Anda di halaman 1dari 54

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karuniaNYA sehingga
buku Panduan Penulisan Karya Ilmiah ini dapat terselesaikan. Isi buku ini merupakan
panduan yang harus diikuti oleh mahasiswa dalam penuisan proposal dan laporan
akhir/tesis mahasiswa pada Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana
Universitas Mataram. Buku panduan ini memuat aturan tentang sistematika, tatacara
penulisan proposal, tesis, dan contoh artikel ilmiah untuk publikasi. Lampiran buku ini berisi
contoh halaman depan, halaman pengesahan, daftar pustaka, dan artikel.
Kami menyadari bahwa buku ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu
perbaikan akan selalu dilakukan untuk mengakomodasi saran atau masukan dari berbagai
pihak, sehingga buku panduan ini menjadi lebih baik pada masa berikutnya. Buku panduan
ini merupakan acuan bagi dosen pembimbing dan mahasiswa Program Studi Magister
Pendidikan IPA dalam menyelesaikan tugas akhirnya berupa Tesis. Kepada semua pihak
yang telah memberikan saran dalam penyusunan buku panduan penulisan ini dihaturkan
terimakasih.

Mataram, Oktober 2018


Ketua Program Studi,

Prof. Dr. A. Wahab Jufri, M.Sc

i
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


PLAGISRISME .................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
I. PENDAHULUAN ............................................................................................ 1
II. SISTEMATIKA TESIS .................................................................................... 2
1. HALAMAN SAMPUL ............................................................................... 4
2. HALAMAN JUDUL .................................................................................. 4
3. PERNYATAAN TENTANG KEASLIAN TESIS ....................................... 4
4. PERSETUJUAN TESIS .......................................................................... 4
5. PENGESAHAN PEMBIMBING ............................................................... 5
6. PENGESAHAN PENGUJI ...................................................................... 5
7. MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............................................................. 5
8. KATA PENGANTAR ............................................................................... 5
9. ABSTRAK ............................................................................................... 5
10.DAFTAR ISI ............................................................................................ 6
11.DAFTAR TABEL DAN DAFTAR GAMBAR ............................................ 6
12.DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. 6
Penelitian Eksperimen .................................................................................... 7
BAB I. PENDAHULUAN ...................................................................... 7
BAB II. KAJIAN PUSTAKA .................................................................. 8
BAB III. METODE PENELITIAN .......................................................... 9
BAB IV. HASIL PENELITIAN .............................................................. 11
BAB V. PEMBAHASAN ....................................................................... 11
BAB VI. PENUTUP.............................................................................. 12
2. Penelitian Pengembangan ..................................................................... 13
BAB I. PENDAHULUAN......................................................................... 13
BAB II. KAJIAN TEORI .......................................................................... 15
BAB III. METODE PENELITIAN ............................................................ 16

3. Bagian Akhir ........................................................................................... 21


DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 21
LAMPIRAN ............................................................................................. 21
III. TATA CARA PENULISAN TESIS.................................................................. 22
A. Bahan yang Digunakan ........................................................................... 22
ii
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA ii
B. Pengetikan .............................................................................................. 22
C. Pengutipan .............................................................................................. 24
D. Penomeran.............................................................................................. 26
E. Penulisan dan Pemenggalan .................................................................. 27
F. Penulisan Daftar Pustaka ....................................................................... 27
G. Rujukan Data .......................................................................................... 31
IV. SISTEMATIKA PENULISAN ARTIKEL ......................................................... 32
A. Bagian Awal ........................................................................................... 33
B. Bagian Inti .............................................................................................. 33
C. Bagian AKhir .......................................................................................... 35
LAMPIRAN

iii
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA iii
PENDAHULUAN

Penulisan karya ilmiah merupakan salah satu kewajiban akademik bagi dosen dan
mahasiswa di setiap perguruan tinggi. Mahasiswa pada Program Studi Magister Pendidikan
IPA Pascasarjana Universitas Mataram, diwajibkan untuk menulis tesis sebagai salah satu
persyaratan mendapat gelar Magister Pendidikan (M.Pd) dalam bidang pendidikan IPA.
Tesis adalah salah satu bentuk karya ilmiah yang berupa hasil penelitian atau hasil
kajian teori yang didukung dengan data dan argumen yang dikemukakan secara ilmiah dan
didasarkan pada metodologi dan kaidah-kaidah karya ilmiah yang ditulis dengan bimbingan
dosen pembimbing untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pada perguruan tinggi. Tesis
dikerjakan sesuai dengan tata cara ilmiah dan disajikan dengan mengikuti aturan ilmiah
yang ditetapkan oleh perguruan tinggi dalam hal ini Program Studi Magister Pendidikan IPA
Universitas Mataram. Penulisan tesis bagi mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan
kemampuannya dalam mengkomunikasikan gagasan-gagasan atau pemikiran-pemikiran
yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 1


SISTEMATIKA TESIS

Kerangka isi tesis dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu bagian depan, bagian isi,
dan lampiran. Sistematika isi tesis masing-masing bagian sebagai berikut:
A. BAGIAN DEPAN
1. HALAMAN SAMPUL
2. HALAMAN JUDUL
3. PERNYATAAN TENTANG KEASLIAN TESIS
4. PERSETUJUAN PEMBIMBING TESIS
5. PENGESAHAN PEMBIMBING
6. PENGESAHAN PENGUJI
7. MOTTO DAN PERSEMBAHAN (JIKA DIPERLUKAN)
8. KATA PENGANTAR
9. ABSTRAK
10. DAFTAR ISI
11. DAFTAR TABEL
12. DAFTAR GAMBAR
13. DAFTAR LAMPIRAN

B. BAGIAN ISI
I. PENELITIAN LAPANGAN DAN LABORATORIUM
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Hasil Penelitian
E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
F. Definisi Istilah dan Definisi Operasional
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
B. Kerangka Berpikir
C. Hipotesis Penelitian (jika diperlukan)
BAB III METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
1. Tempat Penelitian
2. Waktu Penelitian
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 2
B. Populasi dan Sampel
C. Alat dan Bahan Penelitian
D. Teknik Pengumpulan Data
E. Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB V PEMBAHASAN
BAB VI PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

II. PENELITIAN PENGEMBANGAN


BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Pengembangan
D. Pentingnya Pengembangan
E. Spesifikasi Produk yang Diharapkan
F. Asumsi Dan Keterbatasan Pengembangan
G. Definisi Istilah
BAB II KAJIAN TEORI
A. Kajian Teori
B. Penelitian Yang Relevan
C. Kerangka Berpikir
D. Rancangan Model
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Prosedur Penelitian/ Pengembangan
Tahap I: Studi Pendahuluan
Tahap II: Tahap Pengembangan Model
1. Model Pengembangan (Desain Produk)
2. Validasi Desain
3. Revisi Desain
4. Uji Coba Produk

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 3


a. Desain Uji Coba
b. Subjek Uji Coba
c. Jenis Data
d. Instrumen Pengumpulan Data
e. Teknik Analisis Data
5. Revisi Produk
6. Evaluasi Dan Penyempurnaan
7. Model Hipotetik (Model Akhir Hasil Revisi pada Tahap Pengembangan Model)
Tahap III: Tahap Evaluasi/Pengujian Model
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB V PEMBAHASAN
BAB VIPENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 4


1. HALAMAN SAMPUL
Komponen ini berisi kata TESIS, judul tesis secara lengkap, lambang Universitas
Mataram dengan diameter maksimal 4 cm, nama mahasiswa, dan di atas margin bawah
kertas dilengkapi dengan nama lengkap Program Studi, Program Pascasarjana Universitas
Mataram, dan waktu (Tahun lulus). Contoh halaman sampul disajikan pada Lampiran 1

2. HALAMAN JUDUL
Memuat unsur-unsur yang meliputi 1) Tulisan tesis ,2) Judul tesis secara lengkap, 3)
teks yang berbunyi Diajukan kepada Program Pascasarjana Universitas Mataram untuk
memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh Gelar Magister Pendidikan (M.Pd)
pada Program Studi Magister Pendidikan IPA, 4) nama dan nomor induk mahasiswa, 5) di
bagian bawah dilengkapi dengan nama lengkap Program Studi, Program Pascasarjana,
Universitas Mataram dan tahun lulus. Contoh halaman judul dapat dilihat pada Lampiran 2.

3. PERNYATAANTENTANG KEASLIAN TESIS


Halaman ini berisi tulisan sebagai berikut: Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis
yang berjudul : .............................. beserta seluruh isinya adalah benar-benar merupakan
karya saya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi
manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun
tidak diterbitkan penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar
pustaka di bagian akhir tesis ini. Atas pernyataan ini, saya bersedia menerima resiko yang
dijatuhkan kepada saya apabila dikemudian hari ditemukan adanya pelanggaran terhadap
etika keilmuan dalam karya ini. Akhir pernyataan dituliskan Mataram, tanggal, yang
membuat pernyataan, nama, NIM dan tanda tangan. Contoh dapat dilihat di Lampiran 3.

4. PERSETUJUAN TESIS
Halaman persetujuan tesis berisi persetujuan dosen pembimbing tesis bahwa tesis
telah memenuhi syarat untuk diujikan. Contoh dapat dilihat pada Lampiran 4.

5. PENGESAHAN PEMBIMBING
Berisi: 1) Teks Tesis ini telah diuji pada tanggal, bulan, dan tahun, 2) Nama dan NIP
dosen pembimbing dan 3) Nama dan NIP Ketua Program Studi Magister Pendidikan IPA
dan Direktur Program Pascasarjana Contoh terlihat pada Lampiran 5.

6. PENGESAHAN PENGUJI

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 5


Berisi: 1) Teks Tesis ini telah diuji pada tanggal, bulan, dan tahun, 2) Nama dan NIP
tim penguji yang terdiri atas 3 orang, dan 3) Nama dan NIP Ketua Program Studi Magister
Pendidikan IPA dan Direktur Program Pascasarjana Universitas Mataram. Contoh terlihat
pada Lampiran 6.

7. MOTO DAN PERSEMBAHAN


Lembar ini berisi moto dan persembahan jika dipandang perlu. Contoh dapat dilihat
di Lampiran 7.

8. KATA PENGANTAR
Komponen ini berisi informasi singkat tentang isi tesis dan ucapan terimakasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu pelaksanaanpenelitian.Panjang teks tidak lebih
dari dua halaman,pada bagian akhir teks ditulis Mataram dan tanggal, bulan, tahun dan kata
Penulis (tidak perlu mencantumkan nama lengkap). Contoh pada lampiran 8.

