Anda di halaman 1dari 9

PERJANJIAN PENUNJUKAN KONSULTAN HUKUM

Nomor: [**]

Perjanjian Penunjukan Konsultan Hukum (“Perjanjian”) ini dibuat dan ditandatangani pada hari ini,
[**], tanggal [**] dan berlaku efektif sejak tanggal [**] oleh dan antara :

(1) [**], suatu perseroan yang didirikan berdasarkan hukum Republik Indonesia beralamat di [**],
dalam hal ini diwakili oleh [**] selaku Direktur Utama dari dan karenanya berhak untuk dan atas
nama serta mewakili [**], untuk selanjutnya disebut “[**]”; dan

(2) Pengging Law Firm, suatu perserikatan perdata di bidang jasa hukum beralamat di Jl. HR.
Rasuna Said, Komplek Yayasan RPI RT 008 RW 004 Nomor 5B, Kuningan Timur, Setia Budi,
Jakarta Selatan 12940, dalam hal ini diwakili oleh ……………, dalam kedudukannya sebagai
Managing Partner dari dan karenanya bertindak untuk dan atas nama serta mewakili Pengging
Law Firm, untuk selanjutnya disebut “Pengging Law Firm”.

[**] dan Pengging Law Firm bersama-sama selanjutnya disebut “Para Pihak” dan masing masing
disebut “Pihak”,

MENYATAKAN BAHWA:

1) [**] merupakan suatu perseroan induk (holding company) dengan penyertaan saham pada
beberapa anak perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang usaha;

2) Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan usaha [**], [**] membutuhkan jasa dan atau
konsultasi dalam bidang hukum dari Pengging Law Firm;

3) Pengging Law Firm memiliki kemampuan, sumber daya manusia dan fasilitas yang memadai
untuk memberikan jasa dan atau konsultasi dalam bidang hukum dalam menunjang pelaksanaan
kegiatan usaha [**] beserta seluruh unit usaha di bawah [**] sebagaimana terlampir dalam
Lampiran-I;

4) Pengging Law Firm telah menyatakan kesediaannya dan berjanji untuk melaksanakan tugas-
tugas yang diberikan oleh [**] dengan sebaik-baiknya sesuai dengan standar dan etika profesi
yang berlaku bagi Pengging Law Firm;

berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Para Pihak dengan ini setuju untuk mengadakan Perjanjian ini
berdasarkan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut :

Pasal 1
Ruang Lingkup

(1) [**] dengan ini menunjuk Pengging Law Firm untuk melakukan tugas sebagai Konsultan
Hukum, dengan ruang lingkup Penugasan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran-II Perjanjian
ini sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian ini (selanjutnya disebut “Penugasan”),
dan Pengging Law Firm dengan ini menyatakan kesediaannya menerima Penugasan dari [**]
tersebut, sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian ini.
--2 --

(2) Pengging Law Firm akan melaksanakan Penugasan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran-II
Perjanjian ini dengan cakap sesuai dengan standar dan etika profesi yang berlaku bagi Pengging
Law Firm.

Pasal 2
Jangka Waktu

(1) Pelaksanaan Penugasan oleh Pengging Law Firm dimulai sejak tanggal ditandatanganinya
Perjanjian ini dan akan tetap berlaku selama jangka waktu 1 (satu) tahun.

(2) Perjanjian ini dapat diperpanjang dengan kesepakatan tertulis dari Para Pihak.

(3) Dalam hal pengakhiran Perjanjian, [**] dan Pengging Law Firm secara tegas setuju untuk
mengesampingkan berlakunya ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam alinea kedua
dan ketiga Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia sepanjang
ketentuan-ketentuan tersebut menghendaki adanya putusan pengadilan dalam hal pengakhiran
perjanjian.

Pasal 3
Imbalan Jasa dan Cara Pembayaran

(1) Sehubungan dengan pelaksanaan Penugasan, [**] akan membayar Pengging Law Firm sebesar
Rp[**].,- ([**]rupiah) per bulan dengan maksimum jam kerja [**] ([**]) jam [**] ([**]) menit per
bulan (“Imbalan Jasa”).

(2) Dalam hal jumlah jam kerja setiap bulannya melebihi jam kerja per bulan sebagaimana dimaksud
ayat (1), maka tarif yang berlaku untuk jam kerja berikutnya adalah sesuai dengan ketentuan dalam
Lampiran-III Perjanjian ini, sebagaimana terlampir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Perjanjian ini.

(3) Pembayaran Imbalan Jasa sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan setiap 1 (satu)
bulan, yang dilakukan dalam waktu selambat-lambatnya 24 (dua puluh empat) hari kerja setelah
[**] menerima faktur tagihan dari Pengging Law Firm.

