Anda di halaman 1dari 29

PRAKTIKUM KIMIA FARMASI I

PERCOBAAN V
IDENTIFIKASI ALKOHOL DAN FENOL

NAMA : RALITZA DIVA SALSABILLA


NIM : 2013016172
KELOMPOK : 2
PRODI : S-1 FARMASI
ASISTEN : TRI WULAN NOVI

LABORATORIUM KIMIA FAKULTAS FARMASI


UNIVERSITAS MULAWARMAN
2021
PERCOBAAN V
IDENTIFIKASI ALKOHOL DAN FENOL

A. WAKTU PRAKTIKUM
Hari/Tanggal : Selasa, 27 April 2021
Pukul : 07.30-10.30 WITA
B. JUDUL PRAKTIKUM
Identifikasi Alkohol dan Fenol.
C. TUJUAN PRAKTIKUM
Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan membedakan antara
senyawa alkohol dan fenol serta mengetahui perubahan dan reaksi yang
terjadi pada alkohol dan fenol.
D. DASAR TEORI
Alkohol merupakan senyawa yang memiliki gugus fungsional –OH
yang terikat pada rantai karbon alifatik. Dalam molekul akohol, gugus
fungsi –OH berikatan secara kovalen dengan atom karbon. Alkohol yang
memiliki satu gugus –OH disebut monoalkohol, sedangkan yang memiliki
lebih dari satu gugus –OH disebut dengan polialkohol. Rumus umum
alkohol adalah CnH2n-1 OH atau ditulis R-OH, satu atom H dari alkane
diganti oleh gugus OH.
Pada umumnya alkohol digunakan sebagai senyawa pelarut dan
bahan minuman beralkohol. Methanol merupakan jenis alkohol yang
banyak digunakan sebagai pelarut getah dan resin. Alkohol dapat dibuat
menjadi senyawa lain seperti senyawa ester di industry, methanol
digunakan sebagai bahan baku pembuatan formaldehid, sebagai cairan
antibeku, dan pelarut. Etanol merupakan jenis alkohol yang sudah dikenal
dan digunakan sejak zaman dahulu, baik sebagai pelarut obat-obatan
(tingtur), kosmetikan maupun sebagai bahan minuman. Etanol merupakan
jenis alkohol yang sering digunakan sebagai bahan bakar, untuk membuat
senyawa organic lain, dan dapat dikonversi menjadi etanal atau asetaldehid
untuk digunakan sebagai bahan pelarut.
Semua alkohol mengandung gugus fungsi hidroksil, -OH. Etil,
alkohol, atau etanol, sejauh ini adalah yang paling dikenal. Etanol
memiliki penerapan tidak terbilang sebagai pelarut untuk bahan kimia
organic dan sebagai senyawa awal pembuatan zat warna, obat-obatan
sintetis, kosmetik, dan bahan peledak. Etanol adalah satu-satunya jenis
alkohol rantai lurus yang tidak beracun (paling sedikit beracun).

Fenol merupakan senyawa yang mempunyai suatu gugus hidroksil


yang terikat pada sebuah cincin benzene. Benzene dan turunannya banyak
digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya benzene sebagai pelarut.
Fenol dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai karbol atau lisol yang
berfungsi sebagai desinfektan.
Fenol dikenal sebagai senyawa organic aromatic dengan gugus
fungsinya yaitu hidroksi (OH). Perbedaan alkohol dan fenol yaitu gugus
OH pada senyawa alkohol terikat pada atom karbon tetrahedral, sedangkan
pada fenol gugus OH terikat pada karbon padai cincin aromatic. Fenol
memiliki sifat toksik bagi makhluk hidup.
Fenol dapat membentuk suatu anion fenoksida dengan melepaskan
ion H dari gugus OH ketika bereaksi dengan logam hidrida maupun suatu
basa. Fenol lebih bersifat asam (asam karbolat) dibanding dengan alkohol
karena anion fenoksida distabilkan oleh adanya resonansi pada inti
benzene.
E. ALAT DAN BAHAN
1. Alat
No. Nama Alat Gambar Fungsi
1. Gelas Kimia Melarutkan suatu
padatan, untuk
mencampurkan cairan,
dan untuk memanaskan
larutan (Susanti, 2017).
2. Pipet Tetes Mengambil larutan atau
cairan dalam jumlah
sedikit (Susanti, 2017).

3. Pipet Ukur Menambahkan zat cair


dengan volume tertentu
yang dapat dilihat dari
skala pada saat
penambahan cairan
tersebut (Susanti, 2017).
4. Rak Tabung Digunakan sebagai
tempat meletakkan
tabung reaksi pada saat
praktikum mereaksikan
bahan kimia (Susanti,
2017).
5. Tabung Reaksi Mereaksikan larutan atau
cairan (Susanti, 2017).