9. ABSTRAK
Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, kata ABSTRAK ditulis di tengah,
pada sisi kiri bidang pengetikan diikuti nama penulis, tanda titik, tahun lulus, tanda titik, judul
lengkap tesis, tanda titik, diikuti kalimat: Tesis, Program Studi Magister Pendidikan IPA,
Program Pascasarjana Universitas Mataram dibawah bimbingan ............... sebagai
pembimbing I dan ................................sebagai pembimbing II.
Teks abstrak menyajikan intisari yang meliputi latar belakang, masalah, metode, hasil
dan simpulan penelitian. Teks ditulis dengan rapi, ringkas, diketik dengan spasi tunggal, dan
panjang abstrak tidak lebih dari satu setengah halaman dengan ukuran kertas A4. Pada
bagian bawah uraian abstrak dituliskan kata kunci sebanyak 3 – 5 kata. Contoh lembar
Abstrak disajikan pada Lampiran 9.

10. DAFTAR ISI


Memuat judul bab, judul sub bab, judul anak sub bab disertai nomor halaman tempat
pemuatannya dalam teks. Contoh daftar isi dapat dilihat pada Lampiran 10.

11. DAFTAR TABEL DAN DAFTAR GAMBAR


Halaman daftar tabel dan daftar gambar memuat nomor tabel dan gambar sesuai
dengan urutan pemuatannya dalam naskah tesis. Judul tabel dan gambar yang lebih dari
dua baris hendaknya diketik dengan spasi tunggal, sedangkan antara judul tabel/gambar

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 6


yang satu dengan lainnya diketik dalam spasi ganda. Contoh terlihat pada Lampiran 11 dan
12

12. DAFTAR LAMPIRAN


Isi dari daftar lampiran memuat nomor lampiran, judul lampiran serta halaman tempat
lampiran termuat. Judul lampiran yang lebih dari satu baris hendaknya diketik dengan spasi
tunggal, sedangkan jarak antar judul lampiran diketik dengan spasi ganda. Contoh terlihat
pada Lampiran 13.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 7


PENELITIAN LAPANGAN DAN LABORATORIUM

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 8


BAB I. PENDAHULUAN

Bagian pendahuluan merupakan bab awal yang berperan dalam memberikan


gambaran umum kepada pembaca tentang apa yang diteliti, mengapa diteliti dan
bagaimana cara untuk menemukan jawaban dari masalah yang diteliti. Bab pendahuluan
tesis, pada dasarnya memuat komponen-komponen yang meliputi (1) latar belakang
masalah, (2) rumusan masalah, (3) tujuan penelitian, (4) manfaat penelitian, (5) ruang
lingkup dan keterbatasan penelitian, dan (6) definisi istilah dan atau definisi operasional.

A. Latar Belakang Masalah


Bagian ini memuat uraian tentang kesenjangan antara harapan dan kenyataan secara
teoritis dan praktis yang menjadi latar belakang untuk memilih masalah penelitian. Oleh
karena itu, pada bagian ini peneliti perlu menyajikan secara singkat teori-teori, fakta-fakta
yang didapatkan dari hasil penelitian, seminar/diskusi ilmiah, yang terkait erat dengan
masalah yang akan diteliti.

B. Rumusan Masalah
Perumusan masalah penelitian dimaksudkan untuk mengarahkan pembaca pada
pertanyaan yang akan dicari jawabannya oleh peneliti. Rumusan masalah penelitian ditulis
secara singkat, jelas dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah
memuat variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antar variabel, dan subyek
penelitian.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah uraian untuk mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai
melalui pelaksanaan penelitian. Tujuan penelitian ditulis dalam bentuk kalimat pernyataan.
Oleh karena itu isi dan struktur kalimat tujuan penelitian mengacu pada rumusan masalah
penelitian.

D. Manfaat Hasil Penelitian


Manfaat penelitian memberikan gambaran bahwa hasil penelitian yang dicapai memiliki
konstribusi terhadap pengembangan keilmuan yang sesuai dengan lingkup bidang ilmu
yang dikaji dan atau memberikan pemecahan permasalahan kehidupan nyata, baik bagi
dunia kerja atau masyarakat yang memerlukan pemikiran bidang ilmu yang dikaji. Manfaat
penelitian murni harus dikaitkan dengan pembelajaran IPA di sekolah dengan menyajikan
buku suplemen secara terpisah dengan tesis yang dibuat
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 9
E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
Ruang lingkup penelitian menjelaskan variabel yang diteliti, populasi atau subjek
penelitian, lokasi dan waktu penelitian. Selain itu dapat pula disajikan sub-variabel yang
diteliti serta indikatornya. Keterbatasan penelitian mengacu kepada suatu keadaan yang
tidak dapat dihindari. Keterbatasan dapat berupa keterbatasan ruang lingkup kajian karena
alasanprosedural, ataupun karena faktor logistik, serta keterbatasan yang berupa kendala
yang bersumber dari adat, tradisi, etika, dan kepercayaan yang tidak memungkinkan peneliti
untuk mencari data yang diinginkan.

F. Definisi Istilah dan Definisi Operasional


Definisi istilah merupakan definisi yang diberikan oleh peneliti untuk mempertegas
istilah atau makna yang digunakan dalam penelitian. Definisi operasional adalah definisi
yang didasarkan atas sifat-sifat yang telah didefinisikan dan dapat diamati. Definisi
operasional akan menunjuk pada alat pengumpulan data yang sesuai untuk mengukur
variabel penelitian. Penyusunan definisi operasional memungkinkan pembaca/peneliti lain
untuk melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk
diuji kembali oleh orang lain.

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

Bab ini memuat landasan teori, kerangka berpikir dan hipotesis penelitian (jika
perlu). Bahan kajian pustaka dapat diperoleh dari berbagai sumber, antara lain bersumber
dari hasil penelitian (sebagai pustaka primer) maupun dari sumber kepustakaan lain dapat
dipergunakan sebagai penunjang. Sumber pustaka harus merujuk pada artikel international
bereputasi (terindek scopus), nasional terakreditasi (JPPIPA Unram).
Pemilihan sumber pustaka yang dikaji didasarkan pada dua prinsip, yakni (1) prinsip
kemutakhiran, dan (2) prinsip relevansi. Prinsip kemutakhiran dapat mengarahkan peneliti
untuk berargumentasi berdasarkan teori yang paling representatif dan terbaru (up to date).
Prinsip relevansi diperlukan untuk menghasilkan kajian pustaka yang erat kaitannya dengan
masalah yang diteliti.

A. Landasan Teori
Kajian pustaka berisi deskripsi teoritis tentang obyek atau variabel penelitian yang
mendukung rumusan hipotesis yang diajukan. Deskripsi teoritis tentang variabel yang diteliti
memerlukan kajian teori yang mendalam. Argumentasi atas hipotesis yang diajukan

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 10


menuntut peneliti untuk mengintegrasikan teori dengan hasil-hasil penelitian lain yang
relevan.

B. Kerangka Berpikir
Kerangka konseptual merupakan kerangka kerja teoritis (theoretical framework ) yang
dikembangkan oleh peneliti dari hasil latar belakang dan telaah pustaka yang bersifat
substantif maupun metodologis untuk menyelesaikan masalah penelitian. Bagian
inimenghubungkan variabel dan faktor yang mempengaruhi serta hubungan antar variabel
penelitian.

C. Hipotesis Penelitian (Jika diperlukan)


Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara
teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Tidak semua
penelitian memerlukan hipotesis. Hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis
adalah: (1) menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih, (2) dirumuskan dalam
bentuk kalimat pernyataan, (3) disajikan secara singkat dan jelas, dan (4) dapat diuji secara
empirik.

BAB III. METODE PENELITIAN

Materi yang perlu dibahas pada bab ini meliputi (1) desain penelitian, (2) populasi dan
sampel, (3) alat dan bahan penelitian, (4) teknik pengumpulan data, dan (5) teknik analisis
data.

A. Desian Penelitian
Rancangan penelitian merupakan uraian strategi peneliti untuk memperoleh data
yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Pada penelitian
eksperimental, rancangan penelitian yang dipilih merupakan rancangan yang paling
memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel yang diduga ikut
berpengaruh terhadap variabel terikat serta mendukung/memungkinkan untuk dilakukan
pengujian hipotesis.
Pada penelitian noneksperimental, pembahasan pada subbab rancangan penelitian
memuat penjelasan tentang jenis penelitian yang diajukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya;
apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris, atau penelitian historis,
korelasional, dan kausal komparatif. Bagian ini menjelaskan variabel yang terlibat dalam
penelitian serta sifat hubungan antar variabel penelitian.
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 11
B. Populasi dan Sampel
Populasidan sampel diambil peneliti sebagai sasaran penelitian. Tetapi jika sasaran
penelitian adalah seluruh anggota populasi, maka akan lebih tepat digunakan istilah subjek
penelitian. Penjelasan mengenai karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar besar
sampel dan cara pengambilan dapat dilakukan dengan tepat. Hal-hal yang dibahas dalam
subbab ini meliputi (1) identifikasi dan batasan tentang populasi atau subjek penelitian, (2)
prosedur dan teknik pengambilan sampel, dan (3) ukuran sampel penelitian.

C. Alat dan Bahan Penelitian


Alat dan bahan penelitian membahas tentang alat dan bahan yang digunakan untuk
sesuai dengan parameter penelitian.

D. Teknik Pengumpulan Data


Pengumpulan data membahas tentang (1) sumber data; dan (2) teknik pengambilan
data.

F. Teknik Analisis Data


Pemilihan teknik analisis data ditentukan oleh jenis data penelitian dengan tetap
berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai dan hipotesis yang akan diuji. Selain
penjelasan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan, perlu pula dijelaskan
alasan pemilihannya. Jika peneliti menganalisis data dengan program komputer, maka perlu
disebutkan jenis dan nama program komputer yang digunakan.

