Anda di halaman 1dari 15

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS

DI SEKOLAH DASAR
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah bahasa indonesia

Dosen pengampu : pak Sahrul Umami,M.pd

Disusun oleh :

Aghnia Akmalia 20203412002

Atika Nurul Fauziah 20203412007

Muhammad Anis

SEKOLAH TINGGI ISLAM BANI SALEH


2020-2021
Kata Pengantar

Assalamualaikum Wr. Wb

Puji syukur kami panjatankan kehadirat Allah yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS DI SEKOLAH DASAR” ini
tepat pada waktunya untuk memnuhi tugas mata kuliah BAHASA INDONESIA.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, karena kami masih
dalam tahap belajar. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu kami terima demi kesempurnaan makalah ini.

Untaian terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah ikut serta dalam
penyusunan makalah ini. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segalah urusan kita.
Amin.
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN .........................................................................................................................

A. LATAR BELAKANG .................................................................................................................


B. RUMUSAN MASALAH ............................................................................................................
C. TUJUAN PENULISAN...............................................................................................................
D. MANFAAT PENULISAN ........................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................................................

A. MODEL ATAU METODE PEMBELAJARAN BERBASIS TEKS


....................................................................................................
B. PROSES LAHIRNYA TEKNOLOGI .......................................................................................
C. DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF TEKNOLOGI ...........................................................
D. MASALAH LINGKUNGAN HIDUP ......................................................................................
E. UPAYA MENGATASINYA .......................................................................................................

BAB III PENUTUPAN ........................................................................................................................

A.KESIMPULAN .........................................................................................................................
B.SARAN ......................................................................................................................................
C.DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan sebagai suatu kebutuhan yang sangat mendasar bagi kehidupan
seseorang karena melalui pendidikan seseorang bisa mendapatkan ilmu pengetahuan
dan keterampilan serta dapat memperbaiki akhlak dan budi pekertinya sehingga ia tahu
etika dan norma yang berlaku di tengah masyarakat. Guru yang professional dalam
melaksanakan pembelajaran memepertimbangkan beberapa aspek, antara lain
berorientasi pada perkembangan siswa karena pembelajaran yang mengacu pada
karakteristik siswa, baik kelompok maupun individu dapat diterima oleh siswa, dan
akan lebih bermakna. Kurikulum 2013 menekankan pentingnya keseimbangan
kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Sejalan dengan itu kemampuan
berbahasa dituntut melalui pembelajaran berkelanjutan: dimulai dengan meningkatkan
pengetahuan tentang jenis, kaidah, dan konteks suatu teks, dilanjutkan dengan
keterampilan menyajikan suatu teks tulis dan lisan baik terencana maupun spontan,
dan bermuara pada pembentukan sikap kesantunan dan ketepatan berbahasa serta
sikap penghargaan terhadap Bahasa Indonesia sebagai warisan budaya bangsa.
Kurikulum 2013 Bahasa Indonesia mempunyai struktur yang mirip dengan struktur
kurikulum negara-negara di dunia, yang dibangun melalui tiga tujuan utama yaitu
pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan sikap. Kurikulum 2013 ini mempunyai
struktur Kompetensi Inti ( KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang dibangun melalui
konsep kurikulum yang holistik. Tingkat keholistikan kurikulum ini dapat dilihat dari
konsep KI dan KD yang mempresentasikan nilai-nilai keagamaan, sosial-budaya, dengan
pengetahuan, keterampilan berbahasa serta sikap yang dibentuk melalui KI dan KD
tersebut, konsep kebahasaan yang digunakan sebagai

Pendekatan serta implikasi metodologi pembelajarannya (Mahsun, 2013).


