Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

LISTRIK MAGNET

HALAMAN JUDUL

Judul Percobaan : Medan Magnet disekitar Kawat


Melingkar
Nama Lengkap : Bernadeta Amel
Nomor Pokok Mahasiswa : 190403070012
Kelas/kelompok Praktikum : 2019 / 1
Tanggal Percobaan : 21 November 2020
Tanggal Penyerahan : 28 November 2020
Dosen Pembimbing : Kurriawan Budi Pranata, S.Si., M.Si.
Asisten Praktikum : Anatolia Gurtin

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG
2020
ABSTRAK

Tujuan dari percobaan medan magnet di sekitar kawat melingkar adalah supaya
dapat menggambarkan garis – garis medan listrik di sedkitar penghantar melingkar dan
untuk mengetahui karakteristik medan listrik yang terbentuk di sekitar penghantar
melingkar. Tujuannya dapat terpenuhi apabila kita dapat melakukan pratikum dengan benar
dan teliti sesuai dengan prosedur yang telah di tentukan dan dengan menggunakan alat dan
bahan yang memadai seperti catu daya, saklar SPST, penghantar melingkar, kompas
perajah, serbuk besi dan kabel penghubung. Susun rangkaian, Pastikan catu daya dalam
keadaan mati dan sakelar rangkaian terbuka, dan Pilih keluaran catu daya 3 V DC,
Tempatkan beberapa kompas peraja pada permukaan kotak transparan mengintari salah
satu penghantar lingkaran,Nyalakan catu- daya dan tutup sakelar rangkaian dan amati
kembali arah jarum kompas perajah, Angkat kompas peraja kemudian taburkan serbuk besi
secara merata di sekitar penghantar lingkaran,Pukul–pukul penghantar lingkaran secara
perlahan pada saat mengamati serbuk besi ,sehingga serbuk besi membentuk pola tertentu
yang menjukan bentuk garis – garis medan magnet di sekitar kawat lingkaran Gambar pola
medan magnet. Pada medan magnet di sekitar kawat melingkar dapat di tentukan dengan
kaidah tangan kanan, dimana kawat lurus dengan tangan kanan sedemikian hingga ibu jari
menunjukan arah kuat arus, maka arah putaran keempat jari yang dirapatkan akan
menyatakan arah lingkaran garis - garis medan magnet. Karena medan magnet termasuk
dalam besaran vektor yang memiliki besaran vektor yang memiliki besar dan arah.

Kata kunci: serbuk besi, kompas perajah, medan magnet

ii
ABSTRACT

The purpose of the magnetic field experiment around the circular wire is to be
able to draw electric field lines around the circular conductor and to find out the electric
field characteristics that form around the circular conductor. The goal can be fulfilled if
we can do the practice properly and thoroughly in accordance with the procedures that
have been determined and by using adequate tools and materials such as power supplies,
SPST switches, circular conveyors, compass compasses, iron powders and connecting
cables. Arrange the circuit, Make sure the power supply is switched off and the circuit
switch is open, and Select the 3 V DC power supply output, Place a few compass compasses
on the surface of the transparent box around one loop conductor, Turn on the power supply
and close the circuit switch and observe the direction of the needle face compass, Lift the
compass then sprinkle the iron powder evenly around the conductor of the circle, at the
time of the conductor of the circle slowly when observing iron powder, so that the iron
powder forms a certain pattern that shapes the line - magnetic field lines around the circle
wire magnetic field. In the magnetic field around the circular wire can be determined by
the right hand rule, where the wire is straight with the right hand so that the thumb shows
the direction of the current, then the rounded direction of the four fingers will indicate the
direction of the magnetic field lines. Because magnetic fields are included in vector
quantities that have vector quantities that have magnitude and direction.