BAB IV. HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian memuat deskripsi data dan informasi yang didapatkan dari proses
penelitian. Penelitian yang menguji hipotesis, pada bagian ini meliputi deskripsi data, dan
hasil pengujian hipotesis.
BAB V. PEMBAHASAN

Pembahasan hasil penelitian memiliki arti penting bagi seluruh kegiatan penelitian.
Pembahasan hasil bertujuan untuk (1) menjawab masalah penelitian dan menunjukkan
bagaimana tujuan penelitian dicapai, (2) menafsirkan hasil yang diperoleh, (3)
mengintegrasikan hasil penelitian ke dalam khasanah pengetahuan yang telah ada, (4)
memodifikasi teori yang telah ada atau menyusun teori baru, dan (5) menjelaskan implikasi
hasil penelitian termasuk keterbatasan hasil penelitian yang telah dilaksanakan.
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 12
Penafsiran hasil penelitian harus menggunakan logika dan mengacu pada teori-teori
yang relevan. Pengintegrasian hasil penelitian ke dalam khasanah pengetahuan yang telah
ada dilakukan dengan menjelaskan hasil-hasil penelitian dalam konteks ilmu yang lebih
luas. Hasil penelitian semakin dapat dipercaya jika didukung oleh hasil penelitian dari hasil
penelitian sebelumnya. Namun demikian, bila hasil penelitiannya tidak sejalan dengan hasil
penelitian sebelumnya perlu dibahas dengan merujuk pada kajian teoritis maupun
metodologis.
Pembahasan hasil penelitian menjadi lebih penting jika hipotesis yang diajukan
ternyata ditolak. Penolakan hipotesis dapat disebabkan oleh beberapa faktor misalnya faktor
metodologis dan faktor nonmetodologis. Faktor metodologis misalnya kelemahan yang
berasal dari instrumen seperti kurang valid dan reliabelnya instrumen penelitian, sedangkan
faktor nonmetodologis dapat berupa adanya intervensi variabel lain sehingga menghasilkan
simpulan yang berbeda dengan hipotesis yang diajukan. Dalam pembahasan perlu
dikemukakan tentang kekurangan dan kesalahan-kesalahan yang ada sehingga dapat
menjadi dasar untuk perbaikan yang diperlukan dalam penelitian sejenis berikutnya.

BAB VI. PENUTUP

Bab penutup tesis memuat dua hal pokok yaitu simpulan dan saran.
A. Simpulan
Disajikan dalam bentuk narasi yang isinya mengacu pada rumusan masalah dan tujuan
penelitian.
B. Saran
Menjelaskan secara singkat tentang kekurangan dan kelemahan dari hasil penelitian,
dan saran-saran untuk tindaklanjut hasil penelitian.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 13


PENELITIAN PENGEMBANGAN

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 14


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Latar belakang masalah mengungkapkan tentang kesenjangan-kesenjangan yang
terjadi antara kondisi ideal yang diharapkan (das sollen) dengan kondisi nyata (das sein)
yang mencakup permasalahan-permasalahan yang hendak dipecahkan dan dampak yang
ditimbulkan oleh kesenjangan-kesenjangan itu. Alternatif untuk mengatasi kesenjangan itu
(pengembangan produk terkait dengan masalah yang hendak dipecahkan) perlu
dipaparkan secara singkat disertai dengan argumen atau alasan yang diperoleh dari
berbagai sumber atau perpaduan antara teori dan hasil penelitian terdahulu untuk masalah
yang sama. Lebih lanjut juga dijelaskan apa arti penting dari penelitian tersebut terhadap
pengembangan ilmu pengetahuan, dan/atau terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran,
sehingga perlu pula dikemukakan kemungkinan keunggulan atau kelebihan dari produk
yang dikembangkan melalui penelitian yang akan dilakukan.

B. Rumusan Masalah
Sebagai penegasan dari apa yang telah dibahas dalam latar belakang masalah, pada
bagian ini perlu dikemukakan rumusan spesifik dari masalah yang hendak dipecahkan.
Rumusan spesifik tersebut terfokus pada upaya pengujian produk hasil pengembangan
(misalnya kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari produk yang dikembangkan) untuk
menunjukkan pemecahan masalah yang dilakukan. Rumusan masalah hendaknya
dikemukakan secara singkat, padat, jelas, dan merupakan suatu pertanyaan ilmiah yang
belum ada jawabannya baik dalam buku teks maupun dalam jurnal-jurnal pendidikan.
Dengan kata lain, pertanyaan tersebut akan bisa diangkat menjadi permasalahan dalam
penelitian, selama pertanyaan tersebut belum dapat dijelaskan oleh penelitian yang telah
dilakukan peneliti terdahulu.

C. Tujuan Pengembangan
Tujuan pengembangan dirumuskan berdasarkan masalah yang diteliti dengan
menggunakan kata operasional yang tepat untuk menjawab rumusan masalah tersebut.
Tujuan ini menspesifikasikan dengan jelas apa yang ingin dicapai dengan penelitian
tersebut sehubungan dengan rumusan masalah penelitian yang diajukan tadi. Arahkan
tujuan pengembangan ke pencapaian kondisi ideal seperti yang telah diuraikan dalam latar
belakang masalah. Tujuan harus menunjukkan indikasi ke arah mana penelitian dilakukan
atau data-data serta informasi apa yang akan dicapai dari pengembangan produk itu,
dengan kata lain, tujuan adalah acuan untuk membuat kesimpulan.
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 15
D. Spesifikasi Produk yang Dihasilkan
Bagian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran lengkap tentang karakteristik
produk sebagai hasil kegiatan pengembangan. Karakteristik produk mencakup semua
identitas penting yang dapat digunakan untuk membedakan produk yang dihasilkan dengan
produk lain-nya yang sejenis.
Produk yang dimaksud dapat berupa kurikulum, modul, paket pembelajaran, media
pembelajaran, buku teks, alat evaluasi, model, atau produk lain yang dapat digunakan untuk
menemukan solusi terhadap masalah-masalah pembelajaran, atau pendidikan. Setiap
produk memiliki spesifikasi yang berbeda dengan produk lainnya, misalnya pengembangan
model pembelajaran tertentu dengan mengacu pada model pembelajaran yang sudah ada
dan pengembangan perangkat pembelajaran berdasarkan model pembelajaran tertentu.

E. Pentingnya Pengembangan
Bagian ini sering dikacaukan dengan tujuan pengembangan. Tujuan pengembangan
mengungkapkan upaya pencapaian kondisi yang ideal, sedangkan pentingnya
pengembangan mengungkapkan argumentasi mengapa perlu ada pengubahan kondisi
nyata ke kondisi ideal. Pentingnya pengembangan mengungkapkan mengapa masalah
yang ada perlu dan mendesak untuk dipecahkan. Pada bagian ini diharapkan juga
terungkap kaitan antara urgensi pemecahan masalah dengan konteks permasalahan yang
lebih luas. Misalnya, menyangkut kontribusi dalam meningkatkan pemahaman
(understanding) dalam topik penelitian tersebut (pengembangan produk) khususnya, dan
dalam pengembangan ilmu pengetahuan secara keseluruhan.

F. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan


Asumsi dalam pengembangan merupakan landasan pijak untuk menentukan
karakteristik produk yang dihasilkan dan pembenaran pemilihan model serta prosedur
pengembangannya. Asumsi hendaknya diangkat dari teori-teori yang teruji sahih,
pandangan ahli, atau data empiris yang relevan dengan masalah yang hendak dipecahkan
dengan menggunakan produk yang akan dikembangkan.
Keterbatasan pengembangan mengungkapkan keterbatasan dari produk yang
dihasilkan untuk pemecahan masalah yang dihadapi, khususnya untuk konteks masalah
yang lebih luas. Paparan ini dimaksudkan agar produk yang dihasilkan dari kegiatan
pengembangan ini disikapi hati-hati oleh pengguna sesuai dengan asumsi yang menjadi
pijakannya dan kondisi pendukung yang perlu tersedia dalam memanfaatkannya.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 16


G. Definisi Istilah
Pada bagian ini dikemukakan definisi istilah-istilah yang khas digunakan dalam
pengembangan produk yang diinginkan, baik dari sisi model dan prosedur yang digunakan
dalam pengembangan ataupun dari sisi produk yang dihasilkan. Istilah-istilah yang perlu
diberi batasan hanya yang memiliki peluang ditafsirkan berbeda oleh pembaca atau
pemakai produk. Istilah-istilah yang didefinisikan mengacu pada variabel-variabel yang
terdapat di judul tesis.

H. Sistematika Penulisan (bila perlu)


Paparan pada bagian ini dimaksudkan untuk menunjukkan cara pengorganisasian
keseluruhan skripsi, tesis, dan disertasi, baik untuk Bagian I, yang memuat kajian analitis,
atau-pun Bagian II, yang memuat produk yang dihasilkan dari kegiatan pengembangan.

BAB II KAJIAN TEORI

A. Kajian Teori
Bagian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan kerangka acuan komprehensif
mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan
masalah yang dihadapi atau dalam mengembangkan produk yang diharapkan. Kerangka
acuan disusun berdasarkan kajian berbagai aspek teoretik dan empiris yang terkait dengan
permasalahan dan upaya yang akan ditempuh untuk memecahkannya. Uraian-uraian dalam
bab ini diharapkan menjadi landasan teoretik mengapa masalah itu perlu dipecahkan dan
mengapa cara pengembangan produk tersebut dipilih
Kajian teoretik mengenai model dan prosedur yang akan digunakan dalam pengembangan
juga perlu dikemukakan dalam bagian ini, terutama dalam rangka memberikan pembenaran
terhadap produk yang akan dikembangkan.

B. Penelitian Yang Relevan


Pada bagian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang kaitan upaya
pengembangan dengan upaya-upaya lain yang mungkin sudah pernah ditempuh oleh ahli
lain untuk mendekati permasalahan yang sama atau relatif sama. Dengan demikian, upaya
pengembangan yang akan dilakukan memiliki landasan empiris yang mantap.

C. Kerangka Berpikir
Pada bagian ini memuat pemikiran peneliti sebagai pengembang produk yang lahir
berdasarkan kajian teori serta penelitian/hasil pengembangan terdahulu yang relevan
dengan produk yang akan dikembangkan.
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 17
D. Rancangan Model/Produk
Bagian ini berisi rancangan model/produk yang akan dikembangkan. Rancangan
tersebut berdasarkan kajian teori dan kajian empirik yang telah dilakukan sebelumnya.
Umumnya model hipoteteik ini berupa bagan.

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Pada bagian ini menjelaskan tentang jenis penelitian (jenis R & D yang dipilih dengan
mengungkapkan hasil produk pengembangannya dan apa yang dilakukan terhadap produk
tersebut).