Keholistikan kurikulum ini dapat dilihat melalui KI,KD, dan indikatornya yang
memberikan akses anak didik untuk belajar secara holistik. Anak didik belajar
memahami konsep (kognitif), berlatih menggunakan bahasa secara tepat
(keterampilan) serta menentukan sikapnya terhadapa lingkungannya secara simultan
melalui berbagai jenis teks (proses sosial atau genre) yang dipelajari.Kurikulum 2013
menyadari peran penting sebagai wahana untuk mengekspresikan perasaan dan
pemikiran secara estetis dan logis. Sejalan dengan peran itu, pembelajaran Bahasa
Indonesia disajikan dalam buku dengan berbasis teks, baik lisan maupun tulis dengan
menempatkan Bahasa Indonesia sebagai wahana untuk mengekspresikan perasaan dan
pemikiran. Di dalam buku ajar dijelaskan berbagai cara penyajian perasaan dan
pemikiran dalam berbagai macam jenis teks. Buku ajar merupakan usaha minimal yang
harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan
pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa dibiasakan mencari sumber
belajar lain. Guru berperan meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan
ketersediaan kegiatankegiatan berbahasa siswa. Guru harus memperkaya dengan kreasi
dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari
lingkungan sosial, budaya, dan alam. Buku ajar dalam Kurikulum 2013, khususnya mata
pelajaran Bahasa Indonesia dirancang berbasis teks. Pendekatan pembelajarannya
berbasis aktivitas dengan langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan pendekatan
ilmiah, dan penilaian pembelajarannya menggunakan penilaian autentik.Pemahaman
terhadap jenis, kaidah, dan konteks suatu teks dibelajarkan sehingga siswa menangkap
makna yang terkandung dalam suatu teks serta menyajikan perasaan dan pemikiran
dalam bentuk teks yang sesuai.

B.  Rumusan Masalah ?


1)   Bagiamana model atau metode pemebelajaran bahasa berbasis teks di Sekolah dasar ?
2)   Bagaimana pembelajaran bahasa berbasis teks pada kurikulum 2013 di Sekolah dasar ?
3)   Bagaimana pengajaran bahasa berdasarkan jenis teks di Sekolah dasar ?
C. Tujuan penulisan
1)   Mengethaui model atau metode pemebelajaran bahasa berbasis teks di Sekolah dasar.
2)   Mengethaui pembelajaran bahasa berbasis teks pada kurikulum 2013 di Sekolah dasar.
3)   Mengethaui Bagaimana Pengajaran Bahasa Berdasarkan Jenis Teks di Sekolah dasar

