Anda di halaman 1dari 17

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah

Volume 3, Nomor 1, Februari 2018


www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

RANCANG BANGUN MESIN COLD STORAGE SISTEM


PENDINGINAN KOMPRESI UAP PADA PENYIMPANAN BUAH
NANAS (Annanas comosus)
Design Cold Storage Machine Based on Steam Compressed Cooling System
For Pineapple Fruit Storage (Annanas comosus)
Al Hulil Akbar Ferdynanda1, Kiman Siregar1, Ratna*1
1
Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala
Abstrak. Buah nanas (Ananas Comosus) merupakan salah satu buah yang banyak digemari oleh
masyarakat Indonesia, memiliki nilai gizi yang tinggi, kaya akan vitamin A, B, C, dan mineral
(kalsium, fosfor, dan besi), dan mengandung senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan
(polifenol dan flavonoid). Masalah yang sering timbul pada buah nanas yaitu mempertahankan mutu
dan kualitas. Hal tersebut dapat dipertahankan jika dilakukan penanganan pasca panen yang stepat
salah satunya penyimpanan suhu rendah. Tujuan penelitian ini yaitu merancang mesin cold storage
sistem pendinginan kompresi uap dengan suhu yang harus dicapai yaitu 7°C, menghitung lama
pencapaian suhu 7°C, beban pendinginan bahan, dan COP mesin. Penelitian ini dilakukan
berdasarkan 3 tahapan, pertama menggambar rancangan cold storage dengan software AutoCad.
Kedua pemasangan alat dan bahan sesuai dengan gambar rancangan. Ketiga pengujian mesin cold
storage dengan suhu yang harus tercapai yaitu 7°C dan pengambilan data dengan menggunakan
bahan nanas sebanyak 4 buah dengan berat total 5,58 kg serta dihitung parameter penelitian seperti
lama pencapaian suhu 7°C, beban pendinginan bahan, dan COP mesin. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa lama waktu pencapaian suhu 7°C dari pengujian bahan dengan suhu awal 30°C
dan suhu akhir 7°C yaitu 16.883 detik (4 jam 41 menit 23 detik). Beban pendinginan bahan dengan
berat total nanas utuh sebesar 5,58 kg dan cp buah nanas 3,68 kJ/kg°C yaitu 472,19 kJ. COP mesin
cold Storage dari penelitian ini adalah 2,45, jika nilai pada mesin cold storage semakin besar maka
semakin efisien hasil kerja mesin tersebut, mesin cold storage dalam penelitian ini termasuk kedalam
mesin pendinginan lambat.

Kata Kunci : Buah Nanas (Annanas comosus), Cold Storage, Suhu, Beban pendinginan, COP.

Abstrack. Pineapple fruit (Ananas Comosus) is one of the most popular fruits of Indonesian society,
has high nutritional value, is rich in vitamins A, B, C, and minerals (calcium, phosphorus and iron),
and contains potentially antioxidant compounds (polyphenols and flavonoids). Problems often arise
in the pineapple is to maintain grade and quality. This can be maintained if post-harvest handling
is correctly treated, one of which is cold storage. The purpose of this research is to design cold
storage engine of vapor compression cooling system with temperature that must be reached that is
7 ° C, to calculate the duration of temperature 7 ° C, material cooling load, and COP of machine.
The research was conducted based on 3 stages, first drawing cold storage design by using AutoCad
software. The second one is to install the tools and materials in accordance with the design
drawings. The third is to test the cold storage machine with temperature that must be reached is 7 °
C and data retrieval using pineapple as much as 4 pieces with total weight 5,58 kg and calculated
research parameters such as temperature 7 ° C, material cooling, and COP machine . The results
of this study indicate that the duration of temperature 7 ° C from material testing with the initial
temperature of 30 ° C and the final temperature of 7 ° C is 16,883 seconds (4 hours 41 minutes 23
seconds). The cooling load of the material with the total weight of whole pineapple is 5.58 kg and
cp pineapple 3.68 kJ / kg ° C is 472.19 kJ. COP cold storage engine of this research is 2.45, if the
value of the cold storage machine is greater then the more efficient the work of the machine, cold
storage engine in this study included into the slow rate cooling machine.

Keywords : Pineapple (Annanas comosus), Cold Storage, Temperature, Cooling Load, COP.

