Anda di halaman 1dari 6

Tugas Kelompok ke-3

(Minggu 8/ Sesi 12)

1. Venture Capital adalah perantara pasar antara para investor yang memiliki dana
kepada perusahaan yang baru berkembang yang membutuhkan dana. Bagaimana strategi yang
harus dilakukan oleh perusahaan yang baru berkembang agar mendapatkan pembiayaan usaha
dari venture capital?
Jawab:
Beberapa strategi yang harus dilakukan oleh perusahaan yang baru berkembang agar
mendapatkan pembiayaan usaha dari venture capital adalah:
a. Mendatangi event pameran start up atau UKM, biasanya acara seperti ini digelar oleh
media atau perusahaan venture capital itu sendiri sehingga merupakan waktu
yang tepat untuk berburu investor. Selain itu dengan mendatangi acara seperti
ini memudahkan perusahaan rintisan mendapatkan jaringan dan pengetahuan
praktis mengenai bisnis rintisan dan trik praktis seperti cara membuat proposal
usaha atau rencana bisnis yang baik.
b. Mengajukan rencana bisnis, agar investor tertarik pada konsep bisnis, rencana
usaha merupakan pintu masuk yang paling utama. ada 3 syarat sebuah rencana
bisnis dapat dikatakan baik, yaitu isinya dijelaskan dengan bahasa yang baik
dan mudah dipahami, singkat padat dan jelas, serta data-datanya akurat.
c. Due diligence, pada tahap ini proposal bisnis perusahaan rintisan diuji, maka
sebaiknya perusahaan rintisan menyiapkan tenaga dan mental karena akan
sangat sibuk sekali meladeni permintaan wawancara, evaluasi bisnis, dan
produk hingga penyempurnaan yang diinginkan oleh investor. Sehingga,
investor tertarik dan memutuskan untuk menanamkan modalnya di perusahaan
rintisan yang kita miliki.
d. Perjanjian dokumen, pada tahap ini investor sudah memutuskan untuk
menyuntikkan dana pada sebuah perusahaan. pemilik proposal dan pemodal
akan menyelesaikan masalah administrasi dan legalitas. Setelahnya, dana akan
ditransfer pada rekening perusahaan dan siap digunakan untuk membesarkan
bisnis.

ENTR6053 – Entrepreneurial Finance-R1


2. Bagaimana start-up di bawah ini berhasil mendapatkan pendanaan dari venture
capital? Sebutkan venture capital yang tertarik kepada perusahaan-perusahaan
tersebut.
a. Grab
b. Go-jek
c. Tokopedia
d. Elevania
Jawab:
a. Grab
Grab memulai sejarah pendanaan sejak April 2014 hingga saat ini banyak
investor yang meliriknya karena melihat potensi dan pangsa pasar yang begitu
besar yang dimiliki oleh Grab, sehingga menjadikannya start up yang telah naik
pangkat dari unicorn menjadi decacorn. Hal ini tak lepas dari status mereka
sebagai everyday superapp, memberikan beragam layanan yang tepat dan
didambakan masyarakat. Mulai dari GrabTaxi, GrabCar dan GrabBike yang
bergerak di bidang angkutan online, layanan fintech berupa GrabPay, hingga
kemudahan mendapatkan makanan dan bahan-bahan pokok di GrabFood dan
GrabFresh. Inovasi akan terus mereka lakukan untuk semakin meningkatkan
pelayanan yang memudahkan masyarakat. Bila mampu menjaga konsistensi
dalam kualitas layanan, tak heran kalau status decacorn akan cepat berlalu
berlalu, berganti dengan hectocorn dalam beberapa tahun ke depan.
Venture Capital yang tertarik pada Grab, diantaranya:
 Tahun 2014 mendapatkan Pendanaan Seri A dari Vertex Venture Holdings
yang merupakan anak usaha dari Temasek Holdings sebesar USD 10 juta, atau
sekitar 140 miliar.
 Tahun 2014 mendapatkan Pendanaan Seri B didapatkan dari GGV Capital asal
China, Qunar dan Vertex Venture senilai USD 340 juta.
 Masih di tahun 2014 Pendanaan Seri C didapatkannya dengan nilai USD 65
juta dari Tigel Global asal Amerika Serikat, GGV Capital dan Venture Vertex.
 Di akhir tahun 2014 SoftBank Group dari Jepang juga ikut memberikan
Pendanaan, kali ini Seri D, sebesar USD 250 juta.
 Tahun 2015 investor besar dari Tiongkok, Didi Chuxing dan China Investmen
Corporation (CIC) ikut dalam pendanaan Grab. Nilai yang diberikan cukup
besar hingga masuk dalam Pendanaan Seri E dengan total USD 350 juta.

