Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN

LIPOMA
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS SEMESTER IV
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH 3
DOSEN PENGAMPU : Ns. Ulfa Husnul Fata, M. Kep.

Disusun Oleh :

1. AYU RAHMAWATI ( 1911012 )


2. DAHLIA VANLESDIAN PUTRI ( 1911015 )
3. SALMAN ROZIQ ( 1911031 )
4. TRI INTAN NURJANAH ( 1911034 )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS


STIKES PATRIA HUSADA BLITAR
Tahun Akademik 2020/2021

1
KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai dengan apa yang di
harapkan. Adapun dalam pembahasan materi makalah yang akan saya bahas adalah
mengenai ”Lipoma”.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari Ns.
Ulfa Husnul Fata, M. Kep. pada mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah 3. Selain itu,
makalah ini jugabertujuan untuk menambahpengetahuan bagi para pembaca dan juga bagi
penulis.

Dalam proses penyusunan makalah ini tentu nya saya menyadari bahwa masih banyak
kekurangan-kekurangan yang terdapat di dalamnya, oleh karena itu kami meminta
bimbingan, koreksi dan saran dari dosen pembimbing serta teman-teman yang lain.

Semoga kekurangan dalam makalah ini dapat dimaklumi, karena kami sadar bahwa
sepenuhnya kami masih dalam proses pembelajaran dan sesungguhnya kesempurnaan hanya
milik Allah SWT semata. Demikianlah makalah ini kami buat semoga Allah SWT senantiasa
meridhoi segala upaya yang baik.

Blitar, 19 April 2021

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................2

DAFTAR ISI..............................................................................................................................3

BAB I.........................................................................................................................................4

PENDAHULUAN......................................................................................................................4

Latar Belakang........................................................................................................................4

1.2 Rumusan Masalah............................................................................................................4

1.3 Tujuan Penulisan..............................................................................................................4

BAB II........................................................................................................................................6

TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................................................6

2.1 DEFINISI.........................................................................................................................6

2.2 ETIOLOGI.......................................................................................................................6

2.3 TANDA GEJALA............................................................................................................7

2.4 PATOFISIOLOGI............................................................................................................8

2.5 PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK....................................................................................8

2.6 PENATALAKSANAAN MEDIS....................................................................................9

BAB III.....................................................................................................................................10

KASUS SEMU.........................................................................................................................10

3.1 Kasus..............................................................................................................................10

3.2 Pengkajian......................................................................................................................10

3.3 NURSING CARE PLAN...............................................................................................15

BAB IV....................................................................................................................................19

PENUTUP................................................................................................................................19

4.1 KESIMPULAN..............................................................................................................19

SARAN.................................................................................................................................19

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................20

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu jaringan yang berada di bawah lapisan kulit adalah jaringanmesodermal di
mana jaringan ini merupakan jaringan lemak. Pada jaringan inidapat pula tumbuh kelainan
berupa tumor yang di antaranya dikenal dengan nama Lipoma. Lipoma termasuk salah satu
tumor jinak yang terdiri dari sel-sellemak yang matur. Pertumbuhan lipoma pada jaringan
subcutis leher, bahu, punggung dan bokong. Walaupun seseorang menjadi kurus tetapi
lipoma yangtumbuh akan terus membesar dengan karakteristik berwarna kuning, bersimpai,
permukaannya berlobul-lobul dan mudah untuk dikeluarkan. Bila lipoma tumbuh pada
jaringan daerah retroperitoneal, perianal dan tidak segera diangkat makaakan menjadi
Liposarcoma yakni tumor ganas yang tumbuhnya cepat dan infiltrat.
Karena kasus lipoma termasuk dalam pertumbuhan jaringan abnormaldan
digolongkan sebagai tumor jinak yang sering dijumpai, maka tetaplah perlu bahwa seorang
tenaga kesehatan masyarakat dan perawat profesional segeramembantu penderita lipoma
dengan eksterpasi sehingga tidak terjadi kelanjutan yang merugikan seperti tumor ganas.
Penanganan yang segera menunjukkan pulakeprofesionalan dalam asuhan keperawatan bagi
masyarakat untuk sehat optimal.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengkajian dari lipoma ?


