Anda di halaman 1dari 18

LITERATURE REVIEW

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KELENGKAPAN


IMUNISASI DASAR PADA BALITA

IDA FITRIA
BO216323

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SULAWESI BARAT
MAJENE
2020
ABSTRACT

Latar belakang : Imunisasi dasar merupakan salah satu cara pencegahan penyakit
menular khususnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) yang
diberikan tidak hanya kepada anak sejak bayi hingga remaja juga pada dewasa.

Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap


kelengkapan imunisasi dasar.

Methode : Mencari artikel yang relevan pada data base pubmed dan googlee Scholar
dengan rentang waktu 1 januari 2014 sampai dengan 31 desember 2019 (5 tahun ).
Strategi pencarian pada tinjauan sistematis ini dimulai dengan mengidentivikasi
beberapa kata kunci istila dan persamaan kata dalam beberapa data base untuk
menemukan artikel yang relevan. Adapun kata kunci yang digunakan adalah : The
relationship between mother’s knowledge AND the completeness of basic
immunization in infants.

Hasil : Kelengkapan imunisasi dasar pada anak dalam penelitian ini adalah
kelengkapan imunisasi dasar pada anak, sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan
ibu, semakin baik pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar maka semakin besar pula
keinginan ibu untuk melengkapi imunisasi dasar pada anaknya.

Kesimpulan : Pengetahuan dan sikap orang tua terutama ibu sangat penting untuk
memahami tentang manfaat imunisasi bagi anak, semakin baik pengetahuan ibu
tentang imunisasi dasar maka semakin besar pula keinginan ibu untuk melengkapi
imunisasi dasar pada anaknya.
PENDAHULUAN

