Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

AGAMA ISLAM dan AGAMA LAIN DI DUNIA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Islam

Dosen Pengampu:

Prof. Dr. H. Abuddin Nata,M.A

Dr. Suwendi,M.Ag

Disusun Oleh Kelompok 2 :

Nurhayati 11200120000089
Nur wulaningsih 11200120000091
Pardiyah Kunuza 120012000092
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI................................................................................................................................................i
BAB I..........................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.......................................................................................................................................1
A. Latar Belakang..............................................................................................................................1
B. Rumusaan Masalah.......................................................................................................................1
C. Tujuan Penulisan Makalah...........................................................................................................1
BAB II.........................................................................................................................................................3
PEMBAHASAN.........................................................................................................................................3
 .........................................................................................................................................................3
A. Visi Ajaran Islam...........................................................................................................................3
B. Misi ajaran islam...........................................................................................................................4
C. Tujuan Ajaran Islam(Maqhasid Al-Syariah)..............................................................................6
 Hubungan dengan Pengembangan Ilmu......................................................................................8
 Hubungan dengan Kebudayaan dan Peradaban.........................................................................8
 Hubungan dengan Wawasan Kebangsaan-Kenegaraan(NKRI)................................................8
 Hubungan dengan Undang-undang Dasar 1945.........................................................................8
 Hubungan dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.............................................................8

BAB III......................................................................................................................................................12
KESIMPULAN.........................................................................................................................................12
DAFTAR PUSAKA.................................................................................................................................13

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada zaman sekarang ini, banyak masyarakat yang mengaku memeluk agama Islam
namun tidak mengerti apa-apa saja “Visi Misi dan Tujuan Ajaran Islam”. Jangankan
berbicara soal Visi Misi dan tujuan ajaran islam di masyarakat, mungkin dari kalangan
pelajar dan mahasiswa saja masih yang belum bisa membaca Kitab Suci Al-Qur’an. Padahal
hal yang wajib tersebut merupakan hal yang sangat fatal.
Islam adalah agama yang sempurna dan universal, ia berlaku sepanjang waktu,
kapanpun dan di manapun (al-Islâm shâlih li kul zamân wa al-makân), Islam berlaku untuk
semua orang dan untuk seluruh dunia. Dalam agama islam terdapat ajaran-ajaran yang dapat
mengantarkan manusia menuju kehidupan yang lebih baik. Karena islam diturunkan bukan
hanya sebagai pelengkap hidup manusia saja tetapi juga mengemban beberapa misi untuk
mengantarkan manusia menuju kebahagiaan di dunia dan ahirat.
Mengkaji tentang ajaran islam, tidak lah cukup waktu dalam bertahun-tahun, karena
semua hal tentu mengacu pada ajaran islam. Namun pada kesempatan kali ini, penyusun akan
menjelaskan sedikit tentang apa itu Visi Misi dan tujuan ajaran Islam.

B. Rumusan Masalah

1. Apa visi dari ajaran islam?


2. Apa misi dari ajaran islam?
3. Apa tujuan dari ajaran islam?
4. Apa hubungan-hubungan ajaran islam dalam Pengembangan ilmu Kebudayaan dan
peradaban dan wawasanKebangsaan keindonesiaan?

C. Tujuan Penulisan Makalah


1. Menjelaskan visi, misi dan tujuan ajaran islam.
2. Menjelaskan tujuan ajaran islam yang berhubungan dengan pengembangan
ilmu,kebudayaan dan peradaban, Kebangsaan-Kenegaraan(NKRI), UUD 1945, serta
Pancasilan dan Bhineka Tunggal Ika.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Visi Ajaran Islam

Dalam ajaran islam visi dijadikan sebagai acuan untuk tujuan ajaran islam itu sendiri atau sebuah
rumusan yang bermaksud untuk memberi gambaran dan arah ke masa yang akan datang.

Jika dilihat dari segi bahasa inggris, vission yang artinya sebuah pandangan bisa juga diartikan
sebagai daya lihat, pandangan, impian atau bayangan. Sedangkan jika dilihat dalam segi bahasa
arab, kata visi diwakili oleh kata nadzr dan jamaknya indhar yang artinya penglihatan atau bisa
diartikan sebagai pandangan mata. Kata visi jika dilihat dari segi prosesnya ditinjau dari
beberapa aspek yang merupakan hasil dari perenungan yang mendalam, kajian, peninjauan,
bersifat filosofis, sistematik, universal, radikal dan secara mendalam. Dari segi bentuknya, visi
adalah pandangan, gambaran tentang masa depan yang ingin dicapai, penglihatan, yang berupa
keinginan untuk keadaan yang lebih baik dari keadaan yang sebelumnya. Sedangkan jika dilihat
dari fungsinya, visi tersebut sebagai pemberi arah, untuk mengarahkan kepada tujuan jangka
panjang, dan sebuah cita-cita yang sangat bagus yang akaan selalu memberi inspirasi, motivasi,
dan imajinasi.

Kemudian selanjutnya pengertian visi dari segi istilah yang bisa disebut suatu gambaran akan
masa depan yang ingin dicapai dan sesuatu yang ingin diwujudkan yang mana akan menjadi
sebuah acuan yang unggul karena sudah dirumuskan berdasarkan analisis kondisi yang
komprehensif dan menggunakan metode yang benar dan andal sehinnga dapat menghasilkan
landasan-landasan dan langkah-langkah pelaksanaan kinerja dengan tertata dan sistematis ,
saling berkaitan dan saling berkesinambungan serta bisa saling berkontsribusi dengan baik.