2. Bagaimana diagnosa dari lipoma ?
3. Bagaimanakah merencanakan tindakan keperawatan dari lipoma ?
4. Bagaimanakah melakukan tindakan keperawatan pada lipoma ?

4
1.3 Tujuan Penulisan

1. Mahasiswa mampu menjelaskan definisi lipoma


2. Mahasiswa mampu memahami etiologi dari lipoma
3. Mahasiswa mampu menyebutkan tanda gejala dari lipoma
4. Mahasiswa mampu menjelaskan patofisiologi lipoma
5. Mahasiswa mampu menjelaskan pemeriksaan diagnostik dari lipoma
6. Mahasiswa mampu menjelaskan penatalaksanaan medis lipoma

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

6
2.1 DEFINISI
Lipoma adalah benjolan lemak yang tumbuh secara lambat di antara kulit dan lapisan
otot. Jika ditekan dengan jari secara perlahan, lipoma terasa lunak dan mudah untuk
digoyangkan. Lipoma juga tidak menyebabkan rasa sakit saat ditekan
Lipoma lebih sering dialami oleh orang yang berusia 40-60 tahun atau paruh baya,
dan lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita. Sebagian pasien bisa memiliki lebih
dari satu lipoma di tubuhnya.
Lipoma tidak memerlukan perawatan khusus karena tidak berbahaya dan tidak
bersifat ganas. Akan tetapi, operasi pengangkatan lipoma bisa dilakukan jika tumor jinak ini
tumbuh besar dan mulai menimbulkan rasa sakit (Lipoma - Gejala, penyebab dan mengobati
- Alodokter, n.d.)

2.2 ETIOLOGI
Penyebab pasti lipoma belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang dapat
meningkatkan risiko seseorang terkena lipoma, yaitu:

Keturunan.
Berusia 40-60 tahun.
Menderita penyakit tertentu, seperti penyakit Madelung, sindrom Cowden, sindrom Gardner,
atau adiposis dolorosa.

Penyebab benjolan berisi lapisan lemak ini bisa muncul di tubuh masih belum diketahui.
Diduga terdapat faktor genetik berperan sebagai penyebab lipoma.

Umumnya lipoma adalah kondisi yang dapat terjadi pada beberapa orang dalam satu
keluarga. Pakar medis tidak tahu apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi, tetapi beberapa
orang berpikir itu adalah respons terhadap trauma fisik.

Ada beberapa dugaan yang mengatakan bahwa benjolan berisi lapisan lemak ini ini bisa
muncul akibat adanya trauma fisik terlebih dahulu. Ada juga dugaan yang mengatakan bahwa
kondisi ini bisa terjadi pada orang yang kurang aktif bergerak, tetapi banyak dugaan tersebut
yang belum terbukti.

7
Ada beberapa kondisi genetik dapat menyebabkan seseorang memiliki satu atau lebih lipoma,
termasuk:

Penyakit sindrom Gardner, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan tumor jinak terbentuk.
Adiposis dolorosa, suatu kondisi yang ditandai oleh munculnya benjolan lunak isi lemak
Familial multiple lipomatosis, kondisi turun-temurun yang menyebabkan beberapa benjolan
berisi lapisan lemak terbentuk.
Penyakit Madelung, kondisi langka yang ditandai dengan benjolan berisi lapisan lemak yang
terbentuk di sekitar tubuh bagian atas.
Penyakit sindrom Cowden, yang ditandai oleh tumor jinak, kulit berlebih, dan ukuran
benjolan yang cukup besar.

2.3 TANDA GEJALA

Lipoma bisa muncul di bagian tubuh mana pun, namun umumnya benjolan muncul di
area punggung, paha, leher, lengan, perut, atau bahu. Terkadang, lipoma pun dapat muncul di
kepala atau belakang kepala. Benjolan yang muncul memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Dapat tumbuh menjadi lebih besar, dari sebesar kelereng hingga sebesar bola
pingpong.
Pertumbuhan benjolan sangat lambat.
Terasa lembek dengan konsistensi seperti lemak daging sapi.
Mudah untuk digoyangkan.
Benjolan dapat menimbulkan rasa sakit jika ukurannya semakin besar dan menekan
saraf di sekitarnya.
Benjolan lemak ini awalnya muncul dalam bentuk benjolan subkutan (jaringan bawah kulit)
yang lunak, bulat, dan tidak nyeri. Pasien bahkan sering tidak menyadari bahwa di tubuhnya
sebetulnya terdapat benjolan lipoma.