(4) [Pengging Law Firm] akan menyampaikan faktur tagihan Imbalan Jasa selekas mungkin
dengan merinci jumlah jam kerja yang sebenarnya dipergunakan Pengging Law Firm untuk
melaksanakan tugas dan menyebutkan secara rinci jasa yang telah diberikan oleh Pengging Law
Firm.

(5) Imbalan Jasa sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) belum termasuk:
1) Penggantian biaya untuk telefax, telepon, pembuatan fotokopi yang dipakai dalam hubungan
pekerjaan yang dilakukan oleh Pengging Law Firm;
2) Biaya perjalanan dan penginapan dari Partner atau Associate Pengging Law Firm yang
berkaitan dengan Penugasan ini;
3) Biaya terjemahan dokumen dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya, jika
diperlukan;
4) Biaya Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah, jika diperlukan;
5) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

(6) Apabila terjadi perselisihan mengenai butir atau butir-butir apapun dalam faktur tagihan Pengging
Law Firm , [**] dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah menerima faktur tagihan Pengging Law
Firm akan memberitahukan butir atau butir-butir yang diperselisihkan tersebut kepada Pengging
--3 --

Law Firm, mengemukakan alasan-alasannya, dan pembayaran atas butir yang dipersengketakan
akan ditangguhkan tanpa bunga hingga penyelesaian tercapai. Pembayaran untuk bagian yang
tidak diperselisihkan harus dilakukan dalam jangka waktu yang ditentukan di atas.

Pasal 4
Penugasan Tambahan

(1) Selain Penugasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, apabila diperlukan oleh [**], maka
Pengging Law Firm akan menyediakan jasa Media Monitoring (selanjutnya disebut “Penugasan
Tambahan”).

(2) Untuk pelaksanaan Penugasan Tambahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), [**] wajib
terlebih dahulu memberikan persetujuan secara tertulis kepada Pengging Law Firm.

(3) Ruang lingkup Penugasan Tambahan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah penyampaian
informasi-informasi secara berkala yang dimuat dalam media massa, baik yang bersifat nasional
maupun internasional yang berkaitan dengan kegiatan usaha [**], dan bilamana diperlukan
memberikan analisa hukum sehubungan dengan informasi-informasi tersebut baik atas prakarsa
Pengging Law Firm maupun atas permintaan [**] .

(4) Atas pelaksanaan Penugasan Tambahan, [**] akan membayar Pengging Law Firm setiap
bulannya sebesar Rp [**].,- ([**] rupiah) dengan cakupan Media Monitoring sekurang-kurangnya
terdiri dari 15 (lima belas) media cetak dan media elektronik.

Pasal 5
Penundaan atau Penghentian Penugasan

Pengging Law Firm berhak menunda atau menghentikan Penugasan yang berkaitan dengan
Perjanjian ini apabila [**] tidak atau belum membayar Imbalan Jasa atau kompensasi secara penuh
atas setiap Penugasan yang diberikan kepada Pengging Law Firm oleh [**] (dengan alasan lain
daripada pelanggaran pelaksanaan Penugasan tersebut dalam Perjanjian) dalam waktu 30 (tiga puluh)
hari sejak tanggal dikirimkannya tagihan oleh Pengging Law Firm kepada [**] . Penundaan atau
penghentian tersebut dapat dilakukan oleh Pengging Law Firm dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
sejak tanggal diajukannya surat pemberitahuan belum membayar yang didalamnya terdapat maksud
Pengging Law Firm untuk menunda atau menghentikan Penugasan.

Pasal 6
Benturan Kepentingan

Selama berlakunya Perjanjian ini, Pengging Law Firm mengusahakan untuk memberitahukan
terlebih dahulu secara tertulis kepada [**] dalam hal akan menerima klien yang berpeluang untuk
menyebabkan timbulnya benturan kepentingan dengan kepentingan [**] sehubungan dengan kasus
atau perkara yang sedang ditangani oleh Pengging Law Firm.

Pasal 7
Batasan Tanggung Jawab

(1) Pengging Law Firm dengan ini menjamin bahwa Penugasan akan dilakukan sesuai dengan
standar dan etika profesi yang berlaku bagi [Pengging Law Firm] .

(2) Sehubungan dengan pelaksanaan Penugasan, [Pengging Law Firm] tidak bertanggung jawab
atas setiap kerugian yang timbul dari, secara insidentil atau berkaitan dengan keputusan-
--4 --

keputusan, prosedur-prosedur yang dibuat atau dikeluarkan oleh [**] atau pihak lainnya yang
dibuat atau dikeluarkan berdasarkan penafsiran, keterangan atau rekomendasi atau keterangan
lainnya yang diberikan oleh [Pengging Law Firm] sehubungan dengan pelaksanaan Penugasan.