B. Prosedur Penelitian/Pengembangan
Pada bagian ini memuat tahapan prosedur pengembangan yang akan digunakan.
Tahapan-tahapan yang akan dilakukan dalam melakukan pengembangan, tergantung pada
referensi yang digunakan. Namun secara garis besar, pada tahapan ini dibagi ke dalam 3
tahapan, yaitu:
Tahap I: Studi Pendahuluan;
Tahap II: Tahap Pengembangan Model; dan
Tahap III: Tahap Evaluasi/Pengujian Model

Tahap I: Studi Pendahuluan


1. Tahap studi pendahuluan dilakukan dengan menerapkan pendekatan deskriptif
kualitatif. Studi kualitatif diawali dengan studi literatur, kemudian studi lapangan tentang
produk yang akan dikembangkan.
2. Pada studi pendahuluan ini diakhiri dengan ” deskripsi dan analisis temuan (Model
Faktual)

Tahap II: Tahap Pengembangan Model


Dalam tahap ini hendaknya memuat butir-butir sebagai berikut.
1. Model Pengembangan (Desain Produk)
Model pengembangan dapat berupa model prosedural, model konseptual, dan
model teoretik. Model prosedural adalah model yang bersifat deskriptif, yaitu
menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Model
konseptual adalah model yang bersifat analitis yang memerikan komponen-komponen
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 18
produk yang akan dikembangkan serta keterkaitan antarkomponen (misalnya model
pengembangan rancangan pengajaran Dick dan Carey, 1985). Model teoretik adalah
model yang menunjukkan hubungan perubahan antar peristiwa.
Dalam bagian ini perlu dikemukakan secara singkat struktur model yang digunakan
sebagai dasar pengembangan produk. Apabila model yang digunakan merupakan
adaptasi dari model yang sudah ada, maka pemilihannya perlu disertai dengan alasan,
komponen- komponen yang disesuaikan, serta kekuatan dan kelemahan model itu.
Apabila model yang digunakan dikembangkan sendiri, maka informasi yang lengkap
mengenai setiap komponen dan kaitan antarkomponen dari model itu perlu dipaparkan.
Perlu diperhatikan bahwa uraian model diupayakan seoperasional mungkin sebagai
acuan dalam pengembangan produk.
2. Validasi desain
Tujuan dari tahap validasi adalah untuk memperbaiki produk awal yang telah
dikembangkan oleh peneliti yang mencakup validasi isi dan validasi konstruk. Hasil
validasi diharapkan dapat menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki
kesesuaian dengan kebutuhan (need), kebaruan (state of the art), landasan teori yang
kuat, dan konsistensi model (Nieveen, 1999). Sehingga diperoleh prototipe model yang
valid. Validasi produk dapat dilakukan melalui penilaian dan masukan perbaikan oleh
beberapa ahli (expert judgment atau delphi method) berdasarkan instrumen validasi
atau melalui kegiatan FGD (Focused Group Discussion), yaitu metode yang digunakan
untuk menggali data secara mendalam melalui stimulant/pemancing berupa suatu isu
atau topik tertentu yang telah dipersiapkan dalam suatu diskusi kelompok terfokus
dengan peserta bervariasi (ahli-ahli terkait dan pengguna produk) dengan panduan
seorang moderator.
3. Revisi Desain
4. Uji coba Produk
Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan
sebagai dasar untuk menetapkan produk yang dibuat layak digunakan atau tidak
(berdasarkan validitas dari produk yang dihasilkan). Uji coba produk juga dilakukan
untuk melihat sejauh mana produk yang dibuat dapat mencapai sasaran dan tujuan
(berdasarkan kepraktisan dan keefektifan dari produk yang dihasilkan). Melalui uji coba,
kualitas produk yang dikembangkan betul-betul teruji secara empiris.
Dalam butir uji coba produk secara terbatas perlu diungkapkan sebagai berikut.
a) Desain Uji coba
Secara lengkap, uji coba produk pengembangan biasanya dilakukan melalui
tiga tahapan, yaitu uji perseorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Dalam
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 19
kegiatan pengembangan, pengembang mungkin hanya melewati dan berhenti pada
tahap uji perseorangan, atau dilanjutkan dan berhenti sampai tahap uji kelompok
kecil, atau sampai uji lapangan. Hal ini sangat tergantung pada urgensi dan data
yang dibutuhkan melalui uji coba itu.
Desain uji coba produk bisa menggunakan desain yang biasa dipakai dalam
penelitian kuantitatif, yaitu desain deskriptif atau eksperimental. Yang perlu
diperhatikan adalah ketepatan memilih desain untuk tahapan tertentu
(perseorangan, kelompok kecil, atau lapangan) agar data yang dibutuhkan untuk
memperbaiki produk dapat diperoleh secara lengkap.
b) Subjek uji coba
Karakteristik subjek uji coba perlu diidentifikasi secara jelas dan lengkap,
termasuk cara pemilihan subjek uji coba itu. Subyek uji dalam penelitian
pengembangan adalah disesuaikan dengan tujuan dan ruang lingkup, serta
tahapan penelitian pengembangan. Subyek uji hendaknya representatif, terkait
dengan jenis produk yang akan dikembangkan, terdiri atas tenaga ahli dalam bidang
terkait, ahli perancangan produk, dan sasaran pemakai produk.
c) Jenis data
Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat
digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan/atau
daya tarik dari produk yang dihasilkan. Dalam konteks ini sering pengembang tidak
bermaksud mengumpulkan data secara lengkap yang mencakup ketiganya. Bisa
saja, sesuai dengan kebutuhan pengembangan, pengembang hanya melakukan uji
coba untuk melihat daya tarik dari suatu produk, atau hanya untuk melihat tingkat
efisiensinya, atau keduanya.
Penekanan pada efisiensi suatu pemecahan masalah akan membutuhkan data
tentang efisiensi produk yang dikembangkan. Begitu pula halnya dengan
penekanan pada keefektifan atau daya tarik. Atas dasar ini, maka jenis data yang
perlu dikumpulkan harus disesuaikan dengan informasi apa yang dibutuhkan
tentang produk yang dikembangkan itu.
Paparan mengenai jenis data yang dikumpulkan hendaknya dikaitkan dengan
desain dan pemilihan subjek uji coba. Jenis data tertentu, bagaimanapun juga, akan
menuntut desain tertentu dan subjek uji coba tertentu. Misalnya, pengumpulan data
mengenai kecermatan isi dapat dilakukan secara perseorangan dari ahli isi, atau
secara kelompok dalam bentuk seminar kecil, atau seminar yang lebih luas yang
melibatkan ahli isi, ahli desain, dan sasaran pemakai produk.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 20


d) instrumen pengumpulan data
Bagian ini mengemukakan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan
data seperti yang sudah dikemukakan dalam butir sebelumnya. Jika mengunakan
instrumen yang sudah ada, maka perlu ada uraian mengenai karakteristik instrumen
itu, terutama mengenai keshahihan dan keterandalannya. Apabila instrumen yang
digunakan dikembangkan sendiri, maka prosedur pengembangannya juga perlu
dijelaskan.
e) Teknik analisis data.
Teknik dan prosedur analisis yang digunakan untuk menganali-sis data uji coba
dikemukakan dalam bagian ini dan disertai alasannya. Apabila teknik analisis yang
digunakan sudah cukup dikenal, maka uraian tidak perlu rinci sekali. Akan tetapi,
apabila teknik tersebut belum banyak dikenal, maka uraian perlu lebih rinci
5. Revisi Produk
Revisi Produk ini dilakukan apabila dalam pemakaian kondisi nyata terdapat
kekurangan dan kelemahan.
6. Evaluasi dan Penyempurnaan
7. Model Hipotetik (Model akhir hasil revisi pada tahap pengembangan model)

Tahap III: Tahap Evaluasi/Pengujian Model


Setelah pengujuan terhadap produk berhasil, maka selanjutnya produk tersebut diterapkan
dalam kondisi nyata untuk lingkup yang lebih luas. Dalam tahap ini, dignakan metode
eksperimen. Setelah pngujian model, masih dimungkinkan ada revisi produk, kemudian
barulah menjadi model final, yang siap untuk dideseminasikan.

BAB IV HASIL PENELITIAN

Secara spesifik bagian hasil berisi deskripsi tentang data yang dikumpulkan dan hasil
analisis terhadap data tersebut. Hasil penelitian dapat disajikan dalam bentuk tabel, gambar,
dan grafik yang semuanya bertujuan untuk menyederhanakan penyajian data. Penggunaan
ilustrasi bertujuan untuk mengefisienkan penggunaan teks atau tulisan. Penyajian hasil
disesuaikan dengan tujuan penelitian sehingga setiap tujuan terurai tuntas dalam bagian
hasil penelitian.

BAB V PEMBAHASAN

Setelah hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel, gambar, dan grafik, maka penulis perlu
membahas hasil tersebut dengan mengemukakan pendapatnya terkait dengan data yang
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 21
diperoleh tersebut, misalnya tentang kenapa hal itu dapat terjadi. Pada bagian pembahasan
tidak boleh menampilkan kembali data hasil penelitian yang sudah diuraikan pada bagian
hasil penelitian. Oleh sebab itu perlu pembedaan yang jelas antara bagian hasil dengan
bagian pembahasan. Pada bagian pembahasan ini sebenarnya peneliti menafsirkan hasil
penelitian dalam kaitannya dengan rumusan masalah dalam penelitian. Hasil penelitian
harus didiskusikan dan dikaitkan dengan kajian teoritik dan kajian empirik yang relevan,
sehingga peneliti dapat membuat interpretasi, generalisasi, dan inferensi yang berkaitan
dengan hasil penelitian tersebut. Dalam menafsirkan data hasil penelitiannya, peneliti juga
harus mengungkapkan temuan-temuan yang ada dan membuat interpretasi terhadap
temuan-temuan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Bagian akhir tesis berisi daftar pustaka dan lampiran. Daftar pustaka merupakan
daftar buku atau referensi yang dirujuk dalam penulisan tesis. Rujukan dapat berupa jurnal,
buletin, buku, tesis, laporan penelitian maupun dari rujukan internet. Sumber informasi yang
tidak berpedoman pada kaidah ilmiah tidak boleh dipergunakan, seperti koran, dan blog.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran tesis antara lain memuat hal-hal sebagai berikut:


1. Surat-surat yang berkaitan dengan penelitian, seperti surat ijin penelitian, surat jawaban
dari pimpinan instansi/ daerah yang diteliti
2. Perhitungan statistik baik untuk kepentingan uji coba maupun untuk analisis data hasil
penelitian
3. Instrumen penelitian yang relatif panjang
4. Gambar, foto atau dokumen yang penting tetapi tidak disajikan dalam naskah tesis.
5. Surat persetujuan Kelaikan Etik Penelitian.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 22


TATA CARA PENULISAN TESIS

A. Bahan yang Digunakan


1. Seluruh isi tesis harus diketik rapi dan dicetak pada kertas HVS berwarna putih
berukuran A4 dengan berat minimal 80 gram
2. Untuk sampul luar (kulit luar) ditetapkan sampul kertas (hard cover). Bahan yang
digunakan adalah karton buffalo atau linien dengan warna kuning.
3. Sebagai pemisah antar bab diberi pembatas dengan kertasdoorslang yang berlogo
PSMP IPA dan warna kuning.

