Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang

Samuel P .Huntington,penulis dari buku terkenal berjudul “ The Clash of Civilization


“ pernah meramalkan bahwa di masa ketika peradabaan dunia ini saling bertemu,
demokrasi adalah salah satu system politik yang akan memenangkan ‘ pertempuran ‘
tersebut. Di abad ke 21 ini ramalan dari Samuel P. Huntintong tersebut tidaklah
berlebihan .terbukti ,demokrasi menjadi salah satu system politik dominan yang dianut
oleh hampir seluruh Negara di dunia .

Pancasila sebagai dasar Negara mempunyai sifat imperatif dan memaksa, artinya
setiapwarga Negara Indonesia harus tunduk dan taat kepadanya. Siapa saja yang
melangggarPancasila sebagai dasar Negara, harus ditindak menurut hukum yakni hukum
yang berlaku diIndonesia. Dengan kata lain pengamalan Pancasila sebagai dasar Negara
disertai sanksi -sanksi hukum. Sedangkan pengamalan Pancasila sebagai weltanschuung,
yaitu pelaksanaanPancasila dalam hidup sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi hukum
tetapi mempunyai sifatmengikat, artinya setiap manusia Indonesia terikat dengan cita-cita
yang terkandung didalamnya untuk mewujudkan dalam hidup dan kehidupanya, sepanjang
tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Jadi, jelaslah
bagi kita bahwamengamalkan dan mengamankan Pancasila sebagai dasar Negara Republik
Indonesiamempunyai sifat imperatif memaksa. Sedangkan pengamalan atau pelaksanaan
Pancasilasebagai pandangan hidup dalam hidup sehari-hari tidak disertai sanksi-sanksi
hukum tetapimempunyai sifat mengikat.

Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara dihubungkan fungsinya sebagai dasar
Negara, yang merupakan landasan idiil bangsa Indonesia dan Negara Republik
Indonesiadapatlah disebut pula sebagai ideology nasional atau ideology Negara. Artinya
pancasilamerupakan satu ideology yang dianut oleh Negara atau pemerintah dan rakyat
Indonesiasecara keseluruhan, bukan milik atau monopoli seseorang ataupun sesuatu
golongan tertentu.

Sebagai filsafat atau dasar kerohanian Negara, yang meruapakn cita-cita bangsa,
Pancasila harus dilaksanakan atau diamalkan, yang mewujudkan kenyataan dalam
penyelenggaraan hidup kenegaraan kebangsaan dan kemasyarakatan kita.Bila terjadi
kesenjangan dalam kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan, kita harus kembali kepada
filsafat Negara Republik Indonesia untuk mencari jalan keluarnya atau untuk meluruskan
kembali.1 Istilah demokrasi itu sendiri, tidak termaktub dalam Pembukaan Undang-undang
dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, yang memuat Pancasila. Namun, esensi
demokrasi terdapat dalam Sila keempat Pancasila, Kedaulatan Rakyat yang dipimpin oleh
hikmah kebijaksnaan berdasar Permusyawaratan/ Perwakilan. Sejauh apa demokrasi kita
merupakan Sila keempat itu ? Pancasila yang mempunyai hierarki dalam setiap sila-sila
dalam pancasila yang mempunyai wujud kepedulian terhadap bangsa Indonesia. Sila
pertama yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang mempunyai arti bahwa negara dan
bangsa Indonesia mengakui adanya Tuhan dan Mempercayai agama dan melaksanakan
ajaran-ajaran agama yang dianut oleh bangsa Indonesia. Sila yang kedua sampai sila kelima
merupakan sebuah akisoma dari sisi humanisme bangsa Indonesia itu sendiri. Dengan
masyarakat Indonesia yang dikatakan heterogen, yang mempunyai kebudayaan, bahasa,
suku yang berbeda-beda, maka pancasila inilah yang menjadi sebuah kekuatan untuk
mempersatukan masyarakat yang heterogen ini (bhineka tunggal ika). Pancasila tidak
memandang stereotype suatu suku, suatu adat, atau budaya. Integrasi masyarakat yang
heterogen menjadi masyarakat yang homogen dapat terwujud bila adanya rasanya
persatuan dan kesatuan. Dinamika masyarakat yang heterogen.