8
Kebanyakan benjolan ini umumnya memiliki tekstur yang lembek atau lunak. Namun,
bisa juga bertekstur keras dan padat. Umumnya, benjolan berisi lapisan lemak ini jika
disentuh dapat digeser atau berpindah ke area sekitarnya dengan mudah.
Benjolan berisi lapisan lemak ini bisa muncul lebih dari satu. Biasanya, jika
merupakan cikal bakal tumor, bejolan dapat terasa nyeri jika mengenai saraf. Anda juga bisa
merasakan nyeri jika benjolan tersebut terdiri atas banyak pembuluh darah (Lipoma - Gejala,
penyebab dan mengobati - Alodokter, n.d.).
Ukuran lipoma berbeda-beda, tapi jarang ada yang melebihi 8 cm. Selain itu, benjolan
ini lebih sering ditemukan di bagian lengan bawah, kaki, punggung, dan leher.
Kondisi benjolan ini juga dapat terjadi di bagian tubuh lain, seperti benjolan di
payudara, paru-paru, dan usus besar dengan gejala yang berbeda-beda tergantung letak
lipoma.

2.4 PATOFISIOLOGI

Patofisiologi lipoma adalah melalui peningkatan adipogenesis. Regulasi mRNA leptin


mengalami peningkatan sedangkan adiponektin, TNF-α, dan glucose transporter 1 mengalami
penurunan.
Faktor genetik diduga juga berperan dalam meningkatkan kerentanan terhadap
lipoma. Studi sitogenetik menunjukkan abnormalitas genetik berupa aberasi kromosom pada
segmen 12q13-15, 9p22-24 dengan keterlibatan gen NFIB dan HMGA2.
Proliferasi sel adiposit pada lipoma dapat terjadi pada hampir seluruh regio tubuh.
Selain pada jaringan subkutan, lipoma dapat ditemukan pada saluran cerna, rongga
mediastinum, jantung, intra kranial, intramuskular, maupun ekstremitas.

2.5 PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

9
Lipoma bisa diketahui melalui pemeriksaan fisik dengan melihat dan merasakan
karakteristik dari benjolan. Biasanya pemeriksaan lanjutan tidak diperlukan. Namun untuk
memastikan penyebab benjolan adalah sebuah lipoma, dokter dapat melakukan:

a) USG
b) CT scan
c) MRI
d) Biopsi

Berbagai pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa benjolan tersebut


bukan tumor ganas, misalnya kanker jaringan lemak (liposarcoma).

2.6 PENATALAKSANAAN MEDIS

Penatalaksanaan lipoma dapat dibagi menjadi konservatif dan pembedahan. Lipoma


yang berukuran kecil, tidak mengganggu, dan asimptomatik umumnya tidak memerlukan
terapi. Tatalaksana pembedahan dapat berupa eksisi, liposuction, dan laser.(Lipoma - Gejala,
penyebab dan mengobati - Alodokter, n.d.).

10
BAB III

KASUS SEMU

3.1 Kasus

NY. E datang ke rumah sakit Pelita Nusa dengan keluhan Pasien merasa nyeri karena ada
benjolan di payudara kirinya.Di payudara kiri ada benjolan dan luka. Pasien sudah menjalani
pengobatan alternatif selam 3 tahun tanpa membuahkan hasil.Ada benjolan di payudara kiri
berdiameter kira-kira 10cm dan sudah ada luka. Pasien mengatakan merasa malu setelah
operasi payudara kirinya tidak ada dan merasa tubuhnya menjadi berubah bentuk. Pasien
mengatakan tidak tahu tentang penyakitnya. Pasien mengatakan selama ini hanya periksa ke
pengobatan alternatif ,sebelum oprasi Pasien mengatakan bahwa ia merasa cemas.Pasien
mengatakan nyeri payudara sebelah kiri. P: pasien mengatakan nyeri di payudara kiri, Q:
terasa seperti tertusuk-tusuk, R: payudara kiri, S: 4, T: setiap kali gerak.Pasien tidak mampu
menjawab pertanyaan tentang penyakitnya dan pasien juga tampak gelisah.Pasien tampak
menutupi payudara kirinya dengan selimut. Pemerikasaan fisik di temukan keadaan umum
Pasien Kesadaran : Compos Mentis, agak gelisah Status Gizi :TB = 152 cm, BB = 66 Kg,
IMT= 20,5 (normal). Tanda Vital : TD = 130/80 mmHg Nadi = 84 x/menit, Suhu = 37 °C,
RR = 20 x/menit (Laksono, 2018).

