Anda di halaman 1dari 22

LABORATORIUM KONVERSI ENERGI

JURUSAN TEKNIK MESIN

MODUL PRAKTIKUM
FENOMENA DAN PENGUKURAN DASAR MESIN

NAMA :

NIM :

KELAS : REGULER/EKSTENSI

KAMPUS : CIMAHI/BANDUNG

FAKULTAS TEKNOLOGI MANUFAKTUR


UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
2021
TIM PENYUSUN MODUL PRAKTIKUM

1. Deny Bayu Saefudin, S.T., M.T. (Ka. Lab. Konversi Energi, Unjani)
2. Dr. Damawidjaya Biksono, S.T., M.T. (Ketua KBK Konversi Energi, Unjani)
3. Wirawan Piseno, S.T. M.T. (Dosen Pengampu Mata Kuliah FPDM)
4. Wahyu Hidayat, S.T. M.Eng. (Dosen Pengampu Mata Kuliah FPDM)
5. Beyrra Triasdian, S.Si. M.T. (Dosen Pendamping Prakt. FPDM)
6. Faisal Wicaksono, S.T., M.Sc. (Dosen Pendamping Prakt. FPDM)
7. Rachman Hakim, S.T., M.T. (Dosen Pendamping Prakt. FPDM)
8. Aji Putro Prakoso, S.T., M.T. (Dosen Pendamping Prakt. FPDM)

i
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Alhamdulillah, kami panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang
senantiasa melimpahkan segala rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga tim penyusun
dapat menyelesaikan Modul Praktikum Fenomena dan Pengukuran Dasar Mesin ini.
Modul ini disusun untuk memenuhi kebutuhan praktikan dalam rangka kegiatan
Praktikum Fenomena dan Pengukuran Dasar Mesin di Jurusan Teknik Mesin,
Universitas Jenderal Achmad Yani.
Bahasan yang diangkat pada modul kali ini yaitu tentang PENGUKURAN TERKAIT
ALIRAN FLUIDA DI DALAM PIPA dan PERCOBAAN/PENGUJIAN TEKUK
BATANG (BUCKLING). Kedua bahasan tersebut adalah sebagian materi yang dibahas
dalam kegiatan perkuliahan Fenomena dan Pengukuran Dasar Mesin pada semester 6
untuk program sarjana di Jurusan Teknik Mesin.
Teori dasar yang disajikan dalam modul ini sangatlah sederhana, hal ini dilakukan untuk
mendorong para praktikan menggali teori tambahan dari buku referensi terkait. Adapun
bagian prosedur praktikum dalam modul ini dilengkapi dengan video petunjuk
praktikum yang dapat dilihat di Channel YouTube Lab Konversi Energi Unjani.
Beberapa detail teknis lainnya terkait pelaksanaan praktikum akan disampaikan oleh
dosen pendamping praktikum dan asisten laboratorium pada saat praktikum
berlangsung.
Modul ini juga dilengkapi dengan beberapa pertanyaan sebagai tugas laporan
pendahuluan dan laporan akhir praktikum yang digunakan untuk mengukur tingkat
ketercapaian dan ketuntasan praktikum. Soal-soal tersebut terdiri dari soal konsep,
perhitungan, penyajian data dan soal analisis.
Penyusun menyadari bahwa di dalam pembuatan modul masih banyak kekurangan,
untuk itu penyusun sangat membuka saran dan kritik yang sifatnya membangun.
Mudah-mudahan modul ini memberikan manfaat.