Coresponding author: ratna@unsyiah.ac.id 426


JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-422
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Buah nanas (Ananas Comosus) merupakan salah satu buah yang banyak
digemari oleh masyarakat Indonesia. Kerusakan nanas dapat terjadi pada saat
prapanen, pasca panen, pengolahan, dan penyimpanan. Penyimpanan suhu rendah
dapat memperpanjang umur simpan buah nanas, hal ini sangat dibutuhkan oleh para
produsen maupun pedagang. Buah ini sangat baik apabila dibudidayakan didaerah
beriklim tropis pada dataran rendah atau tinggi. Nanas memiliki nilai gizi yang
tinggi, kaya akan vitamin A, B, C, dan mineral (kalsium, fosfor, dan besi), dan
mengandung senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan (polifenol dan
flavonoid).
Laju respirasi menandai laju perubahan komposisi bahan tanaman dan
umumnya menjadi indikasi ketahanan umur simpannya. Laju respirasi buah nanas
dapat dipicu oleh peningkatan suhu, agar laju respirasi tersebut diperlambat maka
digunakan penyimpanan buah nanas dengan suhu rendah. Kerusakan buah nanas
ditandai dengan terjadinya perubahan warna, berkurangnya aroma, munculnya bau,
kehilangan vitamin C, pelunakan, dan perubahan tekstur.
Perubahan warna yang menandai kerusakan nanas diantaranya adalah
pencokelatan. Pencokelatan dapat disebabkan oleh reaksi enzimatis dan
nonenzimatis. Pencokelatan internal muncul selama penyimpanan, terutama jika
disimpan pada suhu rendah dalam jangka waktu yang lama. Kerusakan ini sering
dikaitkan dengan chilling injury, nanas akan mengalami chilling injury apabila
disimpan pada suhu dibawah 7°C, buah nanas bisa disimpan pada suhu rendah
dengan suhu 7°C. Nanas dapat disimpan pada suhu 45-54°𝐹 (7-12°𝐶) selama 2-4
minggu tergantung pada kematangan buah, 2 minggu adalah batas untuk buah nanas
yang disimpan pada suhu 54°𝐹 (12°𝐶), penyimpanan buah nanas bisa lebih lama
jika disimpan pada suhu 45°𝐹 (7°𝐶) (Kader, 2009).
Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu pada kulkas
kompresor yang digunaka dayanya mampu bekerja mencapai suhu -40°C.
Sedangkan untuk penyimpanan buah nanas suhu yang dibutuhkan sekitar 7°C. Jadi
daya kompresor yang diperlukan lebih kecil dibandingkan dengan kulkas. Sehingga
arus yang dipakai bisa lebih hemat dan mengurangi biaya penggunaan listrik per
harinya, karena semakin besar daya yang dihasilkan maka semakin besar arus yang
digunakan dan semakin besar biaya penggunaan listrik yang dikeluarkan per hari.
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yaitu untuk merancang sebuah mesin cold storage
dengan suhu yang harus dicapai yaitu 7°C, menghitung waktu pencapaian suhu
7°C, beban pendinginan bahan dan COP mesin cold storage.

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 427
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 di Laboratorium Pasca
Panen, Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universsitas Syiah Kuala,
Banda Aceh dan di Bengkel Dokter Electronik , Jln. T. Nyak Arief No. 234 Depan
Lr IV Sektor Timur Darussalam.

Alat dan Bahan


Peralatan yang digunakan dalam perancangan mesin cold storage yaitu fiber
box dengan panjang 46 cm, lebar 35 cm dan tinggi 29 cm, kompressor dengan daya
sebesar 80 watt atau 0,07 Ampere, kondensor dengan panjang pipa 12 U atau 1.400
cm dan diameter pipa 0,47 cm, Filter, evaporator dengan panjang 445 cm dan
diameter pipa 0,63 cm, pipa kapiler dengan panjang 200 cm dan diameter 0,028 cm,
termometer digital, termostat digital, timer rotari, dan timbangan.
Bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah buah nanas utuh
sebanyak 4 buah dengan berat total 5,58 kg, paku kayu 24 buah, siku aluminium 4
buah, kaki ampli 8 buah, baut 8 buah, mur 8 buah, sekrup 8 buah, tabung refrigeran
R-134a, balok kayu dengan panjang 70 cm, lebar 4 cm, dan tinggi 4 cm sebanyak 3
buah, balok kayu dengan panjang 70 cm, lebar 4 cm dan tinggi 2 cm sebanyak 2
buah, balok kayu dengan panjang 30 cm, lebar 4 cm, dan tinggi 4 cm sebanyak 4
buah, triplek dengan panjang 70 cm, lebar 50 cm dan tebal 1 cm sebanyak 1 lembar.

Prosedur Penelitian
Penelitian perancangan mesin cold storage dan control suhu sistem kompresi
uap pada penyimpanan buah nanas utuh ini dilakukan melalui 3 tahapan, tahapan
pertama yaitu pembuatan gambar teknik dengan menggunakan aplikasi AutoCad.
Setelah tahapan pembuatan gambar selesai tahap selanjutnya adalah pembuatan
mesin cold storage sesuai dengan gambar rancangan yang sudah dibuat
sebelumnya. Setelah pembuatan mesin selesai maka dilakukan pengujian
fungsional alat, dimana pada tahap ini akan dilihat apakah semua bagian alat sesuai
dengan gambar yang telah dibuat dan mencapai suhu yang diinginkan yaitu 7°C.
Setelah semua alat beerfungsi maka dilakukan pengambilan data dengan
menggunakan bahan berupa nanas utuh sebanyak 4 buah kemudian dihitung beban
pendinginan bahan dan COP pada mesin tersebut.

