Anda di halaman 1dari 10

c  c 


  
    

Aug 3rd, 2010 | By galeriukm | Category: Budidaya Ikan

         menjadi salah faktor penentu keberhasilan bisnis ini.
Menanggulangi penyakit lele merupakan salah satu upaya mekmaksimalkan budidaya lele.
Meski pengetahuan dan cara menanggulangi penyakit pada budidaya lele cukup penting
terkadang diabaikan oleh peternak lele, apalagi jika usaha lele ini hanya menjadi usaha
sampingan atau bisnis skala usaha kecil. Banyak kejadian lele tiba-tiba mati mendadak dalam
jumlah besar atau satu per satu mati dan akhirnya tidak bisa panen. Pertanyaan dan keluhan
mengenai cara mengatasi penyakit pada ikan lele cukup sering kita dengar sehingga penting bagi
para pembudidaya lele untuk memiliki pengetahuan di dalam hal ini.    ukuran
besar nampak secara kasat mata misalnya kucing, ular,Linsang. Untuk lele bibit di sawah hama
lele bisa datang dari kodok, Ucrit dan burung pemakan ikan dan hewan-hewan lain.
  
    biasanya disebabkan o    yang tidak kasat mata.

Penyakit Biasa Menyerang Ikan Lele

         dan memerlukan penanganan yang berbeda-beda
tergantung jenis penyakitnya. Untuk mengetahui jenis penyakit apa yang menimpa ikan lele
peliharaan kita, bisa dilihat dari gejala-gejala luar ikan lele. Meski lele termasuk ikan yang tahan
hidup dalam air yang berkualitas buruk, tetapi          
     

                   


yang hidup pada tubuh ikan lele, mikroorganisme ini biasanya berupa virus, bakteri, jamur, dan
protozoa yang berukuran kecil. Beberapa penyebab penyakit pada ikan lele antara lain:


           
    

Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang terletak di ujung batang, dan cambuk ini
digunakan untuk bergerak. Ukurannya 0,7-0,8 x 1-1,5 mikron.
          : warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul
pendarahan. Lele bernafas megap-megap di permukaan air.

 : lingkungan harus tetap bersih, termasuk kualitas air harus baik.
Pengobatan: melalui makanan antara lain pakan dicampur Terramycine dengan dosis 50 mg/kg
ikan/hari, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut atau dengan Sulphonamid sebanyak 100
mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.

!
           c    
  : tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati,
ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik
putih di sekitar mulut dan sirip.

   " memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam.


Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5-7,5 gram/100 kg ikan/hari selama
5-15 hari.

#
    $%&  '(  

 " jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang
kondisinya lemah.

 " ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang
sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada
telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas.

   " benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate
2,5-3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1-0,2 ppm selama 1
jam atau 5-10 ppm selama 15 menit.

)
      *     +

 " parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai
inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis.
Gejala:
(1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air;
(2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang;
(3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.

   "air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.

Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan formalin
25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12-24 jam, kemudian
ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari.

,
      

 : cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang


insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip.

 : insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya
pernafasan terganggu.

   "
(1) direndam formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit;
(2) Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam;
(3) menyelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ±30
menit;
(4) memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit;
(5) dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ±10 menit.

-
   

 " lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan.

 "pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan


anemia/kurang darah.

   "Selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5
ppm.
Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian
kondisi tersebut harus segera diubah.

                     ,
misalnya tercemar oleh zat-zat berbahaya, kepadatan tebar yang terlalu besar dan perubahan
suhu yang drastis. Pada kondisi demikian daya tahan ikan lele menurun dan mudah terserang
penyakit. Penyakit pada lele bisa juga berasal dari bibit lele sudah membawa penyakit dari
asalnya, hanya belum menunjukkan gejala sakit saat ditebar. Untuk itu perlu berhati-hati dalam
memilih bibit lele. Cara lain mengatasi penyakit ikan lele adalah mengkarantina ikan lele sakit
pada kolam karantina yang diberi garam ikan, selain dengan pengobatan-pengobatan tersebut.
*   +

ã 
 
    
  

—    ë ›
 
 › 
   
       
 ›  › ›
 
   
ë     ï  
  
ïï  ï 

     
 ë      
   › 
 ›      
    
 ›   ›    

›
      › 

 › 



›

! 