Perumusan visi ajara islam sebenarnya terumus karena pada zaman dulu masyarakat pada
umumnya terutama masyarakat arab jauh dari ilmu pengetahuan sehingga menjadi masyarakat
yang jahil sehingga mereka tidak pandai mencari sebab akibat suatu kejadian dan hunungan
yang logis antara sebab dan akibatnya. Yang kemudian itulah diperbaiki bersamaan dengan

3
datangnya islam dan ajarannya. Maka dari itu visi ajaran islam bisa disimpulkan sebagai
pembawa rahmat bagi seluruh alam sebagaimana firman Allah SWT;

“Dan tidaklah aku mengutus engkau (Muhammad), melainkan agar menjadi rahmat bagi semesta
alam .” (Al-Qur’an surat al-Anbiya’ ayat 21;107)

Nabi Muhammad sebagai rahmat yang diutus oleh Allah SWT dengan membawa ajaran islam
untuk memperbaiki seluruh aspek dalam kehidupan manusia sesuai dengan al-Qur’an dan
Sunnah diiringi dengan memasukan nila-nilai moral yang sesuai dengan ajaran islam itu sendiri.
Dalam bidang aqidah yang berdasarkan tauhid yaitu mengesakan Allah dan menjauhi
kemusyrikan. Selain itu juga ajaran islam didasarkan dengan ketakwaan kepada Allah SWT
melalui ibadah dan tunduk atas segala perintahnya serta menjauhi segala larangannya

Visi ajaran islam pada dasarnya dirumuskan untuk mewujudkan masyarakat yang madani yaitu
masyarakat yang bermoral dan bermartabat berlandaskan dengan ajaran al Qur’an dan Sunnah
serta akidah kepada Allah SWT dan mempunyai ahklak yang mulia untuk menciptakan
ketertiban, kedamaian, toleransi, kemakmuran dan kesejahteraan dalam masyarakat tersebut.

B. Misi Ajaran Islam

Misi adalah tahap kedua setelah adanya visi . misi dalam ajaran Islam yaitu penugasan dari
sebuah visi dari ajaran islam tersebut. Jika dilihat dari bahasa inggris, mission yang berarti tugas,
penugasan, atau utusan. Misi dalam artian adalah sebuah tugas atau penugasan dalam tujuan
untuk mencapai visi yang telah ditetapkan sebelumnya dengan demikian antara visi dan misi
harus ada keterkaitan satu sama lain dan antara keduanya harus memiliki hubungan yang saling
mengisi satu sama lain. Dalam satu sisi, visi menjadi pendasaran atas tercapainya sebuah misi,
sedangkan misi mempunyai penugasan untuk tercapainya sebuah visi tersebut. Maka dari itu
rangkaian sebuah misi harus berisi dengan berbagai macam kegiatan atau berbagai macam
pekerjaan untuk mencapai sebuah visi tersebut.

Sebagaimana petunjuk dari al-Qur’an dan Sunnah , terdapat berbagai misi yang harus
dilaknasanakn oleh ajaran Islam

Pertama, tujuannya untuk mengeluarkan manusia dari kehidupan gelap gulita ke jalan terang
menderang. Allah SWT berfirman;

4
‫ت ِالَى ال ُّن ْو ِر ەۙ ِبا ِْذ ِن َرب ِِّه ْم ا ِٰلى صِ َراطِ ْال َع ِزي ِْز ْال َح ِم ْي ۙ ِد‬ ُّ ‫اس م َِن‬
ِ ‫الظلُ ٰم‬ َ ‫ۤال ٰر ۗ ك ِٰتبٌ اَ ْن َز ْل ٰن ُه ِالَ ْي‬
َ ‫ك لِ ُت ْخ ِر َج ال َّن‬

“Aliif, laam, raa, ini adalah kitab yang kami keluarkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan
manusia dari kegelapan kepada cahaya terang berderang dengan izin tuhanmereka, (yaitu)
menuju jalan tuhan yang maha perkasa lagi maha terpuji. ( QS.Ibrahim (14);1)”

‫ان ِب ْالم ُْؤ ِم ِني َْن َر ِح ْيمًا‬ ُّ ‫ٕى َك ُت ٗه لِي ُْخر َج ُك ْم م َِّن‬3ِِٕ ‫صلِّيْ َعلَ ْي ُك ْم َو َم ٰۤل‬
ِ ‫الظلُ ٰم‬
َ ‫ت ِالَى ال ُّن ْو ۗ ِر َو َك‬ َ ‫ه َُو الَّذِيْ ُي‬
ِ

“Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikatnya memohon ampunan untukmu, supaya
dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahayayang terang. Dan dialah maha penyayang
kepada orang-orang yang beriman. (QS.al- Ahzab (33);43)

Dalil-Dalil diatas menjukkan bahwa perintah Allah kepada Nabi Muhammad adalah untuk
mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju kehidupan yang terang berderang. Allah SWT
menurunkan kitabnya ( al-Qur’an) untuk menjadi pentunjuk rahmat bagi seluruh umat manusia
dan menuju kehidupan yang makmur, keluar dari kejahilan atau kebodohan dan tidak dapat
menejelaskan berbagai aspek dalam kehidupan menuju jalan yang terang benderang yaitu dengan
ilmu pengetahuan karena dengan ilmu pengetahuan itulah yang menunjukan kepada kehidupan
yang makmur, jalan kebenaran, dan berlandaskan dengan al-Qur’an dan Sunnah.

