Anda di halaman 1dari 15

UJIAN AKHIR SEMESTER

SUB PROGRAM III SEMESTER 7 2011-2012


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

Mata Kuliah : Anestesiologi & Reanimasi


Hari dan Tanggal : Rabu, 28 Desember 2011
Waktu : 100 menit

Petunjuk soal nomor I sampai dengan 40


Pilihlah satu jawaban yang paling tepat

1. Laki-laki usia 54 tahun, datang di UGD. Nafas : 40x/menit dan nafas cuping hidung.
Tekanan darah 70/ palpasi, nadi 140x/menit, perfusi dingin, basah, sianosis. Glassgow
coma scale 2-2-3. Jalan nafas buatan yang paling menjamin jalur bebas airway pada
pasien ini adalah:
A. Cricothyroidotomy
B. Laryngeal mask airway
C. Nasopharyngeal airway
D. Endotracheal tube dengan cuff
E. Guedel oro-pharyngeal airway

2. Laki-laki usia 54 tahun, datang di UGD. Nafas : 40x/menit dan nafas cuping hidung.
Tekanan darah 70/ palpasi, nadi 140x/menit, perfusi dingin, basah, sianosis. Glassgow
coma scale 2-2-3. Beberapa saat kemudian nafas korban berhenti. Tindakan untuk
mengetahui pasien masih bernafas atau tidak adalah :
A. Melihat gerak nafas, meraba nadi dan mendengar suara napas
B. Melihat pergerakan dada, meraba nadi dan mendengarkan keluhan
C. Melihat pergerakan anggota badan, mendengar keluhan dan meraba nadi
D. Melihat gerak napas, merasakan hembusan udara napas dan meraba nadi
E. Melihat gerak napas, merasakan hembusan udara napas, dan mendengarkan suara
napas

3. Pemberian Nafas buatan dengan oksigen 100% adalah dengan melakukan


A. Nafas buatan dengan Ambu bag, aliran oksigen 4 liter/ menit
B. Nafas buatan Alat Jackson Rees, aliran oksigen 6 liter/ menit
C. Nafas buatan dengan Alat Jackson Rees, aliran oksigen 10 liter/ menit
D. Nafas buatan dengan Ambu bag + reservoir, aliran oksigen 8 liter/ menit
E. Nafas buatan dengan sungkup ketat berbalon, aliran oksigen 8 liter/ menit

4. Laki-laki, 25 tahun, jatuh dari sepeda motor dan terlindas mobil, setelah kejadian
langsung dilarikan ke IRD. Pada saat datang didapatkan penderita dalam keadaan sadar
dan gelisah. Gerakan dada tidak simetris. Frekuensi nafas 32x/mnt. Suara nafas menurun
pada sisi kiri dan perkusi hipersonor. Kedua extremitas teraba dingin, nadi 136x/menit
lemah, tekanan darah 80/40 mmHg. Tindakan yang harus segera dilakukan adalah :
A. Segera melakukan intubasi endotrakheal
B. Memasang drain toraks dan water seal drainage
C. Melakukan punksi jarum besar (needle thoracostomy)
D. Menutup lubang dengan plastic tipis yang direkat 3 sisinya
E. Menutup lubang dengan kasa steril berlapis vaselin dan diplester erat

UU-S7/FK_UA-2011/2012
5. Laki-laki umur 71 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan sesak sejak 2 hari. Dua jam
yang lalu terjadi penurunan kesadaran mulai gelisah. Saat di UGD pasien dalam keadaan
mendengkur, tidak bisa dibangunkan. Suara mendengkur pada pasien ini kemungkinan
besar disebabkan oleh karena:
A. Jatuhnya pangkal lidah
B. Posisi leher yang fleksi
C. Posisi leher yang ekstensi
D. Adanya cairan di rongga mulut
E. Adanya muntahan di rongga mulut

6. Seorang perempuan25 tahun, bb 50 kg dengan keluhan benjolan di payudara kiri dan akan
dilakukan pembedahan. Keluhan lain sering berkunang-kunang apabila berubah posisi
dari duduk ke berdiri. Semua pemeriksaan penunjang normal, kecuali Hb 8 g%, pasien
inii termasuk status fisik :
A. ASA-1
B. ASA-2
C. ASA-3
D. ASA-4
E. ASA-5

7. Faktor yang tidak perlu dipertimbangkan dalam menentukan dosis dan macam obat
premedikasi adalah:
A. Macam pembedahan
B. Umur psien
C. Berat badan pasien
D. Tinggi badan pasien
E. Macam obt anestesi

