Anda di halaman 1dari 55

PENGARUH APLIKASI PENGINGAT DIET DENGAN

KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN GAGAL


GINJAL KRONIK DI RSUD DR. LOEKMONO HADI KUDUS

PROPOSAL SKRIPSI
Diajurkan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai
Gelar Sarjana Keperawatan (S-1)

Oleh :
Cantika Putri Dewanti
NIM.820163013

PEMBIMBING :
1. Sukarmin, M.Kep.Ns.Sp.Kep.MB
2. Umi Faridah, S.Kep.,Ns.MNS

JURUSAN S1 KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS
2020

i
HALAMAN PERSETUJUAN

Proposal Skripsi dengan judul "PENGARUH APLIKASI PENGINGAT


DIET DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN GAGAL
GINJAL KRONIK DI RSUD DR. LOEKMONO HADI KUDUS”, telah disetujui
oleh Pembimbing Skripsi S1 Keperawatan untuk diajukan dihadapan Tim Penguji
proposal skripsi Universitas Muhammadiyah Kudus pada :

Hari : Rabu,
Tanggal : 15 Januari 2020
Nama : CANTIKA PUTRI DEWANTI
NIM : 820163013

Pembimbing Utama Pembimbing Anggota

Sukarmin, M.Kep., Ns., Sp. Kep. MB. Umi Faridah, S. Kep., Ns. MNS
NIDN. 0607057601 NIDN. 0604058601

Mengetahui,
Universitas Muhammadiyah Kudus
Rektor

Rusnoto, SKM.,M.Kes.(Epid)
NIDN. 0621087401

ii
HALAMAN PENGESAHAN

Proposal Skripsi dengan judul “PENGARUH APLIKASI PENGINGAT


DIET DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN GAGAL
GINJAL KRONIK DI RSUD DR. LOEKMONO HADI KUDUS” ini telah diuji dan
disahkan oleh Tim Penguji Proposal Skripsi Jurusan S1 Keperawatan Universitas
Muhammadiyah Kudus pada :

Hari :
Tanggal :
Nama : CANTIKA PUTRI DEWANTI
NIM : 820163013

Penguji Utama Penguji Anggota

Sukarmin, M.Kep., Ns., Sp.Kep. MB. Muhammad Purnomo, S,Kep., M. HKes


NIDN. 0607057601 NIDN. 0624077002

Mengetahui,
Universitas Muhammadiyah Kudus
Rektor

Rusnoto, SKM.,M.Kes.(Epid)
NIDN. 0621087401

iii
PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : Cantika Putri Dewanti
NIM : 820163013
Menyatakan bahwa proposal skripsi dengan judul “PENGARUH APLIKASI
PENGINGAT DIET DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL
KRONIK DI RUMAH SAKIT DR. LOEKMONO HADI KUDUS”, merupakan :
1. Hasil karya yang dipersiapkan dan disusun sendiri.
2. Belum pernah disampaikan untuk mendapat gelar S-1 Keperawatan
Universitas Muhammadiyah Kudus.
Oleh karena itu pertanggungjawaban proposal skripsi ini sepenuhnya
berada pada diri saya.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Kudus, Desember 2019


Penyusun,

Cantika Putri Dewanti


NIM :820163013

iv
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Alhamdulilah, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
segala karunia, rahmat dan hidayah-Nya dan sholawat serta salam terhatur
kepada Rasulullah Muhammad SAW semoga keselamatan tertuju kepada para
pengikutnya. Atas ridho dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan proposal
skripsi ini dengan judul “PENGARUH APLIKASI PENGINGAT DIET DENGAN
KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI
RSUD DR. LOEKMONO HADI KUDUS”.
Tak ada gading yang tak retak. Peneliti menyadari dalam membuat
proposal skripsi ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan pengetahuan,
pengalaman, dan kemampuan yang penulis miliki. Namun berkat bantuan,
bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak proposal skripsi ini dapat
diselesaikan. Untuk itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1. Rusnoto, SKM., M.Kes (Epid) selaku Rektor Universitas Muhammadiyah
Kudus yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk
menyelesaikan skripsi ini.
2. Sukarmin,M.Kep,Ns,Sp.Kep.MB selaku pembimbing I dan penguji utama
yang telah memberikan bimbingan dan petunjuk dalam menyusun
proposal skripsi.
3. Umi Faridah,S,Kep.,Ns.MNS selaku pembimbing II yang telah
memberikan bimbingan dan petunjuk dalam menyusun proposal skripsi.
4. Muhammad Purnomo, S,Kep., M. HKes selaku penguji anggota yang
telah memberikan bimbingan dan petunjuk dalam menyusun proposal
skripsi.
5. Bapak dan ibu dosen Universitas Muhammadiyah Kudus serta staff-nya
yang telah banyak memberikan banyak bekal ilmu selama penulis
mengikuti pendidikan.
6. Kepada orang tua tercinta, Mama, Papa, Bapak, Ibu, dan my dear yang
keberadaannnya selalu mencurahkan kasih sayang, dukungan moril
maupun spiritual kepada penulis.
7. Direktur RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus yang telah memberikan izin
untuk pengambilan data awal

v
8. Teman-teman seangkatan S1 Keperawatan yang telah memberikan
dukungan kepada penulis dan semua pihak yang tidak bisa penulis
sebutkan satu persatu, penulis ucapkan terimakasih atas bantuan dan
dukungannya

Penulis menyadari bahwa dalam penelitian ini masih sangat jauh dari
sempurna dalam arti sebenarnya. Untuk itu, penulis dengan tangan terbuka
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca guna
kesempurnaan penelitian ini. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi penulis
khususnya dan teman-teman pada umumnya.
Wassalam.

Kudus, 2019

Penulis

vi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................i

HALAMAN PERSETUJUAN PROPOSAL.................................................ii

HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL...................................................iii

HALAMAN PERNYATAAN........................................................................iv

KATA PENGANTAR..................................................................................v

DAFTAR ISI……………………………………………………………………..vii

DAFTAR TABEL………………………………………………………………..ix

DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………..x

DAFTAR BAGAN……………………………………………………………….xi

DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………..xii

BAB I PENDAHULUAN...................................................................1

A. Latar Belakang......................................................................1

B. Rumusan Masalah.................................................................4

C. Tujuan Penelitian…………………………………………………4

D. Manfaat Penelitian.................................................................4

E. Keaslian Penelitian...............................................................5

F. Ruang Lingkup Peneliian.......................................................6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………...8

A. Gagal Ginjal Kronik……………………………………………… 8

B. Pengukuran Kepatuhan…………………………………………12

C. Kepatuhan Diet Gagal Ginjal…………………………………...13

D. Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Diet Gagal Ginjal....14

E. Diet Gagal Ginjal Akut…………………………………………..16

vii
F. Diet Gagal Ginjal Kronik………………………………………. 17

G. Aplikasi Pengingat Diet………………………………………...19

H. Penelitian Terkait………………………………………………. 20

I. Kerangka Teori………………………………………………….22

BAB III METODOLOGI PENELITIAN……………………………….... 23

A. Variabel Penelitian…………………………………………….. 23

B. Hipotesis………………………………………………………... 24

C. Kerangka Konsep…………………………………………….... 24

D. Rencana Penelitian……………………………………………. 29

E. Definisi Operasional Prosedur………………………………...29

F. Instrumen Penelitian dan Cara Pengumpulan Data……..... .32

G. Tehnik Pengolahan Data dan Analisis Data………………... 33

H. Etika Penelitian……………………………………………….... 34

I. Jadwal Penelitian………………………………………………. 34

J. Alur Penelitian………………………………………………….. 35

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………... 36

LAMPIRAN…………………………………………………………………...37

viii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Keaslian Penelitian………………………………………… 6


Table 2.1 Etiologi Gagal Ginjal Kronis…………………………….... 8
Tabel 2.2 Klasifikasi Stadium Fungsi Ginjal………………………... 8
Tabel 3.1 Definisi Operasional……………………………………….. 29

ix
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Desain Penelitian……………………….. 25

x
DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1 Kerangka Teori………………………………….. 22


Bagan 3.1 Variabel Penelitian……………………………… 24
Bagan 3.2 Alur Penelitian ………………………………… 35

xi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Ijin Pengambilan Data awal


Lampiran 2 Permohonan Menjadi Responden
Lampiran 3 Lembar Persetujuan Responden
Lampiran 4 Kuesioner Penelitian
Lampiran 5 Lembar Observasi
Lampiran 6 Jadwal Penelitiian
Lampiran 7 Lembar Konsul
Lampiran 8 Kesediaan penguji proposal skripsi 1
Lampiran 9 Kesediaan penguji proposal skripsi 2
Lempiran 10 Pemberitahuan Siap Ujian Proposal Skripsi
Lempiran 11 Berita Acara Perbaikan Proposal Skripsi
Lempiran 12 Usulan Penelitian
Lempiran 13 Lembar Pertanyaan Dalam Seminar Proposal Skripsi

xii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan besar di dunia
dengan peningkatan insidensi, prevalensi serta tingkat morbiditas. Biaya
perawatan penderita penyakit ginjal kronik mahal dengan outcome yang
buruk (Stevens, 2009). Selain itu, penyakit ginjal kronik mempunyai prognosis
buruk dimana akan terjadi penurunan fungsi ginjal secara bertahap. Pada
tahap awal penderita mungkin tidak merasakan keluhan tetapi setelah
beberapa tahun atau beberapa puluh tahun penyakit ginjal ini sering
berkembang cepat menjadi penyakit ginjal kronik dimana akan membutuhkan
terapi renal seperti dialisis atau transplantasi untuk memperpanjang usianya
(Prodjosudjaji, 2009).
Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia atau Wold Health
Organization (WHO) memperlihatkan yang menderita gagal ginjal baik akut
maupun kronik mencapai 50% sedangkan yang diketahui dan mendapat
pengobatan hanya 25% dan 12,5% yang terobati dengan baik (WHO dalam
Indrasari, 2015). Kejadian dan prevalensi gagal ginjal di Amerika Serikat
meningkat 50% di tahun 2014. Data menunjukkan bahwa setiap tahun
200.000 orang Amerika menjalani hemodialisis karena gangguan ginjal kronis
artinya 1140 dalam satu juta orang Amerika adalah pasien dialisis
(Widyastuti, 2014).
Berdasarkan data yang dikutip prevalensi pasien penyakit gagal ginjal
kronis di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, terbukti dari data
Riskesdas (2018) dimana terjadi peningkatan dari angka 2 permil tahun 2013
menjadi 3,8 permil pada tahun 2018. Sedangkan prevalensi penyakit ginjal
kronik di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017 sebesar 0,3% dari seluruh
jumlah penduduk di Provinsi Jawa Tengah. Penduduk Jawa Tengah pada
tahun 2017 adalah sebesar 33.270.000 jiwa, maka jumlah penderita penyakit
ginjal kronik di Provinsi Jawa Tengah adalah sekitar 99.810 penderita.
Data yang diperoleh dari rekap medis RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus
6 November 2019 jumlah pasien rawat jalan Chronic Kidney Disease (CKD)