Kriteria Fungsional
1. Rangka
Rangka mempunyai fungsi sebagai penahan wadah tempat penampungan
dan penyimpanan bahan yang akan disimpan dimesin cold storage, sehingga harus
memiliki struktur yang kuat agar mesin cold storage mampu menahan beban yang
masuk dan tidak rusak apabila terbentur maupun terkena kontak fisik lainnya.
2. Kompresor
Kompresor berfungsi untuk menaikkan tekanan refrigeran menuju
kondensor, katup ekspansi, evaporator dan kembali masuk ke kompresor. Sehingga
siklus refrigeran dapat bekerja secara continue selama mesin dihidupkan.

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 428
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

3. Kondensor
Kondensor berfungsi untuk melepas panas refrigeran sehingga refrigeran
kembali dalam fase fluidanya.
4. Evaporator
Evaporator berfungsi menyerap panas dari objek yang akan didinginkan
dengan memanfaatkan sifat tekanan dan titik didih refrigeran yang rendah, sehingga
refrigeran tersebut menguap dan objek menjadi dingin.
5. Katup Ekspansi/ Filter
Katup ekspansi digunakan untuk mengurangi tekanan refrigeran serta
mengatur aliran refrigeran menuju evaporator.
6. Pipa Kapiler
Pipa kapiler berfungsi sebagai tempat sirkulasi refrigeran ketika sedang
bekerja, pipa kapiler berperan sebagai penghubung untuk semua kompnen
pendinginan seperti kompresor, kondensor, katup ekspansi dan evaporator.
7. Thermostat
Thermostat berfungsi untuk mengontrol suhu yang ada didalam mesin cold
storage, thermostat dihubungkan ke kompresor dan cok listrik. Sistem kerjanya
apabila suhu didalam cold storage sudah mencapai batas suhu yang diinginkan,
thermostat secara otomatis memutuskan arus pada kompresor sehingga kompresor
berhenti bekerja, apabila suhu kembali naik thermostat secara otomatis
menyalurkan arus pada kompresor sehingga kompresor kembali bekerja.
8. Pemilihan Refrigeran
Refrigeran yang akan dipilih pada penelitian ini adalah refrigeran R-134a
karena jenis freon ini paling banyak dipakai, refrigeran ini tidak dapat meledak,
tidak terbakar, tidak beracun dan mempunyai sifat-sifat termodinamis yang baik.
(Moeljanto, 1986).
Kriteria Struktural
Rangkaian mesin cold storage yang akan dirancang dapat dilihat pada
Gambar 1 dan 2 dibawah ini :

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 429
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

2
3

Gambar 1. Rangkaian Mesin Cold Storage Tampak Bawah


Keterangan :
1. Kompresor
2. Pipa Kapiler
3. Filter/Dryer
4. Kondensor

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 430
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

6
5
3

Gambar 2. Rangkaian Mesin Cold Storage Tampak Atas


Keterangan :
5. Evaporator
6. Fiber Box
7. Dudukan
8. Thermostat
Digital

Data Perencanaan Sistem


Menurut (Broto, 1996 dalam Harnanik, 2012), Penyimpanan nanas utuh
pada suhu kurang dari 7°C dapat menyebabkan chilling injury dan pada suhu 2 -
4°C terjadi pencokelatan (Browning). Sehingga direncanakan :
1. Temperatur didalam cold storage 7°C
2. Maksimal umur penyimpanan 4 minggu

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 431
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

Diagram Alir Penelitian

Mulai

Perancangan cold storage


menggunakan aplikasi autocad

Pemilihan bahan

Pembuatan cold storage


Tidak

Pengujian alat

Ya

Suhu tercapai 7°C

Pengujian alat menggunakan Analisis:


buah nanas 1. Beban pendingiann
bahan
2. COP

• Data lama pendinginan


• Data beban
pendinginan
• Data COP mesin

Selesai

Gambar 3. Diagram Alir Penelitian

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 432
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

Parameter Penelitian
1. Menghitung Beban Pendinginan
Beban pendinginan merupakan penjumlahan dari beban panas yang
memasuki pendinginan dan berasal dari berbagai sumber. Beban panas terdiri dari
dua komponen yaitu panas sensibel yang terjadi jika panas memasuki ruangan dan
mengakibatkan peningkatan suhu ruangan, dan beban panas laten yang terjadi jika
uap air memasuki ruangan dan meningkatkan kelembaban nisbi ruangan.
Perhitungan beban pendinginan yang digunakan adalah beban pendinginan bahan.
Tujuan utama perhitungan beban pendinginan adalah untuk menduga kapasitas
mesin pendingin yang dibutuhkan untuk dapat mempertahankan keadaan optimal
yang diinginkan dalam ruang.
Beban pendinginan produk adalah panas yang dimiliki produk pada saat awal
dimasukkan ke dalam cold storage. Jika sejumlah bahan memasuki ruangan dingin
pada suhu lebih besar dari suhu ruangan tersebut, maka akan terjadi perlepasan
panas sampai suhu bahan sama dengan suhu ruang. Maka panas yang dilepaskan
(Q_p) untuk pendinginan adalah:
(𝑄𝑝 ) = 𝑚𝑝 Cp ∆𝑇 …………………………………………………(1)

