Anda di halaman 1dari 4

LEMBAR JAWABAN TUGAS TUTORIAL 2

UPBJJ-UT BOGOR

Nama Mahasiswa : Bayu Indrawan


NIM : 031312045
Semester : 6
Kelas : Hukum
TTM Ke : II
Kode Mata Kuliah : HKUM4410
Nama Mata Kuliah : Praktik Pengalaman Beracara
Nilai Tertingggi :
Nilai Terendah :
Nama Tutor : Mochmad Wira Alamsyah, SH.,MH
Paraf Tutor :

Soal dan jawaban

1. Sebutkan lembaga peradilan di Indonesia?

Lembaga Peradilan di Indonesia yaitu :

 Badan Peradilan Umum. - Pengadilan Tinggi. - Pengadilan Negeri.

 Badan Peradilan Agama. - Pengadilan Tinggi Agama.- Pengadilan Agama.

 Badan Peradilan Militer. - Pengadilan Militer Utama. - Pengadilan Militer Tinggi.-

Pengadilan Militer.

2. Sebutkan alur persidangan perkara pidana acara pemeriksaan biasa berdasarkan

KUHP?

1) Penunjukan hakim atau majelis hakim dilakukan oleh KPN setelah Panitera

mencatatnya di dalam buku register perkara seterusnya diserahkan kepada Ketua

Pengadilan Negeri untuk menetapkan Hakim / Majelis yang menyidangkan perkara

tersebut.
2) Pengadilan Negeri dapat mendelegasikan pembagian perkara kepada Wakil Ketua

terutama pada Pengadilan Negeri yang jumlah perkaranya banyak.

3) Perkara kepada Majelis / Hakim secara merata dan terhadap perkara yang menarik

pehatian masyarakat, Ketua Majelisnya KPN sendiri atau majelis khusus.

4) Berkas diajukan ke muka persidangan, Ketua Majelis dan anggotanya mempelajari

terlebih dahulu berkas perkara.

5) Perkara disidangkan, Majelis terlebih dahulu mempelajari berkas perkara,untuk

mengetahui apakah surat dakwaan telah memenuhi-syarat formil dan materil.

6) Formil: nama, tempat lahir, umur atau tanggal lahir, tempat tinggal, pekerjaan

terdakwa, jenis kelamin, kebangsaan dan agama.

7) Materiil: Waktu dan tempat tindak pidana dilakukan (tempus delicti dan locus delicti);

8) Perbuatan yang didakwakan harus jelas di-rumuskan unsur-unsurnya;

9) Hal-hal yang menyertai perbuatan-perbuatan pidana itu yang dapat menimbulkan

masalah yang memberatkan dan meringankan.

10) Butir a dan b merupakan syarat mutlak, apabila syarat-syarat tersebut tidak ter-

penuhi dapat mengakibatkan batalnya surat dakwaan (pasal 143 ayat 3 KUHAP).

11) Dalam hal Pengadilan berpendapat bahwa perkara menjadi kewenangan pengadilan

lain maka berkas perkara dikembalikan dengan penetapan dan dalam tempo 2 X 24

jam, dikirim kepada

12) Jaksa Penuntut Umum dengan perintah agar diajukan ke Pengadilan yang

berwenang (pasal 148 KUHAP). 12). Jaksa Penuntut Umum selambat-lambatnya

dalam waktu 7 (tujuh) hari dapat mengajukan perlawanan terhadap penetapan

tersebut dan dalam waktu 7 (tujuh) hari Pengadilan Negeri wajib mengirimkan

perlawanan tersebut ke Pengadilan Tinggi (pasal 149 ayat 1 butir d KUHAP).

3. Apa yang dimaksud dengan keberatan (eksepsi) dan jelaskan jenis-jenisnya?

Secara hukum, eksepsi atau keberatan merupakan hak dari terdakwa untuk menjawab

surat dakwaan dan dasar hukumnya diatur dalam Pasal 156 ayat (1) KUHAP yang

menentukan: "dalam hal terdakwa atau penasehat hukum mengaajukan keberatan

bahwa pengadilan tidak berwenang mengadili perkaranya.


4. Sebutkan alur sidang perkara perdata Gugatan?

1) Sidang dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum

2) Para pihak (penggugat dan tergugat) diperintahkan memasuki ruang sidang:

3) Para pihak diperiksa identitasnya (surat kuasanya), demikian pula diperiksa surat ijin

praktik dari organisasi advokat

4) Kedua belah pihak lengkap maka diberi kesempatan untuk menyelesaikan dengan

perkara secara damai;

5) Ditawarkan apakah akan menggunakan mediator dari lingkungan PN atau dari luar

(lihat PERMA RI No.1 Tahun 2008);

6) Apabila tidak tercapai kesepakatan damal maka sidang dilanjutkan dengan

pembacaan surat gugat oleh penggugat/kuasanya

7) Apabila perdamaian berhasil maka dibacakan dalam persidangan dalamn bentuk

akta perdamaian yang bertitel DEMI KEADILAN

8) Apabila tidak ada perubahan acara selanjutnya jawaban dari tergugat (jawaban berisi

eksepsi, bantahan, permohonan putusan provisionil, gugatan rekonvensi),

9) Apabila ada gugatan rekonvensi tergugat juga berposisi sebagai penggugat

rekonvensi

10) Replik dari penggugat, apabila digugat rekonvensi maka ia berkedudukan sebagai

tergugat rekonvensi;

11) Pada saat surat menyurat (jawab jinawab) ada kemungkinan ada gugatan intervensi

(voeging, vrijwaring, toesenkomst);

12) Sebelum pembuktian ada kemungkinan muncul putusan sela (putusan provisionil,

putusan tentang dikabulkannya eksepsi absolut, atau ada gugat intervensi):

13) Pembuktian

14) Dimulai dari penggugat berupa surat bukti dan saksi;

15) Dilanjutkan dari tergugat berupa surat bukti dan saksi

16) Menyangkut tanah dilakukan pemeriksaan setempat;

17) Kesimpulan

18) Musyawarah oleh Majlis Hakim (bersifat rahasia).


19) Pembacaan Putusan

20) Isi putusan: a. Gugatan dikabulkan, b. Gugatan ditolak, c. Gugatan tidak dapat

diterima

21) Atas putusan ini para pihak diberitahu hak-haknya apakah akan menerima, pikir-pikir

atau akan banding. Apabila pikir-pikir maka diberi waktu selama 14 hari;

22) Dalam hal ada pihak yang tidak hadir maka diberitahu terlebih dahulu dan dalam

waktu 14 hari setelah pemberitahuan diberi hak untuk menentukan sikap. Apabila

waktu 14 hari tidak menentukan sikap maka dianggap menerima putusan.

5. Jelaskan pengertian mediator?

Mediator adalah Hakim atau pihak lain yang memiliki Sertifikat Mediator sebagai pihak

netral yang membantu Para Pihak dalam proses perundingan guna mencari berbagai

kemungkinan penyelesaian sengketa tanpa menggunakan cara memutus atau

memaksakan sebuah penyelesaian.