Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN STUDI LAPANGAN

PROGRAM PELATIHAN : Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA)


ANGKATAN : III
NAMA MATA PELATIHAN : Studi Lapangan
NAMA PESERTA : Tri Wijayanto
NOMOR DAFTAR HADIR : 16
LEMBAGA : BBWS Cimanuk Cisanggarung Ditjen SDA
PENYELENGGARA : Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah Jogjakarta
PELATIHAN
PENGAJAR :

A. POKOK PIKIRAN
1. Pendahuluan
Studi Lapangan (Stula) adalah agenda aktualisasi kepemimpinan yang merupakan
rangkaian kegiatan Pelatihan Kepemimpnan Administrator (PKA). Alasan pemilihan
Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dikarenakan banyak inovasi dan terobosan yang
dikembangkan oleh Pemkab Kulon Progo yang akhirnya menjadi suatu produk/layanan
publik yang memiliki kemanfaatan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga bias
menjadi rujukan banyak kalangan maupun instansi pemerintah lain untuk mengambil
pelajaran, wawasan, dan mengadopsi best practices dalam berinovasi.
Ada banyak inovasi dan terobosan yang dikembangkan oleh Pemkab Kulon Progo yang
akhirnya menjadi suatu produk/layanan publik yang memiliki kemanfaatan tinggi bagi
seluruh lapisan masyarakat.
Inovasi dan terobosan pelayanan publik yang dilakukan Pemkab Kulon Progo dilaksanakan
oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada di bawahnya maupun oleh
Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Binangun, namun tentu saja tetap dengan dukungan
masyarakat dan seluruh stakeholder.
2. Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kulonprogo
a) Visi, Misi dan Tujuan Organisasi
Visi:
“Terwujudnya masyarakat Kulon Progo yang yang sejahtera, aman, tenteram, berkarakter
dan berbudaya berdasarkan iman dan taqwa”
Misi:
1. Mewujudkan SDM yang sehat, berprestasi, mandiri, berkarakter dan berbudaya;
2. Menciptakan sistem perekonomian yang berbasis kerakyatan;
3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dalam lingkungan kehidupan yang
aman, terdib dan tenteram

b) Kedudukan, Tugas Pokok Fungsi dan Tata Kerja


Kedudukan: bertanggung jawab kepada Sekretaris Daerah melalui Asisten Sekretaris
Daerah yang membidangi
Tugas: penyusunan pedoman dan kebijakan bidang kesejahteraan rakyat dan
kemasyarakatan serta penyelenggaraan tata usaha Bagian

1
Fungsi:
- Menyusun pedoman dan perumusan kebijakan bidang pendidikan, pemuda
olahraga, kesehatan, perpustakaan dan arsip;
- Menyusun pedoman dan perumusan kebijakan bidang sosial, agama, tenaga kerja,
transmigrasi dan kebudayaan;
- Menyusun pedoman dan perumusan kebijakan bidang administrasi
kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan perempuan,
perlindungan anak dan Keluarga Berencana;
- Menyelenggarakan tata usaha Bagian;
- Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Daerah berkaitan dengan
bidang tugasnya

c) Gerakan Gotong Rakyat Rakyat Bersatu (Gentong Rembes)


a. Pengertian
Gentong Rembes merupakan Suatu gerakan warga masyarakat yang terorganisir yang
meliputi berbagai elemen dan komponen masyarakat secara berkesinambungan yang
bertujuan untuk mengatasi permasalahan rumah tidak layak huni. Masyarakat yang
mampu diharapkan bisa berperan dalam dalam rangka mengatasi permasalahan
warga miskin

b. Tujuan
- Mewujudkan rumah yang layak huni secara fisik, kesehatan dan sosial bagi keluarga
miskin, sehingga bisa mendukung fungsi keluarga untuk memberikan perlindungan,
bimbingan dan pendidikan bagi anggota keluarganya secara layak.
- Melestarikan budaya gotong royong
- Memberikan Pendidikan Karakter pada siswa siswa SMP

c. Latar Belakang
- Kulon Progo memiliki budaya asli yang sampai sekarang masih ada dalam
kehidupan sehari-hari warga masyarakat Kulon Progo
- Perlu upaya mengaktualisasikan gotong royong sebagai produk budaya yang
konstruktif untuk mengatasi persoalan yang dialami warga masyarakat
- Persoalan kemiskinan masih dialami Kabupaten Kulon Progo ( tahun 2018 : 18
,30%).
- Salah satu persoalan kemiskinan adalah rumah tidak layak huni
- Di kab. Kulon Progo, tercatat 6.238 Rumah Tidak Layak Huni (Hasil Pembaharuan
Data Dinas Sosial Propinsi DIY 2011,fc)
- Gerakan kepedulian dan kesetiakawanan Sosial yang dicanangkan oleh Bupati
Kulon Progo pada tanggal 23 Desember 2011.

