Anda di halaman 1dari 5

1.

Jelaskan hierarki kebutuhan Maslow dan contohnya dalam manajemen perusahaan

2.Jelaskan berbagai perubahan atau evolusi konsep pemasaran pada era produksi, era penjualan, era
konsep pemasaran dan era relasi pelanggan

3.Jelaskan tahapan dalam melakukan promosi

JAWABAN

1.Hierarki kebutuhan Maslow adalah teori psikologi yang diperkenalkan oleh Abraham Maslow dalam
makalahnya, "A Theory of Human Motivation", di Psychological Review pada tahun 1943.[1] Ia
beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan di tingkat rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup
terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih tinggi menjadi hal yang
memotivasi.

Konsep Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Konsep hierarki kebutuhan dasar ini bermula ketika Maslow melakukan observasi terhadap perilaku
monyet.[3] Berdasarkan pengamatannya, didapatkan kesimpulan bahwa beberapa kebutuhan lebih
diutamakan dibandingkan dengan kebutuhan yang lain.[3] Contohnya jika individu merasa haus, maka
individu akan cenderung untuk mencoba memuaskan dahaga.[3] Individu dapat hidup tanpa makanan
selama berminggu-minggu.[3] Tetapi tanpa air, individu hanya dapat hidup selama beberapa hari saja
karena kebutuhan akan air lebih kuat daripada kebutuhan akan makan.

Hierarki Kebutuhan Maslow

Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs)

Kebutuhan paling dasar pada setiap orang adalah kebutuhan fisiologis yakni kebutuhan untuk
mempertahankan hidupnya secara fisik.Kebutuhan-kebutuhan itu seperti kebutuhan akan makanan,
minuman, tempat berteduh, tidur dan oksigen (sandang, pangan, papan). Kebutuhan-kebutuhan
fisiologis adalah potensi paling dasar dan besar bagi semua pemenuhan kebutuhan di atasnya.Manusia
yang lapar akan selalu termotivasi untuk makan, bukan untuk mencari teman atau dihargai. Manusia
akan mengabaikan atau menekan dulu semua kebutuhan lain sampai kebutuhan fisiologisnya itu
terpuaskan. Di masyarakat yang sudah mapan, kebutuhan untuk memuaskan rasa lapar adalah sebuah
gaya hidup. Mereka biasanya sudah memiliki cukup makanan, tetapi ketika mereka berkata lapar maka
yang sebenarnya mereka pikirkan adalah citarasa makanan yang hendak dipilih, bukan rasa lapar yang
dirasakannya.Seseorang yang sungguh-sungguh lapar tidak akan terlalu peduli dengan rasa, bau,
temperatur ataupun tekstur makanan.

Kebutuhan Akan Rasa Aman (Safety/Security Needs)

Setelah kebutuhan-kebutuhan fisiologis terpuaskan secukupnya, muncullah apa yang disebut Maslow
sebagai kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman.[6] Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman ini
diantaranya adalah rasa aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan dan kebebasan dari daya-
daya mengancam seperti kriminalitas, perang, terorisme, penyakit, takut, cemas, bahaya, kerusuhan dan
bencana alam. Serta kebutuhan secara psikis yang mengancam kondisi kejiwaan seperti tidak diejek,
tidak direndahkan, tidak stres, dan lain sebagainya. Kebutuhan akan rasa aman berbeda dari kebutuhan
fisiologis karena kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi secara total.

Kebutuhan Akan Rasa Memiliki Dan Kasih Sayang (Social Needs)

Jika kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman telah terpenuhi, maka muncullah kebutuhan
akan cinta, kasih sayang dan rasa memiliki-dimiliki.[6] Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi dorongan
untuk dibutuhkan oleh orang lain agar ia dianggap sebagai warga komunitas sosialnya. Bentuk akan
pemenuhan kebutuhan ini seperti bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan
untuk dekat pada keluarga dan kebutuhan antarpribadi seperti kebutuhan untuk memberi dan
meKebutuhan Akan Penghargaan (Esteem Needs)

Setelah kebutuhan dicintai dan dimiliki tercukupi, selanjutnya manusia akan bebas untuk mengejar
kebutuhan egonya atas keinginan untuk berprestasi dan memiliki prestise.[2] Maslow menemukan
bahwa setiap orang yang memiliki dua kategori mengenai kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan
yang lebih rendah dan lebih tinggi.

Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri (Self-actualization Needs)

Tingkatan terakhir dari kebutuhan dasar Maslow adalah aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk
membuktikan dan menunjukan dirinya kepada orang lain.[3] Pada tahap ini, seseorang mengembangkan
semaksimal mungkin segala potensi yang dimilikinya.

Contoh Dalam Manajemen Perusahaan

Pada teori hirarki kebutuhan maslow juga membahas dari sisi manajemen dalam organisasi/perusahaan.
Kebutuhan fisik/fisiologis yang harus dipenuhi karyawan di suatu perusahaan adalah upah
minimum/standar gaji minimum.

Karyawan mencari pekerjaan pada sebuah perusahaan pastilah gaji/upah yang akan menjadi alasan
utama. Sebelum kebutuhan dasar ini terpenuhi maka karyawan akan sulit untuk berkembang apalagi
memberikan prestasi dan kontribusi besar pada perusahaan. Oleh karena menurut teori hierarki
kebutuhan maslow maka perusahaan harus mampu memenuhi kebutuhan dasar dari para karyawannya.
Hal ini juga dapat menjadi motivasi awal bagi karyawan untuk bekerja lebih giat dan memperbaiki citra
perusahaan di mata angakatan kerja.

2.a.Konsep Produksi (Production Concept)

Konsep produksi bertitik tolak dari anggapan bahwa konsumen ingin produk yang harga murah dan
mudah didapatkan di mana-mana. Produsen yang menganut konsep ini, akan membuat produksi secara
masal, menekan biaya dengan efisiensi tinggi. Sehingga harga pokok produksi bisa ditekan dan harga jual
lebih rendah dari pesaing.
Produsen tipe ini akan mendistribusikan hasil produksinya ke seluruh pelosok agar mudah diproleh
konsumen. Konsep ini merupakan konsep awal dari produsen untuk menguasai pasar. Konsep ini akan
sangat berhasil, jika memang belum banyak saingan dan konsumen belum memperhatikan kualitas.
Pokoknya yang penting bagi konsumen adalah terpenuhinya kebutuhan (needs). Masalah wants belum
diperhatikan.

b. Konsep Penjualan (Selling concept)

Pada konsep ini, produsen membuat barang, kemudian harus menjual barang itu dengan berbagai
teknik promosi. Hal yang penting ialah adanya kegiatan promosi secara maksimal. Paham dari konsep ini
adalah konsumen pasti mau membeli barang, bila mereka dirancang untuk membeli. Dan promosi
besar-besaran merupakan ciri khas dari selling concept.

Premis yang mendasari konsep ini adalah:

 Konsumen cenderung menolak membeli barang yang tidak penting. Oleh karena itu, harus
didorong untuk membeli.
 Konsumen dapat dipengaruhi melalui stimulasi promosi.
 Tugas produsen mendorong penjualan.g Concept)

c. Konsep Pemasaran (marketing concept)

Pada konsep pemasaran, produsen tidak hanya membuat barang, tidak pula asal melancarakan promosi.
Tapi produsen memusatkan perhatian pada selera konsumen, produsen memperhatikan needs dan
wants dari konsumen. Jadi produsen tidak hanya memperhatikan kebutuhan konsumen saja, tapi juga
memperhatikan apa keinginan konsumen. Konsumen juga tidak hanya sekedar membeli fisik barang,
tapi mengharapkan sesuatu yang lain yang diharapkan setelah membeli barang tersebut. Jika hal ini
dapat terpuaskan maka kegiatan marketing perusahaan akan mencapai sukses.