1
yang melakukan kunjungan terapi hemodialisa tercatat rata-rata 46
kunjungan pasien setiap bulan secara rutin sebanyak 2-3 kali setiap minggu,
dalam waktu 3-4 jam.
Dampak dari gagal ginjal kronis antara lain anemia, kelebihan cairan,
kelebihan berat badan, komplikasi, menurunnya kualitas hidup hingga
kematian. pada penelitian yang dilakukan (Emma, 2016) pada 36 pasien
menghasilkan 28 pasien memiliki tingkat kualitas hidup rendah dan dan 8
orang pasien memiliki kualitas hidup yang baik, hal ini dilihat dari
menurunnya kepatuhan pasien dalam menjalani jadwal hemodialisa, (CDC,
2011) pasien gagal ginjal Kronik mengalami kualitas hidup kurang baik
sebanyak 54 orang (51,4%) karena kurangnya dukungan sosial untuk HD
dan kematian pada pasien yang menjalani cuci darah selama menurut
Indonesia Renal Registery (IRR) tahun 2015 sebanyak 366 orang (87%)
sedang pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebanyak 521 orang (83%).
Banyak usaha yang dilakukan untuk mencegah memperburuknya gagal
ginjal kronis seperti diet makanan dan minuman, obat-obatan, hemodialisa
(cuci darah), hingga transpalasi ginjal. Namun berdasarkan penelitian yang
dilakukan Yulinda (2015) tentang kepatuhan pasien gagal ginjal kronis dalam
melakukan diet di Rumah Sakit Telogorejo Semarang menyatakan bahwa
lebih dari separuh (67,7%) responden tidak patuh dan (32,4%) responden
yang patuh dalam menjalalani diet dan menurut (Syamsyah, 2011) di RSUD
Sukoharjo ketidakpatuhan mengikuti program diet sebanyak (1,2% - 82,4%).
Faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet adalah sering lupanya pasien
hemodialis dalam kepatuhan konsumsi diet dan ditambah lagi tidak adanya
pengingat diet menurut penelitian (Syamsiah, 2011) ketidak patuhan pasien
gagal ginjal terhadap restriksi cairan (3,4% - 74%), Dilaporkan lebih dari 50%
pasien yang menjalani terapi hemodialisa tidak patuh dalam pembiasaan
asupan cairan dan makanan (Sari, 2009), penelitian di RSUP Dr. Soeradji
Tirtonegoro Klaten tahun 2015 pada 60 responden menghasilkan ternyata
asupan energi, protein dan natrium pasien hemodialis tidak mencukupi
kebutuhan sedang asupan cairan melebihi rata-rata atauran diet yang
diberikan. Yang kita ketahui sekarang ini pengingat diet hanya melalui leatflet
atau saran dari dokter, padahal di era globalisasi ini, handphone, tablet atau
ipad merupakan hal yang menjadi kemajuan teknologi di tengah masyarakat.

2
Masyarakat lebih mudah mengakses informasi dari perangkat tersebut
karena mudah dibawa kemanapun dan bisa diakses kapanpun. Karena hal
inilah yang mencetus peneliti membuat sebuah inovasi kesehatan berbasi
aplikasi android. Melalui aplikasi android ini pasien dan keluarga dapat
mengakses dengan mudah dengan mengunduh secara mandiri di playstore.
Berdasarkan hasil inovasi ini, ditemukan bahwa terdapat dampak positif
yang baik oleh pasien dengan memahami informasi yang mereka butuhkan
dengan cara yang mudah dan simpel. Hal ini akan berpengaruh terhadap
peningkatan pengetahuan serta kepatuhan mereka dalam menjaga pola
hidup dan asupan nutrisinya. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin
mempengaruhi kurangnya kepatuhan terhadap diet dan pembatasan asupan
cairan sangat penting bagi petugas layanan kesehatan untuk menerapkan
intervensi dalam rangka meningkatkan kepatuhan ini di antara pasien
(Ramezani et.al., 2018).
Menurut hasil riset sebelumnya penelitian Azizah (2017) yang berjudul
Aplikasi Android Memebantu Program Diet Berbasis Aktivitas. Hasil
percobaan menunjukkkan keefektifan aplikasi yang di kembangkan dalam
memeberikan informasi tentang pengontrolan berat badan, asupan gizi
makanan dan kalori yang di butuhkan untuk mereka.
Didukung juga hasil penelitian Relawati (2018) yang berjudul Edukasi
Pasien Chronic Kidney Disease Berbasis Aplikasi Android. Hasil analisis
menunjukkan nilai signifikan 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah aplikasi
berbasis android efektif meningkatkan pengetahuan pasien gagal ginjal
kronis.
Survey yang baru dilakukan pada tanggal 6 November 2019 terhadap 10
pasien gagal ginjal di ruang Hemodialis di RSUD Dr.Loekmono Hadi Kudus,
didapatkan 7 pasien tidak melakukan kepatuhan diet dengan benar masih
menglanggar diet yang harusnya dilakukan pada pasien gagal ginjal, dan 4
pasien melakukan kepatuhan diet dengan pandungan dengan dokter pada
awal program Hemodialis menggunakan leatflet yang berada di meja
perawat. Dari survey yang dilakukan, penulis tertarik untuk meneliti
“Pengaruh Aplikasi Pengingat Diet Dengan Kepatuhan Konsumsi Diet Pasien
Gagal Ginjal Di RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus”

3
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka perumusan masalah yang tepat
diambil oleh peneliti yaitu “Pengaruh Aplikasi Pengingat Diet Dengan
Kepatuhan Konsumsi Diet Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Dr.Loekmono
Hadi Kudus”

C. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan Umum :
Mengetahui pengaruh aplikasi pengingat diet dengan kepatuhan
konsumsi diet pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr.Loekmono Hadi
Kudus.
2. Tujuan Khusus :
a. Mengetahui tingkat kepatuhan konsumsi diet sebelum dan sesudah
menggunakan pengingat diet dengan aplikasi pengingat diet pada
pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr.Loekmono Hadi Kudus pada
kelompok intervensi.
b. Mengatahui tingkat kepatuhan diet sebelum dan sesudah tanpa
menggunakan pengingat diet dengan aplikasi pengingat diet pada
pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr.Loekmono Hadi Kudus pada
kelompok kontrol.
c. Mengetahui perbandingan tingkat kepatuhan diet sesudah dan
sebelum menggunakan pengingat diet dengan aplikasi pengingat diet
pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr.Loekmono Hadi Kudus
pada kelompok intervensi.
d. Mengetahui perbandingan tingkat kepatuhan diet sesudah dan
sebelum tanpa menggunakan pengingat diet dengan aplikasi
pengingat diet pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr.Loekmono
Hadi Kudus pada kelompok control.

D. MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan
tentang pengaruh aplikasi pengingat diet dengan kepatuhan konsumsi

4
diet pasien gagal ginjal dan juga sebagai penerapan atas ilmu yang telah
didapat selama dibangku perkuliahan.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Memberikan informasi, arahan dan gambaran serta referensi dalam
melakukan penelitian selanjutnya.
3. Bagi Universitas Muhammadiyah Kudus
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bacaan atau
literatur khususnya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus
tentang pengaruh aplikasi pengingat diet dengan kepatuhan konsumsi
diet pasien gagal ginjal.
4. Bagi RSUD Dr.Loekmono Hadi Kudus
Bagi RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus, hasil penelitian ini dapat
sebagai bahan bagi perawat untuk melakukan pemantauan diet pasien
melalui aplikasi pengingat diet.
5. Bagi Responden
Khususnya pasien penderita gagal ginjal untuk mempermudah
kepatuhan konsumsi dietnya dengan aplikasi diet dan untuk pasien bukan
gagal ginjal untuk dapat mengetahui informasi tentang gagal ginjal lewat
aplikasi.

E. KEASLIAN PENELITIAN
Penelitian yang sejenis dengan judul “Pengaruh Aplikasi Pengingat diet
dengan kepatuhan konsumsi diet pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr.
Loekmono Hadi Kudus” belum pernah di teliti sebelumnya. Adapun penelitian
sejenis yang pernah di teliti adalah sebagai berikut.

