Anda di halaman 1dari 44

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS BANK

UMUM SYARIAH DI INDONESIA YANG TERDAFTAR PADA BEI


PERIODE 2015 – 2019 DENGAN VOLUME PEMBIAYAAN SEBAGAI
VARIABEL MODERASI

Disusun Oleh :

Fajar Kurniawati

20170410202

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2020
USULAN PENELITIAN

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS BANK


UMUM SYARIAH DI INDONESIA YANG TERDAFTAR PADA BEI
PERIODE 2015 – 2019 DENGAN VOLUME PEMBIAYAAN SEBAGAI
VARIABEL MODERASI

HALAMAN PENGESAHAN

Disusun oleh
FAJAR KURNIAWATI
201710410202

Telah disetujui oleh :

Pembimbing

Dr. Arni Surwanti, M.Si. Tanggal ............................


NIK. 19641219199003143 007
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Bank merupakan lembaga keuangan yang sangat mudah kita temui

dimanapun kita berada. Karena bank itu sendiri mempunyai peranan penting

dalam kehidupan di masyarakat, dimana bank menjadi tempat perantara

antara penyalur dana dan pihak yang membutuhkan dana. Seperti yang telah

kita ketahui sebelumnya bank terbagi menjadi dua macam yaitu bank

konvensional dan bank umum syariah. Perbedaan diantara bank

konvensional dan bank umum syariah tersebut pada sistem bagi hasilnya.

Dimana bank syariah menggunakan sistem bagi hasil sedangkan pada bank

konvensional itu sendiri menggunakan sistem riba. Dari bank konvensional

dan bank umum syariah sendiri memiliki peranan yang sama bagi nasabah

yaitu sebagai perantara keuangan bagi masyarakat.

Semakin meningkatnya perekonomian di Indonesia maka penggunaan

bank sebagai lembaga keuangan menjadi meningkat pula. Di antara bank

konvensional dan bank umum syariah, tidak sedikit masyarakat yang memilih

untuk menggunakan bank umum syariah sebagai pilihan.

Beberapa alasan masyarakat memilih emnggunakan bank syariah dimana

sistem bagi hasil bank syariah itu sendiri yang tidak ada unsur ribanya. Riba

sendiri dalam islam merupakan transaksi yang dilarang. Dalam Al quran

sendiri Allah berfirman “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu

memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah
supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka,

yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (Qs. Ali Imron [3]: 130).

Oleh karenanya Karena sebagai umat muslim yang baik dan taat sudah

seharusnya kita menjauhi segala larangan Allah SWT yang akan mendorong

kita kedalam panasnya api neraka. Karakteristik dasar dari perbankan syariah

sendiri yang antara lain melarang transaksi yang didasarkan pada motif

spekulasi, membuat bank syariah diidentikan sebagai lembaga pembiayaan

yang memiliki keterkaitan erat dengan sektor riil, dan hal inilah yang menjadi

keunggulan kompetitif bagi bank syariah[ CITATION Viv17 \l 1033 ]

Peranan dari bank umum syariah itu penting di bidang perekonomian

serta perkembangan bank umum syariah itu sendiri di indonesia. Karena

peranan tersebutlah maka bank umum syariah haruslah menjaga kinerja

perusahaannya agar tetap baik. Kinerja merupakan hal yang sangat penting

bagi perusahaan, karena bisnis perbankan adalah bisnis kepercayaan, maka

bank harus mampu menunjukan kredibilitasnya sehingga akan semakin

banyak masyarakat yang menggunakan jasa perbankan dalam bertransaksi,

salah satunya melalui peningkatan profitabilitas (kasmir,2010).

Profitabilitas itu sendiri merupakan bagaimana kemampuan perusahaan

dalam menghasilkan laba atau keuntungan. Beberapa penelitian mengenai

kemampuan bank umum syariah sudah banyak dilakukan Tetapi hasil yang di

dapat kurang konsisten. Seperti Capital Adequacy Ratio (CAR) yang diteliti

oleh [ CITATION Sri15 \l 1033 ],[ CITATION Ary19 \l 1033 ] dan [ CITATION Yul

17 \l 1033 ] menunjukkan bahwa variabel CAR berpengaruh positif dan


signifikan terhadap ROA. Namun penelitian yang dilakukan oleh [ CITATION

Riz17 \l 1033 ] [ CITATION Set16 \l 1033 ] CAR tidak berpengaruh terhadap

ROA.

Financing to Deposit Ratio (FDR) pada penelitian yang dilakukan [ CITATION

Ary19 \l 1033 ] dan [ CITATION Riy14 \l 1033 ] berpengaruh positif terhadap

ROA. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh [ CITATION Her17 \l 1033 ]

dan [ CITATION Sri15 \l 1033 ] menunjukan bahwa FDR berpengaruh negative

terhadap ROA. BOPO yang diteliti oleh [ CITATION Lut15 \l 1033 ], [ CITATIO

N Her17 \l 1033 ] dan [ CITATION Par18 \l 1033 ] menunjukan bahwa BOPO

berpengaruh positif terhadap ROA. Akan tetapi dalam penelitian [ CITATION E

dh13 \l 1033 ] dan [ CITATION Sri15 \l 1033 ] menunjukan bahwa BOPO

memiliki pengaruh negative terhadap ROA bank syariah. Dana Pihak Ketiga

(DPK) pada penelitian yang dilakukan oleh [ CITATION Her17 \l 1033 ],[ CITA

TION Lut15 \l 1033 ] menunjukan bahwa DPK memiliki pengaruh negative

terhadap ROA. Sedangakan penelitian yang dilakukan oleh [ CITATION Par18

\l 1033 ] menunjukan bahwa DPK memiliki pengaruh positif terhadap ROA.

Pengaruh Non Performing Finance (NPF) terhadap ROA yang diteliti oleh [ C

ITATION Her17 \l 1033 ] menunjukan bahwa NPF memiliki pemgaruh yang

positif terhadap ROA. Sebaliknya penelitian yang dilakukan oleh Wisnu

Mawardi dalam [ CITATION Wib13 \l 1033 ] meujukan bahwa NPF memiliki

pengaruh Negatif terhadap ROA.


Karena ke tidak konsistenan penelitian tersebut perlu lah dilakukannya

penelitian lanjutan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi

profitabilitas pada bank umum yang ada di Indonesia.

B. Batasan Masalah

Penelitian ini terbatas karena hanya berfokuskan ke bank umum syariah

yang ada di Indonesia.

Variable yang digunakan dalam penelitian ini juga terbatas hanya dengan

Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Capital

Adequency Ratio (CAR), Debt to Equity Ratio (DER), financing to

deposit ratio (FDR), Non Performing Finance (NPF), Dana Pihak Ketiga

(DPK) dan dengan pembiayaan sebagai variable moderasinya.

C. Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka didapat beberapa rumusan

masalah yaitu:

1. Apakah pengaruh Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional

(BOPO) terhadap Profitabilitas pada bank umum syariah?

2. Apakah pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap

Profitabilitas pada bank umum syariah?

3. Apakah pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Profitabilitas

pada bank umum syariah.

4. Apakah pengaruh financing to deposit ratio (FDR) terhadap

Profitabilitas pada bank umum syariaH


5. Apakah pengaruh Non Performing Finance (NPF) terhadap

Profitabilitas pada bank umum syariah?

6. Apakah pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap Profitabilitas

pada bank umum syariah

7. Apakah Volume pembiayaan memoderasi pengaruh Biaya Operasional

terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Profitabilitas pada

bank umum syariah?

8. Apakah Volume pembiayaan memoderasi pengaruh Capital Adequacy

Ratio (CAR) terhadap Profitabilitas pada bank umum syariah?

