasien memerlukan
dialisis. Apabila faktor penyebab dapat diatasi, penyakit dapat di
sembuhkan, yang berarti fungsi ginjal kembali normal (Almatsier, 2010).
2. Tujuan Diet Gagal Ginjal Akut
a. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan fungsi ginjal.
15

b. Menurunkan kadar ureum darah.


c. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
d. Memperbaiki dan mempertahankan gizi optimal dan mempercepat
penyembuhan (Almatsier, 2010).
3. Syarat Diet Gagal Ginjal Akut
a. Energi cukup untuk mencegah katabolisme, yaitu 25-35 kkal/kg BB.
b. Protein disesuaikan dengan katabolisme protein, yaitu 0,601,5 g/kg
BB, pada katabolik ringan kebutuhan protein 0,6-1 g/kg BB, katabolik
sedang 0,8-1,2 h/kg BB, dan katabolik berat 1-1,5 g/kg BB.
c. Lemak sedang, yaitu 20-30% dari kebutuhan energi total atau antara
0,5-1,5 g/kg BB. Untuk katabolisme berat dianjurkan 0,8-1,5 g/kg BB.
d. Karbohidrat sebanyak sisa kebutuhan energi setelah di kurangi jumlah
energi yang di peroleh dari protein dan lemak. Apabila terdapat
hipertrigliseridemia, batasi penggunaan karbohidrat sederhana atau
gula murni.
e. Natrium dan kalium di batasi bila ada anuria,
f. Cairan, sebagai pengganti cairan yang keluar melalui muntah, diare,
dan urin +500 ml.
g. Bila kemampuan untuk makan rendah, makanan diberikan dalam
bentuk formula enteral atau parental. Bila diperlukan, tambahan
suplemen asam folat, vitamin B6, vitamin C, vitamin A, vitamin K
(Almatsier, 2010).
4. Jenis Diet dan Indikasi Pemberian
Jenis diet yang diberikan disesuaikan dengan keadaan pasien dan
berat ringannya katabolisme protein. Pada katabolik ringan (keracunan
obat) dapat diberikan makanan per oral dalam bentuk lunak. Pada
katabolik sedang (infeksi, peritonitis) serta katabolik berat (luka bakar,
sepsis) diberikan makanan formula enteral atau parenteral (Almatsier,
2010).
Jenis diet yang diberikan adalah :
a. Diet Gagal Ginjal Akut Lunak
b. Diet Gagal Ginjal Akut Cair
5. Makanan yang di anjurkan
Apabila pasien makan per oral, semua bahan makanan boleh
diberikan; batasi penambahan garam apabila ada hipertensi, edema, dan
16

asites (lihat Diet Rendah Garam), serta batasi makan sayur dan buah
tinggi kalium bila ada hiperkalemia (Almatsier, 2010).

F. Diet Gagal Ginjal Kronik


1. Gambaran Umum
Penyakit Ginjal Kronik (chronic Kidney Disease) adalah keadaan
dimana terjadi penurunan fungsi ginjal yang cukup berat secara perlahan-
lahan (menahun) disebabkan oleh berbagai penyakit ginjal. Penyakit ini
bersifat progresif dan umumnya tidak dapat pulih kembali. Gejala penyakit
ini umumnya adalah tidak ada nafsu makan, mual, muntah, pusing, sesak
nafas, rasa lelah, edema pada kaki an tangan, serta uremia. Apabila nilai
Glomerulo Filtrstion Rate (GFR) atau Tes Kliren Kreatinin (TKK) <25
ml/menit, diberikan Diet Protein Rendah (Almatsier, 2010).
2. Diet Gagal Ginjal Kronik
a. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal dengan
memperhitungkan sisa fungsi ginjal, agar tidak memberatkan kerja
ginjal.
b. Mencegah dan meurunkan kadar ureum darah yang tinggi 9uremia).
c. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.
d. Mencegah atau mengurangi progresivitas gagal ginjal, dengan
memperlambat turunnya laju filtrasi glomerulus (Almatsier, 2010).
3. Syarat Diet
a. Energi cukup, yaitu 35 kkal/kg BB.
b. Protein rendah, yaitu 0,6-0,75 g/kg BB. Sebagian harus bernilai
biologik tinggi.
c. Lemak cukup, yaitu 20-30% dari kebutuhan energy total. Diutamakan
lemak tidak jenuh ganda.
d. Karbohidrat cukup, yaitu kebutuhan energi total di kurangi energi yang
berasal dari protein dan lemak.
e. Natrium dibatasi apabila ada hipertensi, edema, asites, oliguria, atau
anuria. Banyaknya natrium yang di berikan antara 1-3 g.
f. Kalium dibatasi (40-70 mEq) apabila ada hiperkalemia (kalium darah>
5,5 mEq), oliguria, atau anuria.
g. Cairan dibatasi, yaitu sebanyak jumlah urin sehari ditambah
pengeluaran cairan melalui keringat dan pernapasan (± 500 ml).
17

h. Vitamin cukup, bila perlu di berikan suplemen piridoksin, asam folat,


vitamin C, vitamin D (Almatsier, 2010).
4. Jenis Diet Indikasi Pemberian
Ada tiga jenis diet yang diberikan menurut berat badan pasien, yaitu:
a. Diet Protein Rendah 1 : 30 g protein. Di berikan kepada pasien
dengan berat badan 50 kg.
b. Diet Protein Rendah II : 35 g protein. Di berikan kepada pasien
dengan berat badan 60 kg.
c. Diet Protein Rendah III : 40 g protein. Diberikan kepada pasien
dengan berat badan 65 kg.
Karena kebutuhan gizi pasien penyakit ginjal kronik sangat
bergantung pada keadaan dan berat badan perorangan, maka jumlah
protein yang diberikan dapat lebih tinggi atau lebih rendah daripada
standar. Mutu protein dapat ditingkatkan dengan memberikan asam
amino esensial murni (Almatsier, 2010).

G. Aplikasi Pengingat Diet


1. Pengertian
Aplikasi merupakan sistem operasi yang aman dan banyak
menyediakan tools dalam membangun software dan memungkinkan
untuk peluang pengembangan aplikasi. Android bersifat Open Source
Platform dan Free Platform (Nazruddin, 2012)
Pengingat adalah alarm yang memberi tahu pada hari/waktu itu ada
sebuah kegiatan atau hal yang harus dilakukan. Biasanya sebelum
mengatur pengingat menggunakan reminder, dirancang dulu sebuah
jadwal. (David Allen, 2013)
Diet adalah program makanan khusus untuk kesehatan dan biasanya
dilakukan atas petunjuk dokter atau konsultan. Secara umum diet
bermakna sebuah usaha untuk menurunkan berat badan dengan
mangatur pola makan dan mengatur asupan nutrisi tertentu (KBBI, dalam
yankes 2017)
2. Fitur Aplikasi Pengingat Diet (Relawati et al., 2018)
a. Penyakit, sekilas informasi tentang gagal ginjal kronik
b. Diet nutrisi, pembatasan diet nutrisi rendah protein untuk pasien gagal
ginjal kronik berserta contohnya
18

c. Diet cairan, pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik


berserta contohnya
d. Vidio edukasi berbasis animasi diet nutrisi dan cairan
e. Penghitungan GFR, memudahkan untuk mengetahui tingkat
kerusakan ginjal
f. Pengingat jadwal (Reminder), sebagai pengingat jadwal HD, diet, dan
Obat
g. Ultrafiltration (UF), mengtahui riwayat BB dan TD sebelum dan
sesudah hemodialis
h. Profile pasien
3. Kelebihan Aplikasi Pengingat Diet
a. Digunakan dimanapun dan kapanpun karena dikemas dengan cara
yang menarik dan mudah untuk diakases.
b. Dilengkapi fitur yang menarik memberikan manfaat nyata bagi pasien
gagal ginjal kronik dan keluarga.
c. Memberikan informasi yang menarik dan simpel. (Relawati, 2018).
4. Manfaat Aplikasi pengingat diet
a. Dapat membantu perawat dan petugas kesehataan dalam
memberikan informasi kepada pasien dan keluarga tentang nutrisi,
diet, dan pembatasan cairan melalui aplikasi android.
b. Dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, maupun perilaku
masyarakat dalam hidup sehat khususnya pada pasien gagal ginjal
kronik dengan sentuhan modern.
c. Dapat meningkatkan peran masyarakat terhadap peningkatan status
kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat dalam melakukan
penanganan gejala yang timbul oleh gagal ginjal kronik seperti
penanganan pembatasan cairan dan diet nutrisi yang sesuai.
(Relawati, 2018).
5. Kekurangan Aplikasi Pengingat Diet
a. Mendowload aplikasi tersebut menggunakan internet.

