Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

PRINSIP ATAU ASPEK LEGAL ETIK KEPERAWATAN


Diajukan untuk memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah Keperawatan Maternitas I

Dosen Pengampu :

Vina Fuji Lastari S.Kep.Ners

Tentang :

Pengobatan Akupuntur

Disusun oleh :

Elma Hemnidar Nurjannah Putri (CKR0190093)

Emay Maysaroh (CKR0190094)

Encep Maulana (CKR0190095)

Fina Astuti Herfiana (CKR0190096)

Firda Asri Nurdianti (CKR0190097)

Fitra Hihen (CKR0190098)

Indy Mutia Teguh Puspita (CKR0190099)

KEPERAWATAN C TINGKAT 2

SEMESTER 3

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Tahun 2018/2019


Jalan Lingkar Bayuning No. 02, Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45561
Telp. (0232) 875847 Fax. 0232-875123 Email : info@stikeskuningan.ac.id
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan limpahan Rahmat,
Taufiq, dan Hidayah-Nya, penulis diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalah
tentang Prinsip/Aspek Legal Etik Keperawatan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan pada junjungan kita Nabi
Muhammad SAW, serta kepada kerabat, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari
akhir.
Penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Vina Fuji Lastari
S.Kep.Ners selaku Dosen mata kuliah Keperawatan Maternitas I yang telah memberikan
bimbingan dan arahan serta motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini penulis susun secara sederhana dengan mempertimbangkan dari
jurnal, buku, dan juga internet, kemudian penulis ringkas agar mudah dipahami oleh
yang membacanya.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan,
dan jauh dari kata sempurna. Hal ini dikarenakan keterbatasan kemampuan. Oleh sebab
itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar
makalah ini dapat bermanfaat serta memberikan nilai positif bagi yang membacanya.
Aamiin.

Kuningan, November 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... i

DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ................................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................. 2
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................... 2
1.4 Metode Penulisan .............................................................................................. 3

BAB II TINJAUAN TEORI ......................................................................................... 4

2.1 Pengertian Etika.................................................................................................. 4


2.2 Pengertian Keperawatan..................................................................................... 5
2.3 Pengertian Etika Keperawatan........................................................................... 6
2.4 Kegunaan Etika Keperawatan............................................................................ 6
2.5 Tujuan Etika Keperawatan................................................................................. 7
2.6 Fungsi Etika Keperawatan ................................................................................. 8
2.7 Peranan Hak dan Kewajiban Dalam Etika Keperawatan .................................. 8

BAB III PEMBAHASAN ........................................................................................... 10

3.1 Konsep Legal Etik Keperawatan ..................................................................... 10


3.2 Prinsip-Prinsip Legal Etik Keperawatan ......................................................... 10
3.3 Masalah Legal Dalam Keperawatan ................................................................ 11
3.4 Hukum Yang Mengatur Aspek Legal Dalam Keperawatan ............................ 13
3.5 Aspek Legal Dalam Praktik Keperawatan ...................................................... 13
3.6 Aspek Legal Keperawatan Meliputi Kewajiban dan Hak Perawat ................. 13

BAB IV PENUTUP .................................................................................................... 15

4.1 Kesimpulan....................................................................................................... 15
4.2 Saran................................................................................................................. 15

