Anda di halaman 1dari 35

PERTEMUAN KOORDINASI MITIGASI DAN KESIAPSIAGAAN BENCANA

PADA MUSIM KEMARAU TERKAIT KESEHATAN BALITA


26 JUNI 2020
PENDAHULUAN
Puncak Musim Kemarau di sebagian besar
daerah diprediksi akan terjadi di
bulan Agustus 2020 DISAAT YANG SAMA
PANDEMI COVID19 MASIH BERLANGSUNG.
Musim kemarau lebih awal, yaitu di sebagian wilayah Bali, Nusa Tenggara, Jawa
Barat, Jawa Tengah.
Perlunya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini untuk wilayah-wilayah
yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya yaitu
di sebagian wilayah : Aceh, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Banten, Jawa
Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi
Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku . (15 Prov )
https://www.bmkg.go.id/iklim/prakiraan-musim.bmkg
BENCANA AKIBAT KEMARAU

AIR BERSIH
KEKERINGAN
KURANG
GANGGUAN
q kekeringan menyebabkan terganggunya hidrologis KESEHATAN
lingkungan yang berakibat terjadinya kekurangan air.
q Kekurangan air sebagai sumber kehidupan mengancam INDIVIDU
status kesehatan masyarakat dan ketersediaan pangan DAN
KEBAKARAN MASYARAKAT
HUTAN DAN UDARA BERSIH
LAHAN KURANG
q Kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan timbulnya asap,
polusi udara yang berdampak penurunan kualitas udara
q Kuliatas udara yang menurun mengancam status kesehatan
masyarakat
POTENSI PERMASALAHAN KESEHATAN
• Meningkatnya penyebaran
agen penyakit dan wabah
penyakit
Meningkatakan
• Kekurangan gizi, malnutrisi Pandemi
angka
• Penyakit kulit COVI19 kesakitan dan
• Infeksi Saluran Pernafasan kematian balita
PARADIGMA MANAJEMEN BENCANA
UU 24 TAHUN 2007
UU 36 TAHUN 2009
PP 2 TAHUN 2018
PERMENKES 4 TAHUN 2019
PERMENKES 75 TAHUN 2019
SISTEM KLASTER
Pergeseran Paradigma
Penanggulangan Bencana
LAMA BARU
Bersifat responsif Pengurangan Risiko (Pencegahan dan Kesiapsiagaan)

Penanganan sektoral Multi Sektor (al. pemadaman kebakaran hutan


dan lahan oleh multi sektor dalam koordinasi BNPB)
Sistem sentralistik Desentralistik (perkecualian untuk kondisi
emergensi tetap harus ada unsur sentralistik/
komando)
Cara-cara konvensional Holistik, penanganan dilakukan pada semua fase
mulai dari prabencana, pada saat dan pasca
bencana dan dilakukan oleh Pemerintah,
Masyarakat dan Dunia Usaha
Anggaran urusan Peran serta masyarakat dan dunia usaha
pemerintah
SENDAI FRAMEWORK FOR DISASTER RISK REDUCTION 2015-2030
PERUBAHAN PARADIGMA DARI TANGGAP DARURAT KE PENGURANGAN RESIKO

PENGURANGAN G AP
G T
RESIKO BENCANA TAN RURA
DA
BENCANA

OV ERY
REC

PASKA
MANAJEMEN PRA BENCANA
RESIKO BENCANA REH
REK ABIL
ON ITA
STR SI
U KSI
VULNERABILITY
CAPACITY
INDEKS RESIKO HAZARD

INDEK RESIKO BENCANA sebanding dengan besaran


ANCAMAN dan KERENTANAN masyarakat, namun akan
berbanding terbalik dengan KAPASITAS pemerintah dan
masyarakat dalam mengantisipasinya
VULNERABILITY (Kerentanan)
diturunkan/ diamankan.
• Usia (Balita, Lansia,Bumil)
• Tingkat Kesmas
• Tingkat Kesejahteraan