H. Penelitian Terkait
1. Pada penelitian yang dilakukan (Relawati et al., 2018) tentang Edukasi
pasien chronic kidney disease berbasis aplikasi android: buku saku
pasien dialysis. Tujuan penelitian agar pasien lebih mudah mengakses
19

informasi tentang gagal ginjal kronik di era teknologi yang semakin


canggih. Selain informasi dasar, peneliti menambahkan beberapa fitur
tambahan yaitu profile, kalkulator perhitungan GFR, reminder harian, dan
pencatatan UF yang akan memudahkan pasien untuk melakukan
pencatatan di handphone. Penjelasan tentang aplikasi berbasis android
ini dilakukan selama dua hari yaitu pada tanggal 15 dan 16 Januari 2018
di ruang Hemodialisa RS PKU Muhammadiyah Gamping. Responden
yang diberikan edukasi sebanyak 30 orang. Nilai pre test dan post test
dianalisis menggunakan uji nonparametik Wilcoxon. Hasil analisis
menunjukkan nilai signifikansi 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah
aplikasi berbasis android efektif meningkatkan pengetahuan pasien gagal
ginjal kronis.
2. Pada penelitian yang dilakukan (Nuswantoro, 2013) tentang aplikasi
diagnosa penyakit ginjal berbasis android. Penderita penyakit ginjal
meningkat dari tahun ke tahun. Dan di Indonesia sendiri khususnya,
penyakit ini biasanya tidak disadari sejak dini oleh banyak orang yang
menderita penyakit ginjal, sehingga menyebabkan keterlambatan
penanganan dan terlanjur berbahaya yang menyebabkan penurunan
fungsi ginjal dan dapat berujung kematian. Oleh karena itu pada
penelitian kali ini dibuat sebuah aplikasi yang menggunakan tahapan
pengembangan sistem metode prototype untuk membantu masyarakat
untuk mengenali sejak dini gejala-gejala dari penyakit ginjal tersebut
dengan meng-inputkan gejala-gejala yang telah disediakan di dalam
aplikasi. Aplikasi ini juga dibuat berbasis android untuk memudahkan
masyarakat dalam penggunaan aplikasi karena dapat digunakan di
smartphone android.
3. Pada penelitian yang di lakukan (Widiany, 2017) tentang Faktor-faktor
yang mempengaruhi kepatuhan diet pasien hemodialisis.
Metode:Penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional ini
dilaksanakan di Unit Hemodialisis RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
pada bulan Maret – Oktober 2016 dengan melibatkan 60 responden.
Variabel dependen adalah kepatuhan diet dan variabel independen
adalah pengetahuan, dukungan keluarga, sikap, dan perilaku. Data
dianalisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil: Analisis
menunjukkan hasil yang bermakna antara pengetahuan dengan
20

kepatuhan diet (p=0,027); dukungan keluarga dengan kepatuhan diet


(p=0,045); sikap dengan kepatuhan diet (p=0,045); dan perilaku dengan
kepatuhan diet (p=0,002).
21

I. Kerangka Teori
Bagan 2.1 Kerangka Teori

Faktor yang
mempengaruhi
kepatuhan diet pasien
gagal ginjal: Kepatuhan diet
1. Pengetahuan
2. Pendidikan
3. Kurangnya dukungan Manfaat
keluarga aplikasi pengingat
4. Sikap pasien dalam diet terhadap
menjalani diet kepatuhan :
5. Kurangnya pengingat A. Meningkatkan
kesadaran,
pengetahuan,
dan perilaku
Aplikasi pengingat diet Kelebihan pasien GGK
Informasi mengenai aplikasi pengingat dengan
diet : sentuhan
CKD
a. Memberikan modern.
Diet nutrisi informasi yang B. Meningkatkan
Diet cairan dikemas secara status
menarik dan kesehatan
Vidio edukasi berbasis cepat individu,
animasi b. Mudah diakses keluarga, dan
kapanpun dan masyarakat
Penghitungan GFR dimanapun dalam
c. Dilengkapi fitur penanganan
Pengingat jadwal gejala GGK
yang lengkap
(Reminder)
- Judul, isi, hari, waktu,

Ultrafiltration
Menyebabkan
Profile pasien kepatuhan diet

Sumber :
(Nuswantoro, 2013), (Relawati et al., 2018), (Widiany, 2017)
Keterangan :
Variabel yang di teliti :

Variabel yang tidak di teliti :


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Variabel Penelitian
Variabel adalah ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota
suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain
(Notoatmodjo, 2010).
Variabel penelitian dibedakan menjadi 2 macam yaitu variabel terikat
dan variabel bebas (Sugiyono, 2010).
1. Variabel Bebas (Independent Variable)
Variabel independen merupakan variabel yang menjadi sebab
perubahan atau timbulnya variabel dependen. Variabel ini dikenal dengan
nama variabel bebas artinya bebas dalam mempengaruhi variabel lain.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah aplikasi pengingat diet
2. Variabel Terikat (Dependent Variable)
Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi
akibat karena variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah
kepatuhan konsumsi diet pada pasien gagal ginjal kronis di Kabupaten
Kudus.

B. Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian berarti jawaban sementara penelitian yang
kebenarannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut, dikatakan
sementara karena jawaban yang diberikan baru berdasarkan pada teori dan
belum menggunakan fakta atau data (Riyanto, 2011).
Hipotesis alternative (Ha) merupakan hipotesis yang menyatakan ada
hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain atau hipotesis yang
menyatakan ada perbedaan sesutu kejadian antara kedua kelompok
(Riyanto, 2011).
Hipotesis nol (Ho) merupakan hipotesis yang menyatakan tidak ada
hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain atau hipotesis yang
menyatakan tidak ada perbedaan sesuatu kejadian antara kedua kelompok
(Riyanto, 2011)
Ha : Ada pengaruh aplikasi pengingat diet terhadap kepatuhan konsumsi diet

22
23

pada pasien gagal ginjal kronis di Kabupaten Kudus


Ho : Tidak pengaruh pengaruh aplikasi pengingat diet terhadap kepatuhan
konsumsi diet pada pasien gagal ginjal kronis di Kabupaten Kudus

C. Kerangka Konsep
Kerangka konsep adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep
yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan
dilakukan (Notoatmodjo, 2010).
Berdasarkan ruang lingkup penelitian dan teori yang telah diuraikan,
maka kerangka konsep penelitian adalah sebagai berikut :
Bagan 3.1 Kerangka Konsep
Variabel Independent Variabel Dependent

Kepatuhan konsumai diet


Aplikasi pengingat diet pada pasien gagal ginjal di
Kabupaten Kudus

D. Rancangan Penelitian
1. Jenis Penelitian
Rancangan penelitian ini menggunakan Jenis penelitian Quasy
Ekperimental, desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat
berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang
mempengaruhi pelaksanaan eksperiment (Notoadmodjo, 2010).
Dalam rancangan ini, kelompok eksperimental diberi perlakuan yaitu
aplikasi pengingat diet. Untuk kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan
apapun. Pada kelompok eksperimental dan kontrol diawali dengan pre
test (pengukuran awal) kepatuhan konsumsi diet gagal ginjal dan setelah
pemberian perlakuan diadakan pengukuran kembali (post tes) .
Kepatuhan melakukan konsumsi diet gagal ginjal. Rancangan penelitian
sebagaimana pada gambar 3.1.
Gambar 3.1 Desain Penelitian
K-Intervensi O1 X1 O2 Y1 =
(O1:O2)
K-Kontrol O3 X0 O4 Y2 =
(O3:O4)
24

Keterangan :
O1 dan O3 : Observasi awal pengambilan data awal (pre test)
O2 dan O4 : Post Test pengambilan data awal dengan dan
tanpa menggunkan aplikasi pengingat diet
Y1 : Hasil Perbandingan dari Pre test dan Post Test
pada Kelompok Intervensi (kelompok yang
menggunakan aplikasi pengingat diet)
Y2 : Hasil Perbandingan dari Pre test dan Post Test
pada Kelompok Kontrol (kelompok yang tanpa
menggunakan aplikasi pengingat diet tetapi
menggunakan penkes)
X1 : Perlakuan kelompok intervensi menggunkan
aplikasi pengingat diet