6. Waterbath Mempertahankan suhu


air pada kondisi tertentu
selama selang waktu
yang ditentukan
(Wulandari, 2016).

2. Bahan
No. Nama Bahan Sifat Fisik Sifat Kimia
1. Etanol Bentuk cair, tidak Etanol adalah
berwarna, mudah alkohol alifatik
menguap, mudah yang reaktivitasnya
terbakar. Titik lebur ditentukan oleh
-114,5⁰C dan titik didih gugus hidroksilnya.
78,3⁰C pada 1013 hPa Reaksi terjadi
(Sungkar, 2011). melalui pecahnya
ikatan C-O atau O
– H dan bercirikan
reaksi substitusi
dari gugus –H atau
– OH. Etanol dapat
dihidrasi menjadi
ethylene atau ethyl
ether. Etanol di
hidrogenasi menjadi
asetaldehida dalam
fasa uap dengan
bantuan katalis.
Etanol bereaksi
dengan sodium
hypochlorite
menjadi
chloroform. Ester
dapat dibuat dengan
mereaksikan etanol
dengan asam
anorganik dan
asam-asam organik,
asam anhydride dan
asam asam halida
(Sungkar, 2011).
2. Methanol BM 32 Mudah terbakar,
Rumus molekul : beracun, mudah
CH3OH menguap, tidak
Cairan tidak berwarna, berwarna, bau yang
jernih, bau khas. Dapat khas (berbau lebih
bercampur dengan air, ringan daripada
membenntuk cairan etanol).
jernih, tidak berwarna.
3. Benzil alkohol Bentuk cair, tidak Menunjukkan reaksi
berwarna, tidak berbau, khas alkohol alifatik
berasa seperti terbakar (Alkohol, Alifatik).
larut dalam air 3,5% @ Reaktivitas gugus
20⁰C; Larut dalam hidroksil meningkat
alkohol, eter, kloroform, dekat dengan
aseton, benzena, dan nukleus aromatik.
pelarut aromatik. Benzil alkohol
kurang asam
dibanding isomer
kresols dan
karenanya tidak
larut dalam alkali
berair. Jika benzil
alkohol dipanaskan
dengan adanya
senyawa dehidrasi.
4. Asam benzoat Bentuk serbuk kristal Hidrogenasi asam
berwarna putih, berbau benzoat dengan
menyenangkan. Rumus katalis nikel dan
molekul C7H6O2. Berat direaksikan dengan
molekul 122,12 g/mol. NOHSO4 menjadi
Titik leleh 122,4⁰C kaprolaktam.
(252,3F). Titik nyala Dengan katalis
121⁰C (249,80F). Titik tembaga oksidasi
didih 249⁰C (480,6F). asam benzoat dapat
Tekanan uap 1 @ 96⁰C menjadi fenol.
(205F). Berat jenis uap Garam pottasium
relatif 4,2 (udara=1). dari asam benzoat
Berat jenis (air=1) direaksikan dengan
1,2659. Sedikit/sulit CO2 pada kenaikan
larut dalam air dingin. suhu dan tekanan
Kelarutan dalam air dapat membentuk
2,9% @ 20⁰C asam terepthalat.
5. Kristal fenol BM : 94,11 Reaksi oksidasi
Rumus molekul : asam benzoat
C6H5OH menghasilkan fenol.
Hablur bentuk jarum Bersifat toksik dan
atau massa hablur, tidak korosif terhadap
berwarna atau merah kulit (iritasi) dan
jambu, bau khas, pada konsentrasi
kaustik. Larut dalam 12 tertentu dapat
bagian air, mudah larut menyebabkan
dalam etanol (95%), gangguan kesehatan
dalam gliserol , dalam manusia hingga
kloroform, dalam kematian pada
minyak lemak. organisme.
6. Asetosal Rumus Molekul : Aspirin mudah
C9H8O4. terhidrolisis dalam
Fase : Padat. air panas. Larut
Berat molekul (g/mol) : dalam alkohol dan
180,16. methanol
Titik didih (pada 1 atm), membentuk metal
(oC) : 140. salisilat. Aspirin
Titik leleh (pada 1 atm), dengan NaOH
(oC) : 136 100% akan
Specific grafity (gr/cm3): terhidrolisa
1,35. membentuk asam
∆Hof (pada 25 oC), salisilat.
(Kj/mol) : -554,88.
∆ G of (pada 25 oC),
(Kj/mol) : -488,53.
Kelarutan dalam, air
(g/100 ml) : tidak larut.
7. NaOH 2M dan Putih atau praktis putih, Senyawa ini bila di
6M keras, rapuh dan reaksikan Dengan
menunjukkan pecahan (HCl) asam klorida
hablur. Jika terpapar di akan terbentuk
udara,akan cepat garam dan air,
menyerap karbon bersifat iritan dan
dioksida dan lembab. korosif (Depkes RI,
Massa melebur, 2014).
berbentuk pelet
kecil,serpihan atau
batang serta. Mudah
larut dalam air dan
dalam etanol (Depkes
RI, 2014).
8. HCl 2M Cairan tak berwarna atau Merupakan
gas berwarna kuning oksidator kuat,
kehijauan dan berbau bereaksi dengan
merangsang. Dapat larut kebanyakan logam
dalam alkali hidroksida, via reaksi
kloroform, dan eter penggantian
(Depkes RI, 2014). tunggal,
menghasilkan gas
hidrogen dan logam
sulfat. Merupakan
zat beracun
karsinogen (Depkes
RI, 2014).