B. Pengetikan
1. Lay-out kertas
Lay-out kertas untuk pengetikan naskah tesis adalah sebagai berikut:
 Pinggir atas : 4 cm dari tepi kertas
 Pinggir kiri : 4 cm dari tepi kertas
 Pinggir bawah : 3 cm dari tepi kertas
 Pingir kanan : 3 cm dari tepi kertas

2. Cara pengetikan
 Pengetikan hanya dilakukan pada satu muka kertas, tidak bolak balik
 Menggunakan jenis huruf Times New Roman dengan ukuran font size 12 untuk
semua teks kecuali judul bab harus menggunakan font size 14.
 Jarak antar baris untuk teks adalah 2 (dua) spasi dan 1 (satu) spasi untuk abstrak,
judul, diagram dan tabel dicetak dengan tinta hitam (kecuali diagram dan gambar
boleh tinta warna).

3. Spasi
 Jarak antara baris yang satu dengan baris berikutnya adalah dua spasi (untuk
abstrak 1 spasi)
 Jarak antara penunjuk bab (BAB I) dengan judul bab (PENDAHULUAN) adalah
1,5 spasi.
 Jarak antara judul bab dengan teks pertama atau antara judul bab dengan anak
bab adalah empat spasi.
 Jarak antara judul anak bab dengan baris pertama teks adalah dua spasi, dan
alenia teks diketik masuk satu tab dari margin kiri.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 23


 Jarak antara baris akhir teks dengan judul anak bab berikutnya adalah empat
spasi.
 Jarak antara teks pada judul tabel, gambar, grafik atau diagram adalah satu spasi.
 Jarak antara judul tabel dengan akhir teks adalah empat spasi dan teks dalam
tabel ditulis satu spasi dengan ukuran font size minimal 10.
 Bab dan judul selalu mulai dengan halaman baru.

4. Menulis persamaan
Setiap persamaan yang diacu harus diberi nomor berurutan dengan angka Arab
berdasarkan bab dan urutan penulisannya. Huruf pertama suatu persamaan dimulai
setelah tujuh ketukan dari batas kiri. Nomor persamaan itu dituliskan dikanan
persamaan dan ditempatkan pada batas kanan halaman dan dalam tanda kurung.
Bilangan pertama menunjukkan bab letak persamaan tersebut dan bilangan kedua,
yang dipisahkan oleh tanda hubung, menunjukkan urutan persamaan itu dalam bab
tersebut. Berikut ini suatu persamaan.
F (0) = r0 ea 0 (1)
𝑛𝑥 𝑛(𝑛−1)𝑥 2
(1 + 𝑥)𝑛 = 1 + + +⋯ (2)
1! 2!

Persamaan dalam teks yang disertai dengan nomor persamaan, harus diketik
dengan huruf kapital.

5. Tabel
Tabel harus dimuat dalam satu halaman dan diupayakan tidak dipisah dihalaman
berikutnya. Dalam keadaan tertentu, huruf dalam tabel dapat diperkecil. Tabel yang
disajikan harus tabel yang dibahas, bilamana tidak dibahas dalam teks tetapi perlu
dicantumkan dalam lampiran. Tabel harus diberi nomor urut dengan angka Arab
berdasarkan bab dan urutan tampilannya dalam bab itu. Penulisan nomor abel serupa
dengan pda nomor persamaan, tetapi tanpa tanda kurung, dan pemisah antara nomor
bab dan nomor urutnya berupa titik. Antara nomor tabel dan judul tabel dipisahkan
oleh satu ketukan. Judul tabel ditulis diatas garis pembuka tabel dengan jarak satu
spasi. Bila judul tabel lebih dari satu, jarak antara baris dalam judul tabel diketik satu
spasi dan tidak diakhiri dengan titik. Penulisan tabel dalam teks yang disertai dengan
nomor tabel, huruf t (pada kata tabel) diketik dengan menggunakan huruf T (huruf
capital). Tabel yang dikutip dari suatu pustaka atau mengacu pada pustaka, harus
dicantumkan sumbernya yang diletakkan dibawah tabel yang diacu. Acuan tersebut

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 24


berupa kata “Sumber”, dan diikuti oleh nama pengarang, tahun dan halamn\an yang
diacu. Contoh tabel ditunjukkan dalam lampiran 16.

6. Gambar
Gambar meliputi grafik, diagram, monogram, foto, peta. Pembuatan grafik,
monogram dengan memakai simbol yang jelas maksudnya. Foto ditampikan
sedemikian rupa agar jelas maksudnya. Untuk memperjelas ukuran obyek foto
letakkan suatu benda sebagai pembanding, misalnya penggaris, atau nyatakan skala
obyek foto tersebut, misalnya: skala 1 : 100 Kali.
Pemberian nomor urut gambar menggunaka angka Arab berdasarkan bab dan
urutan tampilnya dalam bab tersebut. Penulisan nomornya serupa dengan pada
nomor tabel. Judul gambar ditulis dibawah gambar lengkap dengan nomornya.
Penulisan gambar dalam teks yang disertai dengan nomor gambar, huruf g (dalam
kata gambar) diketik dengan huruf besar (Kapital). Nomor urut dan judul gambar
diketik langsung dibawah gambar dan spasi dibawahnya. Bila judul gambar lebih dari
satu baris, maka jarak antara baris dalam jdul gambar diketik satu spasi.

7. Lambang, Satuan dan Singkatan


Penulisan lambang atau simbol sebaiknya menggunakan simbol yang teredia
dalam fasilitas program perangkat lunak komputer. Rumus matematik diusahakan
ditulis dalam satu baris. Bila hal ini tidak memungkinkan, aturlah cara pengetikan
sedemikian rupa, agar rumus tersebut mudah dimengerti. Satuan dan singkatan yang
digunakan adalah yang lazim dipakai dalam disiplin ilmu, misalnya: 25 0 C; 10 m.det2,
10 ppm H₂SO₄.

8. Cetak Miring
Kata-kata bukan bahasa Indonesia baku ditulis dengan huruf miring, misalnya:
heat transfer, diffusion, sentong, iqro, dan lain-lain. Huruf miring juga dipakai untuk
penulisan beberapa bagian dalam daftar pustaka.

C. Pengutipan.
1. Kutipan Langsung
Kalimat atau pernyataan yang dikutip lansung dari sumber utama ditulis dengan tanda
kutip (“…………”) dengan ketentuan sebagai berikut:

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 25


a. Kutipan kurang dari 40 (empat puluh kata) ditulis dengan 2 (dua) spasi dan
dilengkapi dengan pengarang, tahun dan nomor halaman.
 Jika kalimat kutipan di awal kalimat, maka harus didahului dengan penulisan
nama akhir penulis sumber pustaka diikuti dengan tahun dan halaman dimana
kalimat yang dikutip tertera pada sumber tersebut.
Contoh:
Menurut Loveless (1992:37) “tumbuhan C4 selalu lebih efisien melakukan
fotosintesis di musim panas dibandingkan pada musim dingin”.
 Jika kalimat yang dikutip terletak diakhir kalimat, maka tanda kutip diletakkan
pada bagian awal kutipan dan ditutup dengan tanda kutip penutup. Dalam hal
ini nama penulis sumber pustaka yang dikutip dituliskan didalam kurung diikuti
dengan tahun terbit sumber dan halaman. Tulisan tahun dan halaman diselingi
dengan titik dua (:).
Contoh:
“Tumbuhan C4 selalu efisien melakukan fotosintesis di musim panas
dibandingkan pada musim dingin” (Loveless 1992:37).

b. Kutipan lebih dari 40 (empat puluh) kata ditulis di tengah halaman dengan 1 (satu)
spasi secara indent (masuk 7 ketukan/satu bab) dan dilengkapi nama pengarang,
kurung buka, tahun dan nomor halaman, kurung tutup.
Contoh:
Rudestam dan Newton (2000:152) menyatakan bahwa:Mahasiswa mungkin
menjadi kecewa dengan hasil-hasil penelitiannya yang tidak signifikan, ketika
hipotesis-hipotesisnya tidak tervalidasikan. Tetapi hasil-hasil yang tidak
signifikan tidak berarti menunjukkan kelemahan penelitian. Proyek penelitian
merupaka pemburuan sesuatu yang hasilnya belum tentu, dan kalau suatu
penelitian dilakukan sesuai dengan norma yang berlaku, maka hasil penelitian
yang negative (tidak signifikan) tidak berarti melemahkan legitimasi penelitian.
c. Kutipan yang dihilangkan sebagian, diganti dengan 3 (tiga) titik. Contoh
penerapan teknis ini adalah sebagai berikut.
a) According to Dixon (2017:46), “… across languanges or world, is for the
verb to cross-refrence one core argument.”
b) Hanafi (2017:22) berpendapat bahwa “… proses penerjemahan…
komunikasi intralingual.”
c) Menurut Amirudin (2017:20), “seyogyanya pemerintah tidak mengimpor
beras tahun in … ini dimaksudkan … ”
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 26
d. Kutipan tidak langsung adalah gagasan pengarang yang dituangkan dalam bahasa
penulis tesis tanpa tanda kutip namun tarpadu dalam teks. Nama pengarang,
tahun dan nomor halaman (jika ada) dan dalam kutipan dapat dipadukan dalam
teks. Posisi nama pengarang, tahun dan nomor halaman boleh diawal teks atau
dibelakang teks.
(1) Jika pengarang satu orang dan terletak diawal teks, penulisannya sbb:
Saliman (2017:13) mengatakan bahwa prestasi mahasiswa tahun kedua lebih
baik dari prestasi mahasiswa tahun pertama.
(2) Jika pengarangnya lebih dari satu dan terletak diawal teks, maka tulisan et al.
dicetak miring (titik), sedangkan dkk (tanpa titik)
Jacob et al. (2017) offer a differenct perspective on the various approaches
to composition evaluation, atau
Tirtawirya dkk (1999) menadaskan perlunya menghidupkan kembali HP3N
yang telah lama terkubur, misalnya dalam bentuk seminar-seminar atau
konggres tingkat nasional.
(3) Jika pengarangnya satu orang dan terletak di akhir teks, maka penulisannya
adalah sebagai berikut.
Head conducted an experiment to discover whether the added impression
make of two examiners would be more reliable than individual examiner (Weir,
2017:65)
(4) Jika nama pengarang yang di kutip trdapat pada tulisan orang lain, maka
penulisannya sebagai berikut.
Barber (2017) says that a languages is a system of signal for a purpose of
communication: in Jordan 1992).atau
Barber (1964) in (Jordan, 2017), says that a languages is a system of signal
for a purpose of communication.