Pasal 8
Kerahasiaan dan Kewajiban

(1) Dalam pelaksanaan tugas-tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian ini, [Pengging Law
Firm] dan atau karyawan maupun pihak lain yang ditunjuk oleh [Pengging Law Firm] wajib
untuk menjaga kerahasiaan semua data termasuk tetapi tidak terbatas pada informasi, keterangan
dan dokumen-dokumen penting lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan Penugasan
(“Informasi Rahasia”) yang diperoleh dari [**] dalam rangka Penugasan menurut peraturan
perundangan yang berlaku, kecuali apabila Informasi Rahasia yang diperoleh tersebut merupakan
informasi yang telah menjadi milik umum (public domain) dan/atau apabila pengungkapan atau
penyingkapan Informasi Rahasia tersebut harus dilakukan berdasarkan perintah yang sah dari
pejabat atau badan peradilan untuk keperluan pembuktian dalam suatu perkara hukum sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

(2) [Pengging Law Firm] dan atau karyawan maupun pihak lain yang ditunjuk oleh [Pengging Law
Firm] tidak akan melakukan penggandaan dan atau menyebarluaskan Informasi Rahasia kepada
pihak manapun juga dan dengan cara apapun juga, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih
dahulu dari [**] .

Pasal 9
Force Majeure

(1) Kecuali kewajiban membayar apa yang wajib dibayar berdasarkan Perjanjian ini, masing-masing
Pihak dalam Perjanjian ini tidak dianggap lalai melakukan kewajibannya berdasarkan Perjanjian
ini sejauh pelaksanaan kewajiban-kewajiban tersebut, atau salah satu diantaranya, tertunda atau
terhambat oleh kejadian Force Majeure.

(2) Force Majeure sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah termasuk, tapi tidak terbatas pada,
kerusuhan, penahanan penguasa atau orang, revolusi, huru hara, pemogokan, gerakan buruh,
epidemi, kecelakaan, kebakaran, petir, banjir, angin, badai, gempa, ledakan, ledakan sumur
minyak/gas, ledakan meteor/granat, blokade atau embargo, kesulitan fasilitas transpor, atau
undang-undang, pernyataan, peraturan atau ordonansi, tuntutan, atau persyaratan suatu pemerintah
atau instansi pemerintah yang mempunyai atau mengaku mempunyai wewenang atas atau
sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan berdasarkan Perjanjian ini, atau atas para pihak dari
Perjanjian ini, atau bencana alam, atau tindakan lain apapun yang diambil oleh pemerintah,
tindakan atau kegagalan pemasok atau sebab lain apapun, baik yang sama maupun berbeda
jenisnya, yang telah ada atau akan ada di kemudian hari, yang berada diluar kendali dan bukan
karena kesalahan atau kelalaian salah satu pihak yang diatur oleh ayat ini. Masing-masing Pihak
harus melakukan semua yang mungkin untuk mengatasi Force Majeure secepat mungkin.

Pasal 10
Penyelesaian Perselisihan

(1) Perjanjian ini tunduk pada hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

(2) Para Pihak sepakat untuk menyelesaikan segala perselisihan yang timbul sehubungan dengan
pelaksanaan Perjanjian ini dengan cara musyawarah untuk mufakat.
--5 --

(3) Dalam hal perselisihan tersebut tidak dapat diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat,
maka Para Pihak setuju untuk memilih tempat kedudukan yang tetap di kantor Panitera
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pasal 11
Pengalihan Perjanjian

[Pengging Law Firm] tidak dapat mengalihkan sebagian dan atau seluruhnya pelaksanaan Perjanjian
ini kepada pihak mana pun tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari [**] .

Pasal 12
Lain-lain

(1) Hal-hal lain yang belum cukup diatur dalam Perjanjian ini akan diatur kemudian oleh Para Pihak
berdasarkan persetujuan tertulis Para Pihak.

(2) Perjanjian ini tidak dapat diubah, ditambah, dialihkan dan atau diakhiri tanpa mendapat
persetujuan secara tertulis dari Para Pihak.

(3) Dalam hal terjadi pertentangan antara syarat dan ketentuan dalam batang tubuh Perjanjian ini
dengan yang terkandung dalam Lampiran-Lampiran terlampir, maka syarat dan ketentuan yang
termuat dalam batang tubuh Perjanjian ini yang berlaku.

