Anda di halaman 1dari 21

STUDI KASUS

PASIEN TINEA CORPORIS ET CRURIS PADA DEWASA


DENGAN FAKTOR RISIKO INTERNAL MELALUI
PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS
KECAMATAN CEMPAKA PUTIH

Disusun Oleh :
Larasati Yofi Putri 1102015119

Pembimbing :
Dr. DINI WIDIANTI, MKK, DiplDK

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA BAGIAN ILMU


KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI JAKARTA
2020
PERNYATAAN PERSETUJUAN

Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul “PASIEN TINEA


CORPORIS ET CRURIS PADA DEWASA DENGAN FAKTOR RISIKO
INTERNAL MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI
PUSKESMAS KECAMATAN CEMPAKA PUTIH” ini telah disetujui oleh
pembimbing untuk dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas
dalam Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.

Jakarta, Februari 2020


Pembimbing,

Dr. DINI WIDIANTI, MKK,


DiplDK
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Alhamdulillahirabbil’alamin, puji dan syukur senantiasa kami ucapkan kehadirat


Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia- Nya kepada tim penulis
sehingga Laporan Diagnosis dan Intervensi Komunitas yang berjudul
Pengetahuan Keluarga Binaan terhadap Program Keluarga Berencana di
Desa Kemunging, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi
Banten ini dapat diselesaikan.
Penulisan dan penyusunan laporan ini bertujuan untuk memenuhi tugas
kepaniteraan klinik bagian Ilmu Kedokteran Masyarakat Fakultas Kedokteran
Universitas YARSI. Selain itu, tujuan lainnya adalah sebagai salah satu sumber
pengetahuan bagi pembaca, terutama pengetahuan mengenai Ilmu Kesehatan
Masyarakat, semoga dapat memberikan manfaat.
Penyelesaian laporan ini tidak terlepas dari bantuan para dosen
pembimbing, staf pengajar, dokter dan tenaga medis Puskesmas, serta orang-orang
sekitar yang terkait. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada:
1. dr. Fathul Jannah, M.Si Dipl.DK, selaku kepala bagian dan staf Kepaniteraan
Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
2. dr. Dini Widianti, MKK, Dipl.DK, selaku koordinator Kedokteran Komunitas,
dosen pembimbing, dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
3. dr. Yusnita, M.Kes, Dipl.DK, selaku staf Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
4. Dr. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes, selaku staf Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
5. Dr. Rifqatussa’adah, S.KM, M.Kes, selaku staf Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
6. dr. Dian Mardiyah, MKK, Dipl,DK. selaku staf Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
7. dr. Siti Maulida Sari, M.Kes, selaku staf Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
8. dr. Maya Trisiswati, MKM. selaku staf Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
9. dr. H. Sumedi Sudarsono,MPH. selaku dosen tamu Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
10.dr. Indah Rachmawati,MKM, selaku dosen tamu Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
11.dr. Atikah Adyas,MDM,MHP,AAK. selaku dosen tamu Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
12. dr. Dicky selaku ketua Puskesmas Kecamatan Kecamatan Cempaka Putih,
Jakarta Pusat.
13.dr. Shinta Dwi, dan Ibu Murti serta seluruh tenaga kesehatan Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih yang telah memberikan bimbingan dan data kepada
penulis untuk kelancaran proses penulisan laporan ini.
14. Seluruh rekan sejawat yang telah memberikan motivasi dan kerjasama
sehingga tersusun laporan ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan
laporan ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca
sangat diharapkan untuk perbaikan di masa mendatang. Semoga laporan ini dapat
memberi manfaat bagi semua pihak.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh.