Y M  ›
  › 
  
 ›     
   
 ›
 › 
 
Y  ›  › 
   ›
    ›
 
       
 
Y  ›
      ›
  
  ›   
 ››     
Y —     
›
          
 
   

     
 ! 
Y —     
›
     
"       ›
     #    
 !$$  
         $ M   
 
 

 
%&

. /
0 

Y  ›   › ›  ›  '      
› 
   ›
       ›
› 



Y  ›
      ›
  
  ›   
     
 
   ›      ›

       
        › 
      
 
Y —     
›
     
"            

    $
 ! 
 ›    

 › 
     $
 ! 
›  

    

121/

Y "   › ›



              
›     
Y  ›   › ›              
› 

          


Y  ›
      ›
  
  ›   › 
        —   
   › 

Y —     
›
     
" 
    ›
          ›
   
  
  ›  (      

          
    ›   
!

 )     

    $ 
 ›
 
  
    ›

&&..
Y M  ›
  › 
  ›
›  
› ›      

    ›
   › 

   
  


 ›
        "   
 › 

 
   
*  ›      ' +  ›*     +
Y  ›
      ›
  
  ›   ›
'        
  
     
—     
›
     
" 

   ›


     

    $

 !        ›
     #    $$,  $


2&1.

Penyakit ini disebabkan oleh protozoa, dimana mereka menyerang bagian insang dari ikan lele.
Ikan yang terserang oleh penyakit ini akan berputar putar dan muncul diatas permukaan air.
Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah merendam ikan lele yang sakit ke dalam air
berformalin berkonsentrasi 15 20 ppm.

 

 
 
 

  
#   M$$-

„
 
. ' › 
/
 ›! 

Belakangan ini semakin banyak kreasi olahan makanan berbahan


baku ikan berkumis (lele). Sebut saja sebagai contoh, keripik lele,
kerupuk lele, abon lele, nugget lele, dan bahkan es krim lele.
(foto: google)

    
›


      (  
›         "   

 
       
     
 
0  

       

      —  
  
›             )   
    
     

         



"             
  &M
  
     ›  ›1.        '2 
 › 340 #   # %      
    5
› 

˜  

.›  

               


       

Meski peluang menganga lebar, bukan berarti jaminan bakal lancar menjalankan usaha ini. Ada
juga yang sempat mencicipi usaha ini tetapi akhirnya mundur teratur.

Contohnya Anita Widyastuti, pemilik usaha Solideogloria di Magelang, Jawa Tengah.


Pertengahan tahun lalu Anita memulai usaha makanan olahan lele. Setelah berjalan 10 bulan, ia
memilih mundur dan kembali fokus menjadi peternak lele. ³Di Jawa Tengah pemainnya banyak,
jadi kami kesulitan memasarkan produk olahan lele,´ ujarnya.

Tapi Anda yang kepingin menjajal usaha ini jangan berkecil hati dulu. Yang penting sebelum
memasuki usaha ini Anda harus memiliki bekal persiapan matang. Selain modal duit, Anda juga
mesti kreatif mengolah dan meracik ikan lele menjadi aneka makanan yang menggugah selera.

Variasi makanan plus citarasa enak tentu mengundang minat pembeli. Maka, Anda mutlak
memiliki bekal pengetahuan teknik pengolahan makanan berbasis lele.

Semakin Anda kreatif memadupadankan makanan olahan lele dengan selera pasar, peluang
sukses di bisnis ini terbuka lebar. Banyak, kok, pebisnis sukses di usaha ini.

Contohnya, Nurul Indah Khasanah. Terjun ke bisnis makanan berbasis lele pada 2007 silam,
pemilik Khansa Food ini berhasil meraup omzet tebal dari usaha makanan olahan lele. Selain
abon lele, Khansa Food memproduksi keripik lele dan es krim lele.

Harga setiap produk olahan lele ini bervariasi. Es krim lele, misalnya, Rp 5.000 per cup.
Sementara abon lele berkisar Rp 14.000 per ons.

Ide membuat makanan berbahan baku lele ini muncul karena Nurul merasa bosan dengan
makanan olahan lele yang begitu-begitu saja. ³Paling banter diolah menjadi pecel lele,´ ujar
Nurul.