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 16

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keperawatan merupakan suatu bentu layanan kesehatan profesional yang
merupakan bagian intergral dari pelayanan kesehatan yang berdasarkan pada ilmu dan
etika keperawatan. Keperawatan sebagai bagaian intergral dari pelayanan kesehatan
ikut menentukan mutu dari pelayanan kesehatan yang ada, dimana keperawatan
memberikan kontribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan sebagai satu
kesatuan yang relatif, berkelanjutan, koordinatif dan advokatif keperawatan sebagai
suatu profesi menekankan kepeda bentuk pelayanan profesional yang sesuai dengan
standar dengan memperhatikan kaidah etik dan moral sehingga pelayanan yang
diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. Sehingga mereka kurang
mengerti dan memahami secara dari profesi yang sedang mereka geluti saat ini.
Proses keperawatan merupakan metode ilmiah yang dipakain dalam memberikan
asuhan keperawatan yang profesional, perawat dimana saja ia bertugas. Menghadapi
klien dengan segala macam kasus dan melayani klien pada semua tingkat usia juga
harus menggunakan proses keperawatan dan mampu menerapkan serta menyusunnya
dalam sebuah dokumen status kesehatan klien. Asuhan profesional dituntut untuk
dapat melaksanakan proses keperawatan dengan tepat dan benar. Pemahaman
terhadap proses keperawatan sangat penting karena topik ini akan menjadi bagian
yang amat penting dalam menjadi bagian yang amat penting dalam melaksanakan
asuhan keperawatan. Perbedaan asuhan yang profesional dengan asuhan tradisional
terletak pada penggunaan proses keperawatan kemampuan perawat dalam
menerapkan proses keperawatan kemampuan perawat dalam menerapkan proses
keperawatan dalam asuhannya sudah tidak dapat ditawar lagi apabila ia meyakini
bahwa asuhannya adalah asuhan pembelajaran klinik di rumah sakit.
Seiring dengan perkembangan keperawatan, keilmuan, dalam praktik
keperawatan pun turut berkembang. Berbagai penelitian berdasarkan fenomena yang
ada di dunia pelayanan keperawatan dilakukan asuhan keperawatan merupakan tulang
punggung pelayanan yang terintegrasi dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit
mutu pelayanan keperawatan ditentukan oleh perawat yang kompeten dibidangnya
namun kebijakan manajemen rumah sakit terhadap pengembangan pelayanan
keperawatan pada umumnya tidak menjadi prioritas.

1
Kompetensi keperawatan yang beragam, mulai dari sekolah perawat kesehatan
(SPK/SPR), D-III, D-IV, S-1, S-2, hingga S-3. Keperawatan adapun karakteristik
perawat profesional adalah kompeten, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri,
komunikatif, dan profesional. Seiring perkembangan keperawatan, berbagai
penemuan dalam dunia keperawatan diperkenalkan.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan etika?
1.2.2 Apa yang dimaksud dengan keperawatan?
1.2.3 Apa itu eika keperawatan?
1.2.4 Apa saja kegunaan dari etika keperawatan?
1.2.5 Apa saja tujuan dari etika keperawatan?
1.2.6 Bagaimana fungsi dari etika keperawatan?
1.2.7 Bagaimana peranan hak dan kewajiban dalam etika keperawatan?
1.2.8 Bagaimana konsep legal etik keperawatan?
1.2.9 Apa saja prinsip-prinsip legal etik keperawatan?
1.2.10 Apa saja masalah legal dalam keperawatan?
1.2.11 Apa saja hukum yang mengatur aspek legal dalam keperawatan?
1.2.12 Apa itu aspek legal dalam praktik keperawatan?
1.2.13 Apa saja aspek legal keperawatan meliputi kewajiban dan hak perawat?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui teori tentang prinsip atau aspek legal etik dalam
keperawatan.
1.3.2 Tujuan Khusus
Untuk mengetahui pengertian dari etika, pengertiankeperawatan,
pengertian etika keperawatan, kegunaan etika keperawatan, tujuan etika
keperawatan, fungsi etika keperawatan, peranan hak dan kewajiban dalam
etika keperawatan, konsep legal etik keperawatan, prinsip-prinsip legal etik
keperawatan, masalah legal dalam keperawatan, hukum yang mengatur aspek
legal dalam keperawatan, aspek legal dalam praktik keperawatan, dan aspek
legal keperawatan meliputi kewajiban dan hak perawat.

2
1.4 Metode Penulisan
Metode penulisan yang penulis gunakan dalam menulis makalah ini adalah
metode penulisan pustaka yaitu metode yang dilakukan dengan mempelajari dan
mengumpulkan data dari buku, jurnal, maupun infomasi dari internet.