9. FeCL3 1% Hablur atau serbuk, Bila dilarutkan


hitam kehijauan, bebas dalam air, besi (III)
warna jingga dari garam klorida mengalami
hidrat yang telah hidrolisis yang
terpengaruhi oleh merupakan reaksi
kelembaban. Larut eksotermis
dalam air, larutan (menghasilkan
beropalensi berwarna. panas). Hidrolisis
ini menghasilkan
larutan cokla, asam,
dan korosif yang
digunakan sebagai
koagulan pada
pengolahan air
limbah dan
produksi air
minum. Larutan ini
juga digunakan
sebagai pengetsa
untuk logam
berbasis tembaga
pada
papan sirkut cetak
(PCB).Anhidrat dari
besi (III) klorida
adalah asam lewis
yang cukup kuat,
dan digunakan
sebagai katalis
dalam sintetis
organic.

10. Larutan I2 Berupa zat padat yang Mudah


mengkristal. Berkilat menyublim.Sangat
seperti logam. Berwarna reaktif terhadap
hitam kelabu. Memiliki oksigen.Zat
bau yang menyengat. pengoksidasi.
Berat atom : 126,93. (Cholik, 2017).
Mendidih pada suhu
183°C dan melebur
144°C (Cholik, 2017).
11. Kertas Indikator Indikator universal Suatu indikator
pH
Kert merupakan campuran universal ada yang
as berbagai indikator yang berupa larutan dan
dapat menunjukkan pH ada yang berupa
suatu larutan dari kertas, biasanya
perubahan warnanya terdiri dari air, 1-
indikator universal propanol, garam
biasanya dijumpai di natrium fenolftalein,
laboratorium adalah natrium hidroksida,
indikator universal metil merah,garam
dalam bentuk kertas, mononatrium
indikator ini terdiri dari bromotimol biru,
4 kertas untuk dan garam
menunjukkan pH larutan mononatrium timol
atau zat dari 0 sampai biru.
dengan 14
(Achmad, 2015).

(Achmad, 2015)

F. PROSEDUR KERJA
1. Uji Gugus Hidroksil
Diambil 3 buah tabung reaksi yang bersih dan kering. Tabung I diisi dengan
kristal fenol, tabung II diisi 4 tetes etanol, tabung III diisi 4 tetes benzil alkohol.

Ditambahkan 5 tetes larutan NaOH 2M di setiap tabung lalu kocok lalu


tambahkan beberapa kemudian amati yang terjadi.

Dari hasil, ditambahkan setiap tabung dengan HCl 2M sebanyak 5 tetes,


kemudian amati yang terjadi.

2. Membedakan gugus hidroksil pada alkohol dan fenol (Uji


Senyawa Fenolat)
Diambil 4 buah tabung reaksi yang bersih dan kering. Tabung I diisi dengan 2
mL etanol, tabung II diisi dengan 2 mL larutan fenol, tabung III diisi 2 mL
dengan benzil alkohol, tabung IV diisi dengan 2 mL larutan asam benzoat.
Ditambahkan 2 tetes larutan FeCl3 1%, ke dalam ketiga tabung tabung
tersebut.

Diamati apa yang terjadi.

3. Uji Alkohol dengan Tes Iodoform

Diambil 2 buah tabung reaksi yang kering dan bersih.

Ditambahkan 10 tetes etanol dan isopropanol di setiap tabung reaksi kemudian


teteskan larutan NaOH 6M sambil dikocok (5 tetes).

Ditempatkan kedua tabung reaksi diatas waterbath (60°C) dan tambahkan tetes
demi tetes larutan I2 dengan pengocokan sampai larutan berwarna coklat
( tetes).