X0 : Perlakuan kelompok kontrol menggunakan penkes


tentang diet gagal ginjal

K- Kontrol : Kelompok Kontrol (kelompok yang tidak digunkan


sebagai sumber data)
K-Intervensi : Kelompok Intervensi (kelompok yang digunakan
sebagai sumber data)
2. Metode Pengumpulan Data
a. Jenis data
Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa :
1) Data primer
Data primer atau data tangan pertama adalah data yang
diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan
alat pengukuran atau alat pengambilan data langsung pada
subjek debagai sumber informasi yang dicari (Azwar, 2012).
Dalam penelitian ini data primer berupa kepatuhan konsumsi diet
pasien dengan gagal ginjal kronis di Kabupaten Kudus diperoleh
menggunakan kuesioner dan pelaksanaan aplikasi pengingat diet
dengan menggunakan lembar obsevasi.
2) Data sekunder
Data sekunder atau data tangan kedua adalah data yang
diperoleh dari pihak lain, tidak langsung diperoleh oleh peneliti
dari subjek penelitiannya. Data sekunder biasanya berwujud data
dokumentasi atau data laporan yang telah tersedia (Azwar, 2012).
25

Data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari: Masyarakat


Kabupaten Kudus berupa data jumlah pasien CKD yang akan
menjadi subjek penelitian.
b. Teknik pengumpulan data
Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan pada subjek
yang diperlukan dalam suatu penelitian. Rencana pengumpulan data
pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Penelitimeminta surat permohonan dari Universitas
Muhammadiyah Kudus untuk melakukan ijin penelitian.
2) Peneliti mengajukan ijin Ke Ketua RT di Wilayah Kabupaten
Kudus untuk melakukan research.
3) Peneliti melakukan kunjungan ke rumah pasien CKD dan
memperkenalkan diri untuk memulai penelitian
4) Selanjutnya peneliti memberikan informed consent kepada
responden untuk menjadi responden penelitian.
5) Setelah bersedia menjadi responden, kemudian
kelompok perlakuan diberikan tentang aplikasi pengingat diet.
6) Hasil eksperiment pada responden setelah terkumpul sesuai
dengan besar sampel dilakukan pengolahan serta menganalisis
data yang telah diperoleh.
3. Populasi Penelitian
Populasi merupakan keseluruhan atribut, dapat berupa manusia,
objek, atau kejadian yang menjadi fokus penelitian yang mempunyai
kualitas karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010).
Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan gagal ginjal di
Kabupaten Kudus. Populasi diambil dari Jumlah pasien di RSUD DR.
Loekmono Hadi Kudus pada bulan Februari 2020, yaitu sebanyak 40
pasien.
4. Teknik pengambilan sampel
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sempel.
Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian
(Sugiyono, 2010).
Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokan menjadi dua
yaitu Probability Sampling dan Non Probability Sampling. Probability
26

sampling meliputi, sampel random, proporstionate stratified random,


disproportionate stratified random, dan area random. Nonprobability
sampling meliputi,sampling sistematis, sampling kuota, sampling
incidental, purposive sampling, sampling jenuh, snowball sampling, dan
sensus (Sugiyono, 2010).
Teknik sampling Non Probability yang digunakan berupa purposive
sampling. purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber
data dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010).
5. Sampel Penelitian
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010).
Sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan gagal ginjal di
Kabupaten Kudus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi tersebut
dibawah ini, yaitu :
a. Kriteria Inklusi
1) Pasien dengan gagal ginjal dalam kondisi sadar
2) Pasien gagal ginjal tidak disertai penyakit menular
3) Pasien yang hanya menjalankan perawatan hemodialisa.
b. Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi adalah kriteria dimana subjek tidak dapat
mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel
penelitian karena ada hambatan, Kriteria eksklusi dalam penelitian ini
adalah :
1) Pasien mengalami gangguan jiwa
2) Pasien disertai penyakit menular
3) Pasien yang mengalami perburukan kondisi
4) Pasien yang diluar ruang hemodialisa.
Menurut Notoatmodjo (2010), dalam menentukan besar sampel
untuk skala untuk skala kecil (< 10.000) dapat menggunakan rumus
sebagai berikut:

N
n=
1+ N ¿ ¿

Keterangan:
n = Besar sampel yang digunakan dalam penelitian = 40
27

N = Besar populasi dalam penelitian


d = Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan = 0,1
1 = Angka mutlak
N
n=
1+ N ( d )2
40
¿
1+ 40 ( 0,1 )2
40
¿
1+40 ( 0,01 )
40
¿
1+0,4
40
¿
1,4
¿28,5
¿ 28
Jadi Jumlah Sampel yang digunanakan adalah 28 responden,
dengan 14 responden sebagai Kelompok Intervensi dan 14 responden
sebagai kelompok Kontrol.

E. Definisi Oprasional Variabel


Tabel 3.1 Definisi Operasional
Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Kategori Skala
Variabel
Independen
Aplikasi Pemberian Informasi Lembar jika total skor hasil Nominal
pengingat tentang diet pasien gagal observasi penjumlahan
diet ginjaldengan menggunakan Lembar Observasi :
alat bantu media aplikasi 1. Diberikan
pengingat diet yang Edukasi sesuai
terdapat jenis makanan dengan SOP
yang dikonsumsi, makanan 2. Tidak diberikan
yang tidak boleh Edukasi Sesuai
dikonsumsi dan akan dengan SOP
dievaluasi selama 6 hari
Variabel
Dependent
kepatuhan tindakan yang Kuisioner jika total skor hasil Ordinal
diet dilakukan oleh penjumlahan
pasien gagal ginjal dalam Lembar observasi :
pada pasien mengontrol makanan 1. Patuh Jika Nilai
gagal ginjal yang dimakan dan pola 11-20
makan sehari-hari seperti 2. Tidak Patuh jika
makanan apa saja yang Nilai 0-10
boleh dimakan, makanan
yang harus dihindari
sesuai panduan pada
buku saku pasien dialisis.
F. Instrumen Penelitian Dan Cara Pengumpulan Data
28

1. Instrumen penelitian
Instrument penelitian adalah alat- alat yang digunakan untuk
pengumpulan data (Notoatmodjo, 2010). Dalam penelitian ini
menggunakan instrument berupa lembar observasi yang dibuat oleh
peneliti berdasarkan acuan bab 2 adapun uraian dari lembar observasi
adalah sebagai berikut :
a. Instrumen A digunakan untuk mengetahui karakteristik responden
(Umur, jenis kelamin, pekerjaan).
b. Instrumen B lembar observasi digunakan untuk mengetahui
Pemberian aplikasi pengingat diet oleh petugas kesehatan terdiri dari
10 item pertanyaan tertutup dengan alternatif jawaban, Ya dan tidak,
dengan pertanyaan positif.
c. Instrumen penelitian C digunakan untuk mengetahui kepatuhan diit
gagal ginjal, terdiri dari 20 pertanyaan tertutup dengan alternatif
jawaban : Ya dan tidak dengan model pertanyaan positif dan negatif.
Pertanyaan Positif terdapat pada poin pertanyaan
1,4,7,8,9,10,12,13,14,16,18,19,20 dan pertanyaan negatif pada poin
pertanyaan 2,3,5,6,11,15 dan 17.
Kuisioner dalam penelitian ini akan dilakuakan uji validitas dan
reliabilitas seperti dibawah ini:
d. Uji Validitas
Validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya
suatu butir pertanyaan. Skala butir pertanyaan disebut valid, jika
melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur yang
seharusnya diukur (Sunyoto, 2011).
Untuk menguji validitas maka dilakukan uji korelasi antar skor (nilai)
tiap item pertanyaan dengan skor total kuesioner tersebut. Bila item
pertanyaan mempunyai korelasi yang bermakna (construct validity)
dengan skor total instrument maka kuesioner dinyatakan valid
(Notoatmodjo, 2010). Pada penelitian ini kuisioner yang akan
dilakukan uji validitas adalah kuisioner kepatuhan diit gagal ginjal. Uji
validitas pada penelitian ini menggunakan uji statistik korelasi
Pearson Product Moment, dengan rumus sebagai berikut:
n( XY )  ( X )( Y )
rxy 
 n( X 2
)  (  X ) 2 n(  Y 2 )  (  Y ) 2 
29

