Anda di halaman 1dari 5

SURAT KEPUTUSAN

No:
/SK/KOP.RSPP/IX/2019
TENTANG
PEMBERLAKUAN JAM KERJA, CUTI , TARIF LEMBUR DAN PENGHAPUSAN SANKSI
PEMOTONGAN UPAH BAGI KARYAWAN YANG DATANG TERLAMBAT MASUK JAM KERJA

Dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Perusahaan yang kompeten,
kompetitif, beretika dan patuh pada ketentuan yang berlaku serta guna membangun hubungan
industrial yang harmonis di perushaaan diperlukan bagian SDM/Human Resources Department
(HRD) yang memiliki kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
(SKKNI).

Berkaitan dengan hal tersebut, Koperasi RSPP sebagai perusahaan professional yang
memiliki tugas, peran dan tanggung jawab untuk membina seluruh pekerja Koperasi RSPP menjadi
handal dan memiliki integritas, loyalitas dan kualitas terbaik, maka Koperasi RSPP akan melakukan
pembaruan peraturan terkait dengan perincian sebagai berikut:

A. Jam Kerja

1. Sistem kerja non shift diatur sebagai berikut:


Jam kerja : Pukul 07.30 WIB s.d Pukul 16.00 WIB
Hari kerja : Senin s.d Jum’at
Hari libur : Sabtu, Minggu (Ahad) dan Hari Libur Nasional
Jumlah jam kerja : 8 (delapan) jam per hari
Yang termasuk system kerja non-shift adalah sebagai berikut :
a. Manager Operasional
b. Back office
c. Supervisor unit
d. Office boy
e. Adm. Toko

2. Sistem kerja shift diatur sebagai berikut:


System kerja shift berlaku untuk unit toko:
Shift pagi : 07.00 – 15.00 WIB
Shift siang : 14.00 – 21.00 WIB
Shift malam : 20.30 – 07.30 WIB
Jam Kerja Midle : 11.00 – 19.00 WIB
Hari Kerja Middle : Senin s.d Jumat
Hari Libur Middle : Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional

System kerja shift berlaku untuk unit kantin:


Shift pagi : 06.30 – 13.30 WIB
Shift siang : 13.00 – 20.00 WIB

System kerja shift berlaku untuk unit parkir:


Shift pagi : 07.00 – 15.00 WIB
Shift siang : 14.00 – 21.00 WIB
Shift malam : 20.30 – 07.30 WIB
Valet : 07.00 – 17.00 WIB
Motor Pagi ( H1 ) : 07.00 – 17.00 WIB
Motor Malam (H2 ) : 17.00 – 07.00 WIB (01.00 – 07.00 hitungan Lembur)
Cek STNK ( HS ) : 07.00 – 16.00 WIB
Lorong Kamar Jenazah (Pk) : 07.00 – 16.00 WIB
Kasir Pintu 3 (P4) : 07.00 – 18.00 WIB

3. Jam istirahat
Jam istirahat dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu jam istirahat untuk makan siang dan pada
saat waktu-waktu untuk ibadah sholat, diantaranya:
- Pukul 12.00 WIB s.d 13.00 WIB (makan siang dan sholat Zhuhur. Waktu sholat Zhuhur
disesuaikan dengan jadwal waktu sholat setempat); dan
- Pukul 15.00 WIB s.d 15.30 WIB (waktu sholat Ashar) atau disesuaikan dengan jadwa
lwaktu sholat setempat.

B. Kerja Lembur

1. Setiap pekerjaan yang harus dilakukan di luar jam kerja diperhitungkan sebagai lembur dan
harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari atasannya dan SDM / Manager dengan
mengisi formulir perintah kerja lembur dan harus ditandatangani oleh atasannya dan SDM /
Manager.
2. Apabila pekerja melakukan pekerjaan di luar jam kerja / lembur bila tidak mencatatkan
kehadirannya di mesin pencatat waktu ( handkey / finger print ) atau absensi manual
( apabila handkey rusak ), lemburnya tidak akan dibayarkan.
3. Pekerja yang melakukan pekerjaan di luar jam kerja / lembur tanpa ada perintah dari atasan
akan diberikan teguran / peringatan.