Imunisasi dasar merupakan salah satu cara pencegahan penyakit


menular khususnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)
yang diberikan tidak hanya kepada anak sejak bayi hingga remaja juga pada
dewasa. Cara kerja imunisasi yaitu dengan memberikan antigen bakteri atau
virus yang tertentu sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan
merangsang system imun dan kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi.
Antibodi tubuh yang terbentuk setelah imunisasi berguna untuk menimbulkan
kekebalan tubuh seseorang secara aktif sehingga dapat mencegah dan
mengurangi penularan akibat PD3I tersebut. Imunisasi diberikan dalam
bentuk vaksin merupakan suatu produk biologi yang terbuat dari kuman atau
racun kuman yang telah dilemahkan atau dimatikan dan berguna untuk
merangsang kekebalan tubuh bayi (Kemenkes RI, 2016).
Kelengkapan imunisasi dasar wajib merupakan imunisasi wajib
diberikan pada bayi sebelum berusia satu tahun, yang terdiri dari Bacillus
Calmette Guerin (BCG), Diphtheria Pertusis Tetanus (DPT), hepatitis B pada
bayi baru lahir, polio dan campak dalam program imunisasi, pemberian
imunisasi dasr lengkap tercapai jika bayi telah mendapat imunisasi BCG 1
dosis, Hepatitis B 4 dosis, DPT sebanyak 3 dosis, polio sebanyak 4 dosis, dan
campak 1 dosis sebelum berusia satu tahun Sitanggang (2019).
Kesehatan anak di dunia, khususnya di negara yang sedang
berkembang masih dalam tergolong rendah. 11 juta anak di bawah 5 tahun
meninggal setiap tahun. dari 4 juta anak ini masih berusia di bawah 1 bulan.
Sedangkan jutaan lainnya hidup dengan gangguan kesehatan seperti menderita
penyakit diare, polio, cacat bawaaan, dan perkembangan seperti lambat
berjalan dan berbicara. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan
Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian bayi (AKB) di Indonesia yaitu
32 bayi per 1000 kelahiran, sedangkan angka kematian balita (AKABA), yaitu
40 dari 1000 balita meninggal setiap tahun menurut Supari, diperkirakan 1,7
juta kematian anak di Indonesia atau 5% balita di Indonesia adalah akibat
penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Cakupan vaksinasi global pada tahun 2017, sekitar 85% bayi di
seluruh dunia (116.2 juta bayi) menerima 3 dosis vaksin difteri-tetanus-
pertusis (DTP3) melindungi mereka dari penyakit menular yang dapat
menyebabkan penyakit serius dan cacat atau berakibat fatal. 123 Negara telah
mencapai paling sedikit 90% cakupan vaksin DTP3, namun diperkirakan 19,9
juta bayi di seluruh dunia tidak terjangkau oleh layanan imunisasi rutin seperti
3 dosis vaksin DTP. Sekitar 60% dari anak-anak ini tinggal 10 Negara:
Afgahanistan, Angola, Republik Demokratik Kongo, Ethipia, India,
Indonesia, Irak, Nigeria, Pakistan, dan Afrika Selatan (WHO, 2018).
Data di Indonesia diperkirakan sebanyak 1,9 juta anak di bawah 1
tahun tidak terimunisasi lengkap pada tahun 2015 dan sebanyak 242.135 anak
tidak diimunisasi pada tahun 2016, baru 55,72% anak berumur 1-4 tahun
yang diberi imnisasi lengkap. Banyak faktor yang mempengaruhi antara lain
orang tua kurang memahami pentingnya imunisasi, mitos yang salah tentang
imunisasi, budaya hingga terlambatnya jadwal imunisasi. Cakupan pemberian
imunisasi dasar lengkap pada bayi secara nasional terus mengalami
peningkatan, pada tahun 2015 cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi
mencapai 86,9% pada tahun 2016 yaitu 91,1% dan pada tahun 2017 mencapai
92,04. Secara nasional cakupan sudah mencapai target, namun kesenjangan
cakupan di beberapa daerah masih ada. Masih terdapat anak-anak yang belum
sama sekali belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap imunisasinya.
Sejak 2014-2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan
imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya (Kemenkes RI, 2018).
Pencapaian imunisasi dasar lengkap hanya mencapai 86,8% Universal Child
Immunizatio (UCI) menyatakan bahwa target pencapian imunisasi di daerah
pedesaan perlu ditingkatkan agar mencapai target sebesar 93% di tahun 2019
(Depkes, 2019).
Cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi di Sulawesi Barat pada
tahun 2017 yaitu Kabupaten Mamuju Tengah (106,7), Polewali Mandar
(89,9%), Mamuju (84,5%), Mamasa (84,3%), Pasangkayu (81,2%), dan
Majene (76,1%), dan belum mencapai target pemerintah 92% angka di
beberapa daerah masih rendah dan kabupaten dengan capaian terendah adalah
Majene (76,1%). Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majene capaian
imunisasi dasar lengkap dari keseluruhan puskesmas yang ada dikabupaten
Majene yaitu, pada tahun 2016 (81,1%), tahun 2017 (76,1%) dan pada tahun
2018 (79,0%).
Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majene puskesmas
dengan capaian imunisasi dasar lengkap paling rendah pada tahun 2018
adalah puskesmas Banggae I (58,0%). Cakupan ini masih jauh dari target
pemerintah yaitu 93%.
Pengetahuan ibu tentang imunisasi mencakup tahu akan pengertian
imunisasi, penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, manfaat imunisasi,
tempat pelayanan imunisasi, waktu pemberian imunisasi, jenis imunisasi dan
jumlah pemberian imunisasi. Melalui pengetahuan yang cukup diharapkan
dapat mempengaruhi tindakan seorang ibu dalam memberikan imunisasi
secara lengkap pada anaknya (Sari,2016). Pengetahuan ibu dengan
kelengkapan imunisasi dasar lengkap pada bayi, dimana pengetahuan ibu
berperang penting dalam kelengkapan imunisasi untuk daya tahan tubuh bayi
(Jayanti,2018).
Berdasarkan penelitian sebelumnya, terdapat banyak faktor yang
mempengaruhi kelengkapan imunisasi dasar seperti pengetahuan ibu,
dukungan keluarga, pekerjaan ibu, dukungan petugas kesehatan dan jarak ke
tempat pelayanan. Hasil penelitian Sari, et al (2016), terdapat hubungan yang
signifikan antara pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar dengan
kelengkapan imunisasi dasar pada bayi dan hasil penelitian Jayanti (2018)
bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan
kelengkapan imunisasi dasar pada bayi.
Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu mempengaruhi status
imunisasi pada bayinya, dimana bayi yang mempunyai ibu dengan
pengetahuan tentang imunisasi yang baik akan mempunyai status imunisasi
dasar yang lengkap dibandingkan dengan bayi dan ibu yang berpengetahuan
kurang baik terhadap imunisasi. Hasil penelitian yang didapatkan masih
terdapat beberapa ibu yang mempunyai pengetahuan yang baik tetapi status
imunisasi bayinya tidak lengkap, ada beberapa faktor yang mempengaruhi
yaitu ibu meragukan keamanan dari vaksin dan kebanyakan ibu yang tidak
mengetahui frekuensi pemberian masing-masing imunisasi.
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis mencoba meninjau
beberapa artikel untuk mengetahui lebih mendalam hubungan pengetahuan
ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita.

