Anda di halaman 1dari 25

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Pengertian Istilah

PERATURAN PERUSAHAAN
Dalam Peraturan Perusahaan ini yang dimaksud dengan :
PT. PATNA LESTARI
1. Peraturan Perusahaan
Adalah keseluruhan isi Peraturan Perusahaan ini yaitu
Menimbang : Bahwa untuk menghindari terjadinya
Pendahuluan, Pasal-Pasal, Ketentuan Peralihan dan
kesimpangansiuran dalam menetapkan
Ketentuan Penutup serta Surat Keputusan Direksi, Edaran,
peraturan kerja, maka perlu ditetapkan
Lampiran dan bentuk peraturan tambahan lainnya yang
Peraturan Perusahaan.
merupakan penafsiran dan/atau pelaksanaan Peraturan
Tujuan : Peraturan Perusahaan PT. Patna Lestari
Perusahaan ini.
dibuat untuk menjadi pegangan bagi
2. Perusahaan
perusahaan maupun karyawan yang
Adalah PT. PATNA LESTARI yang bergerak di bidang
berisikan hak dan kewajiban masing-
Produksi Minuman Kemasan yang didirikan berdasarkan akta
masing pihak dengan tujuan untuk
notaris nomor 2 tanggal 2 November 2009, yang dibuat
memelihara hubungan kerja yang baik dan
dihadapan notaris Fera Churaera, S.H.
harmonis antara perusahaan dan
3. Direksi
karyawan dalam usaha bersama
Adalah terdiri dari Direktur Utama dan para Direktur
meningkatkan kesejahteraan karyawan
sebagaimana tertuang di dalam akta pendirian Perusahaan
dan kelangsungan perusahaan.
yang diangkat dan diberhentikan oleh RUPS (Rapat Umum
Pemegang Saham) dan bertanggung jawab kepada RUPS.
4. Atasan Karyawan
a. Atasan langsung adalah Pejabat Perusahaan atau
Karyawan yang karena jabatannya mempunyai tugas
memimpin, membina, dan mengawasi secara langsung
terhadap Karyawan dibawahnya.

1** Expression is faulty ** 1** Expression is faulty **


b. Atasan Tidak Langsung adalah Pimpinan Atasan Adalah hari-hari kerja Karyawan sesuai dengan jadwal waktu
Langsung. yang telah ditetapkan oleh Perusahaan dengan berpedoman
5. Karyawan kepada Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
Adalah setiap Warga Negara Indonesia yang mempunyai suatu 11. Jam Kerja
hubungan kerja dengan Perusahaan yang diatur dalam Adalah jam-jam kerja Karyawan untuk berada di tempat kerja
Perjanjian Kerja, dengan menerima tugas-tugas tertentu dan dan melakukan pekerjaan pada Hari Kerja yang ditetapkan
untuk ini menerima penghasilan yang ditetapkan. oleh Perusahaan.
6. Hubungan Kerja 12. Kerja Lembur
Adalah hubungan yang timbul antara Pengusaha dan Adalah kerja yang dilakukan diluar jam kerja wajib atas
Karyawan karena adanya perjanjian kerja, yang mempunyai Perintah Perusahaan yang pelaksanaan dan perhitungannya
tiga unsur utama yaitu perintah. sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
7. Perjanjian Kerja 13. Hari Libur
Adalah perjanjian antara Pengusaha dan Karyawan yang Adalah hari-hari libur sesuai yang ditetapkan oleh Pemerintah
memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban kedua belah Republik Indonesia melalui instansi terkait yaitu Hari Libur
pihak yang dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis. Nasional dan Cuti Bersama.
8. Karyawan Harian Lepas 14. Gaji atau Upah
Adalah karyawan yang melaksanakan pekerjaan tertentu Adalah Hak Karyawan yang diterima dan dinyatakan dalam
secara terbatas dengan menerima Upah Harian dengan masa bentuk uang sebagai imbalan dari Pengusaha kepada
kerja terus menerus kurang dari 3 (tiga) bulan dan tiap bulan Karyawan yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu
tidak lebih dari 21 (dua puluh satu) hari kerja. Hubungan Kerja Perjanjian Kerja, Kesepakatan, atau Peraturan Perundang-
berdasarkan Surat Pengangkatan/Surat Perjanjian Kerja Undangan, termasuk tunjangan dan/atau bantuan bagi
Harian Lepas Karyawan dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa
9. Karyawan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang telah atau akan dilakukan.
Adalah Karyawan laki-laki/perempuan yang bekerja pada 15. Tunjangan
Perusahaan berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu a. Tunjangan Tetap adalah suatu pemberian berupa uang
(PKWT) untuk melakukan tugas-tugas tertentu untuk suatu yang diberikan bersamaan dengan pemberian upah
jangka waktu tertentu dengan menerima penghasilan yang bulanan yang bersifat tetap dan melekat pada golongan
telah ditetapkan menurut Perjanjian Kerja. jabatan tertentu. Besarannya akan berbeda sesuai dengan
10. Hari Kerja

2** Expression is faulty ** 2** Expression is faulty **


level jabatan dan tidak berpengaruh atas tingkat ketenangan kerja dan produktivitas kerja maksimal yang bermanfaat
kehadiran, tingkat hasil produksi dan tingkat kompetensi. bagi kedua belah pihak yaitu Perusahaan dan Karyawan.
b. Tunjangan Tidak Tetap adalah suatu pemberian berupa
uang atau in natura yang diberikan bersaaan dengan Pasal 3
pemberian upah bulanan yang bersifat tidak tetap dan Ruang Lingkup Peraturan Perusahaan
melekat pada seluruh golongan Karyawan dengan
besaran yang sama. Tunjangan ini sangat dipengaruhi 1. Perusahaan dan Karyawan bersama-sama menyetujui bahwa
oleg tingkat kehadiran kerja Karyawan. Peraturan Perusahaan ini berlaku bagi kedua belah pihak.
c. Tunjangan Hari Raya Keagamaan 2. Peraturan Perusahaan ini berlaku mengikat bagi masing-
Adalah suatu pemberian dari Perusahaan berupa uang masing pihak disamping Undang-Undang Ketenagakerjaan
kepada Karyawan yang dibayarkan perusahaan menjelang yang berlaku.
Hari Raya Keagamaan. 3. Dalam perjalanan Peraturan Perusahaan ini terjadi
16. Lokasi Kerja perkembangan sesuai dengan situasi kondisi yang
Adalah seluruh ruangan, halaman dan sekelilingnya yang memerlukan diadakan penyempurnaan-penyempurnaan akan
berhubungan dengan tempat kerja serta merupakan isi Peraturan Perusahaan ini, maka akan dilaksanakan
milik/disewa perusahaan. perubahan sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan
17. Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
Adalah rangkaian ketentuan hukum yang berlaku di seluruh 4. Peraturan Perusahaan ini mengatur hal-hal yang bersifat
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia menurut tata umum, hal-hal yang bersifat khusus dan hal-hal lain yang
urutan (hierarki) Perundang-Undangan dan mengikat seluruh belum diatur dalam Peraturan Perusahaan ini akan diatur
warga negara Republik Indonesia. dengan Surat Keputusan Direksi.
5. Selama suatu hal tidak diatur dalam Peraturan Perusahaan ini,
Pasal 2 atau dalam peraturan lain yang dikeluarkan oleh Perusahaan,
Maksud dan Tujuan berlaku ketentuan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang
dan Peraturan Pemerintah yang berlaku.
Maksud dan tujuan dari Peraturan Perusahaan ini adalah untuk
menciptakan hubungan kerja yang baik, mengatur kewajiban dan hak Pasal 4
Karyawan terhadap Perusahaan ataupun sebaliknya sehingga terwujud Pengakuan Hak Perusahaan dan Karyawan

