Anda di halaman 1dari 2

Jawaban

1.Metode Delphi adalah cara mendapatkan informasi, membuat keputusan, menentukan indikator, parameter dan
lain-lain yang reliabel dengan mengeksplorasi ide dan informasi dari orang-orang yang ahli di bidangnya, yaitu
dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh ekpertis atau praktisi yang kompeten di bidang yang akan diteliti,
kemudian hasil kuesioner ini direview oleh pihak fasilitator atau peneliti untuk dibuat summary, dikelompok-
kelompokkan, diklasifikasikan dan kemudian dikembalikan pada ekspertis dan praktisi yang sama untuk direview,
direvisi dan begitu seterusnya dalam beberapa tahap yang berulang.
Ada tiga kunci kesuksesan metode tersebut,yaitu memilih orang orang yang ahli dibidang yang akan di ramal,
mengunakan brainstormingbukannya menganalisis secara kritis alternatif tertentu, dan membatasi kontak
antarindividu untuk mencegah terbentuknya consensus yang terlalu cepat atau pemikiran kelompok ( group think)
yang mencegah ide ide kreatif. Metode tersebut cukup sukses dipakai untuk memprediksi terobosan teknologi dari
boeing (perusahaan pembuat pesawat terbang amerika serikat ) dan potensi produk baru untuk general motor
(perusahaan pembuat mobil amerika serikat) serta kondisi ekonomi masa mendatang oleh pemerintah amerika
serikat.
langkah-langkah metode Delphi dalam 9 langkah mudah :
1.Tentukan periode waktu
2.Tentukan jumlah putaran pengambilan pendapat
3.Tentukan apa saja yang akan didefine
4.Tentukan ahlinya
5.Tentukan input apa yang akan diharapkan dari mereka
6.Review literatur oleh para ahli tersebut (kriteria dan tujuan)
7.Pelaksanaan sesi diskusi dan feedback iteratif bersama ekspertis
8.Perumusan hasil dari sesi diskusi dengan pengelompokan, pengkategorian, ataupun pemeringkatan
9.Menyepakati hasil diskusi dan feedback

2.pandangan penerima
Menurut pandangan ini, sudut pandang wewenang adalah penerima perintah,bukannya pemberi perintah.
Pandangan ini dimulai dengan pengamatan bahwa tidak semua perintah dipatuhi oleh penerima perintah.
Pandangan tersebut mempunyai sisi positif karena memberi tekanan pada karyawan.Chester I. Barnard merupakan
salah satu pendukung pandangan tersebut. Menurut Barnard,seseorang akan menerima perintah apabila dipenuhi
empat kondisi tersebut .
1.dia dapat memahami komunikasi
2.dia percaya bahwa perintah tersebut tidak bertentangan dengan tujuan organisasi
3.perintah tersebut tidak bertentangan dengan kepentingannya secara ksesluruhan
4.secara fisik dan mental,ia mampu menjalankan perintah tersebut
Pandangan tersebut mengarah pada istilah wilayah penerimaan atau wilayah acuh tidak acuh(indifference).wilayah
tersebut merupakan wilayah tempat seseorang mau menerima perintah apabila perintah tersebut berada dalam
range yang normal. Apabila perintah tersebut jatuh dalam range yang tidak normal,kemungkinan karyawan tidak
akan menerima perintah tersebut.
3.A. Analisis terhadap perkiraan kebutuhan tenaga kerja yang dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi daerah
dilakukan dengan menggunakan pendekatan terhadap koefisien KK (employment
output coefficient.
B. Analisis terhadap penyediaan tenaga kerja menggunakan pendekatan terhadap koefisien angka
partisipasi angkatan kerja (APAK). Sebelum proyeksi terhadap penyediaan tenaga kerja atau perkiraan
jumlah angkatan kerja atau perkiraan jumlah angkatan kerja di masa yanng akan datang dilakukan, maka
terlebih dahulu dibuaat proyeksi TPAK di masa yang akan datang. Proyeksi TPAK dikalikan proyeksi
penduduk usia kerja diperoleh proyeksi angkatann kerja. Proyeksi penduduk usia kerja dapat diperoleh
dengan menggunakan metode ekstrapolasi langsung. Pada metode ekstrapolasi langsung dihitung
dengan menggunakan dasar ekstrapolasi linier dari data masa lalu.
Penggunaan metode ekstrapolasi langsung untuk membuat proyeksi TPAK tersebut menggunakan asumsi bahwa
lama periode proyeksi sama denganperiode dasar proyeksi.Dalam penelitian ini periode dasar yang dipakai untuk
menghitunng TPAK adalah tahun 1999-2000 yaitu menggunakan data Surakarta dalam angka th 1999-2000.
Sesuai asumsi maka hasil yang diperoleh adalah TPAK th 2003. Untuk memperoleh proyeksi TPAK tahunan selama
2001-2003 maka dilakukan intrapolasi dan ekstrapolasi.Proyeksi TPAK tersebut setelah dikalikan dengan
proyeksi penduduk usia kerja akan diperoleh proyeksi Angkatan Kerja yang menunjukkan penyediaan tenaga kerja
yang menunjukkan penyediaan tennaga kerja di Kota Surakarta selama periode 2001-2003.