5
Tabel 1.1 keaslian penelitian

Judul Penyusu Hasil Perbedaa


n n

Edukasi Pasien Ambar Hasil analisis Membahas tentang


Chronic Kidney Relawati, Ani menunjukkan nilai edukasi pasien
Berbasis Syfriati (2018) signifikan 0,001. gagal ginjal dengan
Aplikasi Setelah diberikan aplikasi android
Android : Buku edukasi aplikasi menggunakan buku
Saku Pasien android saku pasien
Dialysis BukuSaku Pasien dialysis.
Dialysis, rata-rata
skor pengetahuan
responden
meningkat
menjadi 9,63.
Aplikasi Fakhrul Nisa’ul Hasil percobaan Membahas tentang
Android Azizah menunjukkan aplikasi membantu
Membantu (201 keefektifan program diet
Program Diet 7) aplikasi yang di dengan aktivitas
Berbasis kembangkan berbasis android.
Aktifitas dalam
memberikan
informasi tentang
pengontrolan
berat badan,
asupan gizi
makanan dan
kalori yang di
butuhkan untuk
mereka.

F. RUANG LINGKUP PENELITIAN


1. Ruang Lingkup Waktu
Proposal penelitian ini dikerjakan mulai bulan November 2019
Sampai Januari 2020.
2. Ruang Lingkup Tempat

6
Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus.
3. Ruang Lingkup materi
Materi dalam penelitian ini difokuskan pada kepatuhan konsumsi diet
yang dibantu dengan aplikasi pengingat diet.
4. Ruang Lingkup Responden
Penelitian di fokuskan pada pasien dengan gagal ginjal kronik yang
tidak melakukan diet dengan benar.

7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. GAGAL GINJAL KRONIK


1. Pengertian
Gagal Ginjal Kronik (GGK) atau chronic kidney disease (CKD) adalah
penurunan fungsi ginjal yang progresif dan irreversibel di mana
kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan
keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga menyebabkan uremia
(Smeltzer & Bare, 2009)
Penyakit ginjal kronik adalah suatu proses patofisiologis dengan
etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang
progresif, dan umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Selanjutnya, gagal
ginjal adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi
ginjal yang ireversibel, pada suatu derajat yang memerlukan terapi
pengganti ginjal yang tetap, berupa dialisis atau transplantasi ginjal
(Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia dalam IRR,
2016).
2. Etiologi
Penyebab penyakit ginjal kronik bervariasi. Penyakit ginjal kronik
dapat disebabkan hipertensi (44%), penyakit diabetik mellitus atau
nefropati diabetik (22%), kelainan bawaan atau Glomerulopati Primer
(8%), Pielonefritis kronik/PNC) (7%), gangguan penyumbatan saluran
kemih atau Nefropati Obstruksi (5%), karena Asam Urat (1%) , penyakit
Lupus (1%) dan penyebab lainnya (8%). (Indonesian Renal Registry,
2015)
Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) tahun 2010
(Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, 2016)
mencatat penyebab gagal ginjal yang menjalani hemodialisa di Indonesia.

8
Tabel 2.1
Etiologi Gagal Ginjal Kronis

Penyebab Insiden
Glomerulonefritis 46, 39 %
Diabetes Melitus 18,65 %
Obstruksi dan infeksi 12,85 %
Hipertensi 8,46 %
Sebab lain 13,65 %
Sumber : Pemefri 2010

3. Klasifikasi
Menurut Suharyanto dan Madjid (2009), gagal ginjal kronis dapat
diklasifikasikanberdasarkan sebabnya, yaitu :

Tabel 2.2 Klasifikasi Gagal Ginjal

Klasifikasi Penyakit Penyakit


Penyakit infeksi dan
Pielonefritis kronik Glomerulonefritis
peradangan
Nefrosklerosis benigna Nefrosklerosis maligna
Penyakit vaskuler hipertesif
Stenosis arteri renalis

Gangguan jaringan Lupus eritematosus sistemik Poliartritis nodusa


penyambung Sklerosis sistemik progresif
Gangguan kongenital dan
Penyakit ginjal polikistik Asidosis tubulus ginjal
herediter
Penyakit metabolik Diabetes Melitus Gout Disease Hipertiroidisme
Nefropati toksi Penyalahgunaan analgesic Nefropati timbale
Saluran kemih bagian atas : kalkuli, neoplasma,
fibrosis retroperineal. Saluran kemih bagian bawah:
Nefropati obstruksi
hipertropi prostat, striktur uretra, anomali leher
kandung kemih dan uretra.

9
Berdasarkan perjalanan klinis, gagal ginjal dapat dibagi menjadi tiga
stadium (Suharyanto dan Madjid, 2009), yaitu :
a. Stadium I, dinamakan penurunan cadangan ginjal Selama stadium ini
kreatinin serum dan kadar BUN normal, dan penderita asimptomatik.
Gangguan fungsi ginjal hanya dapat diketahui dengan tes pemekatan
kemih dan tes GFR yang teliti.
b. Stadium II, dinamakan insufisiensi ginjal Pada stadium ini dimana lebih
dari 75 % jaringan yang berfungsi telah rusak. GFR besarnya 25 % dari
normal. Kadar BUN dan kreatinin serum mulai meningkat dari normal.
Gejala-gejala nokturia atau seting berkemih di malam hari sampai 700 ml
dan poliuria (akibat dari kegagalan pemekatan) mulai timbul.
c. Stadium III, dinamakan gagal ginjal stadium akhir atau uremia Sekitar 90
% dari massa nefron telah hancur atau rusak, atau hanya sekitar
200.000 nefron saja yang masih utuh. Nilai GFR hanya 10 % dari
keadaan normal. Kreatinin serum dan BUN akan meningkat dengan
mencolok. Gejala-gejala yang timbul karena ginjal tidak sanggup lagi
mempertahankan homeostasis cairan dan elektrolit dalam tubuh, yaitu :
oliguri karena kegagalan glomerulus, sindrom uremik.
Menurut The Kidney Outcomes Quality Initiative (K/DOQI) (dalam
Desita, 2010), gagal ginjal kronis dapat diklasifikasikan berdasarkan
tahapan penyakit dari waktu ke waktu sebagai berikut :
Stadium 1 : kerusakan masih normal (GFR > 90 ml/min/1,73 m2)
Stadium 2 : ringan (GFR 60-89 ml/min/1,73 m2)
Stadium 3 : sedang (GFR 30-59 ml/min/1,73 m2)
Stadium 4 : gagal berat (GFR 15-29 ml/min/1,73 m2)
Stadium 5 : gagal ginjal terminal (GFR <15 ml/min/1,73 m2)
Pada gagal ginjal kronis tahap 1 dan 2 tidak menunjukkan tanda-
tanda kerusakan ginjal termasuk komposisi darah yang abnormal atau
urin yang abnormal (Arora, 2009 dalam Desita, 2010).

4. Patofisiologi
Patofisiologi GGK tergantung dari etiologi diagnosisnya, pada
awalnya keseimbangan cairan dan sisa-sisa metabolisme masih
bergantung pada ginjal yang sakit, hingga fungsi ginjal menurun kurang

10
dari 25%. Mulai muncul manifestasi klinis GGK namun kecil, hal ini
dikarenakan nefron-nefron yang sehat mengambil alih fungsi nefron yang
rusak. Akibat dari nefron yang rusak laju filtrasi, reabsorbsi dan
sekresinya mengalami peningkatan serta hipertrofi. Seiring dengan
bertambahnya nefron yang mati, maka nefron yang masih sehat
menghadapi tugas yang semakin berat. Akibatnya nefron-nefron tersebut
mengalami kerusakan dan akhirnya mati. Seiring dengan semakin
parahnya penyusutan dari nefron, maka terjadinya pembentukan jaringan
parut dan penurunan aliran darah ke ginjal (Corwin, 2009).
Selanjutnya gagal ginjal masuk ke tahap insufisiensi ginjal. Sisa-sisa
metabolisme mulai terakumulasi dalam darah dan akan mengakibatkan
tertimbunnya produk buangan di dalam darah yang tidak dapat
dikeluarkan oleh ginjal. Hal ini dapat mengganggu kerja dari sistem tubuh
lainnya. Sistem kerja tubuh yang terganggu akibat gagal ginjal meliputi
sistem gastrointestinal, integumen, hematologi, saraf dan otot,
kardiovaskuler serta endokrin. Pasien GGK sering mengalami manifestasi
klinis yang disebabkan oleh penyakit primer (diabetes mellitus) dan efek
patologis intrinsik uremia. Dari urutan kejadian tersebut dapat
menimbulkan tanda-tanda gejala dan komplikasi pada seluruh sistem
tubuh. Akibat semakin banyaknya sisa-sisa metabolisme yang tidak dapat
dikeluarkan oleh ginjal, maka gejala akan semakin berat. Pasien akan
merasa kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari dan berdampak pada
kualitas hidup pasien (Corwin, 2009).
5. Manifestasi
Pasien dengan penyakit ginjal kronis akan memperlihatkan sejumlah
tanda dan gejala sebagai akibat adanya uremia. Pasien dengan GGK
memperlihatkan gejala dan tanda sistemis berkurangnya fungsi ginjal
seperti anemia, kelebihan volume cairan dan edema (Mubarak, Nurul, &
Joko, 2015).
Menurut Nursalam (2009), manifestasi klinis yang terjadi :
a. Gastrointestinal : ulserasi saluran pencernaan dan perdarahan.
b. Kardiovaskuler : hipertensi, perubahan EKG, perikarditis, efusi
pericardium, tamponade pericardium.