3** Expression is faulty ** 3** Expression is faulty **


1. Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur jalannya Pasal 6
Perusahaan guna mencapai tujuan usahanya dan segala Tanggung Jawab Karyawan
pengelolaan tenaga kerja, seperti penerimaan kerja,
penempatan kerja, pendidikan, pengangkatan, mutasi, 1. Melaksanakan perintah kerja dari atasan sesuai dengan
promosi, demosi, pindah tempat kerja, pemberhentian kerja keahlian, keterampilan para Karyawan sebagai bagian dari
dan lain-lain. komponen Perusahaan.
2. Perusahaan dan Karyawan memiliki hak-hak lainnnya yang 2. Melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan penuh
diatur ataupun yang dilindungi oleh Peraturan Perundang- kesadaran dan tanggung jawab.
Undangan yang berlaku. 3. Bekerja jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk
kepentingan Perusahaan.
Pasal 5 4. Memelihara dan meningkatkan keutuhan, kekompakan,
Tanggung Jawab Perusahaan persatuan dan kesatuan sesama Karyawan Perusahaan.
5. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik.
1. Memberikan upah kerja yang sesuai dengan jabatan dan 6. Menggunakan dan memelihara barang milik Perusahaan
resiko pekerjaannya dan berpedoman pada ketentuan- dengan sebaik-baiknya.
ketentuan yang berlaku di Perusahaan. 7. Membimbing dan memberikan contoh serta teladan yang baik
2. Memperhatikan kesejahteraan karyawan dalam hal kesehatan, terhadap bawahannya.
kecelakaan kerja yang dialami dalam hubungan kerjanya. 8. Menjaga rahasia Perusahaan dengan baik dan tanggung
3. Memberikan tempat bagi Karyawan sesuai dengan bidangnya jawab.
dan keahlian masing-masing Karyawan. 9. Melaksanakan tata tertib Perusahaan dengan sebaik-baiknya.
4. Pengusaha wajib memberikan waktu istirahat atau cuti kepada 10. Memberikan informasi yang benar sesuai dengan
Karyawan. pekerjaannya.
5. Pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya 11. Memberikan saran demi kemajuan perusahaan dengan
kepada Karyawan untuk melaksanakan ibadah yang tanggung
diwajibkan oleh agamanya.
6. Menerapkan kedisiplinan kerja yang harus ditaati secara Pasal 7
bersama-sama. Penerimaan Karyawan

4** Expression is faulty ** 4** Expression is faulty **


1. Penerimaan Karyawan disesuaikan dengan rencana profesionalisme dan mererapkan asas efektifitas kerja dan
kebutuhan dan penambahan tenaga kerja. efisiensi anggaran.
2. Penerimaan Karyawan dilakukan melalui prosedur rekrutmen 2. Tugas tersebut tidak dapat ditolak dengan alasan yang jelas
yang ditetapkan oleh Perusahaan. dan dapat diterima.
3. Calon Karyawan yang diterima adalah yang memenuhi 3. Setelah melaksanakan tugas luar kota, Karyawan harus
persyaratan usia, pendidikan, keahlian, sesuai dengan melaporkan hasil pelaksanaan tugas luar kota tersebut secara
persyaratan jabatan yang ditetapkan. tertulis kepada pimpinan Perusahaan atau atasan langsung.
4. Syarat dan ketentuan umum Karyawan adalah berpedoman 4. Atasan langsung wajib memeriksa dan memberikan evaluasi
atas kemampuan dan keahlian kerja dengan prioritas sebagai terhadap laporan.
berikut : 5. Selama melaksanakan tugas luar kota, Karyawan mendapat
a. Warga Negara Republik Indonesia yang berketuhanan Tunjangan Dinas Luar Kota yang diatur dalam Juknis Dinas
Yang Maha Esa; Luar Kota.
b. Berusia dan cukup umur dalam usia kerja;
c. Sehat jasmani dan rohani; BAB II
d. Memenuhi persyaratan kerja sesuai dengan tuntutan HUBUNGAN KERJA
perusahaan;
e. Tidak terlibat dalam kegiatan organisasi terlarang; Pasal 9
f. Berkelakuan baik; Perjanjian Kerja
g. Tidak terikat dengan hubungan kerja dengan Perusahaan
lain; dan 1. Hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara
h. Bukan penggunan obat-obatan terlarang atau narkba dan Perusahaan dengan Karyawan.
psikotropika. 2. Perjanjian Kerja dibuat secara tertulis atau lisan.
3. Perjanjian kerja yang dipersyaratkan secara tertulis
Pasal 8 dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan
Dinas Luar Kota yang berlaku.
4. Ada 2 (dua) jenis perjanjian kerja yaitu :
1. Dinas Luar Kota atau perjalanan dinas adalah tugas a. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) adalah ikatan
Perusahaan terhadap Karyawan demi tercapainya tujuan kerja berdasarkan jangka waktu yang ditentukan
Perusahaan dan harus dilaksanakan dengan memegang tegas Perusahaan berdasarkan periode tertentu atau selesainya

5** Expression is faulty ** 5** Expression is faulty **


pekerjaan, yang pelaksanaannya berpedoman pada 2. Masa percobaan dihitung sebagai masa kerja Karyawan.
Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku; dan
b. Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) adalah Pasal 12
ikatan kerja yang tidak dibatasi jangka waktu sebagaimana Berakhirnya Hubungan Kerja
dijelaskan dalam point a.
1. Karyawan tidak mampu lagi melakukan pekerjaan karena
Pasal 10 alasan kesehatan atau sakit terus menerus lebih dari 12 (dua
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) belas) bulan yang tidak mungkin lagi disembuhkan dengan
menunjukan surat keterangan dari dokter/ rekomendasi dari
1. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu didasarkan atas jangka dokter rumah sakit atau Karyawan tersebut meninggal dunia.
waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu. 2. Dalam keadaan mendesak seperti menurunyya kegiatan
2. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat mensyaratkan Perusahaan atau penutupan usaha Perusahaan.
adanya masa percobaan kerja. 3. Karyawan melakukan tindakan-tindakan kejahatan atau
3. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat diadakan merugikan pihak Perusahaan.
untuk pekerjaan yang bersifat tetap. 4. Karyawan mengundurkan diri.
4. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu dapat diperpanjang atau 5. Karyawan tidak cakap melakukan pekerjaan walaupun telah di
diperbaharui. coba dimana-mana serta menunjukan hasil kerja yang sangat
5. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang didasarkan atas buruk.
jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 6. Setiap Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kecuali Karyawan
(dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk yang mengundurkan diri dan atau melakukan pelanggaran
jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun yang melanggar hukum dengan cukup bukti selalu
6. Selama Karyawan terikat dalam perjanjian kerja untuk waktu berpedoman pada Peraturan Perundang-Undangan yang
tertentu tidak dihitung sebagai masa kerja Karyawan. berlaku.
7. Selama masa percobaan kerja, masing-masing pihak dapat
Pasal 11 memutuskan hubungan kerjanya. Akibat putusnya hubungan
Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu kerja tersebut, tidak ada kewajiban dari perusahaan untuk
membayar ganti rugi pesangon dan lain-lainnya.
1. Perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu dapat mensyaratkan
masa percobaan kerja paling lama 3 (tiga) bulan..

6** Expression is faulty ** 6** Expression is faulty **


BAB III 5. Hari dan jam kerja yang bersifat khusus ditentukan tersendiri
WAKTU KERJA oleh atasan yang berwenang dengan sepengetahuan bagian
Sumber Daya Manusia.
Pasal 13
Hari Kerja dan Jam Kerja Pasal 14
Mangkir
1. Jam kerja ditetapkan atas kebutuhan Perusahaan dan waktu
kerja operasional disesuaikan dengan kondisi dan atas dasar Apabila Karyawan tidak masuk kerja tanpa alasan yang dapat diterima
persetujuan dari Dinas Tenaga Kerja setempat. oleh Perusahaan maka Karyawan tersebut dianggap mangkir dan akan
2. Waktu kerja diatur sebagai berikut : diberikan sanksi sebagai berikut :
a. Untuk Karyawan kantor Perusahaan : 1. Apabila Karyawan mangkir selama 3 (tiga) hari kerja atau lebih
- Senin s/d kamis : Jam 08.00 WIB – Jam 16.00 WIB berturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi
- Jumat : Jam 08.00 WIB – Jam 16.30 WIB dengan bukti yang sah dan telah dipanggil Perusahaan 2 (dua)
- Sabtu : Jam 08.00 WIB – Jam 14.00 WIB kali secara patut dan tertulis dapat diputuskan hubungan

- Istirahat : Jam 12.00 WIB – Jam 13.00 WIB kerjanya karena dikualifikasikan mengundurkan diri.

