Anda di halaman 1dari 3

KASUS ATEROSCLEROSIS DI LANTAI 3 GP2

I. Data Pasien
1. Nama : Tn. MF
2. Usia : 31 tahun
3. Tanggal masuk RS : Minggu, 22 September 2019. Jam 08.20 WIB
4. Tanggal masuk GP2 Lt.3 : 2 Oktober 2019. Jam 15.30 WIB
5. Keluhan saat masuk RS : Sesak napas

II. Riwayat Kesehatan Pasien


Pasien rujukan dari RS Sari Asih dengan STEMI Anterelotateral, sesak napas tiba-tiba pukul
01.00 saat sedang rebahan. Keluhan disertai keringat dingin yang membasahi baju. Tidak ada
keluhan mual, muntah atau batuk. Nyeri dada ada, seperti ditindih batu menembus ke
punggung. Pada saat di tiba di RS Sari asih VAS 9/10 diberi obat dibawah lidah dan
pengencer darah. Saat tiba di IGD RSPJNHK VAS 7/10. Segera dilakukan tindakan primary
PCI (PPCI 1 DES LAD). Saat dilakukan PCI, pasien tiba-tiba bradikardi dan gambaran EKG
VT/VF. Dilakukan intubasi. Setelah dilakukan PPCI, Pasien dipindahkan ke ruang ICVCU
untuk observasi lebih lanjut.

III. Data Fokus


a. Data Subjektif
Keluhan pasien masih merasa lemas jika beraktivitas.
b. Data Objektif
- Keadaan umum tenang, kesadaran compos mentis, akral hangat, pernapasan spontan,
mobilisasi eksremitas baik. TD 92/63mmHg, HR114x/menit, RR 16x/menit, Suhu
36oC. Mata tidak anemis, tidak ikterik. Suara jantung S1 dan S2 , Tidak ada gallop
atau murmur.
- Terapi medikasi yang diberikan: lovenox 2x0.6ml, RI drip 2unit/jam, Clopidogrel
1x75mg, Aspilet 1x80mg, Simvastatin 1x20mg, Lactulac 1x1 sendok makan, Lasix
3x20mg, Captopril 3x25mg, Ramipril 1x5mg, ISDN 3x5mg, Lasix 2x20mg,
Allopurinol 2x300mg, Ventolin 3x1nebule, Paraetamol 3x500mg, Captopril
3x12.5mg, Levofloxacin 1x750mg, Pantoprazole 2x40mg, Dobutamine
3mcg/kgBB/menit, Meropenem 3x2gr
c. Data penunjang
- EKG (onset 4 jam): SR, 118bpm, axis normal, P wave normal, PR instrument 0.16 s,
QRS instrument 0.09 s, Q + ST elevasi V2-V3, ST elevasi V4-V5.
- Lab : Ph 7.41/pCO2 36.4/pO2 69.8/HCO3 23/BE -0.6/SpO2 94%/Asam laktat 1.6/Na
132/K 4.0/Cl 102/Trop T 102
- Rontgen thoraks : CTR 56%, dilatasi aorta, kongesti ada, infiltrate ada.
- Echo : EF 35%, TAPSE 16 VTI 9 IRC 21/16, hipokinetik anteroseptal.
- JVP = 1
IV. Asuhan Keperawatan

No Diagnosa Keperawatan Kriteria Evaluasi Intervensi Implementasi & Evaluasi


.
1. Resiko penurunan curah Dalam 5x24 jam masalah - Monitor tingkat kesadaran
jantung berhubungan penurunan curah jantung tidak - Observasi hemodinamik dan
dengan pompa jantung terjadi dengan kriteria hasil, keluhan pasien
tidak adekuat yaitu: - Ukur fan monitor intake output
- Kesadaran compos mentis cairan per 24jam
dan orientasi baik - Batasi aktifitas
- Hemodinamik stabil - Bantu pemenuhan kebutuhan
- Urine output lebih dari sehari-hari sesuai kebutuhan
0.5cc/kgBB atau lebih - Kolaborasi pemberian terapi
sesuai target diuretik sesuai program
- Akral hangat - Beri oksigen sesuai kebutuhan
- Pulsasi arteri perifer kuat
- Tidak ada keluhan
signifikan
2. Intoleransi aktifitas Dalam 3x24 jam kemampuan - Kaji dan observasi respon
berhubungan dengan pasien untuk melakukan pasien terhadap aktifitas
ketidakseimbangan aktifitas meningkat dengan - Rencanakan periode istirahat
kebutuhan dan suplai kriteria hasil, yaitu: diantara program aktifitas
oksigen - Mampu mobilisasi sesuai - Motivasi intake nutrisi adekuat
kemampuan - Ajarkan teknik ROM aktif dan
- Tanda-tanda vital normal pasif
- Irama jantung teratur - Bantu dalam pemenuhan
selamafase istirahat dan perawatan diri
atau aktifitas - Berikan terapi oksigen
- Pola nafas teratur sebelum - Berikan manajemen untuk
dan setelah aktifitas mengatasi nyeri
- Tonus otot baik - Dukung dan motivasi pasien
untuk aktifitas mandiri
- Kolaborasi pengambilan darah
untuk pemeriksaan lab status
nutrisi dan cairan
3. Resiko perdarahan Dalam 3x24 jam tidak terjadi - Observasi tanda-tanda
berhubungan dengan perdarahan dengan kriteria perdarahan
pemberian terapi hasil, yaitu: - Observasi warna sputum, urine
antikoagulan - Tidak ada tanda-tanda atau feses pasien
perdarahanpada gusi, - Motivasi pasien untuk intake
hidung, atau daerah nutrisi dan cairan per oral secara
penusukan IV line adekuat
- Urine jernih - Ingatkan pasien untuk berhati-
- Tidak ada bercak darah hati ketika melakukan sikat gigi
pada sputum - Observasi adanya
hematoma/phlebitis pada area
pemasangan infus