Ditambahkan lagi NaOH 6 M ke dalam masing-masing tabung reaksi sampai


larutan menjadi tidak berwarna dan tempatkan kedua tabung reaksi di atas
waterbath selama 5 menit.

Diambil kedua tabung reaksi, biarkan dingin dan perhatikan adanya endapan
kuning terang. Dicatat hasil pengamatan.
4. Uji Keasaman

Diambil 3 buah tabung reaksi yang bersih dan kering. Tabung I diisi dengan 5
mL etanol, tabung II diisi dengan 5 mL larutan fenol, tabung III diisi dengan 5
mL benzil alkohol.

Dimasukkan kertas pH indikator universal ke dalam ketiga tabung tabung


tersebut. Dibandingkan dengan warna kertas indikator dengan standar warna
pH indikator tersebut. Ditulis pH yang di terjadi.
G. PENGAMATAN
1. Hasil Pengamatan
a. Uji Gugus Hidroksil
No Senyawa yang Hasil/Perubahan yang terjadi
Pereaksi
diperiksa
Fenol NaOH + HCl Fenol direaksikan dengan
NaOH membentuk endapan
berwarna kuning muda,
kemudian direaksikan dengan
HCl menghasilkan larutan
berwarna kuning muda dan
terdapat bidang batas seperti
cincin.
Benzil Alkohol NaOH + HCl Benzil alkohol direaksikan
dengan NaOH membentuk
1
larutan berwarna bening.
Kemudian direaksikan dengan
HCl membentuk endapan putih
dan terdapat bidang batas
seperti cincin.
Etanol NaOH + HCl Etanol direaksikan dengan
NaOH membentuk larutan
berwarna bening. Kemudian
direaksikan dengan HCl tidak
terjadi perubahan.

b. Uji Senyawa Fenolat


No Senyawa yang Hasil/Perubahan yang
Pereaksi
diperiksa terjadi
Fenol FeCl3 Terjadi perubahan warna
menjadi ungu.
Benzil Alkohol FeCl3 Terjadi perubahan warna
menjadi bening orange.
2
Etanol FeCl3 Terjadi perubahan warna
menjadi kuning.
Asam Benzoat FeCl3 Terjadi perubahan warna
menjadi bening orange.

c. Uji Iodoform
No Senyawa yang Positif/Negatif Uji
Struktur
diperiksa Iodoform
Etanol Negatif, terbentuk
endapan berwarna
putih.
3
Isopropanol Negatif, terbentuk
endapan berwarna
putih.

d. Uji Keasaman
No Senyawa yang pH
diperiksa
Fenol 5
4 Benzil Alkohol 3
Etanol 6

2. Prosedur Kerja dan Hasil Pengamatan


No Prosedur Kerja Hasil Pengamatan
.
1. Uji gugus hidroksil
2. Membedakan gugus hidroksil
pada alkohol dan fenol (uji
senyawa fenolat)