Dimana 𝑚𝑝 : massa (kg)


𝐶𝑝 : panas jenis (J/kg°𝐶)
∆𝑇 : Perubahan suhu bahan (°𝐶)

2. Menghitung Coefficient of Performance (COP) Mesin


Menurut Khalil (2007) koefisien performasi (COP) merupakan suatu nilai
perbandingan antara kalor yang terdapat pada evaporator dengan daya yang
terdapat pada kompresor. Perhitungannya untuk mengetahui kebutuhan energi di
pendingin (refrigerator) yang digunakan untuk pembuatan cold storage dengan suhu
pendingin yang ingin dicapai 7ᴼC dalam lemari kulkas dan suhu ruang. Adapaun
refrigeran yang akan digunakan adalah Freon R-134a.
1. Kompresor
Kompressor yaitu alat yang berfungsi untuk menghisap refrigerant
bertekanan rendah dari evaporator dalam bentuk uap. Selanjutnya uap refrrigeran
ditekan dan dialirkan ke kondensor untuk dikondensasikan. Kerja yang dilakukan
refrigerant selama kompresi isentropic dihitung berdasarkan perkalian perubahan
entalphi dan laju aliran refrigerant:
W = m (h2-h1)…………………………………………………………..(2)
Dimana,
m = Laju aliran massa refrigerant (kg/s)
h1 = entalpi refrigeran pada awal kompresi (kJ/kg-refrigeran)
h2 = entalpi rerigeran pada akhir kompresi (kJ/kg-rerigeran)
W = kerja pada kompresor (kW)
2. Kondensor
Kondensor (pengembun) adalah bagian dari refrigerasi yang menerima uap
refrigeran yang bertekanan tinggi dari kompressor. Di kondensor ini terjadi
perubahan fase dari uap menjadi cair dengan cara melepas panas. Kondensor
refrigerant didinginkan pada tekanan konstan. Panas yang dilepaskan ke lingkungan
ditunjukkan dengan persamaan berikut:

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 433
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

qk = (h2-h3) …………………………..……….……………..(3)
Dimana:
qk = laju panas yang dipindahkan kondensor (kW),
m = laju aliran massa refrigerant (kg/s)
h2 = entalpi refrigeran pada akhir kompresi (kJ/kg-rerigeran)
h3 = entalpi refrigerant keluar dari kondensor (kJ/kg-refrigeran)
3. Evaporator
Evaporator ialah alat yang digunakan untuk menguapkan cairan refrigeran
bertekanan rendah, karena pada saat penguapan terjadi dibutuhkan panas,
maka dalam evaporator terjadi proses penyerapan panas (pendinginan) pada
lingkungan sekitar. Pada evaporator, refrigeran berubah fase dari cair ke gas dan
menerima panas dari lingkungan pada tekanan konstan dan yang diterima refrigeran
diberikan sebagai berikut:
qe = m (h1-h4) …………………………………………………..(4)
Dimana:
qe = laju panas yang diterima evaporator (kW)
h4 = entalpi refrigeran keluar dari evaporator ( kJ/kg-refrigeran)
4. Laju alir massa
Laju alir massa tergantung pada total beban pendingin dan pengaruh
refrigerasi. Total beban pendinginan dihitung dari panas yang dipindahkan
dari dalam ruangan yang refrigerasi. Persamaan dibawah digunakan untuk
menentukan laju alir massa :
qe
m  ……………………………….………………(5)
(ℎ1−ℎ4)
5. COP mesin pendingin
COP pendinginan pada sistem rerigerasi kompresi uap diatas dihitung
dengan persamaan dibawah ini:

COP (ℎ1−ℎ4) ………………………………………………(6)


(ℎ2−ℎ1)

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 434
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Pengukuran Cold Storage
Saat merancang sebuah mesin cold storage harus melalui beberapa langkah
sesuai dengan diagram alir yang ada. Proses awal dari perancangan mesin cold
storage adalah mengetahui ukuran kotak penyimpanan, pengukuran dilakukan
dengan menghitung panjang, lebar, tinggi serta tebal dinding, atap dan alas kotak.
Tabel 1. Spesifikasi Ukuran Kotak Fiber
Kotak Ukuran (cm)

Panjang 46

Lebar 35

Tinggi 29

Tebal Dinding 2

Tabel 2. Spesifikasi ukuran tutup kotak fiber

Tutup Ukuran (cm)

Panjang 46

Lebar 35

Tinggi 5,5

Tebal Dinding 3

Panjang Bawah 3,5

Panjang Atas 2

Tabel diatas menunjukkan bahwa dengan mengetahui besar ukuran kotak


cold storage, kita dapat menentukan komponen-komponen pendinginan yang sesuai
dengan kotak tersebut, agar hasil suhu yang diinginkan tercapai. Penggunaan kotak
fiber berfungsi untuk menahan suhu keluar-masuk dari kotak, gabus didalam fiber
berperan sebagai penghambat, sehingga proses pendinginan tidak terganggu dan
tidak mengalami kebocoran.