- Istirahat Jum’at : Jam 11.30 WIB – Jam 13.00 WIB 2. Apabila Karyawan terlambat diatas 15 (lima belas) menit dalam
satu bulan mencapai 10 hari atau 150 (seratus lima puluh)
b. Untuk Karyawan Operasional :
menit, maka Karyawan tersebut akan diberikan Surat Teguran
- Hari kerja adalah 6 (enam) hari seminggu sesuai
dan selanjutnya jika tidak ada perubahan dilanjutkan dengan
dengan jadwal kerja.
Surat Peringatan Pertama, Surat Peringatan Kedua dan Surat
- Jam kerja Karyawan operasional adalah 7 (tujuh) jam
Peringatan Ketiga.
sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu.
3. Apabila setelah pemberian Surat Peringatan Ketiga dan masih
- Hari libur adalah 1 (satu) hari dalam seminggu sesuai
melakukan pelanggaran tata tertib Perusahaan, maka akan
dengan jadwal libur.
dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja.
3. Waktu istirahat selama 1 (satu) jam setiap hari kerja tidak
diperhitungkan sebagai waktu kerja.
Pasal 15
4. Untuk jenis pekerjaan tertentu dan/atau giliran kerja beregu
Tugas Jaga
(shift) ditetapkan waktu kerja secara tersediri dengan tetap
mengindahkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

7** Expression is faulty ** 7** Expression is faulty **


1. Dalam situasi dan kondisi pekerjaan tertentu, Karyawan dapat 1. Hari libur mingguan adalah 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari
ditugaskan menjaga/bekerja di Pabrik, Kantor, dan lokasi kerja kerja dalam 1 (satu) minggu
lainnya. 2. Hari libur Perusahaan adalah hari libur resmi yang ditentukan
2. Perintah tugas tersebut tidak dapat ditolak Karyawan yang Pemerintah dan hari lain yang dinyatakan libur oleh
ditunjuk/diperintahkan, tanpa alasan jelas yang dapat diterima. Perusahaan.

Pasal 16 Pasal 18
Kerja Lembur Cuti

1. Berdasarkan kebutuhan Perusahaan, pekerjaan dapat 1. Yang dimaksud dengan cuti adalah istirahat kerja yang
dilakukan diluar jam kerja normal dalam bentuk : mulai bekerja diberikan kepada Karyawan setelah masa kerja tertentu
lebih awal dari jam kerja yang ditetapkan atau mengerjakan dengan mendapat gajih penuh.
pekerjaan setelah selesai jam kerja yang telah ditetapkan atau 2. Karyawan berhak cuti selama 12 hari kerja setelah bekerja
mengerjakan pekerjaan darurat diluar jam kerja yang telah minimum 12 bulan berturut-turut dengan mendapat gaji penuh.
ditetapkan. Hal tersebut dianggap kerja Lembur. 3. Karyawan dengan masa kerja diatas 3 (tiga) tahun berhak cuti
2. Pekerjaan yang dilakukan lebih dari 40 (empat puluh) jam selama 14 (empat belas) hari kerja.
seminggu, maka termasuk pekerjaan lembur dan mendapat 4. Keryawan yang bekerja lebih dari 1 (satu) tahun boleh
upah lembur. mengambil hak cutinya 3 (tiga) bulan lebih cepat sebelum hari
3. Karyawan yang tidak mendapat upah lembur karena lembur jatuhnya cuti berdasarkan tahun masa kerjanya.
untuk Karyawan tersebut dianggap telah diperhitungkan 5. Perusahaan berhak mengatur hari cuti atau libur kerja bagi
sebagai salah satu komponen gaji yang diterimanya, yaitu : Karyawannya sesuai dengan memperhatikan kepentingan
a. Karyawan yang sedang dalam perjalanan dinas; Karyawan.
b. Karyawan yang karena sifat dari pekerjaan sedemikian 6. Hak cuti tahunan tidak bisa diuangkan.
rupa sehingga tidak terikat oleh peraturan jam kerja; dan 7. Hak cuti tahunan akan gugur jika Karyawan tersebut tidak
c. Karyawan dengan golongan gaji tertentu. mengambilnya.
8. Hak cuti yang belum diambil sama sekali dan masih berlaku
Pasal 17 untuk tahun yang berjalan, dapat digabung pengambilannya
Hari Libur dengan cuti tahun berikutnya dengan ijin khusus Direksi.

8** Expression is faulty ** 8** Expression is faulty **


9. Lamanya cuti gabungan adalah maksimal 18 (delapan belas) Karyawan Berhak mendapat ijin tidak masuk kerja dengan tetap
hari kerja. mendapat gaji/upah dengan ketentuan sebagai berikut :
10. Perusahaan akan memberitahu Karyawan apabila tiba hari 1. Karyawan sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaannya,
jatuhnya cuti. dengan melampirkan surat keterangan sakit dari dokter, jika
11. Karyawan yang sakit berkepanjangan lebih dari 3 (tiga) bulan tidak melampirkan surat sakit maka akan memotong hak cuti.
maka kepada yang bersangkutan tidak dapat diberikan cuti 2. Karyawan perempuan yang mengalami haid pada hari pertama
tahunan. dan hari kedua sehingga tidak dapat melakukan pekerjaannya
12. Adanya kesepakatan cuti antara Karyawan dan Pengusaha. dengan catatan melampirkan surat keterangan dokter.
13. Permohonan cuti tahunan harus diajukan paling lambat 3. Karyawan menikah diberikan ijin selama 3 (tiga) hari.
seminggu sebelumnya kepada bagian HRD. 4. Anak sah Karyawan menikah diberikan ijin selama 2 (dua) hari.
5. Khitanan anak sah Karyawan diberikan ijin selama 2 (dua) hari.
Pasal 19 6. Kelahiran istri sah Karyawan diberikan ijin selama 2 (dua) hari.
Cuti Haid 7. Anggota keluarga Karyawan dalam satu rumah meninggal
dunia, diberikan ijin selama 1 (satu) hari.
Karyawan Perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan 8. Suami/istri, Orang Tua/mertua, anak atau menantu meninggal
memberitahukan kepada Perusahaan, tidak wajib bekerja pada hari dunia diberikan ijin selama 2 (dua) hari.
pertama dan hari kedua pada waktu haid dengan keterangan dari 9. Melaksanakan kewajiban/hak dari Negara contohnya pemilu.
dokter. 10. Melaksanakan ibadah Haji atau Umrah.
11. Terjadi peristiwa yang tidak diduga oleh para pihak (Force
Pasal 20 Majeur) seperti bencana alam dan lain-lain.
Cuti Melahirkan
BAB IV
Cuti bersalin diberikan 1,5 (satu setengah) bulan sebelum melahirkan PENGGAJIAN
dan 1,5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan sesuai dengan Surat
Keterangan Dokter Kandungan atau Bidan, Total cuti melahirkan adalah Pasal 22
3 (tiga) bulan. Gaji/Upah