INDEKS RiSIKO
(diturunkan)
CAPACITY (Kapasitas)
• SDM
• Kebijakan
• Sarana dan prasarana
FOKUS: • Manajemen (Koordinasi,
Kolaborasi, Integrasi)
PENINGKATAN • PSM
• dll
KAPASITAS
CAPACITY
FASILITAS SDM SISTEM
• Anggaran • Tenaga / • SOP
• Faskes Relawan • Rencana
• Ambulan Bencana Kontijensi
• Alkes • Nakes • SK – SK tim
• Logistik medis • Ekspertis Penanggulangan
• Logistik • dll • dll
• dll
PASAL 5
Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam
penyelenggaraan penanggulangan bencana.
PASAL 6 PEMERINTAH PUSAT
a. pengurangan risiko bencana dan pemaduan pengurangan risiko bencana dengan program pembangunan
e. pengalokasian anggaran penanggulangan bencana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang
memadai;
f. pengalokasian anggaran penanggulangan bencana 'dalam bentuk dana siap pakai; dan

pasal 8 PEMERINTAH DAERAH


c. pengurangan risiko bencana dan pemaduan pengurangan risiko bencana dengan program pembangunan; dan
d. pengalokasian dana penanggulangan bencana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang memadai.

Pasal 55: Perlindungan terhadap kelompok rentan


1. Bayi, balita, dan anak-anak
2. Ibu yang sedang mengandung atau menyusui
3. Penyandang cacat
4. Orang lanjut usia
Pasal 82
(1) Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat bertanggung jawab atas ketersediaan sumber
daya, fasilitas, dan pelaksanaan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan
berkesinambungan pada bencana.

(2) Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pelayanan kesehatan
pada tanggap darurat dan pascabencana.

(3) Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup pelayanan
kegawatdaruratan yang bertujuan untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah
kecacatan lebih lanjut.
(4) Pemerintah menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(5) Pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja
negara (APBN), anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), atau bantuan masyarakat sesuai
dengan peraturan perundang-undangan

pasal 142 prioritas kelompok rawan:


1. Bayi dan balita
2. Remaja perempuan
3. Ibu hamil dan menyusui
PP No 2 Th 2018 TENTANG SPM
PELAYANAN KESEHATAN DALAM KRISIS KESEHATAN

Pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan Mendapatkan layanan


dalam krisis kesehatan saat pra krisis saat tanggap darurat medis dasar dan layanan
sesuai standar adalah kesehatan, yaitu krisis kesehatan rujukan bila diperlukan;
layanan minimal untuk edukasi pengurangan ditujukan untuk mendapatkan layanan
memenuhi kebutuhan risiko krisis kesehatan merespon seluruh pencegahan penyakit
kesehatan dasar bagi penduduk yang kondisi kedaruratan menular dan penyehatan
penduduk terdampak tinggal di wilayah secara cepat dan lingkungan; mendapatkan
krisis kesehatan akibat berpotensi bencana tepat, guna layanan gizi darurat;
bencana dan/atau menyelamatkan mendapatkan layanan
penduduk yang tinggal nyawa, mencegah kesehatan reproduksi
di wilayah berpotensi kecacatan lebih lanjut darurat; mendapatkan
bencana yang dan mengurangi angka layanan dukungan
dilakukan oleh tenaga kesakitan dengan kesehatan jiwa dan
kesehatan memperhatikan psikososial; mendapatkan
kepentingan kelompok penyuluhan kesehatan
rentan
PERMENKES 4 TAHUN 2019 STANDAR TEKNIS PEMENUHAN MUTU PELAYANAN DASAR PADA
STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN
PERMENKES 75 TAHUN 2019 PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN
Pasal 2
Penanggulangan Krisis Kesehatan bertujuan untuk terselenggaranya Penanggulangan Krisis Kesehatan yang
terkoordinasi, terencana, terpadu, dan menyeluruh guna memberikan perlindungan kepada masyarakat dari
ancaman, risiko, dan dampak permasalahan kesehatan.

Pasal 3
Penanggulangan Krisis Kesehatan sebagaimana dimaksud dilaksanakan secara berjenjang oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Provinsi, dan Kementerian Kesehatan sesuai dengan tugas dan
fungsinya.