METODE

Dalam tinjauan literature ini pengumpulan artikel yang relevan di dapatkan


pada data base pubmed dan googlee Scholar dengan rentang waktu 1 januari
2014 sampai dengan 31 desember 2019 (5 tahun ). Strategi pencarian pada
tinjauan sistematis ini dimulai dengan mengidentivikasi beberapa kata kunci
istila dan persamaan kata dalam beberapa data base untuk menemukan artikel
yang relevan. Adapun kata kunci yang digunakan adalah : The relationship
between mother’s knowledge AND the completeness of basic immunization in
infants. Tahapan dalam penyaringan artikel dijelaskan pada diagram 1. Agar
lebih spesifik penulis juga menentukan beberapa kriteria inklusi dan ekslusi ,
yaitu :
1) Kriteria inklusi
Dalam tinjauan literature ini penulis menentukan kriteria studi yang akan di ulas
yaitu (1) populasi ibu yang memiliki balita ; (2) studi kuantitatif ; (3) studi
dengan alat ukur serta outcome yang membahas tentang kelengkapan imunisasi
dasar pada balita ; (4) studi yang dilakukan dari tahun 2014 – 2019 ; (5)
publikasi menggunakan bahasa inggris dan Indonesia
2) Kriteria ekslusi
Dalam tinjauan literatur ini penulis juga menetukan kriteria ekslusi yaitu (1)
populasi ibu tidak bisa membaca dan menulis ; (2) penelitian yang tidak
membahas tentang imunisasi

HASIL

Hasil pencarian dari 2 database diperoleh 888 artikel 632 publikasi


dikeluarkan karena bukan publikasi 5 tahun terahir , free full text dan clinical trial
sehingga tersisa 256 artikel. Artikel tersebut di screening lagi sesuai dengan kriteria
inklusi dan ekslusi dan dikeluarkan sebanyak 185 artikel sehingga artikel tersisa 71
artikel, namun 66 di antaranya di ekslusikan karena bukan jurnal, dan bukan
merupakan studi kuantitatif. Setelah proses skrening beberapa tahap maka didapatkan
5 jurnal yang sesusai dengan tujuan dari penulisan tinjauan literature ini.

Penilaian hasil dilakukan dengan menggunakan kuesioner.


Proses Penyaringan Artikel

Hasil artikel penelitian melalui


data base

(n=888)

Artikel yang di screening karena


bukan 5 tahun terahir full text Artikel yang tidak sesuai
dan clinical trial dengan kriteria inklusi

(n=256 ) (n=185)

Artikel yang sesuai Artikel teks lengkap yang


di ekslusikan dengan
(n=71) alasan (bukan jurnal, studi
kuantitatif)

(n=66)

Artikel terpilih berdasarkan


kriteria sintesis kuantitatif

(n=5)

Diagram 1. Proses penyaringan artikel

TABEL SINTESIS GRID

Tabel 1. Karakteristik studi yang termasuk dalam pembahasan


Penulis/ Negara Jumlah Usia Tujuan Metode Waktu
Tahun Sampel Penelitian
Elisa Indonesia 49 9-12 Tujuan Jenis penelitian Penelitian Hasi
Susanti, et bulan penelitian ini adalah cross ini ini
al, (2019) ini untuk sectional, dilaksanakan tidak
mengetahui populasi pada tanggal hubu
hubungan penelitian adalah 08 - 15 peng
pengetahuan ibu yang Maret 2019 deng
dan sikap memiliki bayi kele
ibu dengan usia 9-12 bulan imun
kelengkapan yang datang deng
imunisasi untuk imunisasi valu
dasar campak 0,30
ada
sikap
kele
imun
deng
valu
0,08
Dewi Nur Indonesia 65 9 –12 Tujuan dari Desain penelitian Penelitian Hasi
Intansari, et bulan penelitian ini adalah ini dilakukan men
al (2015) ini adalah penelitian pada bulan terda
untuk observasional Oktober hubu
mengetahui analitik dengan -November sign
hubungan pendekatan cross 2015 peng
pengetahuan sectional. deng
ibu dengan . kele
kelengkapan imun
imunisasi pada
dasar pada
bayi