Kedua, memberantas sikap jahiliyah, sebagaimana firman Allah SWT;

‫ا ِْذ َج َع َل الَّ ِذي َْن َك َفر ُْوا فِيْ قُلُ ْو ِب ِه ُم ْال َح ِم َّي َة َح ِم َّي َة ْال َجا ِهلِ َّي ِة َفا َ ْن َز َل هّٰللا ُ َس ِك ْي َن َت ٗه َع ٰلى َرس ُْولِهٖ َو َعلَى ْالم ُْؤ ِم ِني َْن َواَ ْل َز َم ُه ْم َكلِ َم َة ال َّت ْق ٰوى‬
ࣖ ‫ان هّٰللا ُ ِب ُك ِّل َشيْ ٍء َعلِ ْيمًا‬ َ ‫َو َكا ُن ْٓوا اَ َح َّق ِب َها َواَهْ لَ َها َۗو َك‬

“Ketika orang-orang yang kafir menanamkan kesombongan dalam hati mereka (yaitu)
kesombongan jahiliah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-
orang mukmin; dan (Allah) mewajibkan kepada mereka tetap taat menjalankan kalimat takwa
dan mereka lebih berhak dengan itu dan patut memilikinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu.”

Sikap jahiliyah dapat kita lihat dari pola pikir kaum musyrikin pada zama nabi dilihat dari
kebiasaan kaum musyrikin yang menganggap benda-benda sebagai sesuatu yang layak di puja
dan diagungkan layaknya tuhan mereka. Bahlan mereka rela mengorbankan jiwa raga demi
sesuatu yang diagungkan demi mempertahankan harta dan martabat bahkan mereka memutuskan
tali silaturahmi dan menolak kebenaran dan ajaran-ajaran dari rasulullah.

5
Ketiga, menyelamatkan manusia dari tepi jurang kehancuran yang disebabkan pertikaian dalam
memperebutkan hal-hal yang tidak essensial seperti harta, tahta dan kasta. Sebagaimana firman
Allah SWT ;

‫وب ُك ْم َفأَصْ َبحْ ُت ْم ِبنِعْ َم ِت ِه إِ ْخ َوا ًنا َو ُك ْن ُت ْم‬ َ َّ‫ت هَّللا ِ َعلَ ْي ُك ْم إِ ْذ ُك ْن ُت ْم أَعْ دَا ًء َفأَل‬
ِ ُ‫ف َبي َْن قُل‬ َ ‫َواعْ َتصِ مُوا ِب َحب ِْل هَّللا ِ َجمِيعً ا َواَل َت َفرَّ قُوا ۚ َو ْاذ ُكرُوا نِعْ َم‬
‫ون‬ َ ِ‫ار َفأ َ ْن َق َذ ُك ْم ِم ْن َها ۗ َك ٰ َذل‬
3َ ‫ك ُي َبيِّنُ هَّللا ُ لَ ُك ْم آ َيا ِت ِه َل َعلَّ ُك ْم َت ْه َت ُد‬ ِ ‫َعلَ ٰى َش َفا ُح ْف َر ٍة م َِن ال َّن‬

______________

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai
berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-
musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah,
orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu,
agar kamu mendapat petunjuk.”

Dalam ayat tersebut dianjurkan bahwa islam mempunyai misi untuk menciptakan kondisi dan
situasi yang tertib dan aman, rukun dan damai. Walaupun terdapat banyak perbedaan dalam segi
social, ekonomi, budaya, dan politik. Tetapi dengan adanya berbagai perbedaan itu misi ajaran
islam dapat menjadi suatu kesatuan yang memberikan manfaat dunia dan akhirat.

Keempat, melakukan pencerahan batin dan pikiran kepada manusia agar mempunyai jiwa yang
sehat, sehat akal, dan jasmani. Sebagaimana firman Allah SWT;

ّ ٰ ‫َو ُن َن ِّز ُل م َِن ْالقُرْ ٰا ِن َما ه َُو شِ َف ۤا ٌء َّو َرحْ َم ٌة لِّ ْلم ُْؤ ِم ِني ۙ َْن َواَل َي ِز ْي ُد‬
‫الظلِ ِمي َْن ِااَّل َخ َسارً ا‬

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang
yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah
kerugian”.

Di ingatkan bahwa perubahan masyarakat harus dimulai dari adanya pola pikir yang teratur
antara jiwa yang sehat akal yang sehat dan juga raga yang mana semuanya saling berhubungan
dan mengakibatkan timbal balik yang baik yaitu hubungan fungsional simbiotik. Sikap yang
strategis dan tertata akan menjadi perbuatan yang mulia sebagai dasar dari seluruh perbuatan
manusia.