BAB II
PEMBAHASAN

A. Model atau Metode Pembelajaran Berbasis Teks (Text- Based Instruction Genre-
Based Instruction)

Pembelajaran Berbasis Teks merupakan pembelajaran yang berorientasi pada


kemampuan siswa untuk menyusun teks. Metode pembelajaran ini mendasarkan diri
pada pemodelan teks dan analisis terhadap fitur-fiturnya secara eksplisit serta fokus
pada hubungan antara teks dan konteks penggunaannya. Perancangan unit-unit
pembelajarannya mengarahkan siswa agar mampu memahami dan memproduksi teks
baik lisan maupun tulis dalam berbagai konteks. Untuk itu siswa perlu memahami
fungsi sosial, struktur, dan ftur kebahasaan teks.
Guru mengenalkan teks dan tujuannya, serta ftur-fturnya, dan membimbing siswa
memproduksi teks melalui proses pemberian bantuan (scaffolding). Pembelajaran
Berbasis Teks melibatkan proses di mana guru membantu siswa dalam memproduksi
teks dan secara bertahap mengurangi bantuan tersebut sampai siswa mampu
menproduksi teks sendiri. Pembelajaran diorganisasikan dengan menggunakan
berbagai macam teks yang terkait dengan kebutuhan siswa, dan siswa diberikan latihan
dalam berbagai macam teks sampai mereka mampu memproduksi teks tanpa bantuan
dan bimbingan guru (Richards, 2015).
Pada satuan teks dengan tujuan untuk melaksanakan berbagai tindakan
komunikatif secara bermakna, dengan menggunakan atau terkait dengan teks-teks yang
bermanfaat bagi kehidupan peserta didik, secara reseptif dan produktif, secaralisan
maupun tulis, di berbagai konteks yang relevan dengan kehidupansiswa, dalam bentuk
kegiatan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis yang terintegrasi secara alami
dalam berbagai kegiatan komunikatif yang bermakna. Hal ini berarti bahwa teks
dipelajari bukan sebagai sasaran akhir, tetapi sebagai alat untuk melakukan berbagai
aktivitas terkait dengan dengan kehidupan nyata.
Penggunaan teks juga bertujuan untuk menumbuhkan sikap menghargai dan
menghayati nilai-nilai agama dan sosial, termasuk perilaku jujur, disiplin,
bertanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya.
Emilia (2011: 21-22) menyebutkan beberapa prinsip utama pembelajaran
Berbasis Teks. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut.
a)    Menekankan pentingnya guru mengembangkan kesadaran siswa bahwa setiap teks
merupakan kreasi unik dari seorang penulis yang unik juga dan bersifat relatif bagi
sekelompok orang dan konteks tertentu.
b)   Menganggap belajar bahasa sebagai aktivitas sosial (Feez and Joyce, 1998) yang
meniscayakan kebergantungan antar siswa dan masyarakat, yang dalam hal ini bisa
teman, guru atau orang dewasa lain yang bisa membantu siswa mencapai hasil belajar
yang lebih baik, termasuk orang tua. Melalui prinsip ini pembelajaran bahasa berbasis
teks diharapkan menghasilkan tiga hal: siswa belajar bahasa, siswa belajar melalui
bahasa, dan siswa belajar tentang bahasa (Derewianka, 1990; Feez and Joyce, 1998)
c)    Menekankan bahwa belajar akan berjalan lebih efektif kalau gurumenerangkan secara
eksplisit kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh siswa setelah proses belajar selesai
(Feez and Joyce, 1998; Cope and Kalantiz, 1993); bagaimana bahasa beroperasi untuk
membangun makna dalam berbagai jenis teks dan ciri-cirilinguistiknya.
d)   Menegaskan bahwa siswa belajar di bawah bimbingan guru dalam kerangka magang
diaman siswa berperan sebagai orang yang dilatih dan guru sebagai ahli dalam sistem
dan fungsi bahasa.
e)    Berkeyakinan bahwa pengajaran tata bahasa merupakan bagian penting untuk
menuntun siswa kepada pengetahuan tentang bagaimana bahasa berfungsi
pengetahuan yang dapat melahirkan pemberdayaan lebih luas bagi siswa.
B.  Pembelajaran Bahasa Berbasis Teks Pada Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum pengganti Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP), sedangkan menurut Priyatni Kurikulum 2013 adalah
penyempurnaan dan penguatan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Dengan demikian, kurikulum 2013 merupakan kurikulum terbaru dalam dunia
pendidikan di Indonesia setelah KTSP.Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang
diajarkan pada lembaga pendidikan. Kurikulum adalah suatu rencana yang disusun
untuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab
sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnya. Berdasarkan beberapa
sumber di atas, dapat disimpulkan bahwa suatu kurikulum sekurang-kurangnya berisi
(a) penanggung jawab, (b) pelaku, (c) rencana, (d) isi, (e) cara, (f) kegiatan/proses, dan
dan (g) pedoman. Komponen-komponen tersebut merupakan satu kesatuan dalam
proses belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas.

Ruang lingkup kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia terbagi


menjadi tiga, yakni ranah sikap, ranah pengetahuan, dan ranah keterampilan. Ranah
sikap aspek sosial mata pelajaran Bahasa Indonesia berbeda tiap kelas.KD ini fokus
pada karakter jujur, peduli, cinta tanah air, semangat kebangsaan, demokratis, kreatif,
santun, dan percaya diri ketika melakukan aktivitas berbahasa baik secara lisan
maupun tulisan.Ranah pengetahuan dan ranah keterampilan dalam kurikulum 2013
yang dilaksanakan adalah pembelajaran berbasis teks. Kompetensi literasi adalah
kompotensi inti pembelajaran Bahasa Indonesia dalam memecahkan masalah
kehidupan dengan menggunakan teks sebagai alat utama komunikasi.