Ketika para pendiri bangsa ini merumuskan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, sudah tentu ingin memberikan system ketatanegaraan yang terbaik
bagi bangsa ini. Yang terbaik itu, adalah yang sesuai dengan kondisi bangsa yang sangat
plural, baik dari aspek etnis, agama ,dan sosial budaya. Bahwa kedaulatan ditangan rakyat,
mekanismenya berdasar Permusyawaratan/ Perwakilan. Sudahkah esensi demokrasi
seperti itu diterjemahkan dalam kehidupan demokrasi kita? Sudahkah UU Pemilu kita
benar-benar merujuk pada esensi demokrasi yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini?
Sudahkah mekansime demokrasi yang kita tempuh dalam setiap pengambilan keputusan
merujuk ke sensi demokrasi yang kita cita-citakan?
Negara Indonesia adalah negara hukum yang menganut sistem demokrasi, yang artinya
pemegang kekuasaan atau kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat namun tetap dalam
koridor hukum.Hal ini tertuang pada pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyatakan bahwa “Kedaulatan berada di tangan
rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”. Dalam pasal ini kita dapat
melihat bahwa demokrasi itu sendiri dapat diartikan sebagai pemerintahan dari, oleh, dan
untuk rakyat dalam tertib perundang - undangan.Oleh karena itu, dalam Negara demokrasi
seperti Indonesia menghendaki atau menuntut pertanggung jawaban dari yang
memerintah.Sehingga dalam pelaksanaannya, pemerintah yang berjalan secara demokratis
tidak boleh melanggar hak-hak asasi perorangan atau kelompok atau melainkan harus
melindungi hak asasi tersebut. Setiap warga Negara Indonesia mempunyai kebebasan
untuk menyampaikan usulan dan aspirasinya yang bertujuan untuk membangun dan
memajukan bangsa dan negara.Hal ini dapat ditemukan dalam Pasal 28 Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.“Kemerdekaan berserikat dan berkumpul,
mengeluarkan pikiran 2 dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan
undangundang”. Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, kemerdekaan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat
merupakan hak asasi manusia yang harus dilaksanakan untuk memperkuat semangat
kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang demokratis.Hak untuk
berserikat dan berkumpul ini kemudian diwujudkan dalam pembentukan Partai Politik
sebagai salah satu pilar demokrasi dalam sistem politik Indonesia.3Sesuai dengan undang-
undang dasar sebuah negara, maka partai politik merupakan perlembagaan dari kebebasan
warga Negara untuk berserikat dan berkumpul yang telah dijamin oleh undang-undang
dasar.Hal itu berarti, partai politik berfungsi sebagai wadah dari hak yang dimiliki oleh
setiap warga negara untuk berserikat dan berkumpul. Dengan wadah itu, maka apa yang
menjadi nilai, keyakinan atau tujuan sekelompok warga negara dapat diperjuangkan secara
lebih sistematis dan dijamin oleh hukum. Partai politik mempunyai posisi (status) dan
peranan (role) yang sangat penting dalam setiap sistem demokrasi. Partai memainkan
peran penghubung yang sangat strategis antara proses-proses pemerintahan dengan
warga negara.Bahkan, banyak yang berpendapat bahwa partai politiklah yang sebetulnya
demokrasi, seperti yang dikatakan oleh Schattcheider (1942), “Political parties created
democracy”.Oleh karena itu, partai politik merupakan pilar yang sangat penting untuk
diperkuat derajat perlembagaannya (the degree of institutionalization) dalam setiap sistem
politik yang demokratis.4 Partai politik merupakan komponen penting dari sistem politik
moderen, yang bersendikan perwakilan politik. Negara moderen yang tidak
memungkinkan lagi menerapkan demokrasi langsung, baik disebabkan wilayah yang luas,
jumlah penduduk yang besar, maupun diferensiasi sosial dari warga negara, memerlukan
lembaga dan struktur sosial politik yang memungkinkan warga negara sebagai pemilik
negara yang sesungguhnya berpartisipasi menentukan bentuk dan arah perjalanan
kehidupan bersama. Di antara lembaga dan struktur politik itu adalah badan perwakilan
dan partai politik. Partai politik sebagai pilar demokrasi perlu ditata dan disempurnakan
untuk mewujudkan sistem politik yang demokratis guna mendukung sistem presidensiil
yang efektif.
MasalahNegara republik Indonesia menganut asas demokrasi yang bersumber kepada
nilainilaikehidupan yang berakar dalam budaya bangsa Indonesia. Perwujudan asas
demokrasi itudiartikan sebagai paham kedaulatan rakyat, yang bersumber kepada nilai
kebersamaan,kekeluargaan dan kegotongroyongan. Demokrasi pancasila yang dianut oleh
bangsaIndonesia juga memberikan penghargaan yang tinggi kepada nilai musyawarah
yangmencerminkan kesungguhan dan tekad dari bangsa Indonesia untuk berdiri diatas
kebenaranuntuk berpartisipasi dalam pemerintahan serta turut menentukan haluan
Negara. Namun,kebebasan tersebut disertai pula dengan tanggung jawab yang bukan
hanya di tujukan kepadamanusia, melainkan juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan
kata lain, kita harus pedulipada keadaan dan masa depan bangsa. Namun, kepedulian itu
hendaknya diwujudkan melalicara yang benar, konstitusional dan bertanggung jawab.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa pengertian demokrasi?