Jakarta, Januari 2020

Tim Penulis
BAB I
BERKAS PASIEN

A. Identitas Pasien
Nama : Ny. Y
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 34 tahun
Agama : Islam
Alamat : Jl. Cempaka Putih Tengah no. 30, Cempaka Putih
Timur, Jakarta Pusat.
Suku Bangsa : Jawa
Pendidikan : SD
Pekerjaan : ART
Tanggal periksa : 29 Januari 2020

B. Anamnesis
Dilakukan secara autoanamnesis terhadap pasien pada tanggal 29 Januari
2020

1. Keluhan Utama:
Gatal-gatal di selangkangan dan ketiak.

2. Keluhan Tambahan:
Kulit kering dan bersisik.

3. Riwayat Penyakit Sekarang:


Pasien datang ke Puskesmas Cempaka Putih dengan keluhan gatal gatal di
bagian selangkangan dan kedua ketiak sejak 2 minggu yang lalu. Pasien juga
mengeluh kulitnya kering dan bersisik di daerah yang sama. Pasien mengaku
tidak punya alergi apapun.
Pasien mengaku selalu menjaga kebersihan dirinya. Pasien menganggap
penyakitnya dapat disembuhkan dan berharap penyakitnya dapat sembuh
karena merasa tidak nyaman dalam menjalani kegiatan sehari-hari.
Keluarga pasien yakin penyakit yang pasien alami dapat disembuhkan
dengan pengobatan yang akan diberikan, karena menurut pasien dan
keluarganya penyakit pasien adalah penyakit yang tidak serius.
Pasien percaya bahwa sehat dan sakit datangnya hanya dari Allah SWT.
Keluarga pasien yakin bahwa Allah SWT akan menyembuhkan pasien.

4. Riwayat Penyakit dahulu


a. Keluhan serupa (+)
b. Asthma (-)
c. Alergi (-)
d. Hipertensi (-)
e. DM (-)
f. Jantung (-)

5. Riwayat penyakit keluarga


Tidak ada keluarga pasien yang mengalami keluhan serupa dengan pasien.

6. Riwayat pengobatan
Pasien mengatakan belum melakukan pengobatan apapun sebelumnya.

7. Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien berada di tingkatan sosial ekonomi menengah ke bawah. Pasien
tinggal di rumah majikan bersama suaminya. Pasien merupakan asisten rumah
tangga dan mendapatkan biaya kehidupan sehari-hari dari suaminya dan
gajinya sendiri. Suami pasien bekerja sebagai tukang kebun di rumah yang
sama. Pasien mengaku penghasilannya cukup untuk membiayai kehidupan
sehari-hari.

8. Riwayat Kebiasaan
Sebelum sakit pasien memiliki kebiasan pola makan 3x sehari. Pasien
mengatakan jarang meminum air putih dan jarang mengkonsumsi buah dan
sayur. Pasien mengaku jarang berolahraga dikarenakan malas dan tidak ada
waktu. Saat ini pasien masih dapat melakukan pekerjaan rumah tangga seperti
mencuci, menyapu, dan mengepel.

C. Status Generalis
 Keadaan umum : Baik
 Kesadaraan : Compos Mentis
 Kepala : Dalam Batas Normal
 Leher : Dalam batas Normal
 Thorax : Dalam Batas Normal
 Abdomen : Dalam Batas Normal
 Alat kelamin : Lihat Status Dermatologis
 Ekstermitas : Dalam Batas Normal

D. Status Dermatologis
Gambar. Gambaran Lesi di sekitar Ketiak dan Lipat Paha

 Lokasi: lipat paha dan ketiak


 Distribusi: Terlokalisir
 Ruam: Plak eritematosa, berskuama, batas tegas, ukuran diameter lebih dari 10 cm,
tepian polisiklik.