Premis yang mendasari konsep pemasaran ini adalah:

 Konsumen selalu memilih barang yang dapat memuaskan needs dan wants-nya.
 Konsumen dapat dikelompokkan berdasarkan needs dan want-nya.
 Tugas organisasi adalah meneliti dan menetapkan segmentasi dan memilih pasar serta
mengembangkan program pemasaran yang efektif.

d. Konsep Kemasyarakatan, memiliki rasa tanggung jawab (Responsibility) atau berwawasan sosial
(Societal Marketing Concept) Tingkat orientasi pada rasa tanggung jawab sosial dan kemanusiaan
didasarkan atas banyaknya kritik dan sorotan dari luar perusahaan. Baik yang datang dari pemerintah
maupun dari masyarakat melalui lembaga konsumen atau LSM. Maka perusahaan harus memiliki rasa
tanggung jawab moral untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Tanggungjawab sosial ini
dalam arti luas, harus menghasilkan barang yang baik, tidak merusak kesehatan masyarakat.
Menggunakan sumber daya alam secara bertanggung jawab, selalu menjaga kebersihan air dan
kebersihan udara dari ancaman polusi, mengurangi kebisingan mesin pabrik. Semua ini harus dilakukan
dalam rangka menciptakan suasana kehidupan yang baik dan tenteram dengan penuh rasa tanggung
jawab. Tidak mementingkan keuntungan perusahaan semata.

3. Tahapan Dalam Merencanakan Promosi

Pentingnya Promosi

Promosi adalah satu hal terpenting dalam dunia bisnis . Mengapa? Karena promosi adalah satu-satunya
cara untuk mengenalkan produk anda ke masyarakat dan calon pembeli yang potensial. Kalau anda tidak
mempromosikan produk-produk kita, lalu bagaimana masyarakat dapat mengenali produk kita.?

Banyak keuntungan yang diperoleh dengan berpromosi. Seperti, informasi produk akan tersebar kepada
masyarakat, mendapatkan kenaikan penjualan dan profit, mendapatkan pelanggan baru dan menjaga
kesetiaan pelanggan, membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing, bahkan
membantu mengubah tingkah laku dan pendapat konsumen.

Tahapan Merencanakan Promosi

Agar aktivitas promosi yang anda lakukan dapat berjalan efektif tentu diperlukan perencanaan promosi.
Berikut adalah langkah -langkah yang dapat anda tempuh dalam merencanakan promosi:

1. Menentukan target pasar

Menentukan segmentasi yang lebih spesifik untuk menghadapi perilaku konsumen yang beragam adalah
salah satu langkah yang biasa diambil oleh produsen untuk menghadapi persaingan. Dengan
mengetahui target pasar secara jelas dan detil maka anda dapat membuat anggaran promosi yang
efektif.

2. Tujuan promosi

Menentukan tujuan dan apa yang ingin dicapai akan membuat aktivitas promosi berjalan efisien. Apakah
tujuan promosi tersebut untuk membangun brand awareness, mendongkrak penjualan atau
meluncurkan produk baru.

3. Menentukan pesan

Sebagai pengusaha anda harus mampu membangun komunikasi dua arah dengan konsumen anda.
Untuk itu anda harus menentukan pesan apa yang ingin disampaikan untuk mendukung kegiatan
promosi. Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh target market anda serta membuat pesan yang
menarik, rasional, dan informatif.
4. Media

Pilihlah media yang sesuai dengan target pasar anda. Penggunaan media sosial akan sangat membantu
dalam hal distribusi informasi yang lebih luas. Namun anda tetap harus fokus pada pasar yang anda tuju,
kenali perilaku konsumen, dan tentukan media yang sesuai.

5. Membuat anggaran

Membuat anggaran promosi hendaklah mempertimbangkan goal yang ingin anda capai, bagaimana
mencapainya, kemudian baru membuat anggaran. Besaran anggaran yang dibuat juga tergantung pada
pemilihan media yang anda gunakan.

6. Pengukuran efektivitas promosi

Banyak pelaku usaha yang seringkali melupakan pengukuran efektivitas promosi yang telah dilakukan.
Padahal ini penting untuk mereview efektivitas kegiatan promosi. Pengukuran ini dapat dilakukan
dengan riset brand awareness atau mengukur impact digital marketing dalam mendongkrak penjualan.