C. Pengajaran Bahasa Berdasarkan Jenis Teks


Ramadania (2016:4) Genre adalah proses sosial yang berorientasi pada tujuan itu.
Genre bukan bahasa, tetapi lebih pada semacam aturan sosial yang berupa tahapan
prosedural yang secara konvensional digunakan untuk mecapai tujuan social tertentu.
Di dalam KI C dan D K13 secara implisit mensiratkan pembelajaran berdasarkan jenis
teks. Di dalam KD, jenis teks tersebut diurai berdasarkan ranah kedekatan dengan siswa
serta tingkat kesulitan tatanan nikai dan normasosial yang terealisir di dalam
bahasanya. Untuk mengajarkan genre ini diiperlukan metode pembelajaran yang
interaktif, dekonstruktif, dan rekonstruktif. Di dalam K13 ini diseebut empat tahap:
membangun konteks, pemodelan, membangun teks bersama-sama, dan membangun
teks mandiri.
Tahap ini mengadopsi metode pembelajaran berdasarkan genre yang telah
dilaksanakan Sydney Schools yang disebut “teacherlearning cycle”. Metode ini sangat
bagus uuntuk membangun siswa aktif untuk membangun pengetahuan, keterampilan,
dan sikap.Hal ini dikarenakan anak diajak secara aktif untuk mengenal konteks melalui
membangun konteks, kemudian mereka diajak untuk mendekonstruk teks beserta nilai
dan ciiri kebahasaannya melalui kegiatan dekonstruktif dalam tahap
pemodelan.Berikutnya siswa diajak merekonstruksi teks bersama-sama dengan teman
atau bantuan guru melalui kegiatan rekonstruktif dalam tahap membangun teks
bersama. Selanjutya, siswa diberi tugas untuk membuat teks dengan genre yang sama,
tetapi dengan topik yang berbeda. Guru harus benar-benar meyakini bahwa pada
akhirnya peserta didik mampu menyajikan teks secara mandiri. Secara rinci tahapan
tersebut sebagai berikut.
1)   Membangun Konteks
Tahap membangun konteks ini digunakan guru dan siswa untuk
mempersiapkansiswa untuk masuk ke pelajaran yang akan diberikan. Tahap ini dapat
dimulai dengan kegiatan mereview pelajaran minggu lalu atau mengajak siswa untuk
menyelami ranah pelajaran yang akan diberikan. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui
Tanya jawab, cerita ulang, atau diskusi.
2)   Pemodelan
Pemodelan merupakan tahap awal pengenalan model teks yamg
diberikan.Biasanya,tahap ini guru memberikan model genre atau tipe teks tertentu yang
ideal, lengkap dengan tujuan social, tahapan, dan ciri kebahasaan.Dalam tahap ini,
pemodelan dilaksanakan dalam sejumlah kegiatan dekontruksi tujuan sosial, tahapan,
dan ciri kebahasaan untuk teks ini.
3)   Membangun Teks Bersama
Pada tahap ini siswa merekonstruksi nilai sosial, tujuan sosial, tahapan, dan ciri
kebahasaan dari level semantik wacana sampai dengan fonologi. Siswa diajak membuat
teks dengan genre, tujuan, tahapan, dan ciri kebahasaannya.Yang tidak kalah penting
ialah siswa diajak menentukan sikapnya di dalam teks tersebut.Oleh karena itu, untuk
membangun teks bersama ini, siswa perlu dibantu melalui kelompok siswa yang
disupervisi guru.Kegiatan pembelajarannya melalui kegiatan pembelajaran yang lebih
produktif. Kegiatan ini melengkapi dialog, bagan, meringkas, dan kegiatan membangun
teks. Akan sangat membantu siswa untuk membangun teks secara bersama-sama.Oleh
karena itu, kegiatan membangun teks bersama ini harus dikerjakan secara berulang
mencari sumber di perpustakaan, media, internet, observasi lapangan, dan interview
narasumber secara kelompok. Kemudian, siswa akan mempunyai catatan kepustakaan,
catatan lapangan, dan hasil interview yang akan ditulis menjadi sebuah teks dengan
genre yang utuh secara bersama.
4)   Membangun Teks Mandiri
Membangun teks mandiri ini merupakan puncak dari seluruh kegiatan yang
mengakumulasikan antara kegiatan membangun teks dengan segala isinya. Siswa akan
bekerja secara mandiri mulai mencari sumber di perpustakaan, media, internet,
observasi di lapangan, interview nara sumber untuk memperoleh data yang akurat
untuk membangun teks secara mandiri ini. Kemudian siswa akan mempunyai catatan
kepustakaan, lapangan, dan hasil interview yang akan ditulis menjadi sebuah teks
dengan genre yang utuh secara mandiri. Demikian juga siswa diminta untuk
mempunyai sikap terhadap lingkungan sebelum dituangkan ke dalam bentuk teks.

D.    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARA (RPP) BAHASA INDONESIA BERBASIS


TEKS

Satuan Pendidikan : ..............................


Kelas/Semester : IV/I
Tema : 1.Indahnya Kebersamaan
Sub Tema : 1. Keberagaman Budaya Bangsaku
Pembelajaran :5

A.  Kompetensi Dasar


IPA
3.5 Memahami sifat-sifat bunyi melalui pengamatan dan keterkaitannya dengan indra
pendengaran
4.4 Menyajikan hasil percobaan atau observasi tentang bunyi
Bahasa Indonesia
3.2 Menguraikan teks instruksi tentang pemeliharaan panca indera serta penggunaan
alat teknologi modern dan tradisional dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa
Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku
4.1 Menerangkan dan mempraktikkan teks arahan/petunjuk tentang teks
arahan/petunjuk tentang pemeliharaan pancaindera serta penggunaan alat teknologi
modern dan tradisional secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan
memilih dan memilah kosakata baku
B.  Indikator
IPA
3.5.1   Menjelaskan perambatan sumber bunyi
4.4.1   Membandingkan hasil percobaan perambatan bunyi melalui padat, cair, dan gas
Bahasa Indonesia
3.2.1   Mempraktikkan langkah-langkah yang terdapat pada teks percobaan perambatan
bunyi
4.1.1   Menyajikan langkah-langkah percobaan dalam bentuk laporan
C.  Materi Ajar
1.    Kaidah/ cara penulisan laporan
2.    Perambatan bunyi
3.    Kolase
4.    Sudut lancip, tumpul, dan siku-siku

D.  Alokasi Waktu


6 X 35 menit
E.  Pendekatan & Metode
Pendekatan : Saintifik (Scientific).
Strategi : Cooperative Learning
Teknik: Example Non Example
Metode : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah

F.   Kegiatan Pembelajaran


KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN ALOKASI
WAKTU

Pendahuluan 1.    Guru memberikan salam dan mengajak berdoa 10 menit


(religius).
2.    Mengecek kehadiran peserta didik
3.    Mengulas pelajaran lalu tentang sumber bunyi
4.    Peserta didik mengamati gambar sumber bunyi,
kemudian diminta menyampaikan pendapat dan
perasaannya setelah melihat gambar tersebut. Alat
musik, jangkrik, radio, sebagai sumber bunyi
(Mengamati)
5.    Tanya jawab tentang macam macam sumber bunyi
6.    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada
pertemuan tersebut dan ruang lingkup materi.
Inti 185 menit
1)        Guru memilih sebuah teks autentik (teks laporan)
tentang panca indera dan perambatan bunyi dan
membacanya di depan kelas
2)        Guru membuat beberapa pertanyaan tentang isi teks
yang telah dibacakan.
3)        Guru membuat beberapa pertanyaan tentang jenis teks,
penyusunan teks, struktur generik teks, dan kaidah
kebahasaan teks
4)        Guru menjelaskan teks laporan dengan flash cards atau
gambar untuk menunjukkan bagian teks dan kaidah
kebahasaan
5)        Guru menanyakan perbedaan dan persamaan struktur
dan bahasa teks pada peserta didik
6)        Guru dan peserta didik mendiskusikan jawaban\
7)        Guru memberi contoh teks laporan yang lain dan
memberikan tugas untuk menemukan struktur dan
kaidah kebahasaan teks
8)        Guru mempersiapkan beberapa teks laporan kemudian
membacakannya/membagikannya kepada kelompok
peserta didik
9)        Guru meminta peserta didik untuk memperhatikan dan
menemukan struktur dan kaidah kebahasaan yang
sudah dijelaskan dengan mengisi tabel
10)    Guru memilih salah satu kelompok untuk
mempresentasikan hasil kerja kelompok dan kelompok
lain memberikan pendapat atau saran
11)    Guru menugaskan salah satu kelompok untuk membaca
teks dengan memperhatikan intonasi, pelafalan, mimik,
gestur.
12)    Guru memberikan penjelasan jika ada yang kurang
sesuai
13)    Guru membentuk kelompok dan meminta peserta didik
bekerja dalam kelompok
14)    Guru meminta setiap kelompok menyusun kembali teks
yang disusun secara acak seseuai dengan struktur
laporan teks
15)    Guru menugaskan masing-masing kelompok membuat
kesimpulan uantuk teks laporan tersebut
16)    Guru menugaskan setiap kelompok menganalisis
kaidah kebahasaan
17)    Guru menugaskan peserta didik untuk membuat
pertanyaan dan jawaban dari teks yang telah
didiskusikan
18)    Guru menugaskan salah satu kelompok untuk
memaparkan hasil diskusi, kelompok lain
memperhatikan dan memberi komentar/masukan
19)    Guru meminta peserta didik secara individu untuk
membuat sebuah teks laporan dengan mengikuti
prosedur yang benar
20)    Guru dan peserta didik mendiskusikan draft yang telah
disusun. Draft dibacakan dan yang lain memberi
masukan
21)    Guru meminta peserta didik merevisi teks dengan
memperhatikan komentar/masukan yang diterima
sehingga hasilnya lebih baik.