2. Apa ciri-ciri demokrasu pancasila?

3. Apa prinsip demokrasi pancasila?

4. Apa asas-asas demokrasi pancasila?

5. Apa norma-norma dalam demorasi pancasila?

6. Apa Bentuk-bentuk demokrasi pancasila?

1.3 TUJUAN MASALAH

1. Mendeskripsikan pengertian demokrasi

2. Mendeskripsikan ciri-ciri demokrasi pancasila

3. Mendeskripsikan prinsip demokrasi pancasila

4. Mendeskripsikan asas-asas demokrasi pancasila

5. Mendeskripsikan Bentuk-bentuk demokrasi pancasila?

6. Mendeskripsikan norma-norma dalam demorasi pancasila

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian demokrasi pancasila

pengertian demokrasi Pancasila ialah suatu paham demokrasi yang berlandaskan pada
nilai-nilai yang terkandung di dalam ideologi Pancasila. Demokrasi Pancasila merupakan
paham yang dianut Indonesia pada masa lalu. Adapun konsep pemahaman demokrasi
tersebut jelas berasal dari falsafah hidup negara Indonesia, yakni Pancasila. Hal itu
dikarenakan Pancasila merupakan representasi yang mewakili kepribadian Bangsa
Indonesia dari dulu hingga sekarang. Paham tentang demokrasi Pancasila tersebut sangat
penting untuk dipelajari karena demokrasi Pancasila juga penting untuk Bangsa Indonesia,
yaitu untuk mengawal pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk lebih
jelasnya, berikut ini rangkuman mengenai demokrasi Pancasila, mulai ciri-ciri, asas hingga
tujuannya. Demokrasi pancasila adalah paham demokrasi berdasarkan paham
kekeluargaan dan gotongroyong yang ditujukan kepada kesejahteraan rakyat.Dasar
demokrasi pancasila adalahkedaulatan rakyat seperti yang tercantum dalam pembukaan
UUD 1945. Pelaksanaannya diaturdalam pasal 1 ayat 2 UUD 1945, yang berbunyi
kedaulatan adalah ditangan rakyat dandilakukan sepenuhnya oleh Majelis
Permusyawaratan Rakyat.Makna demokrasi pancasila pada dasarnya adalah perluasan
keikutsertaan rakyat dalam berbagaikehidupan bermasyarakat dan kehidupan bernegara
yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini berarti,
keinginan-keinginan rakyat tersebut dapat disalurkan,baik melalui lembagalembaga
Negara maupun melalui organisasi politik, organisasi massa, danmedia politik
lainnya.Demokrasi pancasila tidak hanya meliputi demokrasi di bidang pemerintahan atau
politik, tetapijuga telah berkembang menjadi demokrasi dalam arti yang luas. Demokrasi
dalam arti luasmeliputi berbagai sistem dalam masyarakat, seperti sistem politik, ekonomi,
social dansebagainya.
Pengertian Demokrasi Pancasila Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami mengenai sistem demokrasi ini, maka kita dapat merujuk pada
pendapatpara ahli berikut:

1.Drs. C.S.T. Kansil, SH.

Menurut Drs. C.S.T. Kansil, SH., pengertian demokrasi Pancasila adalah kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, yang
merupakan sila keempat dari dasar Negara Pancasila seperti yang tercantum dalam alinea
ke 4 Pembukaan UUD 1945.

2. Prof. R.M. Sukamto Notonagoro


Menurut Prof. R.M. Sukamto Notonagoro, pengertian demokrasi Pancasila adalah
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan yang berKetuhanan YME, yang berkemanusiaan yang adil
dan beradab, yang mempersatukan Indonesia, dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia.

Ciri-Ciri Demokrasi Pancasila

Pada dasarnya sistem demokrasi ini memiliki kesamaan dengan demokrasi universal,
namun terdapat perbedaan di dalamnya. Adapun ciri-ciri demokrasi Pancasila adalah
sebagai berikut: Penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai dengan konstitusi.
Dilakukan kegiatan Pemilihan Umum (PEMILU) secara berkesinambungan. Menjunjung
tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dan melindungi hak masyarakat minoritas. Proses
demokrasi dapat menjadi ajang kompetisi berbagai ide dan cara menyelesaikan masalah.
Ide-ide yang paling baik bagi Indonesia akan diterima, dan bukan berdasarkan suara
terbanyak.

Ciri Ciri Demokrasi Pancasila

 Sistem pemerintah yang dilaksanakan sesuai UUD 1945 sebagai konstitusi negara
ini.
 Terdapat pemilihan umum secara konsisten dan berkesinambungan.
 Semua warga negara mempunyai hak asasi manusia yang dihormati secara hukum.
 Adanya perlindungan untuk hak orang-orang yang masuk golongan minoritas.
 Semua pemecahan masalah atau pengambilan keputusan, perlu didasarkan dengan
musyawarah yang mufakat.
 Solusi atau gagasan pemecahan masalah tidak berasal dari sumber suara terbanyak,
namun gagasan yang dirasa paling baik.

Prinsip Demokrasi Pancasila

Sistem demokrasi ini sesuai dengan budaya dan karakter bangsa Indoensia. Adapun
beberapa prinsip sistem demokrasi ini adalah sebagai berikut: Memastikan adanya
perlindungan HAM. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah. Adanya badan
peradilan independen yang bebas dari intervensi pemerintah atau kekuasaan lainnya.
Adanya partai politik dan organisasi sosial politik sebagai media untuk menyalurkan
aspirasi rakyat. Rakyat merupakan pemegang kedaulatan dan dilaksanakan
berdasarkan UUD 1945.
Berperan sebagai pelaksana dalam PEMILU.

Adanya keseimbangan antara kewajiban dan hak.

Kebebasan individu harus bertanggungjawab secara moral kepada Tuhan Yang Maha
Esa, diri

sendiri, masyarakat, dan negara.

Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional.

Penyelenggaraan pemerintah berdasarkan hukum, sistem konstitusi, dimana kekuasaan


tertinggi berada di tangan rakyat.

Prinsip Demokrasi Pancasila

 Hak asasi manusia setiap warga negara dilindungi.