Keywords: iron powder, facial compass, magnetic field

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


ABSTRAK ............................................................................................................. ii
ABSTRACT .......................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. v
DAFTAR TABEL ................................................................................................ vi
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2. Rumusan Percobaan ................................................................................. 1
1.3. Tujuan Percobaan ..................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................... 3
2.1. Dasar Teori ............................................................................................... 3
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN ........................................................... 5
3.1. Variabel Percobaan ................................................................................... 5
3.2. Alat Percobaan ......................................................................................... 5
3.3. Bahan Percobaan ...................................................................................... 5
3.4. Prosedur Percobaan .................................................................................. 6
3.5. Diagram Alir Percobaan ........................................................................... 6
3.5.1. Diagram Alir Prosedur ...................................................................... 6
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN .................................... 8
4.1. Hasil Percobaan ........................................................................................ 8
4.2. Pembahasan .............................................................................................. 9
BAB V KESIMPULAN ...................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 11
DAFTAR NOTASI .............................................................................................. 12
APENDIKS ............................................................... Error! Bookmark not defined.
LAMPIRAN ......................................................................................................... 14

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.2.1Kawat magnet 1 ................................................................................. 5

Gambar 3.2.2 Besi 1 ................................................................................................ 5

Gambar 3.2.3 Batang Kayu 1 .................................................................................. 5

Gambar 3.3.1 Plastik 1 ............................................................................................ 6

Gambar 3.3.2 Serbuk Besi 1 ................................................................................... 6

v
DAFTAR TABEL

Tabel 3.2.1 Alat Percobaan 1 .................................................................................. 5

Tabel 3.3.1 Bahan Percobaan 1 ............................................................................... 5

vi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dalam praktikum yang telah dilakukan bahwa punya tujuan yaitu dapat
menggambarkan garis-garis medan listrik disekitar penghantar melingkar dan
mengetahui karakteristik medan listrik yang terbentuk disekitar penghantar
melingkar. Jaddi, Medan magnet di dalam ruangan terjadi karena ada arus listrik
disekitarnya. Arus listrik menyebabkan medan magnet disekitar kawat yang dialiri
listrik. Apabila melalui penghantar itu dialirkan arus listrik, ruang disekitar
penghantar itu akan mengalami perubahan. Adanya perubahan itu hanya dapat
diketahui secara tidak langsung, diantaranya dari menyimpangnya arah sebuah
kompas pejarah yang diletakkan pada sekitar kawat melingkar. Untuk
membuktikan dan mengetahui mengapa hal tersebut terjadi maka dari itu kita perlu
melakukan percobaan medan magnet di sekitar kawat melingkar ini. Didalam
praktikum ini juga membutuhkan konsentrasi dan pemahaman saat praktikum dan
dalam praktikum ini juga tidak ideal karena kurangnya ketelitian dalam membaca
dan menghitung saat praktikum berlangsung. Jadi, disekitar kawat berarus terdapat
medan listrik dengan garis gaya magnet melingkar dan berpusat pada kawat
tersebut. Dalam praktikum ini juga dapat menjelaskan karakteristik medan listrik
yang terbentuk disekitar kawat melingkar.

1.2. Rumusan Percobaan


Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan rumusan
percobaan sebagai berikut:
1. Bagaimana menggambarkan garis-garis medan listrik dsekitar
penghantar melingkar?
2. Bagaimana mengetahui karakteristik medan listrik yang
terbentuk disekitar penghantar melingkar?

