Anda di halaman 1dari 21

OSMOSIS DAN PLASMOLISIS

hey hey hey ini hasil laporan praktikum biologi gue yang pertama. materinya yaitu tentang
osmosis sama plasmolisis. ini buatnya penuh perjuangan loh.. punggung gue 4 jam lebih gue
berkutik dengan laptop dan manahan kehausan yang manghantui diri gue pada saat itu(kok
jadi curcol?). udah dilihant aja yuk :)

LAPORAN PRAKTIKUM I BIOLOGI

JUDUL PRAKTIK                           : OSMOSIS dan plasmolisis


HARI/TANGGAL PRAKTIK        : SELASA/9 AGUSTUS 2011
NAMA SISWA                                : AFINY LARASATY
NAMA KELOMPOK                        : 1. AFINY LARASATY
                                                           2. ANINDITA
                                                            3. BIRGITA GINA PAMITA
                                                            4. DWI
                                                            5. HANA IMANUELA
                                                            6. YULINDA FAJRIA
KELAS                                            : XI. IPA. 4

SMAN 7 TANGERANG
TAHUN AJARAN 2010/1011

BAB I
PENDAHULULAN( BERISI LANDASAN TEORI)

Transport melalui membran


            Fungsi membran sel antara lain sebagai pengatur keluar masuknya zat. Pengaturan itu
memungkinkan sel untuk memperoleh Ph yang sesuai, dan konsentrasi zat-zat menjadi
terkendali. Sel juga dapat memperoleh masukan zat-zat dan ion-ion yang siperlukan serta
membuang zat-zat yang tidak diperlukan. Bagaimana selapis membrane dapat melakukan
pengontrolan yang demikian penting itu? Semua pengontrolan itu bergantung pada transport
lewat membran.
            Perpindahan molekul atau ion melewati membrane ada dua macam, yaitu transport
pasif dan transport aktif.
1.                  Transport pasif adalah perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energy sel.
Perpindahan molekul tersebut terjadi secara spontan, dari konsentrasi tinggi ke rendah. Jadi,
perjalanan itu terjadi secara spontan. Contoh transport pasif adalah difusi, osmosis, dan
difusi terfasilitasi.
2.                  Transport aktif adalah perpindahan molekul atau ion dengan menggunakan energy dari sel
itu. Perpindahan itu dapat terjadi meskipun menentang konsentrasi. Contoh transport aktif
adalah pompa Natrium (Na+)-Kalium (K+), endositosis, dan ekasositosis.

1.                 Osmosis
            Osmosis adalah perpindahan ion atau molekul pelarut dari kerapatan tinggi ke
kerapatan rendah atau perpindahan ion atau molekul terlarut dari kerapatan rendah ke
kerapatan tinggi melewati suatu membran. Osmosis dapat didefinisikan sebagai difusi lewat
membrane. Ion-ion dan zat-zat apa sajakah yang dapat melewti membrane sel? Sebaliknya,
ion-ion serta zat apa sajakah yang tidak dapat melewati membrane sel?
a.                   Zat yang dapat melewati membrane sel
Membrane sel dapat dilewati zat-zat tertentu yang larut dalam lemak, zat-zat yang tidak
bermuatan(netral), molekul-molekul asam amino, asam lemak, gliserol, gula sederhana dan
air. Zat-zat yang merupakan elektrolit lemah lebih cepat melewati membrane daripada
elektrolit kuat. Contoh zat-zat yang dapat melewati membrane dari yang paling cepat hingga
ke yang paling lambat antara lain: Na+, K+, I-,  Cl-, Ca2+, Mg2+, SO42-, Fe3+. Membrane sel
bersifat permeable terhadap zat-zat yang mudah melewati membrane.

b.                  Zat yang tidak dapat melewati membrane sel


Membrane sel tidak dapat dilewati zat-zat gula(seperti pati, polisakarida) protein, dan zat-zat
yang mudah larut dalam pelarut organic. Membrane bersifat impermeable terhadap zat-zat
tersebut. Olejkarena membrane permeable terhadap zat tertentu dan impermeable terhadap
terhadap zat yang lain maka dikatakan membrane bersifat semipermeabel atau selektif
permeable.

                     Osmosis memainkan peranan yang sangat penting pada tubuh makhluk hidup,
misalnya, pada membrane sel darah merah.
                     Jika kamu meletakan sel darah merah dalam suatu larutan hipertonik (lebih pekat),
air yang terdapat dalam sel darah akan ditarik keluar dari sel sehingga sel mengerut dan
rusak. Peristiwa ini disebut KRENASI.
                     Sebaliknya, jika kamu meletakan sel darah merah dalam suatu larutan yang bersifat
hipotonik (lebih encer), air dari larutan tersebut akan ditarik masuk kedalam sel darah
sehingga sel mengembang dan pecah.Proses ini disebut HEMOLISIS.
BAB II
ALAT/BAHAN/LANGKAH KERJA

Alat Dan Bahan:


1.            Kentang atau wortel
2.            Larutan iodine 1% 5% 10%
3.            3 buah gelas beker 50 ml
4.            Silet
5.            Penggaris

Langkah Kerja:
1.            Potonglah kentang menjadi 15 kubus yang masing-masing berukuran 1x1x1 cm.
2.            Siapkan 3 buah gelas beker 5o ml, lalu berilah kode A, B, dan C.
3.            Tuangkan larutan iodine 1% kedalam gelas beker A, larutan iodine 5% kedalam gelas beker
B, dan larutan iodine 10% kedalam gelas C.
4.            Masukkan 5 buah kubus kentang kedalam tiap-tiap gelas beker
5.            Pada interval 5 menit, keluarkan sebuah kubus kentang dari tiap-tiap gelas beker dan
potonglah menjadi 2 bagian dengan memakai silet.
6.            Ukurlah jarak larutan iodine yang masuk kedalam kubus tersebut dengan mengukurnya
mulai dari tepi irisan kubus menuju ke daerah tengah yang masih dapat teramati warna
larutan iodinnya.
7.            Hitunglah jarak rata-rata semua potongan kubus kentang selama waktu 25 menit.

Pertanyaan:
1.            Apa yang terjadi pada kentang pada tiap gelas beker? Mengapa demikian?
2.            Apa yang dapat disimpulkan dari percobaan diatas?

BAB III
HASIL PENGAMATAN

Table pengamatan

Internal Waktu Jarak Larutan


1% 5% 10%

5 menit 0,1 cm 0,3 cm 0,5 c

10 menit 0,35 cm 0,5 cm 1 cm

15 menit 0,4 cm 0,4 cm 0,5 c

20 menit 0,5 cm 0,7 cm 1c

25 menit 0,5 cm 0,4 cm 0,6 c

Rata-Rata 0,37 cm 0,46 cm 0,72

BAB IV
PEMBAHASAN

            Seperti yang sudah kita teliti dari percobaan diatas, kentang disana bersifat hipotonis,
dan larutan iodine bersifat hipertonis.
            Dari pengertian osmosis yaitu perpindahan ion atau molekul dari zat terlarut yang
berkonsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi atau perpindahan ion atau molekul dari zat
pelarut yang berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Atau lebih simplenya dari hipotonis
ke hypertonic.
            Pada percobaan, air memiliki konsentrasi tinggi, dan kentang konsentrasi rendah.
Sehingga larutan iodin(pelarut) masuk ke dalam kentang. Dan kentang yang memiliki
konsentrasi rendah menyerap larutan iodine yang berkonsentrasi tinggi. Sehingga setelah
selang beberapa menit, kentang akan mengalami sedikit perubahan warna yaitu menjadi
hitam.
            Panjang dari warna hitam itu sendiri bergantung pada kadar larutan(dalam%) yang
telah ditentukan. Semakin besar kadar% larutan, semakin panjang warna hitam yang ada pada
kentang.
            Hal itu dapat dilihat pada table hasil pengamatan di atas yang telah dibuat.
           
           

           

BAB V
KESIMPULAN

Dari percobaan di atas, kita dapat menyimpulkan:


1.      Semakin pekat larutan iodin, maka jarak larutan iodine yang ada dikentang akan jauh
2.      Kentang bersifat hipotonis, dan larutan iodin bersifat hipertonis.
3.      Percobaan ini membuktikan terjadinya proses osmosis.
4.      Kadar larutan iodine 5% jarak larutan pada kentang hampir seluruhnya lebih tinggi dari jarak
larutan kadar iodine 1% tiap menitnya, dan jarak larutan kadar larutan iodine 10% lebih
tinggi dari kedua kadar larutan tersebut.
5.       Untuk nilai rata-ratapun, kadar larutan 10% lebih tinggi daripada kadar larutan 1% dan 5%.
6.      Kentang yang diletakkan dilarutan iodine yang bersifat hipertonis, maka larutan akan masuk
ke dalam kentang dan merubah warna kentang tersebut.
7.      Percobaan di atas dapat di lihat juga dalam proses pembuatan telor asin. Karena pembuatan
telor asinpun sama halnya memakai teori osmosis.

BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

Buku biologi kelas xi sma, penerbit erlangga


www.google.com
www.wikipedia.co.id
biologizora.blogspot
BAB I
PENDAHULUAN(BERISI LANDASAN TEORI)

Jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel


tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan lemah.
Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. Kehilangan air lebih banyak akan
menyebabkan terjadinya plasmolisis: tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di
mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak antara dinding
sel dan membran. Akhirnya cytorrhysis - runtuhnya seluruh dinding sel - dapat terjadi. Tidak
ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan,
juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel
diletakkan di larutan hipotonik.
                     Plasmolisis adalah suatu proses yang secara riil bisa menunjukkan bahwa sel sebagai
unit terkecil kehidupan ternyata terjadi sirkulasi keluar masuk suatu zat , artinya suatu zat
/materi bisa keluar dari sel , dan bisa masuk melalui membrannya .
                     Adanya sirkulasi ini bisa menjelaskan bahwa sel tidak diam , ternyata sungguh
dinamis dengan lingkungannya , jika memerlukan materi dari luar maka ia harus ambil materi
itu dengan segala cara, yaitu mengatur tekanan agar terjadi perbedaan tekanan sehingga
materi dari luar itu bisa masuk.
                     Kondisi sel tidak selalu berada pada keadaan yang normal yang dengan mudah ia
mengaturnya ia bisa mencapai homeostatis / seimbang .
                     Terkadang sel juga bisa berada di lingkungan yang ekstrem menyebabkan semua isi
sel dapaksakan keluar karena diluar tekanan lebih besar , jika terjadi demikian maka
terjadilah lisis / plasmolisis yang membawa sel itu mati .
                     Plasmolisis adalah contoh kasus transportasi sel secara osmosis dimana terjadi
perpindahan larutan dari kepekatan yang rendah ke larutan yang pekat melalui membran semi
permeable , yang akan dibahas drngan contoh pada darah .

 Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. 


 Jika sel tumbuhan diletakkan di larutan garam terkonsentrasi (hipertonik), sel
tumbuhan akan kehilangan air dan juga tekanan turgor, menyebabkan sel tumbuhan
lemah. 
 Tumbuhan dengan sel dalam kondisi seperti ini layu. 
 Kehilangan air lebih banyak akan menyebabkan terjadinya plasmolisis
 Dampak plasmolisis yang meneyebabkan tekanan terus berkurang sampai di suatu
titik di mana protoplasma sel terkelupas dari dinding sel, menyebabkan adanya jarak
antara dinding sel dan membran. 
 Akhirnya cytorrhysis – runtuhnya seluruh dinding sel – dapat terjadi.
 Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara
berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat
dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik. 
 Proses sama pada sel hewan disebut krenasi.
BAB II
ALAT/BAHAN/LANGKAH KERJA

Alat Dan Bahan:


1.            Mikroskop
2.            Kaca objek
3.            Kaca penutup
4.            Daun Rheo discolor(bisa juga daun kana ungu)
5.            Larutan gula 10%
6.            Air

Langkah Kerja:
1.            Sediakan kaca objek bersih, beri setetes air dengan pipet.
2.            Ambil daun Rheo discolor(tanaman hias, daun mirip pandan, warna permukaan bawah daun
ungu; jika tidak ada, ambil daun bunga kana ungu
3.            Kelupas epidermis bawahnya, hingga beberapa sel didalamnya terbawa. Caranya: patahkan
daun tersebut, kelupaslah bagian epidermis tersebut dengan kuku, tarik hingga diperoleh
selapis sel epidermis, kemudian segera letakkan di atas setetes air agar tidak mongering.
Tutup dengan kaca penutup.
4.            Amati dengan mikroskop dan gambarlah dua atau tiga sel yang jelas benar strykturnya.
5.            Dari tepi kaca penutup, teteskan larutan gula dengan pipet. Dari tepi yang lain, isap air
dengan kertas isap, agar terjadi pergantian medium.
6.            Amati sel yang telah digambar tadi. Pakah terjadi plasmolisis? Jika terjadi plasmolisis, akan
tampak ruangan antara isi sel dengan dinding sel yang semakin melluas. Warna isi sel
menjadi semakin ungu. Gambarlah!

Pertanyaan:
1.            Apakah plasmolisis itu?
2.            Bagaimana proses terjadinya plasmolisis pada sel-sel yang kalian amati tersebut?

BAB III
HASIL PENGAMATAN

            I                                                           II                                                          III


Gambar sebelum                                   Gambar setelah                         Gambar setelah
Ditetesi larutan                          ditetesi larutan                                       ditetesi larutan
Gula 10%                                             gula 10%                                              gula 10%
(dengan air biasa)                                                                                             lalu ditetesi
air              

   
*Perbesaran 10x

BAB IV
PEMBAHASAN
                     Rhoeo mempunyai jaringan yang terdiri dari sel-sel yang bentuknya sama dapat juga
melakukan fungsi khusus yang dapat juga bersama jaringan lain membentuk fungsi yang
lebih kompleks. 
                     Dengan kondisi diluar sangat pekat ( Hypertonis ) maka pigmen daun ungu pada
Rhoeo discolor akan keluar terserap larutan diluar yang pekat . Maka osmosis secara
mikroskopis experimennya sudah kita buat .
                     Percobaan terlihat dengan Variabel bebas Kepekatan larutan memperlihatkan
transparasi pigmen terlihat , karena terjadi plasmolis pada selnya . Semakin pekat
perpindahannya semakin cepat .
                     Pada gambar 1, tumbuhan ditetesi air biasa(berkonsentrasi rendah) atau hipotonis,
maka tugor sel akan menigkat atau warna ungu di gambar yang telah diamati lebih banyak
atau meningkat.
                     Pada gambar 2, tumbuhan ditetesi larutan gula(bersanitilasi tinggi) sehingga
menyebabkan ekosmosis.
                     Pada gambar 3, tumbuhan setelah ditetesi larutan gula lalu ditetesi air(larutan yang
konsentrasinya sama dengan konsentrasi isi sel), sehingga sebagian sel yang ada mengalami
plasmolisis,sebagian sel tidak. 
BAB V
KESIMPULAN

                     Kesimpulan jadi Plasmolisis akan cepat terjadi dengan penambahan konsentrasi
kepekatannya.
                     Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan
bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis, 
                     seringkali menggunakan tanaman yang memiliki pigmen warna sehingga proses
dapat diamati dengan jelas.
                     Bila sel tumbuhan dimasukkan kedalam cairan hipotonik,turgor sel akan meningkat. 
                     Bila berada dalam keadaan isotonik (larutan yang konsentrasinya sama dengan
konsentrasi isi sel,maka sebagian sel yang ada mengalami plasmolisis,sebagian sel tidak. 
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang

     Sel adalah suatu mesin kimia. Sel memperoleh bahan dan energi dari lingkunganya dan
mengubahnya di dalam sel melalui proses kimia yang merupakan metabolisme dari sel-sel tersebut.
Pada akhirnya sel-sel tersebut mengembalikan sebagian dari hasil akhir proses itu kepada
lingkunganya.
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel
membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel
yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel.

1.2           Tujuan Penulisan

Tujuan disusunnya hasil praktikum adalah :

  Untuk mengetahui tentang konsep dan definisi dari transport


membran sel, difusi, dan osmosis.
  Untuk mengetahui tentang sifat konsentrasi pada cairan pelarut.
  Untuk mengetahui bagaimana cara cairan pelarut bisa masuk da
keluar sel

1.3           Metode dan Teknik Penulisan

Metode dan teknik penulisan dalam penyusunan hasil praktium adalah

dengan cara percobaan langsung di Ruang Laboratorium.


1.4           Sistematika Penulisan

Penyusunan laporan hasi wawancara ini meliputi 3 BAB, antara lain:

1.    Bab 1 Pendahuluan, meliputi : Latar belakang, Tujuan penulisan, Metode dan Teknik penulisan,
Sistematika penulisan.

2.    Bab 2 Isi Pembahasan, meliputi : Laporan Hasil Praktikum

3.    Bab 3 Penutup, meliputi : Kesimpulan, Daftar Pustaka

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah hirabbil’alamin, puji syukur kehadirat Allah S.W.T. yang telah memberikan
rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan hasil praktikum pada tanggal
06 September 2012.

Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan laporan hasil praktikum ini adalah untuk
mengetahui tentang konsep dan definisi dari transport membran sel, difusi, dan osmosis, untuk
mengetahui tentang beberapa sifat sistem cairan ekstra dan intra seluler dimana salah satu
kompartemen mengandung molekul yang dibatasi oleh suatu membran yang tidak permeabel
terhadap bahan tersebut.

Laporan ini disusun berdasarkan percobaan yang kami lakukan.

Dalam kesempatan ini saya mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
Ibu guru yang telah memberikan bimbingan dan semua pihak yang telah membantu dalam
membuat laporan hasil praktikum.

Akhir kata, mudah-mudahan laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan kami 
juga berharap kritik dan saran dari pembaca atas segala kekurangan dalam hasil praktikum ini.

`                                                                               Brebes, 06 September 2012

                                                                                                                                   

                                                                                                                                                                       
                                             Penyusun
Daftar Isi
Halaman Judul......................................................................... i

Kata Pengantar........................................................................ i

Daftar Isi................................................................................... iii

BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................. 1

1.1        Latar Belakang............................................................................... 1

1.2        Tujuan Penulisan............................................................................ 1

1.3        Metode dan Teknik Penulisan...................................................... 1

1.4        Sistematika Penulisan.................................................................... 2

BAB 2 Isi Pembahasan............................................................. 3

2.1        Laporan Hasil Praktikum......................................................................... 3

BAB 3 PENUTUP............................................................10

3.1             Kesimpulan..................................................................................... 10

3.2             Daftar Pustaka................................................................................ 11


BAB 2

Isi Pembahasan

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

        I.            Judul : Proses Terjadinya Osmosis

     II.            Tujuan : Mengamati dan menjelaskan terjadinya proses osmosis

   III.            Landasan Teori :

Osmosis termasuk peristiwa difusi. Osmosis adalah perpindahan molekul-molekul


pelarut ( misal air ) dari larutan berkonsentrasi rendah ( hipotonis ) ke larutan berkonsentrasi
tinggi ( hipertonis ) melalui selaput ( membran ) semipermeabel. Jika pelarut yang digunakan
berupa air, molekul air melalui membran semipermeabel dari larutan yang kadar airnya tinggi ke
larutan yang kadar airnya rendah.

  IV.            Alat dan Bahan

           Percobaan Pertama


A.       Alat
     Sedotan
     Spidol
     Gelas beker 50 ml ( 4 buah )
     Penggaris
B.       Bahan
     Telur ayam
     Air 30 ml
     Plastisin

           Percobaan Kedua


A.     Alat
     Silet
     Gelas Beker 50 ml ( 3 buah )
     Penggaris
B.     Bahan
     Kentang
     Larutan iodine 1%, 10%, 60%
           Percobaan Ketiga
A.       Alat
     Silet
     Gelas Beker 50 ml ( 4 buah )
B.                 Bahan
     Kentang
     Larutan gula 1%, 10%, 60%
     Air

     V.            Cara Kerja

           Percobaan Pertama


1.        Ambil sebutir telur, kemudian pukul-pukul dengan pelan pada bagian ujung telur yang tumpul
sehingga cangkangya retak-retak. Jangan sampai selaput di dalam telur pecah.
2.        Ambil cangkang yang sudah retak secara hati-hati sehingga ujung telur tanpa cangkang .
3.        Pada ujung telur yang lain buat lubang kecil untuk memasukan sedotan.
4.        Sedotan dimasukkan ke dalam telur dengan hati-hati.
5.        Tutup lubang telur di sekitar sedotan menggunakan plastisin, sehingga lubang tertutup rapat 9 tidak
bocor )
6.        Isi gelas beker dengan air 30 ml.
7.        Sebelum telur dimasukan ke dalam gelas beker beri skala ( berupa tanda (-)) pada sedotan dengan
jarak 0,5 cm dimulai dari pangkal sedotan yang berhimpit dengan ujung telur.
8.        Telur dimasukkan pada gelas beker yang sudah diisi air dengan pelan-pelan dan mulailah mencatat
waktunya.
9.        Amati pergerakan air dengan selang 10 menit samapi kurang lebih 60 menit

           Percobaan Kedua


1.        Potong kentang menjadi 15 kubus yang masing-masing berukuran 1x1x1 cm.
2.        Siapkan 3 buah gelas beker 50 ml, lalu beri kode A, B dan C.
3.        Tuang larutan iodine 1% ke dalam gelas A, larutan iodine 10% ke dalam gelas B, dan larutan iodine
60% ke dalam gelas C.
4.        Setiap gelas beker dimasukkan 5 buah kubus kentang.
5.        Pada interval 5 menit, sebuah kubus kentang dikeluarkan dari tiap-tiap gelas beker dan gunakan silet
untuk memotong kentang menjadi dua bagian.
6.        Ukur jarak laruan idine yang masuk ke dalam kubus dengan mulai mengukur dari tepi irisan daerah
kubus sampai ke daerah tengah yang masih dapat teramati warna larutan iodinnya.
7.        Hitung jarak rata-rata semua potongan kubus kentang selama waktu 25 menit.

           Percobaan Ketiga


1.        Potong kentang menjadi 4 kubus yang masing-masing berukuran 5x5x5 cm.
2.        Timbang tiap potongan kentang, catat beratnya. Perhatikan keadaan kentang sebelum dilakukan
percobaan.
3.        Siapkan 4 buah gelas beker 50 ml, lalu beri kode A, B dan C.
4.        Tuang larutan iodine 1% ke dalam gelas A, larutan iodine 10% ke dalam gelas B, dan larutan iodine
60% ke dalam gelas C, air kedalam gelas D.
5.        Setiap gelas beker dimasukkan 1 buah kubus kentang.
6.        Pada interval 30 menit, kubus kentang dikeluarkan dari tiap-tiap gelas beker dan timbang kembali
beratnya.
7.        Catat berat masing-masing potongan kentang. Perhatikan keadaan kentang sesudah percobaan.

  VI.            Hasil Pengamatan

           Percobaan Pertama

NO 10 Menit Ke- Berkurangnya Air Pada Gelas Beker

1 0.5 cm 39.5 ml

2 0.5 cm 39 ml

3 0.5 cm 38.5 ml

4 0.5 cm 38 ml

5 0.5 cm 37.5 ml

6 0.5 cm 37 ml
           Percobaan Kedua

Larutan Iodine 60
Waktu Larutan Iodine 1% Larutan Iodine 10%
%

5 menit 0,1 cm 0,2cm 0,5 cm

10 menit 0,3 cm 0,2cm 0,6 cm

15 menit 0,3 cm 0,4 cm 0,4 cm

20 menit 0,5 cm 0,5cm 0,6 cm

25 menit 0,5 cm 0,6 cm 1 cm

No GELAS LARUTAN SEBELUM SESUDAH KEADAAN

AGAK
1 A GULA 1% 10,7 GR 9,5 GR
LEMBEK

2 B GULA 10% 8 GR 7,3 GR LEMBEK

SANGAT
3 C GULA 60% 10,4 GR 5,7 GR
LEMBEK

4 D AQUADES 8,2 GR 9,6 GR KERAS

           Percobaan Ketiga


VII.              Pembahasan
        Percobaan Pertama

Proses osmosis pada telur merupakan transport pasif tanpa energy aktifitas. osmosis
adalah pergerakan atau perpindahan molekul dari konsentrasi rendah ( hipotonis ) menuju larutan
dengan konsentrasi tinggi ( hipertonis ) melalui membrane semipermeabel.
Dari hasil pengamatan kita dapat mengetahui dan menghitung nilai laju osmosis yang terjadi pada
telur ayam.

Ketika telur di masukan pada gelas beker yang berisi air 30 ml, air naik menjadi 40 ml.
Kita amati telur yang diletakan ke dalam pelarut (air ), kita dapat mengamati bagaimana molekul air
yang memiliki konsentrasi rendah dapat berpindah ke cairan telur yang memiliki konsentrasi tinggi,
serta dapat mengamati bagaimana molekul air menembus membrane sel telur ( selaput ) yang
selektif permeable dalam hal ini air sebagai pelarut yang memiliki konsentrasi rendah ( hipotonis )
dan cairan di dalam telur merupakan pelarut yang memiliki konsentrasi tinggi ( hipertonis ).
Perpindahan larutan juga terjadi akibat adanya perbedaan konsentrasi. Perbedaan konsentrasi
sangat umum terjadi pada sel hidup.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan air pada gelas beker berkurang dalam selang
waktu 10 menit hingga 60 menit diperoleh pengurangan tekanan pada air di gelas beker yang
diakibatkan oleh tekanan osmotic ,pengurangan tekanan pada gelas beker yaitu 0,5 cm per 10menit,
dan hal itu berulang hingga 60 menit berikutnya.

           Percobaan Kedua


Sebanyak 15 kubus kentang dengan potongan ukuran 1x1x1 cm
dimasukkan kedalam 3 buah gelas beker yang masing-masing berisi larutan iodine 1%, 10%, dan
60%. Dimasukkan 5 buah kubus kentang di setiap gelas beker. Kubus kentang direndam selama
beberapa menit yang frekuensi pengambilan kentang dilakukan berbeda-beda. 5 menit petama
diambil 1 kubus kentang pada setiap gelas beker, lalu kubus kentang tersebut dibelah, lalu di ukur
jarak kubus larutan iodine yang dimulai dari tepi irisan kubus menuju kedaerah tengah yang masih
dapat teramati warna iodinenya. 5 menit berikutnya sampai menit ke 25 lakukan aktivitas yang sama
dengan 5 menit pertama.
Larutan iodine bisa masuk kedalam kubus kentang karena larutan iodine
termasuk pelarut yang memiliki konsentrasi tinggi sedangkan kubus kentang termasuk pelarut yang
memiliki konsentrasi rendah. Sehingga, larutan iodine akan masuk kedalam kubus kentang dan
terjadilah proses osmosis.
Dari hasil pengamatan jarak larutan iodine yang dimulai dari tepi irisan
kubus menuju ke daerah tengah yang masih terlihat warna iodine, dapat dilihat bahwa jarak
terbesar yaitu pada larutan iodine 60%, karena larutan iodine berkonsentrasi tinggi sedangkan pada
kubus kentang berkonsentrasi rendah, semakin besar takaran larutan iodine semakin besar pula
jarak larutan iodine yang masuk ke dalam kubus kentang. Ini dikarenakan cairan pada sel kubus
kentang keluar dan larutan iodinenya masuk ke kubus kentang sehingga warna larutan iodinenya
dapat telihat pada kubus kentang, serta jika kita amati dari segi waktu ternyata kubus kentang yang
direndam lama memiliki jarak yang lebih besar dibandingkan dengan kubus kentang yang direndam
sebentar, Ini dikarenakan lebih lama waktu perendaman maka larutan iodine yang masuk kedalam
kubus kentang mudah diamati dan jaraknya juga lebih besar.

           Percobaan Ketiga

Kondisi kentang semula sebelum di rendam pada larutan masih segar.


Berat kentang semula sebelum direndam, pada gelas beker A 10,7 gr, B 8 gr, C 10,4 gr, dan D 8,2 gr.
Dan larutan gula pada gelas beker A 1%, B 10%, C 60%, dan D adalah larutan Aquades. Setelah
perendaman pada larutan gula tekstur kentang pada gelas beker A lembek, pada gelas beker B agak
lembek,pada gelas beker C lebih lembek sedangkan perendaman pada larutan gula 30% kondisinya
lebih lembek. Tetapi ketiganya menunjukkan pengurangan berat. Ini disebabkam perpindahan air ini
terjadi karena sel-sel kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis. Akibatnya keluarnya
air ini menyebabkan isi sel berkurang, dan sel dalam keadaan tekanan turgor rendah ). Inilah yang
menyebabkan kentang menjadi lembek dan beratnya berkurang. Sedangkan perendaman pada
aquades, tekstur kentang menjadi keras dan beratnya bertambah, perpindahan air pada kentang
terjadi karena kentang hipertonis terhadap air yang hipotonis. Akibat masuknya air ini
menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang
menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.
BAB 3

PENUTUP

Kesimpulan

           Percobaan Pertama


a.       Air yang merupakan pelarut yang meiliki konsentrasi rendah ( hipotonik ) akan berpindah ke cairan
telur yang memiliki konsentrasi tinggi ( hipertonik ) melewati selaput membrane telur
yang selektif permeable dengan melawan gradient konsentrasi melalui proses smoregulasi.
b.      Terjadi transport pasif dalam membran, yang terjadi tanpa energy aktifitas, dan juga perbedaan
potensial osmotic, potensial osmotic air yang lebih besar dibandingkan dengan potensial osmotic
cairan telur.
           Percobaan Kedua
a.       Proses osmosis pada kentang dapat kita tentukan dengan cara mengukur jarak iodine yang masuk
kedalam kubus kentag dengan mengukurnya mulai dari tepi irisan kubus kedaerah tengah yang
masih dapat teramati warna iodinenya.
b.      Hasil ukur yang dilakukan akan berbeda-beda sesuai takaran larutan iodine yang diberikan dan
selang waktu perendaman kentang dalam larutan iodine.
           Percobaan Ketiga
a.    Sel-sel kentang kekurangan air (isi sel), akibatnya terjadi plasmolisis yang mengakibatkan penurunan
tekanan turgid. Jika tekanan turgird menurun akibatnya kentang menjadi empuk dan lembek .
b.    Terjadi penurunan berat kentang akibat perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan.
c.    Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis
larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.