2. Pembuatan Dudukan
Pembuatan dudukan bertujuan untuk menempatkan instrumen pendinginan
dan kotak fiber dalam satu tempat, agar pemasangan instrumen pendinginan
menjadi lebih mudah dan juga sebagai pelindung untuk kotak fiber dari benturan
pada saat diletakkan. Dudukan terdiri dari 4 lapisan, lapisan pertama yaitu, triplek,
lapisan kedua balok kayu sebanyak 3 buah, lapisan ketiga balok kayu sebanyak 2
buah, lapisan keempat balok kayu sebanyak 4 buah (kaki). Lapisan pertama adalah
triplek, tujuan pemilihan triplek karena triplek merupakan bahan yang ringan, tipis
dan murah dibandingkan dengan dudukan lainnya seperti papan, rangka besi, dll.

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 435
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

Tabel 3. Spesifikasi Ukuran Dudukan Lapisan Pertama

Triplek Ukuran (cm)

Panjang 70

Lebar 50

Tebal 1

Lapisan kedua adalah balok kayu sebanyak 3 buah dengan ukuran yang sama.
Fungsi balok kayu tersebut sebagai penahan triplek agar tahan terhadap dudukan
yang berat, balok kayu juga berfungsi sebagai tempat untuk kondensor dan dryer.
Tabel 4. Spesifikasi Ukuran Dudukan Lapisan Kedua
Balok Kayu Ukuran (cm)

Panjang 70

Lebar 4

Tinggi 4

Lapisan ketiga adalah balok kayu sebanyak 2 buah, fungsinya sebagai tempat
untuk kondensor.
Tabel 5. Spesifikasi Ukuran Dudukan Lapisan Ketiga
Balok Kayu Ukuran (cm)

Panjang 70

Lebar 4

Tinggi 2

Lapisan Keempat adalah balok kayu, fungsinya sebagai kaki untuk menahan
seluruh beban yang diletakkan pada dudukan, selain itu tujuan lain dari kaki
dudukan ini adalah memberikan ruang pada kondensor untuk proses pelepasan
panas, agar panas yang dilepaskan bisa terbuang lebih cepat dan sirkulasi udara
lebih luas terbuka.
Tabel 6. Spesifikasi Ukuran Dudukan Lapisan Keempat
Balok Kayu Ukuran (cm)

Panjang 30

Lebar 4

Tinggi 4

3. Pemasangan Instrumen Pendinginan


1. Evaporator
Evaporator pada sistem pendinginan berfungsi sebagai penyerap panas
didalam ruangan, tujuannya untuk menurunkan suhu didalam ruangan tersebut
karena suhu tinggi berpindah ke suhu yang lebih rendah, refrigeran yang dihasilkan

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 436
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

setelah proses penyerapan panas berubah menjadi dua fase yaitu cair dan uap.
Evaporator yang dipasang pada mesin cold storage ini memiliki panjang pipa 445
cm dan diameter 0,47 cm, penentuan ukuran evaporator sudah disesuaikan dengan
fiber box yang digunakan. Kemudian evaporator dicetak dalam bentuk plat, agar
mempermudah pemasangan kedalam fiber box.
Tabel 7. Spesifikasi Ukuran Pipa Evaporator
Pipa Evaporator Ukuran (cm)

Panjang 445

Diameter 0,47

2. Kondensor
Kondensor pada sistem pendinginan berfungsi sebagai pelepas panas,
tujuannya untuk mengembalikan refrigeran dari fase uap menjadi cair. Kondensor
yang dipasang pada mesin cold storage ini memiliki panjang pipa 1.400 cm, dan
diameter 0,47 cm sebanyak 12U, jarak per U adalah 5 cm. Pemilihan jarak per U
sangat mempengaruhi pelepasan panas dari kondensor, 5 cm merupakan jarak yang
optimal untuk melepaskan panas sesuai dengan ukuran kotak fiber yang digunakan,
pemilihan kondensor sebanyak 12U bertujuan untuk memperbesar pelepasan panas
dari ruangan, semakin banyak U semakin banyak panas yang dilepaskan.
Penempatan kondensor pada mesin cold storage ini menggunakan model atas
bawah.
Tabel 8. Spesifikasi Ukuran Pipa Kondensor
Pipa Kondensor Ukuran (cm)