Pasal 21
Dispensasi

9** Expression is faulty ** 9** Expression is faulty **


1. Yang dimaksud gaji adalah upah yang diterima oleh Karyawan 2. Potongan ganti rugi atau denda karena kelalaian/kecerobohan
secara tetap setiap bulan, berdasarkan pangkat dan seperti kerusakan asset perusahaan.
golongannya. 3. Potongan lain-lain atas kesepakatan bersama.
2. Direksi menetapkan sistem dan peraturan penggajian yang Pasal 24
berlaku di Perusahaan dan diatur dalam ketentuan tersendiri. Bentuk dan Pembayaran Gaji/Upah
3. Gaji tidak dibayarkan bila Karyawan tidak melakukan
pekerjaan. Ketentuan ini merupakan azas yang pada dasarnya 1. Komponen gaji Karyawan terdiri atas :
berlaku pada semua golongan Karyawan kecuali bila karyawan a. Gaji Pokok.
yang bersangkutan tidak dapat bekerja bukan karena b. Tunjangan Tetap.
kesalahan Karyawan atau karena hal-hal yang diatur dalam UU c. Tunjangan Jabatan.
No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. d. Tunjangan Kesehatan.
4. Kenaikan gaji Karyawan ditetapkan oleh Direksi dan dilakukan 2. Gaji Karyawan dibayarkan selambatnya pada hari kerja
satu kali setiap awal tahun. terakhir pada bulan yang bersangkutan.
5. Besarnya kenaikan gaji berdasarkan pertimbangan-
pertimbangan dan merujuk pada laju inflasi, prestasi & Pasal 25
konduite Karyawan serta kemampuan Perusahaan. Gaji/Upah Lembur
6. Perusahaan menetapkan standar upah/rentang (range) upah
minimum dan maksimum pada tiap golongan. 1. Perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan.
7. Penetapan standar gaji/ rentang (range) upah minimum dan 2. Cara menghitung upah lembur sejam adalah 1/173 kali upah
maksimum ditetapkan melalui surat keputusan tersendiri. sebulan.
8. Peninjauan upah Karyawan tetap dilaksanakan dengan 3. Yang dimaksud dengan upah sebulan untuk perhitungan upah
mempertimbangkan kemampuan Perusahaan. lembur sesuai Keputusan Menteri No. 102 Tahun 2004, Pasal
10 adalah gaji pokok + tunjangan tetap.
Pasal 23 4. Apabila gaji pokok + tunjangan tetap lebih kecil dari 75% total
Potongan gaji/upah gajih ( gaji pokok + tunjangan tetap + tunjangan tidak tetap )
maka dasar perhitungan lembur perjam adalah 75% dari total
1. Potongan upah karena sistem asbsensi seperti mangkir, gaji.
terlambat hadir pada waktu kerja meninggalkan dan melanggar 5. Bagi Karyawan yang dibayar harian, maka perhitungan
tata tertib kerja yang telah ditentukan. besarnya gaji sebulan adalah gaji sehari dikalikan 25 ( dua

10** Expression is faulty ** 10** Expression is faulty **


puluh lima ) bagi Karyawan yang bekerja selama 6 (enam) hari 9. Perusahaan yang mempekerjakan Karyawan selama waktu
dalam 1 (satu) minggu atau dikalikan 21 ( dua puluh satu ) bagi kerja lembur berkewajiban :
Karyawan yang bekerja selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) a. Membayar upah kerja lembur.
minggu b. Memberi kesempatan untuk istirahat secukupnya.
6. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja biasa : c. Memberikan makanan dan minuman apabila kerja lembur
a. Untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah 1,5 dilakukan selama 3 (tiga) jam atau lebih.
(satu setengah) kali upah sejam. 10. Upah lembur yang dibayarkan adalah yang diketahui dan atau
b. Untuk setiap jam berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 diinstrusikan oleh atasan yang berwenang, yang dapat dilihat
(dua) kali upah sejam. pada lembar kerja lembur.
7. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan
dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja Pasal 26
40 (empat puluh) jam seminggu maka : Gaji/upah Selama Sakit
a. Perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam
pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam 1. Yang dimaksud dengan gaji/upah selama sakit adalah
kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur gaji/upah yang dibayarkan pada Karyawan yang mengalami
kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sakit yang lama dan terus menerus yang dibuktikan dengan
sejam. surat keterangan dokter.
b. Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek 2. Besarnya pembayaran gaji/upah selama sakit berpedoman
perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 pada Pasal 93 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
kali upah sejam, jam keenam 3 (tiga) kali upah sejam dan Tentang Ketenagakerjaan yang besarnya adalah sebagai
jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah berikut :
sejam. a. Untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus
8. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan perseratus) dari gaji/upah;
dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja b. Untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh
dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah lima perseratus) dari gaji/upah;
kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) c. Untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% (lima puluh
kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3 (tiga) kali upah perseratus) dari gaji/upah;
sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah
sejam.

11** Expression is faulty ** 11** Expression is faulty **


d. Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% (dua puluh lima Pasal 29
perseratus) dari gaji/upah sebelum pemutusan hubungan Tunjangan Hari Raya Keagamaan
kerja dilakukan oleh Perusahaan.
Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi
BAB V Karyawan sesuai peraturan Menteri tenaga Kerja No. 04/MEN/1994.
KESEJAHTERAAN 1. Besarnya tunjangan Hari Raya Keagamaan adalah sebagai
berikut :
Pasal 27 a. Karyawan yang telah mempunyai masa kerja 12 (dua
JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) belas) bulan terus menerus atau lebih adalah sebesar 1
(satu) bulan gaji/upah.
1. Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 13 b. Karyawan yang mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan
Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan bahwa setiap Karyawan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas)
berhak mendapatkan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. bulan, diberikan secara proporsional dengan masa kerja
2. Perusahaan mengikutsertakan Karyawan dalam program dengan perhitungan sebagai berikut : (Masa kerja/12) x 1
Jamsostek yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan bulan gaji
Kematian, serta Jaminan Kecelakaan Kerja. c. Waktu pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan
paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya
Pasal 28 Keagamaan
Tunjangan Jabatan d. Yang dimaksud dengan gaji/upah sebulan adalah upah
pokok ditambah tunjangan tetap.
1. Tunjangan jabatan adalah subsidi Perusahaan berbentuk uang 2. Karyawan yang telah menerima tunjangan hari raya lebih dari
kepada pejabat Perusahaan setingkat Coordinator ke atas, ketentuan tersebut diatas dibayar sesuai dengan kebiasaan
mengingat tugas dan tanggung jawabnya yang lebih berat yang berlaku.
dibandingkan Karyawan lainnya.
2. Tunjangan ini dapat dihentikan ketika Karyawan sudah tidak Pasal 30
menduduki jabatan sesuai ketentuan Perusahaan. Bantuan Meninggal Dunia
3. Ketentuan mengenai tunjangan jabatan akan diatur selanjutnya 1. Bantuan meninggal dunia dapat diberikan kepada Karyawan
dalam surat keputusan Direksi. oleh Perusahaan setelah berita meninggal dunia diterima yang

12** Expression is faulty ** 12** Expression is faulty **


disertai dengan surat keterangan kematian dari rumah sakit c. Apabila terjadi hal-hal yang diduga akan membahayakan
dan pemerintah setempat. diri sendiri dan orang lain, segera melaporkan kepada
2. Bantuan meninggal dunia juga dapat diberikan kepada atasan yang berwenang untuk mengambil langkah-
keluarga Karyawan. langkah penanggulangannya.
3. Tunjangan untuk kematian disesuaikan dengan kebijakan 5. Perbaikan peralatan kerja, Karyawan tidak dibolehkan
Perusahaan. melakukan perbaikan peralatan kerja tanpa ijin dan harus
sepengetahuan atasan yang berwenang.
BAB VI
PERLINDUNGAN KERJA DAN KESELAMATAN KERJA Pasal 32
Keselamatan Kerja
Pasal 31
Perlindungan Kerja 1. Untuk melindungi keselamatan Karyawan guna
mewujudkan produktivitas yang optimal diselenggarakan
1. Untuk mencega terjadinya kecelakaan, Karyawan diwajibkan upaya keselamatan kerja.
mentaati seluruh standar kerja, peraturan-peraturan dan 2. Perlindungan tersebut dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan-ketentuan kerja yang ditetapkan Perusahaan. Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
2. Perusahaan akan menyediakan fasilitas-fasilitas tertentu guna 3. Dalam melaksanakan pekerjaannya diwajibkan memakai
terciptanya perlindungan kerja, keselamatan dan kesehatan Alat Pelindung Diri yang sudah ditentukan;
kerja sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 4. Alat pelindung diri harus selalu dijaga dan dirawat, apabila
Tentang Keselamatan Kerja. sudah tidak memadai, maka Karyawan segera melaporkan
3. Karyawan dilarang masuk atau melalui daerah bagian selain kepada atasan yang berwenang untuk diadakan
dari tempat kerjanya, kecuali atas ijin pimpinan terkait. penggantian seperlunya;
4. Keamanan mesin dan alat-alat lainnya : 5. Alat pelindung diri harus disimpan ditempat yang telah di
a. Karyawan tidak diperkenankan menyentuh, menjalankan tentukan dan tidak boleh dipindahkan kecuali atas ijin
dan menghentikan alat-alat kerja diluar tugasnya sendiri; atasan yang berwenang;
b. Alat-alat kerja sebelum dijalankan harus diperiksa terlebih 6. Karyawan diharuskan mentaati petunjuk-petunjuk,
dahulu dengan teliti setelah dipastikan bahwa tidak ada standar-standar keselamatan kerja dan Peraturan-
kerusakan atau gejala-gejala yang menimbulkan bahaya, Peraturan yang berkenaan dengan keselamatan kerja; dan
barulah alat-alat kerja tersebut dijalankan;

