Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN ILMU PENDIDIKAN

PENGARUH PACARAN TERHADAP PRESTASI


BELAJAR PELAJAR/ MAHASISWA

DISUSUN OLEH : ADISA ZUKHRIFATUL AINI

NIM : 20511244002

KELAS : D1

PENDIDIKAN TEKNIK BOGA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2020

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Pengaruh Pacaran Terhadap Prestasi Belajar Mahapelajar” ini dengan baik. Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan. Untuk itu dalam kesempatan
kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Riana Nurhayati S.Pd, M.Pd selaku dosen mata kuliah Ilmu Pendidikan, yang telah
membimbing sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
2. Orang tua yang telah memberikan fasilitas dan dukungan kepada penulis dalam
pembuatan makalah.
3. Semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, yang tidak dapat
penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan karena keterbatasan dan pengalaman sehingga kritik dan saran yang membangun
dengan senantiasa kami harapkan untuk memperbaiki makalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat.

Magelang, 10 November 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i

KATA PENGANTAR .................................................................................... ii

DAFTAR ISI .................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah .................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ............................................................................ 3

C. Tujuan............................................................................................... 3

D. Manfaat ............................................................................................ 3

BAB II LANDASAN TEORETIS

A. Kajian Pustaka ................................................................................ 4

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian ............................................................................... 7

B. Subjek Penelitian ............................................................................ 7

C. Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 7

D. Teknik Analisis Data ...................................................................... 8

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Pengaruh Pacaran Terhadap Prestasi Belajar Pelajar

1. Pengarug Pacaran Terhadap .......................................................9

2. Mengapa tidak diperbolehkan Pacaran………………………...10

3. Apakah yang harus orangtua lakukan ………………………….11


BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ...................................................................................... 15

B. Saran… ............................................................................................. 15

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 17

LAMPIRAN ................................................................................................... 21

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua


insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian
kecocokan menuju kehidupan berkeluarga. Menurut DeGenova & Rice
(2005) pengertian pacaran adalah menjalankan suatu hubungan dimana dua
orang bertemu dan melakukan serangkaian aktivitas bersama agar dapat
saling mengenal satu sama lain
Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya dan sangat
dipengaruhi oleh tradisi individu-individu dalam masyarakat yang terlibat.
Dimulai dari proses pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya
menjalani hubungan afeksi yang ekslusif. Perbedaan tradisi dalam pacaran,
sangat dipengaruhi oleh agama dan kebudayaan yang dianut oleh seseorang
Memang tidak dapat dipungkiri bila pacaran merupakan fenomena
tersendiri dikalangan remaja. Dan kalaupun dicari satu definisi tersendiri
pacaran maka akan sulit. Sebagian ada yang mendifinisikan pacaran adalah
ajang dari untuk mendapatkan kepuasan libido seksual, atau pacaran hanya
sebagai label ”saya punya pacar dan dapat mendongkrak percaya diri”.
Ataukah pacaran adalah suatu hal yang penting karena dengan pacaran kita
punya seseorang yang bisa membantu kita dalam mengatasi persoalan hidup
dan untuk definisi pacaran tentu akan ada banyak yang lainnya. Di kalangan
remaja, seperti yang sedang kami alami saat ini, dorongan untuk mencari jati
diri dengan mencoba hal-hal baru amatlah kuat. Dan terkadang jika
‘kelewatan’ bisa merusak akal sehat. Tekanan untuk menjalani masa
‘pacaran’, iming-iming dari orang-orang sekitar, dan siaran media masa-pun
turut andil dalam keinginan remaja untuk menjalani sebuah masa ‘pacaran’.

4
Dengan menulis laporan ini saya bertu juan untuk memberi pengetahuan
dan pertimbangan bagi teman-teman remaja dalam menjalani hubungan/
Pacaran.

B. Rumusan Masalah
1. Pengaruh pacaran bagi prestasi pelajar
2. Mengapa pacaran tidak diperbolehkan
3. Apakah yang harus dilakukan orang tua agar anaknya tidak terpengaruh oleh
pacaran?