C. Pembayaran / tarif lembur


1. Pembayaran / tarif lembur Pekerja Koperasi RSPP:
a. Lembur hari kerja :
i. 1 – 3 jam = Rp 15.000,-
ii. 4 – 7 jam = Rp 40.000,-
iii. 8 jam atau lebih = Rp 50.000,-
b. Lembur Sabtu / Minggu :
i. 1 – 3 jam = Rp 35.000,-
ii. 4 – 7 jam = Rp 50.000,-
iii. 8 jam atau lebih = Rp 60.000,-

c. Lembur libur Nasional = Rp 50.000,-


d. Lembur Hari Raya Idul Fitri / Idul Adha = Rp 100.000,-

D. Pengajuan Cuti

1. Cuti tahunan, sekurang-kurangnya 12 (duabelas) hari kerja setelah pekerja yang


bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus (Pasal 79 Ayat (2)
huruf c Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan).

2. Pengajuan cuti harus sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:


a. Diajukan 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal cuti oleh karyawan yang bersangkutan;
b. Tidak berlaku bagi karyawan yang mengajukan cuti dengan kondisi darurat / tidak dapat
diprediksi sebelumnya, seperti:
- Keluarga / kerabat meninggal dunia;
- Keluarga / kerabat / karyawan yang bersangkutan sakit keras;
- Keluarga / kerabat / karyawan yang bersangkutan terkena bencana alam nasional;
c. Cuti dalam rangka melakukan ibadah / ritual keagamaannya yang diakui oleh pemerintah
(haji / umroh / wisata religi bagi agama non Islam) harus melampirkan bukti yang cukup
kepada atasan yang bersangkutan, kemudian diteruskan oleh Ka. SDM sebagai arsip
dan perhitungan cuti.
d. Karyawan diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah umrah / haji tanpa pengurangan
upah. (Pasal 93 Ayat (2) huruf e Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang
Ketenagakerjaan jo. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang
Pengupahan).
e. Cuti melahirkan dapat di ajukan mulai dari satu setengah bulan sebelum melahirkan
hingga satu setengah bulan setelah melahirkan

E. Ijin Sakit, Berobat, Absen, Datang terlambat dan meninggalkan pekerjaan.

1. Pekerja yang tidak masuk karena sakit, wajib memberitahukan secara lisan atau pesan
singkat pada hari yang bersangkutan kepada atasa langsung dan SDM / Manager dan
diwajibkan membawa surat keterangan dokter dan menyerahkan kepada atasan langsung
atau SDM setelah masuk kerja kembali. Apabila tidak bisa memberikan surat keterangan
dokter pada saat masuk kerja kembali, dianggap mangkir dan akan diberikan sangsi sesuai
aturan yang berlaku.
2. Pekerja yang sakit pada saat bertugas diberikan dispensasi untuk berobat di Unit Gawat
Darurat RSPP dengan maksimal biaya Rp 300.000,- ( tiga ratus ribu rupiah) dalam setahun.
Apabila biaya yang timbul melebihi angka yang telah ditentukan akan dilakukan pemotongan
melalui gaji.
3. Pekerja yang tidak masuk karena alasan lain (selain sakit) diwajibkan memberitahukan
secara tertulis dan jumlah ketidakhadirannya akan diperhitungkan sebagai cuti tahunan.
4. Ijin meninggalkan pekerjaan hanya dapat diberikan dengan persetujuan dari atasan lansung
dan diketahui oleh Ka. SDM dan/atau Manager.
5. Absen ( tidak hadir ) tanpa pemberitahuan kepada perusahaan secara lisan dan tertulis
langsung terus-menerus sampai hari ke 5 ( lima ) pekerja yang bersangkutan dianggap telah
mengundurkan diri dari perusahaan.
6. Perusahaan memberikan toleransi 15 menit setelah jam kerja yang telah ditetapkan, apabila
melebihi 15 menit maka pekerja dianggap terlambat.
7. Pengenaan atau penerapan pemberian sanksi lainnya tentang kedisiplinan diatur dalam
peraturan perusahaan, termasuk tetapi tidak terbatas kepada sanksi teguran dan peringatan
atas ketidakhadiran dan keterlambatan yang dilakukan pekerja.