C. Penomoran
1. Nomor halaman
Nomor halaman di tulis pada sudut kanan bawah tetapi tidak ditulis pada halaman
BAB.
2. Nomor BAB
Nomor bab ditulis dengan angka romawi capital (huruf besar). Contoh cara
penomoran bab adalah sebagai berikut.
3. Nomor pada bagian BAB
Cara penomoran sub bab dan sub-sub anak judul ialah sebagai berikut:
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 27
A.......................................................
1………………………………….....
a...................................................
(1)..............................................
(a)..........................................

E. Penulisan dan Pemenggalan


1. Penulisan bilangan dan penggunaan tanda baca
Penulisan bilangan dan penggunaan tanda baca hendaknya mengacu kepada
pedoman Umum Ejaan Bahasa yang disempurnakan. Pedoman Pembentukan Istilah
dan Kamus (Keputusan Mendikbud. No. 0542 a/U/487, tanggal 9 September 1987).

2. Pemenggalan kata
Pemenggalan kata pada akhir baris disesuaikan dengan suku katanya dan diakhiri
dengan tanda hubung (-). Perhatikanlah contoh yang benar (a) dan yang salah (b) di
bawah ini.
(a) Masalah kemiskinan perlu dibahas tuntas dan dituang-
kan secara nyata dalam bentuk proposal proyek
agar dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
(b) Masalah kemiskinan perlu dibahas tuntas dan ditu-
angkan secara nyata dalam bentuk proposal proyek
agar dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

F. Penulisan Daftar Pustaka


Daftar pustaka merupakan uraian tentang identitas sumber-sumber pustaka yang
dirujuk dalam isi proposal dan tesis.
1. Unsur dan Urutan Penulisan Daftar Pustaka
a. Unsur
 Nama pengarang
 Tahun penerbitan
 Judul buku dan anak judul (jika ada)
 Tempat penerbit
 Nama penerbit
b. Urutan Penulisan
Nama pengarang ditulis tanpa gelar dengan urutan:
 Sesuai abjad
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 28
 Nama akhir
 Nama depan

2. Penulisan Daftar Pustaka Berupa Buku Teks


Penulisannya dimulai dengan nama akhir pengarang (koma) nama depan (titik),
tahun penerbitan (titik), judul buku dicetak miring (titik), kota penerbit(titik dua),
nama penerbit (titik) dan kalau ada, tulis pola volume (titik). Baris kedua harus
indent (masuk satu tab).
(1) Jika pengarangnyasatu orang, penulisannya sbb:
Hanafi, Nurachman. 1986. Teori dan Seni Menerjemahkan.Ende Flores:
Penerbit Nusa Indah

(2) Jika pengarangnya satu orang namun menulis dua buku atau lebih pada
tahan yang sama, maka tahun penerbitannya memakai kode a, b atau c. contoh:
Givon, T. 2017a. English Grammar A Function-Based.introduction.
Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. Vol I.
Givon, T. 2017b. English Grammar A Function-Based.introduction.
Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. Vol II.

(3) Jika pengarangnya satu orang menulis dua buku atau lebih pada tahun
yang berbeda, maka tahun penerbitan diurut berdasarkan tahun lebih awal.
Givon, T. 2017.English Grammar A Function Based.introduction.
Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. Vol I.

Givon, T. 2017. English Grammar A Function-Based.introduction.


Amsterdam: John Benjamins Publishing Company.

(4) Bila pengarangnya lebih dari seorang, maka penulisannya adalah nama
akhir kedua atau ketiga pengarang diutamakan, contohnya:
Alson, Benjamis F, and Pickett, Valma B. 2017. Beginning Morphology
and Syntax. Dallas: The Summer Institute of Linguistics, Ltd.

3. Sumber Pustaka Berupa artikel dari kumpulan artikel bereditor


Penulisannya dimulai dengan nama akhir (koma), nama depan (titik), tahun
kumpulan artikel (titik), judul artikel (titik), nama editor tidak dibalik, ringkasan ed,
dalam kurung (titik), judul buku dicetak miring (koma), nomor halaman (titik),
namakota penerbitan (titik dua) dan nama penerbit (titik). Baris kedua harus indent
(masuk satu tab).

(1) Bila editornya seorang, maka penulisannya sebagai berikut:

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 29


Chung, S. 2017. On The Subject of Two Passives in Indonesian, In C.N
Li (ed.). Subject and Topic, 57-69. New York: Academic
press.

(2) Jika pengarangnya (editornya)dua orang, maka penulisannya sebagai berikut:


Rosen, C.G. the Interface between Semantic Roles and Intial
Grammatical Roles, In D.M. Perlmutter ang C.G.
Rosen (eds.). Studies in RelationalGrammar 2, 5-20.Chicago: The
University od Chicago Press.

4. Sumber Pustaka Berupa artikel dalam jurnal/buletin


Penulisan dimulai dengan nama akhir penulis (koma), nama depan (titik), tahun
penerbitan (titik), judul artikel (titik), judul jurnal/bulletin dicetak miring (titik dua)
dan nomor halaman (titik). Baris kedua harus indent (masuk satu tab).
(1) Bila pengarangnya satu orang, penulisannya sebagai berikut:
Hanafi, Nurachman. 2017. Properti Pasif secara Lintas
Bahasa.Linguistika: 37-42.

(2) Jika pengarangnya lebih dari seorang, penulisannya sebagai berikut:


Artawa, K. and Blake, B. 2017. Patient Priacy in Balinese.Studies in
Language 21: 83-508.

5. Acuan dari dokumen resmi pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa
pengarang dan penulis
Penulisannya dimulai dengan judul atau dokumen dicetak miring (titik), tahun
(titik), kota penerbit (titik dua) dan nama penerbit (titik), baris kedua harus indent
(masuk satu tab), misalnya:
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 2 Tahun
1990Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta PT
(Dikutip dari PPKI 1995:76)
6. Acuan dari lembaga yang ditulis atas nama lembaga tersebut
Penulisannya dimulai dengan nama lembaga (titik), tahun (titik), judul tulisan
dicetak miring (titik), kota penerbit (titik dua), dan lembaga (titik), baris kedua harus
intent (masuk satu tab), misalnya:
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1998. Pedoman
Penulisan Laporan Penelitian.Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.(Dikutip dari PPKI 1995:76)

7. Acuan dari karya terjemahan


Penulisannya dimulai dengan nama akhir pengarang asli (koma), nama depan
(titik), tahun (titik), judul buku terjemahan dicetak miring (titik), nama lengkap

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 30


penerjemah (titik), tahun terjemahan (titik), kota penerbit (titik dua) dan nama
penerbit (titik), baris kedua harus indent, contohnya:
Villae, Claudia A., Walker, Warren. Jr. & Barnes, Robert D. 1998.Zoologi
Umum. Sogiri Nawangsari (penerjemah). 1998. Jakarta:
Erlangga.

8. Acuan dari Tesis dan Disertasi


Penulisannya dimulai engan nama akhir (koma), nama depan (titik), tahun (titik),
judul tesis dicetak miring (titik), kata tesis (titik) dan nama perguruan tinggi (titik),
baris kedua harus indent, contohnya:
Saefuddin, Eep. 2017. Pengaruh Pemberian Kolkisin Secara
SistematikTerhadap Produksi Kedelai. Tesis S2. Institut
Taknologi Bandung.

9. Acuan dari Situs Internet


Penulis (titik) judul cetak miring (titik) Website (koma) tanggal akses (titik).
AU-KBC ResearchCentre, Anna University. Lipases in
chemistry.(online)http://ww.aukbc.org/beta/bioproj2/ntrod
ction.html,Diakses tnggal 17 Oktober 2012.

10. Acuan dari makalah seminar


Penulisannya dimulai dengan nama akhir penulis diikuti langsung dengan tanda
(koma), nama depan (koma), tahun (titik), judul makalah dicetak miring (titik),
diikuti pernyataan makalah: disajikan pada …… (koma), nama lembaga bila ada
(koma), tempat (koma), tanggal dan bulan (titik).
Hanafi, Nurachman. 2017. Apa dan MengapaBersastra? Makalah
disajikan padaSeminar Sastra Indonesia, Taman Budaya,
Mataram, 20 November.

G. Rujukan Data
Datarujukan dari buku bacaan
Penulisan dimulai dengan nama akhir pengarang (koma), nama depan (titik), tahun (titik),
judul buku bacaan dicetak miring (titik), kota penerbit (titik dua), dan nama penerbit (titik),
baris kedua harus indent, misalnya:
Suharti, Tety. 2002. Kokojayan di Cilangla. Bandung: RahmatCijulang.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 31


SISTEMATIKA PENULISAN ARTIKEL

Berikut ini disajikan uraian tentang isi artikel hasil penelitian secara umum yang berlaku
untuk hasil penelitian kuantitatif ataupun kualitatif.
1. Judul
Judul artikel hendaknya inivatif, lengkap, tidak terlalu panjang, pendek, yaitu antara 5-
15 kata. Judul artikel memmuat variabel-variabel yang diteliti atau kata kunci yang
menggambarkan masalah yang diteliti.

2. Nama Penulis
Nama penulis (atau para penulis) ditulis di bawah judul tanpa disertai gelar akademik
atau gelar lain apapun. Bila para penulis memiliki alamat yang berbeda, maka harus diberi
tanda (missal dengan bintang 1 atau 2) dan masing-masing tanda diberi nama instansi atau
universitasnya.

3. Pengesahan Artikel
Berisi: 1) Artikel tesis ini telah disahkan pada tanggal, bulan, dan tahun, 2) Nama
dan NIP pembimbing yang terdiri atas 2 orang, dan 3) Nama dan NIP Ketua Program Studi
Magister Pendidikan IPA. Contoh dapat dilihat pada lampiran 14.