C. Tujuan Observasi
1. Mengetahui pengaruh pacaran bagi pelajar
2. Memenuhi tugas Ilmu Pendidikan
3. Sebagai contoh sarana tindakan, yang harus dilakukan oran tua agar anak
terhindar dari pengaruh pacaran

D. Manfaat Observasi

1. Secara teoretis dapat memberikan banding agar anak medekati pacaran


atau malah menjauhi pacaran
2. Secara praktis memaparkan tentang pengaruh pacaran dalam prestasi
belajar bagi pelajar

BAB II
LANDASAN TEORITIS

A. Kajian Pustaka

1. Pengertian Pacaran

Pacaran adalah proses perkenalan antara dua insan manusia yang


basanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan untuk menuju
kehidupan berkeluarga (pernikahan)

Menurut DeGenova & Rice (2005) pengertian pacaran adalah


menjalankan suatu hubungan dimana dua orang bertemu dan melakukan
serangkaian aktivitas bersama agar dapat saling mengenal satu sama lain.

5
Menurut Bowman (1978) pacaran adalah kegiatan bersenang-senang antara
pria dan wanita yang belum menikah, dimana hal ini akan menjadi dasar
utama yang dapat memberikan pengaruh timbal balik untuk hubungan
selanjutnya sebelum pernikahan di Amerika.

Benokraitis (1996) menambahkan bahwa pacaran adalah proses


dimana seseorang bertemu dengan seseorang lainnya dalam konteks sosial
yang bertujuan untuk menjajaki kemungkinan sesuai atau tidaknya orang
tersebut untuk dijadikan pasangan hidup. Menurut Saxton (dalam Bowman,
1978), pacaran adalah suatu peristiwa yang telah direncanakan dan meliputi
berbagai aktivitas bersama antara dua orang (biasanya dilakukan oleh kaum
muda yang belum menikah dan berlainan jenis).

Kyns (1989) menambahkan bahwa pacaran adalah hubungan


antara dua orang yang berlawanan jenis dan mereka memiliki keterikatan
emosi, dimana hubungan ini didasarkan karena adanya perasaan-perasaan
tertentu dalam hati masing-masing. Menurut Reiss (dalam Duvall & Miller,
1985) pacaran adalah hubungan antara pria dan wanita yang diwarnai
keintiman. Menurut Papalia, Olds & Feldman (2004), keintiman meliputi
adanya rasa kepemilikan. Adanya keterbukaan untuk mengungkapkan
informasi penting mengenai diri pribadi kepada orang lain (self disclosure)
menjadi elemen utama dari keintiman.

2. Pengertian Prestasi Belajar

Menurut Tu’u (2004:7) Prestasi Belajar adalah penguasaan


pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran,
yang lazimnya di ukur dengan nilai atau suatu angka.

Menurut KBBI Prestasi Bleajar Siswa adalah hasil yang telah dicapai
dilaukan atau dikerjakan

6
3. Contoh Pengaruh Pacaran

Dampak Positif:

a) Belajar bersosialisasi

b) Mempelajari karakteristik orang

Dampak Negatif:

a) Kekerasan Fisik

b) Kekerasan seksual

c) Mempunyai pikiran yang lebih

d) Menurunkan konsentrasi

e) Menguras Harta

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian


deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan
fenomena-fenomena yang ada, baik yang bersifat alamiah maupun rekayasa
manusia, yang lebih memerhatikan mengenai karakteristik, kualitas, dan
keterkaitan antar kegiatan (Sukmadinata, 2011: 73)

B. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah pelajar/ mahasiswa baru dari berbagai daerah
di Jawa, dari pelajar hingga mahasiswa baru dikarenakan masih berada pada
masa pencarian jati diri.

C. Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Dokumentasi
7
Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan dokumen-dokumen
yang berkaitan dengan observasi.