11
c. Respirasi : edema paru, efusi pleura, pleuritis.
d. Neuromuskular : lemah, gangguan tidur, sakit kepala, letargi,
gangguan muskular, neuropati perifer, bingung dan koma.
e. Metabolik/ endokrin : inti glukosa, hiperlipidemia, gangguan hormon
seks menyebabkan penurunan libido, impoten dan ammenore.
f. Cairan-elektrolit : gangguan asam basa menyebabkan kehilangan
sodium sehingga terjadi dehidrasi, asidosis, hiperkalemia,
hipermagnesemia, hipokelemia.
g. Dermatologi : pucat, hiperpigmentasi, pluritis, eksimosis, uremia frost.
h. Abnormal skeletal : osteodistrofi ginjal menyebabkan osteomalaisia.
i. Hematologi : anemia, defek kualitas flatelat, perdarahan meningkat.
j. Fungsi psikososial : perubahan kepribadian dan perilaku serta
gangguan proses kognitif.

6. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan gagal ginjal dapat dilakukan dengan berbagai cara
diantaranya pengaturan diet, masukan kalori suplemen dan vitamin,
pembatasan asupan cairan, obat-obatan, terapi penggantian ginjal seperti
transplatasi ginjal dan hemodialisa (Muttaqin & Sari, 2011).
Menurut Adenti P. dan Tassa Marita F. (2016) Diet untuk pasien
gagal ginjal ada 3 yang paling utama yaitu :
1. Hindari makanan dengan tambahan garam
2. Pilih makanan dengan potasium rendah
3. Batasi jumlah protein

B. PENGUKURAN KEPATUHAN
Setidaknya terdapat cara-cara yang dapat digunakan untuk mengukur
kepatuhan pada pasien. (Feist 2014).
1. Menanyakan pada petugas klinis
Metode ini adalah metode yang hampir selalu menjadi pilihan terakhir
untuk digunakan karena keakuratan atas estimasi yang diberikan oleh
dokter pada umumnya salah.
2. Menanyakan pada individu yang menjadi pasien

12
Metode ini lebih valid dibandingkan dengan metode yang
sebelumnya. Metode ini juga memiliki kekurangan, yaitu: pasien mungkin
saja berbohong untuk menghindari ketidaksukaan dari pihak tenaga
kesehatan, dan mungkin pasien tidak mengetahui seberapa besar tingkat
kepatuhan mereka sendiri. Jika dibandingkan dengan beberapa
pengukuran objektif atas konsumsi obat pasien, penelitian yang dilakukan
cenderung menunjukkan bahwa para pasien lebih jujur saat mereka
menyatakan bahwa mereka tidak mengkonsumsi obat.
3. Menanyakan pada individu lain yang selalu memonitor keadaan pasien.
Metode ini juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama, observasi
tidak mungkin dapat selalu dilakukan secara konstan, terutama pada hal-
hal tertentu seperti diet makanan dan konsumsi alkohol. Kedua,
pengamatan yang terus menerus menciptakan situasi buatan dan
seringkali menjadikan tingkat kepatuhan yang lebih besar dari
pengukuran kepatuhan yang lainnya. Tingkat kepatuhan yang lebih besar
ini memang sesuatu yang diinginkan, tetapi hal ini tidak sesuai dengan
tujuan pengukuran kepatuhan itu sendiri dan menyebabkan observasi
yang dilakukan menjadi tidak akurat.
4. Melalui kuesioner riset atau penelitian sebelumnya.
Kuesioner atau angket adalah salah satu instrumen yang dapat
digunakan untuk pengukuran kepatuhan. Kuesioner terdiri dari beberapa
pertanyaan atau pernyataan yang berhubungan dengan permasalahan.
Dapat menjaring informasi dalam skala luas dengan waktu yang cepat
dengan tetap terjaga kerahasian pasien. (Sukardi, 2012)

C. KEPATUHAN DIET GAGAL GINJAL


1. Pengertian diet
Kepatuhan adalah tingkat perilaku pasien yang tertuju terhadap
intruksi atau petunjuk yang diberikan dalam bentuk terapi apapun yang
ditentukan, diet, latihan, pengobatan atau menepati janji pertemuan
dengan dokter (Maryati, 2011).
Menurut Sandjaja dkk (2009) dalam kamus Gizi Pelengkap
Kesehatan Keluarga, diet memiliki arti sebagai pengatur pola dan
konsumsi makan dan minuman yang di larang, dimodifikasi atau

13
diperbolehkan dengan jumlah tertentu untuk tujuan terapi penyakit yang
diderita, kesehatan, atau penurunan berat badan. Diet berasal dari kata
Romawi yang berarti “gaya hidup”. Akan tetapi masyarakat sudah
beranggapan jauh dari pengertian diet itu sendiri. Konsep diet yang benar
haruslah aman. Diet hanya mengacu pada nutrisi yang di dapatkan setiap
hari. Ada beberapa diet yang di sesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan
spesifik, tidak hanya di gunakan untuk proses penurunan berat badan,
namun diet di gunakan juga untuk menjaga kesehatan tubuh seseorang
pasien walaupun pasien tersebut tidak mengealami obesitas.

D. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIET GAGAL GINJAL


1. Dukungan keluarga
Dukungan keluarga yang berupa perhatian, emosi, informasi,
nasehat, motivasi maupun pemahaman yang diberikan oleh sekelompok
anggota keluarga terhadap anggota keluarga yang lain sangatlah
dibutuhkan. Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting yang
mempengaruhi kepatuhan, diharapkan anggota keluarga mampu untuk
meningkatkan dukungannya sehingga ketidaktaatan terhadap program
diet yang akan dilaksanakan lebih dapat dikurangi (Widiany, 2017). Hasil
penelitian Sumigar, (2015) menunjukkan bahwa dukungan keluarga baik
(84,6%) dengan patuh (93,2%) dan tidak patuh (6,8%) dan dukungan
kurang (15,4%) dengan tidak patuh 62,5%) dan patuh (37,5%) dan
didapatkan nilai p = 0,001. Ini berarti bahwa nilai p lebih kecil dari α =
0.05.
2. Pengetahuan
Pengetahuan kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk
terbentuknya suatu tindakan, perilaku yang didasarkan pengetahuan akan
lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasarkan oleh
pengetahuan. Pasien menggunakan informasi dan keterampilan untuk
membuat keputusan tentang kapan waktu yang tepat untuk dapat
melaksanakan intervensi ter.tentu (Widiany, 2017). Hasil Penelitian
Widiany, (2017) menunjukkan hasil yang bermakna antara pengetahuan
dengan kepatuhan diet (p=0,027).

14
3. Sikap
Sikap pasien merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya perilaku,
maka pasien PGK yang menjalani terapi hemodialisis yang merasa
terancam kesehatannya oleh penyakit yang diderita dan kepercayaannya
terhadap program diet hemodialisis yang diberikan akan memunculkan
sikap baik sehingga cenderung untuk berperilaku patuh (Widiany, 2017).
Hasil penelitian Widiany, (2017) menunjukkan hasil yang bermakna
antara sikap dengan kepatuhan diet (p=0,045).
4. Perilaku
Perilaku seseorang dapat terbentuk yang dipengaruhi oleh faktor
eksternal (lingkungan fi sik dan non-fi sik dalam bentuk sosial, budaya,
ekonomi, dan politik) dan faktor internal (perhatian, pengamatan,
persepsi, motivasi, fantasi, dan sugesti). Perilaku akan bersifat langgeng
(long lasting) apabila didasari oleh pengetahuan, kesadaran, dan sikap
yang positif (Widiany, 2017). Hasil penelitian Widiany, (2017)
menunjukkan hasil yang bermakna antara perilaku dengan kepatuhan diet
(p=0,002).
5. Diet pasien gagal ginjal
Fungsi utama ginjal adalah memelihara keseimbangan homeostatic
cairan, elektrolit dan bahan-bahan organik dalam tubuh. Diet khusus
diperlukan jika fungsi ginjal terganggu, yaitu pada penyakit-penyakit
seperti sindroma nefrotik, gagal ginjal akut, penyakit ginjal kronik dengan
penurunan fungsi ginjal ringan sampai dengan berat, penyakit ginjal tahap
akhir yang memerlukan transplantasi ginjal dan batu ginjal. Diet pada
penyakit ginjal ditekankan pada pengontrolan asupan energi, protein,
cairan, elektrolit natrium, kalium, kalsium dan fosfor (Almatsier, 2010).
Diet khusus di perlukan bila fungsi ginjal terganggu, yaitu pada
penyakit-penyakit (1) Gagal Ginjal Akut; (2) Penyakit Ginjal Kronik dengan
penurunan fungsi ginjal ringan sampai dengan berat; (3) Penyakit Ginjal
Tahap Akhir yang memerlukan transplantasi ginjal atau dialisis (Almatsier,
2010).

15
E. DIET GAGAL GINJAL AKUT
1. Gambaran Umum
Gagal ginjal akut terjadi karena menurunnya fungsi ginjal secara
mendadak yang terlihat pada penurunan Glomerulo Filtration Rate (GFR)
atau Tes Kliren Kratinin (TKK) dan terganggunya kemampuan ginjal untuk
mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme. Penyakit ini di sertai
oliguria (urin<500 ml/24jam) sampai anuria. Penyebabnya bermacam-
macam, seperti kekurangan cairan tubuh secara berlebihan akibat diare
atau muntah, perdarahan hebat atau trauma pada ginjal akibat
kecelakaan, keracunan obat, dan luka bakar. Pada gagal ginjal akut
terjadi katabolisme protein berlebihan (hiperkatabolisme) yang di
pengaruhi oleh: (1) berat ringannya penyakit; (2) gangguan fungsi ginjal;
(3) status gizi pasien; (4) jenis terapi yang di berikan. Pemberian diet di
sesuaikan dengan keempat hal tersebut. Gejala penyakit dapat disertai
anoreksia, nausea, rasa lelah, gatal, mengantuk, pusing, dan sesak
napas. Dalam keadaan katabolik sedang dan berat, pasien memerlukan
dialisis. Apabila faktor penyebab dapat diatasi, penyakit dapat di
sembuhkan, yang berarti fungsi ginjal kembali normal (Almatsier, 2010).
2. Tujuan Diet Gagal Ginjal Akut
a. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan fungsi ginjal.
b. Menurunkan kadar ureum darah.
c. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
d. Memperbaiki dan mempertahankan gizi optimal dan mempercepat
penyembuhan (Almatsier, 2010).