3
BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian Etika


Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “ETHOS” menurut Araskar David (1978)
berarti “kebiasaan”, “model perilaku” atau “standar” yang diharapkan dan kriteria
tertentu untuk suatu tindakan. Sedangkan dalam bentuk jamak (ta etha) berarti adat
kebiasaan, dengan kata lain etika diartikan sebagai ilmu tentang apa yang biasa
dilakukan atau ilmu tentang adatkebiasaan.
Menurut kamus Webster, etika adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang apa
yang baik dan buruk secara moral. Penggunaan istilah etika dewasa ini banyak
diartikan sebagai “motif atau dorongan” yang mempengaruhi suatu perilaku manusia
(Suhaemi, 2003).
Potter dan Perry (1997) menyatakan bahwa etika merupakan terminologi dengan
berbagai makna, etika berhubungan dengan bagaimana seseorang harus bertindak dan
bagaimana mereka melakukan hubungan dengan orang lain.
Menurut Ismani (2003) Etika adalah ilmu tentang kesusilaan yang menentukan
bagaimana sepatutnya manusia hidup didalam masyarakat yang menyangkut aturan-
aturan dan prinsip-prinsip yang menentukan tingkah laku yang benar yaitu baik dan
buruk serta kewajiban dan tanggungjawab.
Dengan demikian etika dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang
adat istiadat, kebiasaan yang baik dan buruk secara moral serta motif atau dorongan
yang mempengaruhi perilaku manusia dalam berhubungan dengan orang lain yang
berdasarkan pada aturan-aturan serta prinsip yang mengandung tanggung jawab
moral. Etika berhubungan dengan hal yang baik dan tidak baik, peraturan untuk
perbuatan atau tindakan yang mempunyai prinsip benar atau salah, prinsip moralitas
karena etika mempunyai tanggung jawab moral.
Etik profesi merupakan prinsip moral atau asas yang harus diterapkan oleh
perawat dalam hubungannya dengan pasien, teman sejawat dan masyarakat umumnya.
Etik ini mengatur tentang perilaku profesional pada perawat dalam menjalankan
pekerjaannya, sebagaimana tercantum dalam lafal sumpah dan kode etik perawat yang
disusun organisasi profesional bersama pemerintah (Nursalam, 2014).
Didalam kode etik keperawatan di Indonesia, terdapat poin yang mengatur
hubungan antara perawat dan pasien. Dimana perawat dalam memberikan pelayanan

4
keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan pasien, dan tidak
terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis
kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan kedudukan sosial.
Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana
lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan kelangsungan
hidup beragama dari pasien. Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka
yang membutuhkan asuhan keperawatan. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu
yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika
diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku
(Nursamsi, 2003).
2.2 Pengertian Keperawatan
Keperawatan merupakan sebuah profesi yang memiliki karakteristik standar
pendidikan, otonomi, sosialisasi, dibentuk berdasarkan ilmu pengetahuan, ujian
masuk secara formal, memiliki kode etik, keahlian teknis, standar profesional,
pelayanan yang mementingkan orang lain, serta dipercaya publik. Ilmu pengetahuan
keperawatan dibentuk dari proses yang sama, yaitu sebuah proses penelitian.
Keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga,
kelompok atau masyarakat, baik dalam keadaan sakit maupun sehat (UU No 38/2014
tentang keperawatan). Menurut lokakarya keperawatan nasional Indonesia tahun 1983
keperawatan didefinisikan sebagai “suatu bentuk pelayanan profesional yang
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat
keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosialspirtual yang komprehensif,
ditunjukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik yang sehat
maupun yang sakit yang mencakup seluruh siklus hidup manusia”. Berdasarkan
definisi ini, maka keperawatan dapat diterima sebagai sebuah profesi di Indonesia
sejak tahun 1983. Keadaan ini jauh berbeda dengan keberadaan profesi perawat di
dunia yang sudah dapat diterima sebagai the first modern in nursing sejak tahun 1854
atas perjuangan dan pengabdian Florence Nightingale dalam memperbaiki pelayanan
kesehatan di camp penampungan tentara korban perang. Atas ketulusan
pengabdiannya ini Florence dikenal dengan julukan The Ladies of The Lamp.
Manusia memiliki martabat yang harus dihargai oleh setiap perawat. Martabat
manusia tidak hanya dihargai saat memberikan pelayanan keperawatan, namun
perawat juga perlu memperhatikan martabat manusia selama proses penelitian untuk
mengembangkan ilmu keperawatan.