2. Metode Studi Pustaka (library research)

Metode studi pustaka dengan mengumpulkan referensi berbagai literatur


yang menyangkut observasi ini terutama dalam mengetahui pengaruh
perhatian orang tua terhadap motivasi belajar mahapelajar

3. Wawancara

Metode Penyebaran angket terbuka dan tertutup dilakukan dengan


melakukan membuat google formulir dan disebarkan di teman sebaya. Dalam
formulir narasumber diminta mengemukakan pendapat tentang pacaran,
dampak dampaknya, dan alasan mengapa mereka boleh/tidak berpacaran.
Dalam formulir itu akan di seleksi narasumber dengan alasan yang baik dan
logis

D. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis


deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif yaitu menganalisis data dengan cara
menjelaskan data berupa uraian kalimat.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil berikut:


A. Angket tertutup

4. Menurut anda, apakah identitas diri seseorang dapat ditentukan


karena seseorang itu telah mempunyai pacar/kekasih?

8
No Jawaban Frekuensi
1. Ya 4
2. Tidak 61
3. Bisa Jadi 6

5. Apakah anda sering menimba ilmu bersama dengan kekasih/pacar

No Jawaban Frekuensi
1. Ya 14
2. Tidak 57

6. Apakah anda merasa malu/ kurang percaya diri jika anda tidak
memiliki pacar/kekasih?

No Jawaban Frekuensi
1. Ya 64
2. Tidak 7

7. Apakah oraang tua anda mengizinkan untuk pacaran?


No Jawaban Frekuensi
1. Boleh 22
2. Tidak 49

B. Angket terbuka
Berikut daftar pertanyaan angket terbuka
1) Alasan kamu berpacaran dan tidak berpacaran
2) Apa arti kata Pacar/kekasih menurut anda
3) Menurut kamu, apa dampak negatif dan Positif dalam berpacaran
Jawaban ini di jawab dengan jawaban mayoritas reponden
*Alasan berpacaran:
1) Pada jawaban ini rata- rata responden karena beralasan tentang umur
yang sudah dewasa, untuk penyemangat, menyatukan perasaan yang

9
sudah saling suka
*Alasan Tidak berpacaran
1) Pada jawaban ini rata-rata responden menjawab karena mendekati
zina, dosa dan tentunya karena tidak di izinkan oleh orang tua.
2) Seseorang lawan jenis yang mempunyai perasaan suka/ kagum
kepada kita dan mempunyai suatu hubungan spesial
*Dampak Negatif
3) Mendekati zina, mendapat dosa, harus mengerti kekasih nya,
membuat konsentrasi belajar buyar, menmbuang buang waktu, merusak
konsentrasi belajar.
*Dampak Positif
3) Menambah semangat, melatih sosial/ memahami pribadi orang lain.

A. Pengaruh Pacaran Terhadap Prestasi Belajar Siswa/ Mahasiswa

Kehidupan dunia kampus dan sekolah yang lebih kompleks dan merupakan
hal baru bagi mahasiswa/siswa angkatan 2020 menjadikan sebuah tantangan
tersendiri dalam beradaptasi. Berbagai masalah yang muncul baik dari segi
bersosialisasi, pertemanan. Pada fase ini biasanya anak anak sedang mencari
jati dirinya masing masing.
1. Pengaruh Pacaran terhadap Prestasi Belajar siswa/ mahasiswa
Masa Remaja adalah masa yang indah. Masa yang akan selalu
akan kita kenang disaat kita tua nanti. Maka dari itu, remaja banyak
mengunakan waktunya dengan sebaik mungkin, Tetapi, ada juga
remaja yang menggunakan waktunya hanya untuk bersenang senang
saja, Contoh nya di masa sekarang ini remaja identik dengan Pacaran.
Pacaran bagi beberapa anak muda zaman sekarang adalah suatu hal
yang lumrah dan terkadang malah menjadi suatu hal yang harus
dilakukan karena berpikir untuk menentukan identitas diri dan butuh
pengakuan jika dia itu keren.

10
Pacaran merupakan suatu hal yang sangat terkenal pada
zaman skarang di masyarakat. Yang kita tahu mungkin pacaran adalah
suatu hal yang biasa dilakukan para kaum muda. Tetapi, pada saat ini
pacaran adalah hal yang sudah di maklumi bagi setiap kalangan. Baik itu
orang tua, remaja, maupun anak kecil. Saya sendiri pun harus melawan
dan membentengi dengan ilmu agama agar saya terhindar dalam pacaran
di karenakan pacaran adalah zina, mendekati zina saja tidak boleh apalagi
kita melakukan nya. Menurut saya menangkap pacara itu sendiri adalah
dua manusa lawan jenis yang mempunya ketertarikan satu sama lain dan
saling mengungkapkan perasaan mya. Dan sayang satu sama lain.