Tim Penyusun
Lab. Konversi Energi

ii
DAFTAR ISI
TIM PENYUSUN MODUL PRAKTIKUM ..................................................................... i
KATA PENGANTAR ...................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................... iii
PERATURAN–PERATURAN DAN KEWAJIBAN ..................................................... iv
Syarat-syarat dan Tata Tertib Penggunaan Laboratorium ........................................... iv
Hak-hak Praktikan/Pengguna Laboratorium ............................................................... iv
Kewajiban Praktikan/Pengguna Laboratorium ............................................................ iv
Larangan-larangan bagi Praktikan/Pengguna Laboratorium ........................................ v
Sangsi-sangsi terhadap Tata Tertib: .............................................................................. v
MODUL 1 PENGUKURAN TERKAIT ALIRAN FLUIDA DI DALAM PIPA ..... 1-1
Ruang Lingkup .......................................................................................................... 1-1
Tujuan ........................................................................................................................ 1-1
Dasar Teori Venturimeter .......................................................................................... 1-1
Dasar Teori Orificemeter ........................................................................................... 1-2
Dasar Teori Kerugian Head Minor ............................................................................ 1-3
Peralatan..................................................................................................................... 1-4
Prosedur Percobaan.................................................................................................... 1-4
Tugas Laporan Pendahuluan ...................................................................................... 1-5
Tugas Laporan Akhir ................................................................................................. 1-5
Tabel Percobaan ......................................................................................................... 1-6
Tabel Perhitungan ...................................................................................................... 1-6
MODUL 2 PERCOBAAN/PENGUJIAN TEKUK BATANG (BUCKLING).......... 2-1
Ruang Lingkup .......................................................................................................... 2-1
Tujuan ........................................................................................................................ 2-1
Dasar Teori ................................................................................................................ 2-1
Peralatan..................................................................................................................... 2-1
Prosedur Percobaan.................................................................................................... 2-2
Tugas Laporan Pendahuluan ...................................................................................... 2-3
Tugas Laporan Akhir ................................................................................................. 2-4
Tabel Percobaan ......................................................................................................... 2-5
PUSTAKA ....................................................................................................................... iii
PETUNJUK PEMBUATAN LAPORAN PRAKTIKUM ............................................... iv

iii
PERATURAN–PERATURAN DAN KEWAJIBAN
Syarat-syarat dan Tata Tertib Penggunaan Laboratorium
1. Sanggup mengisi dan menandatangani surat pernyataan yang dikeluarkan oleh
laboratorium.
2. Sanggup mentaati peraturan-peraturan universitas serta tata tertib yang
dikeluarkan oleh laboratorium.
3. Waktu penggunaan laboratorium atau pelaksanaan pratikum disamakan dengan
karyawan Unjani.
Senin s/d Jumat : 08.00 – 17.00
Istirahat : 12.00 – 13.00

Hak-hak Praktikan/Pengguna Laboratorium


1. Memperoleh bimbingan dan pengarahan saat mengoperasikan alat praktikum.
2. Memperoleh pelayanan dan fasilitas sesuai dengan jenis praktikum yang
dilakukan.

Kewajiban Praktikan/Pengguna Laboratorium


1. Praktikan/pengguna laboratorium harus taat pada seluruh peraturan universitas
serta tata tertib yang dikeluarkan laboratorium.
2. Praktikan/pengguna laboratorium berada di laboratorium sesuai dengan jadwal
yang sudah diatur.
3. Praktikan/pengguna laboratorium berlaku sopan, jujur dan bertanggung jawab
terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh pembimbing praktikum/asisten
laboratorium.
4. Praktikan/pengguna laboratorium mengenakan pakaian yang telah ditentukan
oleh laboratorium dengan rapi (menggunakan JAS LABORATORIUM)
5. Praktikan/pengguna laboratorium menggunakan protokol kesehatan yang
berlaku (memakai masker, mencuci tangan sebelum memasuki area
laboratorium, dan menjaga jarak dengan praktikan lain serta asisten
laboratorium).
6. Praktikan/pengguna laboratorium mengisi daftar hadir yang telah tersedia.
7. Praktikan/pengguna laboratorium wajib memberi kabar dan alasan yang jelas
paling lambat 1 hari sebelumnya bila berhalangan hadir saat praktikum, serta
menyertakan surat dokter
8. Praktikan/pengguna laboratorium wajib meminta ijin kepada asisten
laboratorium ketika hendak meninggalkan laboratorium.
9. Praktikan/pengguna laboratorium menggunakan sepatu yang aman selama di
dalam laboratorium
10. Praktikan/pengguna laboratorium menaati penggunaan alat-alat, dan bahan-
bahan yang dipakai.
11. Praktikan/pengguna laboratorium melaporkan dengan segera kepada
pembimbing praktikum/asisten laboratorium yang berwenang apabila terjadi
kerusakan atau kesalahan pengoperasian mesin.
12. Praktikan/pengguna laboratorium diharuskan menjaga ketenangan dan
ketenteraman serta keharmonisan di lingkungan Laboratorium.

iv
13. Praktikan/pengguna laboratorium senantiasa mengutamakan aspek keselamatan
dan kesehatan kerja.
14. Praktikan/pengguna laboratorium membersihkan tempat, peralatan, dan
merapikan kembali alat-alat apabila hendak meninggalkan ruang laboratorium.

