Anda di halaman 1dari 2

Nama : Azzahra Rabi Farandika (11200120000123)

Kelas : PBA 2C
Mata Kuliah : Pendidikan Akhlak
Dosen Pengampu: Dr. Erba Rozaliana Yulianti, M.Ag.

Tokoh Filsafat Islam Dan Akhlaqnya ( Al-Farabi )


Nama lengkapnya Abu Nashr Muhammad ibn Muhammad ibn Tarkhan ibn Auzalagh.
Dikalangan orang-orang latin abad tengah, Al-Farabi lebih dikenal dengan Abu Nashr.
Ia lahir di Wasij, Distrik Farab (sekarang kota Atrar), Turkistan pada 257 H. Pada
tahun 330 H, ia pindah ke Damaskus dan berkenalan dengan Saif al-Daulah al-
Hamdan, sultan dinasti Hamdan di Allepo. Sultan memberinya kedudukan sebagai
seorang ulama istana dengan tunjangan yang sangat besar, tetapi Al-Farabi memilih
hidup sederhana dan tidak tertarik dengan kemewahan dan kekayaan. Al-Farabi
dikenal sebagai filsuf Islam terbesar, memiliki keahlian dalam banyak bidang
keilmuan dan memandang filsafat secara utuh dan menyeluruh serta mengupasnya
secara sempurna, sehingga filsuf yang datang sesudahnya, seperti Ibnu Sina dan Ibn
Rusyd banyak mengambil dan mengupas sistem filsafatnya.
Dinobatkan menjadi ulama istana membuat perilaku hidup Al-Farabi justru jauh dari
kemewahan dan kemegahan kesultanan. Ia diberikan tunjangan yang besar oleh Saif
Ad-Daulah Al-Hamdani, Sultan Dinasti Hamdan di Allepo, tetapi Al-Farabi
menolaknya. Ia lebih tetap memilih hidup sederhana hal ini terlihat sebagaimana
layaknya para sufi kebanyakan, bahwa ia juga menjalani hidupnya tersebut sering
menghabiskan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menjauhi
kemewahan dunia.

Dalam setiap harinya, ia hanya memerlukan empat dirham untuk sekadar memenuhi
kebutuhan sehari-harinya. Sisa tunjangan yang dimilikinya tersebut diberikan kepada
para fakir miskin di sekitar Aleppo dan Damaskus.

Tokoh Tasawuf Dan Akhlaqnya ( Imam Al Ghazali )


Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali merupakan seorang teolog besar
dalam sejarah peradaban Islam. Imam al-Ghazali berasal dari bangsa Persia. Dia
dijuluki sebagai Hujjatul Islam lantaran membela akidah agama ini.

Di Baghdad, ulama kelahiran tahun 1058 itu mencapai puncak kariernya selaku
akademisi. Namun, ia sempat mengalami krisis sehingga memutuskan untuk pergi
berkelana. Alim bermazhab Syafii tersebut memilih jalan sufi untuk mencapai
ketenteraman hidup. Dia pun mewariskan banyak karya

Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama, ahli pikir, ahli filsafat Islam yang terkemuka
yang banyak memberi sumbangan bagi perkembangan kemajuan manusia.

Yang perlu kita teladani adalah sifat beliau.. Diantara keutamaan sifat Al Ghazali
adalah;
1. sangat antusias dalam mencari, menemukan, dan membuktikan kebenaran
2. sangat rajin Ibadah, shalat, zikir, dan membaca Alquran
3. Tekun belajar dan tak kenal lelah untuk menggali berbagi ilmu pengetahuan
4. Mencintai ilmu melebihi cinta pada harta dan kekuasaaan
5. Mengutamakan pendidikan meskipun kondisi ekonomi keluarga dalam kesulitan
6. Menikmati harta seperlunya saja untuk menyambung hidup
7. Menjaga diri dari makanan yang syubhat terlebih haram
8. Sabar dan tabah dalam menjalani kehidupan pengembaraan mencari ilmu
9. Syukur dan ikhlas dalam menerima anugerah Allah dan kehendaknya
10. membenci sifat riya, megah, sombong, takabur dan sifat tercela lain.

Tokoh Tauhid ( Teolog ) Dan Akhlaqnya (Abu Hasan Al-asy’ari)


Abu Hasan Al-Asy’ari, namanya adalah Abu al-Hasan Ali bin Ismail bin Abu Bisyr Ishaq
bin Salim bin Ismail bin Abdullah bin Musa bin Bilal bin Abu Burdah bin Abu Musa Al-
Asy’ari Abdullah bin Qais bin Hadhar. Abu Hasan Al-Asyari lahir dikota bashrah pada
tahun 260 H/873 M dan wafat di Baghdad pada tahun 324 H/935 M, Sebagian besar
hidupnya berada di Baghdad.
Perkenalan intelektualnya dengan mazhab mu’tazilah sudah dimulainya sejak belia.
Asy’ary berguru kepada seorang tokoh Mu’tazilah Bashroh, Abu Ali al-Jubbā’ī, hingga
mendapatkan posisi terhormat di kalangan penganut Mu’tazilah. Tidak jarang Asy’ari
menggantikan gurunya dalam berdebat. Selama berada pada fase kemuktazilahan,
Asy’ari menulis beberapa karya yang mendukung serta mempropagandakan mazhab
Mu’tazilah.