Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS ISU DI LINGKUNGAN KERJA

ADMINISTRASI PEMBELAJARAN
MANAJEMEN ASN PRESENSI TENAGA KEPENDIDIKAN
APKL KARAKTER ASN DAN HONORER
KARAKTER ASN DAN HONORER

ANTUSIASME PERSERTA DIDIK DALAM


PELAYANAN PUBLIK PEMBELAJARAN APKL
ANTUSIASME PESERTA DIDIK DALAM
SERTIFIKAT PENDIDIK GURU HONORER PEMBELAJARAN
KEBERSIHAN LINGKUNGAN

JARINGAN INTERNET
WoG PENCAIRAN DANA PIP APKL BIROKRASI PEMBUATAN NUPTK UNTUK
BIROKRASI PEMBUATAN NUPTK UNTUK GURU HONOR
GURU HONOR
TEKNIK TAPISAN APKL (Skala 1-5)

TENIK Aktual artinya isu tersebut benar-benar terjadi


TAPISAN dan sedang hangat dibicarakan dalam
NILAI-NILAI ASN IDENTIFIKASI ISU TOTAL Keterangan
APKL masyarakat.
A P K L
Masih banyak tenaga Kekhalayakan artinya Isu tersebut menyangkut
kependidikan yang Tidak hajat hidup orang banyak.
belum melengkapi 3 2 2 3 10 Memenuhi
Problematik artinya Isu tersebut memiliki dimensi
Administrasi Syarat
masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan
Pembelajaran segera solusinya secara komperehensif.
Masih ada tenaga
Tidak Kelayakan artinya Isu tersebut masuk akal,
MANAJEMEN ASN kependidikan yang
2 3 2 4 11 Memenuhi
Presensi kehadirannya realistis, relevan, dan dapat dimunculkan inisiatif
Syarat
belum maksimal pemecahan masalahnya.
Terdapat ASN yang
membedakan Memenuhi
3 4 5 4 16
perlakuannya terhadap Syarat
guru Honorer
Kurangnya Antusiasme
Perserta Didik Dalam
Memenuhi
Pembelajaran karena 4 5 5 4 18
Syarat
pelayanan pembelajaran
yang kurang baik
PELAYANAN PUBLIK
Kesulitannya guru Memenuhi
3 4 4 4 15
honorer untuk sertifikasi Syarat
Masih adanya tenaga
Memenuhi
pendidik yang tidak 3 4 4 4 15
Syarat
ramah dalam pelayanan.
Memenuhi
WoG Jaringan Internet yang 3 2 4 2 11
Syarat
masih kurang
Pencairan Dana Pip yang
belum terintegerasi
Memenuhi
dengan baik, prosesnya 3 2 4 2 11
Syarat
masih banyak dilakukan
secara manual
Masih banyak guru
Memenuhi
honorer yang belum 4 4 5 4 17
Syarat
mendapatkan NUPTK

TEKNIK TAPISAN USG (Skala 1-5)

NILAI-NILAI TENIK TAPISAN AKPK


IDENTIFIKASI ISU Urgenc Seriousnes TOTAL Keterangan Alat bantu tapisan menggunakan kriteria USG dari
ASN y s
Growth
mulai sangat USG atau tidak sangat USG.
Terdapat ASN yang Tidak
MANAJEMEN
membedakan perlakuannya 3 3 3 9 memenuhi Urgency: seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,
ASN syarat
terhadap guru Honorer dianalisis dan ditindaklanjuti.
Kurangnya Antusiasme Perserta
Seriousness: Seberapa serius suatu isu harus dibahas
PELAYANAN Didik Dalam Pembelajaran Memenuhi
4 4 4 12 dikaitkan dengan akibat yang akan ditimbulkan.
PUBLIK karena pelayanan pembelajaran Syarat
yang kurang baik Growth: Seberapa besar kemungkinan memburuknya
Masih banyak guru honorer Tidak isu tersebut jika tidak ditangani segera.
WoG yang belum mendapatkan 2 3 3 8 memenuhi
NUPTK Syarat
NILAI-NILAI
IDENTIFIKASI ISU IDE/GAGASAN
ASN
Terdapat ASN yang Membuat Forum aspirasi tukar
MANAJEMEN
membedakan perlakuannya pendapat antara ASN dan
ASN
terhadap guru Honorer Honorer
Melakukan perbaikan
Kurangnya Antusiasme Perserta
manajemen kelas atau
PELAYANAN Didik Dalam Pembelajaran
pengelolaan kelas dengan
PUBLIK karena pelayanan pembelajaran
memaksimalkan pembelajaran
yang kurang baik
online
Melakukan pendekatan-
Masih banyak guru honorer pendekatan secara intensif
WoG yang belum mendapatkan kepada Lembaga-lembaga atau
NUPTK pihak-pihak terkait dalam
pembuatan NUPTK

pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan adalah: (1) kepala sekolah bersama guru dalam penerimaan murid baru
dengan melalui seleksi. Strategi ini dilakukan dengan tujuan agar dapat menjaring dan memilih calon siswa baru yang lebih baik, (2)
melalui disiplin merupakan modal dasar untuk mencapai keberhasilan. Strategi ini dapat membantu proses pelaksanaan program
peningkatan mutu pendidikan secara efektif dan efesien, (3) mengadakan meeting, strategi ini dilakukan untuk mengantisipasi
permasalahan dan pekerjaan yang dihadapi pada hari ini dan sedikit evaluasi kegiatan kemarin, (4) hubungan kekeluargaan di
sekolah diseeting seperti keluarga di rumah. Strategi ini dilakukan agar tercipta hubungan yang harmonis. Tujuannya agar dapat
dengan mudah diajak kerjasama saling membantu dan mudah diajak komitmen dalam proses peningkatan mutu pendidikan, (5)
penyelenggaraan pendidikan yang transparansi dan akuntabilitas. Strategi ini dilakukan, agar mendapatkan kepercayaan dari
masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Tujuannya menambah peran serta orang tua murid dan masyarakat dalam
membantu peningkatan mutu pendidikan di sekolah, (6) pembentukan paguyupan kelas, strategi ini dilakukan untuk meningkatkan
peran serta orang tua siswa terhadap pendidikan, (7) memberi sarapan pagi kepada siswa, strategi ini dilakukan untuk
membiasakan anak agar mau belajar di rumah dan datang ke sekolah siap untuk belajar, (8) mengadakan studi banding, strategi ini
dilakukan dengan harapan agar guru mampu ikut dalam pelaksanaan manajemen di sekolah.

Anda mungkin juga menyukai