Anda di halaman 1dari 14

TUGAS RANGKUMAN MATA KULIAH TEORI AKUNTANSI

DEVELOPMENT OF THE INSTITUTIONAL


STRUCTURE OF FINANCIAL ACCOUNTING

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2011
DEVELOPMENT OF THE INSTITUTIONAL
STRUCTURE OF FINANCIAL ACCOUNTING

ACCOUNTING IN THE UNITED STATES PRIOR TO 1930

Sejak tahun 1880-an, diketahui bahwa akuntansi adalah instrumen penting di


Amerika untuk menjalankan bisnis. Pada tahun 1886 dibentuklah sebuah
organisasi bernama American Association of Public Accountants. Tahun 1896,
organisasi ini, bersama grup yang lain, yaitu the Institute of Bookkeepers and
Accountants, merupakan pihak yang berada dibalik pengangkatan ‘Certified
Public Accountant’. Tahun 1913, tiga puluh satu negara bagian berhasil melewati
hukum yang diperlukan untuk dikeluarkannya sertifikat Certified Public
Accountant. Di antara ketiga puluh satu negara bagaian tersebut terdapat
keseragaman mengenai persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan sertifikat
tersebut.

Pencapaian penting lain dari asosiasi tersebut dapat ditemukan dalam The Journal
of Accountancy pada tahun 1905. Publikasi ini berlanjut menjadi jurnal
profesional penting hingga hari ini.

Hasil kerja asosiasi tersebut juga termasuk pengangkatan sebuah komite


terminologi, yang hasilnya terdapat dalam lingkup dan definisi yang kemudian
diadopsi pada tahun 1915. Gebrakan besar dalam pertumbuhan profesi akuntansi
adalah dalam hal income tax law pada tahun 1913. Dorongan yang lain terhadap
profesi akuntan publik semakin muncul sejak saat itu hingga perang dunia kesatu
pada tahun 1917. Isu spesifik yang termasuk dalam akuntansi publik adalah
kontrak militer dimana pengusaha pabrik harus membayar kembali dengan cost
plus basis.

Pada tahun 1916 dibentuklah American Institute of Accountants (AIA). Kemudian


American Association of Public Accountants namanya diubah menjadi American
Institute of Certified Public Accountants (AICPA) pada tahun 1957.

AICPA kemudian menjadi organisasi nasional. AICPA ini tidak dimaksudkan


untuk menggantikan perkumpulan negara bagian namun untuk melengkapinya
dan mengusahakan agar lebih terdapat keseragaman dan standarisasi dalam
kualifikasi dan ketentuan keanggotaan. Sementara itu, organisasi lain, yakni
American Society of Certified Public Accountants dibentuk pada tahun 1921.

Faktor lain yang yang mendorong meningkatnya permintaan jasa audit, adalah
banyaknya yang mempertanyakan praktek akuntansi selama masa Great
Depression pada tahun 1929. Pertanyaan juga muncul tentang apakah praktik
akuntansi memicu keputusan investasi bisnis yang rendah, nemun hal ini tidak
dapat dibuktikan.

THE FORMATIVE YEARS, 1930-1946

Akibat goncangan pasar saham, periode 1930 hingga 1946 mempengaruhi


akuntansi di United States lebih besar daripada sejarah akuntansi periode yang
lain.

NYSE/AICPA Agreement

Pada tahun 1930, AICPA memulai upaya bersama New York Stock Exchange
(NYSE) akhirnya memprakarsai penyiapan salah satu dokumen paling penting
dalam perkembangan pembuatan peraturan akuntansi. Komite Khusus AICPA
yang bekerjasama dengan Stock Exchange bekerjasama dengan Komite NYSE
dalam daftar saham untuk mengembangkan prinsip akuntansi yang diikuti oleh
semua perusahaan yang terdaftar dalam pertukaran (exchange).

Usaha bersama yang dilakukan NYSE dan AICPA memiliki pengaruh besar
dalam pembuatan peraturan akuntansi di United States sampai lima belas tahun
kemudian.