Larangan-larangan bagi Praktikan/Pengguna Laboratorium


1. Merokok dan membuat api di dalam lingkungan laboratorium, kecuali ditempat
yang telah ditentukan.
2. Membawa senjata tajam, dan peralatan yang berbahaya.
3. Menerima tamu pribadi atau mengajak teman ke dalam laboratorium, kecuali
seizin yang berwenang.
4. Menggunakan bahan/alat serta memasuki ruang lain tanpa izin yang berwenang.
5. Memaksa asisten/pembimbing praktikum untuk melaksanakan sesuatu hal yang
bukan merupakan wewenangnya.
6. Menangani secara langsung mesin-mesin, kecuali dibawah
pengawasan/bimbingan petugas laboratorium.
7. Memperpanjang jam penggunaan laboratorium seperti yang telah ditentukan.
8. Berbuat asusila di dalam lingkungan laboratorium.
9. Mencuri, memiliki barang-barang atau dokumen-dokumen laboratorium.
10. Berkelahi/bertengkar baik antara teman maupun dengan asisten/pembimbing
praktikum.
11. Menggunakan fasilitas lain, selain yang telah ditentukan dalam kegiatan
praktikum.
12. Khusus praktikan wanita/siswi tidak diperkenankan:
a. Berpakaian terlalu longgar (terurai) karena akan mengundang resiko
tinggi terkait keselamatan
b. Memakai rok atau baju mini.
c. Memakai sepatu bertumit tinggi.
d. Memakai perhiasan yang menyolok dan berharga.
e. Memakai tata rias muka yang berlebihan.

Sangsi-sangsi terhadap Tata Tertib:


1. Peringatan secara lisan.
2. Peringatan secara tertulis/pengurangan nilai praktikum bagi praktikan.
3. Dikeluarkan dari laboratorium.

Telah dibaca dan dipahami, serta sanggup untuk mentaati peraturan-peraturan dan
kewajiban selama di dalam lingkungan laboratorium

Cimahi, ……………………......

(……………………………………)

v
LABORATORIUM KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK MESIN

MODUL 1
PENGUKURAN TERKAIT ALIRAN FLUIDA DI DALAM PIPA
PENGUKURAN TERKAIT ALIRAN FLUIDA DI
DALAM PIPA

MODUL 1 PENGUKURAN TERKAIT ALIRAN FLUIDA DI


DALAM PIPA
Ruang Lingkup
Percobaan yang dilakukan hanya meliputi:
1. Perhitungan dan analisis koefisien debit venturimeter.
2. Perhitungan dan analisis koefisien debit orificemeter.
3. Perhitungan dan analisis koefisien kerugian head minor pada pembesaran
penampang tiba-tiba (sudden expansion channel), saluran venturi, union socket,
elbow 90°.

Tujuan
Menghitung dan membandingkan nilai koefisien debit venturimeter, koefisien debit
orificemeter dan koefisien kerugian head minor terhadap variasi nilai debit aliran yang
ada.

Dasar Teori Venturimeter


Saluran venturi adalah saluran konvergen-divergen yang dapat digunakan sebagai alat
ukur debit atau kecepatan aliran. Panjang saluran konvergen cenderung lebih pendek
dibandingkan dengan saluran divergen.

Gambar 1.1. Aliran pada Saluran Venturi.


Persamaan kontinuitas untuk saluran tersebut adalah
𝑄1 = 𝑄2 (1)
𝑽1 ∙ 𝐴1 = 𝑽2 ∙ 𝐴2 (2)
𝑽1 ∙ 𝐷12 = 𝑽2 ∙ 𝐷22 (3)
Penerapan persamaan bernoulli untuk saluran venturi dengan asumsi kerugian head
diabaikan dapat ditulis sebagai berikut
𝑝1 𝑽12 𝑝2 𝑽22
+ + 𝑧1 = + + 𝑧2 (4)
𝜌𝑔 2𝑔 𝜌𝑔 2𝑔