3. Syarat Diet Gagal Ginjal Akut


a. Energi cukup untuk mencegah katabolisme, yaitu 25-35 kkal/kg BB.
b. Protein disesuaikan dengan katabolisme protein, yaitu 0,601,5 g/kg
BB, pada katabolik ringan kebutuhan protein 0,6-1 g/kg BB, katabolik
sedang 0,8-1,2 h/kg BB, dan katabolik berat 1-1,5 g/kg BB.
c. Lemak sedang, yaitu 20-30% dari kebutuhan energi total atau antara
0,5-1,5 g/kg BB. Untuk katabolisme berat dianjurkan 0,8-1,5 g/kg BB.

16
d. Karbohidrat sebanyak sisa kebutuhan energi setelah di kurangi jumlah
energi yang di peroleh dari protein dan lemak. Apabila terdapat
hipertrigliseridemia, batasi penggunaan karbohidrat sederhana atau
gula murni.
e. Natrium dan kalium di batasi bila ada anuria,
f. Cairan, sebagai pengganti cairan yang keluar melalui muntah, diare,
dan urin +500 ml.
g. Bila kemampuan untuk makan rendah, makanan diberikan dalam
bentuk formula enteral atau parental. Bila diperlukan, tambahan
suplemen asam folat, vitamin B6, vitamin C, vitamin A, vitamin K
(Almatsier, 2010).

4. Jenis Diet dan Indikasi Pemberian


Jenis diet yang diberikan disesuaikan dengan keadaan pasien dan
berat ringannya katabolisme protein. Pada katabolik ringan (keracunan
obat) dapat diberikan makanan per oral dalam bentuk lunak. Pada
katabolik sedang (infeksi, peritonitis) serta katabolik berat (luka bakar,
sepsis) diberikan makanan formula enteral atau parenteral (Almatsier,
2010).
Jenis diet yang diberikan adalah :
a. Diet Gagal Ginjal Akut Lunak
b. Diet Gagal Ginjal Akut Cair
5. Makanan yang di anjurkan
Apabila pasien makan per oral, semua bahan makanan boleh
diberikan; batasi penambahan garam apabila ada hipertensi, edema, dan
asites (lihat Diet Rendah Garam), serta batasi makan sayur dan buah
tinggi kalium bila ada hiperkalemia (Almatsier, 2010).

F. DIET GAGAL GINJAL KRONIK


1. Gambaran Umum
Penyakit Ginjal Kronik (chronic Kidney Disease) adalah keadaan
dimana terjadi penurunan fungsi ginjal yang cukup berat secara perlahan-
lahan (menahun) disebabkan oleh berbagai penyakit ginjal. Penyakit ini
bersifat progresif dan umumnya tidak dapat pulih kembali. Gejala penyakit

17
ini umumnya adalah tidak ada nafsu makan, mual, muntah, pusing, sesak
nafas, rasa lelah, edema pada kaki an tangan, serta uremia. Apabila nilai
Glomerulo Filtrstion Rate (GFR) atau Tes Kliren Kreatinin (TKK) <25
ml/menit, diberikan Diet Protein Rendah (Almatsier, 2010).
2. Diet Gagal Ginjal Kronik
a. Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal dengan
memperhitungkan sisa fungsi ginjal, agar tidak memberatkan kerja
ginjal.
b. Mencegah dan meurunkan kadar ureum darah yang tinggi 9uremia).
c. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.
d. Mencegah atau mengurangi progresivitas gagal ginjal, dengan
memperlambat turunnya laju filtrasi glomerulus (Almatsier, 2010).
3. Syarat Diet
a. Energi cukup, yaitu 35 kkal/kg BB.
b. Protein rendah, yaitu 0,6-0,75 g/kg BB. Sebagian harus bernilai
biologik tinggi.
c. Lemak cukup, yaitu 20-30% dari kebutuhan energi total.
Diutamakan lemak tidak jenuh ganda.
d. Karbohidrat cukup, yaitu kebutuhan energi total di kurangi energi yang
berasal dari protein dan lemak.
e. Natrium dibatasi apabila ada hipertensi, edema, asites, oliguria, atau
anuria. Banyaknya natrium yang di berikan antara 1-3 g.
f. Kalium dibatasi (40-70 mEq) apabila ada hiperkalemia ( kalium
darah> 5,5 mEq), oliguria, atau anuria.
g. Cairan dibatasi, yaitu sebanyak jumlah urin sehari ditambah
pengeluaran cairan melalui keringat dan pernapasan (± 500 ml).
h. Vitamin cukup, bila perlu di berikan suplemen piridoksin, asam folat,
vitamin C, vitamin D (Almatsier, 2010).
4. Jenis Diet Indikasi Pemberian
Ada tiga jenis diet yang diberikan menurut berat badan pasien, yaitu:
a. Diet Protein Rendah 1 : 30 g protein. Di berikan kepada pasien
dengan berat badan 50 kg.
b. Diet Protein Rendah II : 35 g protein. Di berikan kepada pasien
dengan berat badan 60 kg.

18
c. Diet Protein Rendah III : 40 g protein. Diberikan kepada pasien
dengan berat badan 65 kg.

Karena kebutuhan gizi pasien penyakit ginjal kronik sangat


bergantung pada keadaan dan berat badan perorangan, maka jumlah
protein yang diberikan dapat lebih tinggi atau lebih rendah daripada
standar. Mutu protein dapat ditingkatkan dengan memberikan asam
amino esensial murni (Almatsier, 2010).

G. APLIKASI PENGINGAT DIET


1. Pengertian
Aplikasi adalah sebuah software atau perangkat lunak yang berfungsi
untuk melakukan berbagai bentuk pekerjaan atau tugas-tugas tertentu
seperti penerapan, penggunaan dan penambahan data (Dhanta, 2009)
Pengingat adalah alarm yang memberi tahu pada hari/waktu itu ada
sebuah kegiatan atau hal yang harus dilakukan. Biasanya sebelum
mengatur pengingat menggunakan reminder, dirancang dulu sebuah
jadwal. (Wijanarko,2009)
Diet adalah program makanan khusus untuk kesehatan dan biasanya
dilakukan atas petunjuk dokter atau konsultan. Secara umum diet
bermakna sebuah usaha untuk menurunkan berat badan dengan
mangatur pola makan dan mengatur asupan nutrisi tertentu (KBBI, dalam
yankes 2017)
2. Fitur Aplikasi Pengingat Diet (Relawati, 2018).
 Informasi mengenai CKD
 Diet nutrisi
 Diet cairan
 Vidio edukasi berbasis animasi
 Penghitungan GFR
 Pengingat jadwal (Reminder)
- Judul, isi, hari, waktu,
 Ultrafiltration
 Profile pasien

3. Kelebihan Aplikasi Pengingat Diet

19
a. Digunakan dimanapun dan kapanpun karena dikemas dengan cara
yang menarik dan mudah untuk diakases.
b. Dilengkapi fitur yang menarik memberikan manfaat nyata bagi pasien
gagal ginjal kronik dan keluarga.
c. Memberikan informasi yang menarik dan simpel. (Relawati, 2018).
4. Manfaat Aplikasi pengingat diet
a. Dapat membantu perawat dan petugas kesehataan dalam
memberikan informasi kepada pasien dan keluarga tentang nutrisi,
diet, dan pembatasan cairan melalui aplikasi android.
b. Dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan, maupun perilaku
masyarakat dalam hidup sehat khususnya pada pasien gagal ginjal
kronik dengan sentuhan modern.
c. Dapat meningkatkan peran masyarakat terhadap peningkatan status
kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat dalam melakukan
penanganan gejala yang timbul oleh gagal ginjal kronik seperti
penanganan pembatasan cairan dan diet nutrisi yang sesuai.
(Relawati, 2018).
5. Kekurangan Aplikasi Pengingat Diet
a. Mendowload aplikasi tersebut menggunakan internet.