13** Expression is faulty ** 13** Expression is faulty **


7. Tempat kerja harus selalu dijaga kebersihannya serta Pasal 35
tidak diperkenankan meletakkan barang-barang tidak pada Pejabat Perusahaan
tempatnya. 1. Harus taat terhadap kewajiban sebagai pejabat yang telah
8. Apabila terjadi kecelakaan yang menimpa Karyawan pada ditentukan Peraturan Perusahaan.
jam kerja, maka atasan yang bersangkutan segera 2. Harus memberi contoh yang baik terhadap bawahan dalam hal
memberitahukan ke bagian HR& Legal secara lisan dan kedisiplinan.
tertulis. 3. Harus mendidik bawahannya, memberi petujuk mengenai
9. Keterlambatan pemberitahuan terhadap kejadian pelaksanaan disiplin, memperbaiki kesalahan-kesalahan
kecelakaan melebihi 2x 24 jam, hal tersebut dianggap bawahan dan jika perlu memberikan peringatan kepada
pelanggaran dan dikenai sanksi oleh Perusahaan. bawahan atas kesalahannya.

Pasal 33 Pasal 36
Kecelakaan Kerja Kehadiran Kerja

Kepada Karyawan yang terluka atau sakit akibat kecelakaan kerja 1. Setiap Karyawan harus hadir pada setiap hari kerja sesuai
diberikan perlakuan dan istirahat berdasarkan Undang-Undang No. 13 dengan jamnya;
Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Istirahat tersebut diberikan atas 2. Setiap Karyawan wajib mencatatkan jam kehadirannya, baik
surat keterangan dokter yang menanganinya. pada waktu masuk kerja, waktu mulai istirahat, waktu selesai
istirahat, dan juga waktu kerja lembur jika hendak
Pasal 34 meninggalkan lingkungan kerja.
Keadaan Darurat 3. Setiap Karyawan tidak diperbolehkan mencatatkan kartu
absensi Karyawan lainnya.
Apabila terjadi suatu keadaan yang dapat menimbulkan bahaya 4. Setiap Karyawan mendapatkan toleransi keterlambatan
kebakaran/kecelakaan atau hal-hal lainnya (termasuk musibah) yang maksimal 15 (lima belas) menit setelah jam masuk kerja.
semacam itu Karyawan harus berusaha mengamankannya dan segera 5. Setiap Karyawan yang telat wajib mengisi form keterlambatan
melapor kepada atasannya. di bagian HR & Legal.
BAB VII 6. Apabila dalam sebulan absensi Karyawan terlambat hadir
TATA TERTIB sebanyak 3 (tiga) kali, maka Karyawan tersebut mendapatkan
sanksi berupa Surat Teguran, jika keterlambatan sebanyak 5

14** Expression is faulty ** 14** Expression is faulty **


(lima) kali, maka Karyawan tersebut mendapatkan sanksi 2. Bagi Karyawan yang akan meninggalkan lingkungan kerja
berupa Surat Peringatan I. wajib memberitahukan kepada bagian HR& Legal dengan
7. Jika total waktu keterlambatan sampai dengan 7 (tujuh) jam, disertai alasan yang dapat diterima.
atau sama dengan satu hari jam kerja, maka berdampak 3. Karyawan yang berada atau bertugas di lingkungan kerja
terhadap pemotongan upah bulanan. diharuskan mengenai pakaian yang sopan, rapih, bersih dan
8. Ketentuan keterlambatan tersebut tidak berlaku apabila bersepatu sesuai dengan ketentuan norma kesopanan.
keterlambatan adalah perintah atasan (urusan pekerjaan) 4. Memakai seragam kerja dan ID Card atau tanda pengenal
dengan melampirkan surat perintah tugas dari atasan atau yang ditetapkan Perusahaan.
pejabat terkait sehari sebelum hari keterlambatan. 5. Setiap Karyawan selama jam kerja harus tetap berada di
ruang/ tempat kerjanya masing-masing, kecuali bila ada
Pasal 37 persoalan dinas yang perlu diselesaikan diluar tempat
Tidak Hadir Kerja kerjanya.
6. Setiap karyawan berkewajiban menaati semua instruksi kerja
1. Setiap Karyawan yang berhalangan untuk hadir kerja, maka dan peraturan yang ditetapkan Perusahaan.
dapat memberitahukan kepada bagian HR& Legal secara lisan 7. Setiap Karyawan harus membaca pengumuman yang telah
ataupun tertulis dan menyampaikan dengan alasan yang dapat tepampang di tempat yang telah disediakan, dan jika ada
diterima atas ketidak hadiran tersebut. pertanyaan mengenai pengumuman tersebut disampaikan
2. Setiap Karyawan yang berhalangan hadir wajib kepada bagian HR& Legal.
memberitahukan kepada bagian HR & Legal sehari sebelum
ketidak hadiran kerja dan mengisi form yang telah disediakan Pasal 39
oleh pihak HR & Legal. Waktu Pulang Kerja
3. Jika Karyawan berhalangan hadir karena sakit, maka harus
dibuktikan dengan surat keterangan dokter. 1. Sebelum pulang kerja, setiap Karyawan harus menjaga
kebersihan dan kerapihan tempat kerja masing-masing.
Pasal 38 2. Tidak diperbolehkan meninggalkan lokasi kerja sebelum jam
Selama Jam Kerja pulang kerja yang telah ditentukan.
1. Setiap Karyawan tidak boleh meninggalkan lingkungan
pekerjaan kecuali jika hal itu adalah urusan pekerjaan. Pasal 40
Izin Meninggalkan Pekerjaan

15** Expression is faulty ** 15** Expression is faulty **


Pasal 41
Karyawan yang mengajukan permohonan izin meninggalkan pekerjaan Ketertiban Sopir
karena sesuatu keperluan diatur sebagai berikut :
1. Izin terlambat datang, keluar kantor, izin pulang awal : 1. Disiplin dalam berkendara, mengutamakan keselamatan, serta
- Melapor kepada bagian HR& Legal dilarang melanggar peraturan lalu lintas.
- Mengisi formulir yang disediakan untuk itu, 2. Dilarang membawa penumpang yang bukan Karyawan
selanjutnya diketahui dan ditandatangani oleh atasan maupun membawa barang bukan milik Perusahaan kecuali
dan HR& Legal. dengan ijin pimpinan Perusahaan atau bagian HR& Legal.
2. Izin tidak masuk kerja : 3. Dilarang mengambil bahan bakar, oli dan lain-lain yang ada
- Melapor kepada atasan yang bersangkutan sekurang- dalam kendaraan milik Perusahaan untuk kepentinga pribadi.
kurangnya 1 (satu) hari sebelumnya. 4. Menjaga kebersihan dan kerapihan serta merawat dan

- Mengisi formulir yang sudah disediakan oleh bagian mengamankan kendaraan.

HR& Legal, selanjutnya diketahui dan ditandatangani


oleh atasan dan bagian HR& Legal. Pasal 42

- Apabila izin tersebut termasuk kategori cuti khusus Ketertiban di Lingkungan Perusahaan

sesuai ketentuan Perusahaan dan Peraturan


Perundang-Undangan yang berlaku, Karyawan 1. Setiap Karyawan yang menemukan barang-barang berharga

diberikan upah penuh, sedangkan jika diluar milik orang lain di lingkungan Perusahaan wajib menyerahkan

ketentuan cuti khusus, maka izin ini dapat kepada Perusahaan melalui atasannya.

diperhitungkan/diambil dari hak cuti tahunan 2. Setiap Karyawan wajib ikut serta mencegah dan

Karyawan. Bila jumlah hari cuti tahunannya tidak menanggulangi bahaya kebakaran dan bahaya lainnya,

mencukupi, maka jumlah hari izin tersebut dengan cara :

diperhitungkan sebagai hari tidak bekerja yang tidak a. Meningkatkan kesadaran keamanan dan pengamanan,

dibayarkan. antara lain :

- Apabila jumlah hari pelaksanaan izin yang diambil - Mematikan (turn off) peralatan kerja yang

melebihi dari waktu izin yang disetujui Perusahaan, menggunakan listrik pada saat meninggalkan tempat

maka kelebihan hari tersebut dinyatakan sebagai kerja.

mangkir. - Menyimpan barang-barang berharga, dokumen dan


lain-lain ditempat yang aman/terkunci.