9. Apakah Volume pembiayaan memoderasi pengaruh Debt to Equity

Ratio (DER) terhadap Profitabilitas pada bank umum syariah?

10. Apakah Volume pembiayaan memoderasi pengaruh financing to

deposit ratio (FDR) terhadap Profitabilitas pada bank umum syariah?

11. Apakah Volume pembiayaan memoderasi pengaruh Non Performing

Finance (NPF) terhadap Profitabilitas pada bank umum syariah?

12. Apakah Volume pembiayaan memoderasi pengaruh Dana Pihak

Ketiga (DPK) terhadap Profitabilitas pada bank umum syariah?

D. Tujuan Masalah Penelitian

Seperti rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas maka tujuan

penelitian ini adalah sebagai berikut:


1. Menganalisis signifikansi pengaruh Biaya Operasional terhadap

Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Profitabilitas pada bank

umum syariah.

2. Menganalisis signifikansi pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR)

terhadap Profitabilitas pada bank umum syariah.

3. Menganalisis signifikansi pengaruh Debt to Equity Ratio (DER)

terhadap Profitabilitas pada bank umum syariah

4. Menganalisis signifikasi pengaruh financing to deposit ratio (FDR)

terhadap Profitabilitas pada bank umum syariah

5. Menganalisis signifikansi pengaruh Non Performing Finance (NPF)

terhadap Profitabilitas pada bank umum syariah

6. Menganalisis signifikansi pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK)

terhadap Profitabilitas pada bank umum syariah

7. Menganalisis signifikansi Volume pembiayaan memoderasi pengaruh

Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap

Profitabilitas pada bank umum syariah

8. Menganalisis signifikansi Volume pembiayaan memoderasi pengaruh

Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Profitabilitas pada bank

umum syariah

9. Menganalisis signifikansi Volume pembiayaan memoderasi pengaruh

Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Profitabilitas pada bank umum

syariah
10. Menganalisis signifikansi Volume pembiayaan memoderasi pengaruh

financing to deposit ratio (FDR) terhadap Profitabilitas pada bank

umum syariah

11. Menganalisis signifikansi Volume pembiayaan memoderasi pengaruh

Non Performing Finance (NPF) terhadap Profitabilitas pada bank

umum syariah

12. Menganalisis signifikansi Volume pembiayaan memoderasi pengaruh

Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap Profitabilitas pada bank umum

syariah

E. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, diharapkan penelitian ini mempunyai

manfaat sebagai berikut :

1. Bagi perbankan, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi

bank-bank di Indonesia, khususnya bank syariah dalam usaha

meningkatkan profitabilitas.

2. Bagi nasabah dan investor, diharapkan hasil penelitian ini dapat

memberikan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi

profitabilitas bank syariah di Indonesia.

3. Bagi pembaca, diharapkan dapat menambah wawasan di bidang

perbankan khususnya perbankan syariah dalam hal yang berkaitan

dengan profitabilitas.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Bank Umum Syariah

1. Sejarah Bank Syariah Di Indonesia

Penduduk Indonesia mayoritas merupakan masyarakat yang

beragama muslim. Dengan penduduk Indonesia yang mayoritas muslim

ini mengaspirasikan suara untuk membentuk lembaga keuangan dengan

sistem yang islami. Dimana sistem ini dengan menghapuskan bunga atau

riba yang dimana itu dilarang oleh agama. UU No. 7 Tahun 1992 tentang

perbankan didalam undang-undang ini peraturan tentang perbankan

syariah masihlah kurang jelas. Kemudian menjadi jelas dengan

disahkannya UU No. 10 Tahun 1998 pada era reformasi yang merupakan

perubahan dari UU No. 7 Tahun 1992. Tidak sampai disitu UU No. 10

Tahun 1998 mengalami pembaharuan dengan dengan UU No 23 Th 1999

tentang perbankan di Indonesia.

Kemudian pada tanggal 16 Juli 2008 disahkan Undang-undang

Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dengan disahkannya

Undang-undang tersebut maka keberadaan perbankan syariah di

Indonesia sebagai alternatif jasa perbankan bagi masyarakat Indonesia


menjadi semakin diterima serta diakui oleh masyarakat. Sehingga

diharapkan dapat memberikan kontribusi yang optimal perbankan syariah

itu sendiri untuk menunjang pembangunan perkonomian nasional bagi

negara.

2. Pengertian Bank Syariah

Bank merupakan lembaga keuangan atau perusahaan yang

bergerak pada bidang keuangan. Dimana sebagai lembaga keuangan bank

memberikan berbagai pelayanan jasa keuangan. Pengertian bank menurut

Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, mendefinisikan

bank sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam

bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk

kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf

hidup rakyat banyak. Berdasarkan Pasal 5 Undang Undang No.10 Tahun

1998, tentang Perbankan, terdapat dua jenis bank, yaitu Bank Umum dan

Bank Perkreditan Rakyat. Kedua jenis bank tersebut dalam menjalankan

kegiatan usahanya diklasifikasikan menjadi dua, yaitu bank konvensional

serta bank dengan prinsip syariah islam.

Bank Islam atau yang disebut dengan Bank Syariah adalah bank

yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga. Bank syariah

merupakan lembaga keuangan perbankan yang operasional dan

produknya dikembangkan berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadist Nabi


saw. Bank syariah lebih berfokus pada sistem bagi hasil dan bukanlah

bunga seperti bank konvensional. Perbedaaan yang dapat dilihat juga pada

hubungan antar bank kepada nasabahnya. Di bank konvensional

hubungan antar nasabah adalah pinjam-meminjam sedangkan hubungan

nasabah pada bank umum syariah adalah kemitraan.

Peranan dari bank umum syariah itu penting untuk perkembangan

perekonomian serta perkembangan bank umum syariah itu sendiri di

indonsia. Karena peranan tersebutlah maka bank umum syariah haruslah

menjaga kinerja perusahaannya agar tetap baik. Kinerja bank ini sendiri

merupakan hal yang sangat penting bagi lembaga keuangan ataupun bank,

karena bisnis perbankan merupakanlah bisnis kepercayaan, oleh

karenanya bank haruslah mampu menunjukan kredibilitasnya kepada

masyarakat sehingga akan semakin banyak masyarakat yang

menggunakan jasa perbankan dalam bertransaksi, salah satunya melalui

peningkatan profitabilitas (kasmir,2010).

3. Kinerja Perbankan

Kinerja (performance) bank adalah gambaran mengenai prestasi

kerja perusahaan atau kemampuan kerja perusahaan atas kegiatan

operasional yang dilakukan. [ CITATION Sri15 \l 1033 ]. Oleh sebab itu

perlulah dilakukannya pengukuran kinerja untuk menilai apakah kinerja

bank itu baik atau tidak. Kinerja bank yang baik bisa dilihat dan dinilai

dari kemampuan bank itu memperoleh profitabilitasnya.

4. Profitabilitas
Profitabilitas atau kemapuan memperoleh laba adalah suatu ukuran

yang digunakan untuk melihat seberapa besar sebuah perusahaan mampu

menghasilkan laba. Untuk mengukur profitabilitas adalah dengan

menggunakan ROA (Return Of Asset) dimana rasio ini akan mengukur

kemampuan manajemen sebuah bank dalam memperoleh profitabilitas

dan mengelola tingkat efisiensi sebuah bank itu berkerja secara

menyeluruh.

Profitabilitas adalah gambaran dari kinerja suatu perusahaan dalam

mengelola sumber-sumber yang tersedia (Petronila & Mukhlasin, 2003).