3. Uji alkohol dengan tes iodoform

4. Uji keasaman

3. Reaksi
a. Uji gugus hidroksil
1) Fenol + NaOH + HCl
2) Benzyl alkohol + NaOH + HCl

3) Etanol + NaOH + HCl

b. Membedakan gugus hidroksil pada alkohol dan fenol (Uji Senyawa


Fenolat)
1) Fenol + FeCl3
C6H5OH + 2FeCl3 2FeCl3 + C6H4OH + 2HCl
2) Benzyl alkohol + FeCl3
C7H8O + FeCl3 C7H5OFe + HCl
3) Etanol + FeCl3
C2H5OH + FeCl3 C2H4OH + 2HCl + 2FeCl2
4) Asam benzoate + FeCl3
c. Uji alkohol dengan tes iodoform
1) Etanol + iodoform
C2H5OH +CHI3 tidak bereaksi
2) Isopropanol + iodoform
C3H7OH + CHI3 tidak bereaksi
H. PEMBAHASAN
Percobaan pertama adalah uji gugus hidroksil. Percobaan ini
bertujuan untuk mengidentifikasi dan membedakan alkohol dan fenol.
Sampel yang digunakan pada uji ini adalah fenol, benzyl alkohol, dan
etanol. Berdasarkan teori, sampel yang memiliki gugus hidroksil akan
bereaksi dengan NaOH dan HCl dengan membentuk larutan berwarna
kuning. Pada sampel fenol ketika direaksikan dengan NaOH membentuk
endapan berwarna kuning muda. Kemudian ditambahkan HCl dan
terbentuk bidang batas seperti cincin. Hal ini menunjukkan bahwa fenol
bereaksi positif pada gugus hidroksil, dan juga saat fenol direaksikan
dengan NaOH terbentuk endapan warna kuning yang mana berarti fenol
bereaksi dengan NaOH. Sesuai dengan teori bahwa fenol merupakan asam
lemah dan dapat bereaksi dengan basa dan dapat diubah menjadi anion
fenoksida.
Benzyl alkohol bereaksi positif dengan NaOH dan HCl terbentuk
endapan berwarna putih dan terdapat bidang batas seperti cincin yang
teridentifikasi sebagai cincin aromatic. Hal ini sesuai dengan teori bahwa
benzyl alkohol memiliki gugus hidroksil.
Pengamatan pada sampel etanol tidak menunjukkan perubahan
pada larutan, tetap berwarna bening. Sesuai teori, seharusnya etanol
bereaksi positif dengan gugus hidroksil karena etanol memiliki gugus
hidroksil (CH3CH2OH). Hal ini terjadi karena dalam percobaan larutan
yang digunakan terkontaminasi atau alat yang digunakan terkena zat lain
sehingga tidak terjadi reaksi.
Percobaan kedua adalah uji senyawa fenolat, yaitu membedakan
gugus hidroksil pada alkohol dan fenol. Senyawa yang digunakan dalam
uji ini adalah fenol, benzyl alkohol, etanol, dan asam benzoate.
Berdasarkan hasil percobaan, fenol bereaksi positif dengan FeCl3
menghasilkan larutan berwarna ungu. Benzyl alkohol bereaksi dengan
FeCl3 terjadi perubahan warna larutan menjadi bening orange. Pada
etanol ketika direaksikan terjadi perubahan warna menjadi kuning. Pada
asam benzoate ketika direaksikan terjadi perubahan warna menjadi kuning
orange.
FeCl3 biasa digunakan dalam pengujian fenol. Uji kualitatif
senyawa fenol dilakukan dengan cara menambahkan FeCl3 yang ditandai
dengan terbentuknya warna hijau, merah, ungu, biru atau hitam pekat,
seperti yang terjadi saat diujikan dengan senyawa fenol. Terjadi perubahan
warna pada saat diteteskan FeCl3 menunjukkan bahwa senyawa tersebut
masuk ke golongan fenol ataukah bukan fenol. Berdasarkan hasil
pengamatan hanya fenol saja yang mengalami perubahan warna menjadi
ungu, pada benzyl alkohol, etanol dan asam benzoate hanya terjadi
perubahan warna larutan menjadi bening orange-kekuningan. Hal itu
menunjukkan bahwa benzyl alkohol, etanol, dan asam benzoate termasuk
golongan alkohol.
Percobaan ketiga adalah uji iodoform dengan menggunakan
sampel etanol dan isopropanol. Uji ini bertujuan untuk membedakan
alkohol primer, sekunder, dan tersier melalui reaksi oksidasi oleh iod.
Berdasarkan teori, seharusnya etanol dan isopropanol membentuk sedikit
endapan kuning karena alkohol primer dan sekunder sulit mengalami
oksidasi oleh iod. Namun, hasil percobaan menunjukkan etanol dan
isopropanol membentuk endapan berwarna putih. Hal ini dapat terjadi
karena mungkin pemanasan yang kurang lama, larutan yang sudah
terkontaminasi zat lain, atau kurangnya tetesan pada saat mereaksikan.
Percobaan keempat yaitu uji keasaman dengan sampel fenol,
benzyl alkohol, dan etanol. Pada fenol ph bernilai 5, pada benzyl alkohol
pH bernilai 3, dan pada etanol pH bernilai 6. Berdasarkan teori,
seharusnya fenol bersifat lebih asam daripada alkohol karena anion
fenoksida distabilkan oleh adanya resonansi pada inti benzene sehingga
berpengaruh pada nilai pKa yang lebih besar daripada alkohol.. Hasil
percobaan tersebut tidak sesuai teori yang dapat disebabkan oleh
kurangnya ketelitian atau penggunaan bahan jangka panjang sehingga
mengurangi kualitas bahan. Hasil yang kurang akurat juga bisa disebabkan
oleh penggunaan bahan uji yang keefektifannya belum pasti terjamin,
yaitu menggunakan kertas pH indicator universal. Jika ingin akurat bisa
menggunakan pH meter untuk mengukur tingkat keasaman suatu senyawa.
I. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa:
1. Pada uji gugus hidroksil, sampel fenol yang menunjukkan reaksi
positif dengan terbentuknya endapan berwarna kuning muda dan
terdapat batas cincin, dan pada benzyl alkohol terbentuk endapan
berwarna putih dan terdapat bidang batas seperti cincin yang
teridentifikasi sebagai cincin aromatic. Hal ini sesuai dengan teori
bahwa benzyl alkohol memiliki gugus hidroksil.
2. Pada uji senyawa fenolat, hanya fenol yang mengalami perubahan
warna menjadi ungu, pada benzyl alkohol, etanol dan asam benzoate
hanya terjadi perubahan warna larutan menjadi bening orange-
kekuningan. Hal itu menunjukkan bahwa benzyl alkohol, etanol, dan
asam benzoate termasuk golongan alkohol.
3. Pada uji iodoform, seharusnya etanol dan isopropanol membentuk
sedikit endapan kuning karena alkohol primer dan sekunder sulit
mengalami oksidasi oleh iod. Namun, hasil percobaan menunjukkan
etanol dan isopropanol membentuk endapan berwarna putih. Hal ini
dapat terjadi karena mungkin pemanasan yang kurang lama, larutan
yang sudah terkontaminasi zat lain, atau kurangnya tetesan pada saat
mereaksikan.
4. Pada uji keasaman, berdasarkan teori seharusnya fenol bersifat lebih
asam daripada alkohol. Namun, pada percobaan didapatkan hasil pH
fenol bernilai 5, benzyl alkohol bernilai 3, dan etanol bernilai 6. Hasil
percobaan tersebut tidak sesuai teori yang dapat disebabkan oleh
kurangnya ketelitian atau penggunaan bahan jangka panjang sehingga
mengurangi kualitas bahan.
J. DAFTAR PUSTAKA
Azmi, Z., Saniman., & Ishak. 2016. Sistem Penghitung PH Air Pada
Tembak Ikan Berbasis Mikrokontroller. Jurnal SAINTIKOM.
15(2): 101-108.
Depkes RI. 2014. Farmakope Indonesia Edisi V. Jakarta: Departemen
Kesehatan RI.
Koirewoa, D. C., dan Edoward Krisson R. 2016. Status Pencemaran
Senyawa Fenol Pada Beberapa Sumber Air di Distrik Jayapura
Selatan Kota Jayapura. Novae guinea jurnal biologi. 8(2): 91-98.
Louis, A. P. 2019. Laporan Akhir Identifikasi Alkohol dan Fenol.
Mardiyah, F. F. 2014. Alkohol dan Fenol.
Simatupang, G. H. N., Sherwin R. U. A. Sompie, ST. MT., & Novi M.
Tulung, ST. MT. 2015. Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kadar
Alkohol Melalui Ekhalasi Menggunakan Sensor TGS2620
Berbasis Mikrokontroler Arduino UNO. E-Journal Teknik Elektro
dan Komputer. 4(7): 15-24.
Sungkar, Fadhil Muhammad. 2011. Prarancangan Pabrik Dietil Eter Dari
Etanol Kapasitas 35.000 Ton/Tahun. Skripsi. Universitas
Muhammadiyah Surakarta.
Wardiyah. 2016. Kimia Organik. Jakarta: Kemenkes RI.