1-1
PENGUKURAN TERKAIT ALIRAN FLUIDA DI
DALAM PIPA

Jika elevasi titik 1 dan titik 2 sama, maka


𝑝1 𝑽12 𝑝2 𝑽22
+ = + (5)
𝜌𝑔 2𝑔 𝜌𝑔 2𝑔
𝑝1 − 𝑝2 𝑽22 − 𝑽12
= (6)
𝜌 2
Dari persamaan 3 dan 6 kecepatan atau debit aliran di titik 2 dapat dicari melalui
persamaan berikut

2(𝑝1 − 𝑝2 )
𝑽2 = √ 4
(7)
𝐷
𝜌 [1 − ( 2⁄𝐷 ) ]
1

2(𝑝1 − 𝑝2 )
𝑄𝑉 = 𝑄2 = 𝐴2 ∙ √ 4
(8)
𝐷2
𝜌 [1 − ( ⁄𝐷 ) ]
1

Dimana
𝑝1 = 𝜌 ∙ 𝑔 ∙ ℎ1 dan 𝑝2 = 𝜌 ∙ 𝑔 ∙ ℎ2 (9)
Nilai debit yang didapatkan dari persamaan 8 adalah nilai debit aliran yang terukur oleh
venturimeter dimana kerugian head aliran pada saluran venturi tidak diperhitungkan.
Nilai debit sebenarnya (QAV) dapat dicari dengan cara mengalirkan debit hasil
perhitungan persamaan 8 (QV) dengan koefisien debit venturimeter (CDV).
𝑄𝐴𝑉 = 𝐶𝐷𝑉 ∙ 𝑄𝑉 (10)
Pada praktikum kali ini, nilai koefisien debit venturimeter tidak diketahui, namun nilai
debit sebenarnya dapat dilihat dari penunjukan nilai di rotameter. Sehingga, dengan
membagi nilai debit venturi dengan nilai debit sebenarnya (atau debit rotameter, Qrot),
nilai koefisien debit dapat dihitung.

Dasar Teori Orificemeter

Gambar 1.2 Penampang Orificemeter.


Seperti terlihat pada gambar 1.2, orificemeter adalah alat ukur debit yang bekerja
dengan cara menghambat aliran fluida menggunakan membran berlubang. Perbedaan

1-2
PENGUKURAN TERKAIT ALIRAN FLUIDA DI
DALAM PIPA

tekanan pada sisi hulu dan hilir setelah melewati membran dapat digunakan untuk
menghitung besarnya kecepatan atau debit aliran dengan menggunakan persamaan 11
dan 12, dimana harga p1 dan p2 dapat dihitung dengan menggunakan persamaan 9.
Harga h1 dan h2 masing-masing adalah tinggi kolom air pada manometer.

2(𝑝1 − 𝑝2 )
𝑽2 = √ 4
(11)
𝐷
𝜌 [1 − ( 2⁄𝐷 ) ]
1

2(𝑝1 − 𝑝2 )
𝑄𝑂 = 𝑄2 = 𝐴2 √ 4
(12)
𝐷
𝜌 [1 − ( 2⁄𝐷 ) ]
1

Serupa dengan venturimeter, alat ini (orificemeter) memiliki nilai koefisien debit
orificemeter (CDO) untuk perhitungan debit aliran sebenarnya (CAO). Nilai debit
sebenarnya dihitung dengan mengalikan nilai koefisien debit venturi dengan nilai debit
hasil perhitungan menggunakan persamaan 12 (QO).
𝑄𝐴𝑂 = 𝐶𝐷𝑂 ∙ 𝑄𝑂 (13)
Atau dengan kata lain, jika debit sebenarnya dan pengurangan tekanan bagian hulu dan
hilir orificemeter terukur, maka nilai koefisien debit orificemeter dapat dihitung. Nilai
koefisien debit ini dipengaruhi oleh nilai debit aliran yang diukur, sehingga perlu
dilakukan perhitungan pada beberapa variasi nilai debit aliran.