ENTR6053 – Entrepreneurial Finance-R1


 Tahun 2016  investor dari SoftBank, Didi Chuxing, serta produsen otomotif
Honda menggelontorkan Pendanaan Seri F dengan total nilai USD 750 juta.
 Tahun 2017 SoftBank, Didi Chuxing, serta Toyota mengucurkan dana sebesar
USD 2,5 miliar.
 Tahun 2018  sebuah pendanaan besar-besaran sebesar USD 3 miliar, atau
setara tiga kali unicorn berhasil didapatkan dari Toyota, Microsoft, Booking
Holdings dan Yamaha Motors.

b. Go-jek
Awalnya Gojek kurang mendapat perhatian dari masyarakat, namun pada tahun
2015 terjadi perubahan besar-besaran ketika gojek meluncurkan aplikasinya di
Android dan iOS. Sejak saat itu, Gojek terus berkembang, mulai bertambahnya
jumlah mitra pengemudi, jumlah layanan, memperluas daerah operasi hingga
menjalankan ekspansi ke luar negeri.
Selama lebih dari 8 tahun beroperasi, Gojek menggelar sembilan kali putaran
penggalangan dana. Ada 24 investor yang telah menyuntikan dana ke Gojek
dengan total mencapai 3,1 miliar dolar AS.
Venture Capital yang tertarik pada Gojek, diantaranya:
 Tahun 2014 Gojek mendapatkan investasi Seri A. Investasi ini dilakukan oleh
Openspace Ventures dan Capikris Foundation yang jumlahnya tidak diungkap.
 Tahun 2015 Gojek kembali mendapatkan suntikan dana. Pada putaran
pendanaan Seri B yang dilakukan Gojek pada 2015, ada tiga Investor yang
berpartisipasi, yakni Sequoia Capital India, DST Global, dan Openspace yang
kembali ikut serta. Besaran dana yang diberikan juga tidak diungkap.
 Tahun 2016 Gojek menggelar putaran pendanaan Seri C yang diikuti oleh dua
investor, yakni Rakuten dan Openspace Ventures. Selang beberapa bulan
Gojek mendapatkan pendanaan Seri D yang diikuti oleh 10 investor. Beberapa
investor lainnya yang berpartisipasi adalah DST Global, Northstar Group,
Farallon Capital Management, Rakuten, dan Sequoia Capital India. Nilai
investasi yang berhasil dikumpulkan lebih dari 550 juta dolar AS.
 Tahun 2017 pendanaan Seri D kembali digelar Gojek. K3 Venture menjadi
pihak yang berinvestasi dengan jumlah kucuran dana yang tidak diungkap
angkanya.
 Tahun 2018 Gojek mendapatkan suntikan dana seri E dari 11 investor,
diantaranya Temasek Holdings, Via ID, PT. Astra International Tbk - TSO

ENTR6053 – Entrepreneurial Finance-R1


Salemba, New World Strategic Investment, Meituan-Dianping, JD.com, Hera
Capital, Google, dan Blibli. Total dana yang terkumpul mencapai 1,5 miliar
dolar AS.
 Tahun 2019 Gojek kembali meraih suntikan dana Seri F dari PT. Astra
International Tbk - TSO Salemba. Tidak disebutkan berapa dana yang
dikucurkan Astra untuk Gojek.