Formation Of The Securities And Exchange Commision (SEC)

SEC dibentuk oleh Kongres pada tahun 1934. Tujuannya adalah untuk menyusun
Securities Act pada tahun 1933 dan Securities Exchange Act tahun 1934. Kedua
undang-undang tersebut adalahundang-undang sekuritas nasional pertama di
United States.
Pada awalnya SEC mengijinkan profesi akuntansi untuk menyusun prinsip
akuntansi tanpa campur tangan pihak lain. Akan tetapi parnyataan yang dibuat
SEC tahun 1937 dan 1938 menindikasikan bahwa mulai timbul ketidaksabaran
dengan profesi tersebut. Pada desember 1937, Komisioner SEC Robert Healy
memanggil American Accounting Association (AAA). Ia menyatakan bahwa
terdapat kesulitan yang besar akan tidak adanya pihak yang memiliki otoritas
untuk membenahi dan memelihara standar akuntansi. Ia yakin bahwa pihak yang
memiliki otoritas tersebut ada dalam Securities and Exchange Commision.
Akhirnya, pada bulan April 1938, SEC mengirim pesan kepada profesi akuntansi
yang isinya bahwa selain profesi akuntansi menjalankan peran dalam
pengembangan standar akuntansi, SEC akan menentukan praktika akuntansi dan
metode mandatori yang dapat diterima dalam laporan yang mengandung
informasi akuntansi.

Commitee Of Accounting Procedure, 1936-1946

Pada tahun 1933, AICPA membentuk Special Commitee on Development of


Accounting Priciples, akan tetapi komite ini sangat kecil sehingga kemudian
digantikan oleh the Commitee on Accounting Procedures (CAP) pada tahun 1936,
yang juga kemudian tidak lagi aktif sampai 1938. Akan tetapi, pada tahun 1938,
segera setelah SEC menyusun Accounting Series Release (ASR) 4, CAP diperluas
dari tujuh anggota menjadi dua puluh satu anggota dan kemudian menjadi lebih
aktif.

SEC pada awalnya puas dengan perjuangan profesi akuntansi untuk menyusun
prinsip akuntansi. Akan tetapi, sudah diketahui bahwa proses penyusunan
peraturan akan diambil alih jika profesi akuntansi dirasa lambat.

Tidak semua anggota profesi akuntansi senang dengan cara peraturan akuntansi
dikembangkan selama periode tersebut. Para anggota AAA memberikan sebuah
prosedur deduktif untuk perumusan peraturan akuntansi, untuk mrnrntang
pendekatan induktif formal utama yang diberikan oleh CAP.

Era formatif ini tidaklah menghasilkan sebuah prinsip akuntansi komperhensif.


Akan tetapi, era formatif ini memberikan dua kontribusi penting. Pertama,
praktika kuntansi, khususnya dalam hal keseragaman, meningkat secara
signifikan. Kedua, sektor privat benar-benar digunakan sebagai sumber dalam
penyusunan peraturan akuntansi di United States.

THE POSTWAR PERIOD, 1946-1959

Goncangan ekonomi yang lebih besar terjadi pada periode pasca perang daripada
tahun 1920-an. Industri menginginkan modal yang besar untuk memperluas
bisnisnya. Perluasan tersebut, sebagai gantinya, menciptakan lapangan pekerjaan
dan uang yang lebig banyak. Dengan dorongan dari stock exchange, industry
mulai menyediakan uang untuk masyarakat. Tahun 1940, diperkirakan terdapat
empat juta pemegang saham di United States. Tahun 1952, jumlah tersebut
meningkat menjadi tujuh juta. Laporan keuangan perusahaan merupakan
instrument yang penting dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu laporan
keuangan dan peraturan –peraturan akuntansi yang digunakan dalam penyiapan
laporan keuangan tersebut memperoleh perhatian yang luas.

ARB 32 dan SEC

CAP sangat sibuk salama periode paska perang. Secara keseluruhan, delapan
belas ARB dikeluarkan sejak 1946 hingga 1953. Walaupun komite telah berhasil
mengurangi pertanyaan yang timbul tentang praktek akuntansi tahun 1930-an,
strategi tersebut memunculkan masalah-masalah baru selama tahun 1940-an
hingga awal 1950-an. Ketika berusaha mengurangi dugaan yang muncul akan
profesi akuntansu, CAP gagal untuk membuat rekomendasi positif untuk prinsip
akuntansi secara umum. Akibatnya, terdapat kelebigan prinsip akuntansi yang
‘baik’. Berbagai alternatif praktik dilenjutkan untuk memperindah karena tidak
ada landasan dalam teori akuntansi. Situasi ini memicu konflik antara CAP dan
SEC.

CAP merasa bahwa memanfaatkan kinerja operasi jangka pendek akan


emningkatkan perbandingan earning reports di antara perusahaan dan antar
tahun-tahun untuk perusahaan yang sama. Banyak extraordinary gains and losses
dikeluarkan dari laba bersih di bawah current operating performance concept.
Akibatnya, CAP mengeluarkan ARB 32 untuk merekomendasikan konsep
tersebut.