Berikut Dampak Negatif Pacaran:

• Menurunnya prestasi sekolah


Dampak seperti ini sudah sering kita dengar dialangan
masyarakat saat ini. Tidak heran memang jika pacaran dapat
membuat prestasi turun karena hal yang dilakukan pacaran
sebenarnya adalah sia sia, dari yang kita sering menyibukkan
waktu untuk mengembangkan bakat ataupun belajar akhirnya
waktu terbagi berdua untuk quality time, belum lagi disaat
kita melakuka KBM dan sedang mempunyai masalah dengan
kekasih pasti kita akan sering kepikiran terus menerus.

• Meningkatkan Stres
Tidak jarang kita akan mendapatkan masalah dengan pacar
contoh nya semisal doi tidak peka dengan apa yang kita mau,
rasa cemburu jika doi sedang dengan orang lain, nethink yang
akan mngakibatkan kita untuk berpikir lebih keras dan
mngakibatkan stress

• Membuang buan Uang


Bagi orang yang melakukan hubungan pacaran tentu tidak
11
heran dengan dampak yang satu ini. Dampak seperti ini
terlihat sangat jelas dalam kehidupan sehari-hari. Kita rela
membelikan sesuatu yang dinginkan sang kekasih tanpa ragu-
ragu, seperti membelikannya hadiah, pulsa, mentraktir makan,
nonton dan lain sebagainya.

• Menyempitnya pergaulan terhadap teman


Setiap remaja yang menjalin hubungan pacaran, pasti memiliki
sikap dan kepribadian yang berbeda-beda. Tidak sedikit remaja
yang memiliki sikap possesive terhadap pasangannya. Sudah
jelas jika kita memiliki kekasih yang mempunyai sikap
possesive tentu akan sangat merugikan kita, karena dia akan
membatasi pergaulan pertemanan kita terhadap lawan jenis.

Dampak Positif Pacaran:


• Meningkatnya prestasi di sekolah
Pacaran juga dapat membuat prestasi kita di sekolah menjadi
lebih baik loh teman-teman. Kenapa? Karena anak muda
zaman sekarang pasti punya gengsi yang besar deh. Jadi malu
kalau misalnya kita punya pacar yanglebih pinter. Makanya
deh beberapa orang menjadi lebih giat belajar demi menyaingi
sang kekasih.

• Mendapatkan rasa aman


Apabila kita memiliki pacar pasti kita akan merasa aman dan
terlindungi deh setiap kita jalan sama si doi. Karena pastinya
doi bakal ngelindungi kita jika terjadi sesuatu yang tidak
diinginkan.

• Mendapatkan teman bercerita selain sahabat.


Selain sahabat kita pasti membutuhkan sosok lainuntuk
membagi cerita kita. Karena sahabat kita juga pasti memiliki
kesibukanmasing-masing. Oleh sebab itu, di sini peran doi
12
sangat kita butuhkan untukmembagi cerita yang kita lewati
seharian ini. Baik itu menyenangkan ataumenyedihkan, pasti si
doi akan dengertin cerita kita tanpa banyak protes.

2. Mengapa Pacaran Tidak Diperbolehkan?


Islam sudah jelas melarang pacaran, perbuatan yang
mengharuskan dua laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom untuk
berdekatan. Namun, masyarakat seakan ‘dibuat terbiasa’ dengan
‘kebiasaan pacaran’ sehingga masyarakat saat ini membiarkan hal
yang tidak dibenarkan. Berikut beberapa penyebab pacaran dilarang
dalam islam atara lain:
• Termasuk Zina
Pacaran adalah perkara yang termasuk ke dalam dosa yang tak
terampuni, yakni zina. sedangkan dalam islam itu dilarang.
Sebagaimana firman Allah:

ً ‫س ِّب‬
‫يل‬ َ ‫شةً َو‬
َ ‫سا َء‬ ِّ ‫َو ََل ت َ ْق َربُوا‬
َ ِّ‫الزنَا ۖ ِّإنَّهُ َكانَ فَاح‬

Artinya: “Dan jangalah kalian dekat-dekat dengan zina, karena


sesungguhnya zina itu kotor dan sejelek-jeleknya jalan” (Q.S.
Al Isro’: 32)

• Menciptakan kemurkaan Allah SWT


Rasulullah SAW bersabda: “Wahai kaum muslimin, takutlah
kamu sekalian pada zina sebab didalamnya ada 6 perkara
(yang pasti ditetapi), 3 perkara di dunia dan 3 perkara di
akhirot.

• Membangkitkan nafsu
Mereka yang melakukan pacaran pasti akan memancing nafsu
masing-masing. Bahkan hanya dengan suara lembut
sekalipun. Sebagaimana firman Allah SWT: ‫سا ٓ َء ٱلنَّ ِّب ِّى لَ ْست ُ َّن كَأ َ َح ٍد‬
َ ِّ‫َٰيَن‬
‫ض َوقُ ْلنَ قَ ْو ًَل‬
ٌ ‫ط َم َع ٱلَّذِّى فِّى قَ ْل ِّب ِّۦه َم َر‬
ْ ‫ض ْعنَ ِّبٱ ْلقَ ْو ِّل فَ َي‬
َ ‫سآءِّ ۚ ِّإ ِّن ٱتَّقَ ْيت ُ َّن فَ َل ت َ ْخ‬
َ ِّ‫ِّمنَ ٱلن‬
‫َّم ْع ُرو ًفا‬
13
Artinya: “Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti
wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu
tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang
ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang
baik,”(Al Ahzaab:32)

• Pacaran hanya kegiatan yang juga menrugikan waktu


karena semua waktu terbuang sia-sia untuk pekerjaan
yang sia-sia.
Dari Abdullah bin Umar ia berkata: “Rasulullah Saw
memegang kedua pundakku seraya bersabda, ‘Jadilah kamu di
dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang
melewati suatu jalan.’ Ibnu Umar berkata.” Apabila kamu
berada di sore hari janganlah kamu menunggu (melakukan
sesuatu) hingga pagi hari (datang). Apabila kamu berada di
pagi hari jangankah menunggu (melakukan sesuatu) hingga
sore (datang). Gunakan waktu sehatmu untuk menghadapi
sakitmu, dan waktu hidupmu untuk menghadapi matimu.”
(HR. Bukhari)

• Boros
Pacaran hanya membuat kantong bolong. Membuang uang
dengan percuma untuk kemaksiatan hanya akan merugikan
pelakunya. Sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu)
secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah
saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ : 26-27)

• Merusak hubungan sosial


Pacaran akan menyebabkan hubungan sosial atau
menyebabkan hubungan dengan teman yang lain menjadi
renggang, bahkan hubungan dengan keluarga. Nafsu yang
membuat kedua insan selalu ingin bersama menyita waktu
14
yang seharusnya bisa digunakan untuk berkumpul dengan
keluarga atau teman.
Namun sering kali seseorang melakukan pacaran karena
teman, untuk itulah kita harus mengetahui dan memilih teman
yang baik sehingga tidak terjerumus dalam pacaran dan
berujung pada zina.

• Menjadi bodoh
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa pacaran
akan membangkitkan nafsu. Orang yang selalu berada dalam
nafsu yang tinggi akan cepat menjadi bodoh. Sebuah tim
psikologi dari Kanada yang dipimpin oleh Shayna Skakoon-
Sparling melakukan penelitian untuk mempelajari dampak
rangsangan seksual kepada pengambilan risiko seksual dan
pembuatan keputusan pada pria dan wanita.
Dan hasilnya adalah otak yang berpikiran tentang seks
bukanlah otak yang dapat diandalkan untuk nasihat-nasihat
penting dalam kehidupan yang termasuk dalam bahaya
kebodohan dalam islam.