Panjang 445

Diameter 0,47

3. Kompresor
Kompresor pada sistem pendinginan berfungsi sebagai alat untuk
mengkompresikan refrigeran menuju kondensor. Kompresor yang digunakan
untuk penelitian ini memiliki daya sebesar 80 watt.
4. Dryer/ Filter
Dryer didalam sistem pendinginan berfungsi sebagai penyaring kotoran atau
zat-zat yang dapat menyumbat pipa-pipa yang dilalui refrigeran dari kompresor
dan kondensor.
5. Pipa Kapiler
Pipa kapiler didalam sistem pendinginan berfungsi untuk menurunkan
tekanan tinggi refrigeran yang dihasilkan dari kompresor sehingga tekanan
refrigeran berubah menjadi turun, akibatnya suhu refrigeran juga menjadi rendah
dan refrigeran berubah fase menjadi cair. Setelah refrigeran berubah fase menjadi
cair, pipa kapiler meneruskan refrigeran mengalir menuju pipa evaporator.

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 437
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

Tabel 9. Spesifikasi Ukuran Pipa Kapiler


Pipa Kapiler Ukuran (cm)

Panjang 200

Diameter 0,028

6. Thermostat dan Timer Rotari


Thermostat dalam sistem pendinginan berfungsi sebagai pengatur suhu.
Thermostat adalah kunci dari pencapaian suhu yang diinginkan yaitu 7°C.
Thermostat yang digunakan pada cold storage ini adalah thermostat tipe digital,
tujuannya agar suhu yang terbaca lebih akurat sehingga mempemudah penentuan
suhu yang diinginkan. Proses kerja thermostat adalah sebagai berikut :
1. Mengatur suhu yang ingin dicapai pada modul termostat, pada penelitian ini
suhu yang ingin dicapai adalah 7°C, setiap alat memerlukan toleransi untuk
mencapai suhu yang diinginkan maka angka yang harus diset adalah 2°C
diatas suhu yang diinginkan.
2. Ketika suhu didalam ruangan sudah terbaca dan sesuai dengan suhu yang
diset, maka sensor yang dipasang didalam cold storage akan mengkerut
sehingga modul menggerkakkan relay untuk memutuskan arus listrik,
akibatnya kompresor berhenti bekerja.
3. Ketika suhu didalam ruangan naik pada saat kompresor mati maka sensor
akan memuai sehingga modul menggerakkan relay untuk menghidupkan
kembali kompresor.
Timer rotari berfungsi sebagai penunda waktu untuk menghidupkan arus,
tujuannya agar arus yang dikontrol oleh thermostat, tidak bisa menghidupkan
kompresor secara langsung, karena pada saat kompresor berhenti bekerja
diperlukan waktu untuk menetralkan kerja kompresor didalam pipa cold storage,
jika kompresor pada saat berhenti bekerja kemudian dihidupkan kembali arusnya,
dapat menyebabkan kerusakan pada kompresor dan untuk mencegah hal tersebut
maka dipasang timer rotari. Penempatan timer rotari berada dibawah thermostat dan
disamping kompresor, kabel arus pada kompresor dihubungkan ke timer rotari dan
relay pada thermostat juga dihubungkan ke timer rotari. Sedangkan kabel untuk
menghidupkan thermostat dan timer rotari dihubungkan ke stop kontak disebelah
kiri kompresor.

7. Pemilihan Refrigeran
Refrigeran di dalam sistem pendinginan adalah zat media pendingin yang
menyerap panas dengan bantuan evaporator pada temperatur dan tekanan rendah
serta membuang panas tersebut dengan bantuan kondensor pada tekanan dan
temperatur yang lebih tinggi. Pada mesin cold storage yang sudah dibuat refrigeran
yang digunakan adalah refrigeran tipe R-134a, karena R-134a atau disebut juga
Hydrofluorocarbon (HFC) merupakan refrigeran non chloro dan lebih ramah
lingkungan, tidak menyebabkan korosi terhadap bahan logam yang dipakai pada
sistem pendingin, mempunyai susunan kimia yang stabil, tidak merusak ozon, tidak
terurai setiap kali dilakukan pemampatan, pengembunan dan penguapan. Jumlah
refrigeran yang dimasukkan sebanyak 95 gram.