5
Perawat bertanggung jawab untuk memberikan asuhan keperawatan kepada
klien/pasien dengan perawatan bermutu tinggi. Perawat tidak diragukan lagi bila
dihadapkan dengan berbagai tantangan etika dalam praktek profesional mereka,
sehingga perawat harus akrab dengan kode etik perilaku dan pentingnya pengambilan
keputusan etis saat menhadapi dilemma etik (Zahedi, dkk 2013).
2.3 Pengertian Etika Keperawatan
Menurut Cooper (1991), dalam Potter dan Perry (1997), etika keperawatan
dikaitkan dengan hubungan antar masyarakat dengan karakter serta sikap perawat
terhadap orang lain. Etika keperawatan merupakan standar acuan untuk mengatasi
segala macam masalah yang dilakukan oleh praktisi keperawatan terhadap para pasien
yang tidak mengindahkan dedikasi moral dalam pelaksanaan tugasnya (Amelia,
2013 ). Etika keperawatan merujuk pada standar etik yang menentukan dan menuntun
perawat dalam praktek sehari-hari (Fry,1994).
2.4 Kegunaan Etika Keperawatan
Dibawah ini dikemukakan beberapa kegunaan mempelajari serta menerapkan
etika keperawatan bagi calon-calon perawat yaitu:
a. Perkembangan teknologi dalam bidang medis dan reproduksi, perkembangan
tentang hak-hak klien, perubahan sosial dan hukum, serta perhatian terhadap
alokasi sumber-sumber pelayanan kesehatan yang terbatas tentunya akan
memerlukan pertimbangan etis.
b. Profesionalitas perawat ditentukan dengan adanya standar perilaku yang berupa
“kode etik”. Kode etik ini disusun dan disahkan oleh organisasi/wadah yang
membina profesi keperawatan. Dengan pedoman kode etik ini perawat
menerapkan konsep-konsep etis. Perawat bertindak secara bertanggung jawab,
menghargai nilai-nilai dan hak-hak individu.
c. Pelayanan kepada umat manusia merupakan fungsi utama perawat dan dasar
adanya profesi keperawatan. Pelayanan profesional berdasarkan kebutuhan
manusia, karena itu tidak membeda-bedakan. Pelayanan keperawatan ini juga
didasarkan atas kepercayaan bahwa perawat akan berbuat hal yang benar/baik dan
dibutuhkan, hal yang menguntungkan pasien dan kesehatannya. Oleh karena itu
bilamana menghadapi masalah etis, dalam membuat keputusan/tindakan perawat
perlu mengetahui, menggunakan serta mempertimbangkan prinsip-prinsip dan
aturan aturan etis tersebut.

6
d. Dalam membuat keputusan etis ada banyak faktor yang berpengaruh antara lain:
nilai dan keyakinan klien, nilai dan keyakinan anggota profesi lain, nilai dan
keyakinan perawat itu sendiri, serta hak dan tanggung jawab semua orang yang
terlibat.
e. Perawat berperan sebagai advokasi, memiliki tanggung jawab utama yaitu untuk
melindungi hak-hak klien. Peran perawat sebagai advokasi berasal dari prinsip
etis “beneficience : kewajiban untuk berbuat baik” dan “nonmaleficence :
kewajiban untuk tidak merugikan/mencelakakan”.
2.5 Tujuan Etika Keperawatan
Etika keperawatan memiliki tujuan khusus bagi setiap orang yang berprofesi
sebagai perawat, tak terkecuali juga bagi seluruh orang yang menikmati layanan
keperawatan. Tujuan dari etika keperawatan pada dasarnya adalah agar para perawat
dalam menjalankan tugas dan fungsinya dapat menghargai dan menghormati martabat
manusia. Secara umum tujuan etika keperawatan yaitu menciptakan dan
mempertahankan kepercayaan antara perawat dan klien, perawat dengan perawat,
perawat dengan profesi lain, juga antara perawat dengan masyarakat. Menurut
American Ethis Commission Bureau on Teaching, tujuan etika keperawatan adalah
mampu:
a. Mengenal dan mengidentifikasi unsur moral dalam praktek keperawatan.
b. Membentuk strategi/cara menganalisis masalah moral yang terjadi dalam praktek
keperawatan.
c. Menghubungkan prinsip-prinsip moral yang baik dan dapat dipertanggung
jawabkan pada diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan kepada Tuhan, sesuai
dengan kepercayaannya.
Menurut National League for Nursing (NLN), pusat pendidikan keperawatan
milik perhimpunan perawat amerika, pendidikan etika keperawatan bertujuan:
a. Meningkatkan pengertian peserta didik tentang hubungan antar profesi kesehatan
dan mengerti tentang peran dan fungsi masing-masing anggota tim tersebut.
b. Mengembangkan potensi pengambilan keputusan yang berkenaan dengan
moralitas, keputusan tentang baik dan buruk yang akan dipertanggungjawabkan
kepada Tuhan sesuai dengan kepercayaannya. Mengembangkan sikap pribadi dan
sikap profesional peserta didik.
c. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan ilmu dan prinsip-
prinsip etika keperawatan dalam praktek dan dalam situasi nyata.

