Anda di halaman 1dari 4

2.

Sifat-sifat Unsur

2.1 Jari-jari, nomor atom, elektronegatifitas, energy ionisasi, konfigurasi electron

Konfigurasi bilangan
Unsur rkov (A) Z χp I (kJ/mol)
elektron oksidasi
C 0.77 6 2.55 1086 2s2 2p2 4
Si 1.17 14 1.90 786 3s2 3p2 4
Ge 1.22 32 2.01 760 4s24p2 2.4
Sn 1.4 50 1.96 708 5s2 5p2 2.4
Pb 1.46 82 2.33 715 6s2 6p2 2.4

3. Reaktifitas

3.1 Karbon (C)

• Reaktifitas terhadap asam:

C teroksidasi asam nitrat panas dan asam sulfat menjadi CO2

• Reaktifitas terhadap basa:

C tidak reaktif

• Reaktifitas terhadap udara panas:

C membentuk CO2 dan CO

• Reaktifitas terhadap halogen:

C tidak reaktif kecuali dengan Fluorin

• Reaktifitas terhadap air:

C tidak reaktif

3.2 Silikon (Si)

• Reaktifitas terhadap asam:

Si tidak bereaksi dengan asam kecuali HF

• Reaktifitas terhadap basa:

Si larut dalam dengan reaksi


• Reaktifitas terhadap udara panas:

Si membentuk MO2

• Reaktifitas terhadap halogen:

Si tidak reaktif kecuali dengan Fluorin

• Reaktifitas terhadap air:

Si tidak reaktif

3.3 Germanium (Ge)

• Reaktifitas terhadap asam:

Ge larut dalam asam sulfat dan asam nitrat

• Reaktifitas terhadap basa:

Ge larut dalam dengan reaksi

• Reaktifitas terhadap udara panas:

Ge membentuk MO2

• Reaktifitas terhadap halogen:

Ge reaktif

• Reaktifitas terhadap air:

Ge tidak reaktif

3.4 Timah (Sn)

• Reaktifitas terhadap asam:

Sn bereaksi dengan klorida dengan membentuk Sn(II) yang larut dan dengan asam nitrat membentuk
sebagian besar Sn(IV) oksida yang mengendap dan sejumlah kecil Sn(II) nitrat yang larut

• Reaktifitas terhadap basa:

Sn larut dalam dengan reaksi

• Reaktifitas terhadap udara panas:

Sn membentuk MO2
• Reaktifitas terhadap halogen:

Sn reaktif, Sn cepat bereaksi

• Reaktifitas terhadap air:

Sn tidak reaktif

3.5 Timbal (Pb)

• Reaktifitas terhadap asam:

Pb tidak bereaksi dengan HCl, tetapi reaktif terhadap asam sulfat panas dan asam nitrat membentuk
garam Sn(II) dan Pb(II) yang larut

• Reaktifitas terhadap basa:

Pb larut dalam dengan reaksi

• Reaktifitas terhadap udara panas:

Pb membentuk PbO dan Pb2O4

• Reaktifitas terhadap halogen:

Pb reaktif, cepat bereaksi

• Reaktifitas terhadap air:

Pb bereaksi dengan air lunak membentuk Pb(OH)2, dengan air sadah, karbonat dan sulfat bereaksi
dengan hidroksida tersebut membentuk lapisan yang mencegah reaksi Pb dan air lebih lanjut.

(Anonim,2010,Golongan IVA,http://inherent.ub.ac.id/ diakses 18 Maret 2011)

Kereaktifan Kimia Karbon

Pada suhu yang tinggi karbon bereaksi dengan oksigen membentuk CO dan CO2, dimana karbon juga
dapat mereduksi senyawaan oksida logam menjadi logamnya. Reaksi ini dipakai untuk mengurangai dan
mengontrol kandungan karbon dalam industri baja.
Fe3O4 + 4 C(s) ? 3 Fe(s) + 4 CO(g)

Dengan unsur belerang karbon bereaksi membentuk sulfide, dan bereaksi dengan uap air membentuk CO
dan gas H2.

C(s) + H2O(g) CO(g) + H2(g).

Karbon juga bereaksi dengan unsur logam pada temperature tinggi untuk membentuk logam karbida
seperti besi karbida, tungsten karbida yang dipakai dalam peralatan pemotong.

(Morie, Indigo, 2010, Karbon, http://belajarkimia.com/karbon/ diakses pada 18 Maret 2011)