Ukuran suatu profitabilitas biasanya dipakai untuk mengukur kemampuan

suatu perusahaan dalam memperoleh laba. Laba adalah selisih positif dari

suatu aktifitas operasional perusahaan dalam suatu periode yang

dinyatakan dalam istilah keuangan. Profitabilitas adalah salah satu

indikator untuk menilai suatu perusahaan, yakni untuk melihat seberapa

menguntungkannya suatu perusahaan tersebut.

Profitabilitas suatu perusahaan di dapat dengan melihat return on

equity (ROE) yaitu membagikan jumlah keuntungan terhadap jumlah

modal saham perusahaan atau juga bisa dengan menggunakan return on

asset (ROA) yaitu membagikan jumlah keuntungan terhadap total aset

yang dimiliki perusahaan baik aset tetap maupun aset lancar. Fungsi dari

profitabilitas tidak hanya melihat kemampuan suatu perusahaan dalam

menghasilkan laba, namun juga untuk mengetahui efektivitas suatu

perusahaan dalam mengatur sumber-sumber yang dimilikinya. Manfaat


dari profitabilitas tidak hanya sebatas pada pemilik perusahaan dan

manajemen saja, namun juga kepada pihak eksternal perusahaan, seperti

pihak yang memberikan kredit atau pinjaman kepada perusahaan baik

perorangan maupun institusi. Selain itu profitabilitas juga dapat

digunakan untuk mengetahui baik buruknya kinerja suatu entitas

usaha dalam menjalankan usahanya. Maka dari itulah perlunya di

lakukannya penelitian untuk mengetahui faktor faktor penentu

profitabilitas terutama dalam sektor perb ankan.

Dalam penelitian ini saya sebagai penulis memfokuskan penelitian

pada pengaruh Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional

(BOPO) dimana yang merupakan variable untuk mengukur efisiensi bank

melalui perbandingan total biaya operasi dengan total pendapatan operasi

yang disebut dengan rasio BOPO , Capital Adequency Ratio (CAR)

sebagai variabel yang mempengaruhi profitabilitas didasarkan

hubungannya dengan tingkat risiko bank. Penetapan CAR pada titik

tertentu dimaksudkan agar bank memiliki kemampuan modal yang cukup

untuk meredam kemungkinan timbulnya risiko sebagai akibat

berkembangnya ekspansi aset terutama aktiva yang dikategorikan dapat

memberikan hasil sekaligus mengandung risiko. Debt to Equity Ratio

(DER) merupakan rasio yang akan menggambarkan bandingan antara

total hutang dengan ekuitas. financing to deposit ratio (FDR) yaitu

seberapa besar dana pihah ketiga bank syariah di lepaskan untuk

pembiayaan. Non Performing Finance (NPF) menggambarkan risiko pe


mbiayaan, maka dengan semakin tingginya rasio NPF dalam sebuah bank

akan semakin mencerminkan buruknya kualitas pembiayaan dalam bank

umum syariah. Pengelolaan pembiayaan sangat diperlukan oleh bank, me

ngingat fungsi pembiayaan sebagai penyumbang pendapatan terbesar bagi

bank syariah. Dana Pihak Ketiga (DPK) merupakan dana yang diperoleh

dari masyarakat oleh bank, dana ini dihimpun dalam bentuk tabungan,

giro maupun deposit. Jika dana yang diperoleh oleh bank umum syariah

ini semakin tinggi akan mencerminkan besarnya peluang yang akan

diterima oleh bank untuk mendapatkan keuntungan. Keuntungan yang

dimaksud yaitu dengan kegiatan usaha yang dilakukan bank syariah untuk

memperoleh keuntungan dengan kegiatan usaha yang dimana usaha ini

akan meningkatkan profitabilitas suatu bank.

5. Pembiayaan

Dalam bank umum syariah pembiayaan merupakan kegiatan operasional

utama dalam menjalankan kegiatannya. Pembiayaan sama halnya dengan

istilah kredit yang digunakan dalam bank konvensional. Produk

pembiayaan dalam bank syariah ada 2. Diantaranya pembiayaan dengan

prinsip jual beli yaitu murabahah dan pembiayaan dengan prinsip bagi

hasil yaitu mudharabah dan musyarakah. (Rahma: 2016)

B. Kajian Empiris

Penelitian terdahulu yang terkait dengan Faktor-Faktor yang berpengaruh

Terhadap Profitabilitas pada Bank Syariah adalah sebagai berikut :


Studi yang dilakukan oleh Sri Windarti Mokoagow pada tahun 2015 yang

meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas bank umum

syariah di Indonesia. Dengan menganalisis pengaruh CAR,KAP,BOPO,

FDR dan GWM sebagai variable independen terhadap ROA (dependent).

Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi data panel

setelah sebelumnnya diuji terhadap asumsi klasik. Berdasakan penelitian

yang dilakukan menunjukan bahwa CAR berpengaruh positif siginifikan

terhadap profitabilitas sedangkan KAP berpengaruh negatif signifikan

terhadap ROA, BOPO negatif signifikan, FDR dan GMW berpengaruh

negatif tidak signifikan.

Penelitian yang dilakukan Luthfia Hanania meneliti tentang faktor internal

dan eksternal yang mempengaruhi profitabilitas perbankan syariah dalam

jangka pendek ataupun panjang. Dalam penelitian ini penulis

menggunakan variable independent yaoitu pembiayaan, Non Perfomance

Financing (NPF), Aset, dana pihak ketiga (DPK) serta biaya operasional

terharap pembiayaan operasional (BOPO) terhadap profitabilitas bank

syariah. Dengan hasil penelitian dimana pembiayaan memiliki pengaruh

yang positif terhadap profitabilitas bank syariah dalam jangka panjang

maupun pendek. Variable DPK dalam jangka pendek secara parsial tidak

memiliki pengaruh yang signifikan, namun dalam jangka panjang DPK

berpengaruh signifikan dan negative terhadap tingkat perubahan laba pada

perbankan syariah. Kemudian pada variable NPF atau biasa disebut kredit

macet dalam bank konvensional menunjukan bahwa NPF tidak


berpengaruh terhadap profitabilitas baik dalam jangka pendek maupun

jangka panjang. Tingkat bunga suku acuan ada pengaruh signifikan dan

negated terhadap profitabilitas perbankan baik dalam jangka pendek

ataupun jangka panjang. Dan yang terakhir variable inflansi terlihat tidak

adanya pengaruh signifikan antara variable inflansi terhadap profitabilitas

pada perbankan syariah di Indonesia dalam jangka pendek, namun dalam

jangka panjangnya inflansi memiliki dampak positif dan signifikan

terhadap profitabilitas bank syariah di Indonesia.

Penelitian yang dilakukan oleh Slamet Riyadi dan Agung Yulianto,

tentang faktor yang berpengaruh terhadap profitabilitas bank umum

syariah di Indonesia. Yang bertujuan menguji pengaruh bagi hasil

pembiayaan jual beli, FDR dan NPF terhadap profitabilitas yang

diproksikan dengan Return Of Assets (ROA) bank umum syariah di

Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4 bank

yang termasuk bank umum syariah devisa di Indonesia. Teknik analisis

yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier

berganda. Dengan hasil penelitian yaoitu pembiayaan bagi hasil, jual beli,

FDR, dan NPF berpengaruh secara simultan terharap ROA bank umum

syariah. Dimana pembiayaan bagi hasil secara parsial berpengaruh

terhadap ROA. FDR secara parsial berpengaruh positif terhadap ROA

bank umum syariah. Yang artinya apabila FDR mengalami kenaikan maka

akan berengaruh pada meningkatnya ROA, begitu pula sebaliknya. NPF

secara parsial tidak berpengaruh terhadap ROA bank umum syariah yang
dapat diartikan bahwa berapapun kenaikan atau penurunan NPF tidak akan

berpengaruh pada kenaikan atau penurusan ROA.