H. PENELITIAN TERKAIT
1. Pada penelitian yang dilakukan (Relawati, 2018) tentang Edukasi pasien
chronic kidney disease berbasis aplikasi android: buku saku pasien
dialysis. Tujuan penelitian agar pasien lebih mudah mengakses informasi
tentang gagal ginjal kronik di era teknologi yang semakin canggih. Selain
informasi dasar, peneliti menambahkan beberapa fitur tambahan yaitu
profile, kalkulator perhitungan GFR, reminder harian, dan pencatatan UF
yang akan memudahkan pasien untuk melakukan pencatatan di
handphone. Penjelasan tentang aplikasi berbasis android ini dilakukan
selama dua hari yaitu pada tanggal 15 dan 16 Januari 2018 di ruang
Hemodialisa RS PKU Muhammadiyah Gamping. Responden yang
diberikan edukasi sebanyak 30 orang. Nilai pre test dan post test
dianalisis menggunakan uji nonparametik Wilcoxon. Hasil analisis
menunjukkan nilai signifikansi 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah

20
aplikasi berbasis android efektif meningkatkan pengetahuan pasien gagal
ginjal kronis.
2. Pada penelitian yang dilakukan (Rahardjo, 2013) tentang aplikasi
diagnosa penyakit ginjal berbasis android. Penderita penyakit ginjal
meningkat dari tahun ke tahun. Dan di Indonesia sendiri khususnya,
penyakit ini biasanya tidak disadari sejak dini oleh banyak orang yang
menderita penyakit ginjal, sehingga menyebabkan keterlambatan
penanganan dan terlanjur berbahaya yang menyebabkan penurunan
fungsi ginjal dan dapat berujung kematian. Oleh karena itu pada
penelitian kali ini dibuat sebuah aplikasi yang menggunakan tahapan
pengembangan sistem metode prototype untuk membantu masyarakat
untuk mengenali sejak dini gejala-gejala dari penyakit ginjal tersebut
dengan meng-inputkan gejala-gejala yang telah disediakan di dalam
aplikasi. Aplikasi ini juga dibuat berbasis android untuk memudahkan
masyarakat dalam penggunaan aplikasi karena dapat digunakan di
smartphone android.
3. Pada penelitian yang di lakukan (Widiany, 2017) tentang Faktor-faktor
yang mempengaruhi kepatuhan diet pasien hemodialisis.
Metode:Penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional ini
dilaksanakan di Unit Hemodialisis RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
pada bulan Maret – Oktober 2016 dengan melibatkan 60 responden.
Variabel dependen adalah kepatuhan diet dan variabel independen
adalah pengetahuan, dukungan keluarga, sikap, dan perilaku. Data
dianalisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil: Analisis
menunjukkan hasil yang bermakna antara pengetahuan dengan
kepatuhan diet (p=0,027); dukungan keluarga dengan kepatuhan diet
(p=0,045); sikap dengan kepatuhan diet (p=0,045); dan perilaku dengan
kepatuhan diet (p=0,002).

21
I. KERANGKA TEORI
Bagan 2.1 Kerangka Teori

Faktor yang mempengaruhi


kepatuhan diet pasien gagal ginjal: Kepatuhan diet
1. Pengetahuan
2. Pendidikan
3. Kurangnya dukungan keluarga
4. Sikap pasien dalam menjalani diet Manfaat aplikasi pengingat
5. Kurangnya pengingat diet diet terhadap kepatuhan :
A. Meningkatkan
kesadaran,
pengetahuan,
dan perilaku
pasien GGK
dengan sentuhan
Aplikasi pengingat modern.
Kelebihan aplikasi
diet B. Meningkatkan
pengingat diet :
Informasi mengenai
a. Memberikan informasi status kesehatan
CKD yang dikemas secara individu,
menarik dan cepat keluarga, dan
Diet nutrisi
b. Mudah diakses masyarakat
Diet cairan kapanpun dan dalam
dimanapun penanganan
Vidio edukasi berbasis
c. Dilengkapi fitur yang gejala GGK
animasi lengkap
Penghitungan GFR

Pengingat jadwal
(Reminder)
- Judul, isi, hari, waktu,
Menyebabkan kepatuhan
Ultrafiltration diet
Profile pasien

Sumber :
Rahardjo (2013), Relawati (2018), Widiany (2017)
Keterangan :
Variabel yang di teliti :

Variabel yang tidak di teliti :

22
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. VARIABEL PENELITIAN
Variabel adalah ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota
suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain
(Notoatmodjo, 2010).
Variabel penelitian dibedakan menjadi 2 macam yaitu variabel terikat
dan variabel bebas (Sugiyono, 2010).
1. Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel independen merupakan variabel yang menjadi sebab


perubahan atau timbulnya variabel dependen. Variabel ini dikenal dengan
nama variabel bebas artinya bebas dalam mempengaruhi variabel lain.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah aplikasi pengingat diet

2. Variabel Terikat (Dependent Variable)


Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi
akibat karena variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah
kepatuhan konsumsi diet pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD
Dr.Loekmono Hadi Kudus.

B. HIPOTESIS
Hipotesis dalam penelitian berarti jawaban sementara penelitian yang
kebenarannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut, dikatakan
sementara karena jawaban yang diberikan baru berdasarkan pada teori dan
belum menggunakan fakta atau data (Riyanto, 2011).

Hipotesis alternative (Ha) merupakan hipotesis yang menyatakan ada


hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain atau hipotesis yang
menyatakan ada perbedaan sesutu kejadian antara kedua kelompok
(Riyanto, 2011).

Hipotesis nol (Ho) merupakan hipotesis yang menyatakan tidak ada

23
hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain atau hipotesis yang
menyatakan tidak ada perbedaan sesuatu kejadian antara kedua kelompok
(Riyanto, 2011)
Ha : Ada pengaruh aplikasi pengingat diet terhadap kepatuhan konsumsi diet
pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus
Ho : Tidak pengaruh pengaruh aplikasi pengingat diet terhadap kepatuhan
konsumsi diet pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD Dr. Loekmono
Hadi Kudus

C. KERANGKA KONSEP
Kerangka konsep adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep
yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan
dilakukan (Notoatmodjo, 2010).
Berdasarkan ruang lingkup penelitian dan teori yang telah diuraikan,
maka kerangka konsep penelitian adalah sebagai berikut :

Bagan 3.1 Variabel penelitian


Variabel Independent Variabel Dependent

Kepatuhan konsumai diet pada


Aplikasi pengingat diet pasien gagal ginjal di RSUD Dr.
Loekmono Hadi Kudus

D. RANCANGAN PENELITIAN
1. Jenis Penelitian

Rancangan penelitian ini menggunakan Jenis penelitian Quasy


Ekperimental, desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat
berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang
mempengaruhi pelaksanaan eksperiment (Notoadmodjo, 2010).

Dalam rancangan ini, kelompok eksperimental diberi perlakuan yaitu


aplikasi pengingat diet. Untuk kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan
apapun. Pada kelompok eksperimental dan kontrol diawali dengan pre
test (pengukuran awal) kepatuhan konsumsi diet gagal ginjal dan setelah

24
pemberian perlakuan diadakan pengukuran kembali (post tes) .
Kepatuhan melakukan konsumsi diet gagal ginjal. Rancangan penelitian
sebagaimana pada gambar 3.1.

Gambar 3.1 Desain Penelitian


K-Intervensi O1 X1 O2 Y1 = (O1:O2)
K-Kontrol O3 X0 O4 Y2 = (O3:O4)

Keterangan :
O1 dan O3 : Observasi awal pengambilan data awal (pre test)
O2 dan O4 : Post Test pengambilan data awal dengan dan
tanpa menggunkan aplikasi pengingat diet
Y1 : Hasil Perbandingan dari Pre test dan Post Test
pada Kelompok Intervensi (kelompok yang
menggunakan aplikasi pengingat diet)
Y2 : Hasil Perbandingan dari Pre test dan Post Test
pada Kelompok Kontrol (kelompok yang tanpa
menggunakan aplikasi pengingat diet)
X1 : Perlakuan kelompok intervensi menggunkan
aplikasi pengingat diet

X0 : Perlakuan kelompok kontrol menggunakan


penkes tentang diet gagal ginjal

K- Kontrol : Kelompok Kontrol (kelompok yang tidak digunkan


sebagai sumber data)
K-Intervensi : Kelompok Intervensi (kelompok yang digunakan
sebagai sumber data)

2. Metode Pengumpulan Data


a. Jenis data
Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa :
a) Data primer
Data primer atau data tangan pertama adalah data yang
diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan alat
pengukuran atau alat pengambilan data langsung pada subjek debagai
sumber informasi yang dicari (Azwar, 2012). Dalam penelitian ini data

25
primer berupa kepatuhan konsumsi diet pasien dengan gagal ginjal
kronis di RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus diperoleh menggunakan
kuesioner dan pelaksanaan aplikasi pengingat diet dengan
menggunakan lembar obsevasi.
b) Data sekunder
Data sekunder atau data tangan kedua adalah data yang
diperoleh dari pihak lain, tidak langsung diperoleh oleh peneliti dari
subjek penelitiannya. Data sekunder biasanya berwujud data
dokumentasi atau data laporan yang telah tersedia (Azwar, 2012). Data
sekunder pada penelitian ini diperoleh dari: RSUD Dr. Loekmono Hadi
Kudus berupa data jumlah pasien CKD yang akan menjadi subjek
penelitian.
b. Teknik pengumpulan data
Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan pada subjek
yang diperlukan dalam suatu penelitian. Rencana pengumpulan data
pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
a) Penelitimeminta surat permohonan dari Universitas
Muhammadiyah Kudus untuk melakukan ijin penelitian.

b) Peneliti mengajukan ijin Ke RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus


untuk melakukan research.

c) Peneliti melakukan kunjungan ke Ruang Hemodialisa dan


memperkenalkan diri untuk memulai penelitian

d) Selanjutnya peneliti memberikan informed consent kepada


responden untuk menjadi responden penelitian.

e) Setelah bersedia menjadi responden, kemudian


kelompok perlakuan diberikan tentang aplikasi pengingat diet.

f) Hasil eksperiment pada responden setelah terkumpul sesuai


dengan besar sampel dilakukan pengolahan serta menganalisis
data yang telah diperoleh.

3. Populasi Penelitian

26
Populasi merupakan keseluruhan atribut, dapat berupa manusia,
objek, atau kejadian yang menjadi fokus penelitian yang mempunyai
kualitas karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010).
Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan gagal ginjal di
RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus. Populasi diambil dari Jumlah pasien
pada bulan November 2019, yaitu sebanyak 40 pasien.
4. Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki


oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010).
Sampel dalam penelitian ini adalah pasien dengan gagal ginjal di
RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi tersebut dibawah ini, yaitu :
a. Kriteria Inklusi

1) Pasien dengan gagal ginjal dalam kondisi sadar

2) Pasien gagal ginjal tidak disertai penyakit menular

3) Pasien yang hanya menjalankan perawatan hemodialisa.


b. Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi adalah kriteria dimana subjek tidak dapat
mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel
penelitian karena ada hambatan, Kriteria eksklusi dalam penelitian ini
adalah :
1) Pasien mengalami gangguan jiwa

2) Pasien disertai penyakit menular

3) Pasien yang mengalami perburukan kondisi

4) Pasien yang diluar ruang hemodialisa.