Keterangan:
r = koefisien korelasi
∑x = jumlah skor item
∑y = jumlah skor total (item)
xy = jumlah skor total responden kali tiap pertanyaan
n = jumlah responden
Berdasarkan jumlah responden, instrument dinyatakan valid bila
didapatkan nilai rhitung lebih besar dari rtabel (0.361) pada taraf
signifikansi 5% (Sugiyono, 2010). Uji validitas kuesioner dilakukan di
Kabupaten Jepara dengan jumlah responden sebanyak 20 responden
dengan taraf signifikan 0,05 maka rtabel di peroleh 0,423.
e. Uji Reliabilitas
Menurut Arikunto (2010), reliabilitas adalah suatu instruksi yang
dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data,
karena instrument tersebut sudah baik. Uji reliabilitas menggunakan
rumus alpha.Instrument dinyatakan reliable jika mempunyai nilai
minimum 0,623 atau ≥ 0.60 sampai mendekati angka 1 dan nilainya
positif.Reliabilitas disini menunjukkan tingkat konsistensi dan
stabilitas dari data berupa skor hasil persepsi suatu variabel, baik
variabel bebas maupun variabel terikat (Sunyoto, 2011). Secara
matematis besarnya reliabilitas dirumuskan (Riwidikdo, 2011) sebagai
berikut:
Keterangan:

 k    b 
2

r11   1  
 k  1  Vt 2 
r11 = reliabilitas instrument
k = jumlah item dari instrument
∑ab2 = mean skor total
Vt2 = varian total

G. Tehnik Pengolahan Data Dan Analisis Data


1. Tehnik Pengolahan Data
a. Memeriksa (Editing)
30

Editing dilakukan dengan cara memeriksa kebenaran jawaban


dari responden yang ada pada kuesioner. Editing dilakukan pada
tahap pengumpulan data.
b. Coding (memberi tanda kode)
Koding merupakan kegiatan pemberian kode numeric (angka)
terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori.
c. Entry Data
Entry data dilakukan dengan cara setelah pemberian kode,
selanjutnya memasukkan data ke dalam data base komputer untuk
kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau tabel
kontigensi.
d. Tabulasi (pengumpulan data)
Tabulasidibuat peneliti dalam bentuk tabel yang berisi tentang
distribusi frekwensi dan prosentase.
2. Teknik Analisa Data
Analisa hasil penelitian ini akan menganalisis pengaruh Aplikasi
pengingat Diet terhadap kepatuhan konsumsi diet pada pasien gagal
ginjal kronis di Kabupaten Kudus. Analisa nyata yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat.
a. Analisis Univariat
Analisa univariat yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil
penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan
distribusi frekuensi dan presentase dari tiap variabel (Notoatmodjo,
2010). Analisa univariat pada penelitian adalah pemberian Aplikasi
Pengingat Diet dan kepatuhan konsumsi diet pasien dengan gagal
ginjal kronis.
Rumus analisa univariat :

Keterangan :
f : Frekuensi yang dihasilkan
N : Jumlah seluruh sample
b. Analisa Bivariat
Analsis bivariat yaitu analisis data yang dilakukan pada dua
variabel yang diduga mempunyai hubungan atau korelasi
31

(Notoatmodjo, 2010). Analisa bivariat dalam penelitian ini adalah


untuk mengetahui pengaruh Aplikasi Pengingat Diet terhadap
kepatuhan konsumsi diet pasien gagal ginjal kronis di Kabupaten
Kudus. Data yang terkumpul dalam penelitian ini akan dilakukan uji
normalitas data, apabila didapatkan data normal, maka data akan
dilakukan uji statistik dengan uji statistik non parametrik wilcoxon.
Menggunakan Uji Wilcoxon karena dapat menganalisis hasil-
hasil yang berpasangan dari dua data apakah berbeda atau tidak. Uji
Wilcoxon ini digunakan untuk tipe data yang bertipe nominal dan
ordinal. Dengan syarat sampel pasien hemodialisa yang melakukan
cuci darah di Kabupaten Kudus dapat membaca dan menggunakan
android. Uji Wilcoxon di bantu dengan Komputerisasi.
Uji hipotesis :
H0 : d = 0 (tidak ada perbedaan diantara dua perlakuan yang
diberikan)
H1 : d ≠ 0 (ada perbedaan diantara dua perlakuan yang diberikan)
Dengan d menunjukkan selisih nilai antara kedua perlakuan.
Dengan rumus :

Dimana :
N = banyak data yang berubah setelah diberi perlakuan berbeda
T = jumlah renking dari nilai selisih yng negative (apabila
banyaknya selisih yang positif lebih banyak dari banyaknya selisih
negatif) / jumlah ranking dari nilai selisih yang positif (apabila
banyaknya selisih yang negatif > banyaknya selisih yang positif)
Daerah kritis
H0 ditolak jika nilai absolute dari Z hitung diatas > nilai Z 2 / α
 

H. Etika Penelitian
Dalam melakukan penelitian, peneliti menekankan pada masalah etika
menurut Hidayat (2011), meliputi :
32

1. Lembar Persetujuan (Informed Concent)


Untuk menghindari suatu keadaan atau hal-hal yang tidak diinginkan,
maka yang menjadi responden adalah pasien yang benar-benar setuju
menjadi responden dengan menandatangani lembar persetujuan
(Informed Concent). Apabila subjek menolak untuk diteliti maka peneliti
tidak akan memaksa dan akan menghormati hak-haknya.
2. Tanpa Nama ( Anonimity)
Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak akan
mencantumkan nama responden pada lembar pengumpulan data, lembar
tersebut hanya diberi kode tertentu.
3. Kerahasiaan (Confidentiality)
Informasi yang diberikan responden serta semua data yang
terkumpul dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hal ini tidak
dipublikasikan untuk diberikan kepada orang lain tanpa seizin responden.

I. Jadwal Penelitian
Terlampir
33

J. ALUR PENELITIAN
Bagan 3.2 Alur Penelitian

Popolasi
N = 28 Responden

1-14 15-28
Sempel Kelompok Intervensi Sempel Kelompok kontrol
N1 = 14 Responden N2= 14 Responden

Pengukuran kepatuhan diet pada


pasien gagal ginjal kronis di Pengukuran kepatuhan diet
Kabupaten Kudus (Kelompok pada pasien gagal ginjal di
Intervensi) Sebelum diberikan Kabupaten Kudus (Kelompok
aplikasi pengingat diet Kontrol)

Pemberian Aplikasi Pengingat diet


pada pasien gagal ginjal kronis di
Kabupaten Kudus selama 2-4 hari

Pengukuran kepatuhan diet pada


pasien gagal ginjal kronik di
Kabupaten Kudus setelah
Pengukuran kepatuhan
diberikan aplikasi pengingat diet diet

Analisa Data

Pengajian Data
BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum
Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kabupaten Kudus. Kabupaten Kudus
adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Ibu kota kabupaten ini
adalah Kota Kudus, terletak di jalur pantai timur laut Jawa Tengah antara
Kota Semarang dan Kota Surabaya. Kota ini berjarak 51 kilometer dari timur
Kota Semarang.
Kabupaten Kudus terdiri dari 9 kecamatan, 9 kelurahan dan 123 desa.
Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 832.681 jiwa dengan luas
wilayah 425,15 km² dan sebaran penduduk 1.958 jiwa/km². Pusat
pemerintahan berada di Kecamatan Kota Kudus. Penelitian ini dilakukan di
beberapa wilayah, yaitu: Kec. Kota Kudus, Kec. Bae, Kec, Dawe, Kec.
Gebog, Kec. Kaliwungu, Kec. Mejobo dan Kec. Jekulo.
Penelitian dilakukan selama kurang lebih 1 minggu pada tanggal 20 juli
2020 s.d 25 juli 2020 dengan judul “Pengaruh Aplikasi Pengingat Diet dengan
Kepatuhan Konsumsi Diet pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Kabupaten
Kudus”.
Proses penelitian dimulai dari pemilihan sampel awal menggunakan
tehnik purposive sampling didapatkan pasien gagal ginjal yang memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi, yaitu sebanyak 28 responden dengan 14
responden sebagai kelompok kontrol dan 14 responden sebagai kelompok
intervensi. Pertama, peneliti melakukan skrining kepatuhan diet terlebih
dahulu dengan memberikan kuesioner tentang kepatuhan diet kepada
responden, setelah dapat semua, kemudian peneliti melanjutkan dengan
pemberian pengingat diet menggunakan penkes pada kelompok kontrol dan
pengingat diet menggunkan aplikasi pengingat diet kepada kelompok
intervensi. Setelah berlangsung kurang lebih 1 minggu, peneliti kembali
memberikan kuesioner untuk mengetahui perbedaan dari kepatuhan diet
sebelum melakukan kuesioner. Kemudian data diolah dengan bantuan
komputerisasi dan diuji stastistika menggunakan uji Wilcoxon.
Penelitian ini dilakukan karenakan banyak penderita gagal ginjal yang
belum mengetahui tentang pentingnya menjaga diet, akan tetapi dengan

34
35

kemajuan teknologi yang ada saat ini perlu di berikan pada pasien dalam
bentuk media aplikasi android yang dapat di jangkau penderita.

