Anda di halaman 1dari 8

Tugas 13

TEKNOLOGI INFORMASI DAN MEDIA BK

PLAGIARISME DAN SOFTWARE TERKAIT

DosenPembimbing:
Verlanda Yuca, M.Pd., Kons.

DISUSUN OLEH:

Dina Yudi Harnita


18006092

BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2020
Pengertian Plagiarisme Jenis-jenis Plagiarisme

plagiarisme adalah istilah plagiarisme ini mendapatkan Tindakan mengutip tulisan tertentu tanpa menyebutkan
sumberreferensi serta tidak menggunakan tanda kutip.
pemaknaan yang memiliki konotasi tindakan negatif, dan
Tindakan memindahkan dan mengkombinasikan berbagaipotongan
dipandang sebagai bentuk kecurangan terutama ketika istilah ini
tulisan-tulisan lain sehingga membentuk pola baru. sekalilagi ini
digunakan pada lingkungan akademik. . Istilah plagiarisme dilakukan tanpa menyebutkan sumber referensi.
secara umum didefinisikan sebagai suatu praktek mengambil Tindakan menceritakan kembali (paraphrasing) hal-hal
tulisan atau ide, gagasan orang lain, dan ke dalam suatu karya yangdiperoleh dalam tulisan tertentu, namun tidak menyebutkan
sumberreferensi.
tanpa menyebutkan sumbernya.

PLAGIARISME DAN
SOFTWARE
TERKAIT

Software Pendeteksi Plagiarisme dan Pemanfaatannya

Turnitin merupakan salah satu software anti plagiarisme. Penerapan


sistem deteksi plagiarisme ini merupakan bagian dari upaya tindakan
preventif yang harus dilakukan perguruan tinggi dalam pencegahan dan
penanggulangan tindak plagiat dalam kalangan mahasiswa maupun civitas
akademik perguruan tinggi.
PLAGIARISME DAN SOFTWARE TERKAIT

A. Pengertian Plagiarisme

Kata plagiarisme berasal dari kata Latin plagiarius yang berarti


merampok, membajak. Plagiarisme merupakan tindakan pencurian
ataukebohongan intelektual. Ada beberapa teorimengenai plagiarisme,
anatara lain:Professional Plagiarism Prevention (dalam Lulu Andarini
Aziz, Ana Irhandayaningsih, dan Amin Taufiq Kurniawan, 2015)
mendefinisikan plagiat sebagai mengambil danmenggunakan sebagai milik
kita (gagasan, tulisan,hasil penemuan orang lain); mengcopy (hasil
kerjaatau ide) tanpa pengakuan; mengambil menjadimilik kita baik
gagasan maupun pekerjaan orang lain. Definisi plagiat lainnya
didefinisikansebagai memperkenalkan hasil kerja orang lainsebagai milik
sendiri dimana sumbernya berasaldari buku, jurnal, atau sumber tercetak
lainnyamaupun sumber elektronik yaitu sumber internet (dalam Lulu
Andarini Aziz, Ana Irhandayaningsih, dan Amin Taufiq Kurniawan,
2015).

Menurut Ridhatillah (dalam Lulu Andarini Aziz, Ana


Irhandayaningsih, dan Amin Taufiq Kurniawan, 2015), plagiarisme adalah
tindakan penyalahgunaan,pencurian atau perampasan, penerbitan,
pernyataan,atau menyatakan sebagai milik sendiri sebuahpikiran, ide,
tulisan, atau ciptaan yang sebenarnyamilik orang lain. Dalam Kamus
Peorwadarminta (dalam Ulpah Andayani, 2017) dijelaskan bahwa kata
plagiat memiliki arti sebagai pengambilan karangan atau pendapat orang
lain dan disiarkan sebagai karangan atau pendapat sendiri. Selanjutnya
dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karya Badudu dan Zein (dalam
Ulpah Andayani, 2017) dijelaskan bahwa plagiat adalah mengambil
sebagian atau seluruh hasil karya orang lain, dan mengakuinya sebagai
hasil pekerjaan sendiri. Karangan atau pendapat dalam pengertian tidak
hanya merupakan teori atau hasil temuan, akan tetapi juga kata-kata yang
digunakan oleh pengarang.