The Price-Level Problem

Akhir tahun 1953, profesi akuntansi menaruh perhatian yang besar pada akuntansi
di bawah kondisi tingkat perubahan harga. Sehingga, selama tiga tahun berikutnya
terdapat kemajuan dalam perkembangan prinsip akuntansi.

The Closing years of the CAP

Incrasing Critism

Akhir tahun 1950-an, minat dalam pengembangan prinsip akuntansi. Sayangnya


minat dalam pengembangan prinsip akuntansi ini memunculkan kritik negatif
terhadap CAP. Financial executive dan accounting partitioner dalam perusahaan
yang lebih kecil memberikan komplain bahwa mereka tidak diberi kesempatan
cukup untuk menyampaikan opini mereka dalam penyusunan ARB.

Pendekatan Baru

Pada tahun 1957, Alvin R.Jennings menyampaikan pidato pada pertemuan


tahunan AICPA. Ia menganjurkan reorganisasi AICPA untuk mempercepat
perkembangan prinsip akuntansi. Jeannings menekankan perlunya riset sebagai
bagian dari program pengembangan.

PERIODE MODERN, 1959 SAMPAI SEKARANG


Accounting Principles Board (APB)
APB dan Accounting Research Division (ARD) mempunyai divisi
penelitian yang semiotonom. Mempunyai direktur sendiri yang berwenang untuk
mempublikasikan penemuan penelitian yang dilakukan stafnya dan tidak memiliki
pertanggungjawaban pada komite teknis AICPA. Pada penerbitan proyek
penelitian apa yang akan diambil, direktur penelitian harus mencocokkan dengan
pimpinan APB. Jika keduanya tidak menyetujui, APB menentukan project apa
yang akan diambil oleh divisi penelitian. Hasil dari proyek penelitian akan
diterbitkan di Accounting Research Studies (ARSs). Dalam bentuknya, APB sama
dengan CAP, yang terdiri dari 18-21 member, yang semuanya juga merupakan
member dari AICPA.
Awal Tahun Berdirinya APB dan Perjalanannya
Pada awal berdirinya APB dikarakteristikkan dengan kegagalan dan
keragu-raguan. APB diserang dan dikritik karena :
- Opini yang bersifat controversial, termasuk APB 8 tentang akuntansi Pensiun,
APB 11 tentang alokasi pajak income, dan APBs 2 dan 4 tentang kredit pajak
investasi.
- Hasil penelitiannya tidak diterima oleh profesi
- Kegagalan dalam menyelesaikan masalah akuntansi untuk penggabungan usaha
dan goodwill.
Hasil karya APB yang terkenal adalah ARS nomor 7 dan yang paling
terkenal adalah APB Statement no 4 yang diterbitkan tahun 1970. APB bekerja
sampai dengan tahun 1973, kemudian digantikan oleh Financial Accounting
Standards Board (FASB) sampai sekarang ini.

PERIODE KONTEMPORER
Financial Accounting Standard Board (FASB)
Setelah APB digantikan oleh FASB, pada tahun 1978, FASB
mengerluarkan SFAC No 1 dengan judul, Objectives of Financial Reporting by
Business Enterprises.
FASB berbeda dengan dewan-dewan sebelumnya, karena didukung oleh
enam organisasi profesi, yaitu, AAA, AICPA, Financial Analysts Federation,
Financial Executive Institute, Institute of Management Accountants, dan
Securities Industry Association.
Setelah mengalami beberapa titik waktu (Juncture) dalam merumuskan
prinsip-prinsip akuntansi (Zeff 1984), FASB akhirnya berhasil membuat sebuah
model rerangka konseptual yang mapan disebut, Statement of Financial
Accounting Concepts (SFAC). SFAC ini dianggap lengkap dan terdiri dari 6
statements, yaitu SFAC No 1 (1978), SFAC No 2 (1980), SFAC No 3 (1980),
SFAC No 4 (1980), SFAC No 5 (1984), dan SFAC No 6 tahun 1985. SFAC No 6
menggantikan SFAC no 3 dan mengamandemen SFAC no 2. Sedangkan draft
SFAC 7 sampai saat ini belum pernah definitif. Model rerangka konseptual FASB
ini mencakup empat komponen dasar, yaitu (1) tujuan pelaporan keuangan yang
dituangkan pada SFAC no 1 dan SFAC no 4. (2) Kriteria kualitas informasi yang
dituangkan pada SFAC no 2, (3) Elemen-elemen laporan keuangan yang
dituangkan pada SFCA no 6 (pengganti SFAC no 3) (4) Pengukuran dan
Pengakuan yang dituangkan pada SFAC no. 5. Model ini dirancang dengan cukup
luas dan mencakup perusahaan bisnis dan nonbisnis. Rerangka ini merupakan
dasar teoritis bagi FASB dalam mengembangkan standard akuntansi keuangan
(Statement of Financial Accounting Standard) di Amerika Serikat.
Standar-standar tersebut berkenaan dengan pengukuran aktivitas ekonomi,
penentuan waktu kapan pengukuran dan pencatatan harus dilakukan, ketentuan
pengungkapan mengenai aktivitas tersebut, penyiapan dan penyajian ringkasan
aktivitas ekonomi tersebut dalam bentuk laporan keuangan.