6
Kelima, memperbaiki akhlak yang mulia. Yang merupakan perbaikan jiwa dan juga pola pikir
seperti yang dijelaskan sebelumnya. Sebagaimana dalam hadits ;

“Aku diutus oleh Allah SWT ke muka bumi dengan tugas utama untuk akhlak mulia”

Nabi Muhammad SAW menegajarkan kepada manusia dengan akhlak mulia dan budi pekerti
yang baik itu sebabnya nabi Muhammad mendapat pengakuan dari umat islam sebagai panutan
dan meneladani akhlak yang mulia dalam seluruh aspek kehidupan baik dari segi aqidah ibadah
dan muamalah

Keenam, mencegah timbulnya bencana dan kerusakan di muka bumi seperti adanya
permusuhan, peperangan, merusak hutan dan lingkungan, mencemari air dan udara, mengotori
lingkungan dan laian sebagainya. Sebagaimana firman Allah SWT;

‫ت هّٰللا ِ َق ِريْبٌ م َِّن ْالمُحْ سِ ِني َْن‬


َ ‫ض َبعْ َد اِصْ اَل ِح َها َو ْادع ُْوهُ َخ ْو ًفا وَّ َط َم ًع ۗا اِنَّ َرحْ َم‬
ِ ْ‫َواَل ُت ْفسِ ُد ْوا فِى ااْل َر‬

”(Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah
kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat
kepada orang yang berbuat kebaikan.” QS al-A’raf ayat 56)”

C. Tujuan Ajaran Islam

Di dalam tujuan ajaran islam dibagi menjadi 2, yaitu tujuan secara umum dan tujuan khusus
Tujuan umum ajaran islam yaitu membentuk manusia sebagai hamba Allah. Dalam artian
menjadi manusia yang tunduk akan segala perintah dan larangannya. Jadi, ajaran islam
bertujuan untuk menjadikan manusia yang menghambakan Allah yang dimaksud dengan
menghambakan Allah disini yaitu dengan beribadah kepadanya. dapat disimpulakan bahwa
tujuan ajaran islam yaitu membentuk manusia yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah
SWT.
Tujuan khusus ajaran islam yaitu yaitu berkaitan dengan ilmu pengetahuan, pola tingkah laku,
keterampilan,nilai- nilai, dan sikap. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bertujuan untuk
membentuk seseorang dari segi keagamaan menurut al-Qur’an dan Sunnah, menyiapkan
seseorang dari segi ahklak, sosial dan kemasyarakatan, dan pemikiran.

D. Tujuan ajaran islam dan hubungannya dengan pengembangan ilmu

7
Ajaran islam memang ajaran yang penuh dengan segala macam ilmu maka dari itu ajaran islam
sama sekali tidak menjadi penghambat bagi pengembangan suatu ilmu karena dalam ajaran islam
manusia harus menjalankan tugas dan peranannya dengan sangat baik sebagai khalifah di bumi.
Manusia harus memiliki ilmu yang sangat luas bahkan harus terus mengembangkan suatu ilmu
dengan sangat baik sesuai dengan perkembangan zaman. Ada beb erapa macam ilmu di dalam
agama islam yakni meliputi ilmu kauniyah dan ilmu tanziliyah. Dengan itu manusia akan
mengetahui segala sesuatu dengan benar baik buruk , visi dan misi hidup, hakikat kehidupan
dunia, dan hakikat kehidupan akhirat. Dengan kita bisa memahami ilmu kauniyah maka kita
juga akan paham mengenai hakikat dan rahasia alam maka dari itu lalu pada akhirnya akan
timbul suatu perasaan dan kesadaran pada diri bahwa di daalam ilmu kauniyah tersebut terdapat
banyak tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang mana harus kita rawat dan dimanfaatkan
dengan sebaik-baiknya.
Telah kita ketahui, bahwa dalam ajaran islam menuntut ilmu serta mengembangkan ilmu
sangatlah dianjurkan dan sangat penting dan wajib bagi manusia. Maka dari itu di dalam al
Que’an menyebutkan dengan jelas antara perbedaan orang yang berilmu dan orang yang tidak
berilmu.

۟ ‫اخ َرةَ َويَرْ ج‬


‫ُوا َرحْ َمةَ َربِِّۦه ۗ قُلْ هَلْ يَ ْست َِوى ٱلَّ ِذينَ يَ ْعلَ ُمونَ َوٱلَّ ِذينَ اَل يَ ْعلَ ُمونَ ۗ إِنَّ َما‬ ِ ‫ت َءانَٓا َء ٱلَّ ْي ِل َسا ِجدًا َوقَٓائِ ًما يَحْ َذ ُر ٱلْ َء‬ ٌ ِ‫أَ َّم ْن هُ َو ٰقَن‬
۟ ُ‫يَتَ َذ َّك ُر أُ ۟ول‬
ِ َ‫وا ٱأْل َ ْل ٰب‬
‫ب‬

”Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-
waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan
rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-
orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima
pelajaran.”
Dengan adanya ayat ini, jelas bahwa islam sama sekali tidak menghambat atas pengembangan
suatu ilmu dan teknologi. Banyak sekali ayat-ayat al Qur’an yang menjelaskan dan mengandung
artian untuk mengembangkan ilmu dan manusia dianjurkan untuk terus mempelajari ilmu serta
merenungkan, menela’ah , memikirkan, dan menghayatinya dengan sangat baik.
o Dalam ajaran islam terdapat dorongan yang berkaitan dengan pengembangan ilmu;

Pertama, manusia wajib hukumnya untuk terus belajar.