16** Expression is faulty ** 16** Expression is faulty **


- Membiasakan tempat kerja dalam keadaan tertata
rapih dan selalu menjaga kebersihan. Pasal 44
b. Melakukan tindakan pengamanan yang diperlukan : Rahasia Jabatan
- Menghindari kepanikan.
- Mematikan saklar/panel listrik, menyelamatkan surat 1. Karyawan diwajibkan menyimpan semua rahasia yang
berharga/dokumen penting dan barang-barang bersangkutan dengan Perusahaan.
lainnya, selanjutnya mengikuti isntruksi atasan. 2. Karyawan tidak dibenarkan menyimpan diluar kantor,

- Membantu petugas keamanan dalam usaha memperlihatkan kepada pihak ketiga atau membawa keluar

penyelamatan. catatan ataupun dokumen-dokumen yang bersifat rahasia

- Ikut serta mengawasi barang-barang Perusahaan tanpa izin khusus dari Direksi.

terhadap pihak yang bermaksud jahat. 3. Pada waktu pemutusan hubungan kerja semua surat-surat,

3. Salam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari, setiap atasan catatan atau dokumen-dokumen yang berkaitan dengan

bertanggung jawab atas terlaksananya Peraturan Perusahaan pekerjaan dan Perusahaan harus diserahkan oleh Karyawan

dalam lingkungan kerjanya. kepada atasannya.

Pasal 43 BAB VIII

Pencegahan Bahaya Kebakaran LARANGAN BAGI KARYAWAN

1. Setiap Karyawan tidak boleh merokok di tempat-tempat yang Pasal 45

dilarang merokok yang ditentukan oleh Perusahaan. Dengan Pihak Perusahaan

2. Setiap Karyawan dilarang melakukan perbuatan yang dapat


menimbulkan kebakaran di lingkungan Perusahaan. 1. Melakukan tindakan yang diperkirakan dapat menimbulkan

3. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut diatas sehingga kerugian bagi Perusahaan.

menimbulkan kerugian akan dikenakan hukuman pemutusan 2. Menghilangkan atau merusak ID Card, karena jika hilang atau

hubungan kerja, tanpa mengurangi kewajiban untuk membayar merusaknya akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang

segala kerugian berdasarkan Perundang-Undangan yang berlaku.

berlaku. 3. Membawa peralatan yang dapat membahayakan dirinya atau

4. Jika tidak menimbulkan kerugian maka akan berdampat pada orang lain, misalnya :

diberikannya surat teguran atau surat peringatan. a. Senjata tajam atau senjata api;

17** Expression is faulty ** 17** Expression is faulty **


b. Bahan peledak; dan Perusahaan, keselamatan Karyawan, orang lain atau
c. Narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya. keamanan Negara.
4. Merencanakan dan/atau melakukan pencurian, penggelapan 13. Melakukan skandal asusila dengan sesama Karyawan.
ataupun menyuruh/membujuk/memberi kesempatan orang lain 14. Melakukan hal-hal yang merugikan nama baik atau
melakukan pencurian atau penggelapan barang-barang milik kepercayaan terhadap diri Karyawan, orang lain dan
Perusahaan, termasuk memalsukan surat lamaran. Perusahaan.
5. Membujuk pimpinan, atasan, atau teman sekerja dan/atau 15. Bertindak tidak sopan dan menolak perintah dari atasan.
keluarganya untuk berbuat sesuatu yang melanggar hukum 16. Merusak atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang
atau kesusilaan. milik Perusahaan baik sengaja maupun karena kecerobohan.
6. Menganiaya pimpinan, atasan, sesama Karyawan atau 17. Tidak memperhatikan jam kerja dan jam istirahat.
keluarganya. 18. Melakukan pekerjaan secara asal-asalan.
7. Memberikan keterangan palsu atau tidak benar. 19. Tidak dapat mempertanggungjawabkan uang Perusahaan
8. Terlibat langsung dalam tindak pidana atau perkara pidana. pada waktunya.
9. Membawa, menyimpan, menjual dan/atau mengedarkan obat 20. Melakukan pelanggaran terhadap tata tertib, prosedur,
bius, narkotika, minuman keras, dan/atau sebagai pecandu peraturan kerja dan peraturan Perusahaan.
narkotika atau obat-obatan terlarang lainnya. 21. Membawa keluarga atau teman yang bukan Karyawan masuk
10. Melakukan pemufakatan atau berbuat hal-hal yang dapat ke dalam lokasi kerja, kecuali seizin atasan dan
menganggu ketertiban dan ketenangan bekerja atau memberitahukannya ke HR& Legal.
menghambat kelancaran kerja seperti mabuk, berkelahi, 22. Tidur pada waktu jam kerja.
mengacau di lokasi kerja, main judi, mengobrol hal diluar 23. Membawa/mempergunakan barang-barang milik Perusahaan
pekerjaan, membaca buku yang tidak bermanfaat, keluar lingkungan kerja tanpa izin atau menyalahgunakan alat-
menyebarkan atau membuat pengumuman, brosur, alat, barang-barang, dan lain-lain benda milik Perusahaan.
pamflet/selebaran atau memberi keterangan yang dapat 24. Meninggalkan tempat kerja selama jam kerja tanpa izin terlebih
menimbulkan kekacauan/keributan diantara Karyawan dahulu dari atasannya.
Perusahaan. 25. Memasukan kartu absensi atau mengisi daftar hadir pekerja
11. Membongkar atau membocorkan rahasia rumah tangga lainnya.
pimpinan, atasan dan sesama Karyawan. 26. Pada saat kesepakatan kerja diadakan, memberikan
12. Menghasut sesama Karyawan secara sengaja untuk keterangan palsu atau dipalsukan.
melakukan tindakan yang dapat membahayakan harta/aset

18** Expression is faulty ** 18** Expression is faulty **


27. Menyalahgunakan atau memanfaatkan jabatan, tugas, 40. Menggunakan waktu istirahat melebihi waktu yang telah
wewenang atau tanggung jawab yang diberikan Perusahaan ditentukan.
untuk kepentingan atau keuntungan pribadi dan/atau pihak
ketiga. Pasal 46
28. Memukul, berkelahi, menganiaya, menghina secara kasar, Dengan Pihak Diluar Perusahaan
atau mengancam atasan, keluarga atasan, atau teman sekerja.
29. Dengan sengaja walaupun sudah diperingatkan membiarkan 1. Menuliskan berita atau ulasan tentang keadaan Perusahaan
dirinya atau teman sekerjanya dalam keadaan bahaya. dalam media masa yang tidak diterbitkan oleh Perusahaan,
30. Membongkar rahasia perusahaan yang seharusnya kecuali ada persetujuan atau perintah tertulis dari pimpinan
dirahasiakan. Perusahaan.
31. Membuat dan/atau menyebarka pengumuman, pamflet, 2. Memberi keterangan, dokumen dan kebijakan Perusahaan,
selebaran-selebaran, atau corat-coret di lingkungan kerja yang bahan pekerjaan kepada pihak ketiga.
bersifat menghasut, memfitnah, melanggar tata susila, dan 3. Melakukan kegiatan usaha di dalam lingkungan Perusahaan
atau hal-hal semacam itu. pada jam kerja dan/atau melakukan kegiatan usaha pribadi
32. Melakukan sesuatu di tempat kerja yang bertentangan dengan atau bekerja di usahanya dan merupakan saingan
hukum dan/atau kesusilaan. Perusahaan, sehingga Karyawan lalai terhadap tugasnya dan
33. Menolak perintah yang wajar dari atasan tanpa alasan yang tidak dapat mencurahkan tenaga dan pikiran sebaik-baiknya
kuat untuk diterima. untuk kepentingan Perusahaan.
34. Menunjukan sikap yang tidak bersahabat terhadap atasan, 4. Menjadi Karyawan Perusahaan lain atau menjalankan
teman sekerja, atau orang lain yang menjadi tamu Perusahaan sendiri tanpa persetujuan Perusahaan.
Perusahaan. 5. Meminjamkan atau mempergunakan di luar ketentuan barang-
35. Tidur di dalam ruangan kantor serta duduk-duduk atau tidur di barang milik Perusahaan yang dipercayakan atau dikuasakan
dalam kendaraan kantor yang sedang di parkir. kepada Karyawan yang bersangkutan.
36. Membuang sampah bukan pada tempat yang telah disediakan. 6. Memberikan keterangan/informasi kepada pihak diluar batas
37. Melakukan tindakan asusila di dalam lokasi kerja. kewenangannya yang patut diduga mengakibatkan kerugian
38. Mempengaruhi dan menghasut Karyawan lain untuk tidak bagi Perusahaan.
masuk kerja dan/atau bekerja lamban secara lisan ataupun 7. Menerima pemberian hadiah berupa apapun dari pihak ketiga,
tertulis. jika diketahui atau patut diketahui pemberian hadian dimaksud
39. Mencorat-coret tembok atau tempat-tempat lain di lokasi kerja. dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.

