Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN

RAPAT KOORDINASI PENGELOLAAN POSYANDU


DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT DAN SEJAHTERA

A. Latar Belakang
Dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur, pembangunan disegala bidang
terus dilakukan oleh pemerintah secara berkesinambungan. Pembangunan bidang kesehatan
yang merupakan salah satu bagian integral dari pembangunan nasional yang secara
keseluruhan perlu terus diupayakan dan ditingkatkan. Pembangunan dibidang kesehatan
memiliki arti yang penting dalam kehidupan nasional, khususnya di dalam memelihara dan
meningkatkan kualitas kesehatan. Untuk mencapai keberhasilan tersebut erat kaitannya
dengan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai modal dasar
pembangunan nasional. Pengembangan sumber daya manusia tersebut merupakan suatu
upaya besar yang tidak hanya melibatkan unsur kesehatan saja, tanpa melibatkan seluruh
elemen terkait lainnya dan masyarakat.
Upaya melibatkan dan menggerakkan masyarakat dalam layanan kesehatan telah
dilakukan pemerintah sejak Tahun 1980 melalui pendekatan Pembangunan Kesehatan
Masyarakat Desa (PKMD), dalam maka pada tahun 1985 dikeluarkan kebijakan bersama
antara Menteri Dalam Negeri melalu Surat Keputusan Nomor 23 Tahun 1985, Menteri
Kesehatan melalui Surat Keputusan Nomor. 21/Menkes/Ins.B/IV/1985 dan Kepala BKKBN
melalui Surat Keputusan Nomor 112/HK-011/A/1985 yang bersepakat untuk menyatukan
seluruh pelaksanaan dan pelayanan kesehatan dasar masyarakat kedalam satu wadah yang
bernama Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Dalam oerkembangannya Posyandu sebagai salah satu Lembaga Kemasyarakatan
yang ada di Desa/Kelurahan sebagaimana dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18
Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa memiliki peran
strategis dalam mendukung pelaksanaan Gerakan PKK. Posyandu sebagai Lembaga
kemasyarakatan tidak hanya berperan dalam peningkatan kesehatan masyarakat, namun lebih
luas dapat dioptimalkan pada peran lainnya dimana secara kelembagaan menjadi tugas
Kementerian Dalam Negeri.
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 tahun 2011 tentang
Pedoman Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Pos Pelayanan Terpadu, pada pasal 3
disebutkan bahwa Posyandu melaksanakan kegiatan antara lain pendaftaran, penimbangan,
pencatatan, pelayanan kesehatan, penyuluhan kesehatan, percepatan penganekaragaman
pangan, dan peningkatan perekonomian keluarga. Dengan pertimbangan tersebut maka
Posyandu menjadi salah satu Lembaga kemasyarakatan yang potensial menjadi mitra
pemerintah dalam menghadapi permasalahan bangsa misalnya dalam pencegahan dan
penanganan stunting.
Mengapa stunting menjadi penting untuk secara bersama kita perangi? Karena
stunting adalah masalah bangsa dan juga masalah global yang membutuhkan peran para pihak
dalam penanganannya. Stunting mengakibatkan Sumber Daya Manusia Bangsa Indonesia
menjadi tidak unggul dan tidak mampu bersaing dengan SDM negara-negara lain. Untuk itu
Pemerintah menetapkan Strategi Nasional untuk mencapai penurunan prevalensi stunting yang
pada tahun 2020 sebesar 24,1% menjadi sebesar 14% pada tahun 2024. Untuk mewujudkan
target tersebut diperlukan strategi dengan memanfaatkan potensi bangsa serta integrasi
program (gotong royong).
Pos pelayanan terpadu sebagai wadah titik temu antara pelayanan profesional dari
petugas kesehatan dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan,
terutama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting penurunan angka kematian ibu
dan angka kematian bayi. Melalui kebijakan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun
2011 tentang Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Posyandu, adalah suatu upaya
mensinergikan layanan yang dibutuhkan masyarakat meliputi perbaikan kesehatan dan gizi,
pendidikan dan perkembangan anak, peningkatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan
keluarga dan kesejahteraan sosial. Untuk terwujudnya penyelenggaraan kegiatan Posyandu
yang memiliki kemampuan dalam memberikan layanan dan pelayanan sesuai kebutuhan
masyarakat, Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri akan melaksanakan Webinar Rapat
Koordinasi Pengelolaan Posyandu dengan tema “Aktualisasi Peran Posyandu
Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Sejahtera”.

B. Tujuan
Umum
Meningkatkan pemahaman Stakeholder dan masyarakat tentang keberadaan
Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan mendukung pemerintah dalam
meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Khusus
1) Mengetahui kondisi eksisting Posyandu di Daerah.
2) Mengetahui Peran Posyandu dalam mendukung Pencegahan Stunting, Pencegahan
COVID-19 dan layanan Sosial Dasar lainnya.
3) Mengetahui efektifitas Posyandu sebagai Lembaga Kemasayarakatan Desa/Kelurahan
4) Mengetahui langkah-langkah tindak lanjut yang efektif mengembangkan Posyandu
mewujudkan masyarakat sehat dan sejahtera.