‫ عَلَّ َم اإْل ِ ْن َسانَ َما لَ ْم يَ ْعلَ ْم‬4 ‫ ا ْق َر ْأ َو َربُّكَ اأْل َ ْك َر ُم الَّ ِذي عَلَّ َم بِ ْالقَلَ ِم‬2 ‫ق‬ َ ِّ‫ْق َر ْأ بِاس ِْم َرب‬
َ َ‫ خَ ل‬1 ‫ك الَّ ِذي َخلَق‬
ٍ َ‫ق اإْل ِ ْن َسانَ ِم ْن َعل‬
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia
dari 'Alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah. Yang mengajar manusia dengan
pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya.
hal itu menunjukan bahwa Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk membaca/ bacalah
(iqraa’) . dalam artian membaca berarti melihat serta menala’ah atau mengkaji atau perintah
8
untuk mempelajari berbagai macam persoalan hidup. Degan begitu kita dapat memahami suatu
hakikat yang telah disampaikan oleh Allah SWT.
Kedua, tujuan ajaran islam serta kaitannya dengan pengembangan ilmu, yaitu Allah SWT telah
menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi.
ٰۤ
ۗ َ‫ك ال ِّد َم ۤا ۚ َء َونَحْ نُ نُ َسبِّ ُح بِ َح ْم ِدكَ َونُقَدِّسُ لَك‬ ِ ْ‫ك لِ ْل َمل ِٕٕىِ¡ َك ِة ِانِّ ْي َجا ِع ٌل فِى ااْل َر‬
ُ ِ‫ض خَ لِ ْيفَةً ۗ قَالُ ْٓوا اَتَجْ َع ُل فِ ْيهَا َم ْن يُّ ْف ِس ُد فِ ْيهَا َويَ ْسف‬ َ ُّ‫َواِ ْذ قَا َل َرب‬
َ‫ال اِنِّ ْٓي اَ ْعلَ ُم َما اَل تَ ْعلَ ُموْ ن‬ َ َ‫ق‬
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan
khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak
dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-
Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Allah SWT telah menjadikan manusia sebagai khalifah dimuka bumi khlafah disini dalam artian
yaitu sebagai wali atau sebagai utusan Allah. Jadi Manusia diutus dimuka bumi untuk
menjalankan tugas atau kewajiban-kewajiban yang telah diperintahkan oleh Allah SWT.
Kewajiban-kewajiban tersebut tidak lain yaitu sebagai manusia yang selalu memberikan rahmat
serta menjadi pemimpin atau penuntun dimuka bumi dengan merawat dan mendidik begitu juga
memberdayakan segala ciptaannya.
Ketiga, menjadikan manusia mulia dengan iman dan ilmu.
Allah SWT akan menjadikan manusia itu mulia dengan keimanan dan pengetahuan ilmunya.
Sebagaimana firman Allah dalam al Qur’an yang artinya “ Allah mengangkat derajat orang-
orang yang beriman dari kamu semua dan juga orang-orang yang diberi ilmu.( QS 58;11)
Bagi orang-orang yang diangkat derajatnya oleh Allah SWT adalah orang-orang yang beriman
dan berilmu maka dari itu jelas bahwa iman dan ilmu adalah syarat utama bagi orang-orang yang
ingin mendapatkan derajat yang tinggi disisi Allah dan di sisi manusia karena iman dan ilmu
adalah hal yang sangat berharga dimata Allah dan Manusia.
Keempat, manusia di anjurkan untuk menggunakan akal yang sehat.
Manusia diperintahkan oleh Allah SWT untuk menggunakan akal pikirannya dengan secara
optimal yang berarti ini ada hubungannya dengan bagaimana manusia itu terus mengembangkan
pola pikirnya dan terus menambah peningkatan pemahaman dalam wawasan ilmunya. Manusia
dipandang rendah oleh Allah jka manusia itu tidak menggunakan potensi akalnya sehingga sama
halnya dengan binatang bahkan lebih rendah dari itu.

Kelima, menjadikan manusia sebagai pemimpin yang sehat jasmani rohani, berilmu yang luas
serta berahklak mulia.
Seorang yang telah diangkat derajatanya menjadi seorang pemimpin harus mempunyai ilmu
yang luas, sehat jasmani, dan berahlakul karimah. Dalam ayat al- Qur’an Allah berfirman;

9
“berkata yusuf, jadikanlah aku bendaharawan negara mesir, sesungguhnya aku adalah orang
yang pantai menjaga , lagi berpengetahuan” (QS.12;55)
Keenam, ilmu bisa mengantarkan manusia semakin tunduk kepada Allah SWT.
Kemuliaan seseorang dan kesuksesan seseorang dapat di ukur dengan keimanan dan ketakwaan
kepada Allah SWT serta keluasan ilmu yang dimilikinya. Nilai tersebut sudah menjadi patokan
bahwa seseorang telah menjadi orang yang mulia di sisi Allah SWT dengan cerminan prilaku
yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai rasa takut kepada Allah SWT
ehinnga dapat menjadikan seseorang itu untuk terus menjalankan apa yang di perintakan nya dan
menjauhi segala larangannya. Ini berarti orang yang memiliki keimanan dan ketakwaabn serta
keluasan ilmu atau bisa disebut dengan ilmu tanziliyah dan ilmu kauniyah. Allah SWT
berfirman;
“ demikian pula diantara manusia , binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada
yang bermacam-macam warnanya ( jenisnya) sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hambanya , hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha pengampun” (
QS.35;28)

Tujuan ajaran islam terhadap pengembangan ilmu sangatlah penting karena ini akan
mempengaruhi suatu ilmu itu bermanfaatat atau sebaliknya. Karena tujuan dari pengembangan
ilmu di dalam ajaran islam bertujuan untuk memberikan manfaat yang besar bagi umat manusia
dan tidak mendatangkan kemudharatan terhadap manusia. Nilai-nilai yang terkandung dalam
ajaran islam dalam pengembangan ilmu memberikan banyak manfaat baik untuk dirinya atau
bagi orang lain.