Penutup 1.    Peserta didik dengan bimbingan guru menyimpulkan


hasil pembelajaran yaitu tentang alat indera
2.    Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari
(untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
3.    Salam dan doa penutup.
G. Penilaian
1.    Teknik Penilaian
a.    Penilaian sikap : toleransi, rasa ingin tahu, dan teliti
b.    Penilaian pengetahuan : tes tertulis dalam bentuk uraian
c.    Penilaian keterampilan : unjuk kerja
2.    Instrumen Penilaian
a.    Daftar periksa penulisan teks mengenail alat indera
b.    Unjuk kerja membuat teks laporan

H.  Sumber, Alat, Dan Media Pembelajaran


1.    Sumber
a.    Buku tematik terpadu Untuk Guru kls 4 kurikulum 2013
2.    Alat
a.    ATK Peserta didik.
3.    Media Pembelajaran
a.    Gambar berbasis teks mengenai sumber bunyi dan alat indera

Surabaya, Oktober 2018

Mengetahui,
Kepala SDN........................... Guru Kelas IV

................................................                                   ..................................
NIP.                                         NIP. 
BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan
Pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks digunakan sebagai representasi dari
pelaksanaan Kurikulum 2013 yang mengusung pendekatan saintifik (ilmiah) sebagai dasar
proses pembelajarannya. Pembelajaran teks dalam studio Bahasa Indonesia bergaris lurus
dengan pendekatan ilmiah yang mengedepankan sisi kesistematisan, terkontrol, empiris, dan
kritis. Representasi dari hal itu, tereksplisitkan pada genre teks yang dibelajarkan terdiri atas
teks tunggal (mikro) dan teks majemuk (makro).
B.  Saran
Hal baik yang dapat diperoleh dari pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks ini
adalah siswa akhirnya dapat berlatih untuk berpikir metodologis, sebagai suatu kemampuan
berpikir yang dibutuhkan pada masa yang akan datang, siswa mampu mengembangkan
kemampuan membaca pemahaman, serta kemampuan menulis juga semakin berkembang
dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Sufanti. 2013 Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks: Belajar Dari Ohio Amerika
Serikat”,. Fkip Universitas Muhammadiyah Surakarta
Agustina 2017. “Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks: Representasi Kurikulum
“2013” FKIP Unila : Jurnal Vol. 18, No. 1, Hal. 84 – 99
Rahmat2017 Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Online
Http://Gurupembaharu.Com/Pembelajaran-Bahasa-Indonesia-Berbasis-Teks/. (Diakses Pada
Tanggal 1 April 2017)
Ramadania.2016 “Konsep Bahasa Berbasis Teks Pada Buku Ajar Kurikulum 2013.
Banjarmasin :Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya Vol. 1 No.2
Mahsun.2013. pembelajaran teks dalam kurikulum 2013.
http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/artikel-kurikulum-mahsun. Diakses 20 September 2015.
Priyatni, Endah Tri. 2014. Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam
Kurikulum2013. Jakarta: Bumi Aksara.
Agustina, Eka Sofia dan Yunita Fitri. 2015. “Penyajian Kegiatan Pembelajaran Berbasis
Pendekatan Ilmiah (Saintific Approach) dalam Buku Teks Bahasa Indonesia “(Kajian Telaah
Buku Teks). Universitas Lampung: FKIP.
Mahsun M.S. 2014. Teks dalam Pemebelajran Bahasa Indonesia (Kurikulum 2013). Jakarta: PT
Raja Grafindo Persada.