K. JAWAB SOAL
No.
1. Soal Apa yang dimaksud senyawa alkohol dan fenol?
Tuliskan beberapa penggolongan alkohol !
Jawaban Alkohol merupakan suatu senyawa organik yang
tersusun dari unsur-unsur karbon, hidrogen, dan
oksigen. Sedangkan Fenol mempunyai rumus struktur
yang seripa dengan alkohol tetapi gugus fungsinya
melekat langsung pada cincin aromatik, dan dengan  Ar-
(sebagai aril) maka rumus umum fenol dituliskan
sebagai Ar-OH. Alkohol digolongkan ke dalam alkohol
primer (1o), sekunder (2o), atau tersier (3o), bergantung
apakah satu, dua, atau tiga gugus organik yang
berhubungan dengan atom karbon pembawa hidroksil.
alkohol primer dimana gugus hidroksida terikat oleh
atom karbon primer; alkohol sekunder dimana gugus
hidroksida terikat oleh atom sekunder; alkohol tertier
dimana gugus hidroksida terikat oleh atom karbon
tersier.
Referensi Martin, E. A., 2012, Kamus Sains, Yogyakarta, Pustaka
Pelajar.
Wardiyah. 2016. Kimia Organik. Jakarta : Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia
2. Soal Jelaskan persamaan dan perbedaan dari senyawa alkohol
dan fenol !
Jawaban Perbedaan alkohol dan fenol yaitu gugus OH pada
senyawa alkohol terikat pada atom karbon tetrahedral,
sedangkan pada fenol gugus OH terikat pada karbon
padai cincin aromatik. Fenol memiliki sifat toksik bagi
makhluk hidup. Perbedaan lain fenol lebih asam dari
alkohol karena anion yang dihasilkan dan distabilkan
oleh resonansi, dengan muatan negatifnya disebar
(delokalissai) oleh cincin aromatik. Persamaan alkohol
dan fenol adalah fenol mempunyai rumus struktur yang
serupa dengan alkohol tetapi gugus fungsinya melekat
langsung pada cincin aromatik, dan dengan  Ar-(sebagai
aril) maka rumus umum fenol dituliskan sebagai Ar-OH.
Dengan kata lain alkohol dan fenol merupakan dua
senyawa organik yang mempunyai struktur yang serupa.
Referensi Koirewoa, D. C., dan Edoward Krisson R. 2016. Status
Pencemaran Senyawa Fenol Pada Beberapa
Sumber Air di Distrik Jayapura Selatan Kota
Jayapura. Novae guinea jurnal biologi. 8(2): 91-
98.
Wardiyah. 2016. Kimia Organik. Jakarta : Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia
3. Soal Tuliskan beberapa contoh reaksi yang sering terjadi
pada alkohol dan fenol masing-masing 3!
Jawaban Reaksi yang sering terjadi pada alkohol :
a. Reaksi substitusi
Dalam larutan asam alkohol dapat mengalami
reaksi substitusi : H2SO4
CH3CH2CH2CH2 – OH + H – Br
CH3CH2CH2CH2 – Br + H2O
1-butanol 1-bromobutana (95%)
b. Reaksi eliminasi
Alkohol akan bereaksi eliminasi dan menghasilkan
alkena. Karena air dilepaskan dalam eliminasi ini
maka reaksi ini disebut reaksi dehidrasi.
c. Reaksi oksidasi alkohol
Alkohol dapat dioksidasi menjadi keton, aldehida
atau asam karboksilat. Suatu alkohol primer yang
dapat dioksidasi menjadi aldehida dan asam
karboksilat. Alkohol sekunder akan dioksidasi
menjadi keton sedangkan alkohol tersier tidak dapat
dioksidasi.
Reaksi yang sering terjadi pada fenol :
a. Oksidasi fotokatalitik fenol
Oksidasi fotokatalitik merupakan metode
oksidasi fenol dengan adanya oksidator dan
katalis dibantu dengan pemaparan sinar UV
b. Reaksi asilasi
Reaksi asilasi fenol merupakan studi yang
penting dan sering digunakan untuk transformasi
senyawa organik karena reaksi memberikan rute
yang efisien untuk melindungi gugus hidroksi,
amina, fenolik, dan tiol, tetapi juga
menghasilkan intermediet organik yang penting
dalam proses sintesis multi-step.
c. Reaksi indofenol
Reaksi ini bertujuan untuk mengidentifikasi
adanya cincin aromatis
Referensi Barokah, S., & Widiarti, N. (2015). Aktivitas
Fotokatalitik CuO/ZnO pada Reaksi Oksidasi
Fenol. Indonesian Journal of Chemical
Science, 4(2).
Wardiyah. 2016. Kimia Organik. Jakarta : Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia
4. Soal Tuliskan struktur senyawa etanol, isopropanol, fenol,
benzil alkohol dan asetosal !
Jawaban a. Etanol