Pasal 4 ;
(1) Penanggulangan Krisis Kesehatan dilakukan dengan sistem klaster.
(2) Sistem klaster diimplementasikan melalui pembentukan Klaster Kesehatan pada tingkat pusat dan tingkat
daerah yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, kolaborasi, dan integrasi dalam Penanggulangan
Krisis Kesehatan.

Pasal 11 :
memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak berjalan sesuai standar dengan
memperhatikan kepentingan kelompok rentan. Kelompok rentan yang harus diperhatikan antara lain bayi,
balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, disabilitas, pengungsi dengan penyakit kronis yang memerlukan
pengobatan berkesinambungan
• KLASTER
• SEKELOMPOK BADAN, ORGANISASI ATAU LEMBAGA YANG
BEKERJASAMA UNTUK MENCAPAI TUJUAN BERSAMA, UNTUK
MENGATASI KEBUTUHAN PADA SEKTOR TERTENTU (KESEHATAN)
ADAPTASI WHO
• KELOMPOK SEKTORAL YANG BERTUJUAN MENGISI KESENJANGAN DAN
MEMASTIKAN ADANYA KESIAPAN SAAT TANGGAP DARURAT (IASC)
• PROSES (SERANGKAIAN KEGIATAN) YANG MENYATUKAN BERBAGAI
ELEMEN BERBEDA DALAM SATU HARMONI ATAU HUBUNGAN YANG
EFISIEN (OXFORD ENGLISH DICTIONARY)
• PENDEKATAN KLASTER

• SALAH SATU PENDEKATAN KOORDINATIF YANG


MENYATUKAN SEMUA PIHAK TERKAIT BAIK PEMERINTAH
MAUPUN NON PEMERINTAH DLM UPAYA
PENANGGULANGAN BENCANA
• MENGUATKAN SISTEM KEPEMIMPINAN DAN
AKUNTABILITAS KEMANUSIAAN
• MEMBERIKAN KERANGKA KERJA KEMITRAAN YG EFEKTIF
BAGI SEMUA AKTOR YG TERLIBAT

PENDEKATAN KLASTER à MEMPERKUAT MEKANISME


KOORDINASI YG ADA
KERJASAMA

KOORDINASI SUMBERDAYA

KOLABORASI KAPASITAS
P
GA T
NG
TA RURA
DA
BENCANA
INTEGRASI SISTEM
VERY
RECO

PASKA
MANAJEMEN
RESIKO PRA BENCANA
REH
BENCANA REK ABILI
ON TASI
STR
UK
SI
TINGKAT DAN KOORDINATOR KLASTER

TINGKAT KOORDINATOR

GLOBAL UNOCHA

NASIONAL BNPB

PROVINSI BPBD PROVINSI

KAB/KOTA BPBD KABUPATEN/KOTA


PERAN PEMERINTAH DALAM KLASTER
KEP KA BNPB NO 173 TH 2014

KESEHATAN
PENCARIAN DAN
EKONOMI PENYELAMATAN

PEMULIHAN DINI LOGISTIK

PENGUNGSIAN DAN
SARANA DAN PERLINDUNGAN
PRASARANA

PENDIDIKAN
PERAN KLASTER KESEHATAN
DALAM
PENGELOLAAN BENCANA
KONSEP PENGORGANISAIAN KLASTER DAN SUB KLATER KESEHATAN
TUGAS KLASTER PELAKSANA SUB KLASTER
PELAYANAN KESEHATAN SUB KLASTER PELAYANAN KESEHATAN
PENGENDALIAN PENYAKIT SUB KLASTER PENGENDALIAN PENYAKIT
PENYEHATAN LINGKUNGAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN

PENYIAPAN AIR BERSIH DAN SANITASI YANG


BERKUALITAS
PELAYANAN KESEHATAN GIZI SUB KLASTER PELAYANAN GIZI
PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI SUB KLASTER KESEHATAN REPRODUKSI
PENANGANAN KESEHATAN JIWA SUB KLASTER KESEHATAN JIWA
PENATALAKASANAAN KORBAN MATI SUB KLASTER DVI
PENGELOLAAN INFORMASI KESEHATAN TIM DATA DAN INFORMASI
PENGELOLAAN OBAT DAN LOGISTIK TIM LOGISTIK
KESEHATAN
PROMOSI KESEHATAN TIM PROMOSI KESEHATAN
KLASTER KESEHATAN NASIONAL
Koordinator : Kepala Pusat Krisis Kesehatan

KLASTER KESEHATAN PROVINSI/ KABUPATEN/ KOTA


• Klaster Kesehatan Provinsi /Kabupaten/Kota dibentuk
oleh Kadinkes juga sebagai koordinator klaster kesehatan
di wilayahnya
Sekretariat Klaster Kesehatan
PUSAT PROV KAB/KOTA
• Koord : Kabid • Koord : Kepala • Koord : Kepala
Informasi dan UPT/Kabid UPT/Kabid
Evaluasi yang yang
• Lokasi : Kantor menangani PB menangani PB
Pusat Krisis di Dinkes Prov. di Dinkes
Kesehatan • Lokasi : Kantor Kab/Kota.
Dinkes • Lokasi : Kantor
Provinsi Dinkes
Kab/Kota
KEGIATAN KLASTER KESEHATAN
TANGGAP
KEGIATAN PRA BENCANA PASCA BENCANA
DARURAT
Pengkajian a. Berbagi hasil kajian
situasi risiko bencana Mengulas
Kesehatan b. Pemetaan sumber daya Melakukan kaji capaian upaya
bersama cepat kesehatan/ tanggap darurat
c. Berbagi informasi RHA bersama dan kesenjangan
peringatan dini pemulihan

Perencanaan a. Berbagi rencana


pengurangan risiko Menyusun
bencana, Rencana operasi Menyiapkan
b. Menyusun Rencana dan rencana proses serah
Kontinjensi bidang pemulihan dini terima
kesehatan bersama bersama

Lanjut
KEGIATAN KLASTER KESEHATAN (2)
TANGGAP
KEGIATAN PRA BENCANA PASCA BENCANA
DARURAT
Pelaksanaan Bila memungkinkan
melakukan kegiatan
Serah terima
bersama seperti Pelaksanaan
kepada
penyusunan pedoman atau sesuai rencana
penanggung jawab
prosedur tetap/SOP, yang ditetapkan
wilayah
peningkatan kapasitas, gladi
.
Pemantauan, monitoring dan monitoring ,
Evaluasi, evaluasi bersama, evaluasi dan
Pembelajaran Berbagi hasil monitoring pembelajaran pembelajaran
dan dan evaluasi implementasi hasil upaya klaster pada
Pelaporan dan dampak, pelaporan implementasi dan saat tanggap
dampak, darurat, pelaporan
pelaporan berjenjang
UPAYA YANG DILAKUKAN
lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim
kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan
meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan ketersediaan air bersih

lebih optimal melakukan penyimpanan air pada musim hujan ini untuk
memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan
lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan.

Lebih optimal mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan


dan lahan melalui pemantauan, deteksi dan peringatan dini

Pemberdayaan Masyarakat mengantisipasi kekeringan dan kebakaran hutan


dan lahan melalui penguatan peran keluarga
UPAYA YANG DILAKUKAN
vMelaksanakan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang PHBS
(Prilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan protokol kesehatan Covid19
vMeningkatkan kewaspadaan dini peningkatan penyakit dengan
surveilans aktif
vMeningkatkan kewaspadaan faktor risiko lingkungan (hygiene sanitasi
air dan lingkungan)
vMenyediakan logistic bahan penjernih air (PAC/Penjernih air cepat)
diwilayah yang sulit mendpatkan air bersih
vMelakukan sosialisasi rumah aman Asap
vMenyiapkan obat dan alat kesehatan yang memadai
vMenyiapkan fisilitas layanan kesehatan dan SDM Kesehatan

Anda mungkin juga menyukai