B. Karakteristik Responden
1. Usia Responden
Tabel 4.1
Distribusi Usia Responden Gagal Ginjal Kronik
di wilayah Kabupaten Kudus

Usia Frekuensi Presentase (%)


<29 2 7.1
30-39 7 25.0
40-49 13 46.4
50-59 3 10.7
>60 3 10.7
Total 28 100.0
Sumber: Data Primer, 2020
Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa responden berumur <29
berjumlah 2 orang (7.1%), 30-39 berjumlah 7 orang (25.0%), 40-49
berjumlah 13 orang (46.4%), 50-59 berjumlah 3 orang (10.7%), dan >60
berjumlah 3 orang (10.7%).
2. Jenis Kelamin Responden
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Responden Gagal Ginjal
Kronik di wilayah Kabupaten Kudus

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)


Laki-laki 17 60.7
Perempuan 11 39.3
Total 28 100.0
Sumber: Data Primer, 2020
Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa responden berjenis
kelamin laki-laki lebih banyak yaitu sebanyak 17 orang (60,7%), dan
responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 11 orang (39.3%).
3. Pendidikan Responden
Tabel 4.3
Distribusi Pendidikan Responden Gagal Ginjal Kronik di wilayah
Kabupaten Kudus
Pendidikan Frekuensi Persentase (%)
Perguruan Tinggi 5 17.9
SMP 8 28.5
SMA 15 53.6
Total 28 100.0
36

Sumber: Data Primer, 2020


Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa sebagian besar
responden berpendidikan SMA yaitu sebanyak 15 orang (53.6%), dan
sebagian kecil berpendidikan Perguruan Tinggi yaitu sebanyak 5 orang
(17.9%).

C. Analisa Univariat
1. Kepatuhan Konsumsi Diet Pasien Gagal Ginjal Kronik di Kabupaten
Kudus Sebelum dan sesudah diberikan Aplikasi Pengingat Diet pada
kelompok kontrol.
Tabel 4.4
Distribusi Frekuensi Kepatuhan Konsumsi Diet pasien Gagal
Ginjal Kronik di Kabupaten Kudus sebelum dan sesudah
diberikan Aplikasi Pengengiat Diet pada kelompok kontrol.

Kepatuhan Diet Kelompok kontrol


Gagal Ginjal sebelum sesudah
F % F %
Patuh 4 14.3 6 21.4
Tidak Patuh 10 35.7 8 28.6
Total 14 50.0 14 50.0
Sumber: Data Primer, 2020
Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa Distribusi Frekuensi
Kepatuhan Konsumsi Diet pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten kudus
sebelum diberikan Aplikasi Pengingat Diet pada kelompok kontrol ada
sebanyak 10 responden (35.7%) yang tidak patuh diet dan 4 responden
(14.3%) yang patuh, sedang sesudah diberikan aplikasi pengingat diet
sebanyak 8 responden (28.6%) tidak patuh dan 6 responden (21.4%)
patuh dengan diet gagal ginjal kronik.
2. Diet Pasien Gagal Ginjal Kronik di Kabupaten Kudus Sebelum dan
sesudah diberikan Aplikasi Pengingat Diet pada kelompok
intervensi.
Tabel 4.5
Distribusi Frekuensi Kepatuhan Konsumsi Diet pasien Gagal
Ginjal Kronik di Kabupaten Kudus sebelum dan sesudah
diberikan Apliaksi Pengingat Diet pada kelompok intervensi.
Kepatuhan Diet Gagal Kelompok intervensi
Ginjal sebelum sesudah
F % F %
Patuh 3 10.7 9 32.1
Tidak Patuh 11 39.3 5 17.9
37

Total 14 50.0 14 50.0


Sumber: Data Primer, 2020
Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa distribusi frekuensi
kepatuhan konsumsi diet pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten Kudus
kelompok intervensi sebelum diberikan aplikasi pengingat diet sebanyak
11 orang (39.3%) yang tidak patuh dengan diet pasien gagal ginjal kronik
dan 3 orang (10.7%) patuh dengan diet gagal ginjal, sedang sesudah
diberikan aplikasi pengingat diet ada sebanyak 9 orang (32,1%) yang
mempunyai kepatuhan diet gagal ginjal dan sebanyak 6 orang (17.9%)
yang tidak patuh melakukan diet gagal ginjal.

D. Analisa Bivariat
1. Perbedaan kepatuhan Diet Gagal Ginjal Kronik sebelum dan
sesudah diberikan Aplikasi Pengingat Diet pada Kelompok Kontrol
dan Intervensi.
Tabel 4.6
Hasil Analisis Pengaruh Aplikasi Pengingat Diet dengan
Kepatuhan Konsumsi Diet pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di
Kabupaten Kudus
Kepatuhan Diet Kontrol P
Gagal Ginjal Sebelum Sesudah
f % F %
Patuh 4 14.3 6 21.4 0
Tidak Patuh 10 35.7 8 28.6 ,004
Total 14 50.0 14 50.0
Kepatuhan Diet Intervensi P
Gagal Ginjal Sebelum Sesudah
f % F %
Patuh 3 10.7 9 32.1 0
Tidak patuh 11 39.3 5 17.9 ,001
Total 14 50.0 14 50.0
Sumber: Data Primer, 2020
Berdasarkan tabel 4.6 bahwa ada peningkatan kepatuhan diet gagal
ginjal pada kelompok kontrol, sebelum diberikan aplikasi pengingat diet
sebanyak 4 responden (14.3%) yang patuh dengan diet gagal ginjal
setelah diberikan aplikasi pengingat diet sebanyak 6 responden (21.4%)
yang patuh dengan diet gagal ginjal. Hasil Uji Wilcoxon p=0.004 (p<0.05)
yang berarti Ho diterima, tidak terdapat berbedaan kecemasan sebelum
dan sesudah aplikasi pengingat diet.
Pada kelompok intervensi terjadi peningkatan kepatuhan diet gagal
ginjal sebelum diberikan Aplikasi Pengingat Diet yaitu sebanyak 3
38

responden (10.7%) yang patuh pada diet gagal ginjal sedangkan sesudah
diberikan aplikasi pengingat diet pada kelompok intervensi yaitu
sebanyak 9 responden (32.1%) yang patuh dengan diet gagal ginjal
terjadi peningkatan yang signifikan. Setelah dilakukan uji statistic
(Wilcoxon) didapatkan p=0,001 (p<0,05), dengan demikian maka Ha
diterima dan Ho ditolak yang berarti ada pengaruh aplikasi pengingat diet
terhadap kepatuhan konsumsi diet pada pasien gagal ginjal kronik di
Kabupaten Kudus.
BAB V
PEMBAHASAN

A. Karakteristik Responden
1. Usia responden
Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa responden berumur <29
berjumlah 2 orang (7.1%), 30-39 berjumlah 7 orang (25.0%), 40-49
berjumlah 13 orang (46.4%), 50-59 berjumlah 3 orang (10.7%), dan >60
berjumlah 3 orang (10.7). Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh (Kamaluddin, 2009) dengan judul analisis
faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan konsumsi diet pada pasien
gagal ginjal kronik dengan hemodialisis di RSUP Prof. Dr. Margono
Soekarjo Purwokerto. Dimana umur responden terbanyak yaitu > 40
tahun dengan jumlah 19 orang (54,3%)
Hal ini disebabkan karena umur merupakan salah satu faktor yang
dapat mempengaruhi perilaku seseorang, sedangkan dalam kepatuhan
umur termasuk dalam salah satu komponen dari faktor pasien yang
mampu mempengaruhi kepatuhan seseorang menurut Siagian (2010).
Saat penelitian berlangsung , peneliti mengamati kategori usia 40-49
tahun cenderung mengalami ketidak patuhan terhadap diet gagal ginjal.
Menurut peneliti, pada usia tersebut responden menginginkan hidup
seperti orang normal dalam kesehariannya. Sehingga mengabaikan diet
gagal ginjal yang harus dilakukan. Berbeda dengan responden 30-39
tahun, terlihat masih menjalankan diet gagal ginjal demi kesehatannya.
2. Jenis kelamin reponden
Beradasarkan tebel 4.2 menunjukkan bahwa responden berjenis
kelamin laki-laki lebih banyak yaitu sebanyak 17 orang (60,7%), dan
responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 11 orang (39.3%).
penelitian ini menunjukkan bahwa laki –laki jauh lebih beresiko terkena
penyakit gagal ginjal kronik daripada perempuan, Hasil penelitian ini
didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Mailani & Andriani, 2017)
dengan judul hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada
pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Dimana jenis
kelamin laki-laki lebih banyak dengan jumlah 22 orang (61,1%) dan

39
40

perempuan 14 orang (38,9%).


