Anda di halaman 1dari 2

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian tersebut di atas terkait dengan analisis putusan No.

144/Pdt.Sus-PHI.G/2018/PN.Jkt.Pst., tanggal 11 Oktober 2018, dapat

disimpulkan bahwa:

1. Indonesia memiliki UU Ketenagakerjaan yang menjadi pedoman

dasar dalam pembentukan peraturan perusahaan, sehingga

peraturan perusahaan tidak boleh bertentangan dengan UU

Ketenagakerjaan yang berlaku. Setiap permasalahan yang terjadi

antara pengusaha dengan pekerja seharusnya dapat dihindari,

namun apabila tidak dapat dihindari harus melalui mekanisme

perundingan dan harus tuduk pada aturan yang berlaku. Para pihak

yang memiliki hubungan hukum baik pengusaha maupun pekerja,

harus tetap mengedepankan peraturan perundang-undangan yang

berlaku.

2. Mekanisme pemutusan hubungan kerja dan hak yang timbul akibat

pemutusan hubungan kerja, harus dijalankan dan diterapkan, baik

di dalam maupun di luar pengadilan. Pemutusan hubungan kerja

yang dilakukan perusahaan harus memperhatikan syarat-syarat

yang ditentukan dalam UU Ketenagakerjaan.

B. Saran
Sehubungan dengan uraian-uraian pada bab-bab terdahulu,

maka penulis mencoba mengemukakan beberapa saran yang kiranya

akan bermanfaat sebagai upaya untuk mengatasi kendala-kendala

yang timbul dalam penanganan dan menyelesaikan perkara

perselisihan pemutusan hubungan kerja. Adapun saran-saran tersebut

adalah sebagai berikut:

1. Pengusaha sebaiknya sebelum melakukan pemutusan hubungan

kerja, melihat konsekuensinya, memperhatikan alasan-alasannya

apakah telah sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan oleh

peraturan perundang-undangan atau tidak.

2. Guna menghindari atau meminimalisir permasalahan antara

pengusaha dan pekerja, perlu melakukan optimalisasi bagian

Human Resource Development (HRD) agar dalam menjalankan

tugas dan fungsinya, karyawan dapat secara intens melakukan

konseling sehingga bila terdapat masalah, dapat diminimalisir agar

tidak terjadi pemutusan hubungan kerja atau disharmonisasi.

3. Perlunya melakukan konsolidasi dan penguatan hubungan antara

pengusaha, pekerja dan serikat pekerja agar setiap permasalahan

yang timbul dapat dibicarakan secara kekeluargaan tanpa harus

timbul permasalahan hukum.