7
2.6 Fungsi Etika Keperawatan
Etika keperawatan juga memiliki fungsi penting bagi perawat dan seluruh
individu yang menikmati pelayanan keperawatan. Fungsi-fungsi tersebut adalah :
a. Menunjukan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola
asuhan keperawatan.
b. Mendorong para perawat diseluruh indonesia agar dapat berperan serta dalam
kegiatan penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil penelitian
serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu
dan jangkauan pelayanan atau asuhan keperawatan.
c. Mendorong para perawat agar dapat berperan serta secara aktif dalam mendidik
dan melatih pasien dalam kemandirian untuk hidup sehat, tidak hanya dirumah
sakit tetapi diluar rumah sakit.
d. Mendorong perawat agar bisa mengembangkan diri secara terus menerus untuk
meningkatkan kemampuan profesional, integritas dan loyalitas bagi masyarakat
luas.
e. Mendorong perawat agar dapat memelihara dan mengembangkan kepribadian
serta sekap yang sesuai dengan etika keperawatan dalam melaksanakan
profesinya.
f. Mendorong para perawat menjadi anggota masyarakat yang responsif, produktif,
terbuka untuk memelihara perubahan serta berorientasi kemasa depan sesuai
dengan perannya.
2.7 Peranan Hak dan Kewajiban Dalam Etika Keperawatan
Dalam prinsip etika keperawatan, hak perawat dan pasien memiliki beberapa
peranan atau manfaat yang sangat penting dalam dunia keperawatan. Berikut adalah
peranan dan hak kewajban dalam prinsip etika keperawatan.
a. Mencegah konflik antara perawat dan pasien. Artinya dengan adanya hak dan
kewajiban yang dilindungi oleh ketentuan hukum termasuk juga etika
keperawatan maka perawat dan pasien tidak bisa berbuat semuanya sendiri. Ada
hak-hak dan kewajiban yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh setiap
pihak. Dan hak dan kewajiban tersebut dilindungi oleh hukum yang berlaku.
b. Pembenaran pada suatu tindakan. Maksudnya, hak dan kewajiban yang harus
dimiliki oleh perawat maupun pasien sebenarnya membenarkan tindakan yang
telah dilakukan sebelumnya (kewajiban). Misalnya, ketika seorang perawat
mengobati pasien dengan baik dan benar sesuai dengan keahlian yang dimilikinya

8
hingga pasien tersebut sembuh dari sakitnya, maka tentu hak perawat tersebut
adalah mendapatkan penghargan. Ketika perawat menerima penghargaan
tersebut, maka sebenarnya pada saat yang sama muncul pembenaran terhadap
pengobatan (pelayanan kesehatan) maupun kewajiban yang telah dilakukan
sebelumnya terhadap pasien.
c. Menyelesaikan perselisihan. Jika terjadi perselisihan antara pasien dan perawat
termasuk dengan institusi sekalipun, prinsip hak dan kewajiban yang dilindungi
oleh ketentuan hukum dapat menjadi pedoman penyelesaiannya. Hal ini sekaligus
mengindikasikan bahwa jika setiap pihak, baik perawat, pasien, maupun institusi
keperawatan, berpegang teguh pada konsep hak dan kewajiban, maka
perselisehan tidak akan terjadi. Misalnya, tidak akan pernah terjadi malpraktek
karena pasien memiliki hak dan mendapatkan pelayanan yang baik.