19** Expression is faulty ** 19** Expression is faulty **


Pasal 47 1. Surat Teguran diberikan Perusahaan kepada Karyawan atas
Sanksi/ Hukuman dilakukannya kesalahan-kesalahan yang dikualifikasikan
ringan.
1. Perusahaan berwenang penuh dalam menjatuhkan 2. Surat Teguran diberikan kepada Karyawan yang bersangkutan
sanksi/hukuman kepada Karyawan yang melakukan kesalahan setelah diberikan peringatan secara lisan, namun tidak ada
atau pelanggaran terhadap Peraturan Perusahaan dan itikad baik untuk memperbaiki kesalahan/pelanggarannya
ketentuan-ketentuan lainnya yang ditetapkan Perusahaan. tersebut
2. Penjatuhan sanksi terhadap Karyawan mempertimbangkan 3. Surat Peringatan diberikan Perusahaan kepada Karyawan atas
berat ringannya kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan dilakukannya kesalahan-kesalahan yang dikualifikasikan berat
serta hal-hal yang mempengaruhi/menyebabkan terjadinya atau disengaja dan atau atas kelalaiannya mengakibatkan
kesalahan/pelanggaran tersebut. Perusahaan Rugi.
3. Penjatuhan sanksi ini akan membawa pengaruh kepada 4. Surat Peringatan Pertama diberikan kepada Karyawan oleh
penilaian prestasi kerja Karyawan yang bersangkutan. atasan terkait berdasarkan fakta, laporan, hasil pengamatan,
4. Setiap ucapan, tulisan atau perbuatan Karyawan yang dan data yang masuk kepadanya mengenai tingkah laku
melanggar ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Kerja dan negatif Karyawan yang bersangkutan dan ditembuskan ke
Peraturan Perusahaan dapat dikenakan sanksi. bagian HR&Legal. Surat Peringatan Pertama ini berlaku
5. Apabila pelanggaran tersebut diatas engakibatkan kerugian selama adalah 6 (enam) bulan, akibat dari dikeluarkannya
bagi Perusahaan maka selain dikenakan sanksi, Karyawan Surat Peringatan Pertama ini adalah pengawasan melekat dari
wajib mengganti kerugian kepada Perusahaan. atasan terkait.
6. Jenis sanksi yang diberikan adalah surat teguran, surat 5. Surat Peringatan Kedua diberikan kepada Karyawan yang
peringatan pertama, surat peringatan kedua dan surat telah menerima Surat Peringatan Pertama namun masih belum
peringatan ketiga. ada itikad baik untuk memperbaiki kesalahan/pelanggarannya,
7. Setelah diberikannya surat peringatan ketiga, maka maka diberikan Surat Peringatan Kedua. Surat Peringatan
Perusahaan berhak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja Kedua ini diberikan seoleh kepala bagian yang diketahui dan
sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. ditembuskan ke bagian HR&Legal. Masa berlaku Surat
Peringatan Kedua ini adalah 6 (enam) bulan, akibat
Pasal 48 dikeluarkannya Surat Peringatan Kedua ini adalah penundaan
Pemberian Surat Peringatan kenaikan gaji/golongan/jabatan.

20** Expression is faulty ** 20** Expression is faulty **


6. Surat Peringatan Ketiga adalah surat peringatan terakhir yang 6. Karyawan sendiri atau menyuruh orang lain mempergunakan
diberikan kepada Karyawan atas permintaan tertulis dari peralatan/mesin/kendaraan milik Perusahaan tanpa ijin
pimpinan departement. Masa berlaku Surat Peringatan ketiga atasan/pejabat/bagian umum untuk kepentingan pribadi.
ini adalah 6 (enam) bulan. Akibat dari dikeluarkannya Surat 7. Melanggar tata tertib dan disiplin kerja
Peringatan Ketiga adalah Pemutusan Hubungan Kerja. 8. Mempergunakan api dengan ceroboh dalam komplek kantor.
7. Surat Peringatan Pertama, Surat Peringatan Kedua dan Surat 9. Mengerjakan pekerjaan pribadi dalam jam kerja.
Peringatan Ketiga tidak perlu diberikan menurut urut- 10. Menempel atau menyebarkan pamflet, tulisan, gambar,
urutannya, tapi dinilai dari besar kecilnya pelanggaran yang mencoret-coret tembok, pintu, barang hasil kerja dan lain-lain
dilakukan Karyawan. yang dapat menganggu ketertiban umum di dalam kantor.
8. Tingkatan Surat Peringatan ditentukan bersama oleh atasan 11. Melanggar peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.
langsung minimal setingkat manajer dengan bagian HR&Legal 12. Menolak perintah atasan/pejabat Perusahaan yang wajar tanpa
atas persetujuan Direksi. alasan yang masuk akal.
13. Menolak memberikan keterangan yang sebenarnya tentang
Pasal 49 hal-hal yang perlu diketahui Pengusaha dan atau pihak
Hal-Hal yang Dapat Dikenakan Surat Teguran dan Surat Peringatan berwajib.
14. Menganggu pekerjaan orang lain dan atau melakukan hal-hal
1. Malas bekerja dan tidak ada gejala perubahan walaupun telah yang dapat dianggap melanggar norma-norma adat kebiasaan,
beberapa kali diperingatkan secara lisan. kesusilaan, agama dan hukum.
2. Alpa (mangkir kerja) sebanyak 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) 15. Tidak segera melaporkan kepada atasan/pejabat/pengusaha
periode absensi tentang kejadian yang dapat merugikan Perusahaan baik
3. Terlambat datang atau pulang sebelum waktunya tanpa ijin secara materiil maupun imateriil.
atasan/pejabat Perusahaan. 16. Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh supir Perusahaan
4. Mencatatkan waktu hadir Karyawan lain. atau Karyawan yang mengemudi kendaraan Perusahaan yang
5. Pada waktu dan selama jam kerja, meninggalkan tempat kerja disebabkan kecerobohan dan kelalaiannya menimbulkan
tanpa ijin atasan/pejabat Perusahaan atau keluar masuk kerugian bagi Perusahaan.
tempat kerja Karyawan lain bukan untuk keperluan pekerjaan Pasal 50
dan menganggu aktifitas kerja Karyawan lain. Perbuatan Mengakibatkan Surat Peringatan Ketiga

