Anda di halaman 1dari 5

NAMA : RISKY HENDRAWAN

ASAL UPT : LAPAS KELAS I SEMARANG

ANGKATAN : XXXV

KELOMPOK : 2.16

TUGAS

IDENTIFIKASI ISU AKTUAL WHOLE OF GOVERNMENT DAN PELAYANAN PUBLIK

A. Identifikasi Isu
1. Kurangnya sinergi antara lapas dengan pihak instansi lainnya seperti pengadilan,
kepolisian atau TNI
2. Kurangnya petugas piket di lapas saat jam kunjungan
3. Kurangnya informasi layanan kunjungan kepada masyarakat
B. Analisis dan Pembahasan Isu
Whole-of-Government atau disingkat WoG adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari
keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-
tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. Oleh karenanya
WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan
sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.
Metode yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas masalah adalah metode
USG (Urgency, Seriousness, Growth). USG adalah salah satu alat untuk menyusun urutan
prioritas isu yang harus diselesaikan. Caranya dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan
dan perkembangan isu dengan menentukan skala nilai 1-5 atau 1-10. Isu yang memiliki total
skor tertinggi merupakan isu prioritas. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut:
 Urgency :
Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia
dan seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang
menyebababkan isu tadi. Urgency dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau tidak
masalah tersebut diselesaikan.
 Seriousness :
Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang timbul
dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat
yang menimbulkan masalah-masalah lain kalau masalah penyebab isu tidak
dipecahkan.
Perlu dimengerti bahwa dalam keadaan yang sama, suatu masalah yang dapat menimbulkan
masalah lain adalah lebih serius bila dibandingkan dengan suatu masalah lain yang berdiri
sendiri. Seriousness dilihat dari dampak masalah tersebut terhadap produktifitas kerja,
pengaruh terhadap keberhasilan dan membahayakan sistem atau tidak.
 Growth :
Seberapa kemungkinannya isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan
masalah penyebab isu akan makin memburuk bila dibiarkan.

TABEL TEKNIK ANALISIS USG

NO ISU U S G TOTAL
1 Kurangnya sinergitas antara lapas dengan pihak 5 5 5 15
instansi lainnya seperti pengadilan,tni,polri dll

2 Kurangnya petugas piket di lapas saat jam 4 4 4 12


kunjungan
3 Kurangnya informasi layanan kunjungan kepada 3 3 3 9
masyarakat

Keterangan :

U = Urgency

S = Seriousness

G = Growth

Interval Penentuan Prioritas :

1 = Sangat tidak mendesak

2 = Tidak mendesak

3 = Cukup mendesak

4 = Mendesak

5 = Sangat mendesak

Dari tabel teknik analisis USG diatas dapat disimpulkan bahwa isu yang menjadi prioritas di
Lapas Kelas I Semarang adalah kurangnya sinergitas petugas lapas dengan instansi lain.
Sebagian besar instansi lain yang ingin masuk di lapas tidak pernah mau untuk menaati aturan
yang ada di lapas alhasil semua barang yang dilarang termasuk tas yang mereka bawa .
Kebijakan baru yang membuat mereka tidak tahu dan bersikeras untuk membawa barang
yang dilarang.

C. Dampak
Dampak yang akan terjadi jika isu tersebut tidak segera diselesaikan adalah terjadinya
kesalahpahaman antara petugas dengan instansi lainnya menurut saya solusinya adalah
dengan menyebarkan informasi dari online atau dari banner yang terpasang di lapas agar
pengunjung yang datang tidak kebingungan atau tidak terjadi salah paham antara petugas
dengan instansi lainnya. Hal ini menjadi tugas bagi kita semua untuk saling mencegah dengan
diterapkannya nilai-nilai dasar PNS pada diri masing-masing individu dan saling bekerja
sama untuk menyelesaikan persoalan yang ada sehingga akan tercipta pemerintahan yang
baik.
NAMA : RISKY HENDRAWAN

ASAL UPT : LAPAS KELAS I SEMARANG

ANGKATAN : XXXV

KELOMPOK : 2.16

TUGAS LEARNING JOURNAL KE-15

Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan baik secara Synchronous maupun Asynchronous


kali ini membahas Agenda III, dimana di dalam Agenda III ini memuat materi tentang Pelayanan
publik dan Whole of Government.

Materi terkait Pelayanan Publik yaitu :

1. Konsep dan prinsip pelayanan publik

2. Pola pikir PNS sebagai pelayan publik

3. Etiket pelayanan publik

Materi terkait Whole of Government yaitu :

1. Konsep WoG

2. Penerapan WoG dalam pemberian pelayanan yang terintegrasi

3. Implementasi WoG dalam perspektif kebijakan di Indonesia

Terkait dengan materi Pelayanan Publik di Lapas Kelas I Semarang sudah dapat dikatakan
baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dapat diihat dari pelayanan yang
dilakukan secara adil tanpa diskriminatif, melayani dengan sepenuh hati, dan adanya penerapan
pelayanan kunjungan barang dan makanan dari para keluarga WBP dengan menggunakan sistem
Drive Thru. Selain itu berbagai saran dan prasarana publik juga telah disediakan di Lapas Kelas I
Semarang yang pastinya memadai seperti adanya ruang laktasi, area bermain bagi anak, tempat kursi
khusus penyandang disabilitas, dan lain sebagainya. Di Lapas Kelas I Semarang juga telah melakukan
berbagai inovasi seperti penggunaan aplikasi e-wasrik, e-pengamanan, e-monitoring, e-pasmart, dan
kedungpane public service. Dengan adanya penggunaan berbagai inovasi yang diciptakan tersebut
dapat sama-sama memudahkan baik untuk pegawai dalam melayani masyarakat maupun masyarakat
yang dapat dengan mudah untuk mengaksesnya.
Terkait dengan materi Whole of Government di Lapas Kelas I Semarang dalam prakteknya
lebih mengarah kepada pelayanan publik dalam jenis pelayanan yang bersifat administratif, pelayanan
jasa, pelayanan barang, dan pelayanan regulatif. Dari adanya pelayanan ini juga harus
mengedepankan asas-asas umum penyelenggaraan negara, yang harus menjadi acuan dalam
penyelenggaraan negara dan pemerintahan negara oleh seorang ASN, seperti asas akuntabilitas,
keterbukaan, dan profesionalitas.

Dari materi yang ada di agenda III ini diharapkan mampu menjadikan prinsip dasar bagi
seorang ASN khususnya para pegawai di Lapas Kelas I Semarang untuk dapat bertindak dan
berperilaku sesuai kode etik ASN dengan konsep manajemen ASN serta dapat memberikan pelayanan
yang prima kepada masyarakat.

Anda mungkin juga menyukai