 Hubungan dengan Kebudayaan dan Peradaban

kebudayaan adalah suatu kebiasaan yang mana kebiasaan tersebut hasil daya cipta, rasa dan
karsa manusia yang mana itu semua tidak lepas dari nila-nilai ketuhanan. Hasil daya cipta dapat
berupa gagasan, ide, pemikiran, ilmu pengetahuan, konsep dan disain. Sedangkan hasil daya rasa
berupa keindahan, kesenian, dan nilai-nilai moral. Allah SWT telah mengutus rasul tidak lain itu
semua untuk memberikan bimbingan kepada umat manusia. Sebagimana sabda nya yang artinya
“ sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan ahklak. Kebudayaan islam bukan
kebudayaan yang diciptakan oleh masyarakat islam, tetapi kebudayaan yang bersumber dari
ajaran-ajaran islam/Kebudayaan yang bersifat islami. Karena di dalam kebudayaan islam
terdapat ptinsip-prinsip dalam Menghormati akal , Motivasi untuk menuntut dan
mengembangkan ilmu , Menghindari taklid buta , dan Tidak membuat kerusakan dimuka bumi.
Kebudayaan juga dapat diartikan sebagai nilai-nilai, ajaran, konsep atau pemikiran yang terpilih
secara selektif dan digunakan sebagai referensi atau pegangan dalam menyikapi, menjelaskan

10
dan memahami berbagai fenomena kehidupan. Maka dari itu kebudayaan merupakan bentuk
ungkapan tentang semangat mendalam bagi masyarakat

Sedangkan peradaban islam adalah suatu disiplin ilmu yang membahas perkembangan
kehidupan politik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kesenian umat islam di
berbagai kawasan konsentrasi umat islam dalam rentangan waktu sejak masa Nabi Muhammad
saw sampai dengan masa-masa sekarang ini.bisa dilihat dari Hubungan Islam dengan
kebudayaan lebih lanjut dapat dilihat dari visi, misi dan tujuan ajaran Islam.
Selanjurnya hubungan Islam dengan kebudayaan dan peradaban bisa kita lihat dari tujuan ajaran
Islam itu sendiri, yaitu memelihara jiwa atau nyawa manusia (hifdz alnafs), agar tidak ada orang
yang merenggut, membunuh atau menyakiti manusia, memelihara agama (hifdz al-din), yaitu
agar memberikan hak dan kebebasan kepada setiap orang untuk memilih, memahami,
menghayati dan mengamalkan ajaran agamanya, memelihara akal (hifdz al-aql), yaitu
memberikan hak dan kebebasan manusia untuk mengembangkan pemikiran, gagasan, dan cita-
citanya , memelihara keturunan (hifdz al-nasl), yaitu memberikan hak dan kebebasan kepada
manusia untuk memilih pasangan hidupnya dan mengembangkan keturunannya serta
memelihara harta benda (hifdz al-maal) yaitu memberikan hak dan kebebasan kepada manusia
untuk mencari, mengelola dan menggunakan harta benda miliknya.
Dari lima tujuan ajaran Islam (Maqashid al-Syar’iyah) ini sudah dapat kita pahami bahwa itu
ada kaitannya hubungannya dengan aspek-aspek kebudayaan yang harus dikembangkan. Yaitu
kebudayaan yang terkait dengan hak-hak asasi manusia . Tujuan syari’at Islam yang terkait
dengan memelihara jiwa atau hak hidup, maka dari itu bisa mengembangkan budaya hidup
sehat, yang selanjurnya mendorong akan munculnya balai pengobatan, rumah sakit, pembuatan
obat-obatan, pendidikan dokter, keperawatan, ahli gizi, memproduksi bahan makanan dan
minuman yang sehat, dan sebagainya. Hal ini semua adalah masalah kebudayaan.

 Hubungan dengan Wawasan Kebangsaan Kenegaraan(NKRI)