Jenis kelamin berkaitan dengan peran kehidupan dan perilaku yang
berbeda antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Menurut
peneliti, dalam menjaga kesehatan bisanya kaum perempuan yang lebih
menjaga kesehatan dibandingkan dengan laki-laki, pola makan yang tidak
teratur dan sebagian besar laki-laki suka mengkonsumsi minuman
beralkohol serta pada laki-laki juga memiliki kadar kreatinin yang lebih
tinggi dari pada perempuan. Hal ini dibuktikan dengan pengakuan
responden laki-laki 8 dari 11 orang pekerjaannya wirasuwasta sering
mengbaikan diet dan pola makannya
3. Pendidikan responden
Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa sebagian besar
responden berpendidikan SMA yaitu sebanyak 15 orang (53.6%), dan
sebagian kecil berpendidikan Perguruan Tinggi yaitu sebanyak 5 orang
(17.9%). Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh
(Anita & Novitasari, 2014) keptuhan pembatasan asupan cairan terhadap
lama menjalani hemodialisa. Dimana pendidikan terakhir dari responden
yaitu SMA dengan jumlah 32 orang (53,3%).
Tingkat pendidikan memang tidak secara langsung mempengaruhi
penyakit yang diderita responden, namun tingkat pendidikan
mempengaruhi cara berfikir responden. Menurut peneliti tingkat
pendidikan yang tinggi dengan penghasilan yang lebih besar cenderung
lebih berhati-hati dalam bidang kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan
banyaknya responden berpendidikan SMA yang patuh dengan diet gagal
ginjal sebanyak 8 responden dan mengalami peningkatan kepatuhan diet
menjadi 11 orang.

B. Kepatuhan Konsumsi Diet Pasien Gagal Ginjal Kronik di Kabupaten


Kudus Sebelum dan Sesudah diberikan Aplikasi Pengingat Diet
1. Kepatuhan Konsumsi Diet Pasien Gagal Ginjal Kronik di Kabupaten
Kudus Sebelum dan sesudah diberikan Aplikasi Pengingat Diet pada
Kelompok Kontrol.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi
kepatuhan konsumsi diet pasien gagal ginjal di Kabupaten Kudus
sebelum diberikan aplikasi pengingat diet pada kelompok kontrol ada
41

sebanyak 4 responden (14.3%) patuh dan 10 responden (35.7%) yang


tidak patuh diet, sedang sesudah diberikan aplikasi pengingat diet
sebanyak 8 responden (28.6%) tidak patuh dan 6 responden (21.4%)
patuh dengan diet gagal ginjal kronik.
Kepatuhan konsumsi diet pasien merupakan suatu perubahan
perilaku yang positif dan diharapkan, sehingga proses kesembuhan
penyakit lebih cepat dan terkontrol. Pengaturan diet yang seumur hidup
bagi pasien gagal ginjal menjadi sesuatu yang sangat membosankan dan
menjemukan, jika dalam diri pasien tidak timbul pengertian dan
kesadaran yang kuat dalam menjaga kesehatannya. Perubahan perilaku
diet bagi pasien gagal ginjal yang diharapkan adalah mau melakukan
perubahan pada pola makannya dari yang tidak teratur menjadi diet yang
terencana (Sintowati, 2013).
Peneliti berpendapat bahwa sebelum diberikan edukasi diet, tingkat
kepatuhan konsumsi diet pasien sangat rendah dan pasien belum pernah
di beri edusikasi tentang diet gagal ginjal. Hal ini di buktikan pada pada
kelompok kontrol sebanyak 10 responden (35.7%) tidak patuh namun
setelah diberikan edukasi diet menggunakan aplikasi pengingat diet
berkurang menjadi 8 reponden (28.6%). Kepatuhan adalah tingkat
perilaku pasien yang tertuju terhadap intruksi atau petunjuk yang
diberikan dalam bentuk terapi apapun yang ditentukan, diet, latihan,
pengobatan atau menepati janji pertemuan dengan dokter.
PenelitianYulinda (2015) dengan judul Hubungan Antara Dukungan
Sosial Keluarga Dengan Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronis Dalam
Melakukan Diet di RS.Telogorejo Semarang menyatakan bahwa lebih dari
separuh (67,7%) responden tidak patuh dalam menjalalani diet.
2. Kepatuhan Konsumsi Diet Pasien Gagal Ginjal Kronik di Kabupaten
Kudus Sesudah dan sebelum diberikan Aplikasi Pengingat Diet pada
kelompok Intervensi
Bedasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi
kepatuhan konsumsi diet pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten kudus
sebekum diberikan aplikasi pengingat diet pada Intervensi ada sebanyak
3 orang (10,.7%) yang mempunyai kepatuhan konsumsi diet gagal ginjal
dan sebanyak 11 orang (39.3%) yang tidak patuh melakukan diet gagal
ginjal, sedangkan sesudah diberikan aplikasi pengingat diet meningkat
42

sebanyak 9 orang (32,1%) yang mempunyai kepatuhan diet gagal ginjal


dan sebanyak 6 orang (17.9%) yang tidak patuh melakukan diet gagal
ginjal, dengan konsumsi diet gagal ginjal dengan aplikasi pengingat diet.
Berdasarkan penelitian diatas, terjadi perubahan perilaku yang
signifikan setelah diberikan aplikasi pengingat diet, yaitu berupa
meningkatnya tingkat kepatuhan konsumsi diet pasien gagal ginjal kronik
bila dibandingkan dengan sebelum diberikan aplikasi pengingat diet. Hal
ini dibuktikan dengan kenaikan sebanyak 6 responden yang patuh
dengan dietnya.
Berdasarkan hasil wawancara selama penelitian diperpoleh bahwa
50% responden terbantu dengan adanya aplikasi pengingat diet, mereka
merasa lebih mudah untuk melakukan diet gagal ginjal yang sesuai
dengan penyakit mereka. Tingkat kepatuhan adalah sikap yang
ditunjukkan oleh penderita GGK untuk mematuhi diet yang harus dijalani.
Kepatuhan menurut Niven (2012) bahwa kepatuhan pasien adalah sejauh
mana perilaku pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh
profesional kesehatan. Potter dan Perry (2011) menyatakan bahwa
kepatuhan sebagai ketaatan pasien dalam melaksanakan tindakan terapi.
Kepatuhan pasien berarti bahwa pasien beserta keluarga harus
meluangkan waktu dalam menjalankan pengobatan yang dibutuhkan
termasuk dalam manjalani diet. Data ini didukung oleh hasil penelitian
Desitasari (2014) dengan judul hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan
dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal.
Dimana terdapat 27 responden yang patuh (75,0%) menjalankan diet dan
9 responden (25,0%) yang tidak patuh menjalankan diet.
3. Perbandingan kepatuhan konsumsi diet pasien gagal ginjal kronik di
Kabupaten Kudus sesduah dan sebelum diberikan Aplikasi
Pengingat Diet pada Kelompok Kontrol dan Intervensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kepatuhan
konsumsi diet gagal ginjal pada kelompok kontrol, sebelum diberikan
aplikasi pengingat diet sebanyak 4 responden (14.3%) yang patuh
dengan konsumsi diet gagal ginjal setelah diberikan aplikasi pengingat
diet sebanyak 6 responden (21.4%) yang patuh dengan konsumsi diet
gagal ginjal. Pada kelompok intervensi terjadi peningkatan kepatuhan diet
gagal ginjal sebelum diberikan aplikasi pengingat diet yaitu sebanyak 3
43