4. Abstrak dan Kata Kunci


Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang ide-ide yang paling penting.
Abstrak memuat masalah dan tujuan penelitian, prosedur penelitian (untuk penelitian
kualitatif termasuk deskripsi tentang subjek, yang diteliti), dan ringkasan hasil penelitian (bila
dianggap perlu, juga kesimpulan dan implikasi). Tekanan diberikan pada hasil penelitian.
Hal-hal lain seperti hipotesis, pembahasan, dan saran tidak disajikan. Abstrak hendaknya
ditulis dalam Indonesia dan bahasa inggris. Judul artikel berbahasa dimuat pada baris
pertama abstrak. Panjang abstrak 200-400 kata dan ditulis dalam satu paragraph. Abstrak
diketik dengan spasi tunggal dengan menggunakan format yang lebih sempit dari teks
utama (marjin kana dan kiri menjorok masuk 1,2 cm).
Kata kunci adalah kata pokok yang menggambarkan masalah yang diteliti atau
istilah-istilah yang merupakan dasar pemikiran gagasan dalam karangan, berupa kata
tunggal atau gabungna kata. Jumlah kata kunci sekitar 3-5 buah. Kata kunci diperlukan
untuk komputerisasi system informasi ilmiah, dengan kata kunci dapat ditemukan judul-judul
penelitian beserta abstraknya dengan mudah. Contoh dapat dilihat pada lampiran 15.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 32


5. Pendahuluan
Pendahuluan tidak diberi judul, ditulis lansung setelah abstrak dan kata kunci. Bagian
ini menyajikan kajian pustaka yang berisi paling sedikit tiga gagasan: (1) latar belakang atau
rasional penelitian, (2) masalah dan rencana pemecahan, (3) rumusan tujuan penelitian
(dan harapan tentang hasil penelitian).
Pada kajian pustaka harus disertai rujukan yang bias dijamin otoritas penulisnya.
Jumlah rujukan harus proporsional (tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak).
Pembahasan kepustakaan harus disajikan secara ringkas, padat, dan lansung mengenai
masalah yang diteliti. Aspek yang dibahas dapat mencakup landasan terorinya, segi
historisnya, atau segi lainnya. Penyajian latar belakang atau rasional penelitian hendaknya
mengarahkan pembaca ke rumusan masalah penelitian yang dilengkapi dengan rencana
pemecahan masalah dan akhirnya ke rumusan tujuan. Untuk penelitian kualitatif di bagian
ini dijelaskan juga focus penelitian dan uraian konsep yang berkaitan dengan focus
penelitian.

6. Metode
Bagian ini pada dasarnya menyajikan tentang bagaimana penelitian dilakukan.
Uraian disajikan dalam beberapa paragraph tanpa subbagian, atau dipilah menjadi
beberapa subbagian. Hanya hal-hal yang pokok saja yang disajikan. Uraian rinci tentang
rancangan penelitian tidak perlu diberikan.
Materi pokok bagian ini adalah bagimana data dikumpulkan, siapa sumber data,
dan bagaimana data dianalisis. Apabila uraian ini disajikan dalam subbagian, maka
subbagian itu antara lain berisi keterangan tentang populasi dan sampel (atau subjek),
instrument pengumpulan data, rancangan penelitian (terutama jika digunakan rancangan
yang cukup kompleks seperti rancangan eksperimental), dan teknik analisis data.
Penelitian yang menggunakan alat dan bahan perlu ditulis spesifikasi alat dan
bahannya. Spesifikasi alat menggambarkan tingkat kecanggihan alat yang digunakan,
sedangkan spesifikasi bahan juga perlu diberikan karena penelitian ulang dapat berbeda
dari penelitian perdana apabila spesifikasi bahan yang digunakan berbeda.
Peneltian kualitatif perlu ditambahkan tentang kehadiran peneliti, subjek penelitian,
lokasi penelitian, dan lama penelitian. Selain itu juga diberikan uraian menganai pengecekan
keabsahan hasil penelitian.

7. Hasil dan Pembahasan


Bagian hasil adalah bagian utama artikel ilmiah, oleh karena itu merupakan bagian
terpanjang. Bagian ini menyajikan hasil-hasil analisis data; yang dilaporkan adalah hasil
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 33
bersih. Proses analisis data (seperti perhitungan statistik ) tidak perlu disajikan. Proses
pengujian hipotesispun tidak perlu disajikan, termasuk perbandingan antara koefisien yang
ditemukan dalam analisis dengan koefisien dalam tabel statistik, yang dilaporkan adalah
hasil analisis dan hasil pengujian hipotesis.
Hasil penelitian atau percobaan dikemukakan dalam bentuk table atau gambar
dengan keterangan dan tanpa pembahasan. Hasil uji statistik dapat ditulis dalam bentuk
table untuk menunjukkan hasil yang significance dan tidak, bila dianggap perlu dicantumkan
juga nilai uji statistiknya (nilai F test, atau chi square atau lainnya).
Untuk penelitian kualitatif, bagian hasil memuat bagian-bagian rinci dalam bentuk
subtopic-subtopik yang berkaitan lansung dengan fokus penelitian.
Pembahasan adalah bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. Dalam hal
ini adalah (a) menjawab masalah penelitian atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian
itu dicapai, (b) menafsirkan temuan-temuan, (c) mengintegrasikan temuan penelitian
kedalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan, dan (d) menyusun teori baru atau
memodifikasi teori yang ada.
Dalam menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian, harus disimpulkan hasil
penelitian secara explisit. Penafsiran terhadap temuan dilakukan dengan menggunakan
logika dan teori-teori yang ada. Temuan diintegrasikan ke dalam kumpulan pengetahuan
yang ada dengan jalan membandingkan temuan itu dengan temuan penelitian sebelumnya,
atau dengan teori yang ada, atau dengan kenyataan dilapangan. Perbandingan harus
disertai rujukan.
Untuk penelitian kualitatif, bagian ini dapat pula memuat ide-ide peneliti, keterkaitan
antara kategori-kategori dan dimensi-dimensi serta posisi temuan atau penelitian terhadap
temuan dan tori sebelumnya.

8. Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan menyajikan ringkasan dari uraian yang disajikan pada bagian hasil dan
pembahasan. Berdasarkan uraian pada kedua bagian itu, dikembangkan pokok-pokok
pikiran yang merupakan esensi dari uraian tersebut. Kesimpulan disajikan dalam bentuk
essei, bukan dalam bentuk numerik.
Saran disusun berdasarkan kesimpulan yang telah ditarik. Saran-saran bias
mengacu kepada tindakan praktis, atau pengembangan teoritis, dan penelitian lanjutan.
Bagian saran bias berdiri sendiri. Bagian kesimpulan dan saran dapat pula disebut bagian
penutup.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 34


9. Kepustakaan (References)
Penulisan pustaka dalam artikel sama dengan penulisan pustaka pada pedoman
penulisan tesis.Selain itu, pengutipan pustaka dalam naskah hanya ditulis penulis dan
tahunnya saja, misal:
Hasil yang sama pernah dilaporkan oleh salamun dkk. (2016) dan Darmanto (2017).
Fenomena yang sama juga terdapat pada Crustacea lain (Fidhiani, 2010a, 2010b, Ikeda,
2011).
Daftar pustaka ditulis menurut abjad dengan nama keluarga didahulukan dan ditulis
lengkap sedang nama diri ditulis singkat (ditulis huruf pertamanya saja), bila nama keluarga
tidak diketahui maka kata terakhir dan nama tersebut dianggap nama keluarga, contoh:
Buku:
Henze, M., Jansen, J.l.C.,& Arvin, E. 2002. WastewaterTreatment: Biologikal and
Chemical Processes. Berlin: Springer

Satu bab dalam buku yang diedit:


Brunnemann, K., D., & Hoffman, D. 2004. Analysis of Tobacco Specific Nitrosamines in
Tobacco and Tobacco Smoke. Nitrosamines and Related N-Notroso
Compounds (pp. 369-371). Washington, DC: American Chemical Siciety.

Jurnal:
Hasegawa, R., Futakuchi, M., Mizoguchi, Y., Yamaguchi, T., Shirai, T., Ito, N., & Lijinsky,
W. 2006. Studies ofInitiation and Promotion of Carcinogenesis by N-Nitroso
Compounds. Cancer Letters, 123(2), 185-191.

Sumber Online:
USEPA. 2006. Integrated Risk Information System N-Nitrosodimethylamine (CASN 62-
75-9) http://www.epa.gov/ncea/iris/subst/0045.htm [25 Maret 2017]

Kutipan dalam naskah:


Pustaka yang dikutip ditulis dalam tanda kurung seperti “Smith & Mudder (2016)
melaporkan….”. Untuk pustaka dengan penulis lebih dari dua ditulis dengan singkatan
dkk seperti: “studi literature memberikan hasil yang berbeda (Einstein dkk., 2017).”.
Untuk naskah bahasa inggris, dkk diganti dengan et al.. Pengutipan lebih dari dua
pustaka untuk satu hal ditulissecara alfabetis dan dipisahkan dengan tanda “;” seperti:
“(bohr, 2016; Smith & Mudder, 2015)”.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 35


LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1. Contoh Halaman Sampul depan

TESIS

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN


BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK MODEL GUIDED DISCOVERY
DAN EFEKTIVITASNYA TERHADAP PENGUASAAN KONSEP BIOLOGI DAN
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA
SMA NEGERI 1 BAYAN

RADEN SUMIADI

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS MATARAM
2017

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 36


Lampiran 2. Contoh Halaman Pengesahan Sampul bagian dalam

TESIS

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN


BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK MODEL GUIDED DISCOVERY
DAN EFEKTIVITASNYA TERHADAP PENGUASAAN KONSEP BIOLOGI DAN
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA
SMA NEGERI 1 BAYAN

Diajukan kepada Program Pascasarjana Universitas Mataram untuk memenuhi sebagian


persyaratan dalam memperoleh Gelar Magister Pendidikan (M.Pd) pada Program Studi
Magister Pendidikan IPA

RADEN SUMIADI
NIM: I2E013025

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS MATARAM
2017
Lampiran 3. Contoh lembar pernyataan tentang keaslian Tesis

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 37


PERNYATAAN TENTANG KEASLIAN TESIS

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul: Sifat Fisis Komposit Serat Batang
Pisang (SBP) Sebagai Bahan Penyerap Bunyi beserta seluruh isinya adalah benar-benar
merupakan karya saya sendiri dan belum pernah diajukan dalam bentuk apapun kepada
perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang
diterbitkan maupun tidak diterbitkan penulis lain telah disebutkan dalam teks dan
dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir tesis ini. Atas pernyataan ini, saya
bersedia menerima resiko yang dijatuhkan kepada saya apabila dikemudian hari ditemukan
pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya ini.

Mataram, November 2017.


Yang Membuat Pernyataan

Materai
Rp.6000

Raden Sumiadi
NIM. I2E013025

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 38


Lampiran 4. Contoh lembar persetujuan Tesis

PERSETUJUAN TESIS

Tesis atas namaRaden Sumiadi NIM. I2E013025 dengan judul: Pengembangan Perangkat
Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik Model Guided Discovery dan Efektivitasnya
Terhadap Penguasaan Konsep Biologi dan Kemampuan Berpikir Kreatif SiswaSMA Negeri
1 Bayan

Telah Memenuhi Syarat dan Disetujui untuk Diuji

Pembimbing I Tanggal

Prof. Dr. Dwi Soelistya Dyah Jekti, M.Kes ..................................


NIP.19471209 197302 2 001

Pembimbing II

Dr. Jamaluddin, M.Pd ..................................


