Anda di halaman 1dari 3

1.

Analisis Kualitatif
a. Sampel bakso dipotong – potong kemudian ditambahkan air
b. Sampel bakso yang telah ditambahkan air direbus beberapa menit
c. Diambil filtrate yang diperoleh
d. Kemudian direaksikan dengan kurkumin dan diamati perubahan warna yang terjadi
2. Analisis Kuantitatif
Preparasi sampel
a. Sampel bakso ditimbang sebanyak 100 gram
b. Sampel ditambahkan 300ml aquades dan 20 ml HCl
c. Kemudian dipanaskan diatas penangas air selama 10 menit sambil diaduk
d. Dipisahkan antara filtrat dan residu
e. Filtarat yang diperoleh diambil sebanyak 100 ml kemudian ditambahkan etanol
sebanyak 150 ml, kemudian dipisahkan antara endapan yang diperoleh dan filtratnya
f. Filtrate yang diperoleh didestilasi selama 110 menit
g. Destilat yang diperoleh ditampung dengan 10 ml gliserin 3%
h. Kemudian dipanaskan sampai semua etanol menguap
i. Boraks dalam gliserin yang diperoleh di panaskan dalam furnace 600oC kemudian
didinginkan
j. Setelah itu ditambahkan 10 ml kurkumin dan dipanaskan lagi sampai kering
k. Endapan yang diperoleh ditambahakan etanol sampai 25 ml dalam labu ukur

Pembuatan larutan standar boraks


a. Dibuat larutan induk boraks dengan konsentrasi 100 ppm
b. Dibuat larutan standar boraks 10 ppm dari larutan induk
c. Dibuat larutan standar boraks 0,5 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm, 2 ppm, 2,5 ppm dari
larutan standar boraks 10 ppm

Pengukuran kadar boraks


a. Diambil salah satu larutan standar, diukur panjang gelombang maksimum yang
terjadi saat absorbansi maksimum
b. Larutan standar boraks diukur absorbansinya pada panjang gelombang maksimum
dengan menggunakan spektofotometer UV
c. Sampel diukur absorbansinya
d. Dibuat grafik hubungan antara konsentrasi dan absorbansi
e. Sampel bakso ditentukan kadar boraksnya.

Hasil Pengamatan
• Massa sampel bakso ikan yang digunakan = 100,043 gram
• Warna pereaksi kurkumin = kuning kecoklatan
• Saat sampel bakso direbus dalam aquades dan HCl didapat filtrat yang berwarna
putih keruh (bercampur dengan endapan halus yang sulit dipisahkan dengan
penyaringan)
• Setelah filtrat sebanyak 100 ml ditambahakan 150 ml etanol, terjadi koagulasi
endapan sehingga diperoleh endapan yang berwana putih dan filtrat berwana putih
keruh
• Destilat mulai menetes pada suhu 70oC dan konstan pada suhu 75OC. Filtrat yang
didapat setelah 110 menit sebanyak 135 ml dan tidak bewarna. Residu destilasi
berwarna kuning pucat.
• Kemudian filtrat diambil sebanyak 67,5 ml kemudian dipanaskan sampai
diperoleh cairan seperti minyak (gliserin) yang berwarna kuning bening.
• Saat di furnace terbentuk endapan atau serbuk putih
• Ketika ditanbahkan kurkumin terbentuk larutan berwarna kuning kecoklatan
• Ketika dikeringkan terbentuk endapan coklat kehitaman.

Pembahasan
Saat analisis kualitatif sampel bakso direbus terlebih dahulu baru direaksikan
dengan kurkumin. Fungsi perebusan ini adalah untuk mendapatkan boraks dalam bakso
yang jumlahnya sedikit sekali, boraks dapat larut dengan baik pada air mendidih. Jika
hanya menggunakan air biasa, dikhawatirkan boraks yang jumlahnya sedikit tidak akan
terlarutkan sehingga tidak teridentifikasi. Setelah filtrate yang didapat ditambahakan
kurkumin, terjadi perubahan warna menjadi kuning agak kemerahan. Hal ini menunjukan
bahwa di dalam bakso terkandung boraks. Perubahan warna yang kerjadi disebabkan
oleh terbentuknya kompleks boro kurkumin yang berwarna merah muda.
Pada analisis kuantitatif saat preparasi sampel, bakso dipanaskan terlebih
dahulu dengan aaquades dan HCl, hal ini dimaksudkan untuk mendegradasi sampel
bakso sehingga boraks yang terperangkap dalam bakso dapat dikeluarkan agar dapat
dianalisis. Boraks dapat larut baik dalam air mendidih. Destilasi yang dilakukan
bertujuan untuk memisahkan boraks dengan pengotor – pengotor yang terdapat dalam
sampe seperti formalin (dikhawatirkan dalam sampek pun mengandung formalin).
Destilat yang diperoleh ditampung dalam gliserin karena boraks larut dalam gliserin.
Setelah itu destilat yang didapat dipanaskan dengan tujuan untuk menguapkan semua
metanol yang ada, dan kemudian dipanaskan lagi dalam furnace 600oC untuk
menguapkan gliserin yang ada sehingga didapat serbuk boraks (hal ini ditunjukan dari
didapatnya serbuk putih pada dasar cawan krus dari hasil pengamatan). Serbuk yang
didapat tadi ditambahkan kurkumin, dengan tujuan untuk membentuk komplek boro-
kurkumin yang berwarna sehingga absorbansinya dapat dibaca dari intensitas warna yang
dihasilkan.