Emir Indonesia Penelitian 0-12 Tujuan Penelitian ini Dari


Gahara, et ini bulan penelitian merupakan pem
al (2015) berjumlah . ini adalah penelitian stati
90 untuk observasional squa
responden mengetahui analitik dengan rank
hubungan pendekatan Sam
antara cross sectional dida
tingkat untuk menggali berd
pengetahuan ada tidaknya krite
ibu dan hubungan antara dan
status tingkat pene
ekonomi pengetahuan dan berju
dengan status ekonomi resp
kelengkapan dengan uji r
imunisasi kelengkapan pada
wajib pada imunisasi wajib. peng
anak usia 1 oran
tahun terha
imun
dida
p=0,
(p<0
Terd
hubu
berm
peng
oran
terha
imun
uji
pada
tingk
ekon
kelu
imun
dida
p=0,
Terd
hubu
tingk
ekon
terha
kele
imun
Hermayanti, Indonesia 76 Usia Penelitian Penelitian ini Hasi
et al, 11-24 ini bertujuan menggunakan deng
(2016). bulan untuk rancangan men
mengetahui observasional Chi
hubungan analitik yang men
antara bertujuan untuk bahw
tingkat mengetahui hubu
pengetahuan hubungan antara tingk
ibu dan tingkat peng
dukungan pengetahuan ibu deng
keluarga dan dukungan kele
dengan keluarga dengan pem
kelengkapan kelengkapan imun
pemberian imunisasi dasar deng
imunisasi 0,00
dasar. ada
hubu
duku
kelu
kele
pem
imun
deng
0,23
Eka Serba Indonesia 71 1-3 Tujuan Jenis 25-30 Mei Berd
Marta, tahun penelitian penelitiananaliti 2018 pene
(2018) ini melihat k dengan dida
hubungan desainCross uji
tingkat sectional. bahw
pengetahuan 0,00
ibu tentang mak
imunisasi hubu
dasar berm
dengan tingk
kelengkapan peng
imunisasi deng
dasar dasa
padaanak 1- pada
3 tahun. tahu
PEMBAHASAN

Menurut penelitian Eka Serba Marta (2018). Hasil kelengkapan imunisasi


dasar pada anak dalam penelitian ini adalah kelengkapan imunisasi dasar pada
anak, sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu, semakin baik
pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar maka semakin besar pula keinginan
ibu untuk melengkapi imunisasi dasar pada anaknya. Hal ini dapat dilihat
dari hasil penelitian, bahwa kelengkapan imunisasi dasar pada anak banyak
terdapat pada ibu yang berpengetahuan baik. Sedangkan status imunisasi yang
tidak lengkap banyak terdapat pada ibu yang berpengetahuan kurang, hal ini
disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi
dasar pada anak, sehingga ibu tidak termotivasi untuk membawa anak nya di
imunisasi. Berkenaan dengan hal tersebut, maka peran seorang ibu dalam hal
imunisasi sangatlah penting. Karenanya, suatu pemahaman tentang program
imunisasi sangat diperlukan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan
oleh Atika (2013) yang melakukan penelitian tentang hubungan tingkat
pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi lengkap pada bayi di Kelurahan
Parupuk Tabing Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Tahun
2013 yang menggambarkan bahwa (87,5%) responden memiliki tingkat
pengetahuan yang baik dan adanya hubungan tingkat pengetahuan responden
dengan imunisasi dasar.

Hasil penelitian Eka Serba Marta (2018). Menunjukkan bahwa ada


hubungan yang signifikan antara pengetahuan Ibu tentang imunisasi dasar
dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak1-3 tahun
Berdasarkan hasil penelitian Elisa Susanti, et al, (2019) menunjukkan
artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan
imunisasi dasar. Hasil penelitan ini sesuai dengan penelitian Rahmi Kurnia
Gustin (2014) yang menyatakan tidak adanya hubungan pengetahuan ibu
dengan imunisasi dasar dengan nilai p = 0,175. Hasil penelitian ini tidak
sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi Nur Intan Sari (2015)
menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu
tentang imunisasi dasar dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi.

Berdasarkan penelitian Emir Gahara, et al (2015). Oleh karena itu, hipotesis


yang diajukan pada penelitian ini yang menyatakan ada hubungan yang
bermakna antara pengetahuan orang tua bayi terhadap imunisasi, dapat
diterima. Sehingga dapat dinyatakan adanya keeratan lemah pada hubungan
pengetahuan orang tua bayi terhadap imunisasi. Hal ini didukung oleh
penelitian, yang menyatakan bahwa pengetahuan dan sikap orang tua terutama
ibu sangat penting untuk memahami tentang manfaat imunisasi bagi anak
Indonesia. Hal ini juga didukung oleh Ayubi yang menyatakan bahwa faktor
yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi adalah status ekonomi dan tingkat
pengetahuan ibu.