3.2 Pengkajian

A. Anamnesis

1. Identitas Klien :

Nama : NY. E
Umur : 56 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : jalan singosari gang belibis no. 20
Pekerjaan : ibu rumah Tangga

11
2. Riwayat kesehatan
a) Keluhan Utama : Pasien merasa nyeri karena ada benjolan di payudara
kirinya.
b) Riwayat Penyakit Sekarang : Di payudara kiri ada benjolan dan luka. Pasien
sudah menjalani pengobatan alternatif selam 3 tahun tanpa membuahkan
hasil.Ada benjolan di payudara kiri berdiameter kira-kira 10cm dan sudah ada
luka.
c) Riwayat Penyakit dahulu : Dulu di payudara kanan pernah ada benjolan
diobati di pengobatan alternatif dan akhirnya benjolan di payudara kanan
hilang. Kemudian muncul di payudara kiri, setelah 3 tahun menjalani
pengobatan alternatif benjolan di payudara kiri tidak sembuh dan malah ada
luka.
d) Riwayat Penyakit keluarga : Ibu kandung mengalami hipertensi dan anak
pertama Ny.E mengalami kanker otak di usia 25 tahun (Laksono, 2018).

3. Analisa Data

NO DATA ETIOLOGI MASALAH


1 DS: Pasien mengatakan Trauma, Mekanik Nyeri akut
nyeri payudara sebelah Peradangan (implamasi)
kiri. Neoplasma ( jinak dan
DO: P: pasien ganas)
mengatakan nyeri di Gangguan siklus darah
payudara kiri, Q: terasa dan kelainan pembuluh
seperti tertusuk-tusuk, darah
R: payudara kiri, S: Trauma psikologi
VAS: 4, T: setiap kali

12
gerak.
TTV pasien TD :
130/80 mmHg Nadi:
84x/ menit Suhu: 37°C
RR : 20x/ menit
2 DS: Pasien mengatakan keterbatasan kognitif Defisit pengetahuan
tidak tahu tentang
penyakitnya. Pasien salah interpretasi
mengatakan selama ini informasi
hanya periksa ke
pengobatan alternatif kurang terpapar
,sebelum oprasi Pasien informasi
mengatakan bahwa ia
merasa cemas kurang minat dalam
DO: Pasien tidak belajar
mampu menjawab
pertanyaan tentang kurang dapat mengingat
penyakitnya dan pasien
juga tampak gelisha tidak familier dengan
informasi

3. DS: Pasien mengatakan Perubahan struktur/betuk Gangguan citra tubuh


merasa malu setelah tubuh
operasi payudara
kirinya tidak ada dan Perubahan fungsi tubuh
merasa tubuhnya
menjadi berubah Perubahan fungsi
bentuk. kognitif

DO: Pasien tampak Gangguan psikososial


menutupi payudara
kirinya dengan selimut. Efek tindakan /
pengobatan

13
4. Prioritas Diagnosa
a) Nyeri akut b/d agen pencedera fisik
b) Deficit pengetahuan b/d ketidakmampuan menemukan sumber informasi
c) Gangguan citra tubuh b/d perubahan struktur / bentuk tubuh

5. Masalah Keperawatan yang muncul


a) Nyeri akut b/d agen pencedera fisik d/d Pasien mengatakan nyeri payudara sebelah
kiri. P: pasien mengatakan nyeri di payudara kiri, Q: terasa seperti tertusuk-tusuk, R:
payudara kiri, S: VAS: 4, T: setiap kali gerak.TTV yang di dapat TD = 130/80
mmHg, Nadi = 84 x/menit, Suhu = 37 °C, RR = 20 x/menit
b) Deficit pengetahuan b/d ketidakmampuan menemukan summer information d/d
Pasien mengatakan tidak tahu tentang penyakitnya. Pasien mengatakan selama ini
hanya periksa ke pengobatan alternatif ,sebelum oprasi Pasien mengatakan bahwa ia
merasa cemas. Pasien tidak mampu menjawab pertanyaan tentang penyakitnya dan
pasien juga tampak gelisha.
c) Gangguan citra tubuh b/d perubahan structure / betuk tubuh d/d Pasien mengatakan
merasa malu setelah operasi payudara kirinya tidak ada dan merasa tubuhnya menjadi
berubah bentuk. Pasien tampak menutupi payudara kirinya dengan selimut.