Penelitian yang dilakukan oleh S. M. Rifat Hasaan dan Riyashad Ahmed

pada tahun 2019 dengan judul “Internal Determinants of Islamic Bank

Profitability: Evidence from Bangladesh” Penelitian ini meneliti dampak

karakteristik spesifik bank dalam menentukan profitabilitas perbankan

syariah yang ada di Bangladesh. Dengan periode penelitian dari tahun

2010 sampai dengan 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian

analisis panel. Studi ini menggunakan pengembalian asset (ROA) sebagai

proksi dari profitabilitas. Variable lain yang digunakan dalam penelitian

ini adalah ukuran bank, asset modal ke resiko (CRAR), investasi deposit

(likuiditas), investasi non-performing (NPI) dan biaya terhadap

pendapatan. Studi ini menemukan bahwa asset modal ke resiko dan biaya

terhadap pendapatan ditemukan signifikan secara statistik dan berkolerasi

negatif dengan profitabilitas. Likuiditas tampak sedikit tidak signifikan

tetapi menunjukan hubungan positif dengan profitabilitas bank. Disisi lain,

ukuran bank dan investasi bermasalah adalah diamati signifikan tetapi

tidak ada hubungan positif yang ditemukan antara profitabilias dan ukuran.

Juga tidak ada hubungan negatif investasi non-performing terhadap

profitabilitas bank syariah di Bangladesh.

Studi yang dilakukan oleh Khasawneh dengan Judul “Vulnerability and

Profitability of MENA banking system: Islamic versus Commercial

banks” Tujuan penelitian ini membandingkan Islam dan bank komersial di


wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) dalam hal profitabilitas

dan stabilitas. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari bank-bank di

negara-negara Mena. Sampel termasuk bank-bank di negara-negara

MENA. Secara keseluruhan, faktor-faktor penentu stabilitas bank syariah

adalah kegiatan equity ratio, off-balance sheet, ukuran bank, krisis

keuangan dan pertumbuhan PDB riil. Tanda-tanda koefisien yang sama

dengan yang untuk bank-bank komersial, meskipun beberapa variabel

yang signifikan dalam bank-bank komersial tidak signifikan dalam bank

syariah.

Penelitian yang dilakukan oleh Wibowo dan Syaichu yaitu tentang analisis

pengaruh suku bunga, inflansi, CAR, BOPO, NPF terhadap profitabilitas

bank syariah mengasilkan penelitian sebagai berikut. hasil analisis

menggunakan 5 variabel independen yang diteliti yaitu BOPO, CAR, NPF,

Inlfansi dan suku bunga dengan variable dependen profitabilitas. Data

yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa BOPO

berpengaruh signifikan negative terhadap ROA pada bank syariah.

sedangkan variable CAR, NPF, Inflasi dan Suku Bunga tidak berpengaruh

terhadap profitabilitas bank syariah

Studi yang dilakukan oleh Aryati pada bank syariah indonesia. Dimana

tujuan penelitian ini untuk menguji empiris factor factor penentu

profitabilitas BPR Syariah di Indonesia. Dalam penelitian ini penulis

menggunakan data cross-sectional dari laporan keuangan triwulan dan

variabel ekonomi makro di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan


metode penelitian kuantitatif dimana penulis menggunakan regresi

berganda. Peneliti menggunakan 8 BPR syariah di Indonesia dengan total

152 data yang digunakan. Hasil dari penelitian ini yaitu Inflansi dan NPF

tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas BPR

Syariah di Indonesia. Sedangkan 4 variabel lain yang digunakan seperti,

PDB, CAR, FDR, dan OER berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas

BPR Syariah di Indonesia sebanyak 31,6 %. Kemudian pada variabel

GDP, CAR dan FDR berpengaruh positif terhadap Profitabilitas

Studi penelitian yang dilakukan oleh Ahmed Nourrein Ahmed Mennawi &

Ahmed Ali Ahmed dengan judul “Influential Factors on Profitability of

Islamic Banks: Evidence from Sudan” yang bertujuan untuk meneliti

pengaruh karakteristik spesifik bank dan industru bersama dengan variabel

ekonomi makro (inflansi) pada profitabilitas bank syariah di Sudan.

Penelitian ini menggunakan statistic deskriptif, korelasi orang dan analisis

regresi berganda pada data sekunder untuk menentukan hubungan dan

tingkat signifikan variabel independen terhadap profitabilitas.

Profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan 2 model

yaitu ROA dan NPM. Dengan hasil penelitian yang menunjukan bahwa

kapitalisasi bank (EQTA), OCOI, inevstasi dalam jangka pendek dan

variabel inflasi (INF) secara signifikan mempengaruhi profitabilitas bank

syariah di Sudan. Sebaliknya ukuran simpanan bank bukan merupakan

penentu signifikan terhadap profitabilitas bank. Selain itu net-perfomance


loan sangat signifikan terhadap NPM, tetapi tidak signifikan terhadap

ROA.

[ CITATION Her17 \l 1033 ] dengan judul “Analisis Pengaruh Kinerja

Keuangan terhadap Profitabilitas Bank Syariah di Indonesia” dengan

,menggunakan variable dependen Return Of Asset (ROA) dn variable

independent FIN, BOPO, DPK, TBH, FDR, NPF SBIS dan TBH. Hasil

olah data menunjukkan bahwa FIN dan BOPO berhubungan positif

terhadap ROA, sedangkan DPK, TBH, FDR berhubungan negatif terhadap

dan ROA SBIS dan NPF tidak berpengaruh terhadap tingkat ROA. Dalam

jangka pendek, ROA berhubungan negatif, tetapi FDR terhadap ROA

berhubungan positif. Sedangkan DPK, FIN, SBIS, TBH, NPF and BOPO

tidak berhubungan dengan pembiayaan. Di lain pihak, respon pembiayan

terhadap goncangan yang terjadi terjadi pada ROA, FIN, FDR, NPF dan

BOPO direspon positif oleh ROA. Sedangkan respon ROA terhadap

goncangan yang terjadi pada FDR, SBIS dan TBH adalah negatif.

Studi yang dilakukan oleh Hiruni Nirmali dan Dr. R. P. C. R. Rajapakse

tahun 2017 dengan judul “Profitability Determinan of Islamic Banking in

Sri Lanka” tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentiffikasi faktor

yang mempengaruhi profitabilitas. Profitabilitas bank syariah di ukur

dengan menggunakan tiga dimensi, yaitu return on assets (ROA) dan

return on equity (ROE) dan earning per share. Variabel penjelas internal

meliputi ukuran bank, rasio gearing, manajemen asset, rasio deposito,

Non-performing loan ratio (NPL), komposisi asset, Capital Adequency


Ratio (CAR) dan efisiensi operasi. Sedangkan variabel penjelas termasuk

gross dosmetic product (GDP) dan Consumer price index (CPI). Dengan

temuan hasil penelitian Raiso gearing, manajemen asset, efisiensi operasi,

rasio deposit dan ukuran bank menunjukan hubungan positif dengan

tingkat profitabilitas perbankan syariah sedangkan NPL menunjukan

negative hubungannya dengan profitabilitas bank. Kemudian CAR

menunjukan hubungan yang negative dengan profitabilitas bank.