Dalam penelitian ini menggunakan Simple random sampling, dengan


menggunakan rumus sebagai berikut :

N
n=
1+ N ¿ ¿

27
Keterangan:
N = Besar populasi = 40
n = Besar sampel
d = Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan = 0,1
N
n=
1+ N ( d )2
40
¿
1+ 40 ( 0,1 )2
40
¿
1+40 ( 0,01 )
40
¿
1+0,4
40
¿
1,4
¿28,5
¿ 28

Jadi Jumlah Sampel yang digunanakan adalah 28 responden,


dengan 14 responden sebagai Kelompok Intervensi dan 14 responden
sebagai kelompok Kontrol.

28
E. DEFINISI OPERASIONAL PROSEDUR
Tabel 3.1 Definisi Operasional
Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Kategori Skala

Variabel
Independen
Edukasi Pemberian Informasi Lembar jika total skor Nominal
Berbasis tentang diet pasien observasi hasil
Aplikasi gagal ginjal dengan penjumlahan
Android menggunakan alat Lembar
“Buku Saku bantu media aplikasi Observasi :
Pasien buku saku pasien 1. Diberikan
Dialysis” dialisis, yang Edukasi sesuai
didalam buku saku dengan SOP
tersebut terdapat 2. Tidak diberikan
jenis makanan yang Edukasi Sesuai
dikonsumsi, makanan dengan SOP
yang tidak boleh
dikonsumsi
dan akan dievaluasi
selama 6 hari

Variabel
Dependent

kepatuhan tindakan yang Kuisioner jika total skor Ordinal


diet pada dilakukan oleh hasil
pasien gagal pasien gagal ginjal penjumlahan
ginjal dalam mengontrol Lembar
makanan yang observasi :
dimakan dan pola 1. Patuh Jika Nilai
makan sehari-hari 11-20
seperti makanan apa 2. Tidak Patuh jika
saja yang boleh Nilai 0-10
dimakan, makanan
yang harus dihindari
sesuai panduan pada
buku saku pasien
dialisis.

F. Instrumen Penelitian dan Cara Pengumpulan Data


1. Instrumen penelitian
Instrument penelitian adalah alat- alat yang digunakan untuk
pengumpulan data (Notoatmodjo, 2010). Dalam penelitian ini
menggunakan instrument berupa lembar observasi yang dibuat oleh
peneliti berdasarkan acuan bab 2. adapun uraian dari lembar observasi

29
adalah sebagai berikut :
a. Instrumen A digunakan untuk mengetahui karakteristik responden
(Umur, jenis kelamin, pekerjaan).
b. Instrumen B lembar observasi digunakan untuk mengetahui
Pemberian aplikasi pengingat diet oleh petugas kesehatan terdiri dari
10 item pertanyaan tertutup dengan alternatif jawaban, Ya dan tidak,
dengan pertanyaan positif.
c. Instrumen penelitian C digunakan untuk mengetahui kepatuhan diit
gagal ginjal, terdiri dari 20 pertanyaan tertutup dengan alternatif
jawaban : Ya dan tidak dengan model pertanyaan positif dan negatif.
Pertanyaan Positif terdapat pada poin pertanyaan
1,4,7,8,9,10,12,13,14,16,18,19,20 dan pertanyaan negatif pada poin
pertanyaan 2,3,5,6,11,15 dan 17.
Kuisioner dalam penelitian ini akan dilakuakan uji validitas dan
reliabilitas seperti dibawah ini:

a) Uji Validitas

Validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya


suatu butir pertanyaan. Skala butir pertanyaan disebut valid, jika
melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur yang
seharusnya diukur (Sunyoto, 2011).

𝑛(∑𝑥𝑦)−(∑𝑥).(∑𝑦)
r=
√{𝑛∑𝑥2− (∑𝑥)2} .{𝑛∑𝑦2− (∑𝑦)2}

Untuk menguji validitas maka dilakukan uji korelasi antar


skor (nilai) tiap item pertanyaan dengan skor total kuesioner
tersebut. Bila item pertanyaan mempunyai korelasi yang bermakna
(construct validity) dengan skor total instrument maka kuesioner
dinyatakan valid (Notoatmodjo,2010). Pada penelitian ini kuisioner
yang akan dilakukan uji validitas adalah kuisioner kepatuhan diit
gagal ginjal. Uji validitas pada penelitian ini menggunakan uji
statistik korelasi Pearson Product Moment, dengan rumus sebagai

30
berikut:

Keterangan:

r = koefisien korelasi

∑x = jumlah skor item

∑y = jumlah skor total (item)

xy = jumlah skor total responden kali tiap pertanyaan

n = jumlah responden
Berdasarkan jumlah responden, instrument dinyatakan valid
bila didapatkan nilai rhitung lebih besar dari rtabel (0.361) pada taraf
signifikansi 5% (Sugiyono, 2010). Uji validitas kuesioner dilakukan
di RSUD RA. Kartini Jepara dengan jumlah responden sebanyak 20
responden dengan taraf signifikan 0,05 maka rtabel di peroleh 0,423.
b) Uji Reliabilitas

Menurut Arikunto (2010), reliabilitas adalah suatu instruksi yang


dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data,
karena instrument tersebut sudah baik. Uji reliabilitas menggunakan
rumus alpha.Instrument dinyatakan reliable jika mempunyai nilai
minimum 0,623 atau ≥ 0.60 sampai mendekati angka 1 dan nilainya
positif.Reliabilitas disini menunjukkan tingkat konsistensi dan
stabilitas dari data berupa skor hasil persepsi suatu variabel, baik
variabel bebas maupun variabel terikat (Sunyoto, 2011). Secara
matematis besarnya reliabilitas dirumuskan (Riwidikdo, 2009)
sebagai berikut:

Keterangan:

r = reliabilitas instrument

k = jumlah item dari instrument

∑ab2 = mean skor total ab2 = varian total

31
G. Tehnik Pengolahan Data dan Analisis Data
1. Tehnik Pengolahan Data
a. Memeriksa (Editing)
Editing dilakukan dengan cara memeriksa kebenaran jawaban
dari responden yang ada pada kuesioner. Editing dilakukan pada
tahap pengumpulan data.

b. Coding (memberi tanda kode)

Koding merupakan kegiatan pemberian kode numeric (angka)


terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori.

c. Entry Data

Entry data dilakukan dengan cara setelah pemberian kode,


selanjutnya memasukkan data ke dalam data base komputer untuk
kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau tabel
kontigensi.

d. Tabulasi (pengumpulan data)

Tabulasidibuat peneliti dalam bentuk tabel yang berisi tentang


distribusi frekwensi dan prosentase.

2. Teknik Analisa Data

Analisa hasil penelitian ini akan menganalisis pengaruh Aplikasi


pengingat Diet terhadap kepatuhan konsumsi diet pada pasien gagal
ginjal kronis di RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus. Analisa nyata yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat.
a. Analisis Univariat
Analisa univariat yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil
penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan
distribusi frekuensi dan presentase dari tiap variabel (Notoatmodjo,
2010). Analisa univariat pada penelitian adalah pemberian Aplikasi
Pengingat Diet dan kepatuhan konsumsi diet pasien dengan gagal
ginjal kronis.

Rumus analisa univariat :

32
Keterangan :
f : Frekuensi yang dihasilkan
N : Jumlah seluruh sample

b. Analisa Bivariat
Analsis bivariat yaitu analisis data yang dilakukan pada dua
variabel yang diduga mempunyai hubungan atau korelasi
(Notoatmodjo, 2010). Analisa bivariat dalam penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh Aplikasi Pengingat Diet terhadap
kepatuhan konsumsi diet pasien gagal ginjal kronis di RSUD Dr.
Loekmono Hadi Kudus. Data yang terkumpul dalam penelitian ini
akan dilakukan uji normalitas data, apabila didapatkan data normal,
maka data akan dilakukan uji statistik dengan uji statistik non
parametrik wilcoxon.
Menggunakan Uji Wilcoxon karena dapat menganalisis hasil-
hasil yang berpasangan dari dua data apakah berbeda atau tidak. Uji
Wilcoxon ini digunakan untuk tipe data yang bertipe nominal dan
ordinal. Dengan syarat sampel pasien hemodialisa yang melakukan
cuci darah di RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus dapat membaca dan
menggunakan android. Uji Wilcoxon di bantu dengan Komputerisasi.

H. Etika Penelitian
Dalam melakukan penelitian, peneliti menekankan pada masalah
etika menurut Hidayat (2009), meliputi :
1. Lembar Persetujuan (Informed Concent)
Untuk menghindari suatu keadaan atau hal-hal yang tidak diinginkan,
maka yang menjadi responden adalah pasien yang benar-benar setuju
menjadi responden dengan menandatangani lembar persetujuan
(Informed Concent). Apabila subjek menolak untuk diteliti maka peneliti
tidak akan memaksa dan akan menghormati hak-haknya.

33
2. Tanpa Nama ( Anonimity)
Untuk menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak akan
mencantumkan nama responden pada lembar pengumpulan data, lembar
tersebut hanya diberi kode tertentu.
3. Kerahasiaan (Confidentiality)
Informasi yang diberikan responden serta semua data yang
terkumpul dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hal ini tidak
dipublikasikan untuk diberikan kepada orang lain tanpa seizin responden.

