Anda di halaman 1dari 10

TUGAS 1

MATA KULIAH
HUKUM KETENAGAKERJAAN

OLEH
HERMAN ARSAD
042317986
2020.2
UPBJJ – UT KUPANG
Semester 3

FAKULTAS ILMU HUKUM


UNIVERSITAS TERBUKA
2021
TUGAS 1

SOAL :

1. Era orde lama merupakan era kebebasan berserikat. Hal ini sejalan dengan kebebasan

berpolitik di bawah Presiden Soekarno. Sementara,  instrumentasi hukum perburuhan di

era orde lama cukup memberikan jaminan pemenuhan HAM terhadap kaum buruh.

Sifat pemerintah yang otoriter di era orde baru berubah saat memasuki era reformasi.

Pertanyaan: Dengan kondisi seperti ini coba Anda jelaskan perbedaan Hukum

Ketenagakerjaan Era Reformasi dengan Era Orde Baru !

2. Irma adalah seorang Karyawan pada Perusahaan Manufaktur pada PT. Prima. Saat ini

Irma sedang dalam keadaan Hamil 3 Bulan. Jika anda sebagai seorang HRD pada PT.

Prima, Uraikan apa yang menjadi Hak dan Kewajiban Irma!

3. Liputan6.com, Palembang- Postingan salah satu pengguna akun media sosial

(medsos) Facebook di grup info lowongan kerja (lowker) Palembang, Sumatera Selatan

(Sumsel) tentang pengalaman kerjanya, kini menjadi viral.

Akun medsos Facebook dengan nama Marasya tersebut, menuliskan kisahnya yang

menjadi karyawan magang selama dua hari di salah satu stand cemilan di mal

Palembang, pada hari Selasa, 3 Maret 2020.

Namun dia dirumahkan oleh pemilik usaha tersebut, dengan alasan tertentu. Pemilik

akun itu mengeluhkan tindakan pemilik usaha itu, yang hanya memberinya upah

bekerja 2 hari sebesar Rp10.000.


Tak ayal, para warganet langsung meramaikan kolom komentar postingan tersebut.

Banyak komentar yang menyalahkan tindakan pemilik usaha tersebut, dengan upah

magang yang sangat rendah.

Beberapa warganet juga turut mengirimkan pesan ke pemilik akun usaha tersebut, dan

menanyakan tentang kebenaran pemberian upah itu.

Kepala Seksi (Kasi) Pengupahan dan Jaminan Sosial (Jamsos) Dinas Ketenagakerjaan

(Disnaker) Palembang Nofiar Marlena pun, menanggapi viralnya postingan ini.

Menurutnya, aturan pekerja magang memang ada di Disnaker. Perusahaan dan pemilik

usaha juga boleh melatih calon pekerja dalam status magang. Namun, label magang

diakuinya belum ada ikatan resmi ke perusahaan maupun pemilik usaha.

“Perusahaan harus memberikan ilmu ke calon pekerja yang belum ada hubungan kerja.

Dalam permagangan, memang tidak ada upah, tapi tergantung kebijakan perusahaan.

Jika mau memberi uang transpor, itu diatur oleh perusahaan atau pemilik usaha sendiri

sesuai kemampuan,” ucapnya, kepada Liputan6.com, Rabu (4/3/2020).

Untuk calon pekerja yang masih magang, perusahaan dan pemilik usaha wajib

mendaftarkan ke Disnaker Palembang, di bidang pelatihan. Bisa dalam satu bulan atau

satu tahun, untuk mengetahui data secara lengkap.

Sumber: https://www.liputan6.com/regional/read/4194050/viral-pekerja-magang-

cemilan-diupah-rp10000-begini-tanggapan-disnaker-palembang

Pertanyaan: Sejauh mana anda memahami status magang ? Uraikan jawaban Anda

berdasar aturan hukum yang berlaku!


JAWABAN :

1. Perbedaan Hukum Ketenagakerjaan Era Reformasi dengan Era Orde Baru adalah :

a. Era Masa Roda Baru

Pada masa Orde Baru, pemerintah berusaha untuk meningkatkan pembangunan

dengan tetap menjaga stabilitas nasional. Hasilnya, lahirlah aturan yang disebut

dengan Hubungan Industrial Pancasila atau Hubungan Perburuhan Pancasila. Sesuai

dengan namanya, aturan ini dibuat dengan berlandaskan pada Pancasila. Di

lapangan, ada lembaga bipartit, tripartit, serta kesepakatan kerja bersama yang

keanggotaannya diambil dari pihak-pihak terkait.

b. Era Masa Reformasi

Pada masa reformasi, peraturan terkait perburuhan dan ketenagakerjaan mengalami

perubahan secara dinamis. Apalagi, terjadi pergantian pemerintahan dalam kurun

yang singkat, mulai dari Pemerintahan Presiden B.J. Habibie (1998-1999), Presiden

Abdurrahman Wahid (1999-2001), Presiden Megawati Soekarnoputri (2001-2004),

hingga Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memerintah pada

rentang 2004-2014.