B. Pemeriksaan Fisik

Lipoma subkutan akan memperlihatkan massa tanpa gambaran abnormalitas


pada kulit di atasnya.Pada beberapa kasus, massa bahkan tidak tampak saat inspeksi

14
tetapi teraba pada palpasi. Tidak tampak perubahan pada warna kulit maupun tanda
peradangan di atas lipoma ( alodokter,2019 ).

C. Pemeriksaan Penunjang
1) MRI Magnetic resonance imaging (MRI) atau pencitraan resonansi magnetik
adalah pemeriksaan yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang
radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh. Gambar
dari hasil MRI dapat membantu dokter mendiagnosis berbagai masalah
seputar kesehatan. ( alodokter, 2019 ).
2) CT scan Computerized tomography scan (CT scan) atau computerized axial
tomography scan (CAT scan) adalah prosedur pemeriksaan medis dengan
menggunakan kombinasi teknologi Rontgen atau sinar-X dan sistem komputer
khusus untuk melihat kondisi dalam tubuh dari berbagai sudut dan potongan
(alodokter, 2019).
3) Ultrasound ultrasonography atau tes USG adalah sebuah pemeriksaan
menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambar
struktur tubuh seseorang. Dokter biasanya menggunakan USG untuk
mempelajari janin yang sedang berkembang, organ perut, panggul, otot,
tendon, serta jantung dan pembuluh darah seseorang. Tes USG yang umum
digunakan adalah sonogram atau ekokardiogram. (alodokter,2019).
4) Core needle biopsy merupakan sebuah prosedur medis yang digunakan untuk
mendeteksi ketidaknormalan pada jaringan tubuh dengan menggunakan
mikroskop. Prosedur ini dilakukan oleh dokter untuk mengetahui gambaran
bentuk jaringan tubuh dan mendiagnosis penyakit tertentu, seperti kanker
(alodokter,2019).

3.3 NURSING CARE PLAN

NO. DIAGNOSA LUARAN INTERVENSI

15
1. Nyeri Akut Tingkat Nyeri : Manajemen Nyeri :
Observasi :
Setelah dilakukan perawatan
selama 1x24 jam diharapkan 1. Identifikasi lokasi, karakteristik,
tingkat nyeri dengan ekspetasi durasi, frekuensi, kualitas,
menurun. intensitas nyeri.
2. Identifikasi skala nyeri.
Keluhan Nyeri : Menurun
3. Identifikasi respons nyeri non
Meringis : Menurun verbal.
Terapeutik :
Sikap Protektif : Menurun
1. Berikan teknik nonfarmakologis
Gelisah : Menurun untuk mengurangi rasa nyeri.
2. Control lingkungan yang
Kesulitan tidur : Menurun
memperberat rasa nyeri.
3. Fasilitasi istirahat dan tidur.
Edukasi :
1. Jelaskan strategi meredakan
nyeri.
2. Anjurkan memonitor nyeri
secara mandiri.
3. Anjurkan menggunakan
analgetik secara tepat.
4. Ajarkan teknik nonfarmakologis
untuk mengurangi nyeri.

Kolaborasi :
1. Kolaborasi pemberian analgetik,
jika perlu.

2. Gangguan Citra Tubuh Promosi Citra Tubuh


Citra Tubuh Observasi :
Setelah dilakukan perawatan

16
selama 1x24 jam diharapkan citra 1. Identifikasi perubahan citra
tubuh dengan ekspetasi tubuh yang mengakibatkan
meningkat. isolasi sosial.
2. Monitor frekuensi pernyataan
Melihat bagian tubuh : Meningkat
kritik terhadap diri sendiri.
Menyentuh bagian tubuh : 3. Monitor apakah pasien bisa
meningkat melihat bagian tubuh yang
berubah.
Verbalisasi kecacatan bagian
tubuh : Membaik Terapeutik :

Verbalisasi kehilangan bagian 1. Diskusikan perubahan tubuh


tubuh : Membaik dan fungsinya.
2. Diskusikan perbedaan
penampilan fisik terhadap diri
sendiri.
3. Diskusikan kondisi stress yang
mempengaruhi citra tubuh.
4. Diskusikan cara
mengembangkan harapan citra
tubuh secara realistis.