Negara bangsa Indonesia adalah salah satu Negara yang menampilkan pola kehidupan beragama
terutama agama islam. Didalam wawasan Negara kesatuan republik Indonesia terdapat beberapa
pendekatan yaitu; pendekatan normatif keagamaan islam, pendekatan historis keindonesiaan, dan
pendekatan psikologis dan pragmatis.
Yang pertama yaitu pendekatan normatif keagamaan islam, yaitu dalam pendekatan ini islam
menganjurkan kepada seluruh umat manusia untuk membedakan agar setiap manusia memiliki
perbedaan baik dari segi jenis kelamin, suku, dan golongan,. Terus melakukan kerja sama antar
manusia, saling membantu, saling menolong, dan lain sebagainya untuk terciptanya kehiduoan
manusia yang rukun, damma, aman, temtram, dan sejahtera.
Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika adalah pilar-pilar kebangsaan Negara Indonesia dan
menurut para ahli pilar-pilar tersebut digali dari ajaran islam iitu sendiri. Jika kita lihat dari
11
semua sila dari pancasila sudah jelas bahwa setiap sila-sila tersebut bersesuaian dengan ajaran
islam. Dimulai dari mengesakan Allah SWT, islam juga menuntut umatnyan untuk saling
bersatu , saling mengasihi satu sama lain, dan saling bermusyawarah dalam urusan politik.
Hubungan islam dengan wawasan kebangsaan juga bisa dilihat dari pentingnya menegakkan
nila-nilai universal.
Yang kedua secar historis, yaitu niali-nilai yang keagamaan yang sangat besar dan bisa
dikembangkan. dillihat dari ( KH. Ali Yafie “ agama dalam kehidupan bangsa” dalam agama
dan pluralitas bangsa, 1991:24). Perlu kita ketahui bahwa itu semua dari adanya usaha-usaha
para tokoh islam yang membangun pilar-pilar jebangsaan Negara Indonesia dan
melaksanakannya dalam sebuah Negara republik Indonesia. Itu semua dilakukan sama halnya
dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam mennerapkan suatu tatanan
Negara yang bernama piagam madinah. Piagam madinah itu disusun oleh Nabi Muhammad
bertujuan untuk menyatukan antara suku-suku di kota madinah yang sebelumnya bernama kota
yatsrib yang terdiri dari kaum muhajjirin dan kaum anshar.

Yang ketiga secara psikologis dan pragmatis, kita sebagai manusia adalah mahkluk yang
mempertahankan keberlangsunagan hidup baik secara rohani dan jasmani. Kita juga
membutuhkan sandang pangan, papan, pendidikan, kesehatan,keamanan, bahkan hiburan yang
mana semua hal yang kita butuhkan berasal dari hasil tolong menolong antar sesame dan
kerjasama dengan oranglain. Tetapi secara psikologis manusia juga bisa melampaui batas, bisa
juga melanggar,dan lain sebagainya itu semua dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan
dirinya sebagai manusia, maka dari itulah dibutuhkannya nilai-nilai etika yang harus dipatuhi
serta dapat ditegakkan.
Jika dari sisi pragmatis , manusia sebenarnya membutuhkan kehidupan yang aman, tentram, dan
damai. Negara Indonesia adalah tempat kita semua, maka dari itu sebaga penduduk Indonesia
kita harus menjaga kebutuhan, kekuatan, dan kekokohan Negara Indonesia.
Hubungan agama dan Pancasila adalah hubungan yang saling membutuhkan dimana agama
memberikan peningkatan moral bangsa, negara dengan Pancasilanya menjamin kehidupan
beragama dapat berlangsung dengan aman, tentram dan damai. Pancasila dengan hukum-hukum
positifnya pada dasarnya sudah sesuai dengan ajaran agama Islam, melalui membangun
masyarakat madani, lewat jalur kultural di harapkan pada suatu saat hukum positif yang
bernafaskan Islam dapat diterima oleh masyarakatIslam dan masyarakat di luar Islam.

 Hubungan dengan UUD 1945

Sebagai Hukum Dasar Negara Undang-undang 1945 terdapat hubungan yang erat dengan
ajaran islam yaitu pada pembukaan UUD 1945 pada alinea ke-3 yang berbunyi “ Atas berkat
rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya

12
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya. Di dalaam kandungan alinea ke-3 ini menyebutkan bahwa Indonesia merdeka,

itu bukan hanya karena pahlawan-pahlawan revolusi, tetapi juga dikarenakan atas rahmat,
izin/kehendak Allah ‫ ﷻ‬dan bagi non muslim dikarenakan Tuhan Yang Maha Esa.

 Hubungan dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika

Sebagai sebuah negara kepulauan yang terdiri atas banyak etnis dan budaya , Indonesia
menghadapi berbagai kemungkinan adanya perpecahan yang dapat menjadi ancaman ,
tantangan , hambatan , dan gangguan , kesatuan bangsa . Oleh karena itu dalam Pancasila
mengandung demokrasi. Sikap demokrasi ditengah keberagaman masyarakat. Dengan sikap
demokrasi keragaman dalam hal bermuamallah tidak akan memecah belah masyarakat. Al-
Qur’an telah memberikan tuntunan kepada manusia tentang sikap demokratis yang benar dalam
firman Allah swt.

3.Āli 'Imrān : 159

ِ ‫ك ۖ َفاعْ فُ َع ْن ُه ْم َواسْ َت ْغفِرْ لَ ُه ْم َو َش‬


‫اورْ ُه ْم فِي‬ ِ ‫ِيظ ْال َق ْل‬
َ ِ‫ب اَل ْن َفضُّوا مِنْ َح ْول‬ َ ‫ظا َغل‬ ًّ ‫ت َف‬ َ ‫َف ِب َما َرحْ َم ٍة م َِن هَّللا ِ لِ ْن‬
َ ‫ت لَ ُه ْم ۖ َولَ ْو ُك ْن‬
َ ْ‫اأْل َ ْم ِر ۖ َفإِ َذا َع َزم‬
َ ‫ت َف َت َو َّك ْل َعلَى هَّللا ِ ۚ إِنَّ هَّللا َ ُيحِبُّ ْال ُم َت َو ِّكل‬
‫ِين‬

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari
sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan
bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah
membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang
bertawakal.”