NIP.19600504 198803 1 003

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 39


Lampiran 5. Contoh lembar pengesahan pembimbing

PENGESAHAN PEMBIMBING

Tesis atas nama Raden Sumiadi dengan judul: Pengembangan Perangkat Pembelajaran
Berbasis Pendekatan Saintifik Model Guided Discovery dan Efektivitasnya terhadap
Penguasaan Konsep Biologi dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Negeri 1 Bayan
telah dipertahankan di depan Tim Penguji pada Tanggal 24 November 2017.
Mataram, November 2017

Pembimbing II Pembimbing I

Dr. Jamaluddin, M.Pd Prof. Dr. Dwi Soelistya Dyah Jekti, M.Kes
NIP.19600504 198803 1 003 NIP.19471209 197302 2 001

Mengetahui
Ketua Program, Direktur Program Pascasarjana

Prof. Dr. H. A. Wahab Jufri, M.Sc Prof. I Komang Damar Jaya, M.Sc.Agr.,Ph.D
NIP. 196212251987031001 NIP. 19621231 198703 1 394

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 40


Lampiran 6. Contoh lembar pengesahan penguji

PENGESAHAN PENGUJI

Tesis atas nama Raden Sumiadi dengan judul: Pengembangan Perangkat Pembelajaran
Berbasis Pendekatan Saintifik Model Guided Discovery dan Efektivitasnya Terhadap
Penguasaan Konsep Biologi dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Negeri 1 Bayan
Telah dipertahankan di depan Tim Penguji pada tanggal 24 November 2017.

TIM PENGUJI
No. Nama Jabatan Tanda Tangan

1. Prof. Dr. Dwi Soelistya Dyah Jekti,M.Kes Ketua .............


NIP.19471209 197302 2 001

2. Dr. Jamaluddin, M.Pd NIP.


NIP. 19600504 198803 1 003 Anggota .............

3. Dr.Yayuk Andayani, M.Si


NIP. 196109141988032001
Anggota .............

Mengetahui
Ketua Program, Direktur Program Pascasarjana

Prof. Dr. H. A. Wahab Jufri, M.Sc Prof. I Komang Damar Jaya, M.Sc.Agr., Ph.D
NIP. 196212251987031001 NIP. 19621231 198703 1 394

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 41


Lampiran 7. Contoh lembar Motto dan Persembahan

MOTTO DAN PERSEMBAHAN


(JIKA DIPERLUKAN)

MOTTO

................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

Tesis ini saya persembahkan untuk :


................................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 42


Lampiran 8. Contoh lembar kata pengantar

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Tuhan yang Maha Kuasa, atas
segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini
guna memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh Gelar Magister Pendidikan
(M.Pd) pada Program Studi Magister Pendidikan IPA Pascasarjana Universitas Mataram.
Pengembangan perangkat pembelajaran pada materi sistem pernapasan
dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran biologi. Proses
pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran biologi yang inovatif merupakan
media bagi siswa dalam memahami materi sistem pernapasan yang cukup kompleks
sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penulisan tesis ini tidak akan berhasil dengan baik tanpa bantuan dan kerjasama
dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima
kasih kepada yang terhormat:
1. Dr. Yayuk Andayani, M.Si selaku Ketua Program Studi Magister Pendidikan IPA.
2. ..........................................................................................................................................
.................................................
3. . dst

Mataram,

Penulis

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 43


Lampiran 9. Contoh Abstrak

ABSTRAK

Raden Sumiadi. 2017. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan


Saintifik Model Guided Discovery dan Efektivitasnya Terhadap Penguasaan Konsep Biologi
dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Negeri 1 Bayan. Tesis. Program Studi Magister
Pendidikan IPA, Program Pascasarjana Universitas Mataram di bawah bimbingan Prof. Dr.
Dwi Soelistya Dyah Jekti, M.Kes sebagai pembimbing I dan Dr. Jamaluddin, M.Pd sebagai
pembimbing II.

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis


pendekatan saintifik dengan model guided discovery, 2) mengetahui kelayakan perangkat
pembelajaran berbasis pendekatan saintifik model guided discovery, 3) mengetahui
keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), 4) Mengetahui efektivitas
perangkat pembelajaran terhadap kemampuan penguasaan konsep biologi dan
kemampuan berpikir kreatif siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan
model 4D dari Tiahgrajan, S. Semmel & Semmel yang dimodifikasi menjadi tiga tahap, yaitu
tahap define, design, dan development. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran
selanjutnya dianalisis menggunakan rumus presentase rata-rata yang disesuaikan dengan
Tabel kriteria hasil validasi. Untuk mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran terhadap
penguasaan konsep biologi dan kemampuan berpikir kreatif siswa, perangkat pembelajaran
di ujicoba pada kelompok terbatas di SMA Negeri 1 Bayan dan dianalisis menggunakan
rumus presentase ketuntasan individu. Hasil penelitian menunjukkan, perangkat
pembelajaran berbasis pendekatan saintifik model guided discovery dikategorikan baik dan
sangat baik dengan nilai rata-rata silabus (3,5), RPP (3,5), LKDS (3,6), BAS (3,6), TPK dan
TBK (3,8) sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran biologi di SMAN 1 Bayan.
Keterlaksanaan RPP sangat baik dengan presentase 96%, dan perangkat pembelajaran
dapat mengefektifkan kemampuan penguasaan konsep biologi dan kemampuan berpikir
kreatif siswa. Sebaran skor penguasaan konsep biologi siswa sebagai berikut; siswa kelas
XI IPA 1 dengan nilai rata-rata biologi 85,4 sedangkan siswa kelas XI IPA 2 dengan nilai
rata-rata biologi 85,7. Nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas XI IPA 1 yaitu
80,2 dan kelas XI IPA 2 adalah 81,5.

Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Pendekatan Saintifik, Guided Discovery,


Penguasaan Konsep Biologi, Berpikir Kreatif.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 44


ABSTRACT

Raden Sumiadi. 2017. The Development of Learning Device Based on Scientific Approach
with Guided Discovery Model and its Effectiveness to Mastery Concept of Biology and
Creative Thinking Ability of SMAN 1 Bayan Student. Thesis. Magister of Science Education
Program, University of Mataram, Prof. Dr. Soelistya Dyah Jekti, M.Kes as Counsellor I and
Dr. Jamaluddin, M.Pd as counsellor II.

The purposes of this research are: 1) Developing of learning device based on scientific
approach with guided discovery. 2) Knowing elegibility of learning device based on scientific
approach with guided discovery. 3) Knowing teaching and learning plan execution. 4)
Knowing the effectiveness of learning device to ability of mastering biological concept and
creative thinking ability of student. Developing learning device uses Four D model from
Tiagrajan, S. Semmel & Semmel. Which modified into three stepe: difine, disaign, and
development. The results of developing learning device analyzed using mean precentage
criteria which adapted from criteria validation table. To know the effectiveness of the learning
device to mastery bioligical concept and creatively student think ability, the learning device
tested on a limited group in SMA Negeri 1 Bayan and analyzed using percentage formula of
individual mastery. The results showed, the scientific approach based learning categorized
as good and very good with the average of the syllabus (3.5), Teaching planning/ RPP (3.5),
LKDS (3.6), BAS (3.6), TPK and TBK (3.8) so that it is fit to be used in learning process in
SMA 1 Bayan. The implementation of RPP is very good with a percentage of 96%, and
learning ability can streamline the concept of biology and creative thinking abilities of
students. Score distribution of mastery of biological concept as follows: Class XI IPA 1
students with an average value of 85.4, while class XI IPA 2 with an average of 85.7. The
average value of creative thinking ability of students in class XI IPA 1 with an average of
80.2, and in class XI IPA 2 with 81.5.

Keywords: Learning device, Scientific Approach, Guided Discovery, Mastery Of Biological


Concept, Creative thinking Ability.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 45


Lampiran 10. Contoh daftar isi
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN SAMPUL
HALAMAN JUDUL ......................................................................................................... i
PERNYATAAN TENTANG KEASLIAN TESIS ............................................................ ii
PERSETUJUAN TESIS ................................................................................................
PENGESAHAN PEMBIMBING TESIS .........................................................................
PENGESAHAN PENGUJI TESIS .................................................................................
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ( JIKA DIPERLUKAN) ...............................................
KATA PENGANTAR .....................................................................................................
ABSTRAK .....................................................................................................................
DAFTAR ISI ...............................................................................................................
DAFTAR TABEL .........................................................................................................
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN
A. LatarBelakang Masalah ............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................... 1
C. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 2
D. Manfaat Hasil Penelitian ........................................................................... 3
E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian ............................................ 3
F. Definisi Istilah atau Definisi Operasional ................................................... 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA


A. Landasan Teori ......................................................................................... 7
B. Kerangka Berpikir ...................................................................................... 18
C. Hipotesis penelitian ................................................................................... 25

BAB III METODE PENELITIAN


A. Rancangan Penelitian ............................................................................... 26
B. Populasi dan Sampel ................................................................................ 27
C. Instrumen Penelitian ................................................................................. 29
D. Teknik Pengumpulan Data ......................................................................35
Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 46
E. Teknik Analisis Data ................................................................................40

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian ........................................................................................42
1. Deskripsi Data asil Penelitian ...........................................................42
2. Pengujian Hipotesis ..........................................................................46
B. B.Pembahasan .........................................................................................50

BAB V PENUTUP
A. Simpulan ...................................................................................................60
B. Saran-saran ..............................................................................................61

DAFTAR PUSTAKA........................................................................ ............................62


LAMPIRAN...................................................................................... ............................67

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 47


Lampiran 11. Contoh daftar tabel

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1.1 Fase Pembelajaran dengan Model Guided Discovery …………. 20


Tabel 4.1 Modifikasi Model Pembelajaran Guided Discovery..................... 42

dst

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 48


Lampiran 12. Contoh daftar gambar

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Tahap Umum Model Pembelajaran Discovery………………….. 7


Gambar 2.2 Alur Kerangka Berpikir…………………………………………… 35

dst

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 49


Lampiran 13. Contoh daftar lampiran

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Silabus ……………………………………………………………. 67


Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)........................... 68

dst

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 50


PLAGIARISME
(Sumber: Permendiknas 17/2010)

Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau
mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian
atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya,
tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.
Plagiat meliputi tetapi tidak terbatas pada:
a. Mengacu dan/atau mengutip istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi
dari sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa
menyatakan sumber secara memadai.
b. Mengacu dan/atau mengutip secara acak istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data
dan/atau informasi dari sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan
dan/atau tanpa menyatakan sumber secara memadai.
c. Menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan
sumber secara memadai.
d. Merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri dari sumber kata-kata dan/atau
kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara
memadai.
e. Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh
pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara memadai.

Pedoman Penulisan Tesis Program Studi Magister Pendidikan IPA 51