E. Pemeriksaan penunjang

1. Pemeriksaan langsung dengan KOH 10%


Pemeriksaan ini dilakukan untuk menemukan jamur yang dicurigai sebagai penyebab
tinea corporis dan cruris pada pasien. Hasil pemeriksaan yang positif akan menunjukkan
gambaran hifa bersepta.
BAB II
BERKAS KELUARGA

A. Profil Keluarga
Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala Keluarga (KK) : Tn. M, 34 tahun.
b. Struktur Komposisi Keluarga
Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah
No Nama Keduduka Gender Usia Pendidikan Pekerjaan Penghasilan
n
1 Tn. M KK L 34 th SD Tukang Kebun Rp. 4.000.000
2 Ny. Y Istri P 34 th SD Asisten Rumah RP. 4.000.000
Tangga

B. Genogram
1. Bentuk Keluarga
Keluarga Tn. M terdiri dari empata orang, yaitu Tn. M sebagai kepala
keluarga; Ny. Y sebagai istrinya; dan kedua anaknya yang tinggal di
kampung. Dengan demikian, keluarga ini termasuk dalam keluarga inti
(nuclear family).

2. Tahapan Siklus Keluarga


Menurut Duval (Niacholas 1984), keluarga ini termasuk dalam siklus
keluarga tahap kelima, keluarga dengan anak remaja (anak tertua berumur 12-
20 tahun).

3. Fungsi Keluarga
a. Biologis
Secara aspek biologis keluarga Tn. M telah menjalankan fungsinya dengan
baik. Tn. M dan Ny. Y telah memiliki dua orang anak, dua anak laki-laki.
b. Psikologis :
Secara psikologis keluarga tersebut saling menyayangi satu sama lain.
c. Sosial :
Tn. M dan Ny. Y sudah mulai mengajarkan norma-norma agama dan sopan
santun terhadap orang lain sejak kecil kepada anak - anaknya, memberikan
pengertian bahwa mereka harus mencari nafkah ke kota dan meninggalkan
anak-anak di kampong.
c. Ekonomi :
Tn. Y bekerja sebagai tukang kebun penghasilan yang diperoleh hanya cukup
kebutuhan sehari-hari. Ny. Y membantu memenuhi kebutuhan dengan
bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah yang sama.

d. Dinamika Keluarga
Hubungan keluarga satu sama lain selama ini tidak ada masalah. Kedua
anak pasien sangat akrab dan kakaknya dapat menjaga adiknya. Pasien dengan
suaminya tergolong dekat. Pasien cenderung lebih cerewet kepada suaminya
dibandingkan suaminya. Pasien mengaku suaminya sangat sabar.

e. Family Map

Gambar . Genogram

Keterangan:

: Laki-laki meninggal

: Perempuan meninggal
: Laki-laki

: Perempuan

: Pasien
: Hubungan pernikahan
: Garis keturunan.

: Tinggal satu rumah

1. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan Tempat Tinggal

Tabel . Lingkungan Tempat Tinggal


Status kepemilikan rumah Bukan milik sendiri (rumah majikan).
Daerah perumahan Kawasan elit
Karakteristik Rumah dan Kesimpulan
Lingkungan
Luas rumah: 8x15 m2. Ny. Y tinggal bersama suami dann
Jumlah penghuni: 8 (delapan) orang.
majikannya di suatu rumah dengan
Bertingkat/tidak bertingkat: bertingkat.
Lantai rumah: tegel. lingkungan yang padat. Keadaan rumah
Dinding rumah: tembok.
memadai, dengan dilengkapi jamban di setiap
Jamban keluarga: ada.
Ketersediaan air bersih: air pam. kamar, sumber air dari air pam dan
Tempat pembuangan sampah: ada.
pembuangan sampah ada.

Dapur
Kamar Kamar
Kamar Kamar
tidur tidur
tidur tidur

Kamar Kamar Kamar


Kamar tidur tidur tidur tidur

Lantai 2

Teras

Ruang Kamar Kamar


Ruang
makan tidur tidur
keluarga

Ruang Kamar Kamar


tamu tidur tidur

Lantai 1

Gambar . Denah Rumah Tempat Tinggal Keluarga Tn. M

b. Kepemilikan Barang-Barang Berharga


 Satu unit sepeda motor.
 Satu unit televisi 15 inchi.
 Satu unit telepon genggam.
 Satu unit setrika.
 Satu unit penanak nasi.
Kepemilikan yang dimiliki keluarga Ny. Y termasuk dalam
ekonomi menengah ke bawah karena tidak mempunyai barang-
barang yang mewah dan penghasilan cukup sesuai UMR.

2. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga


a. Tempat berobat : Puskesmas.
b. Jaminan kesehatan : BPJS Kesehatan.
3. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)
Tabel . Pelayanan Kesehatan
Faktor Keterangan Kesimpulan
Aksesibilitas Kendaraan roda dua Jika ada yang sakit, langsung dibawa ke
(sepeda motor) puskesmas, karena biaya yang gratis
Tarif Gratis
dan jarak yang tidak terlalu jauh dari
rumah. Tn. M dan Ny. Y mengatakan
Kualitas Cukup memuaskan
merasa cukup puas dengan pelayanan di
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih.

4. Pola Konsumsi Makan Keluarga

a. Kebiasaan Makan
Keluarga Ny. M makan sebanyak tiga kali sehari; makan pagi, siang,
malam hari dengan menu makanan yang bervariasi dan dimasak sendiri oleh
Ny.Y. Menu makanan seperti daging, ayam, ikan, tempe, tahu, telur, sayuran
dan sesekali mengonsumsi buah-buahan.
b. Menerapkan pola gizi seimbang
Menu makanan keluarga Ny. S setiap harinya yaitu nasi, daging, ayam,
ikan, telur, tahu, tempe, sayuran dan buah. Adapun 10 pesan gizi seimbang
departemen kesehatan adalah :
1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan
3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein
tinggi
4. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok
5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak
6. Biasakan Sarapan
7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan
normal
Dari 10 pesan gizi seimbang pasien belum memenuhi gizi seimbang
tersebut karena pada poin 2, 4 dan 5 pasien belum memenuhi kriteria
tersebut.

Pola makan pasien tiga hari terakhir (Food Recall) ialah :

(26 Januari 2020)


 Pagi : 644 kal
Jumlah Gr /kal Protein Karbohidrat Lemak
Nasi goreng 100 gr = 329 kal 12,45 gr 41,82 gr 11,96 gr
Telur ceplok 60 gr = 240 kal 11 gr 0 gr 0 gr
Teh manis 75 kal 0 gr 0 gr 0 gr

 Siang : 502 kalori


JumlahGr /kal Protein Karbohidrat Lemak
Nasi 100 gr = 175 kal 4,07 gr 32,84 gr 12,95 gr
Tumis capcay 100 gr = 92 kal 2,2 gr 2 gr 9,2 gr
Tahu goreng 1 buah = 35 kal 2,23 gr 1,36 gr 2,62 gr
Ikan goreng 100 gr = 200 kal 20, 95 gr 2,38 gr 11,41 gr
Air Putih 0 kal 0 gr 0 gr 0 gr

Malam : 467 kalori


Jumlah Gr /kal protein karbohidrat Lemak
Nasi 100 gr = 175 kal 2,6 gr 27,9 gr 0,28 gr
Tumis capcay 100 gr = 92 kal 2,2 gr 2 gr 9,2 gr
Ikan goreng 100 gr = 200 kal 20, 95 gr 2,38 gr 11,41 gr
Air putih 0 kal 0 gr 0 gr 0 gr

(27 Januari 2020)

 Pagi : 490 kal


Jumlah Gr /kal Protein Karbohidrat Lemak
Nasi 100 gr = 175 kal 2,6 gr 27,9 gr 0,28 gr
Telur 60 gr = 240 kal 11 gr 0 gr 0 gr
ceplok
Teh manis 75 kal 0 gr 0 gr 0 gr

 Siang : 479 kalori


JumlahGr /kal Protein Karbohidra Lemak
t
Nasi 100 gr = 175 kal 4,07 gr 32,84 gr 12,95 gr
Tumis kangkung 100 gr = 92 kal 2,2 gr 2 gr 9,2 gr
Ayam goreng 5 buah = 212 kal 14,2 gr 9,8 gr 12,6 gr
Air Putih 0 kal 0 gr 0 gr 0 gr