• Mematikan hati
Pacaran adalah penyebab matinya otak dan hati. Otak yang
sudah rusak karena pacaran akan sulit untuk menerima
nasehat baik sehingga akan mematikan hati.
Sebagaimana Firman Allah : “Maka apakah orang-orang yang
dibukakan oleh Allâh hatinya untuk (menerima) agama Islam
lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang
yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi
mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allâh. Mereka itu
dalam kesesatan yang nyata (Q. S. az-Zumar :22)

• Sering berbohong
Pacaran sering membuat seseorang harus melakukan
15
kebohongan agar selalu terlihat menarik di depan pacarnya.
bahaya dalam berbohong adalah dilarang.
Sebagaimana dalam sebuah riwayat: “Dan aku (Ummu
Kultsum) tidak mendengar bahwa beliau memberikan rukhsoh
(keringanan) dari dusta yang dikatakan oleh manusia kecuali
dalam perang, mendamaikan antara manusia, pembicaraan
seorang suami pada istrinya dan pembicaraan istri pada
suaminya”. (Dinukil dari Riyadhush Sholihin, Bab. Al Ishlah
bainan naas)

• Terkena penyakit
Bukan hanya menyebabkan penyakit hati, tapi juga penyakit
fisik. Otak dan tubuh yang kelebihan hormon endorfin akan
menyebabkan tubuh mudah terkena penyakit seperti sakit
kepala, maag, mual, kembung, dan penyakit lainnya.

• Menjadi susah tidur


Keinginan untuk terus bertemu dan bersama antara dua orang
manusia akan terus bergaung selama keduanya masih
mengikat diri dalam hubungan pacaran. Otak pun terus
memutar bayang-bayang sang pujaan hati hingga menjadi sulit
tidur. Salah satu adab tidur dalam islam adalah berwudhu
sebelum tidur seperti cara tidur yang diajarkan ‫س ْو ُلﷲ‬
ُ ‫َر‬

• Menyebabkan stres
Siapa bilang pacaran itu membahagiakan? Pacaran itu selain
merugikan juga menyebabkan stres. Seseorang yang berada
dalam hubungan pacaran akan selalu memiliki kecemasan
terhadap pasangannya. Takut direbut orang, takut tidak
dicintai lagi, dan ketakutan lainnya. Hal inilah yang
menyebabkan orang pacaran lebih mudah stres bahkan
depresi.adapun cara menghindari stres dan depresi adalah
dengan tidak mendekati pacaran.

16
• Mendapat azab
Allah berfirmann:
“Dan orang orang yang tidak mempersekutukan Allâh dengan
sembahan lain dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan
Allâh kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina
dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia
mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipat gandakan
adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam
azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang
bertaubat, dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka
kejahatan mereka diganti oleh Allâh dengan kebaikan. Allâh
Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q. S. al-Furqân: 68-
70)

• Jalan rezeki terhalang


Pacaran adalah dosa besar sehingga akan menghalangi jalan
rezeki pelakunya. Sebagaimana sabda Rasul:
“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke
dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai
sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya.
Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara
dalam mengais rezeki.
Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk
mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena
rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat
kepada-Nya.” (HR. Musnad Ibnu Abi Syaibah 8: 129 dan
Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 8: 166, hadits shahih.
Lihat Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah no. 2866).

• Dapat menyebabkan hamil di luar nikah


Selain zina mata, tangan, dan pikiran, pacaran yang terlalu
ekstrim juga dapat menyebabkan terjadinya hamil di luar
nikah. hukum hamil diluar nikah adalah dilarang. Itulah
sebabnya Islam melarang pacaran agar tidak terjadi hal ini.
17
3. Apa yang Harus Orag tua lakukan agar anak terhindar dari
pacaran
Seiring perkembangan fisik dan psikologis, usia remaja akan
melalui masa pubertas dan akan mulai tertarik dengan lawan
jenis. Orangtua adalah sosok panutan atau role mode bagi
anak, dinlai perlu membekali bentengvpertahanan dari
pergaulan bebas selama pubertas.