International Accounting Standards Committee (IASC)


Globalisasi dunia menuntut adanya standar akuntansi yang seragam.
Namun untuk mencapai sebuah keseragaman tidaklah mudah. Kondisi ini
memerlukan adanya sebuah badan penyusun standar internasional. Salah satunya
adalah International Accounting Standards Committee (IASC).
Kesepakatan pembentukan IASC terjadi pada tanggal 23 Juni
1973 di Inggris yang diwakili oleh organisasi profesi akuntansi dari
sembilan negara, yaitu Australia, Canada, Prancis, Jerman Barat,
Jepang, Mexico, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat. Badan-badan ini
merupakan dewan IASC pada saat itu, mereka merupakan bagian dari
International Federation of Accountans (IFAC) sebagai organisasi induk
IASC.

Dengan tujuan menyelesaikan dan mendamaikan perbedaan


akuntansi disetiap negara, serta merintis adanya standar akuntansi
yang kelak berlaku universal, IAS diterbitkan sejak tahun 1974.
Penerbitan tersebut satu tahun setelah pembentukan International
Accounting Standard Committee (IASC).
Tujuan pembentukan IASC adalah, “to formulate and publish in the public
interests, basic standards to be observed in the presentation of audited accounts
and financial statements and to promote their worldwide acceptance and
observance”. Jadi tujuan dibentuknya IASC adalah memformulasi standar dan
mendorong keberterimaan
dan ditaatinya IFRS secara luas di dunia.
Sampai saat ini IASC beranggotakan sekitar 150 organisasi atau badan
penyusun standard akuntansi dari 113 negara, dan telah berhasil merumuskan
model teoritis yang juga mengadopsi meta teori dengan menempatkan tujuan
sebagai top level.
Pada tahun 1999, setelah melakukan proses review selama dua tahun,
dewan IASC menyetujui rencana restrukturisasi. Menurut ketentuan
restrukturisasi, dewan IASC akan menjadi sebuah entitas yang terpisah dari
induknya dan akan menjadi entitas non profit yang diatur oleh para wali. IASC
akan melakukan pendanaan terhadap IASB, yang pada gilirannya akan
bertanggung jawab untuk teknis agenda pengembangan dan persetujuan IFRS
baru. IFRS saat ini diterbitkan dan dikelola oleh IASB, sebuah dewan standar
independen yang berbasis di London.

Pada bulan Maret 2001, IASC Foundation secara resmi didirikan di negara
bagian Delaware di Amerika Serikat. Yang bertindak sebagai entitas induk IASB.
Sejak 1 April 2001, IASB diasumsikan bertanggung jawab kepada IASC dalam
menjalankan tugasnya melakukan penyusunan standar akuntansi.

Sesuai dengan konstitusi IASC Foundation, dilakukan review secara


berkelanjutan yang selesai pada bulan Juni 2005 dan terjadi beberapa perubahan
konstitusi yang mengatur pengaturan operasional IASC Foundation.

Menetapkan Peran dan Tujuan Baru

Pembentukan IASC tahun 1973 dimaksudkan untuk mempromosikan


harmonisasi standar dan prosedur akuntansi ke seluruh dunia. IAS dikeluarkan
oleh IASC untuk memenuhi tujuan itu. IASC tidak memiliki kewenangan untuk
mewajibkan masing-masing negara atau entitas untuk mematuhi standar.
Pada tahap awal berdirinya IASC tidak memiliki satu set standar
akuntansi. Sebagian besar negara-negara maju telah menetapkan sendiri standar
akuntansi mereka. Hanya beberapa negara saja yang tidak memiliki standar, yang
kemudian mengadopsi IAS selama periode tersebut.