(4) Setiap komunikasi diantara Para Pihak yang berkaitan dengan Perjanjian ini dilakukan dengan
tertulis melalui faksimili atau melalui jasa kurir yang dialamatkan kepada:

[**]
[**]
Telp. : [**]
Facs. : [**]
u.p : [**]

[Pengging Law Firm]


[**]
Telp. : [**]
Facs. : [**]
U.p. : [**]

(5) Perjanjian ini mengesampingkan seluruh negosiasi, kesepakatan yang dibuat baik secara tertulis
maupun lisan yang pernah dibuat sebelumnya. Tidak ada pengertian-pengertian, kesepakatan-
kesepakatan dan perjanjian-perjanjian lain dalam bentuk apapun kecuali yang di atur secara jelas
dalam Perjanjian ini maupun Perjanjian Kerahasiaan.

Demikianlah Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh Para Pihak pada tanggal sebagaimana
disebutkan pada awal perjanjian ini oleh wakil-wakil yang sah dari Para Pihak, dalam rangkap 2
(dua), bermaterai cukup dan keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sama.
--6 --
[**] [Pengging Law Firm]

[**] [**]
Direktur Utama Managing Partner
--7 --

Lampiran-I

Unit usaha dibawah perusahaan Bakrie Group, sebagai berikut:

1. PT. Bakrie Capital Indonesia;


2. PT. Bakrieland Development, Tbk;
3. PT. Bumi Resources, Tbk;
4. Gallo Oil (Jersey) Ltd.;
5. PT. Kaltim Prima Coal;
6. Sanggatta Holding Limited;
7. Kalimantan Coal Limited;
8. PT. Arutmin Indonesia;
9. Enercorp Ltd.;
10. IPOOO Bumi;
11. PT. Bakrie Nirwana Resort;
12. PT. Bakrie Swasakti Utama;
13. PT. Elangparama Sakti;
14. PT. Elangperkasa Pratama;
15. PT. Citrasaudara Abadi;
16. PT. Villa Del Sol;
17. PT. Puri Diamond Pratama;
18. PT. Krakatau Lampung Tourism Development;
19. PT. Graha Andrasentra Propertindo;
20. PT. Graha Intan Bali;
21. PT. Sanggraha Pelita Sentosa;
22. Bakrie Family (Keluarga Bakrie).
--8 --

Lampiran-II

Ruang lingkup Penugasan yang diberikan meliputi hal-hal sebagai berikut:

a. Memberikan nasihat, saran, serta usul kepada [**] yang berkaitan dengan permasalahan
hukum yang dihadapi oleh [**] , baik dari segi hukum Perdata maupun hukum Korporasi, dan
hal-hal lain yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan usaha [**] .

b. Membuat dan memberikan pendapat hukum, tentang perkara atau kasus yang ditangani oleh
[**] atas permintaan [**] , serta memberikan tanggapan-tanggapan baik secara lisan ataupun
tulisan di media cetak atau media elektronik terhadap pendapat–pendapat pihak lain
berdasarkan permintaan [**] , maupun berdasarkan prakarsa [Pengging Law Firm] dengan
persetujuan [**] .

c. Melakukan koordinasi atas langkah-langkah dan tindakan advokasi dengan Kantor Konsultan
Hukum lain dan atau konsultan lain yang ditunjuk oleh [**] serta pihak-pihak lain yang
diperlukan dalam rangka memperlancar kegiatan usaha [**] .

d. Menyampaikan informasi-informasi yang berkaitan dengan pemberlakuan ketentuan


perundang-undangan terkini sesuai dengan kegiatan usaha [**] , baik berdasarkan permintaan
[**] atau prakarsa [Pengging Law Firm] , sehingga dengan demikian [**] dapat menyusun
strategi yang diperlukan guna menghadapi setiap perubahan yang terjadi, baik secara
langsung maupun tidak langsung, yang akan berdampak kepada kegiatan usaha [**] .
--9 --

Lampiran-III

Dalam hal jumlah jam kerja setiap bulannya melebihi jam kerja per bulan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3 ayat (1) Perjanjian ini, maka Imbalan Jasa yang berlaku untuk jam kerja berikutnya dihitung per
1 jam kerja (man hour) adalah sebagai berikut:

Senior Partner : Rp 2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah)


Partner : Rp 2.000.000,00 (dua juta rupiah)
Senior Associates : Rp 1.700.000,00 (satu juta tujuh ratus ribu rupiah)
Associates : Rp 1.400.000,00 (satu juta empat ratus ribu rupiah)
Junior Associates : Rp 900.000,00 (sembilan ratus ribu rupiah)
Para Legal : Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)