 Malam : 725 kalori

JumlahGr /kal Protein Karbohidrat Lemak


Nasi 100 gr = 175 kal 4,07 gr 32,84 gr 12,95 gr
Tumis kangkung 100 gr = 92 kal 2,2 gr 2 gr 9,2 gr
Tempe goreng 1 buah = 34 kal 2 gr 1,79 gr 2,28 gr
Ayam goreng 5 buah = 212 kal 14,2 gr 9,8 gr 12,6 gr
Martabak telur 5 buah = 212 kal 14,2 gr 9,8 gr 12,6 gr
Air Putih 0 kal 0 gr 0 gr 0 gr

(28 Januari 2020)

 Pagi : 718 kal


Jumlah Gr /kal Protein Karbohidrat Lemak
Nasi uduk 1 bungkus = 232 kal 3 gr 28 gr 12 gr
Gorengan 120 gr = 274 kal 3,97 gr 13,47 gr 23,18 gr
Martabak 5 buah = 212 kal 14,2 gr 9,8 gr 12,6 gr
telur
Air Putih 0 kal 0 gr 0 gr 0 gr

 Siang : 479 kalori


JumlahGr /kal Protein Karbohidra Lemak
t
Nasi 100 gr = 175 kal 4,07 gr 32,84 gr 12,95 gr
Sayur sop 100 gr = 92 kal 2,2 gr 2 gr 9,2 gr
Ikan goreng 100 gr = 200 kal 20, 95 gr 2,38 gr 11,41 gr
Lalapan 100 gr = `12 kal 0,59 gr 2,16 gr 0,16 gr
Air Putih 0 kal 0 gr 0 gr 0 gr

 Malam : 479 kalori


JumlahGr /kal Protein Karbohidrat Lemak
Nasi 100 gr = 175 kal 4,07 gr 32,84 gr 12,95 gr
Sayur bayam 100 gr = 92 kal 2,2 gr 2 gr 9,2 gr
Ikan goreng 100 gr = 200 kal 20, 95 gr 2,38 gr 11,41 gr
Lalapan 100 gr = `12 kal 0,59 gr 2,16 gr 0,16 gr
Air Putih 0 kal 0 gr 0 gr 0 gr

6. Pola Dukungan Keluarga


a. Faktor pendukung terselesainya masalah dalam keluarga
 Suami pasien memberikan saran atas penyakit pasien dengan cara :
o Mengingatkan pasien agar tidak menggaruk bagian yang gatal
karena khawatir terjadi perlukaan
o Memotivasi pasien untuk menjaga kebersihan diri
o Mengingatkan ke pasien untuk berobat ke dokter/puskesmas.
b. Faktor penghambat terselesainya masalah dalam keluarga
 Suami pasien menyarankan agar membeli obat salep gatal sendiri dulu
sebelum ke dokter
 Aktivitas keluarga Tn. M terbatas kepada perintah majikan termasuk
dalam melakukan kegiatan menjemur Kasur. Selain itu, keadaan rumah
yang tertutup membuat sinar matahari sulit masuk.

4. Identifikasi Permasalahan yang didapat dalam keluarga


 Keluarga kurang mengerti mengenai perilaku hidup bersih dan sehat
 Kurangnya kesadaran untuk menjaga kesehatan kulit terutama di bagian
yang rawan lembab.
BAB III
DIAGNOSIS HOLISTIK

1. Aspek Personal
 Alasan kedatangan :
Pasien datang ke Puskesmas dengan keinginan sendiri dan dukungan dari
suami untuk memeriksakan kulitnya
 Harapan :
Pasien memiliki harapan dapat segera sembuh agar rasa gatal dan tidak
nyaman di kulitnya hilang.
 Kekhawatiran :
Pasien memiliki kekhawatiran penyakitnya akan mengganggu
konsentrasinya dalam bekerja
 Persepsi mengenai penyakit :
Pasien mengganggap bahwa penyakitnya merupakan penyakit yang umum
diderita dan bukan meripakan penyakit serius.