9
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Konsep Legal Etik Keperawatan


Legal atau syah (sah) adalah tindakan yang tidak bertentangan dengan aturan atau
undang-undang yang berlaku” (wikipedia). Etika keperawatan (Nursing Ethic)
merupakan bentuk ekspresi bagaiman perawat seharusnya mengatur diri sendiri, dan
etika keperawatan diatur dalam kode etik keperawatan.
Aspek legal etik keperawatan adalah aspek aturan keperawatan dalam
memberikan asuha keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya
paa berbabagai tatanan pelayanan, termasuk hak dan kewajibannya yang di atur dalam
undang-undang keperawatan. International Council Of Nurse (ICN) mengeluarkan
kerangka kerja kompetisi bagi perawat yang mencakup tiga bidang, yaitu bidang
profesional, ethical and legal practice, bidang care profission and managament dan
bidang management dan bidang profesional development “setiap profesi pada
dasarnya memiliki tiga syarat utama yaitu kompetensi yang diperoleh melalui
pelatihan yang ekstensif, komponen intelektual yang bermakna dalam melakukan
tugasnya, dan memberikan pelayanan yang penting kepada masyarakat.” (Budi
Sampuma, pakar hukum kesehatan UI, 2006).
Permasalahan etik yang terjadi dalam praktik keperawatan profesional menuntut
perawat berkewajiban dan bertanggung jawab menerapkan prinsip/ asas etik dan kode
etik serta mematuhi aspek legal keperawatan yang diatur dalam Kep.menkes148/ 010
dan UU Kes 36/2009 dalam melaksanakan tugas perawat harus memperhatikan dan
menghindari yang disebut dengan neagligence (kealpaan), commision dan ommision.
Hal ini bisa dilakukan apabila perawat dalam setiap mengambil keputusan etik selalu
didassarkan pada ethical decission making dan clinical decision making ( Nursalam,
2014). Informasi tentang prosedur apa yang akan dilakukan, terapi apa yang akan
diberikan merupakan hak pasien sebelum dia memutuskan untuk menerima atau
menolak tindakan atau terapi tersebut (Simamora,2013).
3.2 Prinsip-Prinsip Legal Etik Keperawatan
a. Prinsip autonomi (kebebasan) yaitu prinsip menghormati otonomi klien , dimana
klien dan keluarga bebas dan berhak untuk memilih dan memutuskan apa yang
akan di lakukan perawat terhadapnya.

10
b. Prinsip beneficience (berbuat baik) yaitu setiap tindakan yang dilakukan oleh
perawat harus memiliki manfaat kepada klien maupun keluarga klien.
c. Prinsip nonmaleficience (tidak merugikan) yaitu tindakan perawat harus sesuai
prosedur agar tidak terjadi kesalahan maupun kelalaian yang dapat merugikan
klien maupun keluarga.
d. Prinsip justice (keadilan) yaitu tindakan perawat dalam memberikan pelayanan di
larang membeda bedakan antara klien satu dengan klien lainnya.
e. Prinsip veracity (kejujuran) yaitu perawat diwajibkan berkata jujur dan jelas
terhadap apa yang akan dilakukannya kepada klien maupun keluarga klien.
f. Prinsip fidelity (menepati janji) yaitu perawat dalam memberikan pelayanan harus
setia kepada klien serta memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan dengan
baik.
g. Prinsip accountability (bertanggungjawab) yaitu perawat harus bertanggugjawab
megenai tindakan yang akan dilakukan terhadap klien maupun keluarga.
h. Prinsip confidentiality (kerahasiaan) yaitu perawat harus menjaga rahasia setiap
klien, baik pada saat klien masih hidup maupun sudah meninggal (utami,2016).
3.3 Masalah Legal Dalam Keperawatan
Aspek legal keperawatan pada kewenangan formalnya adalah izin yang
memberikan kewenangan kepada penerimanya untuk melakukan praktik profesi
perawat yaitu surat tanda registrasi (STR) bila berkerja didalam satu institusi.
Kewenangan itu, hanya diberikan kepada mereka yang memiliki kemampuan, namun
memiliki kemampuan tidak berarti memiliki kewenangan. Seperti juga kemampuan
yang didapat secara berjenjang,
Hukum dikeluarkan oleh badan pemerintahan dan harus dipatuhi oleh warga
negara. Setiap orang yang tidak mematuhi hukum akan terikat secara hukum untuk
menanggung denda atau hukuman penjara. Beberapa situasi yang perlu dihindari
seorang perawar :
1. Kelalaian
Seorang perawat bersalah karena kelalaian jika mencederai pasien dengan cara
tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan ataupun tidak
melakukan tugas dengan hati-hati sehingga mengakibatkan pasien jatuh dan
cedera.
2. Pencurian