Menurut penelitian Dwi Nur Intan Sari, et al (2016) hal ini menunjukkan
sebagian besar ibu yang mempunyai pengetahuan yang baik akan memberikan
imunisasi dasar yang lengkap kepada bayinya. Hasil uji statistik dengan
menggunakan analisis Chi-square diketahui bahwa nilaip < 0,001, hal ini
mempunyai arti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan
ibu tentang imunisasi dasar dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi di
wilayah kerja Puskesmas Bendo Kabupaten Magetan, artinya semakin baik
tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar maka ibu akan memberikan
imunisasi secara lengkap kepada bayinya.
Menurut Hermayanti, et al (2016) Hasil penelitian dan pembahasan diatas
menunjukan dari 42 responden yang pengetahuannya baik terdapat 13
responden yang perilakunya negatif. Hal ini dipengaruhi karena faktor
pekerjaan ibu. Ibu mengetahui tentang pentingnya imunisasi pada anak akan
tetapi karena kesibukan ibu sehingga lupa membawa anak untuk diimunisasi.
Imunisasi yang sering dilupakan ibu diantaranya hepatitis B 1 dengan jumlah
ibu yang tidak melakukan imunisasi sebanyak 17 (21,1%) responden serta
imunisasi polio 4 dengan jumlah ibu yang tidak melakukan imunisasi
sebanyak 22 (28,9%) responden.

KESIMPULAN

1. Gambaran pengetahuan ibu mengenai imunisasi dasar menunjukkan


bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang imunisasi
dasar
2. Gambaran kelengkapan imunisasi dasar bahwa hampir seluruhnya
responden memiliki bayi/balita yang telah mendapatkan imunisasi dasar
lengkap
3. Hubungan pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar
menunjukkan bahwa snilai p-value sebesar 0,301 jika nilai p-value >
maka Ho di terima, yang artinya tidak ada hubungan antara pengetahuan
ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar

4. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan Ibu tentang imunisasi


dasar dengan kelengkapan imunisasi dasar pada anak1-3 tahun.
SARAN
1. Bagi pelayanan Keperawatan
Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi tentang fakto-faktor
yang berhubungan dengan imunisasi dasar pada bayi sehingga dapat
melakukan upaya-upaya pencegahan yang dapat meningkatkan imunisasi
dasar pada bayi di Indonesia khususnya kabupaten majene. Hasil
penelitian ini juga dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk
meningkatkan kelengkapan imunisasi dasar pada balita.
2. Bagi Pendidikan Keperawatan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu pengetahuan
dibidang kesehatan dan digunakan untuk memperluas hasil-hasil
penelitian selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA

Depkes (2019). Faktor- faktorYang mempengaruhi Ibu Yang Memiliki Bayi Untuk
Mendapatkan Pelayanan Imunisasi di Puskesmas betari Petisah Medan
Tahun 2020. Jurnal 1 Kesehatan masyarakat dan Gizi, Vol 2 no 1. 2019 e
issn 2655-0849.

Elisa Susanti, et al (2019). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Dengan


Kelengkapan Imunisasi Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Temindung
Tahun 2019.

Emir Gahara, et al (2015). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Status Ekonomi
Dengan Kelengkapan Imunisasi Wajib Pada Anak Usia 0-12 Bulan di
Puskesmas Kampung Sawah.

Eka Serba Marta (2018). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kelengkapan


Imunisasi Dasar Anak 1-3 Tahun di Puskesmas Padang Tahun 2018.

Ira Jayanti (2018). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Dengan Kelengkapan
Imunisasi Dasar Pada Bayi.

Kemenkes RI (2016). Hubungan Sikap Ibu Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar.


Jurnal Ilmiah KeperawatanSal Betik, Volume 14, No.2
Sitanggang, et al (2019). Perbedaan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap
Kelengkapan Imunisasi Dasar. Nommense Journal of medicine 5 (1), 1-5,
2019

Sari, et al (2016). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Dengan


Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi. Biomedika, Volume 8 Nomor 2.

WHO (2018). Hubungan Antara Pengetahuan Ibu, Dukungan Keluarga dan


Dukungan Petugas Kesehatan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada
Bayi dan Balita. Jurnal Kesehatan Husada Gemilang, Vol: 2, Agustus 2019.