C. Sasaran
sasaran Webinar bersifat terbuka bagi seluruh masyarakat, lebih khusus ditujukan
kepada:
1. Kementerian dan Lembaga terkait:
a. Kantor Staf Presiden
b. Kementerian Kesehatan
c. BKKBN
d. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
e. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
f. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
g. BAPPENAS
h. Kemenko PMK
i. Kementerian Pertanian
j. Kementerian Sosial
k. Pengurus Pusat TP PKK yang membidangi Posyandu
2. Pemerintah Provinsi
a. Sekretaris Daerah
b. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa atau sebutan lain
c. Kepala Dinas Kesehatan
d. Kepala BAPPEDA
e. Kepala BKKBN
f. Ketua Pokjanal Posyandu Tk. Provinsi
g. Ketua TP PKK Provinsi
3. Pemerintah Kabupaten/Kota
a. Sekretaris Daerah
b. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa atau sebutan lain
c. Kepala Dinas Kesehatan
d. Kepala BAPPEDA
e. Kepala BKKBN
f. Pokjanal Posyandu Tk. Kabupaten/Kota
g. Ketua TP PKK Kab./Kota
h. Puskesmas
i. TP PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan
j. Kader Posyandu terpilih.

D. Agenda
1. Pembukaan Acara
2. Penyampaian materi narasumber (panel)
3. Diskusi dan tanya jawab

E. Materi
- Keynote speaker Ketua Umum TP PKK “Sinergitas PKK dan Posyandu sebagai Lembaga
Kemasyarakatan Desa”
- Sambutan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri “Kebijakan Pemerintah dalam
Pembinaan dan Pengembangan Posyandu”
- Materi Narasumber
1) “Sinergi lintas Kementerian/Lembaga mendukung pengembangan Posyandu” oleh
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda
Kemenko PMK
2) “Peran Posyandu dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat” oleh Direktur
Jenderal Promosi Kesehatan Kemenkes
3) “Posyandu dalam Percepatan Penurunan Angka Stunting” oleh Plt Deputi Bidang
Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, BKKBN;
4) “Kebijakan Prioritas Dana Desa dalam pengelolaan Posyandu” oleh Dirjen
Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kemendes PDTT
5) “Posyandu dan Peran Perempuan” Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian
PPPA

F. Waktu Pelaksanaan dan Susunan Acara


Pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi Pengelolaan Posyandu Mewujudkan
Masyarakat Sehat dan Sejahtera akan diselenggarakan secara virtual pada hari Senin tanggal
31 Mei 2021 pukul 09.00 WIB s.d 12.00 WIB.
Adapun tentative rundown acara sebagai berikut:

WAKTU URAIAN PENYAJI/


KETERANGAN
Pembukaan Acara
07.30 – 09.00 Pendaftaran online

09.00 – 09.10 Pembukaan:


a. Ucapan Selamat Datang
b. Mendengarkan lagu Indonesia Raya MC
c. Pembacaan Doa

09.10 – 09.17 Laporan Pelaksana Kegiatan Plt. Direktur Kelembagaan


dan Kerjasama Desa
09.17 – 09.25 Keynote Speech Ketua Umum TP PKK

09.25 – 09.40 Sambutan Dirjen Bina Pemerintahan


Desa Kemendagri
Materi – materi :

09.40 – 10.00 “Sinergi lintas Kementeria/Lembaga Deputi Bidang Koordinasi


mendukung pengembangan Posyandu” Peningkatan Kualitas Anak,
Perempuan dan Pemuda,
Kemenko PMK
10.00 – 10.20 “Peran Posyandu dalam Peningkatan Direktur Jenderal Promosi
Kualitas Kesehatan Masyarakat ” Kesehatan Kemenkes

10.20 – 10.40 “Posyandu dalam Percepatan Penurunan Deputi Bidang Keluarga


Angka Stunting” Sejahtera dan
Pemberdayaan Keluarga,
BKKBN
10.40 – 11.00 “Kebijakan Prioritas Dana Desa dalam Dirjen Pembangunan Desa
pengelolaan Posyandu” dan Perdesaan,
KemendesPDTT
11.00 – 11.20 “Posyandu dan Peran Perempuan” Deputi Bidang Pemenuhan
Hak Anak Kementerian
PPPA
11.20 – 12.00 Diskusi dan tanya jawab Dipandu langsung oleh
Dirjen Bina Pemdes
Kemendagri
12.00 Penutup Panitia

G. Biaya
Sumber penganggaran kegiatan ini berasal dari Anggaran Direktorat Jenderal Bina
Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Tahun 2021

Jakarta, 27 Mei 2021


Panitia Pelaksana