11
Mengambil sesuatu yang bukan milik anda, membuat anda bersalah karena
mencuri. Jika anda tertangkap, anda akan dihukum. Mengambil barang yang tidak
berharga sekalipun dapat dianggap sebagai pencurian.
3. Fitnah
Jika anda membuat pernyataan palsu tentang seseorang dan merugikan orang
tersebut, anda bersalah karena melakukan fitnah. Hal ini benar jika anda
menyatakan secara verbal atau tertulis.
4. False imprisonment
Menahan tindakan seseorang tanpa otorisasi yang tepat merupakan pelanggaran
hukum atau false imprisonment. Menggunakan restrein fisik atau bahkan
mengancam akan melakukannya agar pasien mau bekerja sama bisa juga termasuk
dalam false imprisoment. Penyokong dan restrein harus digunakan sesuai dengan
perintah dokter.
5. Penyerangan dan pemukulan
Penyerangan artinya dengan sengaja berusaha untuk menyentuh tubuh orang lain
atau bahkan mengancam untuk melakukannya. Pemukulan berarti secara nyata
menyentuh orang lain tanpa izin. Perawatan yang kita berikan selalu atas izin
pasien atau informed consent. Ini berarti pasien harus mengetahui dan menyetujui
apa yang kita rencanakan dan kita lakukan.
6. Pelanggaran privasi
Pasien mempunyai hak atas kerahasiaan dirinya dan urusan pribadinya.
Pelanggaran terhadap kerahasiaan adalah pelanggaran privasi dan itu adalah
tindakan yang melawan hukum.
7. Penganiayaan
Penganiayaan pasien melanggar prinsip-prinsip etik dan membuat anda terikat
secara hukum untuk menanggung tuntutan hukum. Standar etik meminta perawat
untuk tidak melakukan sesuatu yang membahayakan pasien. Setiap orang dapat
dianiaya, tetapi hanya orang tua dan anak-anaklah yang paling rentan. Biasanya,
pemberi layanan atau keluargalah yang bertanggung jawab terhadap penganiayaan
ini. Mungkin sulit dimengerti mengapa seseorang menganiaya orang lain yang
lemah atau rapuh, tetapi hal ini terjadi. Beberapa orang merasa puas bisa
mengendalikan orang lain. Tetapi hampir semua penganiayaan berawal dari
perasaan frustasi dan kelelahaan dan sebagai seorang perawat perlu menjaga
keamanan dan keselamatan pasiennya.