Dasar Teori Kerugian Head Minor


Energi aliran pada saluran akan berkurang akibat adanya beberapa kerugian aliran,
antara lain yaitu kerugian aliran major dan minor. Parameter energi pada aliran fluida
seringkali dinyatakan dalam satuan panjang, besaran ini dikenal dengan nama head.
Kerugian aliran dapat disebut kerugian head karena masih membahas tentang
pengurangan energi aliran antara bagian hulu dan hilir.
Kerugian head minor disebabkan oleh adanya gesekan yang terjadi antara fluida yang
bergerak dengan dinding saluran yang diam. Adapun kerugian head minor disebabkan
oleh adanya perubahan bentuk pola aliran akibat adanya sambungan, percabangan,
katup, perubahan dimensi dan atau geometri penampang saluran, dsb.
Besarnya kerugian head minor (HL-minor) dapat dihitung dengan menggunakan
persamaan berikut jika nilai kecepatan aliran (V) dan koefisien kerugian minor (KL)
diketahui
𝑽2
𝐻𝐿−𝑚𝑖𝑛𝑜𝑟 = 𝐾𝐿 (14)
2𝑔
Pada praktikum kali ini, harga koefisien kerugian minor dari saluran dengan
pembesaran penampang tiba-tiba (sudden expansion channel) saluran venturi, union
socket (atau dikenal dengan watermur) dan elbow 90° (belokan 90°) dihitung dengan
menggunakan persamaan 14. Harga kecepatan aliran dihitung dari debit dan diameter
saluran, sedangkan kerugian head aliran didapat melalui pengukuran tinggi kolom air
bagian hulu dan hilir.

1-3
PENGUKURAN TERKAIT ALIRAN FLUIDA DI
DALAM PIPA

Peralatan
Unit percobaan flow measuring seperti terlihat pada gambar berikut

Gambar 1.3. Unit Percobaan Flow Measuring.

Prosedur Percobaan
1. Pastikan tangki penampung air terisi kira-kira dua pertiga tinggi tangki.
2. Hubungkan kabel listrik ke sumber daya.
3. Atur saklar MCB pada posisi on.
4. Pastikan tombol saklar darurat (tombol panik) tidak dalam kondisi aktif.
5. Atur seluruh katup pada kondisi terbuka penuh.
6. Tekan tombol on-off untuk mengontrol operasional pompa air.
7. Atur debit aliran pada tabung eksperimen dengan mengkondisikan katup 1 dan
2 secara bergantian (konsultasikan detail operasional dengan pembimbing
praktikum/asisten laboratorium).
8. Catat debit sebenarnya sesuai nilai yang ditunjukkan oleh rotameter.
9. Catat ketinggian kolom air saluran dengan pembesaran penampang tiba-tiba,
saluran venturi, orificemeter, union socket dan elbow 90°.

1-4
PENGUKURAN TERKAIT ALIRAN FLUIDA DI
DALAM PIPA

10. Ulangi percobaan dengan nilai debit yang berbeda (konsultasikan nilai debit
dengan pembimbing praktikum/asisten laboratorium).

Tugas Laporan Pendahuluan


1. Tuliskan penjabaran matematik untuk mengubah persamaan 4 hingga menjadi
persamaan 7!
2. Sebutkan batasan-batasan penggunaan persamaan Bernoulli untuk analisis
energi aliran!
3. Sebutkan macam-macam kerugian head (headloss) pada aliran di dalam pipa!
Tuliskan masing-masing persamaannya!
4. Carilah p1 dan p2 dengan menggunakan prinsip manometer untuk persamaan 4!

Tugas Laporan Akhir


1. Buat perhitungan koefisien debit venturimeter, orificemeter dan koefisien
kerugian head minor dari sudden expansion channel, saluran venturi, union
socket dan elbow 90°!
2. Buat diagram koefisien debit terhadap debit ideal venturimeter dan orificemeter,
QV atau QO) dan koefisien kerugian head minor terhadap debit aliran (debit
rotameter) untuk hasil perhitungan no 1!
3. Apakah nilai koefisien debit dan koefisien kerugian head minor berubah seiring
adanya variasi debit aliran?
4. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan munculnya pengurangan tekanan dari
bagian hulu ke hilir pada setiap bagian percobaan ini?
5. Berikan kesimpulan dari hasil analisis anda dari percobaan ini!
6. Lengkapi laporan dengan foto percobaan! (jika ada)

1-5
PENGUKURAN TERKAIT ALIRAN FLUIDA DI
DALAM PIPA

Tabel Percobaan
No. QRot hA hB hC hD hE
[ ] [mm] [mm] [mm] [mm] [mm]