1
1.3. Tujuan Percobaan
Berdasarkan rumusan percobaan di atas, maka tujuan percobaan ini
adalah:
1. Mahasiswa dapat menggambarkan garis-garis medan listrik
dsekitar penghantar melingkar
2. Mahasiswa mengetahui karakteristik medan listrik yang
terbentuk disekitar penghantar melingkar

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Dasar Teori

Medan magnetik adalah medan vektor, yakni, sebuah kuantitas vector


yang diasosiasikan dengan setiap titik ruang kita akan mengunakan simbol
B untuk medan magnetik. Di sembarang posisi, arah B Didefinisikan
sebagai arah yang cenderung ditunjuk oleh kutub utara jarum kompas.
Untuk sebarang magnet, B menunjuk keluar dari kutub utaranya dan
menunjuk ke kutub selatannya. Ciri dan karakteristik gaya magnetik. Gaya
itu sebanding dengan besaran muatan tersebut. Jika sebuah muatan 1𝜇𝐶
dengan sebuah muatan 2𝜇𝐶 bergerak melalui medan magnet yang diberikan
dengan kecepatan yang sama, maka gaya pada muatan 2𝜇𝐶 adalah 2 kali
besarnya gaya pada muatan 1 . besarnya gaya itu sebanding dengan besarnya
, atau ‘’kekuatan ‘’ medan itu, jika kita melipaduakan besarnya medan
magnet itu (misalnya, dengan mengunakan 2 magnet batang yang identik
sebagai ganti dari 1 batang ) tanpa mengubah muatan atau kecepatanya,
maka gaya itu akan menjadi 2 kali lipat. Salah satu tokoh terkenal
melakukan penilitian tentang medan magnet adalah Hans Cristian Oersted (
1777 – 1851 ) Oersted merupakan orang pertama yang dalam percobaannya
mengetahui terjadinya medan magnet oleh arus listrik, gaya magnet ini
dalam aplikasinya banyak digunakan sebagai dasar dalam mengubah energi
listrik menjadi energi mekanik, misalnya pembuatan motor listrik,
pembuatan generator, selain karena adanya arus listrik medan magnet juga
dapat ditimbulkan karena sifat kemagnetan bahan. Pada suatu titik ada
medan magnet bila muatan yang bergerak pada titik tersebut mengalami
gaya magnet. Medan magnet ini dikenal juga sebagai induksi magnet.
Induksi magnet dapat dilukiskan sebagai garis-garis yang arah singgungnya
pada setiap titik pada garis – garis induksi magnet menunjukkan arah vektor
induksi magnet di titik – titik tersebut. Pada sebuah kawat berarus melingkar
akan ada induksi Magnet. Pada sebuah kawat berarus melingkar akan ada
induksi magnet yang arahnya pada tepi kawat arah induksinya melingkari

3
kawat dan makin ke tengah radius lingkarannya semakin besar. ( Sarway
2004 )
Besar dan arah medan magnet disumbu kawat melingkar berarus
listrik dapat di tentukan dengan menggunakan persamaan :

𝜇𝑜 𝑁 𝐼 𝑎
Bp = sin 𝜃
2𝑟2

Keterangan : Bp= medan magnet ( T )

𝜇𝑜= perneabilitas ruang hampa ( 4 π x 10-3 )

N = Jumlah lilitan

I = kuat arus ( A )

a = jari – jari kawat melingkar ( m )

r = sisi miring

𝜃= sudut derajat sumbu kawat dan garis hubung ( 0 )

( Wikipedia 2012 )

4
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1. Variabel Percobaan


a. Variabel Terikat : Pola serbuk besi yang terbentuk
b. Variabel Bebas : Serbuk besi
c. Variabel Kontrol : Tegangan

3.2. Alat Percobaan


Tabel 3.2.1 Alat Percobaan 1

No Alat (Font Size = 12) Jumlah

1 1

Gambar 3.2.1Kawat magnet 1

1
2

Gambar 3.2.2 Besi 1

3 Gambar 3.2.3 Batang Kayu 1


1

3.3. Bahan Percobaan


Tabel 3.3.1 Bahan Percobaan 1

No Bahan Jumlah

5
1 1

Gambar 3.3.1 Plastik 1

2 1 botol

Gambar 3.3.2 Serbuk Besi 1

3.4. Prosedur Percobaan


1. Siapkan alat dan bahan
2. Bor dua lubang pada sepotong plastic
3. Gergaji batang kayu menjadi dua bagian dan,
4. Tempatkan pada kedua plastic
5. Lilitkan benang kawat magnet pada kedua batang kayu 25 putaran
6. Taburkan serbuk besi diatas besi
7. Hidupkan arus dan ketuk supaya besi berputar
8. Amati kumparan besi yang berputar disepanjang garis medan magnet.