C. Pengembahan Hipotesis

1. Pengaruh Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional

(BOPO) ) (Y1) terhadap Profitabilitas

Biaya Operasioanl Terhadao Pendapatan Operasional (BOPO)

merupakan perbandingan total biaya operasi dengan total pendapatan

operasi dimana ini akan mengukur ke efisiensian suatu bank. Biaya

operasi merupakan biaya yang dikeluarkan oleh bank dalam

menjalankan aktivitasnya seperti biaya tenaga kerja, biaya bunga,

biaya pemasaran dan biaya operasi lain. Sedangkan pendapatan operasi

merupakan pendapatan utama yang diperoleh bank dalam menjalankan

usahanya yaitu pembiayaan

BOPO menunjukan Efisiensi bank dalam usaha utamanya yaitu

pembiayaan. Semakin kecil nilai BOPO maka mencerminkan semakin

efisiensinya suatu bank karena ini mengartikan jika pendapatan bank

naik dan sebaliknya semakin besar nilai dari BOPO maka akan

mencerminkan ke efisiensian bank yang semakin buruk karena


rendahnya pendapatan yang diterima oleh bank. Efisiensi bank ini akan

mempengaruhi kepercayaan masyarakat yang akan berpengaruh

terhadap profitabilitas bank. Teori ini didukung oleh penelitian [CITATI

ON Wib13 \l 1033 ], [ CITATION Sri15 \l 1033 ] dan [ CITATION Yul17 \l

1033 ] yang menyatakan bahwa BOPO berpengaruh negative terhadap

profitabilitas bank syariah. Berdasarkan kerangka berfikir yang telah

diuraikan, maka hipotesis pada penelitian ini adalah :

H1 : Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)

berpengaruh negatif terhadap profitabilitas bank umum syariah di

Indonesia

2. Pengaruh Capital Adequency Ratio (CAR) (Y2) terhadap Profitabilitas.

Rasio ini merupakan rasio keuangan yang berkaitan dengan

permodalan yang dimana itu mencerminkan kemampuan suatu bank

dalam menyediakan dana untuk keperluan usaha dan meminimalisir

kemungkinan kerugian yang disebabkan dalam operasional bank yang

dimana itu berpengaruh terhadap mampu atau tidaknya bank

menjalankan kegiatannya.

Menurut [ CITATION Den03 \l 1033 ] CAR adalah rasio yang

memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung

risiko ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank disamping

memperoleh dana-dana dais sumber diluar bank. Maka disini dapat

diartikan apabila bank memiliki CAR yang tinggi menunjukan bahwa

bank memiliki kemampuan yang baik dalam menjalakan kegiatan


operasioanlya juga sanggup menanggung resiko yang kemungkinan

akan muncul saat melakukan kegiatan pembiayaannya.CAR diatas 8%

mencerminkan usaha bank yang semakin stabil karena adanya

kepercayaan masyarakat dan sebaliknya jika CAR kurang dari 8%

mencerminkan kemampuan bank dalam mengatasi resiko yang

dihadapi buruk.. Penelitian ini didukung dengan penelitian [CITATION

Yul17 \l 1033 ] ,[ CITATION Sri15 \l 1033 ],[ CITATION Ary19 \l 1033 ]

dan [ CITATION Ang14 \l 1033 ] yang memberikan kesimpulan bahwa

CAR berpengaruh terhadap profitabilitas. Berdasarkan kerangka

berfikir yang telah diuraikan, maka hipotesis pada penelitian ini adalah

H2 : Capital Adequency Ratio (CAR) berpengaruh positif terhadap

terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia

3. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) (Y3) terhadap Profitabilitas

(DER) ini merupakan rasio yang akan menggambarkan bandingan

antara total hutang dengan ekuitas. Dalam pendanaan perusahaan.rasio

ini berguna untuk mengetahui kemampuan suatu bank dalam

memenuhi seluruh kewajibannya, yang ditujukan oleh beberapa madal

senidir yang digunakan bank untuk membayar hutang. Semakin

tingginya rasio ini akan mencerminkan bahwa stuktur modal suatu

bank lebih banyak menggunakan hutang daripada modal sendiri.

Semakin banyaknya hutang maka akan memperbesar resiko yang akan

ditanggung oleh pemegang saham juga memperkecil return yang


diharapkan. Penelitian ini didukung oleh penelitian [ CITATION Sut18 \l

1033 ] yang memberikan kesimpulan bahwa DER memiliki pengaruh

signifikan terhadap ROA bank umum syariah. Berdasarkan kerangka

berfikir yang telah diuraikan, maka hipotesis pada penelitian ini adalah

H3 : Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif terhadap

terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia

4. Pengaruh financing to deposit ratio (FDR) (Y4) terhadap terhadap

Profitabilitas

Loan to deposit ratio (LDR) merupakan rasio antara keseluruhan

jumlah kredit yang diberikan oleh bank. Konsep LDR ini sama halnya

dengan FDR, perbedaannya konsep LDR ini digunakan dalam bank

umum konvensional sedangkan FDR digunakan dalam bank umum

syariah. Penggunaan istilah kredit (Loan) pada bank konvensoinal ini

tidak ada dalam bank umum syariah akan tetapi dalam bank umum

syariah lebih dikenal dengan pembiayaan (Financing).

Dalam peraturan Bank Indonesia Nomor 15/15/PBI/2013 pasal 11

menejlasakan apabila batas bawah LDR sebesar 78% sedangkan untuk

batas atas nya sebesar 92 %. Jika nilai rasio ini tinggi maka akan

mengurangi tingkat liquiditas bank dan mencerminkan adanya

kelebihan dana yang disalurkan. Adanya sebuah risiko yang terkait

dengan pinjaman dimana ini akan berdapak pada pembiayaan sehingga

akan berpengaruh pada profitabilitas bank. Seperti penelitian yang


telah dilakukan oleh[ CITATION Riy14 \l 1033 ] dan [ CITATION Ary19 \l

1033 ] yang menunjukan bahwa FDR memiliki hubungan yang prositif

signifikan terhadap profitabilitas suatu bank. Berdasarkan kerangka

berfikir yang telah diuraikan, maka hipotesis pada penelitian ini adalah

H4 : financing to deposit ratio (FDR) berpengaruh positif terhadap

terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia

5. Pengaruh Non Performing Finance (NPF) (Y5) terhadap Profitabilitas

Merupakan tingkat resiko yang dihadapi oleh bank dimana ini

merupakan pembiayaan yang bermasalah dan tidak dapat ditagih.

Menerut [ CITATION Den03 \l 1033 ] besarnya kredit yang bermasalah

menimbulkan hilangnya kesempatan untuk memperoleh income dari

kredit yang diberikan sehingga, mengurangi perolehan laba dan

berpengaruh buruk bagi rentabilitas bank. Hal ini akan mencerminkan

rendahnya laba yang akan diterima oleh bank dari keuntungan

pembiayaan, sehingga ini merupakan kerugian bagi bank. maka

semakin besar nilai NPF akan memperkecil profitabilitas bank umum

syariah itu sendiri. Teori ini didukung oleh penelitian yang telah

dilakukan [ CITATION Sri15 \l 1033 ], [ CITATION Muk11 \l 1033 ] dan [

CITATION Ary19 \l 1033 ] dimana dalam praktiknya menunjukan

bahwa NPF memiliki hubungan negatif terhadap profitabilitas bank.

Berdasarkan kerangka berfikir yang telah diuraikan, maka hipotesis

pada penelitian ini adalah :


H5 : Non Performing Finance (NPF) berpengaruh negatif terhadap

profitabilitas bank umum syariah di Indonesia

6. Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) (Y6) terhadap Profitabilitas

Dana Pihak Ketga merupakan danaa yang diperoleh dari masyarakat

oleh bank, dana ini dihimpun dalam bentuk tabungan, giro maupun

deposit.Dana dari masyarakat atau dan apihak ketiga merupakan

sumber dana terbesar yang diandalkan oleh bank yang mencpaai 80%-

90% dari seluruh dana yang dikelola oleh bank [ CITATION Den03 \l 10

33 ] Jika dana yang diperoleh ini tinggi maka semakin besar peluang

bank mendapatkan keuntungan dengan menyalurkan dananya untuk

kegiatan usaha seperti pembiayaan, penempatan dana pada pihak lain

guna memperoleh profitabilitas. Teori inni didukung oleh penelitian [

CITATION Lut15 \l 1033 ] dan [ CITATION Her17 \l 1033 ] dimana dari

penelitian inni menunjukan bahwa DPK memiliki hubungan negatif

terdahap Profitabilitas. Maka berdasarkan kerangka berfikir yang telah

diuraikan, maka hipotesis pada penelitian ini adalah :

H6 : Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh negatif terhadap

terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia.