12
3.4 Hukum Yang Mengatur Aspek Legal Dalam Keperawatan
Aspek legal dalam peraktik keperawatan tercantung dalam
1. UU NO.23 Tahun 1992 tentang kesehatan.
2. UU NO.32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.
3. Kepmenkes NO.1239 Tahun 2001 tentang Registrasi dan praktik perawat.
4. Undang-undang NO.38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan.
5. Undang-undang Kesehatan NO.36 Tahun 2009.
6. Permenkes NO . 1796/2011 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan.
3.5 Aspek Legal Dalam Praktik keperawatan
a. Untuk dapat melaksanakan tugas dan tindakan dengan aman, perawat profesional
harus memahami batasan legal dan implikasinya dalam praktik keperawatan
sehari-hari.
b. Asuhan keperawatan yang legal diartiakan sebagai praktik keperawatan yang
bermutu dan taat pada aturan, Hukum , serta perundang-undangan yang berlaku.
3.6 Aspek Legal Keperawatan Meliputi Kewajiban dan Hak Perawat
a. Kewajiban :
1. Setiap perawat wajib mempunyai :
 Sertifikat Kompetensi.
 Surat Tanda Registrasi.
 Surat Izin Kerja (SIK).
 Memperbaharui sertifikat kompetensinya.
2. Menghormati hak pasien.
3. Merujuk kasus pasien yang tidak bisa ditangani.
4. Menyimpan rahasia pasien sesuai dengan aturan undang-undang
keperawatan.
5. Wajib memberikan informasi kepada pasien sesuai dengan kewenangan.
6. Meminta persetujuan setiap tindakan yang akan dilakukan perawat sesuai
dengan kondisi pasien baik secara tertulis maupun tidak.
7. Mencatat semua tindakan keperawatan secara akurat sesuai peraturan dan
SOP yang berlaku.
8. Memakai standar profesi dan kode etik perawat Indonesia dalam
melaksanakan praktik.
9. Meningkatkan pengetahuan berdasarkan IPTEK.

13
10. Melakukan pertolongan darurat yang mengancam jiwa sesuai dengan
kewenangan.
11. Melaksanakan program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat.
12. Mentaati semua peraturan perundang-undangan.
13. Menjaga hubungan kerja yang baik antara sesama perawat maupun dengan
anggota tim kesehatan lainnya.
b. Hak perawat
1. Hak mengendalikan praktik keperawatan sesuai yang diatur hukum.
2. Hak mendapat upah yang layak.
3. Hak bekerja dilingkungan yang baik.
4. Hak terhadap pengembangan profesional.

14
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Aspek legal etik keperawatan adalah aspek aturan keperawatan dalam
memberikan asuha keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya
paa berbabagai tatanan pelayanan, termasuk hak dan kewajibannya yang di atur dalam
undang-undang keperawatan. Aspek legal etik terdiri dari beberapa prinsip,
diantaranya autonomi (kebebasan), beneficience (berbuat baik), nonmaleficience
(tidak merugikan), justice (keadilan), veracity (kejujuran), fidelity (menepati janji),
accountability (bertanggung jawab), dan confidentiality (kerahasiaan).
4.2 Saran
Perlunya kehati-hatian seorang perawat dalam melakukan suatu tindakan agar
tidak terjadi sesuatu yang dapat menyebabkan kejadian yang fatal akibatnya dan
membuat seorang perawat melanggar hukum yang mana pada akhirnya perawat
tersebut terikat oleh hukum sebagai bentuk hukuman.

15
DAFTAR PUSTAKA

Studi, P., Keperawatan, I., Jember, U., & Kunci, K. (2011). No Title. 408–414.

Ahsani, A., Studi, P., Keperawatan, M., & Keperawatan, F. (2019). Kajian ilmiah
peran kepala ruangan dalam pengambilan keputusan saat menghadapi dilema etik.

Keperawatan, A. (2009). No Title. 1999.

Pangaribuan, R. (2016). SAKIT TK . II PUTRI HIJAU MEDAN Nurse Perceptions of


Principles of Conduct in The Implementation of Action in ICU Nursing Home Sick At
Putri Hijau Hospital Medan. 1(1), 37–44.

Utami,W Ngesti,dkk. (2016). Etika Keperawatan dan Keperawatan Profesional.


Jakarta.

Nursalam. 2014. Manajemen Keperawatan : Aplikasi dalam Praktik Keperawatan


Profesional. Salemba Medika : Jakarta.

Ta’adi. 2010. Hukum Kesehatan Pengantar Menuju Perawat Profesional. EGC :


Jakarta.

Halim, U. (2013). Aspek Legal Keperawatan Pada Asuhan Profesi Keperawatan.


Retrieved November Jumat, 2020, from
google:https://www.jaringankomputer.org/aspek-legal-asuhan-keperawatan-pada-
asuhan-profesikeperawatan/

https://osf.io/preprints/f5tu9/

https://s.docworkspace.com/d/APW88nvor8E7ituWwJunFA

16

Anda mungkin juga menyukai