No. QRot hF hG hH hI hJ
[ ] [mm] [mm] [mm] [mm] [mm]

Tabel Perhitungan
No. hA – hB hC – hD hC – hE hF – hG hH – hI hI – hJ [mm]
[mm] [mm] [mm] [mm] [mm]

No. QRot QV CDV QO CDO


[ ] [ ] [ ] [ ] [ ]

Dsudden exp. = Dunion socket =


Dventuri = Delbow 90° =
No. V²/2g V²/2g V²/2g V²/2g
QRot
Sudden Exp. Venturi Ch. Union Socket Elbow 90°
[ ]
[ ] [ ] [ ] [ ]

No. KL KL KL KL
QRot
Sudden Exp. Venturi Ch. Union Socket Elbow 90°
[ ]
[ ] [ ] [ ] [ ]

1-6
LABORATORIUM KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK MESIN

MODUL 2
PERCOBAAN/PENGUJIAN TEKUK BATANG (BUCKLING)
PERCOBAAN/PENGUJIAN TEKUK BATANG
(BUCKLING)

MODUL 2 PERCOBAAN/PENGUJIAN TEKUK BATANG


(BUCKLING)
Ruang Lingkup
Percobaan yang dilakukan meliputi perhitungan dan analisis fenomena tekuk (buckling)
pada batang dengan beberapa variasi tumpuan di masing-masing ujungnya.

Tujuan
Percobaan ini bertujuan untuk menunjukkan peristiwa dan kebenaran persamaan Euler
dalam memprediksi fenomena tekukan pada batang dengan variasi tumpuan di masing-
masing ujung batang.

Dasar Teori
Tekukan dapat terjadi pada batang yang menerima beban tekan seperti tampak pada
Gambar 2.1. Pada batang yang langsing, yaitu batang dengan nilai perbandingan
panjang terhadap jari-jari girasi penampang yang besar, batang dapat tertekuk sebelum
tegangan normal dari beban yang diijinkan tercapai. Peristiwa tekukan dapat dianalisis
secara matematis sehingga menghasilkan persamaan Euler seperti pada gambar.

Gambar 2.1. Fenomena Buckling Akibat Ketidakstabilan Struktur.

Peralatan
Selongsong (2) dijepitkan pada kaki alat uji (1) dan dapat diatur posisinya di sepanjang
kaki. Posisi selongsong disesuaikan dengan panjang batang uji (7). Batang pembebanan
(5) ditumpu engsel di sebelah kiri. Ujung kanan batang ini ditumpu oleh pemberat (13)
melalui tali (14) dan katrol. Besar pemberat (13) ini dapat diatur sedemikian rupa
sehingga dapat mengimbangi berat batang dan semua berat yang bekerja pada batang
ini. Alat ukur gaya (10) sudah di kalibrasi sedemikian rupa sehingga akan menunjuk
nilai gaya yang sebenar-benarnya bekerja pada sumbu batang uji.

2-1
PERCOBAAN/PENGUJIAN TEKUK BATANG
(BUCKLING)

Gambar 2.2. Alat Percobaan/Pengujian Tekuk.


Keterangan Gambar 2.2:
1. Kaki. 8. Jam Ukur (Dial Indicator Gauge).
2. Selongsong. 9. Waterpass.
3. Pegas. 10. Penunjuk Gaya.
4. Selongsong Pengatur. 11. Roda Pengaturan Beban.
5. Batang Pembebanan. 12. Pemberat Batang Pembebanan.
6. Tumpuan. 13. Tali.
7. Batang Uji. 14. Pemberat Batang Uji.