Jadi dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa plagiarisme


adalah istilah plagiarisme ini mendapatkan pemaknaan yang memiliki
konotasi tindakan negatif, dan dipandang sebagai bentuk kecurangan
terutama ketika istilah ini digunakan pada lingkungan akademik. Istilah
plagiarisme secara umum didefinisikan sebagai suatu praktek mengambil
tulisan atau ide, gagasan orang lain, dan ke dalam suatu karya tanpa
menyebutkan sumbernya.

B. Jenis-jenis Plagiarisme

Sears (dalam Michael Iskandar, 2009) mengklasifikasikan


plagiarisme menjadi tiga kerompok besar yaitu:

1. Tindakan mengutip tulisan tertentu tanpa menyebutkan


sumberreferensi serta tidak menggunakan tanda kutip.

2. Tindakan memindahkan dan mengkombinasikan berbagaipotongan


tulisan-tulisan lain sehingga membentuk pola baru. sekalilagi ini
dilakukan tanpa menyebutkan sumber referensi.

3. Tindakan menceritakan kembali (paraphrasing) hal-hal yangdiperoleh


dalam tulisan tertentu, namun tidak menyebutkan sumberreferensi.

Atas tiga kelompok besar itu dapat ditambahkan beberapa jenis


plagiarisme yang lain yaitu:

1. Tindakan di mana makalah ilmiah yang seharusnya dikerjakan sendiri


oleh mahasiswa, dibuat secara bersama-sama sehingga gagasan,
pemikiran, maupun penulisan sudah tidak murni lagi milik mahasiswa
yang bersangkutan, sedangkan mahasiswa itu jugatidak menyebutkan
dalam makalahnya, gagasan dan pemikiranyang sebenarnya adalah
sumbangsih mahasiswa lain.
2. Tindakan di mana makalah ilmiah tidak dibuat oleh mahasiswa yang
bersangkutan, melainkan dibuatkan oleh orang lain yangkemudian
mengutip honor atas Jerih payahnya.

3. Evans, seperti dikutip oleh carroll dan Appleton, menyebutkan juga


beberapa jenis plagiarisme lain, yaitu auto ptagiarism, setf plagiarism,
serta cryptomnesia. Auto plagiarism terjadi ketikaseorang mahasiswa
tidak menyebuikan referensi berupa tulisan lain yang pernah
dibuatnya. self plagiarism adalah tindakan di mana mahasiswa
menyerahkan makalah yang sama untuk memenuhi beberapa
penugasan. Hexam mengusulkan agar istilah self pragiarism itu diganti
menjadi recycling fraud agar lebih jelas aspek penipuannya. Terakhir
cryptomnesra adalah tindakan tak disengaja, di mana seseorang
sejujurnya mengira telah menghadirkan pemikiran original,
padahalpemikiran itu pernah dibaca atau didengarnya dari sumber lain.

Sejalan dengan itu, menurut Marshall & Rowland (dalam Tarkus


Suganda, 2006) menyatakan bahwa berdasarkan niatnya, ada dua jenis
plagiarisme, yaitu plagiarisme yang dilakukan dengan sengaja
(deliberate) dan plagiarisme yang dilakukan secara tanpa disengaja
(accidental). Deliberate plagiarism adalah kegiatan yang sengaja
dilakukan oleh seseorang untuk membajak karya ilmiah orang lain,
contohnya adalah membajak isi buku orang lain, menerjemahkan karya
orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu (apalagi jika
mengklaimnya sebagai karyanya sendiri), dll. Sedangkan accidental
plagiarism terjadi lebih disebabkan karena ketidaktahuan si penulis
tentang kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah dan tentang tata cara
atau etika menulis artikel ilmiah atau mungkin karena si penulis artikel
tidak memiliki akses ke kepustakaan yang diperlukannya tersebut.

