Anda di halaman 1dari 8

TUGAS RUTIN 3

PRAKTIKUM BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK


DOSEN PENGAMPU : Dra. Rahmulyani, M.Pd., Kons

DISUSUN OLEH :

NAMA : EXAUDI PARLINDUNGAN MANURUNG


NIM : 1203351001
KELAS : BK REGULER C 2020

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2021
A. KONSELING KELOMPOK
Menurut Dewa Ketut Sukardi, konseling kelompok merupakan konseling
yang di selenggarakan dalam kelompok, dengan memanfaatkan dinamika
kelompok yang terjdi di dalam kelompok itu. Masalah-masalah yang dibahas
merupakan masalah perorangan yang muncul di dalam kelompok itu, yang
meliputi berbagai masalah dalam segenap bidang bimbingan (bidang bimbingan
pribadi, sosial, belajar dan karir).Konseling kelompok adalah salah satu bantuan
yang diberikan kepada konseli dalam bentuk kelompok dan mempunyai metode
pemecahan dan penyembuhan,kemudian konselor mengarahkan untuk
memberikan kemudahan untuk perkembangan dan pertumbuhannya.
Dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok merupakan konseling
yang dilaksanakan dalam bentuk kelompok bersifat pemecahan dan
penyembuhan yang terdiri dari empat sampai delapan konseli sehingga dalam
konseling kelompok konseli dapat berinteraksi untuk meningkatkan
pemahaman dan mempelajari atau menghilangkan perilaku atau sikap-sikap
tertentu.

Tahap Konseling Kelompok


Menurut Corey dan Yalom dalam buku Latipun membagi tahapan
konseling dengan enam bagian yaitu :
1. Prakonseling
Dianggap sebagi tahap persiapan pembentukan kelompok.
Hal-hal yang dimaksudkan mendasar pada tahap ini yaitupara
konseli diseleksi yang akan dimasukkan dalam keanggotaan yang
sam menurut pertimbangan homognitas.

2. Tahap permulaan
Pada tahap ini dibuat struktur pada kelompok untuk
memahami beberapa aturan saat konseling kelompok berlangsung.
Ketua kelompok dipegang oleh seorang konselor. Pada tahap ini
anggota kelompok diarahkan untuk memperkenalkan diri yang
dipimpin oleh pemimpin kelompok.
3. Tahap transisi
Pada tahap ini desebut juga tahap peralihan. Pada tahap ini
konselor diharapkan dapat membuka permasalahan masing-
masing anggota sehingga masalah tersebut dapat bersama-sama
dirumuskan dan diketahui penyebabnya.
4. Tahap kerja Tahap
kerja sering disebut sebagai tahap kegiatan. Tahap ini
dilakukan setelah permasalahan anggota kelompok diketahui
penyebab sehingga konselor dapat melakukan langkah selanjutnya
yaitu menyusun rencana tindakan
5. Tahap akhir
Tahapan di mana anggota kelompok mencoba perilaku
baru yang telah mereka rencanakan sebelumnya. Umpan balik
pada tahap ini sangat penting sebaiknya dilakukan oleh masing-
masing anggota kelompok.
6. Pascakonseling
Jika proses konseling telah berekhir, sebaiknya konselor
menerapkan adanya evaluasi sebagi tindak lanjut dari konseling
kelompok. Evaluasi sangat diperlukan apabila terdapat hambatan
dan kendala yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan perubahan
perilaku anggota kelompok setelah proses konseling berakhir.

B. FUNGSI LAYANAN KONSELING KELOMPOK


Pelayanan bimbingan dan konseling mengemban sejumlah fungsi yang
hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling, antara
lain :
Fungsi Pemahaman
yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai
kepentingan pengembangan peserta didik. Pemahaman ini meliputi :
1. Pemahaman tentang diri sendiri peserta didik teruatama oleh
peserta didik sendiri, orang tua, guru pada umumya, dan guru
pembimbing.
2. Pemahaman tentang lingkungan peserta didik (termasuk
lingkungan keluarga dan sekolah) terutama oleh peserta didik
sendiri, orang tua, guru pada umumnya, dan guru pembimbing.
3. Pemahaman lingkungan yang lebih luas (termasuk informasi
jabatan/pekerjaan, informasi social, dan budaya/nilai-nilai)
terutama oleh peserta didik.

Fungsi Pencegahan
yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
tercegahnya dan terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan
yang mungkin timbul, yang akan dapat mengganggu, menghambat,
ataupun menimbulkan kesulitan serta kerugian tertentu dalam proses
perkembangannya.

Fungsi Pemutusan
yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik.

Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan


yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
terpeliharanya dan terkembangnya berbagai potensi serta kondisi positif
peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan
berkelajutan.
Advokasi
yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh
pembelaan atas hak dan/atau kepentingannya yang kurang mendapat
perhatian.
C. PERANAN PEMIMPIN DALAM KELOMPOK
Sebagaimana yang dikemukakan Prayitno (1995: 35-36) bahwa peranan
pemimpin kelompok ialah:
a. Pemimpin kelompok dapat memberikan bantuan, pengarahan
ataupun campur tangan langsung terhadap kegiatan kelompok.
Campur tang ini meliputi, baik hal-hal yang bersifat isi dari yang
dibicarakanmaupun yang mengenai proses kegiatan itu sendiri.
b. Pemimpin kelompok memusatkan perhatian pada suasana yang
berkembang dalam kelompok itu, baik perasaan anggota-anggota
tertentu maupun keseluruhan kelompok. Pemimpin kelompok
dapat menanyakan suasanan perasaan yang dialami itu.
c. Jika kelompok itu tampaknya kurang menjurus kearah yang
dimaksudkan maka pemimpin kelompok perlu memberikan arah
yang dimaksudkan itu.
d. Pemimpin kelompok juga perlu memberikan tanggapan (umpan
balik) tentang berbagai hal yang terjadidalam kelompok, baik yang
bersifat isi maupun proses kegiatan kelompok.
e. Lebih jauh lagi, pemimpin kelompok juga diharapkan mampu
mengatur “lalu lintas” kegiatan kelompok, pemegang aturan
permainan (menjadi wasit), pendamai dan pendorong kerja sama
serta suasana kebersamaan. Disamping itu pemimpin kelompok,
diharapkan bertindak sebagai penjaga agar apapun yang terjadi di
dalam kelompok itu tidak merusak ataupun menyakiti satu orang
atau lebih anggota kelompok sehingga ia / mereka itu menderita
karenanya.
f. Sifat kerahasiaan dari kegiatan kelompok itu dengan segenap isi
dan kejadian-kejadian yang timbul di dalamnya, juga menjadi
tanggung jawab pemimpin kelompok.
Kegiatan layanan bimbingan kelompok sebagian besar juga
didasarkan atas peranan para anggotanya. Peranan kelompok tidak akan
terwujud tanpa keikutsertaan secara aktif para anggota kelompok
tersebut. Karena dapat dikatakan bahwa anggota kelompok merupakan
badan dan jiwa kelompok tersebut.
D. PERANAN ANGGOTA KELOMPOK DALAM KONSELING KELOMPOK
Kegiatan layanan bimbingan kelompok sebagian besar juga didasarkan
atas peranan para anggotanya. Peranan kelompok tidak akan terwujud tanpa
keikutsertaan secara aktif para anggota kelompok tersebut. Karena dapat
dikatakan bahwa anggota kelompok merupakan badan dan jiwa kelompok
tersebut. Agar dinamika kelompok selalu berkembang, maka peranan yang
dimainkan para anggota kelompok adalah:
a. Membantu terbinanya suasana keakraban dalam hubungan
antaranggota kelompok.
b. Mencurahkan segenap perasaan dalam melibatkan diri dalam
kegiatan kelompok.
c. Berusaha agar yang dilakukannya itu membantu tercapainya
tujuan bersama
d. Membantu tersusunnya aturan kelompok dan berusaha
mematuhinya dengan baik.
e. Benar-benar berusaha untuk secara aktif ikut serta dalam seluruh
kegiatan kelompok.
f. Mampu berkomunikasi secara terbuka
g. Berusaha membantu anggota lain.
h. Memberi kesempatan anggota lain untuk juga menjalankan
peranannya.
i. Menyadari pentingnya kegiatan kelompok itu.
E. AZAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Dalam kegiatan konseling kelompok terdapat sejumlah aturan ataupun
asas-asas yang harus diperhatikan oleh para anggota yaitu:
Asas Kerahasiaan
Asas kerahasiaan ini memegang peranan penting dalam konseling
kelompok karena masalah yang dibahas dalam konseling kelompok
bersifat pribadi, maka setiap anggota kelompok diharapkan bersedia
menjaga semua (pembicaraan ataupun tindakan) yang ada dalam
kegiatan konseling kelompok dan tidak layak diketahui oleh orang lain
selain orang-orang yang mengikuti kegiatan konseling kelompok.

Asas Kesukarelaan
Kehadiran, pendapat, usulan, ataupun tanggapan dari anggota
kelompok bersifat sukarela, tanpa paksaan.

Asas Keterbukaan
Keterbukaan dari anggota kelompok sangat diperlukan sekali.
Karena jika ketrbukaan ini tidak muncul maka akan terdapat keragu-
raguan atau kekhawatiran.

Asas Kegiatan
Hasil layanan konseling kelompok tidak akan berarti bila klien
yang dibimbing tidak melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan–tujuan
bimbingan. Pemimpin kelompok hendaknya menimbulkan suasana agar
klien yang dibimbing mampu menyelenggarakan kegiatan yang dimaksud
dalam penyelesaian masalah.

Asas Kenormatifan
Dalam kegiatan konseling kelompok, setiap anggota harus dapat menghargai
pendapat orang lain, jika ada yang ingin mengeluarkan pendapat maka anggota
yang lain harus mempersilahkannya.
Asas Kekinian
Masalah yang dibahas dalam kegiatan konseling kelompok harus
bersifat sekarang. Maksudnya, masalah yang dibahas adalah masalah
yang saat ini sedang dialami yang mendesak, yang mengganggu
keefektifan kehidupan seharihari, yang membutuhkan penyelesaian
segera, bukan masalah dua tahun yang lalu ataupun masalah waktu kecil.

Anda mungkin juga menyukai