Prosedur Percobaan
1. Atur posisi selongsong agar sesuai dengan panjang batang uji.
2. Atur agar posisi batang pembebanan memiliki posisi horisontal, cek dengan
waterpass. Pengaturan posisi ini dilakukan dengan mengubah besar pemberat
batang pembebanan.
3. Pasang batang uji pada tumpuan (konsultasikan jenis tumpuan dan cara
pemasangannya dengan pembimbing praktikum/asisten laboratorium).
4. Pemberat batang uji diatur sesuai dengan kondisi pengujian:
a. Tanpa beban.
b. Beban sebesar 150 gr untuk ukuran panjang batang uji 650 mm.
c. Beban 300 gr untuk panjang batang uji 500 mm.
5. Pemberian beban tekan diatur melalui putaran roda pengaturan beban. Seiring
dengan hal itu, atur agar selongsong membuat batang pembebanan tetap dalam
posisi horisontal.
6. Beri pembebanan hingga jam ukur (dial indicator gauge) bergerak. Hal tersebut
menandakan batang uji mendapatkan kondisi kritis pembebanan tekuk.
7. Ulangi percobaan untuk beberapa batang uji dan kondisi tumpuan yang
berbeda. (konsultasikan detail percobaan dengan praktikum/asisten
laboratorium).

Percobaan ini dapat dilakukan pada beberapa macam panjang batang (400, 450, 500,
600 dan 700 mm). Ada tiga macam pasangan tumpuan yang dapat digunakan dalam
percobaan ini, yakni engsel-engsel, jepit-jepit dan jepit-engsel. Tugas praktikan adalah

2-2
PERCOBAAN/PENGUJIAN TEKUK BATANG
(BUCKLING)

membandingkan harga Pkr hasil percobaan dengan Pkr dari persamaan Euler. Selain itu
hubungan antara σkr dan faktor kelangsingan (l/k, dimana l adalah panjang batang dan k
adalah jari-jari girasi luas penampang).
𝑝𝑘𝑟
𝜎𝑘𝑟 = (15)
𝐴

𝐼
𝑘=√ (16)
𝐴
Dimana A adalah luas penampang batang tampak atas, I adalah momen inersia
penampang pada sumbu x-x yang sejajar dengan sumbu a-a pada gambar 2.3. Nilai
modulus elastisitas batang uji diketahui, Ebatang uji = 210 Gpa

Gambar 2.3. Skema Pembebanan dan Momen Inersia Penampang Batang.

Tugas Laporan Pendahuluan


1. Apa manfaat dari percobaan/pengujian tekuk (buckling)?
2. Gambarkan DBB dari pembebanan Alat Uji Buckling!
3. Apa yang dimaksud dengan beban kritis?
4. Turunkan persamaan Euler untuk:
a. Tumpuan engsel-engsel.
b. Tumpuan jepit-jepit.
c. Tumpuan jepit-engsel.
5. Sebuah batang langsing memiliki tumpuan engsel di kedua ujungnya. Tumpuan
ditempatkan di tengah-tengah batang seperti terlihat di gambar. Batang tersebut
adalah baja WF 500-200 dengan modulus elastisitas sebesar 200 GPa, tegangan
batas proporsional 300 MPa, panjang total 7,5 m. Jika batang tersebut ditekan
oleh beban P, tentukanlah beban kritis (Pkr), tegangan kritis (σkr) dan beban ijin
(Pijin) dengan menggunakan faktor keamanan n = 2,5 terhadap tekukan batang
tersebut.

2-3
PERCOBAAN/PENGUJIAN TEKUK BATANG
(BUCKLING)

Tugas Laporan Akhir


1. Hitung berapa beban kritis teoritik dari masing-masing jenis tumpuan dan
panjang batang uji! Sajikan dalam diagram/grafik!
2. Buat diagram benda bebas (DBB), diagram gaya kritis aktual (yang didapat dari
percobaan) terhadap panjang batang uji untuk berbagai kondisi percobaan!
3. Bandingkan nilai beban kritis teoritik dan aktual, analisis jika muncul
perbedaan besar nilainya!
4. Buat kesimpulan dari hasil pengujian!
5. Lengkapi laporan dengan foto percobaan! (jika ada)

2-4
PERCOBAAN/PENGUJIAN TEKUK BATANG
(BUCKLING)

Tabel Percobaan
l= mm, pemberat batang uji = gr
Jenis Tumpuan Engsel – Engsel Jepit – Jepit Jepit – Engsel
Pkritis [kg]

l= mm, pemberat batang uji = gr


Jenis Tumpuan Engsel – Engsel Jepit – Jepit Jepit – Engsel
Pkritis [kg]

l= mm, pemberat batang uji = gr


Jenis Tumpuan Engsel – Engsel Jepit – Jepit Jepit – Engsel
Pkritis [kg]