F. Penghapusan Sanksi Potong Upah Akibat Terlambat Masuk Kerja / Mangkir / Sebab lain.

1. Sejak tanggal Surat Keputusan ini, sanksi berupa pemotongan upah karyawan karena
keterlambatan dan/atau ketidakhadiran pada saat masuk kerja dihapuskan.
2. Adapun sanksi sebagaimana dimaksud dalam dalam Surat Keputusan ini digantikan dengan
ketentuan sebagai berikut:

Bentuk Bentuk Pelanggaran Masa Berlaku Keterangan


sanksi
Surat Pelanggaranringan seperti: 3 (tiga) bulan Karyawan tidak diperkenankan
Tegura 1. Terlambat lebih dari 3x melakukan pelanggaran selama
n1 selama sebulan; masa berlaku sanksi.
2. Tidak melakukan absen Jika karyawan melakukan
dengan tertib; kesalahan apapun yang diatur
3. Tidak menggunakan dalam Peraturan Perusahaan,
seragam dan id card maka perusahaan berwenang
maupun perlengkapan memberikan surat teguran yang ke
kerja yang telah 2
ditetapkan oleh
perusahaan.
4. Tidak menerapkan 3 S 1
B yaitu Senyum, Salam,
Sapa dan Bantu
5. Tidak menerapkan
kerapihan dan
kebersihan diri dan
lingkungan;
Surat 1. Melakukan pelanggaran 3 (tiga) bulan Karyawan tidak diperkenankan
Tegura yang diatur dalam melakukan pelanggaran selama
n2 peraturan perusahaan masa berlaku sanksi.
selama masih berlaku Jika karyawan melakukan
sanksi dari surat kesalahan apapun yang diatur
teguran pertama; dalam Peraturan Perusahaan,
maka perusahaan berwenang
memberikan surat peringatan
Surat - Pengulangan 6 (enam) Karyawan tidak diperkenankan
Pering pelanggaran yang bulan melakukan pelanggaran selama
atan belum habis masa masa berlaku sanksi.
berlakunya. Jika karyawan melakukan
- Kesalahan berat kesalahan apapun yang diatur
sebagaimana diatur dalam Peraturan Perusahaan,
dalam Pertauran maka perusahaan berwenang
Perusahaan. memberikan surat peringatan
- Melakukan tindak kedua
pidana baik ringan
maupun berat.
- Melakukan perusakan
terhadap inventaris /
barang milik
perusahaan.
- Berkelahi dan lain-lain
yang diatur dalam
peraturan perusahaan.
Surat - Pengulangan 6 (enam) Karyawan tidak diperkenankan
Pering pelangaran yang bulan melakukan pelanggaran selama
atan 2 belumhabis masa masa berlaku sanksi.
berlakunya. Jika karyawan melakukan
- Melakukan kesalahan kesalahan apapun yang diatur
atau tindak pidana berat dalam Peraturan Perusahaan,
yang telah terbukti maka perusahaan berwenang
dengan bukti memberikan surat peringatan 3 dan
permulaan. dinyatakan pemutusan hubungan
kerja.

G. Seragam Kerja
1. Pekerja wajib menggunakan pakaian kerja yang telah diberikan oleh Koperasi selama
menjalankan tugas, sesuai ketentuan yang berlaku. (Ketentuan Seragam yaitu meliputi
pakaian kerja dan sepatu, ID card dan atribut lain yang ada pada unit tertentu).
2. Pekerja harus menjaga kerapihan, kebersihan seragam kerja.
3. Bagi pekerja yang tidak mentaati 2 poin tersebut diatas akan diberikan sanksi berdasarkan
dengan Surat Keputusan ini.
Demikian untuk menjadi pedoman dan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya, untuk
perhatiannya diucapkan terima kasih.

Ditetapkan di Jakarta,
Pada tanggal……………………2019
Koperasi RSPP

…………………….