Anda di halaman 1dari 3

1.

Diagnosa

Defisit pengetahuan tentang (Spesifikkan)

2. Definisi

Ketiadaan atau kurangnya informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu.

3. Intervensi

 Observasi
- Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
- Identifikasi faktor-faktor yang dapat menngkatkan dan menurunkan motivasi perilaku
hidup bersih dan sehat
 Terapeutik
- Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan
- Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan
- Berikan kesempatan untuk bertanya
 Edukasi
- Jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
- Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
- Ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan
sehat.
4. Referensi
Berman, A., Snyder, S. & Fradsen, G. (2016). Kozier & Erbs Fundamentals of Nursing (10 th
ed). USA: Pearson Education.
Dougherty, L. & lister, S. (2015). Manual of Clinical Nursing Procedures (9 th ed.). UK: The
Royal Marsden NHS Foundation Trust.
Perry, A.G & Potter, P. A. (2014). Nursing Skills & Procedures (8 th ed.). St Louis: Elsevier
Wilkinson, J. M., Treas L. S., Barnett, K. & Smith, M. H. (2016). Fundamentals of Nursing
(3th ed.). Philadelphia: F. A. Davis Company.
1. Diagnosa
Risiko Infeksi
2. Defenisi
Berisiko mengalami peningkatan terserang organisme patogenik.
3. Intervensi
 Observasi
- Monitor tanda dan gejala infeksi local dan sistemik
 Terapeutik
- Batasi jumlah pengunjung
- Berikan perawatan kulit pada area edema
- Cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien dan lingkungan pasien
- Pertahankan teknik aseptic pada pasien berisiko tinggi
 Edukasi
- Jelaskan tanda dan gejala infeksi
- Ajarlan cara mencuci tangan dengan benar
- Ajarkan etika batuk
- Ajarkan cara memeriksa kondisi luka atau luka operasi
- Anjurkan meningkatkan asupan nutrisi
- Anjurkan meningkatkan asupan cairan
 Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian imunisasi, jika perlu

4. Referensi

Bick, J.S. et al (2016). Malignant hyperthermia during double-lung transplantation. Journal of


Cardiothoratic and Vascular Anesthesia, 30(2), pp.443-445

Chang, C.Y. & Scher, R.L. (2003). Malignant hyperthermia and the otolaryngologist. Ear, Nose and Throat
Journal, 82(6), 433-436.

Hommertzheim, R. & Steinke, E.E. (2006). Malignant hyperthermia-The perioperative nurse role. AORN
Journal, 83(1), 149-164
Kolimann-Camaiora, A, et al (2016). Clinical protocol for the management of malihnant hyperthermia.
Revista espanola de anestesiologia y reanimacion, 64(1), pp.32-40

Rosenberg, H. & Rueffert, H. (2011). Clinical utility gane card for: malignant hyperthermia. European
journal of human genectis : EJHG, 19(6), 1-3.

Week, M., (2013). Malignant Hyperthermia ; Findings from Captain James A . Lovell Federal Health Care
Center reveals New Findings on Malignant Hyperthermia, 40(4), 1-2.

Anda mungkin juga menyukai