7. Volume pembiayaan memoderasi Pengaruh Biaya Operasional

terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Profitabilitas

Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)

menunjuakn keifiensian bank. keifisien bank ini dalam bidang

pembiayaan dimana bank berusaha menggunakan input yang rendah


untuk mencapai output yang maksimal untuk kegiatan pembiayaannya.

Semakin kecil suatu bopo ini akan mencerminakn kefisiennya suatu

bank yang akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat. Kepercayaan

masyarakat dalam emnggunakan jasa perbankan akan berpengaruh

terhadap profitabilitas. Maka berdasarkan kerangka berfikir yang telah

diuraikan, maka hipotesis pada penelitian ini adalah :

H8: Volume pembiayaan meemoderasi Biaya Operasional terhadap

Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap terhadap profitabilitas

bank umum syariah di Indonesia.

8. Volume pembiayaan memoderasi Pengaruh Capital Adequency Ratio

(CAR) terhadap Profitabilitas

Capital Adequency Ratio (CAR) merupakan cerminan dari permodalan

suatu bank untuk menyediakan dana untuk keperluan usaha. Dengan

kondisi ini bank dapat memaksimalkan Capital Adequency Ratio

(CAR) yang tinggi untuk melakukan kegiatan permodalan berupa

pembiayaan. pembiayaan yang dilakukan bank ini tentunya akan

meningkatkan profit dari kegiatannya dan akan menaikan keuntungan

atau bias disebut bahwa akan berpengaruh positif terhadap

profitabilitas suatu bank. . Maka berdasarkan kerangka berfikir yang

telah diuraikan, maka hipotesis pada penelitian ini adalah :

H8: Volume pembiayaan meemoderasi Capital Adequency Ratio

(CAR) terhadap terhadap profitabilitas bank umum syariah di

Indonesia.
9. Volume pembiayaan memoderasi Pengaruh Debt to Equity Ratio

(DER) terhadap Profitabilitas

DER merupakan rasio untuk mengukur tingkat hutang. Ini merupakan

cerminan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Semakin rendah

rasio ini mengambarkan semakin tingginya kemampaun sebuah bank

dalam memenuhi kewajiban dan sebalikanya. Bila perusahaa

menentukan pelunasan hutannya menggunakan laba yang ditahan

dimana laba ini diperoleh dengan melakukan kegiatan operasional

bank seperti pembiayaan. tentunya ini akan mempengaruhi

profitabilitas bank karena pendapatan yang didapat dari pembiayaan

pembiayaan digunakan untuk melakukan pembayaran hutang

perusahaan.

Maka berdasarkan kerangka berfikir yang telah diuraikan, maka

hipotesis pada penelitian ini adalah :

H8: Volume pembiayaan meemoderasi Debt to Equity Ratio (DER)

terhadap terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia.

10. Volume pembiayaan memoderasi Pengaruh financing to deposit ratio

(FDR) terhadap Profitabilitas

financing to deposit ratio (FDR) ini merupakan rasio untuk

menggambarkan total pembiayaan yang diberikan oleh bank.

Tingginya FDR mencerminkan adanya kelebihan dana atau

pembiayaan yang disalurkan dibandingkan dengan dana pihak ketiga


yang berad di bank. sehingga semakin besar rasio ini akan

mencerminkan pembiayaan yang tinggi kemudia akan berdampak pada

pendapatan dari pembiayaan yang tinggi tentunya ini akan

mempengaruhi profitabiliitas. Maka berdasarkan kerangka berfikir

yang telah diuraikan, maka hipotesis pada penelitian ini adalah :

H10 : Volume pembiayaan meemoderasi financing to deposit

ratio (FDR) terhadap terhadap profitabilitas bank umum syariah di

Indonesia.

11. Volume pembiayaan memoderasi Pengaruh Non Performing Finance

(NPF) terhadap Profitabilitas

Non Performing Finance (NPF) merupakan cerminan pembiayaan

yang bermasalah pada bank. Besarnya volume pembiayaan yang

diberikan oleh bank yang tidak dapat ditagih ini akan mengurangi

perolehan profit yang akan diterima oleh bank sehingga profit bank

akan turun (rugi) dan akan berpengaruh negative terhadap profitabilitas

bank. Maka berdasarkan kerangka berfikir yang telah diuraikan, maka

hipotesis pada penelitian ini adalah :

H11 : Volume pembiayaan meemoderasi Non Performing

Finance (NPF) terhadap terhadap profitabilitas bank umum syariah di

Indonesia.

12. Volume pembiayaan memoderasi Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK)

terhadap Profitabilitas
Dana pihak ketiga merupakan dana terbesar bank untuk melakukan

pembiayaan. Maka jika dana ini tinggi dan tidak disalurkan melalui

pembiayaan untuk nasabah bank akan merugi dan keuntungan yang

dihasilkan oleh bank tidak maksimal. Maka penyaluran dana pihak

ketiga untuk pembiayaan pembiayaan perlu dilakukan agar

meningkatka produktifitas bank untuk mendapatkan keuntungan atau

profit. Maka berdasarkan kerangka berfikir yang telah diuraikan, maka

hipotesis pada penelitian ini adalah :

H12 : Volume pembiayaan meemoderasi Dana Pihak Ketiga

(DPK) terhadap terhadap profitabilitas bank umum syariah di

Indonesia.

D. Kerangka konseptual

Berdasarkan landasan teori dan penelitian yang terdahulu didapatkan

dalam berbagai hubungan antar variabel independent

BOPO, Capital Adequency Ratio (CAR), Debt to Equity Ratio (DER),

financing to deposit ratio (FDR), Non Performing Finance (NPF), Dana

Pihak Ketiga (DPK)) dengan variabel dependen (Profitabilitas) dengan

variable modersi maka dapat diperoleh kerangka konseptual sebagai

berikut .

Biaya Operasional terhadap


Pendapatan Operasional (BOPO)
H1
H2
Capital Adequency Ratio (CAR)

Debt to Equity Ratio (DER) H3


PROFITABILITAS
H4
financing to deposit ratio (FDR)

H5
Non Performing Finance (NPF)
H6

Dana Pihak Ketiga (DPK)

H12 H11 H10 H9 H8 H7

Volume
Pembiayaan

BAB III

METODE PENELITIAN

1. Objek Penelitian

Penelitian ini dilakukan terhadap persusahaan dalam sector

perbankan syariah. Data yang digunakan untuk melakukan penelitian ini d

engan melihat laporan tahunan perbankan syariah yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia pada tahun 2015-2019 yang diperoleh dari media internet d

engan cara men-download melalui situs www.idx.co.id untuk memperoleh

data mengenai laporan keuangan yang telah dipublikasikan. perusahaan-pe


rusahaan perbankan syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada

tahun 2015-2019.

2. Jenis Data

Penelitian yang penulis lakukan adalah dengan menggunakan penelitian

kuantitatif yang mana jenis data yang digunakan dalam penelitian ini

adalah data sekunder. Data sekunder yaitu data yang mengacu pada

informasi yang diperoleh dari tangan kedua oleh peneliti berkaitan dengan

variabel untuk tujuan spesifik studi yang spesifik.sistematis, dan

terstruktur. Dan untuk ketepatan penghitungannya penulis menggunakan

SPSS.