 Semua pengambilan keputusan harus didasarkan pada musyawarah.
 Pemilihan umum yang kompetitif dan adil.
 Apa yang menjadi cita-cita nasional dan tujuan negara Indonesia harus didukung
dan dilaksanakan.
 Hadirnya partai politik atau organisasi sosial politik adalah untuk menampung
berbagai aspirasi rakyat.
 Rakyat adalah yang menentukan kedaulatan negara ini dan kedaulatan negara
harus terlaksana sesuai dengan UUD1945 yang tertuang pada pasal 1 ayat 2.
 Pelaksanaan kedaulatan rakyat sifatnya bebas dan bertanggung jawab.
 Dalam menjalankan sistem pemerintahan Indonesia, maka negara harus
menjalankannya sesuai aturan hukum yang tertuang dalam UUD 1945, bukan
hanya dilaksanakan sesuai dengan kekuasaan yang berlaku.
 Kekuasaan paling tinggi semuanya ada di tangan rakyat dan tidak boleh ada
yang mengganggunya, sekalipun itu pemerintahan tertinggi negara ini.
 Negara menggunakan sistem konstitusi dalam menjalankan pemerintahannya
dan tidak boleh ada absolutisme. Absolutisme adalah prinsip atau pelaksanaan
kekuasaan penuh dan tidak terbatas dalam pemerintahan.
Asas-Asas Demokrasi Pancasila

Asas merupakan prinsip dasar yang menjadi acuan dalam mengambil suatu keputusan
penting. Untuk memenuhi tujuan penting ini Demokrasi Pancasila menerapkan Ada dua
asas yang terkandung di dalam sistem demokrasi Pancasila. Adapun asas-asas tersebut
adalah sebagai berikut:

1.Asas Kerakyatan

Maksud dari asas ini adalah agar bangsa Indonesia memiliki kesadaran dasar rasa cinta dan
padu dengan rakyat, sehingga dapat mewujudkan cita-citanya yang satu.

2. Asas Musyawarah Maksud dari asas ini adalah agar bangsa Indonesia memperhatikan
aspirasi dan kehendak seluruh rakyat melalui permusyawaratan untuk mencapai
kesepakatan bersama.Dalam hal ini, musyawarah menjadi media untuk mempersatukan
pendapat dengan memberikan pengorbanan dan kasih sayang untuk kebahagiaan rakyat
Indonesia.
3. Asas Penjaminan Hak Asasi Manusia (HAM) Demokrasi Pancasila sangat menjunjung
tinggi HAM. Setiap warga negara dijamin semua HAM-nya dan tidak dibeda-bedakan atas
status sosialnya.

Norma-Norma dalam Demokrasi Pancasila

Dalam demokrasi pancasila ada beberapa norma-norma penting yang harus diperhatikan
,yaitu:

a. KeterbukaanYang berarti adanya saling keterbukaan antara penguasa Negara dengan


warga Negara , antargolongan dan antarwarga Negara.

b. KeadilanDalam menyelengarakan keadilan perlu diperhitungkan adanya kesamaan dan


perbedaanantarmanusia. Prinsip keadilan ini membatasi kekuasaan manusia terhadap
manusia, mencegahtindakan sewenang-wenang dan menciptakan ketertiban dan
perdamaian.

c. Kebenaran,Kebenaran adalah kesamaan antara gagasan dan peernyataan dalam kata dan
perbuatan, antarakepribadian dan pengakuannya. Norma keadilan akan lebih berarti bagi
manusia apabiladibarengi dengan norma kebenaran.
Bentuk-bentuk demokrasi pancasila

Secara umum terdapat dua bentuk demokrasi yaitu demokrasi langsung dan demokrasi
perwakilan.