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 438
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

8. Uji Kinerja Mesin Cold Storage


Setelah mesin cold storage selesai dibuat, maka dapat dihitung waktu
pencapaian suhu 7°C, beban pendinginan bahan, dan COP mesin cold storage.
Untuk menghitung waktu pencapaian suhu 7°C, pengujian ini dilakukan dengan
menggunakan uji bahan nanas utuh sebanyak 4 buah, kemudian nanas dimasukkan
kedalam mesin cold storage. Sebelum mesin dihidupkan dicatat suhu awal dan
sediakan stopwatch setelah itu tekan tombol start stopwatch serentak saat mesin
dihidupkan, tunggu sampai suhu yang terbaca oleh termostat digital mencapai suhu
7°C. Adapun lama waktu pencapaian suhu 7°C yang dihasilkan dari mesin cold
storage dengan suhu awal 30°C adalah 16.883 detik atau 4 jam 41 menit 23 detik.
Lama pencapaian suhu 7°C yang dihasilkan oleh mesin cold storage
dipengaruhi oleh beban pendinginan bahan, untuk mengetahui beban pendinginan
bahan bisa diketahui dengan rumus (Qp) = mp Cp ∆T. Diketahui berat total nanas
utuh adalah 5,58 kg, Cp buah nanas adalah 3,68 kJ/kgᴼC, dengan suhu awal 30°C
dan suhu yang ingin dicapai 7°C sehingga rumus dapat diselesaikan sebagai berikut:
Qp = m*cp * T
= 5,58 kg * 3,68 kJ/kg˚C * (30˚C - 7˚C)
= 472,19 kJ
Jadi beban pendinginan bahan nanas utuh sebanyak 4 buah dengan berat total
5,58 kg adalah 472,19 kJ. Setelah mengetahui beban pendinginan bahan maka
perhitungan COP mesin cold storage dapat diketahui sebagai berikut:
Diketahui:
h1 = 254,475 kJ/kg-refrigeran, suhu 7°C (hg)
h2 = 320 kJ/kg ,Tekanan = 770,64 kPa = 0,7 Mpa, grafik p-h refrigerant 34°C
h3 = 93,58 kJ/kg-refrigeran, suhu 30°C (hf)
h4 = 93,58 kJ/kg-refrigeran, ini karena h3=h4
Kapasitas refrigerasi (7°C) : 80 W = 0,08 kw
Ditatanya:
Wkompresor = . . . ?
qKondensor =...?
qEvaporator =...?
mlaju =...?
COP =...?
Jawab:
1. Dampak refrigerasi = h1- h4
= 254,475 kJ/kg - 93,58 kJ/kg
= 160,895 kJ/kg
2. WKompresor = m (h2-h1)
= 0,000169 kg/det (320 kJ/kg - 254,475 kJ/kg)
= 0,011 kW
3. qKondensor = m (h2-h3)

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 439
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

= 0,000169 kg/det (320 kJ/kg - 93,58 kJ/kg)


= 0,037 kW
4. qEvaporator = m (h1-h4)
= 0,000169 kg/det (254,475 kJ/kg - 93,58 kJ/kg)
= 0,027 kW
𝑒𝑞
6. mlaju = (ℎ1−ℎ4)

0,027 𝑘𝑊
= (254,475
kJ/kg − 93,58 kJ/kg)

= 0,000167 kg/s.
(ℎ1−ℎ4)
7. COP = (ℎ2−ℎ1)

(254,475 kJ/kg − 93,58 kJ/kg)


= (320 kJ/kg − 254,475 kJ/kg)
= 2,45
COP yang diperoleh dari mesin cold storage ini adalah 2,45. COP dengan
angka 2,8 ke atas merupakan COP yang ideal untuk proses pendinginan, sedangkan
dalam penelitian ini COP yang diperoleh yaitu 2,45, jadi mesin cold storage ini
termasuk mesin cold storage dengan pendinginan yang lama. Semakin besar nilai
COP semakin efisien sebuah mesin pendingin

KESIMPULAN DAN SARAN


Lama pencapaian suhu 7°C menggunakan buah nanas utuh sebanyak 5,58 kg
dengan menggunakan mesin cold storage ini adalah 4 jam 41 menit 23 detik. Beban
pendinginan bahan yang diperoleh dari penelitian ini adalah 472,19 kJ. COP yang
dihasilkan dari mesin cold storage ini sebesar 2,45. Semakin besar nilai COP
semakin efisien sebuah mesin pendingin, COP 2,45 termasuk kedalam kategori
pendinginan yang lama.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diberikan saran yaitu Untuk penelitian
selanjutnya diharapkan memasang sensor termostat lebih tepat, agar suhu yang
terbaca adalah suhu ruang cold storage bukan suhu pada pipa evaporator. Mesin
cold storage ini bisa dijadikan penelitian lanjutan seperti penyimpanan dengan
variasi bahan sesuai dengan suhu yang diinginkan, pengujian beban pendinginan
bahan secara keseluruhan, dan modifikasi mesin cold storage ini untuk hasil yang
lebih maksimal.