Padahal di Yogyakarta saja kebutuhan lele bisa berton-ton setiap hari. Dia beride, kalau diolah
lebih variatif tentu pasarnya bakal lebih berkembang.
Sejak itu, Nurul mencoba mengolah lele menjadi abon dengan rasa bawang, pedas, dan manis.
Ternyata, respon pasar lumayan besar. Pesanan terus mengalir ke mejanya. Selain Yogyakarta,
permintaan datang dari pembeli di kota-kota lain, seperti Surabaya, Malang, hingga Lampung.

Dalam sebulan, Nurul meraup omzet Rp 35 juta dari hasil menjual 250 kilogram (kg) abon lele.
Laba bersih yang masuk ke kantongnya 40% dari omzet atau sekitar Rp 14 juta per bulan.

Kenikmatan rezeki berbisnis makanan olahan lele juga dirasakan Murti Rahayu, pemilik Nazelia
di Cilacap, Jawa Tengah. Murti terjun ke usaha ini sejak 2007 dengan memproduksi abon lele.

Olahan lele racikan Murti sudah merambah ke beberapa daerah, seperti Jakarta, Yogyakarta,
Semarang, dan Bali. Dia mematok harga bervariasi antara Rp 10.000-Rp 15.000 per ons.

Murti meraih omzet Rp 15 juta setiap bulan. ³Laba bersih sekitar 40% dari omzet,´ ujarnya.
Belakangan, ia mulai berkreasi meracik menu lain, berupa keripik lele dan tengah bereksperimen
meramu nugget ikan lele.

Kendati tampak sepele, hasilnya bisa menggelegar jika Anda serius menggeluti bisnis ini. Kalau
Anda tertarik menjajal usaha ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut ulasannya:

‡ 

Anda tidak perlu memiliki kolam pembesaran lele jika ingin menggeluti bisnis makanan olahan
si kumis. Banyak tersedia ikan lele segar di pasar.

Supaya produksi lancar, Anda harus memastikan pasokan bahan baku mencukupi usaha ini.
Sebagai gambaran, menurut Murti, agar menghasilkan 3,5 kilogram (kg) abon lele, kita
membutuhkan bahan baku lele segar sekitar 10 kg.

Nurul menyarankan agar kita membeli lele langsung dari para peternak yang dekat lokasi usaha
kita. ³Selain hemat ongkos transportasi, harga juga lebih murah,´ tutur dia berbagi tip.

Menjalin kerjasama dengan peternak lele di sekitar lokasi usaha memang lebih menguntungkan.
Bukan hanya bisa mendapat harga lebih miring, pasokan lele juga lebih terjamin. Meski begitu,
Anda juga harus jeli memilih pemasok lele yang bagus. ³Makanya perlu survei lebih dulu,´
timpal Murti.

Harga lele di tingkat peternak saat ini berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 10.500 per kg. Harga
lele cenderung stabil karena pasokan melimpah. Jadi Anda tak perlu khawatir soal suplai bahan
baku.

Kecuali kalau banyak peternak lele yang mengalami gagal panen, harga lele biasanya rada
mahal. Nurul mencontohkan, saat gempa mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya tahun 2006,
banyak petani gagal panen karena banyak ikan mati. Akibatnya harga ikan bersungut itu beranjak
mahal. Jika ini yang terjadi, Anda perlu melirik sumber pasokan lain.
‡
  

Jika sudah mendapat pemasok lele, Anda harus memikirkan mengenai pilihan produk. Ikan lele
bisa diolah menjadi bermacam-macam produk karena tidak beraroma amis seperti ikan laut.

Sejauh ini, makanan olahan berbahan baku lele yang beredar di pasar meliputi abon, keripik, es
krim, dan nugget. Jika belum punya ide sendiri, Anda bisa memilih salah satu dari sekian banyak
jenis makanan olahan lele itu.

Jangan lupa Anda juga harus menyiapkan investasi peralatan untuk produksi. Nurul merogoh
kocek sekitar Rp 25 juta. Uang tersebut untuk membeli mesin produksi, seperti mesin pemisah
daging ikan lele dari tulangnya, mesin suwir daging, kompor gas beserta penggorengan, serta
mesin peniris.