d. Kriteria rumah sasaran


- Kondisi rumah rusak
- Bangunan tidak permanen
- Lantai tanah atau semen dalam kondisi rusak berat

2
- Dinding dan atap terbuat dari bahan yang mudah rusak
- Tidak memiliki fasilitas MCK yang layak

e.Kriteria Kepala Keluarga sasaran


- Keluarga sangat miskin / miskin ( termasuk dalam data keluarga miskin )
- Diutamakan KK janda dan atau usia lanjut
- Rumah diatas tanah milik sendiri ( dalam hal rumah diatas tanah orang lain harus
ada pernyataan kerelaan pemilik tanah untuk ditempati )
- Memiliki kartu identitas kependudukan yang berlaku

B. NILAI POSITIF/INOVASI YANG DILAKSANAKAN


1. Perwujudan Visi dan Misi
Mewujudkan rumah yang layak huni secara fisik, kesehatan dan sosial bagi keluarga
miskin, sehingga bisa mendukung fungsi keluarga untuk memberikan perlindungan,
bimbingan dan pendidikan bagi anggota keluarganya secara layak.

2. Gotong Royong Semua Lapisan Masyarakat


a) Melestarikan budaya gotong royong, termasuk melibatkan anak-anak sesuai dengan
kapasitas dan kemampuannya
b) Dengan keterlibatan Bupati langsung dalam berbagai kegiatan dan diikiuti oleh para
ASN dan masyarakat menumbuhkan kesadaran bersama bahwasanya segala
permasalahan yang ada bias diselesaikan apabila ada kerjasama yang baik dari
semua komponen.

3. Sosok Kepemimpinan yang Baik Langsung Terjun Lapangan


a) Sosok leadership dari kepala daerah sangat diperlukan untuk menyampaikan
gagasannya ke tingkatan di bawahnya sehingga visi misi Pemkab Kulonprogo bias
terlaksana dengan baik, termasuk selalu terlibat langsung dalam berbagai kegiatan
untuk memberi contoh kepada jajarannya serta masyarakat secara keseluruhan.
b) Seluruh pejabat, ASN, dan masyarakat akhirnya akan tergerak untuk ikut terlibat
setelah dicontohkan langsung oleh Bupati. Kondisi ini tentunya akan berbeda apabila
kepala daerah tidak ikut terjun langsung ke lapangan atau dalam suatu kegiatan,
belum tentu akan memberikan effect yang sama apabila kepala daerah terjun
langsung.

4. Budaya Tenggang Rasa dan Saling Merasakan


Selain budaya gotong royong yang tumbuh dengan adanya Gerakan Gotong Rakyat
Rakyat Bersatu (Gentong Rembes), juga telah menumbuhkan sikap tenggang rasa dan
rasa ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain sehingga tergerak untuk saling
membantu.

5. Pendidikan Karakter Semua Usia


a) Gerakan Gotong Rakyat Rakyat Bersatu (Gentong Rembes), selain melibatkan
semua pihak, juga melibatkan siswa untuk ikut terlibat dalam setiap kegiatan termasuk

3
kegiatan bedah rumah. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pembentukan karakter
sejak usia siswa sekolah, untuk memberikan kesadaran kepada para siswa
bahwasanya segala yang terjadi di sekitar lingkungannya merupakan tanggung jawab
bersama dan bias diselesaikan dengan kerja sama dan gotong royong.
b) Nilai positif dengan keterlibatan para siswa pada kegiatan gotong royong adalah
mereka mengisi waktu dengan kegiatan positif sehingga terhindar dari hal-hal
negative yang sering terjadi pada usia sekolah seperti kenakalan remaja, tawuran, dll
c) Nilai-nilai lainnya yang terkandung dalam kegiatan tersebut adalah para siswa yang
sekarang terlibat pada kegiatan gotong royong, nantinya akan menjadi penerus para
orang tuanya, sehingga ketika mereka dewasa ataupun menjadi orang tua, akan
melanjutkan budaya gotong royong serta menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-
anak mereka.