c. Tokopedia
Cara Tokopedia mendapatkan venture capital berawal dari sebuah usaha kerja
keras bernegosiasi membangun kepercayaan dengan para investor untuk
meyakinkannya agar tertarik untuk memberikan pendanaan awal. Konsep
Tokopedia sebagai marketplace gratis dengan visinya “memberikan pendanaan
awal” ternyata mampu menarik banyak investor. Salah satunya Sequoia Capital
adalah pemodal di balik keberhasilan Apple, Google, YouTube, Instagram, dan
WhatsApp yang tertarik untuk menyuntikkan dananya kepada Tokopedia karena
sesuai dengan filosofi investasi mereka adalah ke perusahaan yang mampu
membawa manfaat sebesar-besarnya bagi banyak orang. 
Venture Capital yang tertarik pada Gojek, diantaranya:
 Tahun 2009 Pendanaan awal Tokopedia berasal dari PT Indonusa Dwitama,
sebuah perusahaan yang bergerak di bisnis teknologi informasi dan internet,
jasa keuangan, sumber daya mineral, dan energi.
 Tahun 2010 East Ventures, perusahaan modal ventura yang berbasis di
Singapura melakukan investasi ke Tokopedia melalui pembelian sebagian
saham perusahaan.
 Tahun 2011 perusahaan modal ventura CyberAgent Venture menggelontorkan
dana sebesar 700 ribu dolar AS atau sekitar Rp 10,2 miliar dalam pendanaan
seri B.
 Tahun 2012 mereka mendapatkan sejumlah dana segar dari perusahan modal
ventura asal Japan, Beenos Partner yang sebelumnya bernama Netprice, Ltd.
Nominal pendanaan seri C dari Beenos Partner untuk Tokopedia tidak
diungkap.
 Tahun 2013 investasi datang lagi untuk Tokopedia. Dipimpin oleh perusahaan
modal ventura Softbank Ventures Korea, bersama dengan CyberAgent
Ventures dan East Ventures, melakukan pendanaan seri D untuk Tokopedia.

ENTR6053 – Entrepreneurial Finance-R1


Nominal dari kesepakatan ini tidak diungkap oleh Tokopedia maupun
SoftBank.
 Tahun 2014 Tokopedia mendapat pendanaan seri E yang dipimpin oleh
Softbank Telecom Corp bersama Sequoia Capital dan Softbank Ventures
Korea. Nilai investasi ini mencapai 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,4
triliun.
 Tahun 2016 Tokopedia kembali mendapatkan pendanaan seri E. Situs e-
commerce ini mendapatkan dana sebesar 147 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,1
miliar. Tokopedia tidak mengungkap siapa investor yang menyuntikan dana
tersebut ke mereka, karena dalam syarat dan ketentuan bersifat anonim.
 Tahun 2017 Tokopedia mengumumkan telah menerima suntikan dana segar
dari Alibaba Group. Nominal pendaan seri F ini mencapai 1,1 miliar dolar AS
atau sekitar Rp 16 triliun.
 Tahun 2018 Tokopedia mengumumkan menerima suntikan dana baru sebesar
1,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16 triliun. Pendanaan ini dipimpin oleh
SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group, dengan partisipasi Softbank
Ventures Korea serta beberapa investor Tokopedia sebelumnya.

d. Elevania
elevenia.com merupakan platform marketplace, yang diperkenalkan awal 2014
oleh PT XL Axiata dan SK Planet dari Korea Selatan. Pada tahap awal, funding
untuk elevenia sebesar US$ 18,3 juta. Pada awal tahun 2016, elevenia kembali
mendapatkan pendanaan dari pemiliknya, sebesar US$ 50 juta atau sekitar Rp 695
miliar. Secara keseluruhan jumlah total investasi yang didapatkan elevenia sejak
awal didirikan, telah mencapai sekitar $110 juta atau setara Rp 1,5 triliun.

Sumber:
https://www.merdeka.com/teknologi/histori-perjalanan-investasi-grab-hingga-jadi-decacorn-
pertama-di-asia-tenggara.html
https://kumparan.com/kumparantech/perjalanan-investasi-gojek-dari-awal-berdiri-hingga-
jadi-decacorn-1qpQdcGYzjd/full
https://kumparan.com/kumparantech/rangkaian-investasi-yang-diterima-tokopedia-dari-2009-
hingga-2018-1544669941534032824/full
https://youngster.id/headline/inilah-startup-lokal-dengan-pendanaan-fantastis/

ENTR6053 – Entrepreneurial Finance-R1


NAMA KELOMPOK

PIPTA EKA WIANDRA- 2101747444


GERTRUDES MARIA DE FATIMA FRANS ALVES- 2101747305
SABRINA ALIYA-2101755875
NADIA WIDY OKTAVIANI-2101761013
JOSSE CARNOVEN SIMANGUNSONG-2101756455
DIAN ANGGRAENI-2001687923

ENTR6053 – Entrepreneurial Finance-R1