 Presiden Habibie pada awal kepemimpinannya meluncurkan Keputusan

Presiden Nomor 83 Tahun 1998 yang memberi perlindungan hak berorganisasi.

Selain itu, ada pula ratifikasi aturan ILO terkait usia minimum untuk bekerja.

Tidak ketinggalan, pada masa pemerintahan ini juga diluncurkan perpu yang

mengatur tentang pengadilan HAM.


 Sementara itu, pada masa Pemerintah Presiden Abdurrahman Wahid, dilakukan

perlindungan terhadap para pekerja atau serikat buruh. Upaya perlindungan itu

dilakukan dengan peluncuran UU nomor 21 Tahun 2000 Tentang Serikat

Pekerja. Selain sebagai upaya perlindungan, UU ini juga dipakai sebagai sarana

untuk memperbaiki iklim demokrasi saat itu.

 Selanjutnya, pada masa Pemerintahan Presiden Megawati, aturan hukum

perburuhan dan ketenagakerjaan di Indonesia mengalami perubahan drastis.

Alasannya adalah peluncuran UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang

Ketenagakerjaan. Keberadaan UU ini menjadi pengganti dari 15 aturan

ketenagakerjaan yang sebelumnya telah ada.

 Keberadaan UU Ketenagakerjaan tersebut juga menjadi landasan atas keluarnya

aturan perundang-undangan lain di masa Pemerintahan Megawati. Terdapat 2

UU yang dibuat dengan berdasarkan UU Ketenagakerjaan, yakni UU Nomor 2

Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial serta UU

Nomor 39 Tentang Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di

Luar Negeri.

Referensi :

 Modul BMP ADB14336 (Hukum Ketenagakerjaan) Universitas Terbuka.

 https://brainly.co.id
2. Yang menjadi Hak dan Kewajiban Irma sebagai karyawan yang sedang hamil 3

bulan adalah :

 Menurut Pasal 76 (2) UU Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003 tentang

Ketenagakerjaan, pengusaha dilarang memperkerjakan pekerja perempuan hamil

yang menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan

kandungannya baik dan dirinya sendiri apabila bekerja antar pukul 23.00 sampai

dengan pukul 07.00

 Pasal 3 Konvensi ILO No.183 tahun 2000 mengatur tebih lanjut bahwa pemerintah

dan pengusaha sepatutnya mengambil langkah – langkah yang tepat untuk

menjamin bahwa pekerja perempuan hamil tidak diwajibkan melakukan pekerjaan

yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan anak dalam kandungan.

Mempekerjakan seorang wanita pada pekerjaannya yang menggangu kesehatannya

dan kesehatan anaknya, sebagaimana yang ditentukan oleh pihak berwenang, harus

dilarang selama masa kehamilan dan sampai sekurang – kurangnya 3 bulan setelah

melahirkan dan lebih lam bila wanita ini merawat anaknya.

 Wanita yang sedang hamil lebih rentan dibanding pekerja lainnya. Makanya

perusahaan atau pemilik usaha wajib menjamin perlindungan bagi pekerja tersebut.

Misalnya tidak memberi tugas keluar kota yang mengharuskan menggunakan

transportasi udara di trimester pertama kehamilan, atau menghindari pekerjaan berat

untuk pekerja pabrik. Yang penting ibu dan bayi aman dan selamat.

Referensi :

 Modul BMP ADB14336 (Hukum Ketenagakerjaan) Universitas Terbuka.


3. Sejauh mana anda memahami status magang? Uraikan jawaban Anda berdasar

aturan hukum yang berlaku!

 Pemagangan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang

Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) dimaksudkan untuk pelatihan kerja dan

peningkatan kompetensi kerja, bukan untuk tujuan akademis atau pemenuhan

kurikulum/persyaratan suatu profesi tertentu. Pemagangan mahasiswa S2 untuk

memenuhi tuntutan akademis (tugas akhir) adalah magang yang dilakukan untuk

tujuan akademis atau pemenuhan kurikulum dan bukan pemagangan sebagaimana

diatur dalam UU Ketenagakerjaan

 Jika yang dimaksud adalah peserta magang dalam konteks pemagangan dalam UU

Ketenagakerjaan, peserta magang berhak atas hak-hak antara lain memperoleh uang

saku dan/atau uang transpor, memperoleh jaminan sosial tenaga kerja, memperoleh

sertifikat apabila lulus di akhir program.