Demokrasi langsung

Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi di mana setiap rakyat


memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan. Dalam sistem ini,
setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka
memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi. Sistem demokrasi
langsung digunakan pada masa awal terbentuknya demokrasi di Athena di mana ketika
terdapat suatu permasalahan yang harus diselesaikan, seluruh rakyat berkumpul untuk
membahasnya. Di era modern sistem ini menjadi tidak praktis karena umumnya populasi
suatu negara cukup besar dan mengumpulkan seluruh rakyat dalam satu forum
merupakan hal yang sulit. Selain itu, sistem ini menuntut partisipasi yang tinggi dari rakyat
sedangkan rakyat modern cenderung tidak memiliki waktu untuk mempelajari semua
permasalahan politik negara.

Demokrasi perwakilan

Dalam demokrasi perwakilan, seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum
untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.
BAB III

KESIMPULAN

Demokrasi pancasila adalah paham demokrasi berdasarkan paham kekeluargaan dan


gotongroyong yang ditujukan kepada kesejahteraan rakyat.Dasar demokrasi pancasila
adalahkedaulatan rakyat seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD
1945.Pelaksanaannya diaturdalam pasal 1 ayat 2 UUD 1945, yang berbunyi kedaulatan
adalah ditangan rakyat dandilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Pengertian demokrasi juga banyak di kemukakan oleh beberapa para ahli.Adapun ciri-ciri
demokrasi Pancasila adalah sebagai berikut:Penyelenggaraan pemerintahan berjalan
sesuai dengan konstitusi.Dilakukan kegiatan Pemilihan Umum (PEMILU) secara
berkesinambungan.Menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dan melindungi hak
masyarakat minoritas.Adapun beberapa prinsip siste demokrasi ini adalah sebagai
berikut:Memastikan adanya perlindungan HAM.Keputusan diambil berdasarkan
musyawarah.Adanya badan peradilan independen yang bebas dari intervensi pemerintah
atau kekuasaan lainnya.Adanya partai politik dan organisasi sosial politik sebagai media
untuk menyalurkan aspirasi rakyat.Ada dua asas yang terkandung di dalam sistem
demokrasi Pancasila yaitu asas kerakyatan dan musyawarah.Dalam demokrasi pancasila
ada beberapa norma-norma penting yang harus diperhatikan yaitu keterbukaan,keadilan
dan kebenaran. Bentuk-bentuk demokrasi yaitu, Demokrasi Liberal,Komunis, dan Pancasila
di setiap demokrasi pasti memiliki sistem pemerintahan yang berbeda. Ditinjau dari
hukum,agama ,ekonomi,ketatanegaraan,dan penguasa. Cara pengamalan demokrasi
pancasila dapat diberbagai bidang yaitu bidak politik,bidak ekonomi,bidang agama,dan
bidang social.

Demokrasi adalah bentuk atau sistem pemerintahan yang segenap rakyat turut serta
memerintah dengan perantaraan wakil-wakilnya atau pemerintahan rakyat.Kata
“demokrasi” seiring waktu memiliki sangat banyak pengertian. Namun, diantara
banyaknya pengertian yang berbeda terdapat juga sejumlah persamaan penting yang
menunjukkan unuversalitas konsep demokrasi berdasarkan kriteria-kriteria yang menjadi
cerminan perwujudan konsep tersebut. Hendry B. Mayo, misalnya, mencatat setidaknya
ada 8 ciri utama yang harus diperhatikan untuk menilai apakah suatu masyarakat bersifat
demokratis atau tidak. Demokrasi berdasarkan penyaluran kehendak rakyat. Demokrasi
langsung merupakan sistem demokrasi yang mengikutsertakan seluruh rakyat dalam
pengambilan keputusan negara.Demokrasi tidaklangsung merupakan system demokrasi
yang digunakan untuk menyalurkan keinginan dari rakyat melalui perwakilan
parlemen.Demokrasi berdasarkan hubungan antar kelengkapan negara.Demokrasi
perwakilan dengan sistem referendum merupakan system demokrasi yang dimana rakyat
memiliki perwakilan untuk menjabat diparlemen namun tetap di kontrol oleh referendum.
Demokrasi perwakilan dengan sistem parlementer merupakan system demokrasi yang
didalamnya terdapat hubungan kuat antara badan eksekutif dengan badan
legislatifama,dan bidang social.