I. Jadwal Penelitian
Terlampir

34
J. Alur Penelitian
Bagan 3.2 Alur Penelitian

Popolasi
N = 28 Responden

1-14 15-28
Sempel Kelompok Intervensi Sempel Kelompok kontrol
N1 = 14 Responden N2= 14 Responden

Pengukuran kepatuhan diet pada


pasien gagal ginjal kronis di RSUD Pengukuran kepatuhan doet
Dr. Loekmono Hadi Kudus pada pasien gagal ginjal di RSUD
(Kelompok Intervensi) Sebelum Dr. Loekmono Hadi Kudus
diberikan aplikasi pengingat diet (Kelompok Kontrol)

Pemberian Aplikasi Pengingat diet


pada pasien gagal ginjal kronis di
RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus
selama 2-4 hari

Pengukuran kepatuhan diet pada


pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr.
Pengukuran kepatuhan diet
Loekmono Hadi Kudus setelah
diberikan aplikasi pengingat diet

Analisa Data

Pengajian Data

35
DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S. (2010). Penuntun diet edisi terbaru. Jakarta: Gramedia Pustaka


Utama.
Ambarwati, F. R. (2014). Konsep Kebutuhan Dasar Manusia. Yogyakarta: Dua
Satria Offset.
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta:
Rnineka Cipta.
Azizah, F. N. (2017). Aplikasi Android Membantu Progam Diet Berbasis Aktivitas.
Azwar, s. (2012). metode penelitian. yogyakarta: pustaka pelajar.
Corwin, E. (2009). Buku Saku Patofisiologi Corwin. Jakarta: Aditya Media.
Desita,A. (2010). Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Peningkaan Kualitas
Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa HAM
Medan.
Dhanta, R. (2009). Pengantar Ilmu Komputer. surabaya: Indah.
Hidayat, A. (2010). Metode penelitian paradigma kuantitatif. Jakarta: Heath
books.
Indrasari, D. N. (2015). Perbedaan Kadar Ureum dan Kreatinin pada Pasien
Gagal Ginjal Kronik Berdasarkan Lama Menjalani Terapi Hemodialisa di
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Jakarta: Salemba medika.
Maryati, H. (2011). Hubungan selft efficacy dengan kecemasan penderita Gagal
Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Jombang.
Mubarak, Nurul, & Joko. (2015). Standar Asuhan Keperawatan Dan Prosedur
Tetap dalam Praktik Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Muttaqin, A., & Sari, K. (2011). Aplikasi Asuhan Keperawatan Medikal bedah.
Nadeem. (2011). Compliance of End Stage Renal Disease Patients on
Haemodialysis.
Nazruddin, S. (2012). Program Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet PC
Berbasis Android. Bandung: Informatika.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan . Jakarta: Rineka
Cipta.
Nurchayati. (2010). Analisis faktor-faktor yang behubungan dengan kualitas
hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di
Rumah

36
Sakit Islam Fatmawati Cilacap dan Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas.
Perry, P. (2009). Fundamental Keperwatan Edisi 7. Jakarta: Salemba
Medika. Rahardjo, R. S. (2013). aplikasi diagnosa penyakit ginjal
berbasis android.
Relawati, A. (2018). Edukasi pasien chronic kidney disease berbasis aplikasi.
Riwidikdo, H. (2009). Statistik Kesehatan. Yogyakarta: Mitra Cendekia
Press.
Riyanto, A. (2011). Aplikasi metodologi penelitian kesehatan. Yogyakarta: Nuha
Medika.
Smeltzer, & Bare. (2009). Buku Ajaran Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddart, Edisi 8 Volume 2. Jakarta: EGC.
Sudoyono. (2009). Buku Ajar Penyakit Dalam, Jilid II, Edisi V. Jakarta: Interna
Piblishing.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV ALFABETA.
Sulistyoningsih, H. (2011). Gizi untuk Kesehatan Ibu dan Anak .
Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Sumigar, G. (2015). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada
pasien gagal ginjal kronik di Irina C2 dan C4 RSUP PROF. DR. R. D.
Kandou Manado.
Sunyoto, D. (2011). Analisis Data untuk Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha
Medika.
Utami. (2010). Faktor - Faktor Yang Menpengaruhi Kepatuhan Dalam
Pembatasan Diet dan Asupan Cairan Pada Pasien Gagan Ginjal Kronik
di Ruang Hemodialisa RSUP H.Adam Malik Medan.

Wahyudi, H. (2012). Kepatuhan diet dengan berat badan pre hemodialisis pada
pasien reguler di ruang hemodialisa RSUD Nganjuk.

Widiany, F. L. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet pasien.

37
PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Kepada Yth.
Bapak / Ibu Penderita Gagal Ginjal
Di Ruang Hemodialisa RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah mahasiswa Prodi S1
Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kudus :

Nama : Cantika Putri Dewanti


NIM : 820163013
Alamat : Ds. Hadipolo Rt7/Rw1, Kec. Jekulo, Kab. Kudus

Bermaksud mengadakan penelitian dengan judul “PENGARUH APLIKASI


PENGINGAT DIET DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI DIET PADA PASIEN
GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT DR. LOEKMONO HADI
KUDUS” Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, saya memohon kepada anda
untuk berpartisipasi dengan cara mengisi kuesioner yang terlampir dan
bersedia untuk melakukan pemberian aplikasi pengingat diet. Dalam
pengambilan data, peneliti menggunakan etika penelitian yaitu peneliti menjaga
kerahasiaan responden, menjamin keamanan selama proses penelitian
berlangsung, dan Anda boleh keluar atau mengundurkan diri jika merasa
kurang nyaman dengan proses penelitian.
Atas perhatian dan ketersediaannya, peneliti mengucapkan terima kasih.

Kudus, 2019
Hormat Saya

Cantika Putri Dewanti

38
LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN
(INFORMED CONSENT)
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama :
Alamat :

Menyatakan bersedia menjadi responden penelitian yang dilakukan oleh


mahasiswa Program S-1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah
Kudus.
Nama : Cantika Putri Dewanti
NIM : 820163013
Judul : ”Pengaruh Aplikasi Pengingat Diet Dengan Kepatuhan
Konsumsi Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah
Sakit Dr. Loekmono Hadi Kudus”
Saya bersedia menjadi responden, secara sukarela tanpa ada unsur
paksaan dari siapapun dan data yang dihasilkan dalam penelitian ini
akan dirahasiakan. Dan dipergunakan hanya untuk keperluan
pengolahan data saja.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk
dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Kudus, 2019
Responden

( )

39
KUESIONER PENELITIAN

Pengaruh Aplikasi Pengingat Diet Dengan Kepatuhan


Konsumsi Diet pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD
Dr. Loekmono Hadi Kudus

Tanggal :
No. Responden :

Petunjuk pengisian kuesioner :


1. Bacalah dengan cermat dan teliti setiap item pertanyaan/pernyataan dalam
kuesioner ini.
2. Pilihlah jawaban yang sesuai menurut anda dengan cara memberi tanda
contreng (V) pada kotak pilihan/kolom yang tersedia.

A. Instrument A
Umur :

Jenis Kerlamin : Laki-laki perempuan

Pendidikan : SD Diploma

SMP Perguruan
Tinggi

SMA

Pekerjaan : Pelajar Tani

Tidak Bekerja Wiraswasta

Buruh

Lama : < 1 tahun


. ≥ 1 tahun

40
B. Kepatuhan Diet Gagal Ginjal Kronik
NO PERTANYAAN JAWABAN

YA TIDAK
1 Saya mengkonsumsi asupan cairan dan
makanan sesuai yang dianjurkan
2 Saya mengkonsumsi >6 sendok makan gula
pasir setiap hari
3 Saya mengkonsumsi asupan cairan tidak
lebih dari 1,5 liter dalam sehari
4 Saya meminum susu 1 gelas perhari
5 Saya mengkonsumsi nasi 100 gram setiap
hari
6 Saya mengkonsumsi sayuran minimal 100
gram perhari
7 Saya mengkonsumsi 2 potong buah pepaya
setiap hari
8 Saya biasa mengkonsumsi olahan kacang-
kacangan (tahu dan tempe)
9 Saya rutin konsumsi 1 sendok makan madu
setiap hari
10 Saya suka mengkonsumsi makanan kalengan
(ikan kaleng, cornet, buah kaleng, jus kaleng)
11 Saya konsumsi agar-agar 1 porsi setiap hari

12 Saya mengkonsumsi > 1 butir telur ayam

13 Saya mengkonsumsi 1 potong daging


setiap hari
14 Saya tidak mengkonsumsi makanan
berbahan ikan laut
15 Saya mengkonsumsi nasi putih seperti
sebelum sakit
16 Saya selalu mengkonsumsi makan
makanan yang digoreng setiap hari
17 Saya konsumsi nasi dengan lauk mie
instant
18 Saya tidak pernah mengkonsumsi makanan
cepat saji selama sakit
19 Saya sering makan di lebih dari jam 21:00

41
malam
20 Keluarga saya memberikan segala jenis
makanan yang saya inginkan

42
LEMBAR OBSERVASI
“Pengaruh Aplikasi Pengingat Diet Dengan Kepatuhan Konsumsi
Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik”

NO PERTANYAAN JAWAB
YA TIDAK
1 Mengaktifkan hp android
2 Membuka fitur aplikasi pengingat diet
3 Memilih menu diet nutrisi dan cairan
4 Membaca dengan Seksama Isi dari
aplikasi pengingat diet
5 Membuat resum diet yang sudah dilakukan
sesuai aplikasi
6 Membuat kesimpulan diet harian
yang dikonsumsi
7 Memantau diet yang dikonsumsi setiap hari
8 Melaksanakan panduan diet sesuai aplikasi
9 Memahami semua isi aplikasi
10 Mengetahui Jenis makanan yang harus
dikonsumsi sesua dengan aplikasi

43