21** Expression is faulty ** 21** Expression is faulty **


1. Berikut adalah perbuatan-perbuatan yang apabila dilakukan k. Melakukan pekerjaan rangkap di instansi (Perusahaan)
oleh Karyawan, maka akan menimbulkan sanksi berupa Surat lain tanpa ijin Pengusaha.
Peringatan Ketiga, yaitu : l. Menerima pemberian uang atau barang yang tidak halal
a. Karyawan tetap menolak untuk mentaati perintah atau sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan (penyuapan).
penugasan yang layak setelah 3 (tiga) kali berturut-turut, m. Mengadakan kegiatan yang dilarang Perusahaan dan
sebagaimana tercantum dalam Peraturan Perusahaan dan Pemerintah.
Perjanjian kontrak kerja perorangan. n. Mengadakan atau akan mengadakan pertemuan
b. Menolak mutasi yang patut. propaganda, menempelkan atau menyebarkan pamflet,
c. Malas bekerja dan tidak ada gejala-gejala perbaikan tulisan, gambar dan lain-lain yang dapat menimbulkan
walaupun telah diberi peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) gejolak ketenagakerjaan dan ketertiban umum di
kali. lingkungan kerja.
d. Menolak dan mempergunakan api pada tempat-tempat o. Melakukan kesalahan yang diakibatkan berbuat diluar
terlarang di lingkungan kerja. batas tugas, pekerjaan dan tanggung jawabnya.
e. Alpa selama 3 (tiga) hari berturut-turut dalam satu periode
absensi. Pasal 51
f. Tidak cakap atau tidak mampu melakukan pekerjaan Pemutusan Hubungan Kerja
walau sudah dilakukan pemindahan penempatan di semua
bagian. 1. Perusahaan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah
g. Menyalahgunakan fasilitas Perusahaan tanpa ijin dari terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Apabila terjadi
atasan/pejabat Perusahaan. suatu keadaan yang memaksa sehingga Perusahaan harus
h. Melakukan mogok kerja tidak sah yaitu mogok kerja yang melakukan Pemutusan Hubungan kerja (PHK), Perusahaan
dilakukan tidak memenuhi ketentuan sebagaimana akan melaksanakan ketentuan PHK menurut Undang-Undang
disebutkan dalam Peraturan Perundang-Undangan. Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
i. Menyaingi kegiatan bisnis Perusahaan atau menjadi 2. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi dalam hal :
competitor secara terang-terangan. a. Dalam Masa percobaan;
j. Melakukan kegiatan usaha untuk keuntungan dirinya b. Mengundurkan diri atas kemauan sendiri;
sendiri di lingkungan Perusahaan tanpa ijin Pimpinan - Untuk pengunduran diri tersebut, Karyawan yang
Perusahaan. akan melaksanakan pengunduran diri maka wajib
membuat surat pengunduran diri dan menyampaikan

22** Expression is faulty ** 22** Expression is faulty **


ke bagian HR&Legal sebulan sebelum waktu 4. Melakukan perbuatan asusila atau melakukan perjudian di
pengunduran diri. lingkungan kerja.
c. Atas dasar kesehatan : 5. Menyerang, mengintimidasi Pengusaha dan teman sekerja
- Sakit berkepanjangan 6. Memperdagangkan barang-barang terlarang baik dalam
- Tidak mampu bekerja secara medis lingkungan Perusahaan maupun diluar lingkungan
d. Putusan Pengadilan Negeri; Perusahaan.
e. Rasionalisasi; dan 7. Menganiaya mengancam secara fisik atau mental, menghina
f. PHK otomatis : secara kasar Pengusaha atau teman sekerja atau keluarga-
- Karyawan meninggal dunia keluarganya.

- Mencapai batas usia kerja (pensiun 50 tahun) 8. Membujuk Pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan

- Habis masa waktu yang diperjanjikan. suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum atau
kesusilaan atau Perundang-Undangan yang berlaku.
g. Perusahaan tutup/pailit.
9. Membongkar atau membocorkan rahasia Perusahaan atau
mencemarkan nama baik Perusahaan atau mencemarkan
Pasal 52
nama baik Pengusaha dan atau keluarga Pengusaha yang
Perbuatan Yang dapat Dikenaan PHK
seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan Negara.

Pemutusan hubungan kerja dapat dilakukan apabila Karyawan


Pasal 53
melakukan pelanggaran sebagai berikut :
Pesangon
1. Melakukan pencurian dan penggelapan uang/barang milik
Perusahaan, milik teman sekerja, milik Pengusaha atau milik
Besarnya uang pesangon ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai
tamu Perusahaan.
berikut :
2. Memberi keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga
1. Masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun diberikan pesangon 1
merugikan Perusahaan atau kepentingan Negara.
(satu) bulan gaji.
3. Mabuk, minum-minuman keras yang memabukan, madat,
2. Masa kerja 1 (satu) tahun atau lebih tapi kurang dari 2 (dua)
pemakaian obat bius atau menyalahgunakan obat-obat
tahun diberikan pesangon 2 (dua) bulan gaji.
terlarang atau obat-obat perangsang lainnya yang dilarang
3. Masa kerja 2 (dua) tahun atau lebih tapi kurang dari 3 (tiga)
oleh Peraturan Perundang-Undangan di lingkungan kerja dan
tahun diberikan pesangon 3 (tiga) bulan gaji.
tempat yang diatur oleh Perusahaan.

23** Expression is faulty ** 23** Expression is faulty **


4. Masa kerja 3 (tiga) tahun atau lebih tapi kurang dari 4 (empat)
tahun diberikan pesangon 4 (empat) bulan gaji. BAB X
5. Masa kerja 4 (empat) tahun atau lebih tapi kurang dari 5 (lima) PERATURAN PELAKSANAAN
tahun diberikan pesangon 5 (lima) bulan gaji.
6. Masa kerja 5 (lima) tahun atau lebih tapi kurang dari 6 (enam) Pasal 55
tahun diberikan pesangon 6 (enam) bulan gaji. Bentuk Peraturan Pelaksanaan
7. Masa kerja 6 (enam) tahun atau lebih tapi kurang dari 7 (tujuh)
tahun diberikan pesangon 7 (tujuh) bulan gaji. Hal-hal yang belum diatur di dalam Peraturan Perusahaan ini akan
8. Masa kerja 7 (tujuh) tahun atau lebih tapi kurang dari 8 diatur secara tersendiri di dalam Keputusan, Ketetapan, Edaran, Memo,
(delapan) tahun diberikan pesangon 8 (delapan) bulan gaji. Petunjuk Teknis, Standard Operating Procedure (SOP) dan lain-lain
9. Masakerja 8 (delapan) tahun atau lebih diberikan pesangon 9 peraturan yang merupakan peraturan tambahan dan atau peraturan
(sembilan) bulan gaji. pelaksanaan dan/atau penafsiran dari Peraturan ini.

BAB IX BAB XI
BERLAKUNYA PERATURAN PERUSAHAAN KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 56
Pasal 54
Masa Berlakunya Peraturan Perusahaan 1. Jika terdapat ketentuan-ketentuan kerja yang tercantum di
dalam Peraturan Perusahaan ini kurang atau bertentangan
1. Peraturan Perusahaan ini berlaku sejak tanggal disahkan oleh dengan Undang-Undang, maka ketentuan dalam Peraturan
Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Perusahaan ini batal demi hukum, dan akan ada musyawarah
Indonesia, dan masa berlakunya adalah 2 (dua) tahun. kembali antara pihak Perusahaan dan Karyawan.
2. Untuk Peraturan Perusahaan berikutnya harus sudah disusun 2. Apabila pada saat berakhir Peraturan Perusahaan ini
paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum masa berlakunya kesepakatan yang baru belum disepakati bersama, maka
Peraturan Perusahaan ini berakhir. Perusahaan dan Karyawan sepakat untuk tetap
3. Setelah berakhir masa berlakunya Peraturan ini dan Peraturan memberlakukan isi Peraturan Perusahaan ini sampai
Perusahaan yang baru belum selesai dibuat dan disahkan terciptanya kesepakatan kerja yang baru.
Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik
Indonesia, maka Peraturan Perusahaan ini tetap berlaku.

24** Expression is faulty ** 24** Expression is faulty **


3. Peraturan-peraturan Perusahaan yang berlaku tetapi tidak 3. NAMA :
tercantum dan tidak bertentangan dengan isi kesepakatan JABATAN :
kerja bersama ini dinyatakan tetap berlaku. 4. NAMA :
JABATAN :
BAB XII
PENUTUP

Pasal 57

Peraturan Perusahaan ini mulai berlaku pada tanggal disahkan oleh


Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, agar
setiap Karyawan mengetahuinya, maka salinannya akan diberikan
kepada setiap Karyawan.

Subang, Januari 2015


Yang Membuat, Mengetahui,

Desi Susanti, S.H. Sudirman


HR&Legal Corp. Staff Corporate Business Manager

PERWAKILAN KARYAWAN

1. NAMA :
JABATAN :
2. NAMA :
JABATAN :

25** Expression is faulty ** 25** Expression is faulty **