Anda di halaman 1dari 25

PROFESIONALISME BIDAN

DALAM KASUS KOMPLEK


LATAR BELAKANG

• UU Nomer 36 tentang Kesehatan


• UU nomer 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan
• KepMenKes Nomer 369 tentang Standar Profesi Bidan
• PerMenKes No 1464/2010 tentang Izin dan penyelenggaraan Praktek
Bidan
• Kepmenkes No 936 tahun 2007 tentang standar Asuhan Kebidanan
DEFINISI

• PROFESI adalah suatu bidang kegiatan yang dijalankan oleh seseorang


dan merupakan sumber nafkah bagi dirinya
• PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau
pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan
mengandalkan suatu keahlian yang tinggi.
DEFINISI

• Profesionalisme merupakan hasil kerja yang sesuai dengan standar


tehnis atau etika sebuah profesi. (Sedarmayanti, 2010)
• Profesionalisme adalah keandalan dalam melaksanakan tugas
sehingga terleksana dengan mutu yang tinggi, waktu yang tepat, cermat
dan dengan prosedur yang mudah di fahami dan diikuti.
• Orang yang profesional merupakan orang – orang yang diandalkan dan
dipercaya karena mereka ahli, trampil , punya ilmu pengetahuan ,
bertanggung jawab,tekun penuh disiplin dan serius dalam menjalankan
tugas pekerjaan nya
ASPEK-ASPEK PROFESIONALISME

Aspek Aspek Aspek


Potensial Profesional Fungsional

Aspek Aspek
Operasional Produktivitas
ASPEK-ASPEK PROFESIONALISME

yaitu mempunyai potensi herediter yang bersifat dinamis yang


Aspek Potensial
terus berkembang dan dapat dikembangkan
yaitu memiliki kemampuan dan ketrampilan kerja atau kejujuran
Aspek Profesional dalam bidang tertentu dengan kemampuan dan ketrampilan yang
/ Vokasional dapat mengabdikan dirinya dalam bekerja dan menciptakan hasil
secara optimal
yaitu melaksanakan pekerjaannya secara tepat guna dengan
Aspek Fungsional
bekerja sesuai tugas fungsinya
Aspek yaitu mendayagunakan kemampuan dan ketrampilannya dalam
Operasional proses dan prosedur pelaksanaan kegiatan kerja yang ditekuni
Aspek yaitu memiliki motif berptestasi, berusaha agar berhasil dan
Produktivitas memberikan hasil yang baik secara kuantitas dan kualitas
• Profesionalime menghendaki sifat
mengejar kesempurnaan hasil sehingga di
tuntut untuk selalu mencari peningkatan
mutu.
• Profesionalisme memerlukan kesungguhan
dan ketelitian kerja yang hanya dapat di
KARAKTERISTIK peroleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
DAN CIRI-CIRI • Profesionalisme menuntut ketekunan dan
PROFESIONALISME ketabahan.
• Profesional memerlukan integritas tinggi
yang tidak tergoyahkan oleh keadaan
terpaksa atau godaan iman.
• Profesionalisme memerlukan adanya
kebulatan pikiran dan perbuatan sehingga
terjaga efektifitas kerja yang tinggi.
Pengabdian pada profesi

Kewajiban sosial

DIMENSI
Kemandirian
PROFESIONALISME
Keyakinan

Hubungan dengan sesama profesi


1. PENGABDIAN PADA PROFESI
Profesionalisme adalah suatu pandangan
yang dicerminkan oleh dedikasi seseorang
dalam menggunakan pengetahuan dan
kecakapan yang dimiliki. Sikap ini berkaitan
dengan keteguhan tekad individu untuk
DIMENSI tetap melaksanakan pekerjaaan meskipun
imbalan intrinsik berkurang. Sikap pada
PROFESIONALISME dimensi ini merupakan ekspresi diri total
terhadap pekerjaannya.

2. KEWAJIBAN SOSIAL
Dimensi ini menjelaskan manfaat yang
diperoleh, baik oleh masyarakat dengan
adanya suatu pekerjaan maupun bagi yang
professional.
3. KEMANDIRIAN
Dimensi inimenyatakan bahwa profesional
harus mampu membuat keputusan sendiri tanpa
tekanan pihak pain. Rasa kemandirian berasal dari
kebebasan melakukan apa yang terbaik menurut
pekerja yang bersangkutan dalam kondisi khusus.
4. KEYAKINAN TETRHADAP PROFESI
Keyakinan bahwa yang paling berhak dalam
DIMENSI menilai kinerja profesional adalah bukan pihak yang
PROFESIONALISME tidak mempunyai kompetensi dalam bidang ilmu
dan pekerjaan mereka.
5. HUBUNGAN DENGAN SESAMA PROFESI
Profesionalitas mensyaratkan adanya ikatan
profesi baik dalam organisasi formal maupun
kelompok kolega informal sebagai sumber utama
ide utama pekerjaan . Melalui ikatan profesi ini para
profesional membangun kesadaran terhadap
profesinya
INDIKATOR PROFESIONSLISME BIDAN