8. Obat anestesi yang paling besar daya kelarutannya dalam darah adalah:
A. Halotan
B. Isofluran
C. Sevofluran
D. Ether
E. Enfluran

9. Salah satu obat anestesi volatile di bawah ini dapat digunakan tanpa disertai pemberian
oksigen:
A. Halotan
B. Isofluran
C. Sevofluran
D. Ether
E. Enfluran

10. Seorang laki-laki 72 th / 80 kg dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadar, ngorok, nafas
tersenggal – sengal. Sesampainya di ruang resusitasi dinyatakan cardiac arrest.
Diagnosa pasti dari cardiac arrest pasien tersebut yang benar adalah :
A. Tidak sadar
B. Tidak bernafas
C. Tidak ada refleks walau di cubit
D. Tidak teraba denyut di leher setelah diperiksa 10 detik

UU-S7/FK_UA-2011/2012
E. Tidak teraba hangat dan cyanotis

11. Seorang laki-laki 72 th / 80 kg dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadar, ngorok, nafas
tersenggal – sengal. Sesampainya di ruang resusitasi dinyatakan cardiac arrest.
Pertolongan yang segera dilakukan adalah :
A. Segera nafas buatan 2 kali dilanjutkan pijat jantung 15 kali
B. Segera pijat jantung 15 kali dilanjutkan nafas buatan 1 kali
C. Segera nafas buatan 1 kali dilanjutkan pijat jantung 5 kali
D. Segera pijat jantung 30 kali dilanjutkan nafas buatan 1 kali
E. Segera nafas buatan 2 kali dilanjutkan pijat jantung 30 kali

12. Evaluasi dari pertolongan nafas buatan & pijat jantung pada tindakan RJPO dilaksanakan:
A. Tiap menit
B. Tiap 2 menit
C. Tiap 3 menit
D. Tiap 4 menit
E. Tiap 5 menit

13. Pertolongan nafas buatan & pijat jantung yang dilakukan pada RJPO dengan 1 penolong,
ratio nafas dan pijat jantung adalah :
A. Nafas : Pijat = 1 : 15
B. Nafas : Pijat = 1 : 5
C. Nafas : Pijat = 1 : 30
D. Nafas : Pijat = 2 : 15
E. Nafas : Pijat = 2 : 30

14. Pertolongan nafas buatan & pijat jantung yang dilakukan pada RJPO dengan 1 penolong,
ratio nafas dan pijat jantung adalah :
A. Nafas : Pijat = 1 : 15
B. Nafas : Pijat = 1 : 5
C. Nafas : Pijat = 1 : 30
D. Nafas : Pijat = 2 : 15
E. Nafas : Pijat = 2 : 30

15. Kekuatan pijat jantung pada saat resusitasi jantung paru dapat mencapai cardiac output:
A. Minimal 30% cardiac output normal
B. Maximal 30% cardiac output normal
C. Minimal 40% cardiac output normal
D. Maximal 40% cardiac output normal
E. Minimal 50% cardiac output normal

16. Pasien laki-laki 20 th dengan berat badan 70 kg terjadi perdarahan karena patah tulang
terbuka, pasien mengalami syok hipovolemik karena perdarahan yang diperkirakan
sekitar 1500 mL. Tindakan yang dilakukan:
A. Segera diberikan darah
B. Diberikan plasma ekspander 1000mL
C. Diberikan Normal Saline atau Ringer Laktat 1000 - 1500 mL
D. Diberikan Dekstrose 5% atau 10% 1000 – 1500 mL
E. Diberikan minum oralit sebanyak 1000 mL

UU-S7/FK_UA-2011/2012
17. Pasien wanita datang dengan tanda-tanda syok akibat perdarahan, diagnose sementara
kehamilan ektopik yang terganggu. Pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang terdekat dan
mempunyai fasilitas pembedahan. Tindakan sebelum dirujuk adalah:
A. Melengkapi pemeriksaan darah terlebih dahulu
B. Pasien langsung dikirim ke rumah sakit terdekat
C. Pasien dipasang infuse untuk mengatasi syok dengan cairan RL atau PZ dan setelah
ada perbaikan dirujuk ke rumah sakit tersebut
D. Pasien dipasang infuse langsung dirujuk ke rumah sakit tersebut
E. Menunggu keluarga yang akan menyiapkan darah untuk kepentingan pembedahan

18. Pasien 60 th dengan diagnose ileus, pada pemeriksaan didapatkan dehidrasi 10%. Terapi
cairan yang diberikan adalah :
A. Larutan gabungan Dextrose 5% dan NaCl 0,45%
B. Larutan Dextrose 5%
C. Plasma Ekspander
D. Larutan Na CL 3% untuk pasien dengan kadar Na serum 130 mEq/L
E. Larutan Ringer Laktat

19. Pasien dengan luka tusuk di daerah abdomen kanan atas, pada pemeriksaan didapatkan
gejala tekanan darah 70 mmHg palpasi, nadi 140 kali permenit, perfusi telapak tangan
dingin dan basah dan kesadaran menurun. Pasien tersebut mengalami perdarahan
sebanyak:
A. Sampai dengan 10% dari effective blood volume
B. Sampai dengan 10% dari berat badan
C. >30% dari effective blood volume
D. >30% dari berat badan
E. BSSD

20. Pada pasien mengalami syok berat akan terjadi:


A. Asidosis metabolic
B. Asidosis respiratorik
C. Alkalosis metabolic
D. Alkalosis repiratoric
E. Tidak mengalami asidosis maupun alkalosis

21. Seorang laki-laki 30th, dilakukan eksisi lipoma punggung dengan lokal anesteesi lidokain
2% 100 mg ditambah Adrenalin 0,2 mg di klinik. Setelah pemberian lokal anestesi,
mendadak penderita kejang dan tidak sadar. Pemeriksaan fisik tekanan darah 70/40
mmHg, nadi 120x/mnt teratur, perfusi cukup. Pertanyaan : Apakah langkah pertama
dalam menolong penderita?
A. Tanpa melakukan tindakan medic, langsung hubungi IRD
B. Tanpa melakukan tindakan medic, langsung kirim ke IRD
C. Bebaskan jalan nafas
D. Berikan pernafasan buatan
E. Berikan pijat jantung

22. Pada penderita ini (no. 21) sangat mungkin terjadi reaksi :
A. Alergi lidokain
B. Alergi adrenalin
C. Intoksikasi lidokain

UU-S7/FK_UA-2011/2012
D. Intoksikasi adrenalin
E. Intoksikasi adrenalin dan lidokain

23. Seorang laki-laki 30th, dilakukan eksisi lipoma punggung dengan lokal anesteesi lidokain
2% 100 mg ditambah Adrenalin 0,2 mg di klinik. Setelah pemberian lokal anestesi,
mendadak penderita kejang dan tidak sadar. Pemeriksaan fisik tekanan darah 70/40
mmHg, nadi 120x/mnt teratur, perfusi cukup. Tidak lama kemudian penderita mendadak
tidak bernafas. Bagaimana cara pemberian nafas buatan pada penderita ini:
A. Ditidurkan telentang dan kedua lengannya digerakkan
B. Ditidurkan telentang dan menekan dadanya
C. Ditidurkan telentang dan menekan dada dan perut bergantian
D. Membebaskan jalan nafas dan beri oksigen dengan masker
E. Membebaskan jalan nafas dan meniupkan udara kedalam paru dengan cara mouth to
mouth.

24. Ketika sedang berkendara di jalan raya, anda melihat kecelakaan lalu lintas dan tergerak
untuk menolong. Korban membujur di tengah jalan. Setelah anda mendatangi tampak
korban tidak sadar. Apakah tindakan pertama yang harus segera dilakukan?
A. Bebaskan jalan nafas
B. Mengangkat sendiri korban ke tepi jalan
C. Mendatangi petugas polisi untuk melapor
D. Membawa korban ke rumah sakit
E. Meyakinkan diri korban sadar atau tidak

25. Ketika sedang berkendara di jalan raya, anda melihat kecelakaan lalu lintas dan tergerak
untuk menolong. Korban membujur di tengah jalan. Setelah anda mendatangi tampak
korban tidak sadar dan tidak bernafas. Anda harus memberi nafas buatan.
Apakah syarat utama dalam member nafas buatan?
A. Ada Ambu Bag
B. Ada oksigen 100%
C. Meniup dengan sekuat tenaga
D. Jalan nafas bebas, tidak ada sumbatan
E. Dipasang endotracheal tube

26. Pernafasan buatan (No. 25) dari mulut ke mulut akan memberikan O2 dengan kadar:
A. 10%
B. 15%
C. 21%
D. 30%
E. 40%

27. Ketika sedang berkendara di jalan raya, anda melihat kecelakaan lalu lintas dan tergerak
untuk menolong. Korban membujur di tengah jalan. Setelah anda mendatangi tampak
korban tidak sadar dan tidak bernafas, nadi karotis tidak teraba. Selain nafas buatan anda
haus melakukan pijat jantung luar. Dimana titik tumpu pijat jantung luar yang benar?
A. Epigastrium
B. Separuh tulang dada bagian bawah
C. Ujung tulang sternum
D. Pangkal tulang sternum
E. Dua jari diatas prosesus xyphoideus

UU-S7/FK_UA-2011/2012
28. Seorang penderita laki-laki usia 55 tahun/ BB 60 kg dengan struma uninodusa non toxica
akan dilakukan subtotal lobektomi dengan general anesthesia.
Tahap pertama persiapan prabedah yang kita lakukan adalah:
A. Memberikan premedikasi
B. Memberikan informasi resiko anestesi
C. Melakukan anamnesis yang cermat
D. Memberikan informasi resiko pembedahan
E. Mengirim ke kamar bedah untuk persiapan pembedahan

29. Persiapan pra anestesi (no. 28) antara lain puasa minimal 6 jam agar lambung kosong. Hal
ini untuk menghindari terjadinya aspirasi dengan alasan :
A. Hipoglikemia menyebabkan mual dan muntah
B. Obat anestesi inhalasi menyebabkan distensi lambung
C. Selama tindakan anestesi menyebabkan air liur berlebih
D. Keadaan tidak sadar menyebabkan hilangnya refleks jalan nafas
E. Setelah minimal 6 jam puasa sekresi asam lambung menurun

30. Pemeriksaan penderita (no. 28) sebelum dilakukan tindakan pembedahan ataupun
tindakan anestesi tidak bertujuan untuk :
A. Menentukan biaya operasi
B. Meramalkan penyulit yang dapat timbul
C. Pendekatan pada penderita dan keluarga
D. Antisipasi terhadap kejadian yang bisa timbul
E. Menentukan pemilihan obat dan teknik yang akan dilakukan

31. Pemeriksaan pra bedah (no. 28) ditujukan kepada:


A. Penderita tua
B. Penderita anak-anak
C. Semua penderita yang akan diberi anestesi
D. Penderita yang mempunyai penyakit tertentu
E. Tergantung pada obat anestesi yang akan dipakai

32. Anak laki-laki 10 tahun direncanakan untuk operasi secara poliklinis untuk melepas plat
(af-plate) pada tibia kiri oleh karena closed fracture tibia Dextra sepertiga tengah, setahun
yang lalu. Pertanyaan:
Keuntungan tindakan secara poliklinis adalah semua seperti di bawah ini kecuali:
A. Monitoring anestesi lebih sederhana
B. Mengurangi stress bagi pasien anak-anak
C. Mengurangi kemungkinan infeksi nasokomial
D. Mengurangi daftar tunggu masuk rumah sakit (MRS)
E. Biaya yang dikeluarkan lebih ringan daripada harus MRS

33. Faktor-faktor yang digunakan untuk mempertimbangkan pemulangan pasien anestesi


rawat jalan kecuali :
A. Kembalinya kesadaran
B. Kembalinya refleks koordinasi
C. Dapat berjalan dengan dipapah
D. Kemampuan minum dan tidak muntah
E. Kembalinya orinetasi diri terhadap waktu dan tempat

UU-S7/FK_UA-2011/2012
34. Wanita 25 tahun dilakukan hysterektomi karena mengalami rupture uteri pada saat
melahirkan. Pasca bedah dini kondisi pasien baik, tetapi pemeriksaan Hb = 6 g%.
Diberikan transfusi darah 1 unit wholeblood, sesudah 15 menit kemudian penderita
megeluh gatal-gatal, nyeri luka operasi & sesak nafas. Pada pemeriksaan didapatkan
pasien sadar & dispnea, ada urticaria. Suara nafas didapatkan wheezingexpiratoir. Tensi
70/40 nadi kecil.
Apakah yang terjadi pada pasien ini?
A. Syok Hipovolemik
B. Syok Kardiogenik
C. Syok septic
D. Syok Anaphylatik
E. Syok neurogenik

35. Apakah tindakan yang segera dilakukan (no. 34)?


A. Memberikan Extra Kolloid 500 mL segera
B. Memberikan digitalisasi & Diuretika
C. Memberikan atibiotika dosis tinggi
D. Memberikan O2 100%, adrenalin, antihistamin & steroid
E. Memberikan analgetika

36. Seorang pemuda 21 th dibawa ke UGD karena kecelakaan lalu lintas. Menurut polisi yang
mengantarkan, sitempat kejadian pingsan kira-kira 10 menit. Saat ini sadar, dapat
berkomunikasi, tetapi ada retrograde amnesia. Tekanan darah 150/90, Nadi 112/menit dan
frekuensi nafas 24 kali/ menit. Pasien mengeluh nyeri pada paha kanan, dan sangat cemas
bila harus dioperasi. Pada pemeriksaan didapatkan pembengkakan dengan nyeri tekan
pada 1/3 distal paha kanan. Tidak didapatkan kelainan pada fungsi organ yang lain.
Pada tahap ini, pengelolaan nyeri yang tidak dianjurkan adalah :
A. Immobilisasi paha kanan
B. Pemberian Ketoprofen suppositoria
C. Pemberian Ketorolak intravena
D. Pemberian Metampiron intravena
E. Pemberian morphine intravenous

37. Pemberian morfin akan memotong jalur nyeri pada tingkat :


A. Transmisi di jaras perifer
B. Modulasi di otak
C. Modulasi di medulla spinalis
D. Transmisi di traktus spinothalamicus
E. Transduksi di jaringan yang terkena trauma

38. Nyeri menyebabkan peningkatan frekuensi nafas, dan dapat memberikan gambaran
analisis gas darah sebagai:
A. Asidosis metabolic
B. Alkalosis metabolic
C. Asidosis respiratorik
D. Alkalosis respiratorik
E. Asidosis metabolic dengan kompensasi alkalosis respiratorik

39. Tentang alat angkut pasien gawat, pernyataan yang tidak tepat adalah:
A. Ambulans harus dilengkapi lampu pengenal yang dapat dilihat dari semua arah

UU-S7/FK_UA-2011/2012
B. Brancard yang disiapkan tidak harus yang lembut alasnya
C. Sirene harus dibunyikan terus menerus bila ambulans keluar Rumah Sakit
D. Idealnya pengantar bisa berdiri di samping pasien
E. Kabin pasien seharusnya dilengkapi AC

40. Pedoman yang paling baik untuk resusitasi cairan pada luka bakar adalah:
A. Produksi urine adekwat 1cc/kg BB/jam
B. Membaiknya kondisi asidosis
C. Denyut nadi normal
D. Central venous pressure normal
E. 4 ml/kg/percent luas luka bakar / 24 jam

Petunjuk soal nomor 40 sampai dengan 80


Pada kelompok soal nomor tersebut di atas terdapat soal-soal yang mempunyai pilihan
jawaban yang dapat timbul bersama-sama
Pilihlah :
A. Jika (1), (2), dan (3) benar
B. Jika (1), dan (3) benar
C. Jika (2), dan (4) benar
D. Jika hanya (4) yang benar
E. Jika semua pernyataan tersebut benar

41. Anak laki-laki 12 tahun direncanakan untuk operasi secara poliklinis untuk melepas plat
(af-plate) pada tibia kiri oleh karena closed fracture tibia Dextra sepertiga tengah, setahun
yang lalu. Keuntungan tindakan secara poliklinis adalah semua pernyataan di bawah ini:
1. Mengurangi stress bagi pasien anak-anak
2. Mengurangi kemungkinan infeksi nasokomial
3. Mengurangi daftar tunggu masuk rumah sakit (MRS)
4. Monitoring anestesi lebih sederhana

42. Faktor-faktor yang digunakan untuk mempertimbangkan pemulangan pasien anestesi


rawat jalan:
1. Kembalinya kesadaran
2. Kembalinya refleks koordinasi
3. Kemampuan minum dan tidak muntah
4. Kembalinya orientasi diri terhadap waktu dan tempat

43. Penyulit anestesi regional jenis blok spinal:


1. Headache
2. Meningitis
3. Sindroma cauda equina
4. Arrest napas

44. Obat anestesi lokal yang potent dan durasinya lama:


1. Bupivacaine
2. Tetracaine
3. Ropivacaine
4. Xylocaine

UU-S7/FK_UA-2011/2012
45. Spinal anesthesia merupakan anestesi regional yang mempunyai sifat:
1. Tensi dan nadi stabil
2. Aman
3. Pilihan tepat untuk thoracotomy
4. Murah

46. Pemberian analgesi pasca bedah dimulai dengan:


1. Analgesi local
2. Pemberian Morphine
3. Pemberian Ketorolac
4. Pemberian Midazolam

47. Obat di bawah ini digunakan untuk induksi anestesi:


1. Ketamin
2. Droperidol
3. Tiopental
4. Petidin

48. Golongan opioid yang mempunyai fraksi tidak terionisasi paling kecil:
1. Morfin
2. Petidin
3. Alfentanil
4. Fentanil

49. Penentuan status fisik pasien pada saat akan dilakukan pembedahan berpengaruh pada:
1. Pemilihan obat anestesi
2. Pemilihan teknik anestesi
3. Pemilihan obat premedikasi
4. Perkiraan lama pembedahan

50. Akibat dari nyeri akut yang tidak segera diatasi dapat menimbulkan:
1. Takhikardia
2. Hipertensi
3. Hipoksia dan Hiperkarbia
4. Retensi urine

51. Obat analgesik yang tergolong anti inflamasi non-steroid (NSAID):


1. Asam mefenamat
2. Meperidin
3. Ketoprofen
4. Codein

52. Pernyataan tentang diazepam:


1. Merupakan derivate dari benzodiapine
2. Merupakan obat premedikasi golongan sedative tranquilizer
3. Hampir tidak mempunyai efek analgesik
4. Dipakai sebagai obat antikonvulsan pada pemberian anestesi dengan ketamin

53. Pernyataan tentang opioid:


1. Mengurangi peristaltik usus

UU-S7/FK_UA-2011/2012
2. Memungkinkan terjadinya pelepasan histamine
3. Pada dosis yang tidak tepat menyebabkan gangguan ventilasi
4. Sebagian besar ekskresi yang merupakan hasil biotransformasi melalui empedu

54. Tujuan pemantauan pasca bedah dini:


1. Menjaga fungsi vital
2. Mengatasi nyeri dan cemas berlebihan
3. Menilai recovery phase
4. Deteksi dini PONV (Post Operative Nausea and Vomitting) dan pencegahan aspirasi

55. Tanda dari pneumonia akibat aspirasi asam lambung adalah:


1. Takhi-kardi
2. Bronkho-spasme
3. Takhi-pneu
4. Sianosis

56. Hipotensi yang terjadi pasca bedah dini disebabkan oleh:


1. Terapi cairan yang tidak tepat
2. Perdarahan yang masih berjalan terus
3. Pemberian analgetik morfin
4. Hipotermi

57. Keberhasilan pertolongan yang dilakukan pada pasien gawat darurat tergantung dari:
1. Tindakan cepat dan tepat
2. Tenaga paramedis yang terlatih
3. Fasilitas alat dan obat yang lengkap
4. Tenaga medis yang terlatih

58. Pertolongan pasien gawat darurat diupayakan untuk:


1. Mempertahankan jiwa pasien
2. Mengurangi penyulit yang mungkin timbul
3. Meringankan penderitaan
4. Penolong melakukan dengan kaidah-kaidah aseptic

59. Obstruksi jalan nafas karena tersedak bakso dapat ditolong dengan cara:
1. Hentakan mendadak pada ulu hati
2. Hentakan mendadak pada leher bagian belakang
3. Hentakan mendadak pada punggung setinggi garis antar scapula
4. Precordial thump

60. Diagnosa kegawatan dapat dilakukan dengan:


1. Melihat gerak napas
2. Meraba adanya udara pernapasan
3. Mendengarkan suara napas
4. Melihat perut berkembang pada waktu inspirasi

61. Menghadapi pasien dengan perdarahan aktif pada luka bacok ditangan disertai syok,
tindakan yang dilakukan:
1. Melakukan bebat tekan daerah perdarahan
2. Memberikan oksigen

UU-S7/FK_UA-2011/2012
3. Memasang infuse dan memberikan terapi cairan dengan normal saline
4. Mengatasi gangguan sirkulasi yang ada dan melakukan operasi untuk menghentikan
perdarahan

62. Cairan yang dipakai untuk mengatasi syok hipovolemik:


1. Ringer Laktat
2. Haemacel
3. Normal Saline
4. Dextrose

63. Water Excess dapat terjadi pada:


1. Pemberian Dextrose 5% untuk mengganti pengeluaran sejumlah cairan lambung
2. Pemberian Ringer Laktat pada pasien dengan peritonitis generalisata yang mengalami
dehidrasi
3. Pemberian Dextrose 5% untuk pasien dengan muntaber
4. Pemberian Ringer Dextrose untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam sehari

64. Pada asidosis respiratorik dengan kompensata:


1. PaCO2 lebih normal
2. Terjadi kenaikan jumlah HCO3-
3. Ada peningkatan jumlah buffer base
4. pH mendekati normal

65. Hasil gas darah seorang pasien yang ada diruang gawat darurat, menunjukkan pH 7,25,
pCO2 55mmHg, pO2 60mmHg dan BE -7. Pasien tersebut dalam keadaan:
1. Asidosis metabolik kompensasi respiratorik
2. Asidosis metabolik dan respiratorik
3. Asidosis respiratorik kompensasi metabolic
4. Syok dan gagal napas

66. Pemberian obat-obatan pada RJPO bisa melalui:


1. Intra vena
2. Intra osseus
3. Intra tracheal
4. Intra cardial

67. Obat-obatan yang dipakai untuk RJPO:


1. Adrenalin
2. Natrium bikarbonat
3. Atropin
4. Lignocaine

68. Persiapan untuk bayi lahir dengan distress napas pada operasi Caesar adalah:
1. Tempat resusitasi yang hangat
2. Natrium Bicarbonat
3. Alat resusitasi bayi
4. Cairan yang mengandung dextrose

69. Masalah potensial yang terjadi selama anestesi pada pembedahan darurat:
1. Obstruksi jalan napas

UU-S7/FK_UA-2011/2012
2. Perdarahan
3. Aspirasi asam lambung
4. Depresi sistem sirkulasi dan pernapasan

70. Persiapan anestesi bedah darurat:


1. Monitor
2. Oksigen
3. Alat penghisap yang kuat
4. Alat resusitasi

71. Kelengkapan ambulans hendaknya selalu ada, pernyataan yang betul adalah:
1. Dilengkapi ambu bag
2. Harus ada air untuk cuci tangan
3. Pengisap lendir
4. Obat-obat per oral

72. Saat membawa pasien dengan pesawat terbang tanpa tekanan dalam kabin
1. Adanya pneumothorax dapat menimbulkan sesak pada pasien
2. Udara dalam usus pada ileus makin memperparah gangguan nafas pasien saat terbang
3. Semua udara yang terperangkap dalam rongga tubuh secara relative dapat
meningkatkan tekanannya karena udara pada ketinggian akan makin rendah
tekanannya
4. Oksigen dari rumah sakit perlu dibawa untuk meringankan beban sesak pasien
tersebut diatas.

73. Oksigen delivery dipengaruhi oleh:


1. Frekuensi nafas
2. Kardiac indek
3. Kadar oksigen yang dihisap
4. Cardiac output

74. Pedoman umum untuk memberikan terapi oksigen


1. PaO2 kurang dari 60 mmHg
2. PaO2 kurang dari 60 cmH2O
3. PaO2 kurang dari 90%
4. PaO2 kurang dari 95%

75. Pasien usia 65 th datang ke IRD dengan dalam keadaan sadar baik dengan mengeluh
batuk sejak sore hari dan mengeluarkan dahak berbuih. Pada pemeriksaan, tekanan darah
110/80 mHg, nadi kecil 140 kali perit, perfusi dingin, pucat dan berkeringat. Dari
anamnesa pasien rajin control ke poli jantung dengan penyakit tekanan darah tinggi.
Kemungkinan pasien tersebut mengalami syok jenis:
1. Obstruktif
2. Hipovolemik
3. Distributif
4. Kardiogenik

76. Cara pemberian analgetik pada nyeri luka bakar:


1. Per oral
2. Intra muskuler

UU-S7/FK_UA-2011/2012
3. Sub kutan
4. Intra vena

77. Analgetik pada luka bakar :


1. Ketamin
2. Morfin
3. Fentanyl
4. Diazepam

78. Prinsip pemberian analgetik pada nyeri kanker:


1. Obat diberikan per oral
2. Diberikan sesuai jenjang bertingkat dari WHO
3. Diberikan sesuai jadual
4. Mulai dosis tinggi kemudian diturunkan secara bertahap

79. Cara pemberian morfin untuk nyeri kanker:


1. Intra vena
2. Subcutan
3. Intra muskuler
4. Oral

80. Golongan opioid yang mempunyai fraksi tidak terionisasi paling kecil:
1. Morfin
2. Petidin
3. Alfentanil
4. Fentanil

Petunjuk soal nomor 81 sampai dengan 100


Pada kelompok soal tersebut di atas terdapat kalimat-kalimat yang terdiri dari
PERNYATAAN (statement) dan diikuti oleh ALASAN (reason) yang dihubungkan
dengan SEBAB
Pilihlah
A. Jika pernyataan dan alasan benar dan alasan tersebut merupakan sebab dari
pernyataan
B. Jika pernyataan dan alasan benar dan alasan bukan sebab dari pernyataan
C. Jika pernyataan benar, tetapi alasan tidak merupakan jalan pikiran yang benar
D. Jika pernyataan salah, tetapi alasan merupakan jalan pikiran yang benar
E. Jika kedua-duanya baik pernyataan dan alasan merupakan jalan pikiran yang
tidak benar

81. Pethidin merupakan pilihan utama pada nyeri luka bakar


SEBAB
Clearance Pethidin tergantung aliran darah ke ginjal D

82. Anestesi spinal (subarachnoid block) dipilih untuk operasi Thoracotomy


SEBAB
Anestesi spinal tidak diperlukan alat monitor yang canggih E

83. Anestesi rawat jalan tidak bisa diterapkan pada pasien anak-anak
SEBAB

UU-S7/FK_UA-2011/2012
Pasien anak-anak lebih sukar dipasang infuse daripada pasien dewasa D

84. Anestesi rawat jalan tidak boleh diterapkan pada pasien PS ASA 3
SEBAB
Pasien PS ASA 3 di samping kelainan yang akan dioperasi juga memiliki kelainan
sistemik berat A

85. Satu menit setelah penyuntikan tiopental intravena, kadar dalam plasma sangat menurun
SEBAB
Tiopental dalam plasma segera mengalami distribusi ke berbagai jaringan tubuh A

86. Kecepatan induksi obat anestesi inhalasi dipengaruhi oleh daya kelarutannya dalam lemak
SEBAB
Kelarutan dalam lemak menurunkan tekanan parsiil obat anestesi dalam alveoli A

87. Kecepatan ambulans saat membawa pasien sangat perlu diperhatikan


SEBAB
Tindakan pertolongan awal/resusitasi akan dimulai segera saat pasien dengan ambulans
tiba di UGD Rumah Sakit C

88. Penanganan kasus gawat darurat harus didahului dengan mengenali ada tidaknya
gangguan fungsi vital
SEBAB
Pada kasus gawat darurat urutan penanganannya dimulai dengan resusitasi-stabilisasi C

89. Membebaskan jalan napas pasien dengan dugaan patah tulang leher dengan cara triple
airway manouvre
SEBAB
Triple airway manouvre adalah cara membebaskan jalan napas yang tidak mengganggu
posisi garis tengah dari leher E

90. Jalan napas dan ventilasi merupakan prioritas pertama penanganan pasien gawat
SEBAB
Gangguan jalan napas dan ventilasi mengakibatkan cedera otak sekunder B

91. Penderita dengan perdarahan akut, kehilangan volume intra vaskuler lebih menentukan
derajat kegawatan daripada kehilangan eritrosit
SEBAB
Kehilangan eritrosit masih dapat diatasi tubuh dengan mekanisme kompensasi sirkulasi A

92. ‘Tilt test’ dilakukan pada pasien yang akan dilakukan pembedahan darurat setelah
pemberian terapi cairan
SEBAB
‘Tilt test’ dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipovolemi C

93. Perdarahan 10% dari EBV menyebabkan syok


SEBAB
Pada syok, jumlah oksigen yang dibawa darah juga berkurang 10% E

UU-S7/FK_UA-2011/2012
94. Asidosis respiratorik terdapat penurunan PaCO2
SEBAB
Pada asidosis respiratorik terjadi hipoventilasi alveolar D

95. Transfusi pasca bedah pasien dengan hemodinamik yang stabil dan Hb 5gr/dL adalah
dengan memberikan PRC (Packed Red Blood Cells)
SEBAB
Transfusi pada pasien dengan hemodinamik stabil tidak diperlukan penambahan plasma
darah A

96. Penularan penyakit AIDS tidak dapat terjadi pada pemberian transfusi darah
SEBAB
Darah yang diberikan pada pasien sudah dilakukan screening terlebih dahulu di PMI D

97. Pemberian O2 dalam konsentrasi tinggi pada bayi prematur dapat mengakibatkan katarak
SEBAB
Pemberian O2 dalam konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan keracunan oksigen A

98. Untuk mengatasi nyeri pasca bedah dapat diberikan obat anestesi lokal secara pre-
emptive
SEBAB
Pre-empitive dapat diberikan baik secara intravena maupun secara regional anestesi B

99. Nyeri pasca bedah dapat mengganggu penyembuhan luka operasi


SEBAB
Nyeri hebat merangsang keluarnya cytokine, TNF dan Histamine dan lain-lain A

100.Pembiusan secara poliklinis tidak memerlukan pemeriksaan peri-operatif


SEBAB
Pasien sudah dipersiapkan oleh dokter bedah pada waktu datang ke tempat prakteknya D

UU-S7/FK_UA-2011/2012