Selanjutnya diterbitkan tambahan dan revisi dari IAS yang kemudian


semakin banyak negara mulai berpartisipasi dalam kegiatan IASC. IASC berstatus
sebagai otoritas internasional yang tumbuh pesat. Status itu lebih ditingkatkan
setelah perkembangan yang signifikan sebagai berikut:

• 2002: Komisi Eropa melalui Peraturan Eropa 1606 pada tanggal 19 Juli
2002 mewajibkan entitas yang terdaftar di Uni Eropa untuk mengadopsi
IFRS mulai tahun 2005.
• 2002: IASB dan dewan standar akuntansi di Amerika Serikat yakni
Financial Accounting Standard Board (FASB), mengumumkan
keinginannya untuk mencapai kesesuaian dalam standar pelaporan
keuangan dan mengkoordinasikan program kerja masa depan.
• 2003: Australia, Hong Kong dan Selandia Baru berkomitmen untuk
mengadopsi IFRS.
• 2005: Hampir 7.000 perusahaan yang terdaftar di 25 negara menerapkan
IFRS.
• 2006: IASB dan FASB menyepakati peta jalan untuk konvergensi antara
IFRS dan General Accepted Accounting Principle (GAAP) di Amerika
Serikat.
• 2007: Brasil, Cananda, Chile, India, Jepang, dan Korea menetapkan
agenda untuk mengadopsi IFRS.
• 2007: Securities and Exchange Commission (SEC) di Amerika Serikat
menghapus ketentuan rekonsiliasi untuk perusahaan non-US yang
menerapkan IFRS, dan berkonsultasi pada IFRS untuk perusahaan
domestik.
Setelah IASC disatukan ke IASB dan IASC Foundation tahun 2000 serta
perubahan kondisi lebih lanjut di tahun 2002 sampai 2007. Tujuan IASC
Foundation disempurnakan sebagai berikut:

1. Untuk mengembangkn satu set standar berkualitas tinggi yang dapat


dipahami dan berlaku secara global demi kepentingan umum. Pelaporan
keuangan yang berkualitas terutama untuk membantu pelaku pasar modal
dunia dan pengguna lain dalam membuat keputusan ekonomi;
2. Untuk mempromosikan penggunaan dan penerapan standar yang ketat;
3. Dalam memenuhi tujuannya yang berhubungan dengan point (1) dan (2) di
atas, IASC bertujuan untuk memperhitungkan sebagaimana mestinya
kebutuhan khusus entitas kecil dan menengah, serta entitas ekonomi baru;
dan
4. Untuk mewujudkan konvergensi atas standar akuntansi nasional ke IAS
dan IFRS yang lebih diarahkan pada solusi berkualitas tinggi.
Struktur Aktual

IASB ditunjuk dan diawasi oleh kelompok wali (yaitu IASC Foundation)
yang memiliki latar belakang wilayah dan beragam profesi yang bertanggung
jawab untuk kepentingan publik. Hal ini juga didukung oleh dewan penasehat
eksternal (yaitu Standards Advisory Council atau SAC) dan komite interpretasi
(the International Financial Reporting Interpretation Committee atau IFRIC)
yang bertugas memberikan bimbingan jika terdapat perbedaan dalam praktek.

IASC Foundation adalah organisasi independen yang terdiri dari dua


badan utama: para wali dan IASB. Pemerintahan IASC Foundation sisa 22 wali.
Tanggung jawab wali termasuk menunjuk, para anggota dewan IASB dan
menetapkan hubungannya dengan penasehat dan dewan, serta penanggung jawab
organisasi.
IASB memiliki tanggung jawab dalam penyusunan standar akuntansi,
dengan 12 anggota yang bekerja secara penuh dan dua anggota paruh waktu yang
berasal dari berbagai negara dengan latar belakang fungsional beragam. Anggota
tersebut tidak didominasi oleh konstituen tertentu atau kepentingan regional
tertentu, dan kualifikasi utama mereka untuk keanggotaan IASB adalah keahlian
teknis.

Struktur IASC Foundation memiliki dua badan. Standar Advisory Council


(SAC) menyediakan forum dan jalan bagi organisasi-organisasi atau individu
yang berkepentingan dengan pelaporan keuangan internasional untuk
berpartisipasi. Para peserta memiliki latar belakang geografis dan fungsional yang
beragam. Tujuan SAC adalah untuk memberikan nasehat kepada IASB mengenai
prioritas proyek penyusunan standar.
Badan lainnya dalam struktur IASC Foundation di International
Fianancial Reporting Interpretation Committee (IFRIC), yang merupakan badan
interpretatif IASB dengan anggota sebanyak 14 suara tidak termasuk ketua, semua
ditunjuk oleh wali. IFRIC menggantikan Standing Interpretations Committee
(SIC) pada tahun 2002. Peran IFRIC adalah untuk mempersiapkan interpretasi
IFRS untuk disetujui oleh IASB dan untuk memberikan panduan yang terkini
mengenai masalah laporan keuangan.