6. Jejaring Kinerja Yang Dibangun


Yang sangat menarik dari Gerakan Gotong Rakyat Rakyat Bersatu (Gentong Rembes)
adalah pembiayaannya tidak menggunakan APBN/APBD tetapi murni menggunakan
dana dari luar seperti, diantaranya:
- Baznas Kabupaten Kulon Progo
- Sumbangan dari Dunia Usaha (BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta)
- Sumbangan Organisasi Pengusaha (Gapensi, Gapeksindo, Gapeknas, APINDO,
KADIN dll)
- Sumbangan Komunitas tertentu (Koperasi, Komunitas Olahraga, Komunitas Kesenian)
- Sumbangan Alumni Lembaga tertentu ( KAGAMA, Alumni Sekolah/Alumni
STPDN/Alumdi Diklat/ Alumni Prajabnas)
- Sumbangan Perseorangan/Individu
- Badan Amil Zakat (Kabupaten dan Kecamatan)
- Sumbangan Lembaga Keuangan Mikro PNPM
- Sumbangan Organisasi Profesi (IBI, IDI, Ikatan Perawat dll)
- Swadaya Masyarakat setempat
Begitu banyak donator yang menyumbang untuk pelaksanaan Gentong Rembes
menunjukkan bahwa jejaring kinerja yang dibangun sangat bagus sehingga bias
meyakinkan banyak pihak dari semua kalangan untuk ikut berpartisipasi pada program
tersebut. Hal ini dikarenakan adanya kepercayaan dari donator, bahwasanya donasi
mereka dikelola dengan baik tanpa adanya penyelewengan. Keterlibatan Bupati ikut terjun
langsung pada kegiatan di lapangan, selain untuk memberikan contoh dan semangat
kepada jajarannya serta kepada masyarakat, juga untuk memberikan keyakinan dan
pertanggungjawaban kepada para donator bahwasanya donasi yang mereka berikan
dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

C. PENERAPAN DI LINGKUNGAN KERJA MASING-MASING


Dari hasil studi lapangan ke Kabupaten Kulonprogo, banyak inovasi dan nilai positif yang
bias diadopsi untuk lingkungan kinerja di tempat saya

1. Studi Kasus: Pengendalian Banjir

4
Tugas Organisasi : Melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang
meliputi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka
konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada
sungai danau, waduk, bendungan dan tampungan air lainnya, irigasi, air tanah, air baku,
rawa, tambak dan pantai

2. Kaitan dengan Tugas dan Fungsi Bidang PJSA


Penyusunan rencana kegiatan, penyusunan perencanaan teknik, pengendalian dan
pengawasan pelaksanaan perencanaan teknik bidang sungai, pantai, drainase utama
perkotaan, bendungan, danau, situ, embung dan tampungan lainnya.

3. Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi,


Banjir terjadi diakibatkan oleh sedimentasi sungai, sehingga pada saat debit air tinggi,
kapasitas sungai tidak mampu menampung air dan mengakibatkan banjir di kawasan
permukiman, dan persawahan. Hal ini terjadi setiap musim hujan, dalam satu tahun bisa
terjadi sampai dengan 2 kali

4. Menetapkan tujuan yang ingin dicapai


Tujuan yang ingin dicapai adalah pada saat musim hujan sudah tidak terjadi banjir, atau
besaran banjir berkurang dalam jumlah yang signifikan

5. Jejaring Kerja yang Harus Dibangun


a) Pihak-pihak yang terlibat/Berkepentingan
b) Kementerian PUPR (BBWS/BWS sebagai pelaksana), Dan Ditjen Sumber Daya Air
selaku Pembina
c) Kepala Daerah, Bupati, Camat, Kepala Desa/Lurah,
d) Dinas PU/Pengairan Propinsi
e) Dinas PU/Pengairan Kabupaten/Kota
f) BPBD Propinsi
g) BPBD Kabupaten/Kota
h) Masyarakat
i) Polres

6. Konsep Penanganan
Penanganan harus menyeluruh, mulai dari desain penanganan yang matang, jenis
penanganan, debit banjir rencana, keterpaduan antara program dan penganggaran
sehingga diperlukan komitmen dari Pusat

7. Seluruh pihak harus terlibat


mulai dari Kepala Daerah, Bupati, Camat, Kepala Desa/Lurah, Dinas PU/Pengairan
Propinsi, Dinas PU/Pengairan Kabupaten/Kota, BPBD Propinsi, BPBD Kabupaten/Kota,
Masyarakat,Polres

8. Terobosan/Inovasi Strategi Komunikasi ke Masyarakat:

5
a) Pada setiap kegiatan baik itu pengukuran, pra sosialisasi, dan sosialisasi, kita harus
terlibat langsung, tidak mengandalkan kepada petugas di lapangan sehingga
masyarakat melihat keseriusan kita
b) Silaturahmi kepada masyarakat minimal sampai dengan level RT
c) Ikut terlibat dalam kegiatan masyarakat di luar konteks pekerjaan, sehingga
masyarakat mengenal kita dan merasa kita adalah bagian dari mereka
d) Ketika pekerjaan dilaksanakan, untuk pekerjaan yang sifatnya dilaksanakan oleh
tenaga manusia, kita harus ikut terlibat langsung sehingga masyarakat melihat
keseriusan kita.
e) Kita harus sadari bahwasanya belum semua pihak/instansi yang terlibat sudah
memiliki pemahaman terhadap program yang akan kita kerjakan, sehingga kita perlu
gencar menyampaikan informasi kepada mereka dengan cara:
f) Silaturahmi/datang langsung ke tempat mereka dengan menghilangkan ego dari
instansi tempat kerja masing-masing diniatkan agar program kita terlaksana dengan
baik sehingga membawa kemanfaatan bagi masyarakat