2. Aspek Klinik
Berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik disimpulkan sebagai
berikut :
Diagnosis kerja : Tinea corporis et cruris

3. Aspek Risiko Internal


- Pola makan :
Pola makan pasien tidak memenuhi pola gizi seimbang. Pasien jarang makan
buah-buahan.
- Kebiasaan :
Pasien jarang menjemur kasur tempat tidurnya. Pasien tidak
memperhatikan kelembaban daerah lipatan paha serta ketiak yang sering
berkeringat.
- Spiritual :
Pasien percaya bahwa penyakit yang dideritanya adalah teguran dari Allah
SWT karena ia jarang mempeprhatikan kebersihan daerah-daerah yang rawan
lembab di tubuhnya.

4. Aspek Psikososial Keluarga


Faktor pendukung kesehatan pasien yang berasal dari keluarga ialah
adanya dorongan dari suami agar berobat ke puskesmas.

5. Aspek Fungsional
Secara aspek fungsional, pasien termasuk derajat 1 yang mana pasien sehat
dan dapat melakukan aktivitas sehari – hari.
5. Rencana Penatalaksanaan
Tabel . Rencana Penatalaksanaan Ny. Y
Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang diharapkan
Aspek Personal - Menjelaskan kepada pasien Pasien Pada saat -Pasien memahami
tanda-tanda penyakitnya dan di tanda-tanda
apa yang harus dilakukan Puskesmas penyakitnya.
selanjutnya. dan
- Menjelaskan kepada pasien kunjungan - Pasien menjadi lebih
bahwa penyakitnya tersebut rumah tenang.
dapat disembuhkan.
- Meningkatkan kesadaran - Pasien sadar dan mau
pasien untuk menjaga melakukan perilaku
kebersihan diri serta memakai bersih dan sehat agar
pakaian yang kering dan terhindar dari penyakit
menjaga daerah lipatan yang kulit yang sama atau
rawan lembab tetap bersih dan yang lainnya di
kering. kemudian hari.
Aspek Klinik -Sistemik : ketoconazole tablet Pasien Pada saat Membunuh jamur
200 mg / hari di penyebab infeksi kulit
- Topikal: ketoconazole 2% Puskesmas pada pasien.

cream dipakai 2x sehari


setelah mandi

Aspek Risiko - Menyarankan kepada pasien Pasien Pada saat - Pasien mendapatkan
Internal agar menjalani pola makan di vitamin yang
seimbang dan konsumsi buah- Puskesmas dibutuhkan oleh kulit
buahan. dan dari sumber yang alami.
- Mengedukasi pasien tentang kunjungan
pentingnya menjaga rumah - Mencegah penyebaran
kebersihan diri dan agen infeksi dan
lingkungan. Menyarankan mencegah infeksi
pasien untuk menjemur kasur berulang.
serta menjaga lipatan paha dan
ketiak agar tidak lembab. -Pasien dapat mandiri
- Menjelaskan kepada pasien dalam menyelesaikan
bahwa kesembuhan itu masalah terkait
daatangnya dari Allah SWT. kebersihan diri.
Aspek - Mengajak dan menjelaskan Keluarga Pada saat - Keluarga pasien lebih
Psikososial kepada suami pasien untuk pasien kunjungan meningkatkan perhatian
Keluarga terus mendukung dan rumah dan dukungan terhadap
memperhatikan pasien pasien.
Aspek  Menyarankan pasien untuk Pasien Pada saat -Pasien tidak terbebani
Fungsional tetap beraktivitas sehari-hari kunjungan dengan pekerjaan
seperti biasa. rumah rumahnya.

Prognosis
1. Prognosis ad functionam: baik
2. Prognosis ad sanam: baik
3. Prognosisad kosmetikam: baik