Berikut bentuk pendidikan agar nak terhindar dari pacaran/


pergaulan bebas

• Memberikan Fondasi Agama


• Sinergi Pengasuhan
• Memilih pergaulan dan sekolah
• Edukasi sejak dini
• Menyeleksi tontonan / bacaan

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berpacaran adalah hal yang terlarang dalam agama dan banyak seklai dampak
negatif nya dalam pencapaian prestasi belajar. peran orang tua dan guru sangat
penting agar mereka tidak terjerumus dalam perilaku-perilaku tidak baik yang di
timbulkan. Karena resiko berpacaran cukup tinggi untuk mental, osikologis
maupun agama.
B. Saran

1. Kepada Orang Tua

Sebagai orang tua, seharusnya memberi pengertian memberi ajaran


bahwa pacaran itu adalah suatu hal yang dilarang di agama dan
mempunyai banyak sekali dampak negatif nya. Memberi kasih sayang dan
18
perhatian yang cukup.

2. Kepada Siswa, pelajar maupun anak

Seharusnya kita harus mematuhi peraturan agama, jangan menambah dosa


oragtua, menjaga circle pertemanan kita, dan jika dirasa itu sudah tau hal
yang tercela jangan coba coba untuk di coba.

19
DAFTAR PUSTAKA

https://umma.id/channel/answer/post/mengapa-pacaran-dilarang-dalam-agama-
572230

https://www.kompasiana.com/aiskurniasih/5d2a0bf90d823025e75c9952/pengaruh-pacaran-
bagi-remaja

http://santriputrippri.blogspot.com/2017/05/pengaruh-pacaran-terhadap-prestasi.html

20
LAMPIRAN

Pedoman Wawancaara Subjek Penelitian

Waktu :

Nama :

Alamat Asal :

Status :

Pertayaan:

1. Apakah kamu memiliki seorang kekasih?

2. Apa alasan kamu Berpacaran/ tidak berpacaran (salahsatu)

3. Apa arti kekasih bagi kamu?

4. Apakah oragtua mengizikan anda berpacaran?

5. Apakah anda merasa malu/ minder jika tidak mempunyai pacar?

21
Transkip Wawancara I

Hari / Tanggal : 14 November 2020

Waktu :-

Nama : Inda Charyani

Alamat Asal : Magelang

Status : Mahasiswa
Pertayaan:

1. Apakah kamu memiliki seorang kekasih?

• Tidak

2. Apa alasan kamu Berpacaran/ tidak berpacaran (salahsatu)?

• Karena menghambat dalam proses belajar, dosa, belum tertarik


sama laki-laki, fokus tujuan saya dulu untuk menggapai cita-cita,
saya tidak main-main soal perasaan, nggak ada waktu luang karena
saya nggak mau tambah pusing soalnya sudah mumet mikir
matematika

3. Apa arti kekasih bagi kamu?

• Saling tukar menukar kepalsuan, kebohongan, dan kemunafikan.


Maaf

4. Apakah oragtua mengizikan anda berpacaran?

• Tidak. Karena orangtua saya khawatir sekali terjadi sesuatu yg


tidak diinginkan. Dan saya mencoba menuruti permintaan ortu

5. Apakah anda merasa malu/ minder jika tidak mempunyai pacar?

• tidak

22
Transkip Wawancara II

Hari / Tanggal : 15 November 2020

Waktu :-

Nama : Elsa Pradipta

Alamat Asal : Kendal

Status : Mahasiswa

Pertayaan:

1. Apakah kamu memiliki seorang kekasih?

• Tidak

2. Apa alasan kamu Berpacaran/ tidak berpacaran (salahsatu)

• sebagai seorang muslimah tentu kita mengetahui bahwa pacaran


tergolong zina yang mendapat dosa besar, selain itu bagi sata
pacaran hanya akan menghambat proses kita pada fase muda yang
fokus akan keauksesan di masa depan dan menggapain cita cita

3. Apa arti kekasih bagi kamu?

• seseorang yang spesial yang statusnya tidak memiliki hubungan


darah sama sekali dengan kita

4. Apakah oragtua mengizikan anda berpacaran?

• tidak

5. Apakah anda merasa malu/ minder jika tidak mempunyai pacar?

• Tidak

23
24
25
26