Anda di halaman 1dari 3

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang terhormat bapak ibu Dewan Juri.

Yang saya hormati bapak-ibu hadirin yang hadir dan yang saya hormati peserta lomba pidato
sempena bulan bahasa.

Pertama-tama, marilah kita bersyukur kehadirat Allah SWT yang memberikan nikmat kesehatan
sehingga kita dapat berkumpul dan berpartisipasi dalam kegiatan lomba pidato sempena bulan
bahasa. Kemudian, shalawat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita,
Nabi Muhammad SAW yang senantiasa kita harapkan syafaatnya di hari kelak.

Perkenankanlah saya berdiri di sini untuk menyampaikan pidato bahasa Indonesia dengan tema
“Kendala Pembelajaran Daring di Masa Covid-19”.

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia telah banyak membawa perubahan


signifikan dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam bidang ekonomi, politik, sosial, kesehatan,
dan juga tidak terlepas dalam bidang pendidikan. Sejak bulan Maret tahun 2020 sebagaimana
yang kita tahu aktifitas pembelajaran daring menjadi satu-satunya alternatif yang diberikan oleh
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan dikeluarkannyanya Surat Edaran Mendikbud
No.4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran
Covid-19. Pembelajaran daring ini diterapkan ke semua jenjang pendidikan mulai dari TK, SD,
SMP, dan juga SMA. Hal ini tentunya menimbulkan banyak hambatan karena notabenenya
pembelajaran daring sangat berbeda jauh dengan aktifitas belajar dan mengajar dengan tatap
muka secara langsung.

Dewan juri yang terhormat.

Hambatan atau kendala yang ditemukan dalam pembelajaran daring di masa Covid-19
tentunya sangat beragam. Hambatan tersebut di antaranya adalah: Pertama, belum meratanya
internet dan teknologi di Indonesia. Dengan sistem daring tentunya membutuhkan jaringan yang
bagus dan juga harus punya teknologi seperti smartphone. Sedangkan kita tahu tidak semua
daerah mempunyai akses jaringan yang bagus untuk mengakses internet dan masyarakat di
pedesaan masih banyak yang tidak memiliki HP canggih atau gadget. Kedua, masih banyaknya
guru yang mempunyai keterbatasan dalam mengoperasikan alat teknologi dalam mengajar,
terlebih lagi kalau gurunya sudah terbilang tua tentunya akan sangat susah dalam memberikan
pembelajaran secara daring. Permasalahan seperti ini tentunya menjadi hambatan dalam sistem
pembelajaran.

Ketiga, tidak tercapainya Kompetensi Dasar (KD) yang harus dicapai dalam kurikulum
pendidikan. Dengan pembelajaran Daring para guru tidak bisa mengetahui seberapa besar
kompetensi yang dicapai oleh siswa. Tentunya ketika pembelajaran dengan tatap muka secara
langsung seorang guru bisa menilai pemahaman siswa dari materi yang diberikan. Hal ini
berbanding terbalik dengan pembelajaran Daring, banyak orang tua yang mengisi lembar
jawaban tugas siswa sehingga sebenarnya lebih banyak pencapaian kompetensi orang tua
dibandingkan siswa dalam sistem pembelajaran daring tersebut

Dewan juri yang terhormat

Tidak hanya itu, pembelajaran sistem daring juga sangat berpengaruh pada psikis siswa.
Dengan sistem pembelajaran daring, tugas yang diberikan oleh pendidik juga seakan bertubi-tubi
mengejar deadline. Dengan banyaknya tugas, anak tentunya akan merasa tertekan dan tidak bisa
merasakan kebebasan dalam belajar. Hal ini akan berimplikasi pada rasa bosan untuk
mengenyam pendidikan, belum lagi pembelajaran Daring yang terkesan lebih menoton atau
membosankan. Tidak hanya itu, daya tangkap siswa juga semakin rendah dalam menerima
pembelajaran.

Meskipun pembelajaran dengan sistem daring terdapat banyak kendala, akan tetapi
sebenarnya cukup membantu di tengah kondisi covid-19 sekarang. Selain menjadi alternatif agar
tetap berjalannya pembelajaran di era pandemi, sistem daring juga merupakan salah satu langkah
memutus rantai penyebaran covid-19. Solusi yang bisa dilakukan dalam sistem pembelajaran ini
adalah: Pertama, pihak pemerintah dan Kemendikbud lebih memperhatikan pemerataan
pemberian kuota kepada peserta didik sampai ke pedesaan. Kedua, pendidik harus bersinergi
dalam menciptakan inovasi baru dalam sistem pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan dan
malas belajar. Ketiga, pengawasan orang tua berbentuk pendampingan lebih ditingkatkan.

Dewan juri yang terhormat.


Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Mari sama-sama kita bersinergi untuk
memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 dan meningkatkan sistem pembelajaran di masa
covid-19. Semoga apa yang saya sampaikan memberikan manfaat untuk kita semua. Mohon
maaf apabila terdapat kesalahan dalam menyampaikan pidato dan kata yang berkenan. Salam
sehat. Saya akhiri, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.