2-5
PUSTAKA

Cengel, Y. A., & Cimbala, J. M. (2017). Fluid Mechanics: Fundamentals and


Applications. Columbus, OH: McGraw-Hill Education.
Hibbeler, R. C. (2003). Mechanics of Materials. Upper Saddle River, NJ: Pearson
Education.
Munson, B. R., Okiishi, T. H., Huebsch, W. W., & Rothmayer, A. P. (2013).
Fundamentals of Fluid Mechanics (7 ed.). Hoboken, NJ: John Willey & Sons,
Inc.

iii
PETUNJUK PEMBUATAN LAPORAN PRAKTIKUM

Laporan Pendahuluan
1. Laporan pendahuluan ditulis tangan dengan tinta warna biru.
2. Laporan dibuat perorang, dan per-modul (dijilid terpisah antara modul 1 dan
modul 2).
3. Laporan dijilid lakban hitam.
4. Laporan pendahuluan WAJIB dibuat sebelum pelaksanaan praktikum. Jika pada
jadwal praktikum yang telah ditentukan praktikan tidak mengumpulkan laporan
pendahuluan, maka praktikan dinyatakan gugur dalam pelaksanaan praktikum.
5. Laporan praktikum dibuat di kertas A4 (297mm x 210mm) dengan aturan
margin sebagai berikut:
a. Kiri : 4 cm c. Atas : 4 cm
b. Kanan : 3 cm d. Bawah : 3 cm
6. Lembar sampul dibuat seperti contoh (dapat diunduh di s.id/ praktikumfpdm).
7. Lembar isi (dengan margin bergaris) seperti contoh dapat dilihat dan diunduh di
s.id/ praktikumfpdm.
8. Lembar isi terdiri dari:
a. Tujuan dan Ruang e. Peralatan
Lingkup Praktikum f. Prosedur Percobaan
b. Dasar Teori g. Daftar Pustaka
c. Teori Tambahan h. Tugas Laporan
d. Instalasi Alat Pendahuluan

Laporan Akhir
1. Laporan akhir dibuat 2 versi:
a. Versi ketik menggunakan komputer dan dikerjakan berkelompok, untuk
dikumpulkan softcopy-nya. (teknis pengumpulan softcopy akan
dijelaskan pada saat praktikum berlangsung).
b. Versi tulis tangan dikerjakan perorangan dengan tinta warna biru, untuk
dikumpulkan softcopy-nya. Isi dari versi tulis tangan sama dengan versi
ketik menggunakan komputer.
2. Laporan dibuat perkelompok dan per modul (dijilid jadi satu, TIDAK terpisah
antara modul 1 dan modul 2).
3. Laporan dijilid lakban hitam.
4. Laporan akhir dikumpulkan paling lambat 1 MINGGU setelah pelaksanaan
praktikum masing-masing kelompok. Jika pada jadwal yang telah ditentukan
praktikan tidak mengumpulkan laporan akhir, maka praktikan dinyatakan gugur
dalam pelaksanaan praktikum.
5. Laporan praktikum dibuat di kertas A4 (297mm x 210mm) dengan aturan
margin sebagai berikut:
a. Kiri : 4 cm c. Atas : 4 cm
b. Kanan : 3 cm d. Bawah : 3 cm
6. Lembar sampul dibuat seperti contoh (dapat diunduh di s.id/ praktikumfpdm).

iv
7. Lembar isi (dengan margin bergaris) seperti contoh dapat dilihat dan diunduh di
s.id/praktikumfpdm.
8. Lembar isi terdiri dari:
a. Skema Alat h. Daftar Pustaka
b. Alat dan Bahan i. Tugas Laporan Akhir
c. Prosedur Percobaan j. Lampiran (foto-foto
d. Tabel Percobaan pengujian/percobaan
e. Tabel Perhitungan pada pelaksanaan
f. Analisis Data praktikum)
g. Kesimpulan
Catatan
1. Teknis pengumpulan Laporan Akhir Praktikum dikoordinasikan dengan masing-
masing pembimbing praktikum/asisten laboratorium.
2. Tabel perhitungan pada Laporan Akhir Praktikum dilengkapi dengan satu
contoh perhitungan saja untuk masing-masing rumus. Hasil perhitungan yang
lain langsung disajikan saja dalam tabel.