Jadi dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sedikitnya ada


dua jenis plagiarisme, yaitu agiarisme yang dilakukan dengan sengaja
(deliberate) dan plagiarisme yang dilakukan secara tanpa disengaja
(accidental). Deliberate plagiarism adalah kegiatan yang sengaja
dilakukan oleh seseorang untuk membajak karya ilmiah orang lain.

C. Software Pendeteksi Plagiarisme dan Pemanfaatannya

Banyaknya kasus plagiarisme di perguruan tinggi, masing-masing


perguruan tinggi menerapkan teknologi untuk menekan angka plagiarisme
di kalangan mahasiswanya dengan menggunakan software turnitin.
Turnitin merupakan sistem deteksi plagiarisme yang dikreasi dari gagasan
empat orang mahasiswa UC Berkeley. Software tersebut merupakan alat
bantu dalam mendeteksi persentase similaritas karya ilmiah seseorang
apakah termasuk dalam tindak plagiarisme atau tidak. Turnitin merupakan
salah satu software anti plagiarisme. Penerapan sistem deteksi plagiarisme
ini merupakan bagian dari upaya tindakan preventif yang harus dilakukan
perguruan tinggi dalam pencegahan dan penanggulangan tindak plagiat
dalam kalangan mahasiswa maupun civitas akademik perguruan tinggi.

Software turnitin banyak digunakan oleh berbagai Perguruan


Tinggi. Software ini merupakan online web yang diakses secara premium
oleh suatu perguruan tinggi dengan tarif akses yang sudah disepakati.
Turnitin dikenal sebagai salah satu alat yang berguna sebagai pendeteksi
tindak plagiasi karya ilmiah mahasiswa. Turnitin diterapkan sebagai sarana
pengecekan karya ilmiah yang akan masuk dalam koleksi perpustakaan
universitas seperti skripsi, tesis, dan disertasi. Perguruan tinggi di
Indonesia telah menginisiasi turnitin sebagai sistem pendeteksi
plagiarisme. Adapun manfaat dari software turnitin ini adalah untuk
mengurangi plagiarisme Karya ilmiah yang akan dibuat baik itu oleh
mahasiswa, dosen, maupun civitas akademika lainnya (Yonathan Cahyo
Manunggal, Lydia Christiani, 2016).
Jadi dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa software yang
digunakan adalah turnitin dan dimanfaatkan untuk mengetahui apakah
karya ilmiah yang dibuat itu plagiat atau tidak.
KEPUSTAKAAN

Lulu Andarini Aziz, Ana Irhandayaningsih, dan Amin Taufiq Kurniawan. 2015.
Upaya Perpustakaan Dalam Mengurangi Plagiarisme Pada Karya Ilmiah
Mahasiswa (Studi Kasus di UPT Perpustakaan UNIKA Soegijapranata).
Jurnal Ilmu Perpustakaan. 4(3), 1-13.

Michael Iskandar. 2009. Penentuan Ciri-Ciri Plagiarisme Dalam Makalah Ilmiah


Yang Mereferensi Sumber Dalam Bahasa Asing Yang Diterjemahkan.
Jurnal Bina Ekonomi Majalah llmiah Fakultas Ekonomi Unpar. 13(1),
46-57.

Tarkus Suganda. 2006. Perihal Plagiarisme dalam Artikel Ilmiah. Jurnal


Agrikultural. 17(3), 161-164.

Ulpah Andayani. 2017. Penggunaan Software Turn It In untuk Mendeteksi


Tindakan Plagiarisme. Jurnal Al-Maktabah. 16(1), 33-40.

Yonathan Cahyo Manunggal, Lydia Christiani. 2016. Pemanfaatan Sistem Deteksi


Plagiarisme Menggunakan Turnitin Pada Jurnal Mahasiswa Universitas
Dian Nuswantoro. Jurnal pendidikan. 2(1), 1-9.