3.5. Diagram Alir Percobaan


3.5.1. Diagram Alir Prosedur

Mulai

Menyiapkan alat dan bahan


percobaan

Mengebor dua lubang pada


sepotong plastik

6
Menggergaji batang kayu menjadi
dua bagian

Menempatkan pada kedua plastik

Melilitkan benang kawat magnet


pada kedua batang kayu 25 putaran

Menaburkan serbuk besi diatas


besi

Menghidupkan arus dan


mengetuknya supaya besi berputar

Mengamati kumparan besi


yangberputar disepanjang garis dan
magnet

Selesai

7
BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Percobaan

8
4.2. Pembahasan

Berdasarkan percobaan di atas, untuk mengetahui arus yang


mengalir menggunakan kompas perajah. Pada percobaan pertama
menggunakan serbuk besi tidak terbentuk pola karena tidak ada arus yang
mengalir. Sehingga pada percobaan ini memperlihatkan bahwa semakin
besar kuat arus listrik yang mengalir pada kawat, maka sudut simpangannya
akan semakin membesar. Perubahan simpangan kompas berkaitan erat
hubungan besar medan magnet yang di tunjuk jarum kompas. Sehingga
terbentuknya pola garis garis medan magnet tergantung dari besarnya
tegangan yang kita berikan. Semakin besar tegangan yang kita berikan
semakin cepat pula pola garis yang terbentuk dan pola garis yang terbentuk
juga terlihat jelas.

Hasil percobaan ini memperlihatkan bahwa semakin besar kuat arus


listrik yang mengalir pada kawat, maka sudut simpangannya akan semakin
membesar. Perubahan simpangan kompas berkaitan erat hubungan besar
medan magnet yang di tunjuk jarum kompas.

Selanjutnya disekitar kawat melingkar ditaburi dengan serbuk besi.


Setelah ditaburi dengan serbuk besi, kemudian dipukul-pukul sehingga
serbuk besi tersebut dapat memperlihatkan adanya arah garis -garis medan
magnet yang terbentuk melingkari Kawat Melingkar. Hal ini membuktikan
bahwa disekitar kawat melingkar bermuatan magnet, sehingga serbuk besi
terbentuk melingkari kawat melingkar.

9
BAB V
KESIMPULAN

10
DAFTAR PUSTAKA

Freedman., Y. a., 2006. Fisika Universitas edisi ke-10 jilid.-2.. Jakarta: s.n.
Penulis., 2012. Artikel Medan Magnet. Retrieved: s.n.
Sarway., 2004. Universitas Fisika. Jakarta Erlangga: s.n.

11
DAFTAR NOTASI

No Simbol Keterangan Satuan


1 𝛽ₚ Medan magnet Tesla (T)
2 𝜇₀ Permeabilitas ruang hampa 4𝜇 x 10-7
Wb/Am
3 I Kuat arus Ampere (a)
4 N Jumlah lilitan
5 A Jari-jari kawat melingkar m
6 r Sisi miring

12
APENDIKS

Rumus untuk mencari kuat medan magnet disekitar kawat melingkar yaitu:
𝜇₀ 𝑁 𝐼 𝑎
BP= s
2𝑟₂²

Keterangan =
𝐵p= Medan magnet(tesla)
𝜇₀= Permeabilitas ruang hampa (4𝜇 x 10-7 Wb/Am)
I= Kuat arus (Ampere)
N= Jumlah lilitan
A= Jari-jari kawat melingkar (m)
r= Sisi miring

13
LAMPIRAN

14