3. Teknik Pengambilan Sampel

Populasi penelitian ini adalah perusahaan dalam sector perbankan

syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonessia (BEI). Periode pngamatan

adalah dari tahun 2015-2019, dan dalam penelitian ini menggunakan

teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang ditentukan, yaitu:

1. Bank syariah yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode

2015-2019

2. Bank syariah yang memiliki data penelitian tersedia antara

tahun 2015-2019

3. Bank syariah yang membuat laporan keuangan triwulan pada

periode 2015-2019

4. Teknik Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data yang dilakukan penelitian ini melalui laporan

keuangan bank umum syariah yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia

tahun 2015-2019. Data yang diperoleh melalui media internet dengan cara

mengunduh melalui situs www.idx.co.id untuk memperoleh data mengenai

laporan keuangan yang telah dipublikasi.

5. Definisi Operasional dan Pengukuran

1. Definisi operasional menjelaskan seperangkat petunjuk yang lengkap t

entang apa yang harus diamati dan mengukur suatu variabel atau konse

p untuk menguji kesempurnaan.

Penelitian ini terdapat 8 variabel yang terdiri dari variabel independen

(Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO),

Capital Adequency Ratio (CAR), Debt to Equity Ratio (DER),

financing to deposit ratio (FDR), Non Performing Finance (NPF),

Dana Pihak Ketiga (DPK)), dan variabel dependen profitabilitas yang

di proxy kan dengan return of assets (ROA). Berikut ini merupakan

definisi operasional setiap variabel-variabel yang ada pada penelitian

ini.

Dalam penelitian ini, terdapat satu variabel terikat (Y) dan 6 variabel

bebas (X) dan Variabel moderasi masing-masing variabel akan

diwakili oleh satu proxy (wakil pengukur). Berikut definisi operasional

variable :

1. Profitabilitas (ROA) (X)


Dalam penelitian ini profitabilitas di proxy kan dengan return of

asets (ROA). ROA disini akan menunjukkan kemampuan

manajemen bank dalam menghasilkan laba dari pengelolaan asset

yang dimiliki (Yuliani,2007). ROA merupakan rasio yang

digunakan untuk menghitung profitabilitas dengan rumus:

ROA = Laba Sebelum Pajak / Total Aset x 100%

2. Biaya Operasuinal dan Pendapatan Operasional (BOPO)

BOPO merupakan rasio untuk mengukur tingkat efisiensi serta

efektivvitas bank dalam menekan biaya operasioanlnya sebagai

usaha untuk mengoptimalkan pendapatan operasionalnya. Dalam

peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia ketentuan

besarnya rasio BOPO yang dapat ditolerir yaitu sebesar 93,5 %.

BOPO dapat dihitung menggunakan rumus:

Total BebanOperasioanl(100 % )
BOPO=
Total PendapatanOperasioanl

3. Capital Adequency Ratio (CAR)


CAR merupakan rasio ynag digunakan untuk mengukur kecukupan

modal yang dimiliki oleh bank untuk menunjang aktiva.

CAR = (Modal Sendiri ÷ ATMR) x 100%

4. Debt to Equity Ratio (DER)

Ini merupakan rasio yang akan menggambarkan bandingan antara

total hutang dengan ekuitas. Dalam pendanaan perusahaan.rasio ini

berguna untuk mengetahui dana yang disediakan oleh kreditor atau

peminjam dengan pemilik perusahaan. DER bias dihitung dengan

Debt to Equity Ratio (DER) = Total Hutang / Ekuitas x 100%

rumus

5. financing to deposit ratio (FDR)

financing to deposit ratio (FDR) merupakan indikator likuiditas

suatu bank.

FDR = (Total Pembiayaan ÷ Total Dana Pihak Ketiga) x 100%

6. Non Performing Finance (NPF)

NPF merupakan bandingan antara total pembiayaan bermasalah

dengan total pembiayaan yang diberikan. NPF mencerminkan

risiko pembiayaan, semakin tinggi rasio ini, menunjukkan kualitas

pembiayaan bank syariah semakin buruk.


NPF dapat diukur menggunakan rumus:

NPF = Total Pembiayaan Bermasalah/ Total Pembiayaan x 100%

7. Dana Pihak Ketiga (DPK)

Merupakan dana yang diperoleh dari masyarakat oleh bank, dana

ini dihimpun dalam bentuk tabungan, giro maupun deposit. Dalam

penelitian yang dilakukan [ CITATION Par18 \l 1033 ] dana

pihak ketiga dapat diukur dengan:

DPK = Dana Pihak Ketiga/ Total Kewajiban x 100 %

8. Volume Pembiayaan

Volume pembiayaan diukur dengan rasio total pembiayaan yang

disalurkan oleh Bank Umum Syariah padaakhir periode

6. Uji hipotesis dan Alat Analisis

Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif yang dinyatakan

dengan angka. Untuk perhitungannya menggunakan metode statistikyang

dibantuu dengan program SPSS. Metode analisis data dalam penelitian ini

menggunakan analisis regresi berganda, penguji asumsi klasik dan uji

hipotesis.

1. Analisis regresi berganda


Analisis regresi adalah suatu analisis yang mengukur pengaruh antara

variabel bebas terhadap variabel terikat (Sunyoto 2007:89). Metode

analisis data ini digunakan untuk menjelaskan kekuatan dan arah

pengaruh dari variabel bebas (independent variabel) terhadap variabel

terikat (dependent variabel).

Untuk menguji hubungan antara profitabilitas bank dan determinan

bank Pendapatan Operasional (BOPO), Capital Adequency Ratio

(CAR), Debt to Equity Ratio (DER), financing to deposit ratio (FDR),

Non Performing Finance (NPF), Dana Pihak Ketiga (DPK) yang

dijelaskan sebelumnya, kita menggunakan model regresi linier.

Adapun model dasar dari regresi linier berganda dari penelitian ini

dapat dirumuskan sebagai berikut :

Y = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 + b4x4 + b5x5 + b6x6 +

b7x1x2x3x4x5x6 + e

Keterangan:

Y = variabel independen (ROA)

a = Konstanta

b1-b6 = Koefisien regresi variabel independent

x1 = Pendapatan Operasional (BOPO)

x2 = Capital Adequency Ratio (CAR)

x3 = Debt to Equity Ratio (DER)


x4 = financing to deposit ratio (FDR)

x5 = Non Performing Finance (NPF)

x6= Dana Pihak Ketiga (DPK)

2. Uji asumsi klasik

a. Uji Normalitas

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah

dalam sebuah model regresi, error yang dihasilkan mempunyai

distribusi normal atau tidak. Maksud data distribusi normal

adalah data akan mengikuti arah garis diagonal dan menyebar

disekitar garis diagonal. Uji normalitas dapat dilakukan dengan

analisis grafik dan analisis statistic.

b. Uji Multikolinieritas

tujuan uji multikolinieritas adalah menguji apakah pada sebuah

model regresi ditemukan adanya korelasi antar-variabel

independen dalam suatu model regresi linier berganda. Jika

terjadi korelasi, maka terdapat problem Multikolinearitas

(Multiko).

c. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya

penyimpangan asumsi klasik autokorelasi, yaitu korelasi yang

terjadi diantara residual pada satu pengamatan dengan

pengamatan lain pada model regresi. Autokorelasi disebabkan


adanya observasi secara berurutan sepanjang waktu dan

berkaitan satu sama lain.