responden (10.7%) yang patuh pada diet gagal ginjal sedangkan sesudah
diberikan aplikasi pengingat diet pada kelompok intervensi yaitu sebanyak
9 responden (32.1%) yang patuh dengan diet gagal ginjal terjadi
peningkatan yang signifikan. Setelah dilakukan uji statistic (Wilcoxon)
pada kelompok kontrol p=0,004 (p<0,05) dengan demikian Ha diterima
dan Ho ditolak begitu juga pada kelompok intervensi didapatkan p=0,001
(p<0,05), dengan demikian maka Ha diterima dan Ho ditolak yang
berarti ada pengaruh Aplikasi pengingat diet terhadap kepatuhan
konsumsi diet pada pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten Kudus.
Didalam penelitia ini, peneliti memberikan pengingat diet dengan
menggunakan aplikasi pengingat diet selama satu minggu, pemberian
aplikasi pengingat diet diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan
konsumsi diet pasien dengan gagal ginjal, hal ini dikarenakan salah satu
faktor yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku adalah
pengetahuan, pengetahuan yang didukung oleh media yang menarik
berupa gambar-gambar dan suara dapat mempermudah pasien dalam
menerima informasi sehingga mudah untuk dilaksanakan. Berdasarkan
tabel 4.3 data yang diperoleh terbanyak pada tingkat SMA/sederajat yaitu
sebnyak 15 orang (53.6%) dan pada kelompok intervensi terdapat 8
orang meningkat menjadi 11 responden kepatuhan dietnya. Seseorang
yang memiliki pengetahuan baik akan mudah untuk mengaplikasikan
pengetahuannya menjadi perilaku yang positif dan memungkinkan pasien
dapat mengontrol dirinya dalam menghadapi masalah serta mudah
mengerti tentang apa yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan
(Notoatmojdo, 2010).
Selama proses penelitian berlangsung banyak pasien yang
mengalami perubahan atau peningkatan kesadaran dalam melakukan
diet gagal ginjal akan tetapi peningkatan kepatuhan diet gagal ginjal ini
dirasa belum maksimal pada kelompok intervensi yang awalnya hanya 3
reponden (10.7%) yang patuh naik menjadi 9 responden (32.1%), Hasil
penelitian ini juga sama dengan hasil penelitian (Yulinda, 2015)
menunjukkan Ada hubungan positif antara dukungan social keluarga
dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronis dalam melakukan diet
dengan didapatkan nilai p – Value = 0,098 (p< 0,05).
44

Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah


kurangnya pengetahuan dan informasi untuk menjaga makanan yang
dikonsumsinya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan
(Widiany, 2017) tentang Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet
pasien hemodialisis. Metode:Penelitian observasional dengan rancangan
cross- sectional ini dilaksanakan di Unit Hemodialisis RSUP Dr. Soeradji
Tirtonegoro Klaten pada bulan Maret – Oktober 2016 dengan melibatkan
60 responden. Variabel dependen adalah kepatuhan diet dan variabel
independen adalah pengetahuan, dukungan keluarga, sikap, dan
perilaku. Data dianalisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil: Analisis menunjukkan hasil yang bermakna antara pengetahuan
dengan kepatuhan diet (p=0,027); dukungan keluarga dengan kepatuhan
diet (p=0,045); sikap dengan kepatuhan diet (p=0,045); dan perilaku
dengan kepatuhan diet (p=0,002).

C. Keterbatasan Dan Kekurangan Penelitian


Penelitian menyadari bahwa penelitian ini memiliki banyak keterbatasan
dan kekurangan diantaranya adalah :
1. Keterbatasan
a. Tidak mengendalikan variabel peracu atau pengganggu yang dapat
berpengaruhi hasil.
b. Penelitian dilakukan secara door to door.
c. Peneliti tidak mengetahui alamat seluruh responden.
d. Keterbatasan waktu dan jarak untuk melakukan penelitian.
2. Kekurangan
a. Penelitian tidak bisa mengontrol ketat penggunaan aplikasi pengingat
diet.
b. Hanya menggunkan satu aplikasi pengingat diet.
c. Metode pengumpulan data hanya menggunakan data kuesioner.
BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Kepatuhan Konsumsi Diet pada kelompok intervensi sebelum diberikan
Aplikasi pengingat diet yaitu terbanyak pada Kepatuhan Diet Tidak Patuh
yaitu 11 responden (39.3%) dan yang patuh sebanyak 3 responden
(10.7%).
2. Kepatuhan Konsumsi Diet pada kelompok intervensi sesudah diberikan
Aplikasi pengingat diet yaitu terbanyak pada Kepatuhan Diet Patuh yaitu
sebanyak 9 orang (32,1%) dan yang tidak patuh sebanyak 5 responden
(17.9%).
3. Kepatuhan Konsumsi Diet pada kelompok Kontrol sebelum diberikan
Aplikasi pengingat diet yaitu terbanyak pada Kepatuhan Diet Tidak Patuh
yaitu 10 responden (35.7%) dan yang patuh sebanyak 4 responden
(14.3%).
4. Kepatuhan Konsumsi Diet pada kelompok Kontrol sesudah diberikan
Aplikasi pengingat diet yaitu terbanyak pada Kepatuhan Diet Tidak Patuh
yaitu 8 responden (28.6%) dan yang patuh sebanyak 6 responden
(21.4%).
5. Ada pengaruh Aplikasi Pengingat Diet terhadap kepatuhan konsumsi diet
pada pasien gagal ginjal kronik di Kabupaten Kudus 2020 dengan nilai p
value sebesar 0.001.

B. Saran
1. Bagi Universitas Muhammadiyah Kudus
Hasil penelitian ini dapat di gunakan oleh pihak Universitas
Muhammadiyah Kudus untuk di publikasikan di perpustakaan dan pada
web online Universitas Muhammadiyah Kudus.
2. Bagi Kabupaten Kudus
Diharapkan Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan
bagi perawat untuk memberikan pendidikan kesehatan pada pasien
dengan gagal ginjal dengan memanfaatkan aplikasi pengingat diet dan
sebagai bahan diskusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap

45
46

pasien dengan gagal ginjal


3. Untuk Penelitian selanjutnya
Diharapkan peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian dengan
waktu yang lebih lama dan jumlah responden yang lebih banyak sehingga
penerapan dari penggunaan aplikasi pengingat diet ini dapat dilakukan
secara maksimal dan lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, F. R. (2014). Konsep Kebutuhan Dasar Manusia. Yogyakarta: Dua


Satria Offset.

Anita, D. C., & Novitasari, D. (2014). KEPATUHAN PEMBATASAN ASUPAN


CAIRAN TERHADAP LAMA MENJALANI. 104–112

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta:


Rnineka Cipta.

Azwar, s. (2012). Metode penelitian. Yogyakarta : pustaka pelajar

Corwin, E. (2009). Buku Saku Patofisiologi Corwin. Jakarta: Aditya Media.

Desita, A. (2010). Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Peningkaan Kualitas


Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa HAM
Medan.

Dhanta, R. (2009). Pengantar Ilmu Komputer. Surabaya : Indah.

Hidayat, A. (2010). Metode penelitian paradigma kuantitatif. Jakarta: Heath


books

Fakhrun, N. A., Akhriza, T. M., & Prasetyo, A. (2017). Aplikasi Android Untuk
Membantu Program Diet Berbasis Aktivitas. Seminar Nasional Sistem
Informasi 2017, September, 602–612.

Indrasari, D. N. (2015). Perbedaan Kadar Ureum dan Kreatinin pada Pasien


Gagal Ginjal Kronik Berdasarkan Lama Menjalani Terapi Hemodialisa di
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Jakarta: Salemba medika.

Kesehatan, K. (2018). HASIL UTAMA RISKESDAS 2018.

Mailani, F., & Andriani, R. F. (2017). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan


Kepatuhan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani
Hemodialisis. Jurnal Endurance, 2(3), 416.
https://doi.org/10.22216/jen.v2i3.2379

Maryati, H. (2011). Hubungan selft efficacy dengan kecemasan penderita Gagal


Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Jombang.

Mubarak, Nurul, & Joko. (2015). Standar Asuhan Keperawatan Dan Prosedur
Tetap dalam Praktik Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Muttaqin, A., & Sari, K. (2011). Aplikasi Asuhan Keperawatan Medikal bedah.