b. Isopropanol
c. Fenol

d. Benzil Alkohol

e. Asetosal

Referensi Depkes RI. 2014. Farmakope Indonesia Edisi V.


Jakarta: Departemen Kesehatan RI
Wardiyah. 2016. Kimia Organik. Jakarta: Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia
5. Soal Bagaimana kelarutan antara alkohol dan fenol terhadap
air ?
Jawaban Alkohol yang mempunyai massa molekul rendah dapat
larut dalam air, sedangkan alkil halida padanannya tidak
larut. Fenol jika dicampur dengan air akan membentuk 2
fasa, di bawah larutan air dalam fenol dan di atas larutan
fenol dalam air. Kelarutan air dalam fenol akan
bertambah dengan naiknya suhu pada 68°C.Fenol
sedikit larut dalam air dengan perbandingan 8,3g/100 ml
karena bobot molekul air lebih rendah dari fenol.
Referensi Antonius, Melvine, D., Marissa, D., dkk. 2021.
Senyawa Alkohol dan Fenol. Praktikum Kimia
Organik Dasar. Pontianak: Program Studi Kimia,
Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura.
6. Soal Tuliskan reaksi antara :
a. Fenol dengan NaOH
b. Etanol dengan NaOH
c. Benzil alkohol dengan NaOH
Jawaban a. Fenol dengan NaOH
C6H5OH + NaOH C6H5O-Na+ + H2O
b. Etanol dengan NaOH
C2H5OH + NaOH C2H5Na + H2O + O2
d. Benzil alkohol dengan NaOH
C7H8O + NaOH C7H6O + H2O + Na
Referensi Pertiwi, D. E. 2015. Laporan Kimia Organik Dasar.
7. Soal Apa yang kalian ketahui tentang tes iodoform? Apa
tujuan tes iodoform pada percobaan ini!
Jawaban Tes iodoform merupakan reaksi anatar etanol absolute
atau sampel alkohol yang lain yang bereaksi dengan
iodium. Uji Iodoform adalah dimana sampel uji
ditambahkan dengan sejumlah kecil NaOH kemudian
diamati endapan yang terbentuk. Reaksi iodoform
adalah suatu reaksi yang spesifik untuk gugus
metilketon. Gugus metil dari suatu metil keton
diiodonasi dalam suasana basa sampai terbentuk
iodoform (CHI ) padat berwarna kuning. Tujuannya
3

