Anda di halaman 1dari 4

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 2

Nama Mahasiswa : M. ANA ROZI ANUDIN

Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 030021052

Kode/Nama Mata Kuliah : ESPA4110/ Pengantar Ekonomi Makro

Kode/Nama UPBJJ : 71/SURABAYA

Masa Ujian : 2020/21.2 (2021.1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
1. Gambar Kurva permintaan Agregat

Kurva permintaan agregat memiliki kemiringan negatif yang menurun dari kiri atas ke kanan
bawah. Bentuk kurva ini di sebabkan oleh tingkat harga terhadap permintaan barang/jasa
untuk tujuan konsumsi , investasi dan ekspor bersih. Pada harga P 1 barang/jasa yang diminta
sebesar Q1, yang di tunjukan oleh titik A kemudian jika harga P2 maka barang/jasa yang
diminta sebesar Q2 , Kemudian bila titik A dan titik B dihubungkan menjadi satu garis ,maka
garis itu di sebut kurva permintaan Agregat AD.
2. Besar tingkat harga apabila :
Pendapatan, Y = 200
Penawaran uang, M = 100
Laju peredaran uang V = 8

Besar tingkat harga berdasarkan teori kualitas :


M.V = P.Y
100x8 = Px200
800 = 200 P
P =4

Jadi tingkat harga (P) Adalah 4


3. Kritikan kritikan tersebut adalah :
1) Permisalan bahwa Y tetap kurang tepat
Hal ini dikarenakan kesempatan kerja penuh tidak selalu tercapai dalam perekonomian,
yang banyak berlaku adalah kegiatan ekonomi yang tidak menggunakan faktor – faktor
produksi secara penuh dan menyebabkan penganguran. Sehingga jumlah barang (T)
masih bisa ditambah.
2) Laju peredaran uang tidak selalu tetap dalam jangka pendek dan jangka panjang
Terdapatnya faktor lain yang memengaruhi laju peredaran uang, di antaranya inflasi dan
pengangguran yang tinggi. Tingkat pengangguran yang tinggi mempengaruhi
pengeluaran masyarakat sehingga mengurangi laju perdaran uang.
3) Hubungan antara penawaran uang dan harga lebih rumit dari yang terangkan oleh teori
kualitas.
Persamaan MV = PT tidak dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana perubahan
penawaran uang akan mempengaruhi harga dan jumlah produksi barang dan jasa, saat
menghadapi masalah pengannguran. Apakah P dan T akan bertambah, atau T yabg tetap
dan P bertambah?
4) Teori kualitas hanya memperhatikan fungsi uang sebagai alat untuk
mempermempermudah kegiatan tukar menukar dan transaksi dengan menggunakan
uang. Sedangkan menurut Keynes uang juga digunakan untuk berjaga-jaga dan
spekulasi.
5) Teori kualitas mengbaikan efek perubahan penawaran uang terhadap suku bunga
Hal ini disebabkan dalam teori klasik suku bunga ditentukan oleh penawaran tabungan
dan permintaan tabungan untuk investasi.
4. Berikut macam-macam kebijakan fiskal
a) Pembiayaan fungsional
Pengeluaran pemerintah ditentukan dengan melihat akibat-akibat tidak langsung
terhadap pendapatan nasional guna meningkatkan kesempatan kerja. Dipihak lain pajak
mengatur pengeluaran swasta dan bukan meningkatkan penerimaan pemerintah,
sehingga dalam dalam masa ada pengangguran pajak sama sekali tidak diperlukan.
b) Pengelolaan anggaran
Pendekatan ini selalu berusaha mempertahankan anggaran belanja harus seimbang
tanpa defisit anggaran belanja. Sehingga pada masa depresi pengeluaran pemerintah
akan ditingkatkan dan penerimaan dari pajak akan ditingkatkan pula tapi tidak sampai
menimbulkan defisit.
c) Stabilisasi anggaran otomatis
Dengan stabilisasi otomatis, pengeluaran pemerintah akan ditentukan berdasarkan
manfaat dan biaya relatif dari berbagai macan program dan pajak akan di tentukan
sehingga menimbulkan surplus dalam periode kesempatan kerja penuh.
d) Anggaran belanja seimbang
Kegagalan dalam mempertahankan keseimbangan anggaran dalam jangka panjang
dapat menimbulkan hilangnya kepecayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dapat
pula diikuti pendektan serupa dengan tetap mempertahankan keseimbangan anggaran.
Dalam masa depresi, pengeluaran perlu ditingkatkan diikuti pula dengan peningkatan
penerimaan sehingga tidak akan memperbesar hutang negara.
5. Ketiga kondisi tersebut adalah
a. Anggaran Belanja Berimbang
Anggaran belanja berimbang bisa terjadi apabila penerimaan pemerintah sama
jumlahnya dengan pengeluaran pemerintah, atau dengan kata lain penerimaan
seimbang dengan peneluaran.

b. Surplus Anggarapan Belanja


Jika penerimaan pemerintah lebih besar dari pengeluaran, maka keadaan yang demikian
yang disebut dengan surplus anggaran belanja.
c. Defisit Anggaran Belanja
Penerimaan pemerintah lebih kecil dari pada pengeluarannya akan mengakibatkan
keadaan defit anggaran belanaj.

Anda mungkin juga menyukai