Edukasi :

1. Jelaskan kepada keluarga


tentang perawatan perubahan
citra tubuh.
2. Anjurkan mengungkapkan
gambaran diri terhadap citra
tubuh.
3. Anjurkan menggunakan alat
bantu.

4. Latih peningkatan penampilan


diri.

17
3. Defisit Tingkat Pengetahuan Edukasi Kesehatan :
Pengetahuan Observasi :
(DPP PPNI, Setelah dilakukan perawatan 1. Identifikasi kesiapan dan
2016) selama 1x24 jam diharapkan kemampuan menerima
tingkat pengetahuan dengan informasi.
ekspektasi membaik. 2. Identifikasi factor yang dapat
meningkatkan dan menurunkan
Perilaku sesuai anjuran : motivasi perilaku hidup bersih
Membaik dan sehat.
Kemampuan menjelaskan
pengetahuan tentang suatu topic: Terapeutik :
membaik. 1. Sediakan materi dan media
Perilaku sesuai dengan pendidikan kesehatan.
pengetahuan. (DPP PPNI, 2019) 2. Jadwalkan pendidikan kesehatan
sesuai kesepakatan.
3. Berikan kesempatan untuk
bertanya.

Edukasi :
1. Jelaskan factor risiko yang dapat
mempengaruhi kesehatan.
2. Ajarkan perilaku hidup bersih
dan sehat.
3. Ajarkan strategi yang dapat
digunakan untuk meningkatkan
perilaku hidup bersih dan sehat.
(DPP PPNI, 2018)

18
BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Lipoma adalah benjolan lunak atau tumor jinak yang terdapat pada kulit bagian
bawah atau pada jaringan lemak. Lipoma biasanya dijumpai di semua kalangan bukan hanya
pada orang yang lanjut usia saja, lipoma (tumor lemak) biasanya terletak pada bagian kepala,
leher, bahu, badan, ketiak, punggung, pinggul, ataupun pantat. Lipoma ini tidak berbahaya
dan jarang sekali menjadi tumor ganas. Bagi sebagian orang, memiliki beberapa lipoma pada
bagian tertentu pada tubuhnya.

Bahaya dari penyakit lipoma sangat mengerikan jika tidak segera di tangani secara
serius dan benar, selain mengakibatkan benjolan yang membesar akibat pembengkakan
lipoma, rasa sakit juga akan mengganggu semua aktivitas anda sehari-hari.

Selain itu setiap orang disarankan melakukan pemeriksaan adanya lipoma pada
tubuh.Dengan melakukan pemeriksaan tersebut diharapkan anda bisa mewaspadai adanya
lipoma pada tubuh sehingga anda bisa mengatasinya dengan mudah.

4.2 SARAN

Dengan terselesaikannya makalah ini diharapkan mahasiswa Program Studi


Keperawatan dapat memiliki kompetensi yang tinggi dalam perawatan terhadap Lipoma.
Serta mampu untuk menjalankan peranan keperawatan baik untuk sasaran perorangan atau
komunitas.

19
DAFTAR PUSTAKA

DPP PPNI. (2016). STANDAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN INDONESIA. Dewan Pengurus


Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

DPP PPNI. (2018). STANDAR INTERVENSI KEPERAWATAN INDONESIA. Dewan


Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

DPP PPNI. (2019). STANDAR LUARAN KEPERAWATAN INDONESIA. Dewan Pengurus


Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

Laksono, S. (2018). Asuhan Keperawatan Pada Ny E Dengan Karsinoma Mamae Di Ruang


Bougenvile Rsud Kota Yogyakarta. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/2147/1/KTI
SUGENG 2 fIXS.pdf

Lipoma - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter. (n.d.). Retrieved April 19, 2021, from
https://www.alodokter.com/lipoma

20
21