untuk menghilangkan warna dari iodium yg berwarna


kuning sebagai bentul untuk mengidentifikasi sampel
fenol dan alkohol.
Referensi Antonius, et al. (2012). Senyawa Alkohol dan Fenol.
Pontianak: Universitas Jayapura.
8. Soal Pada percobaan ini digunakan FeCl3 untuk
membedakan gugus hidroksil pada alkohol dan fenol,
apa reaksi positif yang akan dihasilkan untuk dapat
membedakan gugus hidroksil dari keduanya? Tuliskan
reaksinya!
Jawaban
Pada uji senyawa fenolat dengan pereaksi FeCl3, hasil
positifnya adalah terjadi perubahan warna menjadi ungu
dan senyawa yang dapat bereaksi dengan FeCl3 adalah
senyawa yang termasuk golongan fenol. Hal itu
disebabkan karena terbentuknya senyawa kompleks dari
F3+ dengan fenol. Fenol adalah senyawa yang tersusun
+

dari gugus hidroksil yang terikat dengan karbon tak


jenuh sehingga bisa bereaksi dengan FeCl3 dengan
menghasilkan larutan yang berwarna ungu. Reaksi fenol
dengan FeCl3, yaitu:

C6H5OH + 2FeCl3 2FeCl3 + C6H4OH + 2HCl


Referensi Antonius, et al. (2012). Senyawa Alkohol dan fenol.
Pontianak: Universitas Jayapura.
Manongko, P. S., Sangi, M. S., & Momuat, L. I. (2020). Uji
Senyawa Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan
Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L.).
Jurnal MIPA, 9(2): 64-69.
9. Soal Berdasarkan nilai pKa bagaimana urutan nilai keasaman
antara etanol, benzil alkohol dan fenol?Sesuaikah
dengan pengujian praktikum?Jelaskan mengapa
demikian!
Jawaban Bedasarkan nilai pKa, maka urutan nilai keasamannya
ialah:
a. Fenol (pKa 9,89)
b. Benzil Alkohol (pKa 15,40)
c. Etanol (pKa 15,90)
Karena, keasaman suatu larutan dipengaruhi oleh pKa
dari larutan tersebut. Semakin kecil pKa semakin tinggi
tingkat keasaman senyawa tersebut.
Referensi
Kiswandono, A. A. (2016). Metode membran cair untuk
pemisahan fenol. Analit: Analytical and
Environmental Chemistry, 1(1), 74-88. 

Muhammad, K. F. (2017). Rancang Bangun Fungsional


Alat Pervaporasi Dan Optimasi Kadar Etanol
Dengan Variabel Suhu Feed Dan Tekanan Pada
Sisi Permeat Menggunakan Response Surface
Methodology (Doctoral dissertation, Universitas
Brawijaya). 

Pujianto, A. (2013). Laporan praktikum kimia organic.


Reaksi Reaksi Alkohol dan Fenol.

10. Soal Dari hasil percobaan diatas, manakah sampel yang


termasuk golongan alkohol dan fenol
Jawaban Fenol 
a. kristal fenol 
b. asam benzoat
c. asetosal
Alkohol
a. etanol
b. metanol
c. benzil alkohol
Referensi Raymond Chang. 2003. General Chemistry. 3rd Ed.
New York : The McGraw-Hill Companies.
LEMBAR PENGESAHAN
Samarinda, 29 April 2021
Asisten Praktikum, Praktikan,

Tri Wulan Novi Ralitza Diva Salsabilla


NIM. 1713015120 NIM. 2013016172

Anda mungkin juga menyukai