 Adapun sanksi jika perusahaan selain penyelenggara negara tidak melaksanakan

kewajiban mendaftarkan pekerjanya sebagai Peserta kepada BPJS adalah sanksi

administratif.

 Mengenai sertifikat, UU Ketenagakerjaan, Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan

Transmigrasi Nomor Per.08/Men/V/2008 Tahun 2008 tentang Tata Cara Perizinan

dan Penyelenggaraan Pemagangan di Luar Negeri serta Peraturan Menteri

Ketenagakerjaan Nomor 36 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di


Dalam Negeri mengatur bahwa salah satu hak peserta magang adalah memperoleh

sertifikat apabila telah menyelesaikan program pemagangan.

 Sedangkan, produk dari pemagangan dalam rangka persyaratan akademis atau

pemenuhan kurikulum/persyaratan suatu profesi tertentu, adalah sertifikat magang

untuk persyaratan minimal (minimum requirement) suatu jabatan atau profesi.

 Program pemagangan adalah bagian sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan

secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara

langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau karyawan yang lebih

berpengalaman pada bidang yang dipegang. Program magang dapat menjadi salah

satu solusi perusahaan untuk menambah karyawan namun kondisi keuangan sedang

tidak memungkinkan jika membayar gaji untuk karyawan tetap. Karena tidak

dipungkiri biaya uang saku karyawan magang memang lebih rendah daripada gaji

karyawan kontrak atau karyawan tetap.

 Selain manfaat materiil tersebut, perusahaan juga akan mendapat manfaat strategis,

yaitu melakukan rekrutmen dengan cara yang efektif untuk mendapatkan karyawan

berkualitas. Dengan memanfaatkan masa magang 1 tahun, perusahaan dapat

memperoleh karyawan yang cocok untuk mengisi bagian-bagian tertentu. Hal ini

lebih efektif daripada masa percobaan selama 3 bulan meskipun tidak efisien karena

butuh waktu yang relatif lebih lama.

 Dengan begitu, ada baiknya jika perusahaan Anda mulai mempertimbangkan

program magang. Sebelumnya, Anda sebagai HR harus paham mengenai hak dan
kewajiban perusahaan sebagai penyelenggara pemagangan. Kemudian apa saja hak

dan kewajiban perusahaan? Berikut daftarnya:

a. Hak Perusahaan Penyelenggara Pemagangan

- Memanfaatkan hasil kerja karyawan magang untuk meningkatkan

produktivitas perusahaan.

- Memberlakukan tata tertib dan perjanjian magang yang disepakati kedua

belah pihak.

b. Kewajiban Perusahaan Penyelenggara Pemagangan

- Membimbing karyawan magang sesuai dengan program pemagangan

- Memenuhi hak karyawan magang sesuai perjanjian

- Memberikan alat perlindungan sesuai persyaratan (K3)

- Memberikan perlindungan berupa asuransi kecelakaan kerja

- Melakukan evaluasi karyawan magang dan memberikan sertifikat kepada

karyawan yang dinyatakan lulus

 Dalam menentukan standar kelulusan, perusahaan dapat menyesuaikannya dengan

kebutuhan saat itu. Apabila perusahaan memang menemukan kandidat karyawan

tetap dari karyawan magang, maka perusahaan berhak mengangkat karyawan

tersebut menjadi karyawan tetap atau karyawan kontrak. Namun perusahaan tidak

diperbolehkan memberikan masa percobaan kepada karyawan magang tersebut.

 Jika tidak semua karyawan magang akan diangkat menjadi karyawan tetap,

perusahaan wajib memberikan kelulusan dan sertifikat keahlian kepada karyawan

magang lain setelah masa magangnya selesai, yaitu maksimal 1 tahun. Karyawan

magang yang belum lulus sesuai dengan standar minimal perusahaan diperbolehkan
mengulang program magang. Meskipun begitu, perusahaan tidak diperbolehkan

meminta mengulang hanya agar karyawan tersebut bertahan di perusahaan lebih

lama.

Referensi :

 Modul BMP ADB14336 (Hukum Ketenagakerjaan) Universitas Terbuka.

 https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt4c6cb635d9527/ketentuan-

pemagangan-agar-tak-menyalahi-uu-ketenagakerjaan/

Anda mungkin juga menyukai