Murti mengaku hanya mengeluarkan sedikit modal lantaran sebagian besar proses produksinya
dikerjakan secara tradisional dengan mengandalkan tenaga manusia. Ia hanya memakai mesin
peniris yang berguna untuk memisahkan minyak dari serat abon lele. ³Biar abonnya kering dan
tidak berminyak,´ tutur Murti.

‡


Bisnis makanan olahan berbasis lele memang memiliki ceruk pasar lebar. Tapi, Anda tetap harus
menyiapkan strategi pemasaran jitu agar produk Anda laris manis. Anda sebaiknya mencoba
berbagai cara pemasaran, supaya barang dagangan dikenal konsumen. Ambil contoh, Anda bisa
memanfaatkan promosi via internet atau rajin mengikuti acara pameran.

Jika makin dikenal dan ingin menjangkau pasar yang lebih luas, Anda bisa mencontoh
pengalaman Nurul dan Murti. Kedua pengusaha makanan olahan lele ini menjalin keagenan dan
distribusi dengan pihak lain.

Murti saat ini memiliki jaringan distribusi di kota-kota besar, seperti Semarang, Yogyakarta,
Surabaya, dan Jakarta. Bahkan, Murti juga ditawari menjadi pemasok abon lele di salah satu
supermarket di Jakarta. ³Tawaran serupa juga datang dari Bali,´ ungkapnya.

Nurul juga memasarkannya dengan sistem keagenan. Saat ini, Khansa Food memiliki agen di
beberapa kota, seperti Bekasi, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Lampung, dan Pekanbaru.

Selain keagenan, Khansa Food menjajakan menu olahan lele di dunia maya. Awalnya, Nurul
pernah menempuh strategi pemasaran bertingkat atau multi level marketing (MLM). Namun,
strategi ini kurang mendongkrak penjualan.

Untuk mengenalkan produknya ke pasar, Nurul banyak mengikuti pameran kuliner yang digelar
di berbagai kota di Indonesia. Belum lama ini, misalnya, Khansa Food berpartisipasi pada
Festival Raya Lele Nusantara di Jakarta.

Berbagai kiat bisnis menu olahan lele sudah terpampang, tinggal keberanian Anda mencoba
menekuninya. Budidaya ikan lele memiliki biaya yang murah, mudah ditemukan serta mudah
untuk diurus. Potensi yang dimilikinya pun sangat beragam dan tergolong populer. Hal tersebut
banyak kita temukan pada jalan-jalan di berbagai kota, contohnya adalah Warung Pecel Lele.

Sajian masakan dari warung Pecel lele cukup popular di berbagai kelas masyarakat Indonesia:
Atas, menengah, maupun bawah. Mengapa ? menu masakan yang dimiliki jenis makanan ini
cukup bervariasi, ada yang menggunakan sambal dengan tambahan mete, sambal terasi, sambal
tomat, sambal lombok ijo, serta sambal bawang.

Seiring dengan besarnya animo selera masyarakat kita akan menu yang warung pecel lele
hadirkan. Banyak dari warung yang telah berada di berbagai jalan-jalan kota pun menuai
hasilnya. Karena harganya yang relatif murah, tak heran bila hal t

 
   

)  %  
     ›      
›
 
 
 ( '    % #) —  ›.  "     

     ›
      '

— 
# 
" 
6


7 ›
    ï
 
  
    
 '     
  

.     2 

*  
+   '
 2!           ›* +

   *  +
 
 * +
 


*  +
 * +

* +
- 
  › *    +

ï   
    ›    ›    ›
  
 
  $$$
 
  $$$
  
  $$$
- 
  $$$

ï   

   
   
 
          *   +

         

 


 

   





*     8$


 +

*+
   
   › 
 ›  ›   

› 
      
   
  
›
›          
   
 
 



„   


 
  '  ›
  ›    
      
›       '› 
 

   



   ›       
  
   

 
   2   ›
 
 

    ›
  
      
› 
        

 
›  ›
 
 

    ›
    
   

((       
 
       
 
6       4 

964 : ;<             
 
 2  
     
    
< ›      ›  

   )›




  
   › ›