Pesan Q.S. Ali Imran / 3 : 159 tentang Bersikap Demokratis Q.S. Ali Imran [ 3 ] : 159
membahas tentang tata cara melakukan musyawarah . Ayat ini diturunkan sebagai teguran
terhadap sikap para sahabat Rasulullah saw . yang telah menyepakati keputusan musyawarah
dalam menerapkan strategi Perang Uhud , tetapi mereka melanggar kesepakatan tersebut . Oleh
karena sikap melanggar dari keputusan musyawarah dalam Perang Uhud , kaum muslimin

13
menjadi sulit mengalahkan musuh . Dengan demikian , secara umum isi kandungan Surah Ali
Imran ayat 159 antara lain sebagai berikut .

 Dalam menghadapi semua masalah harus dengan lemah lembut melalui jalur
musyawarah untuk mufakat , tidak boleh dengan hati yang kasar dan perilaku kekerasan .
 Mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan setiap urusan .
 Apabila telah dicapai suatu kesepakatan , maka semua pihak harus menerima dan
bertawakal ( menyerahkan diri dan segala urusan ) kepada Allah Swt

Untuk menyiasati hal tersebut , berbagai upaya telah dilakukan . Salah satunya , yakni
diwajibkan kepada seluruh masyarakat untuk memupuk komitmen persatuan dalam keberagaman
, seperti tidak menyinggung SARA , harus saling menghormati antaragama dan keyakinan , serta
menghargai perbedaan budaya. Kebhinnekaan merupakan realitas bangsa yang tidak dapat
dipungkiri keberadaannya untuk mendorong terciptanya kehidupan bangsa dan negara .
Kebhinnekaan harus dimaknai masyarakat melalui pemahaman multikulturalisme dengan
berlandaskan kekuatan spiritualitas Perbedaan etnis , religi maupun ideologi menjadi bagian
tidak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika dan toleransi yang
menjadi perekat untuk bersatu dalam kemajemukan bangsa. Toleransi sangat penting dalam
kehidupan manusia , baik dalam berkata - kata maupun dalam bertingkah laku . Dalam hal ini ,
toleransi berarti menghormati dan belajar dari orang lain , menghargai perbedaan , dan
menjembatani kesenjangan di antara kita sehingga tercapai kesamaan sikap . Toleransi juga
merupakan awal dari sikap menerima bahwa perbedaan bukanlah suatu hal yang salah , justru
perbedaan harus dihargai dan dimengerti sebagai kekayaan . Misalnya , perbedaan ras , suku ,
agama , adat istiadat , cara pandang , perilaku , dan pendapat . Dengan perbedaan tersebut ,
diharapkan manusia bisa mempunyai sikap toleransi terhadap segala perbedaan yang ada , dan
berusaha hidup rukun , baik individu dan individu , individu dan kelompok masyarakat , serta
kelompok masyarakat dan kelompok masyarakat yang lainnya . Terkait pentingnya toleransi ,
Allah swt . menegaskan dalam firman - Nya sebagai berikut.

10.Yūnus : 40-41

‫ك َفقُ ْل لِي َع َملِي َولَ ُك ْم َع َملُ ُك ْم ۖ أَ ْن ُت ْم‬ َ ‫ك أَعْ لَ ُم ِب ْال ُم ْفسِ د‬


َ ‫) َوإِنْ َك َّذبُو‬٤٠(‫ِين‬ َ ‫َو ِم ْن ُه ْم َمنْ ي ُْؤمِنُ ِب ِه َو ِم ْن ُه ْم َمنْ اَل ي ُْؤمِنُ ِب ِه ۚ َو َر ُّب‬
)٤١(‫ون‬ َ ُ‫ون ِممَّا أَعْ َم ُل َوأَ َنا َب ِري ٌء ِممَّا َتعْ َمل‬ َ ‫َب ِري ُئ‬

14
“Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan di
antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih
mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan jika mereka (tetap)
mendustakanmu (Muhammad) maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu.
Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung
jawab terhadap apa yang kamu kerjakan".”

o Berikut perilaku - perilaku toleransi yang harus dibina sesuai dengan ajaran Islam :

1 . Saling menghargai adanya perbedaan keyakinan . Kita tidak boleh memaksakan kehendak
kepada orang lain agar mereka mengikuti keyakinan kita . Orang yang berkeyakinan lain pun
tidak boleh memaksakan keyakinan kepada kita.

2. Saling menghargai adanya perbedaan pendapat . Manusia diciptakan dengan membawa


perbedaan . Kita mencoba menghargai perbedaan tersebut.

3 . Belajar empati , yaitu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain , lalu bantulah orang
yang membutuhkan . Sering terjadi tindak kekerasan disebabkan hilangnya rasa empati .

BAB III

KESIMPULAN

Bahwa Visi, Misi, dan Tujuan Ajaran Islam sangatlah erat kaitannya dengan Hubungan-
hubungan dengan Pengembangan Ilmu, Kebudayaan dan Peradaban, Kebangsaan
Kenegaraan(NKRI), UUD 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

15
DAFTAR PUSAKA

Natta, Abuddin. 2011. Studi Islam Komprehensif. Jakarta: Prenada Media Group.

Al-Fauzan, Saleh. 2009. Fiqih Sehari-hari. Jakarta: Gema Insan.

As Suyuthi, Jalaludin. 2008. Sebab Turunnya Ayat Al-Qur'an. Jakarta: Gema Insani Press.

16