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 440
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

DAFTAR PUSTAKA

Advery, L.N. 2014. Perbandingan COP dan Efisiensi Mesin Pendingin Refrigeran
Sekunder Antara Refrigeran Primer R-134a dengan R-404a. Skripsi.
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.
Alexander, S.L., B. Ausra, B. Ceslovas and D. Pavelas. 2012. Chilling injury in
chilling-sensitive plants: a review. Žemdirbystė Agriculture. 99 (2): 111‒
124.
Broto, W., Suyanti dan Syaifullah. 1996. Teknik Pengemasan Buah Nenas dalam
Kemasan Karton untuk Mempertahankan Mutu Segarnya. Jurnal
Hortikultura. 6 (3): 287-302. Developing Countries. a Review of the
literature Davis (CA). University of California Agriculture and Natural
Resources Communications Services. Los Angeles.
Edward, F.K., F.B. Hamm and P.R. Glamm. 1996. Evaluation of HFC-245ca for
Commercial Use in Low Pressure Chillers. Air-Conditioning and
Refrigerant Technology Institute (ARTI). Amerika Serikat.
Fajri. 2008. Efisiensi Sistem Pendingin: COP atau EER.
https://windyhm.wordpress.com/ All-about-refrigeration-and-air-
conditioning/efisiensi-sistem-pendingin-cop-atau-eer/. Diakses pada
tanggal 31 Desember 2017.
Hadiati, S dan N.L.P, Indriyani. 2008. Petunjuk Teknis Budidaya Nenas. Balai
Penelitian Tanaman Buah Tropika. Sumatera Barat.
Harnanik, S. 2012. Perbaikan Mutu Pengolahan Nenas dengan Teknologi Olah
Minimal dan Peluang Aplikasinya di Indonesia. Balai Pengkajian Teknologi
Pertanian, Sumatera Selatan.
Hossain, M.A and S.M.M. Rahman. 2011. Total Phenolics, Flavonoids and
Antioxidant of Tropical Fruit Pineapple. Jurnal Food Research
International. 44: 672-676.
Kader, A and M. Tiruneh. 2009. Postharvest Losses of Fruits And Vegetables in
Khalil, M. 2007. Simulasi Model Perpindahan Panas pada Evaporator Mesin
Pendingin Sistem Kompresi Uap untuk Penyimpanan Sayuran. Skripsi.
Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah
Kuala, Banda Aceh.
Lathifah, D. N. 2008. Pengaruh Perlakuan Pre Cooling Metode Contact Icing dan
Suhu Penyimpanan Terhadap Kualitas Pasca Panen Buah Jeruk Keprok
(Citrus nobilis L.). Doctoral Dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana
Malik Ibrahim, Malang.
Lozano, J.E. 2006. Fruit Manufacturing: Scientific Basis, Engineering Properties
and Deteriorative Reactions of Technological Importance. Springer US,
Amerika Serikat.
Mamahit, J.M.E. 2008. Biologi Kutu Putih Dysmicosus Brevipes Cockerel
(Hemiptera: Pseudococcidae) pada Tanaman Nenas dan Kencur. Jurnal
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 19(2): 164-173.
Martinez, F.B., C. Harper, F. Perez-Munoz and M. Chapparo. 2002. Modified
Atmosphere Packaging of Minimally Processed Mango and Pineapple
Fruits. Jurnal Food Science. 67: 3365-3371.

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 441
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah
Volume 3, Nomor 1, Februari 2018
www.jim.unsyiah.ac.id/JFP

Muzakkir, M.A dan Rifky. 2013. Perbandingan Koefisien Prestasi (COP) pada
Refrigerator dengan Refrigeran CFC R-12 dan HC R-134a untuk Panjang
Pipa Kapiler yang Berbeda. Jurnal Rekayasa Teknologi. 5:1.
Paul, R.E and K.G. Rohrbach. 2003. The Pineapple: Botany, Production and Uses.
CABI Publishing, Cambridge Ma USA 239.
Putri, I.K. 2012. Analisis Beban Pendinginan pada Cold Storage untuk Es Kristal
di CV. Muda Perkasa Lamlagang Banda Aceh. Skripsi. Fakultas Pertanian
Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.
Saputra, F. 2004. Perancangan Unit Cold Storage Ikan. Skripsi. Fakultas Teknik
Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.
Sembiring, A. 2011. Teknik Pengeringan dan Pendinginan Cold Storage. Makalah.
Teknik dan Manajemen Industri Pertanian Universitas Padjadjaran.
Bandung.
Stocker, W.F and Jones, J.W. 1987. Refrigeration and Air Condition. McGraw-Hill
Book Company, Tokyo.
Thompson, A.K. 2003. Fruit and Vegetable: Harvesting, Handling and Storage.
Second ed. Blackwell Publishing Ltd, Oxford.
Torri, L., N. Shinelli and S.Limbo. 2010. Shelf Life Evaluation of Fresh-Cut
Pineapple by Using Electronic Nose. Jurnal Postharvest Biology
Technology. 56: 239-245.

Rancang Bangun Mesin Cold Storage Sistem Pendinginan Kompresi Uap Pada 442
Penyimpanan Buah Nanas (Annanas Comosus)
(Al Hulil Akbar Ferdynanda, Kiman Siregar, Ratna*)
JIM FP (TPE), Vol. 3, No. 1, Februari 2018: 426-442