Nadeem. (2011). Compliance of End Stage Renal Disease Patients on


Haemodialysis. Almatsier, S. (2010). Penuntun diet edisi terbaru. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama..
Nazruddin, S. (2012). Program Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet PC
Berbasis Android. Bandung: Informatika.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan . Jakarta: Rineka


Cipta.

Nurchayati. (2010). Analisis faktor-faktor yang behubungan dengan kualitas


hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah

Sakit Islam Fatmawati Cilacap dan Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas.

Nuswantoro, U. D. (2013). APLIKASI DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL


BERBASIS. 1–7.

Perry, P. (2009). Fundamental Keperwatan Edisi 7. Jakarta: Salemba Medika.

Relawati, A., Syafriati, A., Al Hasbi, H., & Fitria, P. N. (2018). Edukasi pasien
chronic kidney disease berbasis aplikasi android : buku saku pasien.
Journal of Health Studies, 2(2), 1–7. https://doi.org/10.31101/jhes.408

Riyanto, A. (2011). Aplikasi metodologi penelitian kesehatan. Yogyakarta: Nuha


Medika.

Smeltzer, & Bare. (2009). Buku Ajaran Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddart, Edisi 8 Volume 2. Jakarta: EGC.

Sudoyono. (2009). Buku Ajar Penyakit Dalam, Jilid II, Edisi V. Jakarta: Interna
Piblishing.

Soedirman, J. K., & Journal, T. S. (2009). Jurnal Keperawatan Soedirman (The


Soedirman Journal of Nursing), Volume 4 No.1 Maret 2009. 4(1).

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV ALFABETA.


Sulistyoningsih, H. (2011). Gizi untuk Kesehatan Ibu dan Anak.
Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sumigar, G., Rompas, S., Pondaag, L., Studi, P., Keperawatan, I., & Kedokteran,
F. (2015). Diet Ckd. 3.

Sunyoto, D. (2011). Analisis Data untuk Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha


Medika.

Utami. (2010). Faktor - Faktor Yang Menpengaruhi Kepatuhan Dalam


Pembatasan Diet dan Asupan Cairan Pada Pasien Gagan Ginjal Kronik di
Ruang Hemodialisa RSUP H.Adam Malik Medan.

Wahyudi, H. (2012). Kepatuhan diet dengan berat badan pre hemodialisis pada
pasien reguler di ruang hemodialisa RSUD Nganjuk.

Widiany, F. L. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet pasien


hemodialisis. 14(2), 72–79.
Ambarwati, F. R. (2014). Konsep Kebutuhan Dasar Manusia. Yogyakarta: Dua
Satria Offset.

Anita, D. C., & Novitasari, D. (2014). KEPATUHAN PEMBATASAN ASUPAN


CAIRAN TERHADAP LAMA MENJALANI. 104–112

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta:


Rnineka Cipta.

Azwar, s. (2012). Metode penelitian. Yogyakarta : pustaka pelajar

Corwin, E. (2009). Buku Saku Patofisiologi Corwin. Jakarta: Aditya Media.

Desita, A. (2010). Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Peningkaan Kualitas


Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa HAM
Medan.

Dhanta, R. (2009). Pengantar Ilmu Komputer. Surabaya : Indah.

Hidayat, A. (2010). Metode penelitian paradigma kuantitatif. Jakarta: Heath


books
PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Kepada Yth.
Bapak / Ibu Penderita Gagal Ginjal
Di Tempat

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah mahasiswa Prodi S1
Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kudus :
Nama : Cantika Putri Dewanti
NIM : 820163013
Alamat : Ds. Hadipolo Rt7/Rw1, Kec. Jekulo, Kab. Kudus
Bermaksud mengadakan penelitian dengan judul “PENGARUH APLIKASI
PENGINGAT DIET DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN
GAGAL GINJAL KRONIK DI KABUPATEN KUDUS” Untuk melaksanakan
kegiatan tersebut, saya memohon kepada anda untuk berpartisipasi dengan
cara mengisi kuesioner yang terlampir dan bersedia untuk melakukan
pemberian aplikasi pengingat diet. Dalam pengambilan data, peneliti
menggunakan etika penelitian yaitu peneliti menjaga kerahasiaan responden,
menjamin keamanan selama proses penelitian berlangsung, dan Anda boleh
keluar atau mengundurkan diri jika merasa kurang nyaman dengan proses
penelitian.
Atas perhatian dan ketersediaannya, peneliti mengucapkan terima kasih.

Kudus, 2019
Hormat Saya

Cantika Putri Dewanti


LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN
(INFORMED CONSENT)

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama :
Alamat :
Menyatakan bersedia menjadi responden penelitian yang dilakukan oleh
mahasiswa Program S-1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kudus.
Nama : Cantika Putri Dewanti
NIM : 820163013
Judul : ”Pengaruh Aplikasi Pengingat Diet Dengan Kepatuhan Konsumsi
Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Kabupaten Kudus”
Saya bersedia menjadi responden, secara sukarela tanpa ada unsur paksaan
dari siapapun dan data yang dihasilkan dalam penelitian ini akan dirahasiakan.
Dan dipergunakan hanya untuk keperluan pengolahan data saja.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya.

Kudus, 2019
Responden

( )
KUESIONER PENELITIAN
PENGARUH APLIKASI PENGINGAT DIET DENGAN KEPATUHAN
KONSUMSI DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK
DI KABUPATEN KUDUS

Tanggal :
No. Responden :
Petunjuk pengisian kuesioner :
1. Bacalah dengan cermat dan teliti setiap item pertanyaan/pernyataan dalam
kuesioner ini.
2. Pilihlah jawaban yang sesuai menurut anda dengan cara memberi tanda
contreng (V) pada kotak pilihan/kolom yang tersedia.

A. Instrument A
Umur :
Jenis Kerlamin : Laki-laki perempuan
Pendidikan : SD Diploma
SMP Perguruan
Tinggi
SMA
Pekerjaan : Pelajar Tani
Tidak Bekerja Wiraswasta

Buruh Lain-lain
Lama : < 1 tahun
. ≥ 1 tahun
B. Kepatuhan Diet Gagal Ginjal Kronik

NO PERTANYAAN JAWABAN

YA TIDAK
1 Saya mengkonsumsi asupan cairan dan makanan
sesuai yang dianjurkan
2 Saya mengkonsumsi >6 sendok makan gula pasir
setiap hari
3 Saya mengkonsumsi asupan cairan tidak lebih dari
1,5 liter dalam sehari
4 Saya meminum susu 1 gelas perhari
5 Saya mengkonsumsi nasi 100 gram setiap hari

6 Saya mengkonsumsi sayuran minimal 100 gram


perhari
7 Saya mengkonsumsi 2 potong buah pepaya setiap
hari
8 Saya biasa mengkonsumsi olahan kacang-
kacangan (tahu dan tempe)
9 Saya rutin konsumsi 1 sendok makan madu setiap
hari
10 Saya suka mengkonsumsi makanan kalengan
(ikan kaleng, cornet, buah kaleng, jus kaleng)
11 Saya konsumsi agar-agar 1 porsi setiap hari

12 Saya mengkonsumsi > 1 butir telur ayam

13 Saya mengkonsumsi 1 potong daging setiap hari

14 Saya tidak mengkonsumsi makanan berbahan


ikan laut
15 Saya mengkonsumsi nasi putih seperti sebelum
sakit
16 Saya selalu mengkonsumsi makan makanan
yang digoreng setiap hari
17 Saya konsumsi nasi dengan lauk mie instant

18 Saya tidak pernah mengkonsumsi makanan


cepat saji selama sakit
19 Saya sering makan di lebih dari jam 21:00 malam

20 Keluarga saya memberikan segala jenis


makanan yang saya inginkan
LEMBAR OBSERVASI
“PENGARUH APLIKASI PENGINGAT DIET DENGAN KEPATUHAN
KONSUMSI DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK”

JAWAB
NO PERTANYAAN
YA TIDAK
1 Mengaktifkan hp android
2 Membuka fitur aplikasi pengingat diet
3 Memilih menu diet nutrisi dan cairan
4 Membaca dengan Seksama Isi dari
aplikasi pengingat diet
5 Membuat resum diet yang sudah dilakukan
sesuai aplikasi
6 Membuat kesimpulan diet harian yang
dikonsumsi
7 Memantau diet yang dikonsumsi setiap hari
8 Melaksanakan panduan diet sesuai aplikasi
9 Memahami semua isi aplikasi
10 Mengetahui Jenis makanan yang harus
dikonsumsi sesua dengan aplikasi