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam

model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu

pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual

satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut

homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas

(Ghozali, 2011:139). Deteksi heteroskedastisitas dapat

dilakukan dengan menggunakan metode Scatterplot dengan

memplotkan nilai ZPRED (nilai prediksi) dengan SRESID

(nilai residualnya). Model yang baik didapatkan jika tidak

terdapat pola tertentu pada grafik, seperti mengumpul ditengah,

menyempit kemudian melebar atau sebaliknya melebar

kemudian menyempit.

3. Uji Hipotesis

a. Pengujian Hipotesis Koefisien Determinasi (R Square)

Koefisien determinasi (R Square) digunakan untuk mengetahui

seberapa besar hubungan dari beberapa variabel dalam pengerti

an yang lebih jelas. Koefisien determinasi akan menjelaskan se

berapa besar perubahan atau variasi suatu variabel bisa dijelask

an oleh perubahan atau variasi pada varibel lain

b. Uji F
Uji F bertujuan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama

variabel independent terhadap variabel dependent. Uji F

digunakan untuk melakukan uji hipotesis koefisien regresi

secara bersamaan. Patokan yang digunakan dalam penelitian

ini adalah membandingkan nilai sig yang didapat dengan

derajat signifikansi α = 0.05. Apabila nilai sig lebih kecil dari

derajat signifikansi maka analisis jalur yang diperoleh dapat

diandalkan (sudah fix).

c. Uji t

Uji t bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-

masing variabel independent secara individual (parsial)

terhadap variabel dependent. Tanda plus (+) dan minum (-)

menunjukan arah hubungan yang terjadi, apakah perubahan

variable terikat searah positif dengan perubahan variable bebas

berlawanan arah negative. Dengan menggunakan signifikasi

level (α= 5%). Jika nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05

maka menngartikan koefisien regresi signifikan, namun jika

diatas 0,05 mengartikan koefisien regresi tidaklah signifikan.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmed, N. A., & Ahmed Ali, A. (2020). Influential Factors on Profitability of Islamic
Banks: Evidence from Sudan. International Journal of Economics and Finance, 1-
13.

Alam, M. M., Maizura, I., & Rana, S. M. (2016  ). Determinates of Banks’ Profitability: A
Study on Islamic Banks in Bangladesh. International Journal of Business and
Technopreneurship , 299-308.

Alih Shaleh Alarussi. (2017). Factors affecting profitability in Malaysia, .

Angraeni, M., & Suardhika, M. (2014). Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Kecukupan Modal,
Risiko Kredit dan Suku Bunga Kredit terhadap Profitabilitas Bank BUMN Tahun
2010-2012. E-Journal Akuntansi, 27-37.

Anjani, R., & Hasmarani, M. I. (2016). Pengaruh pembiayaan mudharabah, musyarakah,


dan murabahah terhadap profitabilitas BPRS di Indonesia periode 2012-2015.
Ekonomi dan Keuangan Islam, 38-45.

Aryati, D. R., & Purwanto. (2019). faktor faktor Penentuan Keuntungan pada PT Bank
Pedesaan Syariah di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Kepemimpinan, 1-18.

Asadullah, & Muhammd. ( 2017 ). Determinants of Profitability of Islamic Bank of


Pakistan- a Case Study On Pakistan’s Islamic Banking Sector . International
Conference on Advances in Business, Management and Law , 61-73.

Dendawijaya, L. (2003). Manajemen Pebankan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Devita, R. A. (2019). The Determinants Factors of profitability on Sharia Rural Banks In


Indonesia. Journal of Management and Leadership , 1-18.

Hanania, L. (2015). Faktor Internal dan Eksternal YYang Mempengaruhi Profitabilitas


Bank Syariah dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang. 151-168.

Hassan, S. M., & Ahmed, R. (2019). internal Determinants of Islamic Bnak Profitability:
Edvince from Bangladesh. International Journal of Economics and Financial
Research, 171-179.

Khasawneh, A. Y. (2016). Vulnerability and Profitability of MENA banking system: Islamic


versus Commercial banks. Internasional Journal of Islamic and Middle Eastern
Finance and Management , 454-472.

Menicucci, e., & Polucci, G. (2015). The Determinants of bank profitability : empirical
evidence from europe banking sector. Journal of Financial Reporting and
Accounting, 86-115.

Mokoagow, S. W. (2015). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Profitabilitas. ekonomi, 33-


62.
Mukhlis, I. (2011). Penyaluran Kredit Bank Ditinjau dari Jumlah Dana Pihak Ketiga dan
Tingkat Non Performing Loans. Jurnal AkuntansiUniversitar Udayana, 325-339.

Niruni, N., & Rajapakse, D. R. (2017). Profitability Determinants Of Islamic Bank in Sri
Lanka. international journal research, 19-36.

Nyoka, C. (2019). Bank Capital and Profitability: An Empirical Study of South African
Commercial Banks. Comparative Economic Research. Central and Eastern
Europe, 99-116.

Parenrengi, S., & Hendrati, T. W. (2018). Pengaruh Dana Pihak Ketiga , Kecukupan moda
danpenyaluran kredit terhadap profitabilitas bank . Jurnal Manajemen Strategi
dan Aplikasi Bisnis, 9-18.

Prasetyoningrum, A. K. (2018). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leerage,


Efisiensi Biaya, dan Umur Perusahaan terhadap Islamic Social Reporting (ISR)
pada Perbankan Syariah di Indonesia. Journal of Islamic Banking and Finance,
2654-8569.

Riyadi, S., & Yulianto, A. (2014). Pengaruh Pembiayaan Bai Hasil, Pembiayaan jual Beli,
Financing to deposit ratio (FDR) dan Non Performing Financing (NPF) terhadap
Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia. Accounting Analysis Journal, ISSN
2252-6765.

Rizkika, R. K., & Dillak, V. J. (2017). Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi


Profitabilitas Bank Umum Syariah Di Indonesia (studi Pada Bank Umum Syariah
Yang Terdaftar Di Otoritas Jasa Keuangan Selama Tahun 2012-2015). e-
Proceeding of Management, 2675- 2686.

Setiawan, A., & Indriani, A. (2016). Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Capital Adequacy
Ratio (CAR), dan Non Performing Financing (NPF) Terhadap Profitabilitas Bank
Syariah dengan Pembiayaan sebagai Variable Intervening. Diponegoro Journal of
Management, 2337-3792.

Shako, T., Timbula, M. A., & Meghesa, T. (2019). Factors Affecting Profitability: An
Empirical Studi on Ethiophian Bangking Industry. International Journal of
Commerce and Finance, 87-96.

Sheikh, N. A., & Karim, S. (2016). Determinants of Profitability of Islamic Commercial


Banks: Evidence from Pakistan. Pakistan Journal of Islamic Research , 71-78.

Sudarsono, H. (2017). Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Profitabilitas Bank


Syariah di Indonesia. jurnal ekonomi islam, 175-203.

Sutrisno. (2018). Pengaruh DER, CAR,dan LDR Terhadap Return of assets pada bank
umum syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia . jurnal STIE SEMARANG,
56-72.
Vivin, Y. A., & Wahono, B. (2017). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Umum
Syariah dengan Bank Umum Konvensional di Indonesia. Jurnal Ilmiah Riset
Manajemen, 15-28.

Wibowo, E. S., & Syaichu, M. (2013). Aanalisis Pengaruh Suku Bunga, Inflasi, Car, BOPO,
NPF Terhadap Profitabilitas bank syariah. diponegoro journal of management, 1-
10.

Yuliani. (2007). Hubungan Efisiensi Operasional Dengan Kinerja Profitabilitas Pada Sektor
Perbankan Yang Go Publik Di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Manajemen dan Bisnis,
Vol.5 No.10.