1
Kode etik profesi

2
Tanggung jawab

3
Melakukan kolaborasi dan rujukan yang tepat

4
Pendidikan berkelanjutan

5
Berkompeten

6
Memberikan advokasi
1
KODE ETIK PROFESI BIDAN

• Adalah norma- norma yang harus di indahkan oleh setiap profesi dalam
melaksanakan tugas profesi nya dan hidup di masyarakat.
• Adalah merupakan suatu ciri profesi yang bersumber dari nilai nilai internal
dan eksternal sebagai pernyataan komprehensif suatu profesi yang
memberikan tuntutan anggotanya dalam pengabdian profesi
1
KODE ETIK PROFESI BIDAN

a. Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah


jabatannya dalam tugas pengbdiannya
b. Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat
kemanusiaan yang utuh dsn memelihara citra bidan
c. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran tugan dan
tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat
d. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien, menghormati
hak klien, menghormati nilai nilai yang berlaku di masyarakat
e. Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien,
keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan
kemampuan yang dimilikinya
f. Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaaan
tugasnya, dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajad
kesehatannya secara optimal
KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP
TUGASNYA

a. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna terhadap


klien, keluarga dan masyarakat
b. Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai
kewenangan dalam mengambil keputusan mengadakan konsultasi dan
atau rujukan
c. Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan
atau dipercayakan kepadanya, kecuali bila diminta oleh pengadilan
atau diperlukan sehubungan kepentingan klien
KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP
SEJAWAT DAN TENAGA KESEHATAN
LAINNYA

a. Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya


untuk menciptakan suasana kerja yang serasi
b. Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati
baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya
KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP
PROFESINNYA

a. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra
profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan
memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat
b. Setiap bidan senantiasa harus mengembangkan diri dan
meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan pekembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi
c. Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan
kegiatan sejenisnya yang dapat menngkatkan mutu dan citra
profesinya
KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP DIRI
SENDIRI

a. Setiap bidan harus memelihara kesehatannya agar dapat


melaksanakan tugas profesinya dengan baik
b. Setiap bidan harus berusaha secara terus menerus untuk
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP
PEMERINTAH NUSA, BANGSA DAN
TANAH AIR

• Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya, senantiasa melaksanakan


ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan, khususnya
dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga dan masyarakat, setiap
bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pikirannya
kepada pemerintah untuk meningkatkan mutu jangkauan pelayanan
kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga
TANGGUNG JAWAB BIDAN
2
• Tanggung jawab bidan terhadap tugasnya
• Tanggung jawab dalam praktek kebidanan
• Tanggung jawab bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya
• Tanggung jawab bidan terhadap pemerintah
• Tanggung jawab bidan terhadap profesi lain
• Tanggunggugat dalam praktek kebidanan
MELAKUKAN KOLABORASI DAN RUJUKAN
3 YANG TEPAT

Dalam kebidanan kolaborasi interprofesional sangat penting untuk


keselamatan pasien. Karena kegagalan kolaborasi dan komunikasi juga akan
mengakibatkan angka kematian pada ibu dan bayi. Pelayanan kebidanan
kolaborasi adalah pelayanan yang dilakukan oleh bidan sebagi anggota tim yang
kegiatannya dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu urutan dari
suatu proseskegiatan pelayanan kesehatan.
MELAKUKAN KOLABORASI DAN RUJUKAN
3 YANG TEPAT

Tujuan pelayanan kolaborasi


Tujuan pelayanan ini adalah berbagi otoritas dalam pemberian pelayanan
berkualitas sesuai ruang lingkup masing-masing. Elemen dalam melakukan
kolaborasi antara lain harus melibatkan tenaga ahli dengan keahlian yang
berbeda, yang dapat bekerjasama secara timbal balik dengan baik, anggota
kelompok harus bersikap tegas dan mau bekerjasama, kelompok harus memberi
pelayanan yang keunikannya dihasilkan dari kombinasi pandangan dan keahlian
yang diberikan oleh setiap anggota tim tersebut.
PENDIDIKAN BERKELANJUTAN
4
Pendidikan berkelanjutan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan,
hubungan antar manusia dan moral bidan sesuai dengan pelayanan dan standar yang
telah di tentukan melalui pendidikan formal dan nonformal. Tujuan pendidikan
berkelanjutan bidan yaitu pemenuhan standar berupa organisasi profesi bidan telah
menentukan standar kemampuan bidan yang harus dikuasai melalui pendidikan
berkelanjutan.
BERKOMPETEN
5
Kompetensi dibagi menjadi dua yaitu kompetensi inti atau dasar yaitu
kompetensi minimal yang mutlak dimiliki oleh bidan, kompetensi tambahan atau
lanjutan yaitu pengembangan dari pengetahuan dan ketrampilan dasar untuk
mendukung tugas bidan dalam memenuhi tuntutan/kebutuhan masyarakat yang sngat
dinamis serta perkembangan IPTEK. Kompetensi merupakan bagian dari pengetahuan,
ketrampilan, dan perilaku yang diperlukan bidan dalam melakukan pelayanan kebidanan.
MEMBERIKAN ADVOKASI
6
Melakukan advokasi terhadap pengambilan keputusan dari kategoriprogram
ataupun sektor yang terkait dengan kesehatan maternal dan neonatal.
Melakukan advokasi berarti melakukan upaya-upaya agar pembuat keputusan
atau penentu kebijakan mencapai suatu kebijakan tersebut.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai