Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 2

TUGAS AKHIR PROGRAM (TAP)

1. Analisis dan uraikan perumusan strategi berdasarkan konsep penilaian kondisi


internal organisasi!

Dalam pengembangan organisasi kekuatan internal harus dilakukan seperti Tahapan perumusuan
strategi berdasarkan konse penilaian kondisi internal yaitu strukur dan prosedur, perlengkapan dan
fasilitas, agar proses dan sasaran bila tidak sesuai akan membuat organisasi melakukan perbaikanl.
Perubahan organisasi dilakukan untuk mencocokan dengan kebutuhan yang ada.

Dalam wacana dalam soal diatas pemerintahan kabupaten Bintan mengkaji dan menganalisa atas
kondisi internal organisasinya. Melihat apa saja yang bisa menjadi potensi dan apa saja yang menjadi
kelemahan yang tidak bisa dikembangkan dari kabupaten tersebut. Factor-faktor kondisi internal
organisasi dapat berupa sumber daya manusia dan sumber daya alam serta kondisi keuangan, sarana
prasarana maupun manajemennya.

Dari wacana diatas dapat diidentifikasi potensi yang dimiliki kabupaten bintan untuk bisa dikembangkan:

- Kegiatan nelayan masyarakat yang bisa dikembangkan, karna perikanan merupakan potensi
terbesar
- SDM yang rendah
- Terdapat 3 daerah yang potensi untuk dikembangkan yaitu Teluk Bintan, Senggarang, dan
Dompak
- Alamnya sangat indah, memungkinkan untuk dikembangkan tempat pariwisata
- Peternakan dan pertanian juga bisa dikembangkan disini
- Kebijakan Provinsi agar pembangunan lebih dioptimalkan agar tidak terpusat di kota batam

Kekurangan selama ini:

- Merupakan pulau terpencil sehingga sulit diakses


- Merupakan daerah termiskin di provinsi Riau
- Kecilnya Anggaran di Kabupaten Bintan
- Kurangnya pemerataan pembangunan sarana prasarana oleh pemerintah
- Belum dilengkapi sarana transportasi yang memadai

Memperhatikan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki kabupaten bintan, maka strategi yang bisa
dilakukan oleh pemerintahan bintan anatara lain:

1. Meningkatkan mutu SDM sehinga masyarakat bisa menumbuhkembangkan kegiatan


perekonomian disana
2. Melakukan pemerataan pembangunan fasilitas umum seperti jalan, transportasi antar pulau
serta sarana dan prasarana untuk menopak perekonomian lainnya
3. Mempromosiikan potensi daerah tersebut untuk mau orang berinvestasi di kabupaten bintan
tersebut
4. Meningkatkan kerjasama dengan daerah sekitar karna sudah menjadi program darii provinsi
untuk melaksanakann pemerataan pembangunan serta wilayah sekitar seperti batam juga
membutuhkan kabupaten bintan
5. Pengembangah dari sector perikanan , pariwisata dan pertanian di kabupaten Bintann

2. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam merencanakan kegiatan intervensi!

1. Kesiapan klien untuk melakukan perubahan


Klien menyadari terhadap perubahan kesenjangan antara kedudukan organisasi pada saat
sekarang dengan yang diiinginkan di masa mendatang. Untu mengetahui kesiapan klien dalam
melakukan perubahan dapat dilakukan dengan mengumpulkan data dan wawancara.

Pemerinntah kabupaten Bintan dapat melakukan pengumpulan data terlebih dahulu tentang
kondisi yang dialami saat sekarang, data bisa saja didapat dari pemerintahan terendah seperti
desa dan kecamatan. Dari laporan dan data yang diminta tentang kondisi ekonomi akan bisa
mendapatkan gambaran tentang kondisi sekarang.
Disamping itu juga bisa dilakukan secara langsung oleh pemerintah terhadap masyarakat
misalnya dengan melakukan blusukan sehingga tahu kondisi riil dilapangan seperti apa.

Setelah dapat data tersebut sehingga pemerintahan kabupaten Bintan termotivasi dan siap
untuk melakukan perubahan. Dari data tersebut diatas diketahuilah potensi-potensi yang bisa
dikembanngkan serta kelemahan yang dimiliki wilayah tersebut. Sehingga bisa melakukan
langkah yang tepat untuk melakuukan perubahan, dan pada kondisi ini maka dianggap telah siap
untuk melakukan perubahan.

2. Kepastian bahwa peruban tersebut masih dalam batas kekuasaan dan kewenangan organisasi.
Perubahan yang akan dilakukan tentu berada dalam wilayah kekuasaan pemerintahan
Kabupaten Bintan, dalam hal ini atas nama pemerintah yang menggerakan perubahan mulai dari
pemerintaha kabupaten sampai ke pemerintahan terendah seperti Pemerinntahan Desa dan
Kecamatan.
Lokasi-lokasi yang akan dilakukan perubahan tentu telah berada dibawah kekuasaan dan
wewenang pemerintahan.

3. Kesiapan Sumber-Sumber Internal untuk membantu mengatur, memonitor dan memelihara


proses perubahan.
Usaha pemerintah kabupaten bintan untuk mensejahterakan masyarakatnya ini sudah sejalan
dengan program dari provinsi Riau dimana untuk pembangunan tidak hanya dipusatkan di kota
Batam saja, dengan komitmen pemerintahan bintan untuk meningkatkan potensi pariwisata,
kawasan peternakan dan pertanian, industry perikanan di lokasi yang strategis tersebut maka
tentunya keinginan untuk memajukan dan mensejahterkan wilayahnya akan tercapai.

Kesiapan-kesiapan berupa dana, SDM dan fasilitas yang dibutuhkan untuk melakukan
perubahan tentu menjadi suatu komitemn dan program prioritas pemerintah untuk bisa
melaksanakan usaha pemerintah kabupaten bintan untuk melakukan perubahan tsb.

Anda mungkin juga menyukai